0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Model Discovery Learning di SD Indonesia

Diunggah oleh

Aprilia Puspitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
9 tayangan13 halaman

Model Discovery Learning di SD Indonesia

Diunggah oleh

Aprilia Puspitasari
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

Model Pembelajaran Discovery Learning Dalam Pembelajaran di


Sekolah Dasar di Indonesia
A. Model Pembelajaran Discovery Learning

Discovery Learning merupakan model pendekatan pembelajaran yang


menunjukan peserta didik untuk mendapatkan suatu penemukan konsep maupun
strategi pembelajaran melewati berbagai informasi-informasi maupun data yang
dapat dihasilkan melewati pengamatan ataupun percobaan. Pembelajaran model
discovery learning menekankan peserta didik untuk mengikut sertakan dirinya ke
dalam suatu pembelajaran secara langsung yang bertujuan untuk dapat
memecahkan masalah bersama-sama dengan peserta didik lainnya. Aktivitas ini
secara tidak langsung menjadikan siswanya supaya dapat menjadi lebih aktif
dalam kegiatan pembelajaran. Model pembelajaran discovery learning memiliki
kesamaan dengan model pendektan inkuiri (inquiry). Model pembelajaran ini
mungkin tidak memiliki perbedaan yang relevan teradap kedua model ini, namun
pada model discovery learning lebih cenderung menuntut siswanya untuk
menemukan suatu cara ataupun prinsip yang pada awalnya belum dipahami oleh
siswa.

Jerome Burner memaparkan yakni “Discovery Learning adalah sebuah


proses pembelajaran yang bisa memberikan motivasi untuk siswa disini untuk
mendapatkan sebuah data dan informasi, permasalahan serta jawaban ketika
sedang berlangsungnya pembelajaran di dalam kelas. Sehingga para siswa disini
dapat menyimpulkan serta mempragakan langsung secara spontan. Adapun
contohnya yakni dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa”.
Begitupun Bruner mengatakan: Guru disini seharusnya bisa dapat memberikan
giliran kepada muridnya untuk dijadikannya seorang problem solver
(menyelesaikan masalah) seorang scientist, historian, serta ahli matematika.

Kemudian siswa diberikan arahan untuk melakukan penyelidikan yang


akan digunakan sebagai menarik kesimpulan. Hal ini memungkinkan siswa
membangunkan pengetahuan baru mereka sendiri, dan kegiatan ini juga akan
dapat meningkatkan keterampilan berfikir siswa. Dari pemahaman yang telah
dipaparkan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
membagikan banyak giliran untuk peserta didik guna menghasilkan sebuah
penemuan yang baru maupun kesimpulan sendiri. Demikian, siswa bisa mengikuti
langsung dalam proses pembelajaran. Siswa akan mendapatkan pengalaman serta
motivasi baru dalam hal pembelajaran. Dengan cara ini siswa akan selalu
mengingat proses pembelajaran, sehingga siswa tidak mudah melupakan hasilnya.

Pembelajaran Discovery Learning menurut Hosnan (dalam Yudi dan


Tego 2020, hlm. 230) adalah model pembelajaran guna meningkatkan motivasi
dan belajar siswa serta dapat memecahkan sendiri masalah yang sedang
dihadapinya. Sedangkan menurut (Paramita, 2020, hlm 184) model discovery
learning bisa mengarahkan siswa supaya lebih aktif dalam menemukan konsep
melewati sebagian rangkaian data ataupun informasi yang didapatkan melaui hasil
observasi maupun eksperimen yang dilakukan. Adapun memaparan pendapat
menurut Sukmanasa & Damayanti (2019, hlm. 17) model discovery learning
dapat memeberikan kesempatan untuk siswa supaya dapat belajar secara lebih
aktif, kreatif, dan menarik. Siswa dapat menemukan dan mencari jawabannya
sendiri melalui percobaannya tanpa harus selalu mendapat bantuan dari guru.

Menurut Sa’diyah & Dwikurnaningsih (2019, hlm. 67) model


pembelajaran discovery learning membagikan motivasi serta arahan untuk peserta
didik guna membuat hipotesis atau dugaan sementara. Adapun hal lainnya
menurut (Sibuea & dkk 2019) model pembelajaran discovery learning adalah
model pembelajaran yang dapat melibatkan langsung kepada siswanya kedalam
kegiatan belajar lewat sebuah argumen, siswa dapat berpendapat, berdiskusi, serta
dapat membaca sendiri maupun mencoba sendiri, supaya peserta didik dapat
melakukan pembelajaran secara mandiri.

Menurut (Prastowo 2018, hlm. 23) discovery learning adalah suatu


serangkaian kegiatan ataupun aktivitas belajar yang dapat menuntut siswanya
untuk dapat terlibat secara langsung dengan maksimal, seluruh keberhasilan para
siswa untuk mencapai serta dapat menganalisis secara pengorganisasian, kritis,
serta logis sampai mereka mendapatkan sebuah penemuannya yang baru,
pengetahuan yang baru, karakter serta kemampuannya sehingga menghasilkan
perubahan karakter kepada siswa. Sedangkan menurut Rahmayani
(2019, hlm. 248) model discovery learning adalah model pembelajaran yang
dimana guru hanya menyampaikan hasil akhir ataupun kesimpulan dari materi
yang sudah dibahas dan disampaikan kepada siswa, namun bisa memberikan
gilirannya untuk siswa dalam menemukan serta mencari data dan informasi.
Dengan begitu proses pembelajaran akan dapat diingat lebih lama oleh siswa
supaya tidak gampang dilupakan hasil pembelajaran tersebut. Adapun Model
pembelajaran discovery learning menurut (Nordianti, Supriyadi, S, dan Loliyan,
L. 2018) menekankan peserta didik supaya dapat ikut terlibat secara lebih aktif
untuk memahami konsep serta prinsip. Model pembelajaran Discovery Learning
adalah model pendektan yang melibatkan peserta didik guna menemukan
masalahnya sendiri. Model pembelajaran Discovery Learning merupakan model
pembelajaran yang dapat diatur oleh peserta didik guna menghasilkan
pengetahuan yang sebelumnya tidak diketahui dengan penuh kemandirian.

Model pembelajaran Discovery Learning adalah pembelajaran yang


bisa merangsang keahlian siswa dalam pemecahan masalah melewati pengolahan
data yang sudah dikumpulkan guna membuktikan konsep-konsep yang terlibat di
dalam lingkungan saat belajar (Ishak, Dwi dan Nyoman, 2017 hlm. 6). Menurut
Maharani & Hardini (2017, hlm.552) Model pembelajaran discovery learning
merupakan pembelajaran yang materinya tidak langsung disampaikan kepada
siswa, namun model pembelajaran discovery learning mengikutsertakan siswanya
untuk dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran sehingga siswa menjadi
lebih aktif serta dapat menemukan sendiri kosep pembelajarannya. Sedangkan
menurut Kristin dan rahayu (2016, hlm.89) Model pembelajaran discovery
learning merupakan model mengajar yang konsepnya bisa diatur pengajarannya
sedemikian rupa, sehingga siswa mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya
disampaikan oleh guru bisa menemukan sebagian maupun seluruhnya ditemukan
sendiri.

Menurut Wardani Naniek Sulistya (2016, hlm.22) memaparkan bahwa


model pembelajaran discovery learning adalah suatu metode pendekatan
pembelajaran yang dipusatkan seluruhnya kepada siswa, guru memberikan
kesempatan serta memberi ruang kepada siswa untuk menghasilkan penemuannya
sendiri, menggali kemampuan serta mengkontruksi pengetahuannya, sehingga
dapat memberikan kemudahan dalam memahami materi serta siswa dapat lebih
mengerti. Sedangkan menurut Kristin (2016, hlm. 92) ciri-ciri utama model
pembelajaran discovery learning yakni: 1) pembelajaran yang dipusatkan kepada
peserta didik 2) mengembangkan serta dapat memecahkan masalah untuk
menemukan, menghubungkan, serta menggeneralisasi pengetahuan 3) kegiatan
untuk menyatukan kemampuan dalam menemukan pengetahuan yang baru dan
yang pernah dipahami sebelumnya. Adapun pemaparan model pembelajaran
discovery learning menurut (Widyastuti, 2015) bahwa model pembelajaran yang
biasa dipakai untuk pemecahan masalah yang sedang terjadi serta menuntut siswa
untuk memecahkan masalahnya sendiri, sehingga menjadikan peserta didik
menjadi lebih aktif serta bisa menjadikan peserta didik berfikir lebih kritis dalam
memecahkan masalahnya.

Menurut Suhana (2015, hlm. 44) discovery learning merupakan suatu


rangkaian-rangkaian kegiatan pembelajaran yang mendorong peserta didik agar
bisa mencari serta menyelidiki secara terencana, kritis, dan logis. Sedangkan
menurut (Syaiful & Dkk, 2018) model discovery learning merupakan suatu model
pembelajaran yang dapat diatur dengan signifikan kemudian peserta didik bisa
mendapatkan pengetahuan yang sebelumnya belum dipahami melewati penjelasan
dari guru, namun pengetahuan yang akan ditemukan oleh siswanya sendiri.
Adapun penjelasan menurut (Nurochim, 2018) model pembelajaran discovery
learning digunakan untuk membimbing peserta didik dalam memecahkan
masalah.

Menurut Maharani & Hardini (2017, hlm. 552) Model pembelajaran


discovery learning merupakan suatu metode pembelajaran yang menuntut guru
untuk lebih kreatif sehingga dapat menghasilkan suasana yang bisa membuat
siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas serta siswa dapat
menemukan pengetahuannya secara mandiri. Sedangkan menurut Nurdin,
Syarifudin, Adriantoni ( 2016, hlm. 214) W. Gulo menyatakan bahwa model
pembelajaran discovery learning merupakan model penemuan, model
pembelajaran ini yang terjadi sebagai hasil kegiatan peserta didik dalam
manipulasii, membuat struktur, serta mentranformasikan informasi sedemikian
rupa sehingga siswa dapat menemukan sebuah informasi yang baru. Dari
beberapa penelitian yang berhubungan dengan model pembelajaran discovery
learning berhasil menunjukan hasil yang positif terhadap proses pembelajaran.
Adapun penjelasan dari (Artanti & Lestari, 2017) model pembelajaran discovery
learning bisa menghasilkan suatu peningktan kemandirian belajar siswa,
kemampuan berfikir kritis serta rasa percaya diri, kemampuan berfikir matematis
dan hasil belajar siswa sebagai tujuan yang utama.

Model pembelajaran discovery learning mendorong pentingnya


pemahan struktur ataupun ide-ide penting terhadap suatu disiplin ilmu dengan
melewati keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran. Siswa di berikan
motivasi untuk sebagian besar melewati keterlibatan aktif mereka sendiri dengan
konsep-konsep, prinsip-prinsip serta guru mendorong siswa untuk mereka sendiri
(Khaidir & Rahmawati, 2015). Menurut Saifuddin (2015, hlm. 108) Model
discovery learning merupakan metode pendekatan pembelajaran yang lebih
menekankan siswanya guna melakukan observasi, eksperimen, maupun tindakan
ilmiah sehingga menghasilkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah tersebut.
Sedangkan menurut (Wicaksono, dkk, 2015 hlm. 190) “Model pembelajaran
discovery learning bermanfaat untuk: 1). meningkatkan pengetahuan siswa 2).
perpindahan dari pemberian reward ekstrinsik ke intrinsik 3). pembelajaran
sepenuhnya melewati proses penemuan mereka sendiri 4). sebagai alat untuk
melatih ingatan siswa”. Adapun penjelasan menurut Kristin (2016, hlm. 86)
memaparkan bahwa model pembelajaran discovery learning bertujuan untuk
perkembangan pembelajaran siswa supaya lebih aktif melalui menemuannya
sendiri dan menyelidiki sendiri, maka dari itu hasil yang didapatkan akan terus
diingat lebih lama serta tidak mudah dilupakan oleh siswa.

Model discovery Learning merupakan model pembelajaran yang bisa


membuat siswanya untuk lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran di kelas,
memberikan kesempatan untuk mencari solusi dengan caranya sendiri,
memperluas variasi tektik, memberikan rasa tangsung jawab, dapat memahami
konsepnya sendiri, serta dapat menyampaikan informasi. Model pembelajaran
discovery learning adalah suatu metode untuk memahami konsep, arti serta
hubungan, melewati proses intuitif supaya akhirnya dapat disimpulkan. Model
pembelajarandiscovery learning mengarahkan siswa untuk dapat mengidentifikasi
sesuatu yang diketahuinya dengan cara mencari sebuah informasi, setelah itu
siswa dapat mengorganisasikan maupun mengkontruksi apa yang sudah dipelajari
dan dapat dipahami ke dalam bentuk akhir.

Berdasarkan pemaparan menurut para ahli diatas, model pembelajaran


discovery learning menjadikan suatu konsep pembelajaran yang dimana guru
tidak memberikan pembelajaran secara keseluruhan dan hanya memberikan
kesimpulan pada akhir pembelajaran. Proses pembelajaran yang sederhana ini
dapat menjadikan kegiatan pembelajaran yang cukup bermakna ketika dijalankan
dengan keserius sehingga siswa nantinya akan menjadi terbiasa dalam menggali
kemampuannya sendiri, menyelidiki, serta memecahkan masalahnya sendiri dari
rasa keingintauannya menjadi pendapat yang dikemukakannya menjadi sebuah
jawaban.

B. Ciri-ciri model Discovery Learning

Ciri-ciri model pembelajaran Discovery Learning (Mariyaningsih, N


dan Hidayat, M, 2018, hlm. 67).

1. Tujuan yang pertama yaitu pemanfaatan untuk bisa melakukan pemecahkan


masalah, dalam pembelajaran discovery learning mengharapkan peserta didik
dapat menghasilkan pengetauan serta kemampuan yang baru serta dapat
menyatukan sesuatu pengetahuan yang dimiliki sebelumnya dengan
pengetahuannya yang baru kemudian menggeneralisasikan dalam suatu
konsep pengetahuan.
2. Berpusat pada siswa, dalam hal ini guru mendorong peserta didik untuk lebih
aktif dalam mencari dan menggali kemampuannya sendiri serta dapat
memperoleh sebuah informasi dalam berbagai macam wujud untuk dapat
dibuat menjadi pengetahuan yang baru. Peserta didik menemukan serta
mengeksplorasi informasi yang telah didapati oleh dirinya sehingga siswa bisa
bertindak sebagi peneliti, ilmuan ataupun seorang penemu.
3. Materi pembelajaran yang berisikan sebuahinformasi yang akan disampaikan
dalam pembelajaran discovery learning yang berupa informasi-informasi yang
akan mendorong peserta didik agar bisa mencari serta menemukan
pengetahuannya sendiri.
4. Guru berperan sebagai komunikator, dalam hal ini guru dapat mengatur
kelasnya untuk memberikan fasilitas fase kegiatan pembelajaran dimana
pengetahuan baru dari siswa serta pengetahuan yang sudah dimiliki siswa
dapat digabungkan.
5. Guru berperan sebagai pembimbing, guru dapat menyediakan dan memotivasi
serta memberikan sumber informasi kepada siswa dan menuntun jalannya
pembelajaran maupun memberi jembatan kepada siswa untuk menemukan
suatu pengetahuan.

Menurut Hosnan (2016, hlm. 284) ciri yang utama dari model
pembelajaran Discovery Learning yakni:

1. Memperluas pengetahuan serta dapat memecahkan masalah untuk


menghasilkan, mengaitkan serta menggeneralisasikan pengetahuan.
2. Pembelajaran yang dimana siswa lebih menguasai di dalam kelas.
3. Kegiatan pembelajaran yang dapat menggabungkan pengetahuan baru serta
pengetahuan yang sudah dipahami sebelumnya.

Menurut Kristin (2016, hlm.92) menyatakan ciri-ciri utama model


pembelajaran discovery learning dapat meliputi: 1) Pembelajaran yang dipusatkan
hanya kepada peserta didik 2) Mengungkapkan hasil pengetahuannya serta dapat
memecahkan masalahnya sendiri supaya dapat menghasilkan, menguhubungkan
serta menggeneralisasikan pengetahuan 3) Kegiatan pembelajaran yang dapat
menggabungkan pengetahuan baru didapatinya serta pengetahuan yang sudah
dipahami sebelumnya.

C. Langkah-langkah Model Discovery Learning

Menurut Setianingrum & Wardani (2018, hlm. 65) bahwa langkah-


langkah model pembelajaran discovery learning merupakan:

1. Stimulasi
2. Mengidentifikasi Masalah
3. Mengumpulkan Informasi
4. Mengelola Informasi
5. Verifikasi
6. Generalisasi

Menurut Sinambela (dalam Yulia, 2018, hlm. 22) ada beberapa


langkah-langkah untuk pelaksanaan pembelajaran discovery learning merupakan:

1. Stimulation (memberikan rangsangan) peserta didik diawal pembelajaran


hanya diberikan suatu permasalahan kemudian peserta didik merasa bingung,
setelah itu peserta didik memicu rasa keingintauannya untuk menyelidiki hal
tersebut. Kemudian setelah itu guru hanya mengkomunikasikan dengan
memberikan pertanyaan-pertanyaan, cara membaca, serta proses pembelajaran
yang berkaitan dengan model discovery.
2. Problem Statement (mengidentifikasi masalah) guru memberikan giliran
kepada peserta didik untuk mencari tau kejadian-kejadian serta masalah yang
berkaitan dengan bahan ajar, setelah mendapatkan kesimpulan maka salah
satunya dapat dipilih serta dirumuskan ke dalam bentuk hipotesis.
3. Data collection (pengumpulan data) bertujuan untuk membuktikan terkait
pernyataan yang ada, setelah itu siswa diberikan kesempatan untuk
mengumpulkan informasi-informasi yang sama, membaca dari sumber belajar
yang sama, mengamati objek yang berkaitan dengan permasalahannya,
mewawancarai narasumber yang berhubungan dengan masalahnya, serta
melakukan uji coba secara mandiri.
4. Data Processing (pengolah data), yaitu kegiatan mengelola data serta
informasi-informasi yang sebelumnya sudah diketahui siswa. Semua informasi
yang telah didapatkan diolah kembali untuk tingkat kepercayaan siswa.
5. Verification (pembuktian), kegiatan untuk mengkaji ulang serta membuktikan
benar ataupun tidaknya pernyataan yang sebelumnya telah ada.
6. Generalization (menarik kesimpulan), kegiatan untuk menarik sebuah
kesimpulan dari hasil informasi-informasi yang telah didapatinya.
Menurut Darmadi (2017, hlm. 133-114) adapun langkah-langkah
pengaplikasian model discovery learning yakni:
1. Penentuan pembelajaran.
2. Mengidentifikasi sikap peserta didik.
3. Menentukan materi-materi yang akan disampaikan.
4. Menentukan pembahasan yang akan dipelajari oleh siswa secara induktif.
5. Meningkatan media pembelajaran serta bahan ajar dengan memberikan sebuah
ilustrasi ataupun tugas yang dapat dipelajari oleh siswa.
6. Menentukan pembahasan pembelajaran diawali dari yang sederhana ke yang
lebih rumit.
7. Melakukan penilaian proses dan hasil belajar siswa.

Model discovery learning menurut In’am & hajar (2017, hlm. 58)
langkah-langkah yang meliputi, yakni:

1. Merangsang.
2. Menemukan permasalah.
3. Mengumplulkan data.
4. Pengolahan data.
5. Memverivikasi.
6. Menarik kesimpulan penelitian yang dilakukan.

D. Kelebihan Model Discovery Learning


Ada beberapa kelebihan dari setiap model pembelajaran, hal ini
menjadikan suatu pertimbangan guru untuk memakai model pembelajaran
tersebut. Kelebihan model discovery learning menurut Khofiyah & Santoso
(2019, hlm. 62) yaitu minat siswa dan pembentukan konsep abstrak akan dicapai
dengan melalukan pengalaman langsung dalam kegiatan pembelajaran,
pembelajaran lebih realistis dan bermakna karena merupakan interaksi langsung
antara siswa dan contoh-contoh praktis. Menurut Ratnawati (2018) model
pembelajaran discovery learning memiliki beberapa kelebihan yakni:
1) Dapat mengarakan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan-
kemampuan di dalam kegiatan pembelajaran peserta didik untuk memperoleh
keberhasilan belajar.
2) Memiliki suatu pengetahuan yang sifatnya personal karena dapat memperkuat
pengertian, ingatan serta mentransfer sehingga dapat diingat lebih lama dan
dapat disimpan dalam jiwa siswa tersebut.
3) Peserta didik akan merasakan senang karena telah berhasil dalam menyelidiki
suatu hal serta memperoleh pengetahuan yang baru dengan berasil.
4) Peserta didik diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya
dengan cepat sesuai dengan keterampilan-keterampilan yang dimilikinya.
5) Memotivasi dan menuntun siswaa guna melakukan proses pembelajarannya
sendiri sehingga menyebabkan peserta didik lebih giat dalam belajar.
6) Siswa mempunyai rasa percaya diri, karena telah berhasil mendapatkan apa
yang telah ditemuinya serta rasa percaya diri untuk melakukan pekerjaannya
secara berkelompok.
7) Model pembelajaran discovery learning merupakan model pembelajaran yang
lebihh cenderung dipusatkan kepada peserta didik tidak pada guru. Guru
hanya sebagai fasilitator ataupun sebagai pembimbing.
8) Bisa meningkatkan keahlian serta kemampuan individu.

Menurut Roestiyah (2017, hlm. 20-21) model discovery learning


memiliki beberapa kelebihan yakni:

1) Model pembelajaran yang mampu mengarakan peserta didik untuk


membangunkan, menyiapkan kesiapan dalam belajar, dan penguasaan
kemampuan belajar dalam proses kognitif/pengenalan peserta didik.
2) Dapat menghasilkan suatu pengetahuan baru yang bersifat personal karena
dapat memperkuat ingatan, pengertian, serta memberikan pengetauan sehingga
dapat tertinggal dalam jiwa siswa tersebut.
3) Siswa akan lebih bersemangat dalam proses belajar di kelas.
4) Model pembelajaran ini memberikan giliran untuk siswa supaya lebih
mengembangkan keterampilannya sesuai dengan keahliannya masing-masing.
5) Memotivasi dan mengarahkan siswanya untuk melakukan proses
pembelajarannya sendiri sehingga menyebabkan siswa lebih giat dalam
mengikuti pembelajaran.
6) Dapat menambakan rasa percaya diri pesrta didik karena telah mnemukan
penemuannya sendiri.
7) Model pembelajaran yang dipusatkan kepada siswa tidak kepada guru.

Menurut Gusrayani, serta jayadinata (2016, hlm. 102-103) menyatakan


jika kelebihan model discovery learning antara lain:

1) Dapat memudahkan siswa guna memperbarui serta menimbulkan peningkatan


pengetauan serta proses kognitif.
2) Siswa merasa senang dan bersemangat karena berhasil dalam menganalisis
suatu hal dan berhasil.
3) Memotivasi dan mendorong siswa dalm kegiatan pembelajaran dengan
melibatkan akal dan motivasinya sendiri.
4) Menyebabkan peserta didik lebih memiliki rasa percaya dirinya, karena telah
memperoleh keberhasilan dalam pekerjaannya secara bersama-sama..
5) Pembelajaran yang dipusatkan hanya kepada peserta didik dan guru anya
berperan sebagai pembimbing atau fasilitator.
6) Membantu siswa untuk menghilangkan rasa takutnya untuk berpendapat.

E. Kekurangan Model Discovery Learning

Menurut Muhammad Azhari (2017, hlm. 234) memiliki beberapa


kekurangan dalam model pembelajaran discovery learning yakni:

1) Dengan menggunakan model ini bermunculan tanggapan jika model ini


memiliki kesiapan bayangan untuk melakukan pembelajaran. Peserta didik
yang kurang cekatan, akan menghadapi kesulitan sehingga pada gilirannya
akan menyebabkan frustasi kepada peserta didik.
2) Model pembelajaran ini tidak diuntukan untuk menagajar dengan keseluruhan,
karena memerlukan waktu yang cukup lama dan siswa yang tidak cukup
banyak supaya kelas lebih efektif untuk menolong mereka menghasilkan
pembelajaran yang baru maupun memecahkan masalah.
3) Guru yang terbiasa menggunakan model konvesional akan mengalami
kesulitan dan akan buyar berhadapan dengan model discoery learning.
4) Penerapan discovery cenderung sesuai untuk meningkatkan uraian, sebaiknya
aspek konsep, keahlian serta emosi secara totalitas kurang menemukan atensi.
Selain memiliki kelebi, model pembelajaran discovery learning juga
memiliki beberapa kekurangan yakni:

1) Dengan menggunakan model ini bermunculan tanggapan jika model ini


memiliki kesiapan bayangan untuk melakukan pembelajaran. Peserta didik
yang kurang cekatan, akan menghadapi kesulitan sehingga pada gilirannya
akan menyebabkan frustasi kepada peserta didik.
2) Model pembelajaran ini membutukan waktu yang lama untuk kegiatan
memecahkan masalah sehingga tidak cukup efesien untuk mengajar dengan
jumlah peserta didik yang cukup banyak.
3) Model pembelajaran discovery learning akan terasa mengganggu jika guru
dan siswa terbiasa menggunakan model konvesional.
4) Model pengajaran discovery ini akan lebih cocok dalam pengembangankan
pemahaman, namun aspek lainnya kurang mendapat perhatian. Kemendikbud
(Yuliana 2018, hlm. 23).

Menurut Roestiyah (2017, hlm. 20-21) kekurangan discovery learning


yaitu sebagai berikut:

1) Bagi peserta didik harus mempunyai kematangan serta kesiapan untuk


menggunakan model pembelajaran discovery ini.
2) Jika jumlah siswa terlalu banyak maka penggunaan model pembelajaran
discovery kurang efesien.
3) Model pembelajaran discovery akan terasa mengganggu jika guru dan siswa
terbiasa menggunakan model konvesional.
4) Dengan menggunakan model pembelajaran discovery ini memunculkan
tanggapan jika kegiatan pembelajaran ini hanya cenderung mementingkan
proses pengertiannya saja, serta kurang memperhatikan suatu perkembangan,
pembentukan karakter dan keterampilan siswa.
5) Model pembelajaran discovery ini mungkin tidak memberikan kesempatan
kepada peserta didik untuk berfikir secara kreatif.
Menurut Gusrayani, dan jayadinata (2016, hlm. 102-103) menyatakan
bahwa model discovery learning memiliki kekurangan antara lain:

1) Menimbulkan tanggapan bahwa ada kesiapan untuk belajar.


2) Model pembelajaran discovery ini akan mengalami kesulitan dalam
pembelajaran bagi peserta didik yang kurang pandai ataupun mengungkapkan
hubungan antara konsep-konsep yang tertulis atau lisan, sehingga pada
gilirannya akan menimbulkan frustasi.

Adapun solusi untuk mengatasi dan melewati kekurangan dari model


pembelajaran discovery learning yakni dengan cara mengaplikasikan model
discovery tersebut dengan benar dan baik, dengan memberikan motivasi serta
dorongan supaya siswa dapat mempersiapkan dirinya dalam mengikuti
pembelajarannya. Model pembelajaran discovery learning ini juga dapat dibantu
dengan adanya media pembelajaran supaya pembelajaran yang akan disampaikan
dapat terbantu dengan adanya media tersebut.

Anda mungkin juga menyukai