0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Pedoman Pencegahan DBD 2022

bdb

Diunggah oleh

rctoys0511
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan23 halaman

Pedoman Pencegahan DBD 2022

bdb

Diunggah oleh

rctoys0511
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BUKU SAKU

PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE


(DBD)

PUSKESMAS MULYA ASRI


TAHUN 2022

Rainta Pranitia, [Link]


DAFTAR PUSTAKA

BAB I ..................................................................................................... 3

Demam Berdarah Dengue .................................................................... 4

Cara Penularan....................................................................................... 5

Gejala...................................................................................................... 6

BAB II................................................................................................... 8

Aedes Aegypti ....................................................................................... 9

Ciri-ciri Aedes aegypti......................................................................... 10

Siklus Hidup Aedes aegypti ................................................................ 13

BAB III .................................................................................................. 14

Tempat Perkembangbiakan Aedes aegypti ....................................... 15

BAB IV ................................................................................................... 17

Pencegahan Penularan DBD ................................................................. 18

2
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
BAB I

DEMAM BERDARAH,
PENYEBAB, GEJALA,
PENANGANAN

3
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
DEMAM BEARDARAH DENGUE

 Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang


ditandai dengan panas (demam) dan ditularkan melalui
gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus yang
hidup di dalam dan di sekitar rumah.

4
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
CARA PENULARAN

 Demam Berdarah Dengue (DBD) ditularkan melalui gigitan


nyamuk Aedes aegypti dan Aedes Albopictus yang hidup di
dalam dan di sekitar rumah
 Nyamuk ini mendapatkan virus dengue sewaktu menggigit /
menghisap darah orang yang sakit DBD
 Virus dengue yang terhisap akan berkembang biak dan
menyebar ke seluruh tubuh nyamuk, termasuk kelenjar
liurnya.
 Bila nyamuk tersebut menggigit/ menghisap darah orang
lain, virus itu akan dipindahkan bersama air liur nyamuk
 Virus dengue akan menyerang sel pembeku darah dan
merusak dinding pembuluh darah kecil (kapiler), akibatnya
terjadi pendarahan dan kekurangan cairan bahkan bisa
sampai mengakibatkan renjatan (syok)
 Seseorang yang didalam darahnya mengandung virus
dengue merupakan sumber penular Demam Berdarah
Dengue (DBD). Virus Dengue berada dalam darah selama
4-7 hari mulai 1-2 hari sebelum demam.

5
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
GEJALA
A. Tanda Awal

Mendadak panas tinggi,


tampak lemah dan lesu

Seringkali ulu hati terasa


nyeri, karena terjadi
perdarahan di lambung

Tampak bintik-bintik merah


pada kulit (petekie) seperti
bekas gigitan nyamuk
disebabkan pecahnya
pembuluh darah kapiler di
kulit

Catatan : apabila kulit diregangkan dan bintik merah itu hilang,


bukan tanda petekie

6
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
GEJALA

B. Gejala Lanjutan

Kadang-kadang terjadi pendarahan di


hidung (mimisan)

Mungkin terjadi muntah atau buang


air besar bercampur darah

Bila sudah parah, penderita gelisah, ujung tangan


dan kaki dingin berkeringat.
Bila tidak segera ditolong dapat meninggal dunia !

Pertolongan Pertama DBD ada gejala awal, berikan minum air putih
sebanyak mungkin, kompres dengan air hangat, beri penurun panas

Apabila ada penderita dengan gejala


lanjutkan anjurkan segera untuk
memeriksakan ke dokter, poliklinik,
puskesmas atau rumah sakit terdekat

7
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
BAB II

AEDES AEGYPTI, CIRI-CIRI


SIKLUS HIDUP, DAN
PERILAKU

8
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
AEDES AEGYPTI

Vektor DBD adalah nyamuk yang dapat

menularkan, memindahkan dan/atau

menjadi sumber penular DBD

Di Indonesia ada 3 jenis nyamuk yang bisa menularkan virus dengue :


Aedes aegypti, Aedes albopictus dan Aedes scutellaris.

Dari ketiga jenis nyamuk diatas yang paling banyak menularkan adalah
nyamuk Aedes aegypti, adapun ciri-cirinya adalah

 Memiliki nemtuk relative kecil


 Adanya corak loreng putih dan hitam pada kaki dan bagian tubuh
lainnya
 Menghisap darah manusia pada pagi dan sore hari
Pagi : 09.00-10.00
Siang : 15.00-16.00
 Senang hinggap pada pakaian yang digantung dikamar
 Hidup didalam dan diluar rumah, serta di tempat-tempat umum
(TTU) seperti sekolah, perkantoran, tempat ibadah, pasar, dll
 Mampu terbang mandiri sampai kurang lebih 100 meter
 Hanya nyamuk betina yang aktif menggigit (menghisap) darah
manusia
 Waktu menghisap darah pada pagi hari dan sore hari setiap 2 hari
9
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
CIRI-CIRI AEDES AEGYPTI

 Protein darah yang dihisap tersebut diperlukan


untuk pematangan telur yang dikandungnya
 Setelah menghisap darah nyamuk ini akan
mencari tempat untuk hinggap (istirahat)
 Nyamuk jantan hanya akan menghisap dari
bunga/tumbuhan yang mengandung gula
 Umur nyamuk Aedes aegypti rata-rata 2 minggu,
tetapi ada yang dapat bertahan hingga 2-3
bulan

10
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
CIRI-CIRI AEDES AEGYPTI

Nyamuk Aedes aegypti senang hinggap di,

Kelambu Ruangan yang agak gelap


(mosquito net) serta lembab

Pakaian Tanaman di dekat tempat


berkembang biak nyamuk

11
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
CIRI-CIRI AEDES AEGYPTI

Nyamuk akan meletakkan telurnya pada :

Dinding ember/ bak mandi/ wc Kaleng bekas

Ban bekas Pot Bunga

Dan wadah-wadah lainnya yang dapat menampung air

12
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
SIKLUS HIDUP AE. AEGYPTI
 Siklus hidup nyamuk penular DBD adalah dari telur kemudian
menetas menjadi jentik (larva) kemudian berkembang menjadi
pupa dan selanjutnya menjadi nyamuk dewasa.
 Perkembangan dari telur menjadi nyamuk tersebut membutuhkan
waktu kurang lebih 9-10 hari
 Siklus hidup dimulai dari telur (eggs) akan menatas dalam 7 hari,
kemudian menjadi jentik (larva) selama 7-9 hari, selanjutnya
manjadi pupa selama 2-5 hari setelah itu menjadi nyamuk dewasa
(adult) selama 7-10 hari

Siklus hidup nyamuk demam berdarah, selama masa bertelur, seekor


nyamuk betina mampu menetaskan 100-400 butir telur
13
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
BAB III
TEMPAT
PERKEMBANGBIAKAN
NYAMUK AEDES AEGYPTI

14
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
TEMPAT PERKEMBANGBIAKAN

 Tempat perkembangbiakan Aedes sp. ialah tempat-tempat yang


dapat menampung air di dalam, di luar atau sekitar rumah serta
tempat-tempat umum, yang dikelompokkan sebagai berikut :

Buatan

 Tempat penampungan air (TPA) untuk keperluan sehari-hari,


seperti; drum, tangki reservoir, tempayan, bak mandi/wc, dan
ember
 TPA bukan untuk keperluan sehari-hari seperti; tempat minum
burung, vas bunga, perangkap semut, bak control pembuangan air,
tempat pembuangan air kulkas/dispenser, barang-barang bekas
(contoh: ban, kaleng, botol, plastic, dll)

15
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
TEMPAT
T PERKEMBANGBIAKAN

Alamiah

 TPA alamiah seperti: lubang pohon, lubang batu, pelepah daun,


tempurung kelapa, pelepah pisang dan potongan bambu dan
tempurung coklat/karet

16
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
BAB IV

PENCEGAHAN
PENULARAN
DBD

17
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
PENCEGAHAN PENULARAN DBD

 Demam Berdarah Dengue merupakan salah satu penyakit berbasis


lingkungan, oleh karena itu pengendalian vektornya tidak mungkin
berhasil dengan baik tanpa melibatkan peran serta masyarakat
termasuk lintas sektor, lintas program, LSM, tokoh masyarakat
dan penyandang dana
 Upaya pengendalian vektor dilaksanakan pada fase nyamuk
dewasa dan jentik nyamuk.
 Pada fase nyamuk dewasa dilakukan dengan cara pengasapan
(fogging) untuk memutuskan rantai penularan antara nyamuk yang
terinfeksi kepada manusia.
 Pada fase jentik dilakukan upaya 3M Plus atau Pemberantasan
Sarang Nyamuk (PSN)

18
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
PENCEGAHAN PENULARAN DBD
 Upaya pengendalian vektor dilaksanakan padafase nyamuk
dewasa dan jentik nyamuk.
 Pada fase nyamuk dewasa dilakukan dengan cara pengasapan
(fogging) untuk memutuskan rantai penularan antara nyamuk
yang terinfeksi kepada manusia.
 Pada fase jentik dilakukan upaya 3M Plus atau Pemberantasan
Sarang Nyamuk

 Nyamuk dewasa dapat diberantas dengan pengasapan


menggunakan insektisida, tetapi melakukan pengasapan saja
tidak cukup karena dengan pengasapan itu yang mati hanya
nyamuk dewasa saja sedangkan jentik nyamuk tidak mati
dengan pengasapan
 Selama jentik nyamuk tidak dibasmi, maka setiap hari akan
muncul nyamuk yang baru menetas dari tempat
perkembangbiakannya.

19
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
PENCEGAHAN PENULARAN DBD
Cara mencegah DBD dengan cara 3M Plus ;

M1 : Menguras dan menyikat tempat-


tempat penampungan air, seperti
bak mandi/wc, drum, dan lain-lain
seminggu sekali

M2 : Menutup rapat-rapat tempat


penampungan air, seperti gentong
air/tempayan, dan lain-lain

M3 : Memanfaatkan atau mendaur


ulang barang-barang bekas yang
dapat menampung air

20
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
PENCEGAHAN PENULARAN DBD

Plus yaitu ditambah dengan metode lainnya, yaitu ;


 Mengganti air vas bunga, tempat minum burung atau
tempat-tempat lainnya yang sejenis seminggu sekali
 Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak
lancar/rusak
 Menurutp lubang-lubang pada potongan bamboo/pohon,
dan lain-lain (dengan tanah, dan lain-lain)
 Menaburkan bubuk larvasida, misalnya di tempat-tempat
yang sulit dikuras atau di daerah yang sulit air
 Memelihara ikan pemangsa jentik di kolam/bak-bak
penampungan air
 Memasang kawat kasa
 Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar
 Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai
 Menggunakan kelambu
 Memakai obat nyamuk
 Cara-cara spesifik lainnya di masing-masing daerah

21
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
Referensi
Kemenkes RI. Petunjuk Teknis Implementasi PSN 3M-PLUS
dengan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik. Dirjen P2PTVZ.
Tahun 2016. Jakarta

Kemenkes RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian


Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Dirjen P2P. Tahun
2017. Jakarta

Universitas Yarsi & Kampus Merdeka. Penularan &


Pencegahan DBD. Universitas Yarsi. Tahun 2021

Ilustrasi gambar dari [Link]

22
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD
Terima Kasih

Buku saku Penularan dan Pencegahan DBD


UPTD Puskesmas Mulya Asri
Tahun 2022

23
Buku saku Pedoman Pencegahan DBD

Anda mungkin juga menyukai