0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Media Pembelajaran: Definisi dan Pemilihan

Beb 2

Diunggah oleh

Ai Tuti Alawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Media Pembelajaran: Definisi dan Pemilihan

Beb 2

Diunggah oleh

Ai Tuti Alawiyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Media Pembelajaran


Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah
berarti “tengah, perantara atau pengantar”. Dalam bahasa Arab, media
adalah perantara (‫ )وسائل‬atau pengantar pesan dari pengirim kepada
penerima pesan.1
Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu
proses belajar peserta didik, yang berisi serangkaian peristiwa yang
dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung
terjadinya proses belajar peserta didik yang bersifat internal (Gagne dan
Briggs, 1979: 3). Pembelajaran adalah segala upaya untuk menciptakan
kondisi dengan sengaja agar tujuan pembelajaran dapat dipermudah
(facilitated) yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar pada
diri peserta didik.2
Dalam arti sempit, media pengajaran hanya meliputi media yang
dapat digunakan secara efektif dalam proses pengajaran yang terencana,
sedangkan dalam arti luas, media tidak hanya meliputi media komunikasi
elektronik yang kompleks akan tetapi mencakup juga alat-alat sederhana,
seperti : slide, fotografi, diagram dan buatan guru, objek-objek nyata serta
kunjungan keluar sekolah. Sejalan pandangan ini, guru-gurupun dianggap
sebagai media penyajian, disamping radio dan televisi, karena sama-sama
membutuhkan dan menggunakan banyak waktu untuk menyampaikan
informasi kepada para siswa hanya saja, guru-guru punya fungsi lainnya,
misalnya menyusun perencanaan pengajaran dan melaksanakan penilaian,
sedangkan alat-alat tidak melakukan fungsi-fungsi tersebut.

1
Dikutip dari [Link]
2
Dikutip dari [Link]
[Link]
Romiszowski merumuskan media pengajaran “penyampaian pesan
berinteraksi dengan siswa melalui penginderaannya. Siswa dapat dipanggil
untuk menggunakan sesuatu alat inderanya untuk menerima informasi,
atau dapat juga menggunakan mengkombinasi alat indera sekaligus,
sehingga kegiatan berkomunikasi lebih seksama .3
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam proses belajar mengajar
yang berupa perangkat keras maupun perangkat lunak untuk mencapai
proses dan hasil pembelajaran secara efektif dan efisien, serta tujuan
pembelajaran dapat dicapai dengan mudah.
Kalau kita perhatikan perkembangan media pembelajaran ini pada
mulanya hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar bagi seorang guru.
Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual yaitu berupa gambar,
model, objek dan media lain yang dapat memberikan pengalaman konkret
dan motivasi belajar sehingga dapat mempertinggi daya serap dan hasil
belajar siswa.

B. Pemilihan Media Pembelajaran

Berbagai jenis media pada dasarnya dapat digolongkan dalam tiga


kelompok besar yaitu media cetak, media elektronik, dan objek nyata atau
realia.

1. Media Cetak

Bagi kebanyakan orang, istilah “media cetak” biasanya diartikan


sebagai bahan yang diproduksi melalui percetakan profesional, seperti
buku, majalah, dan modul. Sebenarnya, di samping itu masih ada bahan
lain yang juga dapat digolongkan ke dalam istilah “cetak”, seperti
tulisan/bagan/gambar yang difoto kopi ataupun hasil reproduksi sendiri.

3
Drs. Hardjanto, Perencanaan Pengajaran. 1996 hlm 247
Kelebihan media ini, disamping relatif murah pengadaannya, juga
lebih mudah dalam penggunaannya, dalam arti tidak memerlukan
peralatan khusus, serta lebih luwes dalam pengertian mudah digunakan,
dibawa atau dipindahkan. Sedangkan kelemahan dari media ini, terutama
jika kurang dirancang dengan baik cenderung akan membosankan. Di
samping itu, media ini kurang dapat memberikan suasana yang “hidup”
bagi murid-murid.

2. Media Elektronik

Ada berbagai macam media elektronik yang lazim dipilih dan


digunakan dalam pengajaran, antara lain:

1. Perangkat slide atau film bingkai


2. Film strips
3. Rekaman
4. Overhead Transparancies
5. Video tape/video cassette

Kelebihan media ini, dapat memberikan suasana yang lebih


“hidup” penampilannya lebih menarik, dan di samping itu dapat pula
digunakan untuk memperlihatkan suatu proses tertentu secara lebih nyata.
Sedangkan kelemahan media ini, terletak dalam segi teknis dan juga biaya.
Penggunaan media ini memerlukan dukungan sarana prasarana tertentu
seperti listrik serta peralatan/bahan-bahan khusus yang tidak selamanya
mudah diperoleh di tempat-tempat tertentu. Di samping itu, pengadaan
maupun pemeliharaannya cenderung menuntut biaya yang mahal.

3. Realita (Objek Nyata atau Benda Sesungguhnya)

Untuk mencapai hasil yang optimum dari proses belajar-mengajar,


salah satu hal yang sangat disarankan adalah digunakannya pula media
yang bersifat langsung dalam bentuk nyata atau realia. Objek yang
sesungguhnya, akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi
siswa dalam mempelajari berbagai hal, terutama yang menyangkut
pengembangan ketrampilan tertentu, misalnya berkebun. Melalui
penggunaan objek nyata ini, kegiatan belajar-mengajar dapat melibatkan
semua indera siswa, terutama indera peraba.

Kelebihan media ini, dapat memberikan kesempatan semaksimal


mungkin pada siswa untuk mempelajari sesuatu ataupun melaksanakan
tugas-tugas dalam situasi nyata dan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mengalami sendiri situasi yang sesungguhnya dan melatih
keterampilan mereka dengan menggunakan sebanyak mungkin alat
indera. Sedangkan kelemahannya jika membawa murid-murid ke berbagai
tempat di luar sekolah kadang-kadang mengandung risiko dalam bentuk
kecelakaan dan sejenisnya. Selain itu, biaya yang diperlukan untuk
mengadakan berbagai objek nyata kadang-kadang tidak sedikit, apalagi
ditambah dengan kemungkinan kerusakan dalam menggunakannya dan
belum tentu dapat memberikan semua gambaran dari objek yang
sebenarnya, seperti pembesaran, pemotongan, dan gambar bagian demi
bagian, sehingga pengajaran harus didukung pula dengan media lain.4

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan terhadap pemilihan


prioritas pengadaan media pendidikan adalah sebagai berikut :

1. Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif


2. Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif
3. Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif5.

Berdasarkan ketiga faktor tersebut maka dalam memberikan


prioritas pengadaan media pendidikan perlu diadakan pengukuran untuk
ketiga faktor tersebut sesuai dengan jenis dan jenjang pendidikan
disekolah. Didasari bahwa setiap media memiliki keunggulan dan
4
Dikutip dari [Link]
5
Ibid hlm 238
kelemahan atau keterbatasan. Pengetahuan tentang keunggulan dan
kelemahan atau keterbatan setiap jenis media menjadi penting, sehingga
guru dapat memperkecil kelemahan atas media yang dipilih atau guru
sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki.
Pemilihan sekaligus pemanfaatan media perlu memperbaiki kriteri berikut
ini .

1. Tujuan
Tujuan pengajaran harus dijadikan sebagai pangkal acuan untuk
menggunakan media. Manakala diabaikan, maka media bukan lagi
sebagai alat bantu pengajaran, tetapi sebagai penghambat dalam
pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.
2. Keterpaduan (validitas)
Tepat dan berguna bagi pemahaman bahan yang dipelajari. Sesuai
atau tidaknya antara bahan/materi dengan media yang digunakan akan
berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
3. Keadaan peserta didik
Sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang
terkandung didalamnya dapat dipahami siswa.
4. Ketersediaan
Pemilihan perlu memperhatikan ada/tidak media tersedia
diperpustakaan atau di sekolah serta mudah sulitnya diperoleh. Karena,
seringkali suatu media dianggap tepat untuk digunakan di kelas akan
tetapi di sekolah tersebut tidak tersedia peralatan yang diperlukan,
sedangkan untuk mendesain atau merancang suatu media yang
dikehendaki tersebut tidak mungkin dilakukan oleh guru dengan waktu
yang cepat.
5. Mutu teknis
Media harus memiliki kejelasan dan kualitas yang baik.
6. Biaya
Hal ini merupakan pertimbangan bahwa biaya yang dikeluarkan
apakah seimbang dengan hasil yang dicapai serta ada kesesuaian atau
tidak. Terkadang sejenis media yang biaya produksinya mahal, namun
bila dilihat kestabilan materi dan penggunaan yang berulang-ulang
untuk jangka waktu yang panjang akan jauh lebih murah dari media
yang biaya produksinya murah tetapi hanya satu kali pakai saja.6

6
Ibid hlm238-239

Anda mungkin juga menyukai