LAPORAN PENDAHULUAN
PEMBERIAN LATIHAN RENTANG GERAK PASIF (ROM)
Diajukan sebagai Syarat untuk Memenuhi
Tugas Program Profesi Ners Mata Kuliah Praktik Keperawatan Dasar (PPK
D)
DISUSUN OLEH :
Soffani Nur Maydah
R.[Link]
YAYASAN INDRA HUSADA
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDRAMAYU
PROGRAM PROFESI NERS
2024
Nama Mahasiswa : Soffani Nur Maydah
NIM : R240418010
Tanggal : 13 Oktober 2024
Nama Pasien :
Diagnosa Medis :
Ruangan : Nyimas Gandasari 3
A. Pengertian
Menurut potter and perry tahun 2010 range of motion (ROM) merupakan j
umlah pergerakan maksimum yang dapat dilakukan pada sendi di salah satu tiga b
idang yaitu frontal, sagital atau transversal. bidang frontal merupakan bagian yang
membagi tubuh menjadi ke depan dan ke belakang. bidang digital merupakan bagi
an yang membagi tubuh menjadi sisi kanan dan sisi kiri sedangkan bidang transve
rsal merupakan bidang horizontal yang membagi tubuh menjadi bagian atas dan b
awah.
Range of motion merupakan latihan yang digunakan untuk mempertahank
an atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan untuk menggerakkan per
sendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tenis otot
( Olivia, Mahdalena dan Rahmawati 2017).
Range of Motion merupakan prosedur dan usaha untuk memenuhi kebutuh
an fisik terutama aktivitas gerak (mobilisasi) untuk pasien dengan keterbatasan ge
rak (Suratun, 2008). Latihan yang dilakukan untuk mempertahankan atau tingkat
kesempurnaan kemampuan menggerakan persendian secara normal dan lengkap u
ntuk meningkatkan massa otot dan tonus otot (Potter & Perry, 2005).
Latihan range of motion ROM adalah latihan yang dilakukan untuk memp
ertahankan atau memperbaiki tingkat kesempurnaan kemampuan menggerakkan p
ersendian secara normal dan lengkap untuk meningkatkan massa otot dan tonus. la
tihan ROM biasanya dilakukan pada pasien semikoma dan tidak sadar, pasien den
gan keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan
rentang gerak dengan mandiri, pasien tirabaring total atau pasien dengan paralisis
ekstremitas total. latihan ini bertujuan mempertahankan atau memelihara kekuatan
otot, memelihara mobilitas persendian, merangsang sirkulasi darah dan mencegah
kelainan bentuk ( Derisokn et al, 2016 ).
B. Tujuan
Tujuan dilakukan latihan ROM :
- Memelihara dan mempertahankan kekuatan otot
- Memelihara mobilitas persendian
- Menstimulasi persendian
- Mencegah kontraktur dan kekakuan sendi
- Memperbaiki tonus otot
- Meningkatkan massaotot
- Memperlancar sirkulasi darah
C. Masalah Keperawatan
1. Gangguan Mobilitas Fisik b.d Penurunan kekuatan otot
2. Gangguan Integritas Kulit b.d Neuoropati perifer
3. Resiko Infeksi b.d penyakit kronis
D. Indikasi
Menurut Padhila (2013) indikasi dilakukan ROM antara lain
1. Pasien stroke atau penurunan kesadaran
2. kelemahan otot
3. tahap rehabilitasi fisik
4. pasien dengan tirah baring lama
sedangkan indikasi dilakukan ROM menurut penelitian Fitriyani (2015) yaitu
ROM Pasif (PROM)
a. pada daerah di mana terdapat inflamasi jaringan akut yang apabila dilakukan
pergerakan aktif akan menghambat proses penyembuhan.
b. ketika pasien tidak dapat atau tidak diperbolehkan untuk bergerak aktif pada
ruas atau seluruh tubuh misalnya keadaan, kelumpuhan atau bedrest total
E. Implementasi
Prosedur Kegiatan
Persiapan Klien 1. Menjelaskan pada klien mengenai tujuan d
ari tindakan keperawatan yang diberikan k
epada klien
2. Kaji kembali keluhan klien dan disesuaika
n dengan indikasi, serta rencana tindakan y
ang ingin diberikan kepada klien
3. Kontrak waktu dengan klien : kapan pelaks
anaan dan berapa lama pelaksanaan tindak
an keperawatan
Pelaksanaan Fase Orientasi
1. Mengucapkan salam kepada klien
2. Mengidendifikasi klien dengan ; nama, tan
ggal lahir, nomor rekam medis (nrm) klien
3. Memvalidasi kontrak waktu yang telah dis
epakati
Fase Kerja
4. Menutup sampiran/gordyn
5. Mencuci tangan
6. Latihan ROM lengan
a. Lengan bawah fleksi, sehingga telapak
tangan dan jari jari tangan pada posisi
vertikal.
b. Lakukan gerak fleksi kedepan pada per
gelangan.
c. Lakukan gerakan fleksi ke belakang pa
da pergelangan tangan pasien.
d. Ulangi gerakan tersebut sampai 8 kali.
7. Latihan ROM siku
a. Posisi tangan pasien sejajar dengan tub
uh dengan telapak tangan menghadap k
eatas.
b. Lakukan gerakan fleksi sikudengan me
ngangkat lengan bawah kearah atas.
c. Kembalikan ke posisi semula dan ulan
gi sebanyak 8 kali.
8. Latihan pronasi lengan bawah
a. Perawat memutar lengan bawah pasien
kearah luar atau ke arah perawat. b. Ke
mbalikan ke posisi semula. c. Lakukan
gerakan supinasi, perawat memutar len
gan bawah pasien kearah dalam. d. Ke
mbalikan ke posisi semula, lakukan ger
akan 8 kali.
9. Latihan fleksi dan ekstensi bahu
a. Mengangkat lengan klien ke atas sehin
gga posisi tangan klien tegak lurus.
b. Kembalikan ke posisi semula dan laku
kan sebanyak 8 kali.
10. Abduksi dan adduksi bahu
a. Posisi lengan pasien sejajar dengan tub
uh telapak tangan menghadap keatas.
b. Gerakkan tangan menjauhi tubuh, kem
balikan ke posisi semula, ulangi geraka
n 8 kali.
11. Latihan rotasi bahu
a. Posisi lengan kanan bawah pasien tega
k lurus dengan lengan fleksi.
b. Gerakkan lengan bawah ke arah depan
atau ke bawah sehingga menyentuh te
mpat tidur.
c. Kembalikan ke possi semula.
d. Perawat menggerakkan lengan bawah
ke belakang sampai punggung tangan
menyentuh tempat tidur.
e. Ulangi gerakan 8 kali.
12. Latihan fleksi dan ekstensi jari kaki
a. Posisi kaki pasien lurus.
b. Lakukan gerakan fleksi jari jari ke dep
an atau jari jari menghadap ke arah per
mukaan tempat tidur.
c. Lakukan gerakan ekstensi jari dengan
menggerakkan jari jari kebelakang.
d. Ulangi kegiatan 8 kali
13. Latihan inversi dan eversi kaki
a. Posisikan kaki klien dalam posisi ekste
nsi.
b. Gerakkan kaki klien kearah dalam sehi
ngga telapak kaki menghadap kearah k
aki lainnya.
c. Kembalikan ke posisi semula.
d. Lakukan gerakan memutar kearah luar
sehingga telapak kaki menjauhi kaki lai
nnya.
e. Kembalikan ke posisi semula.
f. Ulangi sebanyak 8 kali.
14. Latihan fleksi dan ekstensi lutut
a. Perawat mengangkat kaki klien dengan
tinggi 8 cm kemudian tekuk lutut keara
h dada.
b. Lakukan gerakan ekstensi lutut, dengan
menurunkan kaki klien kebawah dan k
embalikan ke posisi semula.
c. Ulangi kegiatan sebanyak 8 kali.
15. Latihan adduksi dan abduksi pangkal paha
a. Perawat mengangkat kaki klien dengan
tinggi 8 cm.
b. Angkat kaki klien kearah samping men
jauhi tubuh.
c. Lakukan gerakan abduksi dengan men
gangkat kaki dan arahkan mendekati tu
buh.
d. Ulangi sampai 8 kali.
16. Mencuci tangan
Fase Terminasi
17. Mengevaluasi perasaan klien setelah dilak
ukannya tindakan keperawatan
18. Mengevaluasi secara subyektif adanya per
ubahan saat atau setelah dilakukan tindaka
n keperawatan
19. Kontak waktu untuk tindak lanjut untuk tin
dakan keperawatan selanjutnya
20. Mengucapkan salam kepada klien
21. Mendokumentasikan tindakan keperawata
n yang telah diberikan kepada klien (di ner
s station)
F. Dokumentasi
S : pasien mengatakan sedikit nyeri dan kekakuan sedikit berkurang
O : ttv dalam rentang normal
A : Lanjutkan pelatihan rentang
P : Masalah Teratasi
DAFTAR PUSTAKA
Potter and Perry, 2010, Fundamental Of Nursing Edisi 7, Jakarta : Salemb
a Medik
Olivia, Y., Mahdalena, M., & Rahmawati, I, 2017, ‘Pengaruh Latihan Rang
e Of Motion (Rom) Aktif-Asistif (Spherical Grip) Terhadapat Peningkatan Kek
uatan Otot Ekstremitas Atas Pada Pasien Stroke Di Ruang Rawat Inap Penyakit
Syaraf (Seruni) Rsud Ulin Banjarmasin’, Dinamika Kesehatan Jurnal Kebidan
an dan Keperawatan, 8(1), 250-257.
Derison Marsinova Baskara, Surani Warsito. 2016. Latihan Range Of Moti
on (ROM) terhadap rentang sendi pasien paca stroke. Idea Nursing Journal, 7
(2): 12-18.
UEU Digital Repository [Link] › ...PDF Lampiran 4
SOP ROM AKTIF / PASIF Prosedur Kegiatan Persiapan