BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
[Link] Teori dan Konsep
2.1.1. Kepuasan Pelanggan
[Link] Pengertian Kepuasan Pelanggan
Kepuasan atau satisfaction dari bahasa latin ”satis” (artinya cukup baik)
dan “facto” (melakukan atau membuat) dengan demikian kepuasan dapat diartikan
sebagai pemenuhan sesuatu atau sesuatu yang memadai. Sedangkan, secara istilah
Kepuasaan (satisfaction) adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang
timbul karena membandingkan kinerja yang dipersepsikan produk (atau hasil)
terhadap ekspektasi mereka. Jika kinerja gagal memenuhi ekspektasi, pelanggan
akan tidak puas. Jika kinerja sesuai dengan ekspektasi, pelanggan akan puas. Jika
kinerja melebihi ekspektasi, pelanggan akan sangat puas atau senang.
Menurut Kotler dan Amstrong (2001:298) kepuasan pelangaan ialah
sejauh mana kinerja yang diberikan oleh sebuah produk sepadan dengan harapan
pembeli. Jika kinerja produk kurang dari yang diharaokan itu, pembelinya tidak
puas. Aliansyah, Hafasnuddin dan Shabri (2012:32-39) menjelaskan bahwa
kepuasan adalah sesuatu yang utama untuk menjdi faktor penentu kesuksesan dan
kelangsungan hidup sebuah bisnis. Semakin banyak pelanggan setia yang dimiliki
oleh sebuah perusahaan, maka dapat dipastikan perusahaan tersebut akan sukses
dan bertahan lama
Engel et al dalam Mulyana (2002) mendefinisikan kepuasan pelanggan
sebagai evaluasi purna beli dimana alternative yang dipilih sekurang-kurangnya
sama atau melampaui harapan pelanggan, sedang ketidakpuasan timbul apabila
12
13
hasil tidak memenuhi harapan. Kepuasan pelanggan adalah faktor kunci yang
menentukan. Pelanggan yang puas terhadap suatu produk cenderung untuk
membeli ulang produk tersebut bilamana kebutuhan yang sama muncul di
kemudian hari. Sedangkan Kotler dalam Tjiptono (2006) mengemukakan bahwa
kepuasan pelanggan ialah tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan
kinerja atau hasil yang ia rasakan dengan dibandingkan harapannya.
[Link] Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasaan Pelanggan
Kepuasaan pelanggan ditentukan oleh persepsi pelanggan atas hasil kerja
produk atau jasa dalam memudahkan harapan pelanggan. Pelanggan merasa puas
apabila harapannya terpenuhi atau akan sangat puas jika harapan pelanggan
[Link] ada lima faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan,
yaitu
1. Kualitas Jasa
Pelanggan merasa puas apabila mereka memperoleh jasa yang baik atau sesuai
dengan yang diharapkan dari pegawai mamupun karyawa n perusahaan.
2. Kualitas Produk
Pelanggan akan merasa puas setelah membeli dan mengunakan produk tersebut
yang memiliki kualitas produk baik.
3. Harga
Biasanya harga murah adalah sumber kepuasaan yang penting. Akan tetapi
biasanya faktor harga buka menjadi jaminan suatu produk memiliki kualitas
yang baik.
4. Faktor Situasional
14
Faktor situsional terdiri atas segala kemungkinan yang bisa mempengaruhi
kinerja jasa, yang berada di luar kendali penyedia jasa.
5. Faktor Personal/emotional
Faktor Kepuasaan bukan karena kualitas produk, tetapi harga diri atau nilai
sosial yang menjadikan pelangggan puas terhadap merek produk tertentu.
Menurut Irawan (2006:37), faktor – faktor yang pendorong kepuasan
pelanggan adalah sebagai berikut:
1. Kualitas produk, pelanggan puas kalau setelah membeli dan
menggunakan produk tersebut ternyata kualitas produknya baik.
2. Harga, untuk pelanggan yang sensitve, biasanya harga murah adalah
sumber kepuasan yang penting karena pelanggan akan mendapatkan
value for money yang tinggi.
3. Service quality, kepuasan terhadap kualitas pelayanan biasanya sulit
ditiru. Kualitas pelayanan merupakan driver yang mempunyai banyak
dimensi, salah satunya yang popular adalah serverqual.
4. Emotional factor, pelanggan akan merasa puas (bangga) karena adanya
emosional value yang diberikan oleh brand dari produk tersebut.
5. Biaya dan kemudahan, pelanggan akan semakin puas apabila relatif
mudah, nyaman dan efisien dalam mendapatkan produk atau pelayanan.
[Link] Manfaat Kepuasan Pelanggan
.Adapun manfaat-manfaat yang dapat diraih ketika pelanggan merasa puas
adalah sebagai berikut (Tjiptono, 2006)
1. Reaksi terhadap produsen berbiaya rendah
15
Focus pada kepuasan pelanggan akan mempertahankan pelanggan dari
serangan gencar produsen berbiaya rendah. Banyak pelanggan yang bersedia
membayar lebih mahal untuk mendapatkan kualitas dan kepuasan lebih.
2. Manfaat ekonomis retensi pelanggan
Berbagai studi menunjukkan bahwa mempertahankan dan memuaskan
pelanggan saat ini lebih murah bila dibandingkan dengan memprospek
pelanggan baru secara terus menerus.
3. Nilai Kumulatif dari relasi berkelanjutan
Upaya mempertahankan loyalitas pelanggan dalam waktu yang lama bisa
menghasilkan anuitas yang lebih besar daripada pembelian individual.
4. Daya Persuasif Positive Word Of Mouth
Dalam banyak industri, pendapat atau opini keluarga, teman jauh persuasif
dan kredibel dibandingkan iklan.
5. Reduktifitas sensitifitas harga
Pelanggan yang puas dan loyal terhadap perusahaan cenderung lebih jarang
menawar harga untuk setiap pembelian individualnya.
6. Sebagai indikator kesuksesan bisnis di masa depan
Kepuasan pelanggan merupakan strategi jangka panjang, karena dibutuhkan
waktu cukup lama sebelum bisa membangun dan mendapatkan reputasi atas
layanan prima. Akan tetapi hasilnya dapat dituai dalam jangka panjang dan
hasil tersebut mampu bertahan lama. Apabila yang diterima jauh dari
harapannya maka pelanggan akan kecewa, sebaliknya bila yang diterima
sama atau lebih dari harapannya maka pelangganakan puas. Kalau kinerja
melebihi harapan, pelanggan akan merasa sangat puas, gembira dan senang.
16
Menurut Wood (2009:11) manfaat- manfaat spesifik kepuasan pelanggan
bagi perusahaan mencakup:
1. Dampak positif pada loyalitas pelanggan.
2. Berpotensi menjadi sumber pendapatan masa depan (terutama melalui
pembelian ulang,).
3. Menekan biaya transaksi pelanggan di masa depan (terutama biayabiaya
komunikasi, penjualan dan layanan pelanggan).
4. Menekan volatilitas dan risiko berkenaan dengan prediksi aliran kas
masa depan.
5. Meningkatkan toleransi harga (terutama kesediaan untuk membayar
harga premium dan pelanggan tidak mudah tergoda untuk beralih
pemasok).
[Link] Indikator Kepuasan Pelanggan
Pengukuran kepuasan konsumen sangatlah penting untuk dilakukan karena
memberikan informasi bermanfaat bagi perusahaan. Berikut ini adalah indikaor
kepuasan pelanggan menurut tjiptono (2019 : 107)
1. Kepuasan pelanggan
keseluruhan Pelanggan langsung ditanya seberapa puas dengan produk atau
jasa. Kepuasan diukur berdasar produk atau jasa berdasar produk atau jasa
perusahaan bersangkutan dan membandigkan dengan tingkat kepuasan
keseluruhan terhadap produk atau jasa pesaing.
2. Konfirmasi harapan
17
Kepuasan tidak diukur langsung, namun disimpulkan berdasarkan
kesesuaian/ketidaksesuaian antara harapan pelanggan dengan kinerja aktual
produk pada sejumlah atribut atau dimensi penting.
3. Minat pembelian ulang
Kepuasan pelanggan diukur berdasar perilaku dengan jalan menyakan
pelanggan apakah berbelanja atau menggunakan jasa perusahaan lagi.
4. Kesediaan untuk merekomendasi
Kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan produk kepada teman atau
keluarga.
5. Ketidakpuasan pelanggan
Ketidakpuasan pelanggan meliputi komplain, retur, biaya garansi, dan
konsumen yang beralih ke pesaing.
Indikator untuk mengukur kepuasan pelanggan, menurut Indrasari (2019:92)
adalah:
1. Kesesuaian harapan, yaitu kepuasan tidak diukur secara langsung tetapi
disimpulkan berdasarkan kesesuaian atau ketidaksesuaian antara harapan
pelanggan dengan kinerja perusahaan yang sebenarnya.
2. Minat berkunjung kembali, yaitu kepuasan pelanggan diukur de ngan
menanyakan apakah pelanggan ingin membeli atau menggunakan kembali
jasa perusahaan.
3. Kesediaan merekomendasikan, yaitu kepuasan pelanggan diukur dengan
menanyakan apakah pelanggan akan merekomendasikan produk atau jasa
tersebut kepada orang lain seperti, keluarga, teman, dan lainnya.
18
2.1.2. Sosial Media Marketing
[Link].Pengertian Sosial Media Marketing
Social media marketing di pratekkan untuk melibatkan pelanggan pada
lokasi social online dimana para pelanggan secara alami menghabiskan waktu.
Menurut (Santoso, Baihaqi, & Persada, 2017) pemasaran sosial media merupakan
bentuk pemasaran yang dipakai untuk menciptakan kesadaran, pengakuan, ingatan
dan bahkan tindakan terhadap suatu merek, produk, bisnis, individu, atau
kelompok baik secara langsung maupun tidak langsung dengan menggunakan alat
dari web sosial seperti blogging, microblogging, dan jejaring sosial.
Menurut Tuten (2008) dalam penelitian (Bawono, 2020) sosial media
marketing bisa dikatakan sebagai suatu langkah dari perusahaan untuk
mengenalkan produk-produk yang dimiliki dengan cara online dan melihat
peluang yang ada sehingga para pengusaha memiliki target yang akan menjadi
sasaran target pasar mereka. Selanjutnya menurut (Ariadi & Saino, 2014)
pemasaran media sosial adalah upaya untuk menggunakan media sosial guna
membujuk konsumen kepada satu perusahaan, produk atau jasa yang berharga.
Pemasaran media sosial adalah pemasaran menggunakan jaringan sosial, blog
pemasaran dan banyak lagi. Menurut (Qurniawati, 2018) mengatakan bahwa
social media marketing di pratekkan untuk melibatkan pelanggan pada lokasi
social online dimana para pelanggan secara alami menghabiskan waktu.
Dari uraian beberapa ahli tentang pemasaran media sosial tersebut,penulis
dapat menarik kesimpulan bahwa pemasaran media sosial adalah kegiatan
pemasaran yang memamfaat kan media sosial dimana media sosial tersebut dapat
memfasilitasi berbagai interaksi atau komunikasi dua arah yang berkaitan dengan
produk yang dijual antara perusahaan dan konsumen atau calon konsumen
19
prospek sehingga produk tersebut dapat dan semakin [Link] media
sosial tidak bertujuan secara langsung menciptakan penjualan produk atau
jasa,tetapi hanya sebagai pendukung pemasaran dengan cara menstimulus calon
konsumen ataupun konsumen agar tertarik dengan produk atau jasa tersebut .
[Link] Manfaat Sosial Media Marketing
Untuk mempermudah promosi penjualan perusahaan kini lebih memilih
cara yang praktis, salah satunya menggunaka social media. Menurut (Gunelius,
2011) tujuan paling umum penggunaan social media adalah sebagai berikut:
1. Membangun hubungan
Manfaat utama dari pemasaran media sosial adalah kemampuan untuk
membangun hubungan dengan konsumen secara aktif.
2. Membangun merek
Percakapan melalui media sosial menyajikan cara sempurna untuk
meningkatkan brand awareness, meningkatkan pengenalan dan ingatan akan
merek dan meningkatkan loyalitas merek.
3. Publisitas
Pemasaran melalui media sosial menyediakan outlet di mana perusahaan dapat
berbagi informasi penting dan memodifikasi persepsi negatif.
4. Promosi
Melalui pemasaran media sosial, memberikan diskon eksklusif dan peluang
untuk audiens untuk membuat orang-orang merasa dihargai dan khusus, serta
untuk memenuhi tujuan jangka pendek.
5. Riset pasar
20
Menggunakan alat-alat dari web sosial untuk belajar tentang pelanggan,
membuat profil demografi dan perilaku pelanggan, belajar tentang keinginan
dan kebutuhan konsumen, serta belajar tentang pesaing
Selain itu terdapat pendapat lain menurut Puntoadi (2011) penggunaan
media sosial berfungsi sebagai berikut:
1. Keunggulan membangun personal branding melalui media sosial adalah tidak
mengenal trik atau popularitas semu, karena audienslah yang akan
menentukan. Berbagai media sosial dapat menjadi media untuk orang
berkomunikasi, berdiskusi, bahkan mendapatkan popularitas di media sosial.
2. Media sosial memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan
konsumen. Media sosial menawarkan bentuk komunikasi yang lebih
individual. Melalui media sosial para pemasar dapat mengetahui kebiasaan
konsumen mereka dan melakukan interaksi secara personal serta membangun
keterikatan yang lebih dalam
[Link] Indikator Social Media Marketing
Merujuk pernyataan dari beberapa ahli, social media marketing adalah
strategi pemasaran menggunakan media sosial untuk memasarkan produk atau
jasa dengan memanfaatkan orang-orang yang berpartisipasi didalammnya untuk
tujuan pemasaran. Penelitian mengenai social media marketing telah banyak
dilakukan, penelitian terbaru menghasilkan indikator (As’ad dan Alhadid, 2014)
sebagai berikut :
1. Online Communities
Sebuah perusahaan atau sejenis usaha dapat menggunakan media sosial untuk
membangun sebuah komunitas disekitar minat pada produk atau bisnisnya.
21
Semangat komunitas untuk membangun kesetiaan, mendorong diskusi-
diskusi, dan menyumbangkan informasi, sangat berguna untuk
pengembangan dan kemajuan bisnis tersebut.
2. Interaction.
Di dalam media sosial memungkinkan terjadinya interaksi yang lebih besar
dengan online communities, melalui informasi yang selalu up-to-date serta
relevan dari pelanggan.
3. Sharing of content.
Sharing of content berbicara mengenai lingkup dalam pertukaran individual,
distribusi dan menerima konten dalam aturan media sosial.
4. Accessibility.
Accessibility mengacu pada kemudahan untuk mengakses dan biaya minimal
untuk menggunakan media sosial. Media sosial juga mudah untuk digunakan
dan tidak memerlukan keahlian kusus.
5. Credibility
Credibility digambarkan sebagai pengiriman pesan yang jelas untuk
membangun kredibilitas atas apa yang dikatakan atau dilakukan yang
berhubungan secara emosional dengan target audien.
Selanjutnya menurut Gunelius dalam Mileva dan DH (2018) memaparkan
bahwa terdapat 4 (empat) elemen yang dapat dijadikan indikator variabel
pengukuran sebuah social media marketing, diantaranya:
1. Content Creation
Konten yang menarik menjadi landasan strategi dalam melakukan
pemasaran media sosial. Konten yang dibuat harus menarik serta harus
22
mewakili kepribadian dari sebuah bisnis agar dapat dipercaya oleh target
konsumen.
2. Content Sharing
Membagikan konten kepada komunitas sosial dapat membantu
memperluas jaringan sebuah bisnis dan memperluas online audience.
Berbagi konten dapat menyebabkan penjualan tidak langsung dan
langsung tergantung pada jenis konten yang dibagikan
3. Connecting
Jejaring sosial memungkinkan seseorang bertemu dengan lebih banyak
orang yang memiliki minat yang sama. Jaringan yang luas dapat
membangun hubungan yang dapat menghasilkan lebih banyak bisnis.
Komunikasi yang jujur dan hati- hati harus diperhatikan saat melakukan
social networking.
4. Community Building
Web sosial merupakan sebuah komunitas online besar individu dimana
terjadi interaksi antar manusia yang tinggal di seluruh dunia dengan
menggunakan teknologi. Membangun komunitas di internet yang
memiliki kesamaan minat dapat terjadi dengan adanya social networking.
2.1.3 Word Of Mouth
[Link] Pengertian Word Of Mouth
Solomon (2007:394) mendefinisikan word of mouth adalah informasi
produk yang ditransmisikan dari individu ke individu lainnya. Stokes dan Lomax
(2002) dalam Fill (2009:52) mengemukakan bahwa “Word of mouth
23
communication as interpersonal communication regarding product or service
where the receiver regards the communicator as impartial”, yang berarti bahwa
word of mouth sebagai komunikasi interpersonal mengenai produk dan pelayanan
dimana penerima menganggap bahwa komunikator sebagai pihak yang jujur.
Fill (2002:935) menjelaskan pengertian word of mouth sebagai
“communication undertaken voluntarily between people concerning the quality or
characteristic of products, services, and organizations. The receiver regard ”
artinya komunikasi yang dilakukan secara sukarela diantara orang-orang
mengenai kualitas atau karakteristik produk, jasa dan organisasi. Penerima
menganggap bahwa sumber yang didapatkan objektif, tidak memihak dan tidak
mencoba menjual produk atau jasa. Menurut Kotler dan amstrong (2001:128)
Word of Mouth adalah komunikasi pribadi tentang sebuah produk antara pembeli
sasaran dan tetangga, keluarga, teman, dan rekan kerjanya.
Dari beberapa definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa word of mouth
adalah sebuah komunikasi melalui mulut ke mulut tentang kualitas sebuah
produk, word of mouth tidak hanya membawa hal positif dari produk tersebut
namun juga membawa hal negatif dari produk tersebut. Hal negatif yang terjadi di
dalam word of mouth juga akan cepat tersebar seperti berita baik yang terdapat
dalam word ofmouth. Word of mouth dalam bidang jasa menyangkut tentang
pelayanan kepada konsumennya, konsumen akan puas jika pelayanan yang
diberikan baik sehingga akan menimbulkan Word of mouth secara alami.
[Link] Indikator Word Of Mouth
Menurut Sernovitz (2014:19), terdapat lima indikator yang dibutuhkan agar
Word of Mouth dapat menyebar yakni :
24
1. Talkers
Yaitu yang pertama dalam elemen ini adalah kita harus tahu siapa pembicara
dalam hal ini pembicara adalah konsumen kita yang telah mengkonsumsi
produk atau jasa yang telah kita berikan, terkadang orang lain cenderung dalam
memilih atau memutuskan suatu produk tergantung kepada konsumen yang
telah berpengalaman menggunakan produk atau jasa tersebut atau biasa disebut
dengan referral pihak yang merekomendasikan suatu produk atau jasa.
2. Topics
Yaitu adanya suatu word of mouth karena tercipta suatu pesan atau perihal yang
membuat mereka berbicara mengenai produk atau jasa, seperti halnya
pelayanan yang diberikan, karena produk kita mempunyai keunggulan
tersendiri, tentang perusahaan kita, lokasi yang strategis.
3. Tools
Yaitu setelah kita mengetahui pesan atau perihal yang membuat mereka
berbicara mengenai produk atau jasa tersebut dibutuhkan suatu alat untuk
membantu agar pesan tersebut dapat berjalan, seperti website game yang
diciptakan untuk orang-orang bermain, contoh produk gratis, postcards, brosur,
spanduk, melalui iklan diradio apa saja alat yang bisa membuat orang mudah
membicarakan atau menularkan produk anda kepada temannya.
4. Taking
Part atau partisipasi perusahaan yaitu partisipasi perusahaan seperti halnya
dalam menanggapi respon pertanyaan-pertanyaan mengenai produk atau jasa
tersebut dari para calon konsumen dengan menjelaskan secara lebih jelas dan
25
terperinci mengenai produk atau jasa tersebut, melakukan follow up ke calon
konsumen sehingga mereka melakukan suatu proses pengambilan keputusan.
5. Tracking .
Sedangkan indikator word of mouth menurut Walker (2001) yaitu
1. Frekuensi komunikasi yaitu seberapa sering seseorang menyampaikan
informasi kepada orang lain.
2. Kesenangan menceritakan pengalaman yaitu rasa senang yang diraskan oleh
seseoang ketika menceritakan apa yang dialaminya atau menceritakan
pengetahuan yang diperolehnya.
3. Meyakinkan orang lain yaitu kemauan seseorang untuk mengajak orang lain
untuk melakukan suatu hal.
4. Kesenangan merekomendasikan kepada orang lain yaitu kegiatan seseorang
menyarankan, mengajak untuk bergabung, menganjurkan suatu bentuk
perintah.
2.2. Penelitian Te rdahulu
Dalam penelitian terdahulu ini diharapkan peneliti dapat melihat
perbedaan antara penelitian yang telah dilakukan dengan penelitian yang akan
dilakukan. Selain itu ,diharapkan dalam penelitian ini dapat diperhatikan
mengenai kekurangan dan kelebihan antara penelitian terdahulu dengan penelitian
yang akan dilakukan.
Beberapa riset yang berkaitan dengan Social Media Marketing, Word Of
Mouth dan Kepuasan Pelanggan disajikan dalam tabel berikut ini:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Mega Fitri Mahdiani (2019) dengan rincian
sebagai berikut :
26
Tabel 2.1. Penelitian Pengaruh Harga, Media Sosial Instagram, Dan Word Of
Mouth Terhadap Kepuasan Pelanggan Melalui Proses Keputusan
Pembelian.
Judul Pengaruh Harga, Media Sosial Instagram, Dan Word
Of Mouth Terhadap Kepuasan Pelanggan Melalui
Proses Keputusan Pembelian.
Tujuan Untuk mengetahui pengaruh Harga, Media Sosial
Instagram dan Word of Mouth terhadap Kepuasan
Pelanggan melalui Proses Keputusan Pembelian
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan metode analisis structural
equation modeling ( SEM)
Hasil Penelitian Hasil dalam penelitian ini menunjukan bahwa
1. Harga tidak berpengaruh terhadap kepuasan
pelanggan
2. Media Sosial berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
3. Word of mouth tidak berpengaruh dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
Persamaan Media Sosial, Word of Mouth dan Kepuasan Pelanggan
Perbedaan Keputusan pembelian, Waktu dan Tempat penelitian
2. Penelitian yang dilakukan oleh Novita Dewi Rahmawati, et al ( 2020) dengan
rincian sebagai berikut
Tabel 2.2. Penelitian Pengaruh Word of Mouth, Citra Merek, Brand Trust,
Kualitas Produk, Dan Promosi Terhadap Kepuasan Pelanggan
Pengguna Kartu Telkomsel (Studi Kasus Pada Masyarakat
Kelurahan Bago Tulungagung)
Judul Pengaruh Word of Mouth, Citra Merek, Brand Trust,
Kualitas Produk, DanPromosi Terhadap Kepuasan
Pelanggan Pengguna Kartu Telkomsel(Studi Kasus
Pada Masyarakat Kelurahan Bago Tulungagung)
Tujuan Untuk menguji dan menganalisis pengaruh word of
mouth, citra merek, brand trust, kualitas produk dan
promosi terhadap kepuasan pelanggan pada
masyarakat Kelurahan Bago Tulungagung
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] Of Mouth tidak berpengaruh secara parsial
terhadap kepuasan pelanggan kartu Telkomsel
[Link] Merek berpengaruh secara parsial terhadap
kepuasan pelanggan kartu Telkomsel
27
[Link] Trust tidak berpengaruh secara parsial
terhadap kepuasan pelanggan kartu Telkomsel.
4..Kualitas Produk berpengaruh secara parsial
terhadap kepuasan pelanggan kartu Telkomsel.
5. Promosi berpengaruh secara parsial terhadap
kepuasan pelanggan.
[Link] Of Mouth, Citra Merek, Brand Trust,
Kualitas Produk, dan Promosi berpengaruh
signifikan secara simultan terhadap kepuasan
pelanggan kartu Telkomsel
Persamaan Variabel Word Of Mouth dan Kepuasan Pelanggan
Perbedaan Variabel Citra Merek, Brand Trust, Kualitas Produk,
Waktu dan Tempat penelitian
3. Penelitian yang dilakukan oleh Chairman Lawvandy Jaya dan Mangihut
Tampubolon (2023)
Tabel 2.3 Penelitian Pengaruh Sosial Media Marketing Dan Kualitas Produk
Terhadap Kepuasan Pelanggan Di The Wrappers, Medan.
Judul Pengaruh Sosial Media Marketing Dan Kualitas
Produk Terhadap Kepuasan Pelanggan Di The
Wrappers, Medan.
Tujuan Untuk mengetahui adakah Pengaruh Sosial Media
Marketing dan Kualitas Produk Terhadap Kepuasan
Pelanggan The Wrappers, Medan
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] Media berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
[Link] produk berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
[Link] media dan kualitas produk berpengaruh
terhadap kepuasan pelanggan
Persamaan Social Media dan kepuasan pelanggan
Perbedaan Kualitas produk, Waktu dan Tempat penelitian
4. Penelitian yang dilakukan oleh Sulistyo Budi Utomoet al (2024) dengan
rincian sebagai berikut
Tabel 2.4. Penelitian Pengaruh Word of Mouth, Social Media Marketing dan
Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen Pengguna Iphone
Judul Pengaruh Word of Mouth, Social Media Marketing
dan Kepercayaan terhadap Kepuasan Konsumen
28
Pengguna Iphone
Tujuan Untuk mengetahui pengaruh word of mouth, social
media marketing dan kepercayaan terhadap kepuasan
konsumen pengguna iPhone
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] of Mouth berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan konsumen
[Link] media marketingberpengaruh positif dan
signifikanterhadapkepuasan konsumen
[Link] positif dan signifikan
terhadap kepuasan konsumen.
[Link] Of Mouth, Social Media Marketingdan
Kepercayaanberpengaruh positif dan
signifikanterhadap kepuasan konsumen
Persamaan Word of mouth, Social Media dan kepuasan
pelanggan
Perbedaan Kepercayaan , Waktu dan Tempat penelitian
5. Penelitian yang dilakukan oleh Nindya Listya Dewi dan Ferry Hariawan (2022)
dengan rincian sebagai berikut
Tabel 2.5. Penelitian Pengaruh Word Of Mouth (WOM), Kualitas Produk dan
Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Pembelian
Judul Pengaruh Word Of Mouth (WOM), Kualitas Produk
dan Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan
Konsumen Pada Pembelian
Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Word Of Mouth
(WOM), Kualitas Produk dan Kualitas Pelayanan
Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Pembelian
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] of Mouth berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan konsumen
[Link] Produk berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen
[Link] pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan
pelanggan
[Link] of mouth, Kualitas produk, dan Kualitas
pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan
konsumen
Persamaan Word of mouth, dan kepuasan pelanggan
Perbedaan Kualitas produk, Kualitas pelayanan, Waktu dan
Tempat penelitian
29
6. Penelitian yang dilakukan oleh Samuel Rivaldi Lokananta dan Ajeng Aquinia
(2023)
Tabel 2.6 Penelitian Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk dan Social
MediaMarketing Terhadap Kepuasan Pelanggan (Studi Kasus
PadaKonsumen PT. Nasmoco Kaligawe Kota Semarang)
Judul Pengaruh Kualitas Layanan, Kualitas Produk dan
Social Media Marketing Terhadap Kepuasan
Pelanggan (Studi Kasus Pada Konsumen PT.
Nasmoco Kaligawe Kota Semarang)
Tujuan Untuk menganalisispengaruh kualitas layanan,
kualitas produk dansocial media marketing terhadap
kepuasan pelanggan (studi kasus pada konsumen PT.
Nasmoco Kaligawe Kota Semarang).
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
1. Kualitas layananberpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
2. Kualitas Produk berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan pelanggan
3. Social Media Marketing berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pelanggan
4. Kualitas layanan, Kualitas produk dan Social
Media Marketing berpengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pelanggan
Persamaan Social Media Marketing dan Kepuasan pelanggan
Perbedaan Kualitas produk, Kualitas pelayanan, Waktu dan
Tempat penelitian
7. Penelitian yang dilakukan oleh Zulfanisa dan Nabila (2022) dengan rincian
sebagai berikut
Tabel 2.7. Penelitian Pengaruh Social Media Marketing, Brand Awareness
Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan
Sebagai Variabel Intervening Pada Roti’o Semarang
Judul Pengaruh Social Media Marketing, Brand Awareness
Terhadap Keputusan Pembelian Ulang Dengan
Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening
Pada Roti’o Semarang
Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Social Media Marketing,
Brand Awareness Terhadap Keputusan Pembelian
30
Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel
Intervening Pada Roti’o Semarang
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Regresi
Linear Berganda.
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] Media Marketingberpengaruh positif
terhadap kepuasan pelanggan
2. Brand Awareness berpengaruh positif terhadap
kepuasan pelanggan
[Link] pelanggan berpengaruh positif terhadap
keputusan pembelian
[Link] media, Brand awareness berpengaruh
terhadap kepuasan pelanggan
Persamaan Social Media Marketing dan Kepuasan pelanggan
Perbedaan Brand Awareness, keputusan pembelian, Waktu dan
Tempat penelitian
8. Penelitian yang dilakukan oleh Cindy Widya Astuti (2022) dengan rincian
sebagai berikut
Tabel 2.8. Pengaruh Social Media Marketing Dan Brand Trust Terhadap Minat
Beli Ulang Dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel
Intervening
Judul Pengaruh Social Media Marketing Dan Brand Trust
Terhadap Minat Beli Ulang Dengan Kepuasan
Pelanggan Sebagai Variabel Intervening
Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Social Media Marketing
Dan Brand Trust Terhadap Minat Beli Ulang Dengan
Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Intervening
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Metode Partial Least
Square (PLS).
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
1. Social media marketing berpengaruh positif
terhadap kepuasan pelanggan
[Link] Trust berpengaruh positif terhadap kepuasan
pelanggan
[Link] pelanggan berpengaruh positif terhadap
minat beli ulang.
Persamaan Social Media Marketing dan Kepuasan pelanggan
Perbedaan Brand Trust , minat beli ulang, Waktu dan Tempat
penelitian
9. Penelitian yang dilakukan oleh Baihakiet al (2023)
31
Tabel 2.9. Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Word Of Mouth Terhadap
Kepuasan Konsumen Pada Mazeltov Barbershop Kota Probolinggo
Judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan Word Of Mouth
Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Mazeltov
Barbershop Kota Probolinggo
Tujuan Untuk mengetahui Pengaruh Kualitas Pelayanan Dan
Word Of Mouth Terhadap Kepuasan Konsumen Pada
Mazeltov Barbershop Kota Probolinggo
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Linear
Berganda
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
1. word of mouth berpengaruh signifikan terhadap
kepuasan konsumen
2. kualitas pelayanan berpengaruh signifikan
terhadap kepuasan konsumen
3. word of mouth dan kualitas pelayanan
berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
konsumen
Persamaan Word Of Mouth dan Kepuasan pelanggan
Perbedaan Kualitas pelayanan ,Waktu dan Tempat penelitian
10. Penelitian yang dilakukan oleh Moudy Jendry Paruntuet al (2021)
Tabel 2.10. Penelitian Analisis Keputusan Pembelian Dan Penggunaan Media
Sosial Terhadap Kepuasan Konsumen Bukalapak Di Kota Manado
Judul Analisis Keputusan Pembelian Dan Penggunaan
Media Sosial Terhadap Kepuasan Konsumen
Bukalapak Di Kota Manado
Tujuan Untuk Mengetahui Pengaruh Keputusan Pembelian
dan Penggunaan Media Sosial Terhadap kepuasan
konsumen Bukalapak di Kota Manado.
Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan Teknik Analisis Linear
Berganda
Hasil Penelitian Hasil penelitian ini menunjukan bahwa
[Link] Pembelianberpengaruh signifikan
terhadap Kepuasan Konsumen
[Link] Media berpengaruh signifikan terhadap
Kepuasan Konsumen
[Link] Pembelian dan Social media
berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan
Konsumen
Persamaan Social Media dan Kepuasan pelanggan
Perbedaan Keputusan pembelian ,Waktu dan Tempat penelitian
32
[Link] Berpikir
Menurut Sugiyono (2010:60) kerangka berpikir merupakan modal
konseptual tentang bagaiamana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang
telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting. Selanjutnya menyatakan
kerangka pemikiran merupakan penjelasan sementara terhadap gejala - gejala yang
menjadi objek permasalahan. Kerangka berpikir dalam penelitian ini dapat
dijelaskan pada gambar dibawah ini :
Social Media Marketing (X1 )
H1
Kepuasan Pelanggan (Y)
Word Of Mouth (X2) H2
H3
Gambar 2.1 Kerangka berpikir
Keterangan:
: Secara parsial
: Secara simultan
2.4 Hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian,
dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat
pertanyaan (Sugiyono, 2013:96). Dikatakan sementara karena jawaban yang
33
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan ,belum berdasarkan pada fakta-
fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Dalam penelitian ini
Social Media Marketing dan Word Of Mouth mempengaruhi Kepuasan Pelanggan
2.4.1 Pengaruh Social Media terhadap Kepuasan Pelanggan
Sosial media merupakan bentuk pemasaran yang dipakai untuk
menciptakan kesadaran, pengakuan, ingatan dan bahkan tindakan terhadap suatu
merek, produk, bisnis, individu, atau kelompok baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan menggunakan alat dari web sosial seperti blogging,
microblogging, dan jejaring sosial (Santoso, Baihaqi, & Persada, 2017). Secara
teoritik menurut Tuten (2008) dalam penelitian (Bawono, 2020) Sosial media
marketing bisa dikatakan sebagai suatu langkah dari perusahaan untuk
mengenalkan produk-produk yang dimiliki dengan cara online dan melihat
peluang yang ada sehingga para pengusaha memiliki target yang akan menjadi
sasaran target pasar mereka
Secara empiris berdasarkan penelitian yang dilakukan o leh Mega Fitri
Mahdiani (2019) menunjukan bahwa Social Media Marketing mempunyai
pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara
empiris, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Samuel Rivaldi
Lokananta&Ajeng Aquinia (2023) menyatakan bahwa Social media marketing
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Berdasarkan penjelasan teoritik dan empiris yang diatas dapat disimpulkan
bahwa Hipotesisnya sebagai berikut :
H1 : Social Media Marketing berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan
34
2.4.2 Pengaruh Word of Mouth terhadap Kepuasan pelanggan.
Word of mouth menjadi media yang paling kuat dalam mengomunikasikan
produk atau jasa kepada dua atau lebih [Link] teoritik menurut Kotler
dan amstrong (2001:128) Word of Mouth adalah komunikasi pribadi tentang
sebuah produk antara pembeli sasaran dan tetangga, keluarga, teman, dan rekan
kerjanya.
Secara teoritik, menurut Fill (2002:935) menjelaskan Word of mouth
adalah komunikasi yang dilakukan secara sukarela diantara orang-orang mengenai
kualitas atau karakteristik produk, jasa dan organisasi. Penerima menganggap
bahwa sumber yang didapatkan objektif, tidak memihak dan tidak mencoba
menjual produk atau jasa.
Secara empiris berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Baihaki et al
(2023) menunjukan bahwa Word of Mouth mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara empiris berdasarkan penelitian
yang dilakukan oleh Nindya Listya Dewi & Ferry Hariawan (2022) menunjukan
bahwa Word of Mouth mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan pelanggan.
Berdasarkan penjelasan teoritik dan empiris yang diatas dapat disimpulkan
bahwa Hipotesisnya sebagai berikut :
H2 : Word of Mouth berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.
2.4.3 Pengaruh Social Media Marketing dan Word Of Mouth te rhadap
Kepuasan Pelanggan
Sosial media merupakan bentuk pemasaran yang dipakai untuk
menciptakan kesadaran, pengakuan, ingatan dan bahkan tindakan terhadap suatu
35
merek, produk, bisnis, individu, atau kelompok baik secara langsung maupun
tidak langsung dengan menggunakan alat dari web sosial seperti blogging,
microblogging, dan jejaring sosial (Santoso, Baihaqi, & Persada, 2017). Secara
teoritik, menurut Tuten (2008) dalam penelitian (Bawono, 2020) Sosial media
marketing bisa dikatakan sebagai suatu langkah dari perusahaan untuk
mengenalkan produk-produk yang dimiliki dengan cara online dan melihat
peluang yang ada sehingga para pengusaha memiliki target yang akan menjadi
sasaran target pasar mereka.
Secara teoritik, menurut Fill (2002:935) menjelaskan Word of mouth
adalah komunikasi yang dilakukan secara sukarela diantara orangorang mengenai
kualitas atau karakteristik produk, jasa dan organisasi. Penerima menganggap
bahwa sumber yang didapatkan objektif, tidak memihak dan tidak mencoba
menjual produk atau jasa. Secara teoritik menurut Kotler dan amstrong
(2001:128) Word of Mouth adalah komunikasi pribadi tentang sebuah produk
antara pembeli sasaran dan tetangga, keluarga, teman, dan rekan kerjanya
Secara empiris berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mega Fitri
Mahdiani (2019) menunjukan bahwa Social Media Marketing mempunyai
pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara
empiris, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Samuel Rivaldi
Lokananta&Ajeng Aquinia (2023) menyatakan bahwa Social media marketing
mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan.
Secara empiris berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Baihaki et al
(2023) menunjukan bahwa Word of Mouth mempunyai pengaruh positif dan
signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Secara empiris berdasarkan penelitian
36
yang dilakukan oleh Nindya Listya Dewi & Ferry Hariawan (2022) menunjukan
bahwa Word of Mouth mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan pelanggan.
Berdasarkan penjelasan teoritik dan empiris diatas dapat di simpulkan
bahwa
H3 : Social Media Marketing dan Word Of Mouth berpengaruh terhadap
Kepuasan Pelanggan.