0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Penyuluhan Kesehatan: ISPA pada Anak

Diunggah oleh

ameliacitraa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan11 halaman

Penyuluhan Kesehatan: ISPA pada Anak

Diunggah oleh

ameliacitraa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN ( SAP )

“ISPA”

DISUSUN OLEH

................................................

DIV KEPERAWATAN ANESTESIOLOGI

INSTITUSI TEKNOLOGI SAINS PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA

2019/2020
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Penyakit ISPA
LATAR BELAKANG
Penyakit saluran pernafasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula
memberi kecacatan sampai pada masa dewasa. ISPA masih merupakan masalah
kesehatan yang penting karena menyebabkan kematian bayi dan balita yang
cukup tinggi yaitu kira-kira 1 dari 4 kematian yang terjadi. Setiap anak diperkirakan
mengalami 3-6 episode ISPA setiap tahunnya. 40%-60% dari kunjungan di
Puskesmas adalah oleh penyakit ISPA. Dari seluruh kematian yang disebabkan oleh
ISPA mencakup 20%-30%.
Terjadinya ISPA dipengaruhi atau disebabkan oleh berbagai macam faktor seperti
virus, keadaan daya tahan tubuh, umur, jenis kelamin, status gizi, imunisasi, dan
keadaan lingkungan (pencemaran lingkungan seperti asap karena kebakaran hutan,
polusi udara, ditambah dengan perubahan iklim terutama suhu, kelembaban, curah hujan)
merupakan ancaman kesehatan bagi masyarakat terutama penyakit ISPA. Hal ini tidak
hanya disebabkan oleh faktor-faktor tersebut diatas tetapi juga dipengaruhi oleh tingkat
pengetahuan, sikap, dan perilaku ibu

 TUJUAN INTRUKSIONAL UMUM (TIU)


Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 60 menit diharapkan
keluarga Tn. M dapat memahami penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas
(ISPA)

 TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS


1. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 5 menit keluarga Tn M
mampu Menjelaskan pengertian ISPA sesuai dengan kalimatnya sendiri.
2. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan 10 menit keluarga Tn M mampu
Menjelaskan faktor – faktor penyebab ISPA.

[Link] dilakukan pendidikan kesehatan selama 15 menit keluarga Tn M


mamapu Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala dari ISPA.
4. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan15 menit keluarga Tn M mampu
Menyebutkan cara penularan ISPA dengan benar.

5. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan 15 menit keluarga Tn M


Menjelaskan cara pencegahan terhadap ISPA dengan benar.

 Sasaran : Semua keluarga Tn M


 Hari/tanggal : Maret 2020
 Jam : 08.00 WIB
 Waktu : 60 Menit
 Tempat : Rumah Tn M

 MATERI
1. Pengertian ISPA
2. Penyebab ISPA
3. Tanda dan gejala ISPA
4. Cara penularan ISPA
5. Cara mencegah ISPA

 Kegiatan / proses pendidikan kesehatan


NO FASE WAKTU PENDIDIK AUDIENCE
1 Pra Interaksi - Menyiapkan
2 Interaksi 5 menit Salam Menjawab salam
Perkenalan Attention
Menjelaskan tujuan Attention
Menjelaskan prosedur Attention
Kontrak waktu menjawab
Menanyakan kesiapan
3 Kerja 50 menit Apersepsi Menjawab
Memberikan reinforsment -
Menjelaskan materi Attention
dengan methodee Menjawab
ceramah, Tanya jawab pertanyaan
Mmereview yang sudah Attention
disampaikan
Member kesempatan untuk Attention
bertanya
Menjawab pertanyaan Bertanya
Attention
4 Terminasi 5 menit Mengajukan pertanyaan Menjawab
melakukan kontrak pertanyaan
kegiatan berikutnya / Attention
Tindak lanjut
mengucapkan salam Menjawab salam

 METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya Jawab

 MEDIA
1. Materi SAP
2. Flipchart
3. Leaflet

Rencana Evaluasi :
 Keluarga Tn.M mampu menjelaskan definisi ISPA dengan benar
 Keluarga Tn.M mampu menyebutkan penyebab penyakit ISPA .
 Keluarga Tn.M mampu menyebutkan tanda dan gejala minimal 5 macam
 Keluarga Tn.M a mampu menyebutkan cara penularan penyakit ISPA
 Keluarga Tn.M mampu menyebutkan pencegahan penyakit ISPA

Surakarta, …........................... 2020

Pelaksana

( [Link]. )
 LampiranMateri :

A. Pengertian
Infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) adalah infeksi saluran pernafasan akut
yang menyerang tenggorokan, hidung dan paru-paru yang berlangsung kurang lebih
14 hari, ISPA mengenai struktur saluran di atas laring, tetapi kebanyakan penyakit
ini mengenai bagian saluran atas dan bawah secara stimulan atau berurutan
(Muttaqin, 2008).
ISPA adalah penyakit yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari
saluran pernafasan mulai dari hidung hingga alveoli termasuk jaringan adneksanya
seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura (Suhandayani, 2007)
Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) adalah penurunan kemampuan
pertahanan alami jalan nafas dalam menghadapi organisme asing yang terjadi
secara tiba-tiba, menyerang hidung, tenggorokan, telinga bagian tengah serta
saluran napas bagian dalam sampai ke paru-paru.

B. Penyebab ispa
Etiologi ISPA terdiri lebih dari 300 jenis bakteri, virus dan riketsia. Bakteri
penyebab ISPA antara lain adalah dari genus Streptokokus, Stafilokokus,
Pneumokokus, Hemofillus, Bordeteliadan Korinebakterium. Virus penyebab ISPA
antara lain adalah golongan Miksovirus, Adnovirus, Koronavirus, Pikornavirus,
Mikoplasma, Herpesvirusdan lain-lain (Suhandayani, 2007)
ISPA disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk kesaluran nafas. Salah
satu penyebab ISPA yang lain . Bakteri penyebab ISPA antara lain adalah dari
genus Streptokokus, Asap bahan bakar kayu ini banyak menyerang lingkungan
masyarakat, karena masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga selalu melakukan
aktifitas memasak tiap hari menggunakan bahan bakar kayu, gas maupun minyak.
Timbulnya asap tersebut tanpa disadarinya telah mereka hirup sehari-hari, sehingga
banyak masyarakat mengeluh batuk, sesak nafas dan sulit untuk bernafas. Polusi
dari bahan bakar kayu tersebut mengandung zat-zat seperti Dry basis, Ash, Carbon,
Hidrogen, Sulfur, Nitrogendan Oxygen yang sangat berbahaya bagi kesehatan
(Depkes RI, 2002).
C. Tanda gejala ispa
ISPA merupakan proses inflamasi yang terjadi pada setiap bagian saluran
pernafasan atas maupun bawah, yang meliputi infiltrat peradangan dan edema
mukosa, kongestif vaskuler, bertambahnya sekresi mukus serta perubahan
struktur fungsi siliare (Muttaqin, 2008). Tanda dan gejala ISPA banyak bervariasi
antara lain:
a) Demam
Seringkali demam muncul sebagai tanda pertama terjadinya infeksi. Suhu
tubuh mencapai > 37oC
b) Batuk
Merupakan tanda umum dari tejadinya infeksi saluran pernafasan, mungkin
tanda ini merupakan tanda akut dari terjadinya infeksi saluran pernafasan.
Batuk bisa disetai dahak(sputum) dengan konsentasi encer hingga kental
c) Sakit pada kerongkongan
Hal ini menandakan adanya peradangan/inflamasi pada kerongkongan,
pasien akan merasakan nyeri saat menelan serta perubahan suara.
d) Anorexia.
Biasa terjadi pada semua yang mengalami sakit, dimana akan menjadi susah
makan dan bahkan tidak mau minum. Pada anak akan menjadi rewel dan
sering menanggis.
D. Cara penularan ispa
Penularan penyakit ISPA dapat terjadi melalui udarayang telah
tercemar, bibit penyakit masuk ke dalam tubuh melalui pernapasan, oleh
karena itu maka penyakit ISPA ini termasuk golongan Air Borne Disease.
Penularan melalui udara dimaksudkan adalah cara penularan yang terjadi
tanpa kontak dengan penderita maupun dengan benda terkontaminasi.
Sebagian besar penularan melalui udara dapat pula menular melalui kontak
langsung, namun tidak jarang penyakit yang sebagian besar penularannya
adalah karena menghisap udara yang mengandung unsur penyebab atau
mikroorganisme penyebab (WHO, 2007)
E. Pencegahan
Menurut Suhandayani 2007 pencegahan ISPA antara lain:
a) Menjaga kesehatan gizi agar tetap baik
Dengan menjaga kesehatan gizi yang baik maka itu akan mencegah kita atau
terhindar dari penyakit yang terutama antara lain penyakit ISPA. Misalnya
dengan mengkonsumsi makanan empat sehat lima sempurna, banyak minum
air putih, olah raga dengan teratur, serta istirahat yang cukup, kesemuanya itu
akan menjaga badan kita tetap sehat. Karena dengan tubuh yang sehat maka
kekebalan tubuh kita akan semakin meningkat, sehingga dapat mencegah
virus / bakteri penyakit yang akan masuk ke tubuh kita.
b) Imunisasi
Pemberian immunisasi sangat diperlukan baik pada anak-anak maupun orang
dewasa. Immunisasi dilakukan untuk menjaga kekebalan tubuh kita supaya
tidak mudah terserang berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh
virus / bakteri.
c) Menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan
Membuat ventilasi udara serta pencahayaan udara yang baik akan
mengurangi polusi asap dapur / asap rokok yang ada di dalam rumah,
sehingga dapat mencegah seseorang menghirup asap tersebut yang bisa
menyebabkan terkena penyakit ISPA. Ventilasi yang baik dapat memelihara
kondisi sirkulasi udara (atmosfer) agar tetap segar dan sehat bagi manusia.
d) Mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA

DAFTAR PUSTAKA

Arif muttaqin .2008. Buku Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan Sistem
[Link]: Salemba.
Depkes RI, 2002. Informasi Tentang ISPA Pada Balita. Jakarta: Pusat
PenyuluhanKesehatan Masyarakat.
Kemenkes, 2012. Kejadian ISPA pada Balita di akses : [Link]
23 Agustus 2015 pukul 21:00 WIB
Notoatmodjo, S., 2003. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Suhandayani, I , 2007. Factor –faktor yang berhubungan ISPA. Universitas Negeri
Semarang.
World Health Organization.2007. Pencegahan dan Pengendalian ISPA di Fasilitas
Pelayanan Kesehatan. Diakses : 23 Agustus 2015. http : // www . who .int /
csr / resources /publications.
SAP PEMASANGAN INFUS

IVFD ( Intra Venus Fluid Drip )


Latar Belakang :
pasien yang akan dilakukan operasi dilakukan ersiapan untuk puasa kurang lebih 6 jam
untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan perlu asupan cairan yang
cukup .............................dst
Tindakan memasang inus menjadi keharusan bagi pasien yang akan dilakukan operasi dlll

Tujuan UMUM :
Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 90 menit mahasiswa mampu
melakukan pemasangan IVFD dengan benar.

Tujuan Khusus :
1. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 5 menit mahasiswa mampu
menjelaskan definisi IVFD dengan benar
2. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 5 menit mhs mampu
menyebutkan tujuan IVFD 5 dari 7 option.
3. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 5 menit mhs mampu
menyebutkan indikasi pemasangan infus.
4. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 10 menit mhs mampu
menyebutkan tempat pemasangan infus.
5. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 10 menit mhs mampu
menyebutkan bahaya pemasangan infus.
6. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan 10 menit mhs mampu menyebutkan
alat yang digunakan untuk pasang IVFD dengan benar
7. Ssetelah dilakukan pendidikan kesehatan selama 15 menit mhs mampu
menyebutkan prosedur pemasangan infuse dengan benar
8. Setelah dilakukan pendidikan kesehatan 20 menit mhs mampu
mendemontrasikan ulang pemasangan infuse dengan benar

Sasaran :
Mahasiswa D III Keperawatan PKU Muhammadiyah Surakarta

Tempat :
Ruang Laboratorium KDM

Waktu :
Pendidikan kesehatan dilakukan selama 90 menit ( Mulai 8.30 - 9.30 WIB )

Materi :
1. Definisi IVFD
2. Tujuan pemasangan IVFD
3. Indikasi pemasangan IVFD
4. Tempat / lokasi pemasangan IVFD
5. Bahaya akibat pemasangan IVFD
6. Alat-alat untuk pemasangan IVFD
7. Prosedur pemasangan IVFD

Kegiatan / proses pendidikan kesehatan


NO FASE WAKTU PENDIDIK AUDIENCE
1 Pra Interaksi - Menyiapkan
2 Interaksi 5 menit Salam Menjawab salam
Perkenalan Attention
Menjelaskan tujuan Attention
Menjelaskan prosedur Attention
Kontrak waktu menjawab
Menanyakan kesiapan
3 Kerja 80 menit Apersepsi Menjawab
Memberikan reinforsment -
Menjelaskan materi dengan Attention
methodee ceramah, Tanya Menjawab pertanyaan
jawab Attention
Mendemonstrasikan cara
pemasangan IVFD Attention
Mmereview yang sudah
disampaikan
Member kesempatan untuk Bertanya
bertanya
Menjawab pertanyaan Attention
4 Terminasi 5 menit Mengajukan pertanyaan Menjawab pertanyaan
melakukan kontrak kegiatan Attention
berikutnya / Tindak lanjut
mengucapkan salam Menjawab salam

Methode :
 Ceramah
 Yanya jawab
 Demonstrasi

Media :
 Warles
 LCD
 Laptop
 Alat alat untuk pemasangan iVFD :
o Cairan RL
o Infus set
o IV Cateter
o Torniquet
o Kassa setiril
o alkohol
o plaster
o gunting
o pengalas
o sarung tangan
o dan lain-lain

Rencana Evaluasi :
 Mahasiswa mampu menjelaskan sefinisi IVFD dengan benar
 Mahasiswa mampu menyebutkan 3 dari 5 tujuan dilakukan pemasangan IVFD
 Mahasiswa mampu menyebutkan tempat-tempat untuk pemasangan IVFD
minimal 3 tempat
 Mahasiswa mampu menyebutkan indikasi untuk pemasangan IVFD minimal 3
tempat
 Mahasiswa mampu menyebutkan bahaya pemasangan IVFD minimal 3 tempat
 Mahasiswa mampu menyebutkan peralatan untuk pemasangan infus
 mahasiswa mampu menyebutkan prosedur pemasangan IVFD
 Mahasiswa mampu melakukan pemasangan IVFD

Surakarta, …........................... 2012

Pelaksana

( [Link]. )

Daftar Pustaka :
1. …................... dst
Lampiran :

Berisi tentang materi lengkap dengan uraianya.( sesuai dengan materi dan diuraikan )
Alat evaluasi :
jelaskan definisi IVFD
Sebutkan tujuan pemasangan infus ?
Sebutkan tempat-tempat untuk pemasangan IVFD
Sebutkan alat-alat yang digunakan untuk pemasangan infus

Anda mungkin juga menyukai