0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Karakteristik Tenaga Pengajar Efektif

Diunggah oleh

Desima Maranatha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
13 tayangan4 halaman

Karakteristik Tenaga Pengajar Efektif

Diunggah oleh

Desima Maranatha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai TXT, PDF, TXT atau baca online di Scribd

# The Characteristics of Teaching Forces dalam Buku TEACHERS AND EDUCATIONAL

QUALITY: MONITORING GLOBAL NEEDS FOR 2015 UNESCO

## A. Pendahuluan

Dalam konteks pendidikan global, kualitas pengajaran menjadi faktor kunci dalam
menentukan keberhasilan sistem pendidikan. Buku "Teachers and Educational Quality:
Monitoring Global Needs for 2015" yang diterbitkan oleh UNESCO memberikan wawasan
mendalam mengenai karakteristik tenaga pengajar yang diperlukan untuk meningkatkan
kualitas pendidikan di seluruh dunia. Dalam bab ini, kita akan membahas pentingnya
karakteristik tenaga pengajar dan bagaimana hal ini berkontribusi terhadap kualitas
pendidikan yang lebih baik.

Data dari UNESCO menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 60 juta guru yang dibutuhkan
di seluruh dunia untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dasar dan menengah (UNESCO,
2014). Namun, tidak semua guru memiliki kualifikasi dan keterampilan yang
diperlukan untuk mengajar secara efektif. Oleh karena itu, penting untuk memahami
karakteristik yang harus dimiliki oleh tenaga pengajar agar dapat memenuhi
kebutuhan pendidikan yang terus berkembang di era globalisasi ini.

Karakteristik tenaga pengajar yang baik tidak hanya mencakup kualifikasi akademik,
tetapi juga kemampuan interpersonal, keterampilan pedagogis, dan pemahaman terhadap
konteks lokal. Misalnya, guru yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan siswa yang
beragam akan lebih efektif dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
Penelitian menunjukkan bahwa guru yang memiliki keterampilan komunikasi yang baik
dapat meningkatkan keterlibatan siswa dan hasil belajar (Hattie, 2009).

Selain itu, dalam konteks global, karakteristik tenaga pengajar juga harus
mencerminkan keberagaman budaya dan sosial. Di banyak negara, siswa berasal dari
latar belakang yang berbeda, dan guru harus mampu menghargai serta memahami
perbedaan ini untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan bermakna.
Oleh karena itu, pengembangan profesional bagi guru sangat penting untuk memastikan
mereka memiliki keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi tantangan ini.

Dengan mempertimbangkan berbagai aspek di atas, bab ini akan menyelidiki


karakteristik utama yang diperlukan oleh tenaga pengajar untuk meningkatkan
kualitas pendidikan, serta bagaimana hal ini dapat diukur dan diterapkan dalam
praktik pendidikan sehari-hari.

## B. Kualifikasi Akademik dan Pelatihan

Salah satu karakteristik utama dari tenaga pengajar yang efektif adalah kualifikasi
akademik yang memadai. Dalam buku UNESCO, ditekankan bahwa pendidikan guru harus
mencakup pelatihan yang komprehensif dan relevan untuk memastikan bahwa mereka
memiliki pengetahuan yang mendalam tentang subjek yang mereka ajarkan. Menurut data
dari OECD, negara-negara dengan sistem pendidikan yang kuat umumnya memiliki
persyaratan yang ketat untuk pendidikan guru (OECD, 2018).

Contoh nyata dapat dilihat di Finlandia, di mana semua guru diwajibkan memiliki
gelar master dalam bidang yang mereka ajarkan. Sistem ini telah terbukti
menghasilkan guru yang sangat kompeten dan mampu beradaptasi dengan berbagai metode
pengajaran. Hasilnya, Finlandia sering kali menduduki peringkat tinggi dalam
evaluasi internasional seperti PISA (Programme for International Student
Assessment).

Namun, kualifikasi akademik saja tidak cukup. Pelatihan berkelanjutan juga sangat
penting untuk memastikan bahwa guru tetap up-to-date dengan perkembangan terbaru
dalam pedagogi dan teknologi pendidikan. Program pelatihan yang efektif dapat
membantu guru mengembangkan keterampilan baru dan meningkatkan praktik mengajar
mereka. Misalnya, di Singapura, pemerintah telah mengembangkan program pelatihan
guru yang berfokus pada pembelajaran berbasis teknologi, yang memungkinkan guru
untuk memanfaatkan alat digital dalam pengajaran mereka (Tan, 2019).

Statistik menunjukkan bahwa guru yang mengikuti pelatihan berkelanjutan cenderung


memiliki hasil belajar siswa yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak
(Darling-Hammond et al., 2017). Oleh karena itu, penting bagi pemerintah dan
lembaga pendidikan untuk memberikan dukungan yang memadai dalam hal pelatihan dan
pengembangan profesional bagi tenaga pengajar.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan, perlu ada perhatian lebih besar
terhadap kualifikasi akademik dan pelatihan tenaga pengajar. Dengan memastikan
bahwa guru memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tepat, kita dapat menciptakan
lingkungan belajar yang lebih efektif dan mendukung perkembangan siswa.

## C. Keterampilan Pedagogis

Keterampilan pedagogis merupakan karakteristik penting lainnya yang harus dimiliki


oleh tenaga pengajar. Keterampilan ini mencakup kemampuan untuk merancang dan
melaksanakan proses pembelajaran yang efektif, serta menilai kemajuan siswa. Dalam
konteks pendidikan global, penting bagi guru untuk memiliki pendekatan yang beragam
dan fleksibel dalam mengajar, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan berbagai
jenis siswa.

Penelitian menunjukkan bahwa guru yang menggunakan berbagai metode pengajaran,


seperti pembelajaran kolaboratif dan pembelajaran berbasis proyek, dapat
meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa (Prince, 2004). Misalnya, di Kanada,
banyak sekolah yang menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis proyek, yang
memungkinkan siswa untuk bekerja dalam kelompok dan menyelesaikan tugas yang
relevan dengan dunia nyata. Hasilnya, siswa menunjukkan peningkatan dalam
keterampilan berpikir kritis dan kemampuan problem-solving.

Selain itu, guru juga harus mampu menyesuaikan metode pengajaran mereka dengan gaya
belajar siswa yang berbeda. Setiap siswa memiliki cara belajar yang unik, dan guru
yang mampu mengenali serta mengakomodasi perbedaan ini akan lebih berhasil dalam
menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Sebuah studi di Australia menunjukkan
bahwa guru yang menerapkan prinsip pembelajaran diferensiasi dapat meningkatkan
hasil belajar siswa secara signifikan (Tomlinson, 2001).

Keterampilan pedagogis juga mencakup kemampuan untuk memberikan umpan balik yang
konstruktif kepada siswa. Umpan balik yang efektif dapat membantu siswa memahami
kekuatan dan kelemahan mereka, serta memotivasi mereka untuk terus belajar. Dalam
konteks ini, guru perlu dilatih untuk memberikan umpan balik yang spesifik dan
berbasis bukti, sehingga siswa dapat mengambil langkah-langkah perbaikan yang
diperlukan.

Dengan demikian, keterampilan pedagogis yang kuat sangat penting bagi tenaga
pengajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang positif dan efektif.
Pengembangan keterampilan ini harus menjadi fokus utama dalam pelatihan dan
pengembangan profesional bagi guru, agar mereka dapat memenuhi tantangan pendidikan
di era modern.

## D. Kemampuan Interpersonal

Kemampuan interpersonal adalah karakteristik penting lainnya yang harus dimiliki


oleh tenaga pengajar. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi,
tetapi juga sebagai pembimbing dan mentor bagi siswa. Oleh karena itu, kemampuan
untuk membangun hubungan yang baik dengan siswa, orang tua, dan rekan kerja sangat
penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif.
Penelitian menunjukkan bahwa hubungan positif antara guru dan siswa dapat
meningkatkan motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar (Wentzel, 2009).
Misalnya, di Belanda, banyak sekolah yang menerapkan program yang mendorong guru
untuk mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan siswa mereka. Hasilnya, siswa
merasa lebih dihargai dan termotivasi untuk belajar, yang pada gilirannya
meningkatkan hasil akademis mereka.

Selain itu, kemampuan interpersonal juga mencakup keterampilan komunikasi yang


baik. Guru yang mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif dapat menjelaskan
konsep yang kompleks dengan cara yang mudah dipahami oleh siswa. Dalam konteks ini,
pelatihan komunikasi harus menjadi bagian integral dari program pengembangan
profesional untuk guru. Sebuah studi di Inggris menunjukkan bahwa guru yang
memiliki keterampilan komunikasi yang baik cenderung memiliki siswa yang lebih
terlibat dan berhasil (Miller, 2014).

Kemampuan untuk bekerja sama dalam tim juga merupakan aspek penting dari
keterampilan interpersonal. Dalam banyak kasus, pendidikan melibatkan kolaborasi
antara guru, orang tua, dan komunitas. Oleh karena itu, guru yang mampu bekerja
sama dengan baik dalam tim akan lebih berhasil dalam menciptakan pengalaman belajar
yang holistik bagi siswa. Contoh nyata dapat dilihat di Finlandia, di mana
kolaborasi antara guru dan orang tua dianggap sebagai salah satu kunci keberhasilan
sistem pendidikan mereka (Sahlberg, 2011).

Dengan demikian, kemampuan interpersonal yang kuat sangat penting bagi tenaga
pengajar untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan inklusif.
Pengembangan keterampilan ini harus menjadi prioritas dalam pelatihan dan
pengembangan profesional bagi guru, agar mereka dapat berfungsi secara efektif
dalam peran mereka sebagai pendidik.

## E. Pemahaman Konteks Lokal

Pemahaman terhadap konteks lokal adalah karakteristik penting lainnya yang harus
dimiliki oleh tenaga pengajar. Setiap komunitas memiliki kebutuhan dan tantangan
yang unik dalam pendidikan, dan guru yang memahami konteks lokal akan lebih mampu
merancang pengalaman belajar yang relevan bagi siswa mereka. Dalam buku UNESCO,
ditekankan bahwa guru harus mampu mengaitkan materi pembelajaran dengan kehidupan
sehari-hari siswa, sehingga mereka dapat melihat relevansi dari apa yang mereka
pelajari.

Contoh nyata dapat dilihat di berbagai negara yang menerapkan kurikulum berbasis
konteks lokal. Di Kenya, misalnya, banyak sekolah yang mengintegrasikan budaya dan
tradisi lokal ke dalam kurikulum mereka, yang membantu siswa untuk lebih memahami
dan menghargai warisan budaya mereka (UNESCO, 2015). Hasilnya, siswa merasa lebih
terhubung dengan pembelajaran mereka dan menunjukkan peningkatan dalam motivasi dan
keterlibatan.

Selain itu, pemahaman konteks lokal juga mencakup kesadaran terhadap isu-isu sosial
dan ekonomi yang mempengaruhi siswa. Guru yang peka terhadap tantangan yang
dihadapi siswa, seperti kemiskinan atau diskriminasi, akan lebih mampu memberikan
dukungan yang diperlukan untuk membantu siswa mencapai potensi mereka. Sebuah studi
di Brasil menunjukkan bahwa guru yang memahami latar belakang sosial ekonomi siswa
mereka dapat menciptakan strategi pengajaran yang lebih efektif (Mizukami, 2016).

Dalam konteks global, penting bagi guru untuk tidak hanya memahami konteks lokal,
tetapi juga memiliki pemahaman tentang isu-isu pendidikan yang lebih luas, seperti
perubahan iklim, globalisasi, dan teknologi. Dengan demikian, guru dapat membantu
siswa untuk mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan
masa depan.
Secara keseluruhan, pemahaman terhadap konteks lokal sangat penting bagi tenaga
pengajar untuk menciptakan pengalaman belajar yang relevan dan bermakna.
Pengembangan pemahaman ini harus menjadi bagian integral dari pelatihan dan
pengembangan profesional bagi guru, agar mereka dapat memenuhi kebutuhan siswa
dengan lebih baik.

## Referensi

- Darling-Hammond, L., Hyler, M. E., & Gardner, M. (2017). Effective Teacher


Professional Development. *Palo Alto, CA: Learning Policy Institute*.
- Hattie, J. (2009). *Visible Learning: A Synthesis of Over 800 Meta-Analyses
Relating to Achievement*. Routledge.
- Mizukami, M. (2016). The Role of Teachers in Overcoming Educational Inequality in
Brazil. *Educational Studies, 42*(5), 455-473.
- OECD. (2018). *Teaching in Focus: Teachers’ Professional Development*. OECD
Publishing.
- Prince, M. (2004). Does Active Learning Work? A Review of the Research. *Journal
of Engineering Education, 93*(3), 223-231.
- Sahlberg, P. (2011). *Finnish Lessons: What Can the World Learn from Educational
Change in Finland?* Teachers College Press.
- Tan, J. (2019). Teacher Professional Development in Singapore: The Role of
Technology. *Educational Technology Research and Development, 67*(3), 637-654.
- UNESCO. (2014). *Teaching and Learning: Achieving Quality for All*. Global
Education Monitoring Report.
- UNESCO. (2015). *Education for All 2000-2015: Achievements and Challenges*.
Global Education Monitoring Report.
- Wentzel, K. R. (2009). Students’ Relationships with Teachers as a Context for
Social-Emotional and Academic Learning. *Handbook of Research on Schools,
Schooling, and Human Development*, 235-252.

Anda mungkin juga menyukai