0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Prototipe Sistem Observasi Cuaca Otomatis

Diunggah oleh

Gerry Here
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan8 halaman

Prototipe Sistem Observasi Cuaca Otomatis

Diunggah oleh

Gerry Here
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

1| ISSN: XXXX-XXXX

Rancang Bangun Prototipe Automated Weather Observation System


Berbasis Arduino Dan Website

Development of Arduino and Website – based Automatic Weather


Observation System Prototype

Muhammad Akbar Samjaya Aris, Kurniaty Atmia, Ahmad Rossydi

Politeknik Penerbangan Makassar


Jalan Salodong, Untia, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90241
Email: akbarsamjayaaris19@[Link]

ABSTRAK
Cuaca merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari setiap manusia. Saat ini, seringnya
terjadi perubahan cuaca, sangat dibutuhkan alat yang memantau memantau kondisi cuaca di lingkungan
sekitar secara realtime. Automated Weather Observation System (AWOS) secara umum berguna
memberikan informasi tentang kondisi cuaca. Secara khusus alat ini memberikan informasi suhu,
kelembaban, tekanan udara, curah hujan , kecepatan udara dan arah angin.
Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian rekayasa teknik. Penelitian rekayasa
teknik merupakan jenis penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian terhadap sebuah
produk berdasarkan pendekatan keteknikan. Prototype stasiun cuaca dirancang dengan Arduino
UNO sebagai pengolah data. Sensor suhu dan kelembaban menggunakan DHT-22, sensor tekanan udara
BMP-180, pengukur curah hujan jenis tipping bucket dengan sensor Optocopler. Sensor ukur kecepatan
angin dan arah angin menggunakan Hall effect sensor dan Optocopler Sensor. Data-data tersebut
ditransmisi menggunakan ESP-01 ke internet, kemudian ditampilkan melalui laman website
menggunakan MySQL.
Hasil Penelitian pada Rancangan simulasi Automated Weather Observation System(AWOS),
sensor dapat bekerja dengan baik tetapi dalam melakukan proses pengiriman data melalui jaringan
internet masih mendapati delay untuk di tampilkan pada Website. Prototype ini dapat mempermudah
penggunaan sebesar 75%. Pengukuran pada sensor dapat bekerja dengan baik.

Kata kunci: AWOS, Arduino UNO, Wifi, MySQL,cPanel

ABSTRAC
Weather is a part of every human's daily life. Currently, there are frequent changes in the
weather, a tool is needed that monitors the weather conditions in the surrounding environment in real
time. The Automated Weather Observation System (AWOS) is generally useful in providing
information about weather conditions. In particular, this tool provides information on temperature,
humidity, air pressure, rainfall, air speed and wind direction.
In this study, using engineering research methods. Engineering research is a type of research
used in conducting research on a product based on an engineering approach. The prototype of the
weather station was designed with Arduino UNO as a data processor. The temperature and humidity
sensor uses a DHT-22, a BMP-180 air pressure sensor, a tipping bucket type rainfall gauge with an
optocoupler sensor. The sensor measures wind speed and wind direction using a Hall effect sensor
and an optocoupler sensor. The data is transmitted using ESP-01 to the internet, then displayed on a
website page using MySQL.
The results of the research on the simulation design of the Automated Weather Observation
System (AWOS), the sensor can work well but in the process of sending data through the internet
network it still finds delays to be displayed on the website. This prototype can simplify use by 75%.
Measurements on the sensor can work well.

Keywords: AWOS, Arduino Uno, Wifi, MySQL,cPanel


2| ISSN: XXXX-XXXX

A. PENDAHULUAN Data Processor (CDP) yang akan


Automated Weather Observing System menyimpan dan menyajikan data
(AWOS) adalah instrumentasi pengamatan pengamatan. sensor-sensor yang terpasang
cuaca otomatis yang ditempatkan di bandara pada AWOS. Sensor tersebut antara lain
untuk mendapatkan data unsur-unsur cuaca
untuk mengukur arah dan kecepatan angin,
secara otomatis. Parameter cuaca diukur oleh
tekanan, suhu, kelembaban, hujan, awan,
cuaca, mengirimkannya hasil
dan jarak pandang. Masing-masing sensor
pengukuran ke Data Collections Platform
mengukur parameter
(DCP) kemudian akan diproses oleh Central
2. Barometer
B. TEORI SINGKAT Ika Lestari (2021), Alat ini diciptakan
Berikut komponen hardware dan software pertama kali pada tahun 1643 ditemukan
yang digunakan adalah oleh Evangelista Torricelli, namun mulai
1. Anemometer digunakan di bidang prakiraan cuaca pada
Fakhrur Razi (2021), Kata akhir abad [Link] adalah instrumen
anemometer berasal dari bahasa Yunani ilmiah yang digunakan untuk
yaitu anemos yang berarti angin dan mengukur tekanan udara di lingkungan
metritis yang berarti pengukuran. tertentu. Kecenderungan tekanan dapat
anemometer yang dibuat oleh Alberti meramalkan perubahan jangka pendek
berupa piringan yang terdapat tulisan arah dalam cuaca. Banyak pengukuran tekanan
8 mata angin sebagai tanda dari mana udara digunakan dalam analisis cuaca
angin tersebut berhembus. Sedangkan arah permukaan untuk membantu menemukan
dari piringan menandakan kecepatan palung permukaan, sistem tekanan dan
angin. batas frontal.
Anemometer mekanik mengandalkan 3. Temperature
bagian yang bergerak untuk mengukur Menurut Aris Kurniawan (2022),
arah dan kecepatan angin. Dalam Suhu adalah besaran yang menyatakan
merancang alat tersebut kita menggunakan derajat panas dingin suatu benda dan alat
sensor seperti di bawah ini: yang digunakan untuk mengukur suhu
a. Half Effect Sensor adalah thermometer. Termometer adalah
Heri MS, (2021), Pengertian Hall alat yang digunakan untuk mengukur suhu
Sensor (Sensor Jarak) – Half Effect (temperatur), ataupun perubahan suhu(oC)
Sensor atau dalam bahasa Indonesia dan kelembapan(hPa). Dalam merancang
disebut dengan sensor efek hall alat tersebut dibutuh kan sensor yang
merupakan komponen jenis mendukung mendeteksi suhu dan
transduser yang memiliki kemampuan kelembapan Seperti DHT 22.
untuk mengubah informasi magnetik 4. Tipping bucket
menjadi sinyal listrik untuk Novianta, M., (2011) membuat sistem
pemrosesan rangkaian elektronik data logger curah hujan dengan model
berikutnya. Sensor yang ini digunakan tipping bucket berbasis mikrokontroller.
seabgai sensor Wind Directional Penakar curah hujan dibagi menjadi 2
Detector. golongan besar, yaitu Tipe Manual dan
b. Optocopler Tipe Otomatis. Pengukuran yang
Yudistiro Ardi Nugroho (2011), dilakukan dengan tipping bucket cocok
Sensor Optocoupler merupakan alat untuk akumulasi hujan yang berjumlah di
yang digunakan untuk mendeteksi atas 200 mm/jam atau lebih. Mengguanakan
perubahan sinar inframerah. Sensor ini sensor Half Effect
digunakan sebagai sensor Wind Speed 5. MySQL
Detector. Menurut Arief, [Link].
(2011d:152) “MySQL adalah salah satu
jenis database server yang sangat terkenal
3| ISSN: XXXX-XXXX

dan banyak digunakan untuk membangun


aplikasi web yang menggunakan database
sebagai sumber dan pengolahan datanya”.
6. cPanel
Menurut Ridho Nastainullah, (2020)
cPanel adalah dashboard yang akan
membantu Anda mengelola akun hosting
Anda. Ini beroperasi mirip dengan desktop
di komputer Anda, di mana Anda akan
menemukan ikon dan berbagai program
yang dapat Anda gunakan untuk
menyelesaikan tugas-tugas tertentu.
7. Arduino UNO
Menurut Budiharto (2010), Arduino Gambar 1. Blok Diagram Rancangan
merupakan suatu papan rangkaian
elektronik open source yang di dalamnya Perancangan alat ini tediri dari
menggunakan komponen utama beberapa bagian utama, Yaitu Arduino
berupa chip mikrokontroler jenis AVR UNO sebagai mikrokontroller, Modul
yang diproduksi oleh perusahaan Atmel. DHT-22 sebagai Sensor Suhu dan
8. XL4016 kelembapan, Reed Switch Sensor sebagai
Menurut Darmawan Sarwanto, 2015, Sensor Curah Hujan, Modul BMP-180
menerapkan bahwa “stepdown yaitu sebagai Sensor Tekanan Udara, Hall effect
pengubah daya dc-dc tipe perilahan atau sensor sebagai Sensor penunjuk Arah
sering disebut juga dc cchopper Angin, Sensor Optocopler sebagai Sensor
dimanfaatkan untuk menyediakan mendeteksi Kecepatan Angin, ESP8266
tegangan keluaran dc yang bervariasi sebagai modul Wifi, Power Supply sebagai
besarannya sesuai dengan permintaan penyuplai tegangan listrik pada
pada bebab”. mikrokontroler Arduino UNO, dan
9. ESP-01 website.
B. Cara Kerja Instrumen/Alat
Tedy Tri Saputro (2017), NodeMCU
adalah sebuah platform IoT yang Perancangan Simulasi alat Automated
bersifat opensource. ESP8266 disebut Wheater Observation System.
sebagai System On Chip (SOC) yang Perancangan ini terdiri dari sebuah proses
memiliki kemampuan untuk terhubung yang secara garis besar meliputi langkah-
dengan jaringan TCP/IP via Wi-Fi selain langkah operasi dalam proses pengolahan
kemampuan layaknya mikrokontroler data dan posedur untuk mendukung
sebagai sebuah “otak” dan pengendali di operasi sistem. Dua bagian, yaitu
dalam dunia elektronika embedded. perancangan Perangkat Keras (Hardware)
dan Perancangan Perangkat Lunak
C. METODE PENELITIAN (Software). Perancangan Perangkat Keras
A. Desain Penelitain ini meliputi Sistem Arduino dan Perangkat
Metodologi penelitian yang digunakan Lunak ini meliputi pada bahasa
oleh peneliti adalah rekayasa teknik. pemrograman Arduino dan Website.
Penelitian rekayasa teknik merupakan
jenis penelitian yang digunakan dalam
melakukan penelitian terhadap sebuah
produk berdasarkan pendekatan
keteknikan (Surwanto, 2015).
4| ISSN: XXXX-XXXX

menangkap cuaca sekitar, sensor akan kembali


mendeteksi cuaca sekitar. Apabila berhasil data
yang di tangkap akan di teruskan kembali ke
sensor mikrokontroler untuk di olah dan akan di
teruskan Ke modul internet untuk dapat
mengirimkan data ke Website melalui internet.
Selanjutnya Website akan menerima data, untuk
dapat membuka Website untuk dapat masuk
pada laman Website. Apabila telah terhubung
halaman Website akan menerima data yang di
kirimkan dari alat apa bila belum berhasil
Website akan mencoba lagi menghubungkan
apa bila berhasil data akan di olah kembali
untuk di teruskan ke tampilan Monitoring dan
Database.
D. HASIL PENELITIAN
Gambar 2. Flowchart Hardware Pada bab sebelumnya telah dijelaskan
rancangan sistem yang digunakan dalam
pembuatan Automated Weather Observation
System berbasis Arduino dan Website. Konsep
dasar dari pembuatan rancangan ini adalah
menggunakan Perangkat keras dan Perangkat
lunak
A. Instalasi Alat
Adapun tahapan awal yang dilakukan
dalam pembuatan hardware diantaranya
proses pembuatan rancangan AWOS.
Melakukan desain rancangan pemasangan
sensor pada mikrokontroler.

Gambar 3. Flowchart Softeware


Pada flowchart di atas dapat
dijelaskan dimulai dari mikrokontroler
memulai dalam instalasi dan akan di akan
melakukan inisialisasi untuk mengaktifkan Gambar 4. Rancangan Alat
sensor, mikrokontroler akan mengirimkan Selanjutnya memasang Modul XH-
data ke sensor sensor untuk memulai ,M404 DC-DC Step Down, ESP-01,
pembacaan dan selanjutnya akan Sensor DHT-22, BMP-180, Optocopler,
membaca cuaca sekitar alat. Selanjutnya Half Effect Sensor. Selanjutnya
untuk meneruskan hasil tangkapan akan di menghubungkan tiap modul ke
olah kembali apa bila belum berhasil
5| ISSN: XXXX-XXXX

mikrokontroler agar sensor dapat


berfungsi.
Selanjutnya proses perangkat lunak
atau Software untuk alat dapat berfungsi
sesuai dengan yang diinginkan, masukkan
coding pada tiap sensor yang di input oleh
aplikasi Arduino IDE. Setelah coding
telah di input pada alat di lakukan uji coba Gambar 6. Tampilan Login
yang dapat di lihat hasilnya pada Serial
Monitor

Gambar 7. Tampilan Monitoring AWOS

Gambar 5. hasil tangkapan Serial Monitor


Untuk dapat menghubungkan alat ke
website monitoring memasukkan coding pada
ESP-01 yang tersambung pada alat untuk
dapat terhubung ke internet.
[Link]("Connected to server");
// Make a HTTP request Gambar 8. Tampilan Database
//[Link]("GET B. Pengujian Keseluruhan Alat
/api_sensor.php?suhu=50&lembap=44
HTTP/1.1"); Sebelum melakukan uji coba pada
[Link]("GET alat. Alat akan dihubungkan ke internet
/api_sensor.php?sh="+Suhu+"&lb="+kelembapan dan akan terhubung langsung ke Website
+"&ps="+Pressure+"&ps2="+Pressure2 dan menerima data yang di tangkap oleh
+"&at="+Altitude+"&at2="+Altitude2 [Link] dilakukan dengan
pengamatan secara langsung dalam waktu
+"&ch="+Curah_hujan+"&jt="+Jumlah_tip pengamatan dari pukul 05.00 hingga 17.00
+"&an="+kecepatan_angin
waktu setempat dengan rentang waktu 60
+"&wn="+Mata_Angin
+" HTTP/1.1"); menit. Pertama melakukan pengujian
[Link]("Host: DHT-22 hasil pengujian dapat di lihat
[Link]"); pada tabel di bawah ini:
[Link]("Connection: close"); Tabel 1. Hasil Pengujian DHT-22
[Link]();
Waktu Suhu Kelembapan
Langkah selanjutnya membuat Website
sebagai monitoring dan database. Tahapan 05.00 25oC 94%
awal membuat website pertama kita perlu 06.00 25oC 93%
membuat Hosting dan domain yang ada pada 07.00 25oC 94%
“[Link]” untuk dapat membuat laman 08.00 27oC 90%
website yang kita inginkan seperti “telnav- 09.00 28oC 83%
[Link].” selanjutnya akan membuat 10.00 29oC 76%
tampilan dan database monitoringnya kita 11.00 30oC 73%
12.00 31oC 72%
dapat mengunduhnya pada “[Link]”
13.00 31oC 72%
setelah mendapatkan tampilan yang kita
14.00 30oC 74%
inginkan kita dapat melakukan editing pada
15.00 29oC 79%
tampilan agar dapat sesuai dengan kebutuhan.
16.00 28oC 83%
Dan menambahakan database agar dapat 17.00 27oC 87%
menyimpan data yang di terima .
6| ISSN: XXXX-XXXX

Hujan. Hasil uji coba dapat di lihat pada


gambar dan tabel di bawah ini:
Tabel 3. Pengujian Sensor Curah Hujan
Waktu Jumlah air Jumlah tip
16:20 100 ml 70
Gambar 9. Hasil DHT-22 16:30 50 ml 31
Pada pengujian terjadi perbedaan
hasil. Terdapat kenaikan dan penurunan
suhu dan kelembapan tersebut sehingga
dapat di nilai suhu dan kelembapan yang
di terima oleh sensor cukup akurat.
Selanjutnya Uji sensor BMP-180. Hasil
tangkapan dapat di lihat pada gambar dan
tabel di bawah ini: Gambar 11. Hasil Curah Hujan
Tabel 2. Pengukuran Barometer Hasil percobaan sudah sesuai dengan
Sea level Altitude teori pada penakar hujan jenis tipping
Waktu Pressure
Preasure bucket. Pada hasil diatas terbukti bahwa
05.00 100589Pa 45.39meters sensor half effect sensor dapat mendeteksi
gerakan tipping bucket untuk menghitung
06.00 100819Pa 42.96meters jumlah curah hujan. Walaupun beberapa
kali sensor tidak dapat membaca tetapi
07.00 100828Pa 41.38meters
sensor ini dapat di bilang presisi.
08.00 100755Pa 47.06meters Selanjutnya melakukan uji coba pada
09.00 100751Pa 47.73meters
Anemometer. Anemometer terdapat dua
alat pendeteksi yaitu pendeteksi
10.00 100753Pa 48.15meters Kecepatan angin dan arah angin. Hasil Uji
11.00 100598Pa 60.46meters coba dapat di lihat pada gambar dan tabel
berikut:
12.00 100600Pa 60.62meters Tabel 4. Pengujian Kecepatan Angin
13.00 100598Pa 61.04meters Waktu Kecepatan Angin
05.00 0m/s
14.00 100589Pa 61.37meters
06.00 0.57m/s
15.00 100591Pa 61.54meters 07.00 0.57m/s
08.00 1.7m/s
16.00 100720Pa 50.33meters
09.00 1.13m/s
17.00 100722Pa 49.99meters 10.00 1.13Pa
11.00 0m/s
12.00 0m/s
13.00 1.7m/s
14.00 1.13m/s
15.00 2.26m/s
16.00 2.83m/s
17.00 3.96m/s

Gambar 10. Hasil Pembacaan BMP-180


Pada pengujian terjadi perbedaan
hasil. Terdapat kenaikan dan penurunan
preasure tersebut sehingga dapat di nilai
Preasure yang di terima oleh sensor cukup
Gambar 12. Hasil Tangkapan Kecepatan angin
akurat. Selanjutnya pengujian Curah
7| ISSN: XXXX-XXXX

membuat coding program, Mysql untuk


Database. Diptrace untuk desain rangkain
papan minimum rangkaian.
F. DAFTAR PUSTAKA
Aldy Razor, 2020 “Pengertian Arduino Menurut
Para Ahli, Wikipedia, dan Brainly”
Gambar 13. Hasil Sensor Arah Angin [Link]

Aris kurniawan, 2022. “Pengertian Suhu beserta


alat ukurnya” [Link], di akses
pada tanggal 6 April 2022

Arief, [Link]. 2011. Pemrograman Web


Dinamis Menggunakan Php dan Mysql.
Yogyakarta: ANDI

Budiharto, (2010) “Pengertian Arduino Menurut


Para Ahli“ [Link]

Bosch Sensortec, 2013, “BMP180 Digital Pressure


Sensor”, [Link] BMP180

Casely, D. dan Kumar, K. 1987. “Project Monitoring


Gambar 14. Pengujian Sensor Arah Mata Angin and Evaluation in Agriculture” Baltimore :
John Hopkins.
Hasil pengujian dari kedua sensor
dapat membaca dengan baik sehingga kita Coki Sidari, 2016. “Pengertian Monitoring
Menurut Para Ahli” , [Link]
dapat menarik kesimpulan pada uji coba
[Link], diakses pada 4 April 2022
yaitu sensor dapat menangkap dengan pukul 09.47
akurat.
E. KESIMPULAN Darmawan Sarwanto, 2015. “Rekayasa Teknik”
ITB Bandung 2015
Kesimpulan dari hasil perancangan
Automated weataher observatioan system Dosen Pendidikan 2, 2022
menggunakan Arduino uno dan ESP-01 [Link]
adalah sebagai berikut;
Elektronika, Lab., 2017. “Arduino Mega 2560
[Link] hasil rancangan penelitian tentang Mikrokontroler ATMEGA2560”,
Simulasi Automated Weather Observation [Link] diakses pada 5
System berbasis Arduino dan Website, November 2021 Pukul 20.45
berhasil penelitian membuat rancangan Fakhrur Razi, 2021. “RANCANG BANGUN
dengan menggunakan sensor curah hujan, ANEMOMETER UNTUK MENGUKUR
sensor kecepatan dan arah angin, sensor KECEPATAN UDARA”
suhu dan kelembapan menangkap data dan
Hidayat, 2007, ”Stasiun Cuaca Mini Berbasis
meneruskan data ke website dengan baik. Mikrokontroler MC68HC908QB8”.
Walapun masih terdapat delay dalam Universitas Sanata Dharma.
pembaruan data pada Website Monitoring
dikarenakan proses mengelola data pada Heri MS, 2021 “Hall Effect Sensor”
[Link] Diakses pada 4 April
Arduino. 2022 pukul 10.26
[Link] kerja Rancangan alat detektor
berhasil mendeteksi Temperatur, Ika Lestari, 2021. “Barometer: Pengertian Hingga
Fungsinya Dalam Kehidupan Sehari–hari”
Anemometer, Barometer, dan sensor curah
[Link] diakses tanggal 4 April
hujan. Software yang digunakan dalam 2022 Pukul 10.46
perancangan ini adalah Arduino Ide untuk
8| ISSN: XXXX-XXXX

Maulana Putra, 2020. “Mengenal AWOS Sistem


Pengamtan Cuaca Otomatis untuk layanan
Informasi Cuaca Penerbangan”, [Link]
bukukita [Link] diakses pada tanggal 4
April 2022 pukul 10.04

Materi Dosen, 2020 “ 9 Pengertian Software


Menurut Para Ahli”
[Link] di akses pada 4
April 2022

Maxdetect “Digital relative humidity &


temperature sensor RHT03”
[Link] tanggal akses
30 Oktober 2016

Novianta, M. (2011). Sistem Data Logger Curah


Hujan Dengan Model Tipping Bucket
Berbasis Mikrokontroller. Jurnal Teknologi,
4(2), 160-166

Novi Hardita Larasti, 2020. “Pengertian Suhu”


[Link] di akses pada tanggal 25
April 2022

Ojel, 2021. “Hardware Adalah”,


/[Link], diakses pada 6
November 2021 Pukul 22.34

Pressman, Roger S., Ph.D. 2002. Rekayasa


Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku
Satu). Yogyakarta: ANDI.

Ridho Nastainullah, 2020. “Apa Itu cPanel dalam


Dunia Website dan Manfaatnya”
[Link]
Syarif Hidayahtullah, Sunan, 2020. “Pengertian
Power Supply Switching dan Cara Kerjanya”,
[Link] akses pada 6
November 2021 Pukul 12.5

Staklim Banjarbaru, 2008, “(AWS) Automatic


Weather Stations”
[Link] tanggal akses
16 Agustus 2016

Tedy Tri Saputro, 2017 “Mengenal NodeMCU:


Pertemuan Pertama” Mengenal NodeMCU:
Pertemuan Pertama - [Link]

Y. M. V. Galih Purwito Adi, 2014. “Monitoring


Suhu 4 Channel Jarak Jauh Berbasis Arduino
Uno”. Universitas Sanata Dharma

Yudistiro Ardi Nugroho, 2011 “PENERAPAN


SENSOR OPTOCOUPLER PADA ALAT
PENGUKUR KECEPATAN ANGIN
BERBASIS MIKROKONTROLER AVR
ATmega8535” Universitas Negeri Semarang
2011

Anda mungkin juga menyukai