Pencegahan Infeksi Luka Perineum Ibu Postpartum
Pencegahan Infeksi Luka Perineum Ibu Postpartum
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Original Article
Pemberian Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Tenaga Kesehatan,
Personal Hygiene dan Dukungan Suami dengan Pencegahan Infeksi Luka
Perineum pada Ibu Postpartum
Efriana Gaimau1, Hidayani2, Meinasari K. Dewi3
1,2,3
Program Studi Kebidanan, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju
Jln. Harapan Nomor 50, Lenteng Agung – Jakarta Selatan 12610
Email: efrianagaimau607@gmail.com1
Abstract
Pendahuluan
Pencegahan infeksi pada luka perineum dapat dilakukan dengan perilaku hidup bersih
dan sehat termasuk kebersihan diri dengan melakukan perawatan pada luka perineum,
melakukan vulva hygiene yang benar. Infeksi nifas juga sering terjadi karena pengetahuan ibu
nifas tentang perawatan luka perineum yang kurang baik seperti tidak mencuci luka perineum
- 266 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
dengan air sabun, tidak mengeringkan genitalia setelah BAK dan BAB dan tidak melakukan
cebok dari depan ke belakang akan menyebabkan infeksi perineum. Perawatan perineum yang
tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea dan lembab akan
sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.1 Menurut Leavel dan Clark yang disebut pencegahan adalah merupakan segala
kegiatan yang dilakukan baik langsung maupun tidak langsung untuk mencegah suatu masalah
kesehatan atau penyakit.2
Penyebab timbulnya infeksi pada vulva dapat merambah ke saluran uretra atau pada
vagina bisa memicu terjadinya komplikasi infeksi uretra maupun infeksi pada vagina.
Komplikasi yang terlambat ditangani akan berdampak pada kematian ibu nifas karena kondisi
ibu postpartum yang masih lemah. Sepsis peurperalis dapat memicu masalah–masalah
kesehatan menahun seperti penyakit radang panggul kronis CPD (Pelvic Inflammatory
Disease) dan infertilitas. Dampak jika ibu tidak melakukan pencegahan infeksi pada luka
perineum ibu maka akan timbul beragam masalah seperti pengeluaran cairan vagina/flour
albous, iritasi di daerah vulva, timbulnya masalah infeksi pada saluran kemih, bau yang tidak
menyenangkan dan infeksi pada daerah vagina (vaginitis), Serta berbagai macam infeksi
lainnya.3
Menurut World Health Organitation (WHO), bahwa setiap menit seorang perempuan
meninggal karena komplikasi terkait dengan komplikasi dengan kehamilan dan postpartum.
Dengan kata lain 1.400 perempuan meninggal setiap hari atau lebih dari 500.000 perempuan
meninggal setiap tahun karena kehamilan, persalinan dan nifas. AKI di Indonesia tergolong
masih tinggi dibandingkan denngan negara ASEAN yaitu sebesar 390 per 100.000 kelahiran
hidup. Angka tersebut 3-6 kali dari AKI negara ASEAN dan 50 kali negara maju dan salah
satunya disebabkan karena infeksi dengan proporsi 20-30%. Kasus infeksi ini (25-55%)
disebabkan karena infeksi jalan lahir atau episiotomy.4
Laporan Survey Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2016 mengatakan
bahwa angka kematian ibu di Indonesia mencapai 235 per 100.000 kelahiran hidup. Angka
tersebut di Negara-negara maju salah satunya disebabkan karena infeksi dengan proporsi 20-
30%, dan kasus ini 25-55% disebabkan oleh infeksi jalan lahir, yang disebabkan beberapa
faktor diantaranya kurangnya mobilisasi dini, vulva hygiene yang tidak benar, vaskulerisasi,
stressor, dan juga nutrisi yang tidak seimbang.1 Lima pencetus kematian ibu tertinggi yaitu
perdarahan (30,1%), hipertensi (27,1%), infeksi (7,3 %),dan partus lama atau macet (1,8%),
dan abortus (1,6%).5
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Alor menjelaskan bahwa angka
kematian ibu dari tahun 2018–2019 menunjukkan bahwa penyebab kematian ibu selama
persalinan maupun setelah persalinan yaitu pada tahun 2018, perdarahan sebanyak 4 (40%),
infeksi sebanyak 2 (10%), lainnya sebanyak 5 (50%). Pada tahun 2019, perdarahan sebanyak
6 (85%), lainnya 1 (15%).6
Upaya kesehatan masyarakat didefinisikan sebagai semua kegiatan baik langsung
maupun tidak untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi
(terapi fisik, mental, dan sosial) atau kuratif, maupun pemulihan (rehabilitatif) kesehatan (fisik,
mental, sosial). Usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak
sakit dan upaya penyembuhan bilamana sakit.2
- 267 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Penyebab seseorang melakukan pencegahan infeksi luka perineum antara lain seperti
perlu adanya pemberian KIE tenaga kesehatan. Hal ini didukung dengan pernyataan bahwa
sumber informasi juga sangat berperan penting karena merupakan media/alat untuk
mendapatkan informasi atau pengetahuan untuk mempermudah penerimaan pesan-pesan atau
informasi kesehatan kepada ibu nifas mengenai pencegahan infeksi selama masa nifas.7
Melakukan perawatan atau personal hygiene bertujuan untuk mencegah resiko terjadinya
infeksi.8 Berdasarkan teori kebersihan diri ibu membantu mengurangi sumber infeksi dan akan
membuat rasa nyaman pada ibu. Merawat dan menjaga perineum ibu tetap selalu bersih dan
kering serta membersihkan alat kelamin dari depan ke belakang itu akan membuat proses
penyembuhan luka perineum akan cepat sembuh.8 Menjaga kesehatan istri setelah melahirkan
yaitu dengan cara memberikan dukungan dan cinta kasih kepada istrinya agar sang istri merasa
diperhatikan, mengantarkan untuk kontrol, menganjurkan untuk makan bergizi, istirahat
cukup, menjaga personal hygine.9
Berdasarkan data dari Poli KIA Ruang Pavilium, Puskesmas Mebung, Kecamatan Alor
Tengah Utara, Kabupaten Alor, tercatat pada tahun 2020, jumlah persalinan oleh tenaga
kesehatan sebanyak 333 ibu ( 71,1). Pada tahun 2021 periode Januari sampai dengan Desember
2021 tercatat jumlah persalinan oleh tenaga kesehatan sebanyak 311 ibu (66,4%), Ibu
postpartum yang sudah melakukan upaya pencegahan infeksi luka perineum dengan baik
sebanyak 125 (44,3%) sedangkan ibu postpartum lainnya belum melakukan pencegahan
infeksi luka perineum dengan baik yaitu sebanyak 157 (55,6%).
Berdasarkan uraian diatas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang
“Hubungan pemberian KIE tenaga kesehatan, personal hygiene dan dukungan suami dengan
pencegahan infeksi luka perineum di ruang KIA Pavilium, Puskesmas Mebung Tahun 2021
Metode
Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dan cross-sectional, dimana
variabel bebas dan variabel terikat dalam penelitian ini dikumpulkan secara bersamaan. dimana
variabel independen dalam penelitian ini adalah pemberian KIE tenaga kesehatan, personal
hygiene, dukungan suami dan variabel dependennya pencegahan infeksi luka perineum pada
ibu postpartum. Instrument atau alat ukur dalam penelitian dengan alat bantu kuesioner.
Penelitian ini dilakukan di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung Tahun 2021.
Kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan ini dimulai dari perencanaan, persiapan,
penyebaran kuesioner, pengolahan data, analisis data serta penyajian data. Dalam penelitian ini
ingin mengkaji tentang hubungan pemberian KIE tenaga kesehatan, personal hygiene dan
dukungan suami dengan pencegahan infeksi luka perineum pada ibu postpartum menggunakan
analisis SPSS dengan uji chi-square.
Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu postpartum yang mengalami rupture perineum
di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung periode bulan Oktober 2021 sampai dengan bulan
Januari tahun 2022 sebanyak 55 responden. Sampel pada penelitian ini adalah total populasi
yaitu 55 responden dengan teknik penentuan sampel adalah mengambil seluruh anggota
populasi sebagai responden yang mengalami rupture perineum. Kriteria inklusi dalam
penelitian ini adalah ibu yang mengalami rupture perineum dan bersedia menjadi responden
sedangkan kriteria eksklusinya adalah ibu yang tidak mengalami rupture perineum.
- 268 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Hasil
Analisis Univariat
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pemberian KIE Tenaga Kesehatan, Personal
Hygiene dan Dukungan Suami dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
No. Variabel N %
1. Pencegahan infeksi luka perineum
Tidak melakukan 16 29,1
Melakukan 39 70,9
2. Pemberian KIE tenaga kesehatan
Baik 19 34,6
Cukup 12 21,8
Kurang 24 43,6
3. Personal hygiene
Tidak melakukan 12 21,8
Melakukan 43 78,2
4. Dukungan Suami
Tidak mendukung 29 52,7
Mendukung 26 47,3
Berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa ibu postpartum di ruang KIA Pavilium
Puskesmas Mebung dari 55 responden, sebanyak 16 responden (29,1%) tidak melakukan
pencegahan infeksi luka perineum dan sebanyak 39 responden (70,9%) yang melakukan
pencegahan infkesi luka perineum, sebanyak 19 responden (34,6%) dengan pemberian KIE
tenaga kesehatan yang baik, sebanyak 12 responden (21,8%) dengan pemberian KIE tenaga
kesehatan yang cukup, dan sebanyak 24 responden (43,6%) dengan pemberian KIE tenaga
kesehatan yang kurang, yang tidak melakukan personal hygiene sebanyak 12 responden
(21,8%), sedangkan sebanyak 43 responden (778,2%) melakukan personal hygiene, yang
mempunyai suami yang tidak mendukung yaitu sebanyak 26 responden (47,3%), dan sebanyak
29 responden (52,7%) mempunyai suami yang mendukung.
Analisis Bivariat
Tabel 2. Hubungan pemberian KIE tenaga kesehatan, personal hygiene dan dukungan suami
dengan pencegahan infeksi luka perineum
Variabel Pencegahan infeksi
Luka perineum Total OR
Tidak P-Value
Melakukan Melakukan
F % F % F %
Pemberian KIE
Tenaga kesehatan
Baik 4 7,3 15 27,3 19 34,5 0,5
Cukup 4 7,3 8 14,5 12 21,8
Kurang 9 16,4 15 27,3 24 43,6
Personal hygiene
Tidak Melakukan 8 14,5 4 7,3 12 21,1 0,02 7,556
Melakukan 9 16,4 34 61,4 43 78,2
Dukungan suami
Tidak mendukung 13 23,6 13 23,6 26 47,3 0,04 6,250
Mendukung 4 7,3 25 45,5 29 52,7
- 269 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
- 270 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Pembahasan
Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel pencegahan infeksi luka perineum
menunjukkan bahwa dari 55 responden terdapat 16 ibu (29,1%) yang tidak melakukan
pencegahan infeksi luka perineum pada ibu postpartum dan terdapat 39 ibu (70,9%) yang
melakukan pencegahan infeksi luka perineum pada ibu postpartum.
Untuk mencegah terjadinya infeksi yang berhubungan dengan kesembuhan organ maka
perlu dilakukan perawatan luka perineum. Lingkup perawatan luka perineum adalah mencegah
kontaminasi dari rectum, menangani dengan lembut pada jaringan yang terkena trauma,
bersihkan semua pengeluaran pervagina yang akan menjadi sumber bakteri atau bau. Tindakan
yang dilakukan untuk mencegah infeksi seperti mencuci tangan sebelum dan sesudah
melakukan perawatan luka perineum, menggunakan larutan antiseptic seperti kasa betadine
setiap kali setelah mandi dan setiap kali selesai BAB dan BAK.3
Peneliti berpendapat bahwa ibu postpartum di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung
sebagian besar sudah melakukan pencegahan infeksi luka perineum.
Pemberian KIE dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel pemberian KIE tenaga kesehatan menunjukkan
bahwa dari 55 responden terdapat 19 ibu postpartum (34,6%) yang mendapat pemberian KIE
tenaga kesehatan dengan baik, terdapat 12 ibu postpartum (21,8%) yang mendapat pemberian
KIE tenaga kesehatan dengan cukup dan terdapat 24 ibu postpartum (43,6%) yang kurang
mendapat pemberian KIE tenaga kesehatan.
Komunikasi edukasi dan informasi dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain
melalui media penyuluhan seperti menggunakan buku KIA dengan cara penyampaiannya
berulang dan berjenjang baik secara individual maupun kelompok.10 Edukasi juga dapat
dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang canggih seperti leaflet dan video melalui
whatsapp.11
Kurangnya pemberian informasi tentang kebersihan diri akan berdampak buruk bagi
kesehatan ibu postpartum karena kuman dapat masuk melalui vagina sehingga akan terjadi
infeksi pada luka perineum.10 Tenaga kesehatan juga bertugas membantu, melayani dan
memberikan edukasi kepada ibu postpartum dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dan
tindakan yang diberikan sehingga diharapkan ada perubahan perilaku dalam melakukan
perawatan luka perineum untuk bisa mencegah infeksi pada luka perineum.7
Peneliti berpendapat bahwa ibu postpartum di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung
sebagian besar yang kurang mendapat pemberian KIE tenaga kesehatan terhadap pencegahan
infeksi luka perineum.
Personal Hygiene dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel personal hygiene menunjukkan bahwa dari 55
responden terdapat 12 ibu postpartum (21,8%) yang tidak melakukan personal hygiene dan
terdapat 43 ibu postpartum (78,2%) yang melakukan personal hygiene.
Personal hygiene merupakan suatu upaya kesehatan perorangan untuk dapat
memelihara kesehatan diri sendiri untuk mencegah timbulnya infeksi.8 Manfaat dari personal
- 271 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
hygiene untuk menjaga vagina dan daerah sekitarnya tetap bersih dan nyaman adalah mencegah
munculnya keputihan, bau tidak sedap dan gatal-gatal serta menjaga PH vagina tetap normal.12
Menganjurkan pada ibu postpartum menjaga kebersihan diri dengan cara mandi
minimal 2 kali dalam sehari, mengganti pakaian dan alas tempat tidur ibu, merawat perineum
dengan menggunkana larutan antiseptic, dan selalu mengingatkan pada ibu untuk cara
mencebok dari arah depan ke arah belakang.13
Peneliti berpendapat bahwa ibu postpartum di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung
sebagian besar dapat melakukan personal hygiene.
Dukungan Suami Dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Berdasarkan hasil penelitian pada tabel dukungan suami menunjukkan bahwa dari 55
responden terdapat 26 ibu postpartum (47,3%) yang tidak mendapat dukungan suami
sedangkan terdapat 29 ibu postpartum (52,7%) mendapat dukungan suami.
Dukungan suami merupakan suatu bentuk dorongan, perhatian dan respon dari suami
kepada ibu yang mengalami luka perineum sehingga ibu merasa nyaman dengan keadaan yang
dialaminya 3. Dukungan dari orang terdekat seperti suami dan keluarga akan berdampak pada
proses pemulihan pada masa nifas seperti merasa diperhatikan, mengantar kontrol,
menganjurkan makan bergizi, istrahat yang cukup, serta menjaga personal hygiene sehingga
bisa mengurangi beban istrinya agar tidak mengalami stres dan tertekan ada pasca persalinan
serta dapat menghindari timbulnya infeksi.9
Peneliti berpendapat bahwa ibu postpartum di ruang KIA Pavilium Puskesmas Mebung
sebagian kecil mendapat dukungan suami terhadap pencegahan infeksi luka perineum.
Hubungan Antara Pemberian KIE dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Hasil uji statistik hubungan pemberian KIE tenaga kesehatan dengan pencegahan
infeksi luka perineum diperoleh nilai p-value = 0,5 (>0,05) sehingga dapat disimpulkan bahwa
hipotesa nol (H0) diterima sehingga tidak ada hubungan antara pemberian KIE tenaga
kesehatan dengan pencegahan infeksi luka perineum. Dan didapatkan OR= 0 yang artinya
pemberian KIE tenaga kesehatan tidak berpeluang untuk pencegahan infeksi luka perineum.
Pemberian KIE oleh tenaga kesehatan merupakan komponen yang penting dalam
pelayanan, dengan mendengarkan keluhan, atau pertanyaan pasien dan menjelaskan prosedur
tindakan adalah contoh-contoh komunikasi yang harus dilakukan selama pelayanan.
Komunikasi juga merupakan proses yang dilakukan petugas dalam menjalin kerjasama yang
baik dengan pasien atau dengan tenaga kesehatan lain dalam rangka membantu mengatasi
masalah pasien.14
Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rosa dkk (2018)
tentang implementasi Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Pada Perawat di Rumah Sakit
PKU Muhammadiyah Temanggung bahwa kurang responnya pemberi pelayanan ketika pasien
atau keluarganya mengemukakan keluhan yang berkaitan dengan pengobatan dan
perawatannya selain itu kurang berhasilnya keramahan petugas pada pasien dan keluarga yang
diantaranya dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dalam komunikasi efektif, sikap petugas,
tingkat pendidikan, pengalaman, lingkungan, jumlah tenaga yang kurang.14 Oleh karena itu,
untuk meningkatkan kepuasan pelanggan dan untuk meningkatkan pengetahuan petugas
- 272 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Rumah Sakit terkait kesehatan pasien, maka perlu meningkatkan Komunikasi, Informasi,
Edukasi (KIE).
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, peneliti berpendapat bahwa tidak ada
hubungan yang signifikan antara pemberian KIE oleh tenaga kesehatan dengan pencegahan
infeksi luka perineum oleh ibu postpartum. Hal ini dikarenakan para ibu postpartum lebih
banyak mendapatkan informasi secara langsung dari keluarga terdekat tentang perawatan luka
perineum dibandingkan dengan informasi dari tenaga kesehatan selain itu karena kurangnya
pengetahuan dalam komunikasi yang baik antara petugas kesehatan dengan ibu sehingga
membuat ibu malas dan merasa tidak nyaman ketika berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Hubungan Antara Personal Hygiene dengan Pencegahan Infeksi Luka Perineum
Hasil uji statistik, hubungan personal hygiene dengan pencegahan infeksi luka
perineum pada ibu postpartum di peroleh nilai p-value = 0,02 ( < 0,05 ) sehingga dapat
disimpulkan hipotesa nol (H0) ditolak sehingga ada hubungan antara personal hygiene dengan
pencegahan infeksi luka perineum pada ibu postpartum. Dan didapatkan OR = 7,556 yang
artinya responden yang memiliki personal hygiene melakukan berpeluang 7,5 kali untuk dapat
melakukan pencegahan infeksi luka perineum dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan
personal hygiene.
Meningkatkan perasaan nyaman pada ibu postpartum dengan melakukan personal
hygiene yang tepat dan benar antara lain seperti mandi minimal 2 kali dalam sehari, mengganti
pakaian dan alas tempat tidur ibu serta lingkungan sekitar ibu, merawat perineum dengan
menggunakan larutan antiseptic dan selalu mengingatkan pada ibu bahwa membersihkan
perineum dari arah depan ke arah belakang. Dengan melakukan personal hygiene pada ibu
pospartum secara keseluruhan dapat mencegah infeksi baik luka jahitan maupun kulit.15
Berdasarkan hasil penelitian oleh Tulas, dkk (2017) dengan judul Hubungan perawatan
luka perineum dengan perilaku personal hygiene ibu postpartum di Rumah Sakit pancaran
kasih GMIM Manado didapatkan bahwa dari 56 responden yang telah melakukan perawatan
luka perineum yang memiliki luka bersih dan kering dengan perilaku personal hygiene baik 47
responden (94,0 %) dan 3 responden (6,0 %) perilaku buruk sedangkan yang telah melakukan
perawatan luka perineum dengan luka tidak bersih dan tidak kering berjumlah 6 responden
(100%) dengan klasifikasi 4 responden (66,7 %) perilaku baik dan 2 responden (33,3 %)
perilaku buruk. Hasil pengolahan data yang dilakukan dengan menggunakan SPSS
menunjukkan bahwa ada hubungan antara perawatan luka perineum dengan perilaku personal
hygiene. Uji Chi-Square dengan komputerisasi didapat bahwa p-value = 0,001 dimana lebih
kecil dari nilai α yang di tetapkan (α= 0,005). Berdasarkan Hasil ini maka Ha diterima dan hal
ini berarti ada hubungan antara perawatan luka perineum dengan perilaku personal hygiene
pada pasien Ibu PostPartum di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado. Kesimpulannya
bahwa ada hubungan antara perawatan luka perineum dengan perilaku personal hygiene ibu
postpartum di Rumah Sakit Pancaran Kasih GMIM Manado.8
Menurut pendapat peneliti bahwa ada hubungan antara personal hygiene dengan
pencegahan infeksi luka perineum karena personal hygiene merupakan langkah dasar dan juga
merupakan salah satu tindakan untuk mencegah infeksi pada luka perineum ibu postpartum.
Seorang ibu postpartum yang selalu memperhatikan dan melakukan personal hygiene dengan
cara yang tepat dan benar akan berpengaruh besar terhadap pencegahan infeksi luka perineum
pada ibu postpartum.
- 273 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
- 274 -
OPEN ACCESS JAKARTA JOURNAL
OF HEALTH SCIENCES
OAJJHS
Vol. 01, No. 08, August 2022
P-ISSN 2798-2033, E-ISSN 2798-1959
DOI 10.53801/oajjhs.v1i8.54
Pendanaan
Sumber dana dalam penelitian ini dari peneliti.
References
1. Ermawaty Arisandi Siallagan FEM. Gambaran tingkat pengetahuan ibu nifas tentang pencegahan infeksi
luka perineum di klinik krsitina sidikalang tahun 2021. J Ilmu Keperawatan. 2021;1(2):127–40.
2. Martina Pakpahan, Deborah Siregar, Andi Susilawaty, Tasnim, Mustar, Radeny Ramdany EIM, Efendi
Sianturi, Marianna Rebecca Gadis Tompunu Yenni Ferawati Sitanggang MM. Promosi Kesehatan &
Perilaku Kesehatan. Watrianthos R, editor. Jakarta: EGC. Jakarta: Yayasan Kita Menulis; 2021. 168 p.
3. Yulianisa E, Mardiyah MS. Sikap, keterampilan individu, dan dukungan suami terhadap perilaku
pencegahan infeksi luka perineum ibu postpartum. J Ilm Kebidanan Indones. 2019;9(04):154–62.
4. Suwardi S, Mouliza N. Hubungan pengetahuan ibu menyusui tentang cara perawatan luka perineum
dengan infeksi perineum. Wind Heal J Kesehat. 2019;2(4):338–44.
5. PPNI TPDPP. Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) Edisi 1. DPP PPNI Jakarta. 2016;
6. profil_2019_dinkes_alor.
7. Yosali MA, Sugesti R. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pencegahan puerperium infections.
J Ilm Kebidanan Indones. 2018;8(01):8–21.
8. Tulas V, Kundre R, Bataha Y. Hubungan perawatan luka perineum dengan perilaku personal hygiene
ibu post partum di rumah sakit pancaran kasih Gmim Manado. J Keperawatan UNSRAT.
2017;5(1):104712.
9. Sri Karyati. Jahitan perineum, dukungan suami, dan ansietas seksual ibu postpartum. Jur Keperawatan,
Stikes Muhammadiyah Kudus. 2016;3(2005).
10. Mayasari SI, Jayanti ND. Penerapan Edukasi Family Centered Maternity Care (FCMC) terhadap
Keluhan Ibu Postpartum Melalui Asuhan Home Care. J Ners dan Kebidanan (Journal Ners Midwifery).
2019;6(2):134–40.
11. Astutik RY, Purwandari ES, Info A. Differences in Counseling Using Leaflets with Videos 0n Perineal
Wound Treatment. J Heal Educ. 2021;6(2):88–93.
12. Timbawa S, Kundre R, Bataha Y. Hubungan vulva hygiene dengan pencegahan infeksi luka perineum
pada ibu post partum di rumah sakit pancaran kasih gmim manado. J Keperawatan UNSRAT.
2015;3(2):108128.
13. Fatihatul Hayati. Personal hygiene pada masa nifas. J Abdimas Kesehat. 2020;2(1):4–8.
14. Maria Rosa E, Kurnia Sari N. Implementasi komunikasi, informasi dan edukasi (Kie) Pada perawat di
rumah sakit pku muhammadiyah temanggung. BERDIKARI J Inov dan Penerapan Ipteks.
2018;6(2):227–31.
15. Pratiwi Tri Lestari, Syarifah Ismed EA. Hubungan antara pengetahuan, dukungan keluarga dan personal
hygiene dengan perawatan luka perineum masa nifas di wilayah kerja puskesmas belida darat kecamatan
darat kabupaten muara enim tahun 2021. J Ilm Univ Batanghari Jambi. 2022;22(1):314–8.
- 275 -