0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Panduan Materi dan Metode Pembelajaran

Diunggah oleh

nimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan3 halaman

Panduan Materi dan Metode Pembelajaran

Diunggah oleh

nimah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

5.

Materi Pembelajaran

Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan


pembelajaran. hal yang harus diketahui yaitu bahwa materi dalam RPP merupakan
pengembangan dari materi pokok yang terdapat dalam silabus. Oleh karena itu, materi
pembelajaran dalam RPP harus dikembangkan secara terperinci bahkan jika perlu guru dapat
mengembangkannya menjadi buku siswa.

Adapun materi pelajaran dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: pengetahuan
(knowlage), keterampilan (skill), dan sikap (attitude). Pengetahuan menunjuk pada informasi
yang disimpan dalam pikiran siswa, dengan demikian pengetahuan berhubungan dengan
berbagai informasi yang harus dihafal dan dikuasai oleh siswa, sehingga manakala
diperlukan siswa dapat mengungkapkan kembali. Keterampilan (skill) menunjuk pada
tindakan fisik dan non fisik yang dilakukan seseorang dengan cara yang kompeten untuk
mencapai tujuan tertentu. sikap menunjuk pada kecenderungan seseorang untukbertindak
sesuai dengan nilai dan norma yang diyakini kebenarannya oleh siswa.

Adapun beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan dalam mengidentifikasikan


materi pembelajaran agar dapat menunjang pencapaian KD yaitu: pertama, potensi peserta
didik; kedua, relevansi dengan karakteristik daerah; ketiga, tingkat perkembangan fisik,
intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik; keempat, kebermanfaatan bagi
peserta didi; lima, struktur keilmuan; keenam, aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi
pembelajaran; ketujuh, relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan;
dan kedelapan, alokasi waktu.

6. Metode Pembelajaran

Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan
sebagai model atau pendekatan pembelajaran. penentapan ini diambil bergantung pada
karakteristik pendekatan dan atau strategi yang dipilih. Selain itu, pemilihan metode atau
pendekatan bergantung pada jenis materi yang akan diajarkan kepada siswa. Ingatlah, tidak
ada satu metodepun yang dapat digunakan untuk mengajarkan semua materi. Adapun dari
segi fungsinya, metode pembelajaran digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana
belajaran dan proses pembelajaran agar siswa mencapai KD yang disesuaikan dengan
karakteristik peserta didik dan KD yang akan dicapai.

Metode yang dipilih harus betumpu pada prinsip pelaksanaan kurikulum, yaitu
penggunaan mutistrategi sehingga siswa belajar dalam suasana aktif, kreatif, dan
menyenangkan serta belajar hidup bersama atau bekerjasama.

Namun perlu dipahami bersama bahwa strategi dan metode itu dua hal yang
berbeda. Strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang
rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. menurut
Sanjaya, ada dua hal yang pataut kita cermati dari pengertian diatas. Pertama, strategi
pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan
metode dan pemanfaatan berbagai sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. kedua,
strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. artinya, arah dari semua keputusan
penyusunan strategi adalah pencapaian tujuan. Dengan demikian, penyusunan langkah-
langkah pembelajaran, pemanfaatan berbagai pasilitas dan sumber belajar semuanya
diarahkan dalam upaya pencapaian tujuan. Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi,
perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan
merupakan rohnya dalam implementasi suatu strategi.

Starategi pembelajaran pada hakikatnya yaitu menyusun pengalaman belajar siswa.


Adapun, bagaimana upaya mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam
kegiatan nayat agar tujuan yag telah disusun tercapai secara optimal, ini yang dinamakan
dengan metode. Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang teah
ditetapkan.

7. Alat dan Sumber

Media pembelajaran berupa alat bantu proses pebelajaran untuk menyampaikan


materi pelajaran. Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang terdapat dalam
silabus. Jika kemungkinan, dalam suatu perencanaan disiapkan media, alat atau bahan, dan
sumber belajar. Apabila ketiga aspek ini dipenuhi, penyusun harus mengeksplisitkan secara
jelas; pertama, media; kedua, alat atau bahan; dan ketiga, sumber belajar yang digunakan.
Oleh karena itu, guru harus memahami secara benar pengertian media, alat, bahan, dan
sumber belajar.

Adapun beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pemilihan media yaitu;
pertama, pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai; kedua, pemilihan
media harus berdasarkan konsep yang jelas; ketiga, pemilihan media harus disesuaikan
dengan karakteristik siswa; keempat, pemilihan media harus sesuai dengan gaya belajar
siswa serta gaya dan kemampuan guru; dan kelima, pemilihan media harus sesuai dengan
kondisi lingkungan, pasilitas, dan waktu yang tersedia untuk kebutuhan pembelajaran.
disamping itu, sejumlah pertimbangan dalam memilih media pembelajaran yang tepat dapat
kita rumuskan dala satu kata ACTION, yaitu akronim dari; access, cost, technologi,
interaktivity, oerganization, dan novelty.

8. Langkah-langkah Pembelajaran

Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat pendahuluan atau kegiatan awal


kegiatan inti, dan kegiatan penutup, dan masing-masing disertai alokasi waktu yang
dibutuhkan. Akan tetapi dimungkinkan dalam seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan
karakteristik model yang dipilih, menggunakan sintaks yang sesuai dengan modelnya. Selain
itu, apabila kegiatan disiapkan untuk lebih dari satu kali pertemuan, hendaknya diperjelas
pertemuan ke-1 dan pertemuan ke-2 atau seterusnya.

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengakaman belajar yang


melibatkan proses mental dan pisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didi dengan
guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian KD. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran yaitu; pertama, kegiatan
pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada peserta didik, khususnya guru,
agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. Kedua, kegiatan
pembelajaran memuat rangkaian kegiatan manajerial yang dilakukan guru, agar peserta
didik dapat melakukan kegiatan seperti disilabus. Ketiga, kegiatan pembelajaran untuk
setiap pertemuan merupakan skenario langkah-langkah guru dalam membuat peserta didik
aktif belajar. Kegiatan ini diorganisasikan menjadi kegiatan; pendahuluan, inti, dan penutup.
Kegiatan inti dijabarkan lebih lanjut menjadi perincian dari kegiatan ekplorasi, elaborasi, dan
komfirmasi, yakni; mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasikan, dan
mengomunikasikan. Untuk pembelajaran yang bertujuan menguasai prosedur untuk
melakuakan sesuatu, kegiatan pembelajaran dapat berupa pemodelan atau demonstrasi
oleh guru atau akhli, peniruan oleh peserta didik, pengecekan dan pemberia umpat balik
oleh guru, dan pelatihan lanjutan.

9. Penilaian

Di dalam silabus telah ditentukan jenis penilaiannya. Penilaian pencapaian KD


peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes
dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap,
penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/ produk, penggunaan portopolio, dan
penilaian diri. Oleh karena pada setiap pembelajaran peserta didik didorong untuk
menghasilkan karya, maka penyajian portopolio merupakan cara penilaian yang harus
dilakukan untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Penilaian meruakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, enganalisis dan


menfsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara
sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam
pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merancang penilaian, yaitu;
pertama, penilaian diareahkan untuk mengukur pencapaian. Kedua, kompetensi yaitu KD-KD
pada KI-3 dan KI-4 kegiga, penilaian menggunakan acuan kreteria, yaitu berdasarkan apa
yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk
menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya; keempat, sistem yang direncanakan
adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indiator ditagih,
kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang telah dimiliki dan yang belum, serta
untuk mengetahui kesulitan peserta didik. kelima, hasil penilaian dianalisis untuk
menentukan tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program
remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah ketuntasan, dan
program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan. Keenam, sistem
penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses
pembelajaran.

10. pengesahan

Bagian pengesahan menyajikan tanda tangan dari pihak yang bertanggung jawab terhadap
penyusunan RPP, yaitu guru; dan pimpinan secara administratif yang mengetahui sekaligus
sebagai penanggung jawab dan supervisor atas kinerja guru dimaksud yaitu kepala sekolah.

Anda mungkin juga menyukai