Suara pipa yang memenuhi pendengaran
membangunkan Wyne dari tidurnya. Uap dan goncangan baja
berpadu menciptakan harmoni yang merusak telinganya.
Akhirnya ia bangun dan berdiri dengan terhuyung, lalu
penglihatannya akhirnya kembali jelas. Ruangan tempatnya
berdiri adalah kamar kecil dengan dinding baja, penuh dengan
pipa yang melingkari dinding. Didalamnya ada 2 ranjang dua
tingkat serta meja yang menjadikan ruang ini terlihat seperti
kamar asrama.
Tempatnya berdiri juga sesekali miring dan berguncang
seakan ia sedang di dalam kapal yang berlayar di lautan,
didepan ruangan ada juga pintu tanpa pinyu yang langsung
mengarah ke koridor.
Sebuan pertanyaan langsung terbesit di benak Wyne
saat melihat ini semua. ‘Sialan! Aku Ada Dimana!??’ , Ingatan
terakhirnya saat itu adalah saat ia tidur di kamarnya setelah
bergadang bermain game.
Sebelum ia bahkan sempat mengolah pikirannya, tiba-
tiba suara sirene berisik muncul disertai dengan lampu merah
yang berkedip dikamarnya.
Lalu suara menggelegar menyambar, “Cepat bangun
dasar bajingan tukang tidur!! Kapal ini tidak akan berjalan
dengan sendirinya!! Segera bekerja sekarang jugaa!!! Jika
dalam 2 menit semua belum datang ke ruang mesinnn, kalian
akan sadar akibatnya!!!”
Mendengar ini Wyne bingung, tetapi pikiran itu sirna
begitu ia mendengar lonjakan langkah kaki dan lusinan orang
berlali melalui koridor didepan pintu.
Ditengah kebingungan itu tubuhnya secara rafleks
bergerak dan keluar dari kamar, ia berdesak-desakan ikut
berlari mengikuti orang-orang itu berlari. Jalan yang sempit
menjadikannya terhimpit diantara puluhan orang, ia bahkan
melihat seorang yang terjatuh dan akhirnya trinjak-injak dalam
lorong.
Mengikuti kerumunan orang, akhirnya ia keluar dari
koridor dan memasuki ruangan besar. Ditengahnya ia melihat
mesin raksasa yang terdiri dari baja-baja yang saling terhubung
dan roda gigi yang menjadikan mesin itu terlihat sangat rumit.
Tetapi perhatiannya justru terfokus pada sebuah benda
aneh yang memancarkan cahaya biru jernih ditengah semua
mekanisme itu. Sebuah kristal yang entah kenapa, saat
memandangnya, ia merasakan sesuatu menggeliat dalam
dirinya, seakan sesuatu didalam akan beresonansi jika
menyentuh kristal itu.
Tetapi semuanya pudar saat ia mendengar teriakan dari
depan. “Cepat berbaris kalian kukang pemalas!!”. Suara itu
terhubung dengan pria paruh baya dengan muka galak dan
berbadan kekar, memiliki kumis ala barat dan mengenakan
baju [Link] terlihat seperti memiliki pangkat yang tinggi.
Orang-orang berbaris lalu Wyne juga mengikuti dalam
barisan rapi , sedangkan pria besar itu mengamati dalam diam.
Baru saat itulah Wyne bisa menganalisi apa yang telah terjadi.
‘Entah apa yang terjadi, sepertinya aku tiba-tiba pindah
ke suatu tempat, atau lebih tepatnya kapal laut yang sedang
berlayar di manapun ini berada, apakah aku diculik saat sedang
tidur? Atau hal lainnya? Apapun itu, disinilah aku sekarang’
Setelah melihat kristal biru di jantung mesin raksasa
didepannya, ia punya beberapa pikiran yang tidak masuk akal.
Tapi melihat situasi dan memutuskan ikut hanyut dalam
keadaan. Beradaptasi dengan cepat adalah salah satu
kelebihannya sejak dulu.
Baru saat itulah sang pria kekar didepan berbicara,
“Apakah semuanya sudah disini?”
“Dari perkiraan, masih ada beberapa awak kapal yang
terlambat dan belum datang kapten”
Salah satu pria yang juga mengenakan seragam
disampingnya menjawab,
Menatap dengan dingin ,pria kekar yang dipanggil
kapten itu berbicara tanpa emosi, “Hukum terlambat dan
datang setelah ini dengan 10 cambukan seperti biasa, bahkan
jika menjeri seperti babi, hajar mereka hingga tidak akan lagi
terlambat esok hari”
Lalu ia melihat kearah kami dan berkata “Berita baru
untuk kalian, pelayaran saat ini sudah berada pada hari ke-29,
dan diperkirakan kita akan sampai ke Artea besok atau lusa
hari, setelah sampai disana, kalian akan dipindahkan dan
dilelang ke majikan baru kalian, berbahagialah”
‘Brengsek! Apakah aku akan menjadi budak!?’ Tetapi ia
juga sadar bahwa perdagangan manusia sudah dilarang di dunia
Internasional, kecuali ini adalah perdagangan diam-diam
atau… sebuah tebakan telah diperkuat oleh keadaan saat ini.
“Baiklah, kalian seperti biasa akan ditugaskan pada
bafian masing-masing, jangan ada yang bermalas malasan!”
Kapten berbicara sambil menyuruh anak buahnya
mengatur pembagian tugas para budak lalu pergi entah kemana.
“Baik, untuk pembagian tugasnya akan seperti biasa,
Louis, Carl, William, Anton, kalian mengurus pemasukan
bahan bakar, Smith, Johnson, dan Will memindahkan bahan
bakar, lalu…”
Absen terus berlanjut dengan berbagai nama disebutkan
satu-persatu, tapi semua pekerjaan yang dibebankan semuanya
sama, yaitu pekerjaan kasar. Hingga akhirnya nama wyne
dipanggil
“Lalu terakhir Taylor, Spark, dan Whyne, kalian
bertugas membersihkan bagian koridor kapal.”
Wyne menatap dua orang yang seusia dengannya itu
dan menilai bahwa mereka sama, berbadan sedang bahkan
agak kurus. Mungkin karena ini mereka ditugaskan ke bagian
pembersihan.
“Baiklah, apakah sudah jelas? Jika tidak ada pertanyaan
cepatlah pergi ke stasiun masing-masing!!”
Mendengar ini Whyne masih memiliki banyak
pertanyaan dalam dirinya, seperti kenapa ia tiba-tiba ada
disini? Dan jika kapal ini sudah berlayar lebih dari 28 hari,
bagaimana mungkin ia yang tiba datang disini beberapa hari
yang lalu tiba-tiba ada di kapal yang Tengah mengarungi lautan
tanpa satu waktu pergi ke daratan? Dan juga banyak pertanyaan
lainnya.
Tapi ia tetap diam dan tidak bertindak aneh, dan malah
mencoba untuk berbaur dan mengamati situasi saat ini, kenapa
diam disaat kau bangun ditempat yang bahkan kau sendiri tidak
kenali, dikelilingi sekelompok orang yang ingin menjulamu
sebagiai seorang budak? Entahlah, mungkin memang
kepribadiannya yang seperti iitu, terbiasa terbawa arus.
Budak-budak kapal yang lain pergi untuk bekerja, dan
Wyne langsung pergi menyusul rekan tugasnya Taylor dan
Spark menuju koridor kapal.
Pergi ke salah satu ruangan untuk mengambil alat
kebersihan, mereka mulai membersihkan koridor dari kotoran
yang ada.
‘Sekarang waktu yang tepat untuk mengorek informasi’
“Jadi kawan, bagaimana kalian berakhir disini?”
Taylor dan Spark melihat ke arah Wyne sambil terlihat kesal.
“Bisakah kau lebih menggerakan tubuhmu daripada
mulutmu itu?” Taylor berkata dengan tidak senang.
‘Apa-apaan!? Aku hanya hanya berbasa basi, sungguh
kasar’ piker Wyne
“Ayolah kawan, aku hanya ingin mengobrol, apakah
kau tidak bosan berdiam diri saja tanpa teman ngobrol untuk
berkeluh kesah? Jadi bagaimana kau berakhir disini”
“Cihh! Haruskah aku memberitahumu kesekian
kalinya?” Jawab Taylor sambil membersihkan lanti
“Baiklah kuceritakan sekali lagi, Aku aslinya berasal
dari keluarga bangsawan di kekaisaran Auran, ayahku adalah
Baron disana, walaupun tidak terlalu terkesan hebat, aku
sebagai anaknya juga termasuk bangsawan, akan tetapi
semuanya berubah setelah pemberontakan”
“Pasukan yang dipimpin oleh Pangeran Cyneil
memberontak dan rakus akan tahta, ia bersekongkol dengan
bangsawan yang benci dengan Kaisar dan membantunya
memberontak dan merebut tahta, Kaisar dipenggal ohel
pedannnya sendiri, lalu bangsawan yang mendukung kaisar
juga akhirnya dibunuh”
“Aku dan keluargaku mencoba melairkan diri tetapi
akhirnya gagal, ayahku dibunuh, dan seperti yang terlihat, aku
dan saudaraku dijual ke pedagang untuk menjadi budak dan
pesuruh seperti sekarang, dan beberapa hari lagi aku mungkin
bertemu majikan yang harus kulayani”
“Hahaa, ironis bukan? Aku yang dulunya bangsawan
dan terbiasa dilayani, tapi sekarang peran justru terbalik dan
aku harus melayani orang lain sebagai akibatnya. Sudahlah kau
membuat moodku buruk dengan harus menceritakannya,
lanjutkan bekerja!”
Informasi yang ini sungguh membuat Wyne sedikit
linglung, ia berusaha mencerna semua ini.
Auran? Kekaisaran? Memangnya bumi memliki nama
negara itu? Bahkan jika ada pemberontakan yang tejadi, hal itu
pasti menyebar ke seluruh Bumi dengan adanya internet. Ia
tidak tahu apakah Taylor berbohong padanya atau tidak, ia
tidak bisa memastikannya dengan penhgetahuannya yang
terbatas, tapi intuisinya merassakan bahwa Taylor sama sekali
tidak berbohong dan semua negara yang asing itu sepertinya
ada.
Informasi ini memperkuat tebakannya tentang sesuatu,
Yaa! Ia telah berpindah ke dunia lain! Hanya itu yang bisa
menjawab mengapa ia tiba-tiba pindah ke tempat asing dan
bahkan hendak dijual sebagai budak!
Apa yang mesti aku lakukan? Haruskah mencari jalan
pulang? Itu bisa menjadi opsi pilihan, tetapi saat ini ia berepikir
lebih baik beradaptasi dulu dan mencari informasi, Ia lebih
baik menerima dulu dan mengikuti arus, seperti biasanya.
“Ehem, lalu kau bagaimana Spark?”
Tidak seperti Taylor yang meerasa terganggu, Spark
bercerita dengan santai.
“Punyaku tidaklah rumit, aku hanyalah salah satu dari
pecandu judi, aku dulunya sering berjudi di kasino kekaisaran.
Suatu hari, aku kalah telak dalam sebuah pertaruhan dan semua
tabunganku habis, lalu karena itu kujual semua asset, rumah
dan barang-barang berharga, bahkan hingga meminjam dari
orang kaya tertentu untuk melanjutkan perjudian.”
“Kau mungkin sudh menebak kelanjutannya, semua
uang itu habis, aku tidak bisa membayar hutang, akhirya aku
dijual sebagai budak dan berakhir disini. Sederhana bukan?”
“Haha, kau benaar-benar…”
“Yah, aku tidak seironis kawan yang satu ini”
“Diamlah!” Seru Taylor
Mendengarnya justu Wyne bingung menanggapi cerita
ini, yang satu adalah korban perbudakan karena keadaan,
sedangkkan yang satu lagi justru mendekat dan menjadikan
dirinya sendiri budah, sungguh ironi.
“Oh iya, lalu kau sendiri bagaimana, aku tidak peernah
mendengarmu bercerita keadaanmu”
Aku? Iya juga! Anggap saja bahwa ia memang
dipindahkan sejauh ini ke dunia asing, lalu bagaimana dengan
tubuhnya saat ini, tubuh ‘Wyne’ lain yang telah berada di tubuh
yang juga menjadi budak dan telah berada disini sekitar 28
hari.
Apakah tubuh ini masih milikku? Atau aku seperti
menempati tubuh orang lain? Jika begitu, kemana perginya
jiwa tubuh ini?
Wyne sama sekali tidak curiga karena tubuh ini sangat
mirip dengan miliknya, mulai dari leher sampai kaki, bahkan
rambutnya yang agak Panjang dan berantakan itu masihlah
sama. Kecuali satu…Ia tidak pernah bercermin, entah
bagaimana wujudnya saat ini.
Tapi Kembali ke topik, mana mungkin aku tahu apa
yang terjadi padaku! Aku saja bingung saat ini! Yah mungkin
aku akan mengarang saja.
“Ehem…Aku yaa, sebentar aku ingat dulu.
Sebenarnya…aku dulunya adalah pedagang tersohor, suatu
hari, aku diajak berdagang dengan keluarga bangsawan, saat itu
sang bangsawan menginginkan salah satu perhiasan berharga
untuk istrinya, akupun memberikan padanya salah satu
perhiasan terbaik dari jenisnhya sesuai keinginannya.”
“Tapi setelah itu, entah kenapa, bangsawan itu menuduh
aku memberinya barang palsu, padahal aku jelas-jelas aku
memberikan yang pasti kuyakini itu asli, bahkan telah
didatangkan ahli untuk mengetesnya bahwa itu memang asli.
Tapi ia tetap bersikukus menuduh dan secara sewenang-
wenang menangkapku.”
“Semua hartaku disita, aku dipenjara, hingga akhirnya
aku juga dijual sebagai budak dan berakhir disini”
Kira-kira begitulah apa yang terbesit sebagai latar
belakang yang kubuat, walaupun sebenarnya ini adalah kisah
dari salah satu novel yang pernah kubaca dulu, setidaknya ini
berhasil kan?
“Woww kawan, bangsawan yang menuduhmu itu pasti
brengsek besar, ia hanya berpura-pura bahwa perhiasan itu
palsu, untuk menangkapmju dan mencuri kekayaanmu itu.”
Seru Spark sambil mengomentari ‘si bangsawan’ yang bahkan
sama seklai tidak ada.
“Sepertinya kau berurusan dengan bangsawan yang
tidak tahu malu, setidaknya, walau keluarga kami miskin
disbanding bangsawan besar, kami tidak akan melakukan hal
kotor seperti itu”
Taylor berkata dengan membanggakan keluarganya
“Oke cukup, cepat tuntaskan pekerjaan ini, aku tidak
ingin tidak dapat jatah makan hari ini karena pekerjaan yang
belum beres.”
“Hah? jika pekerjaan tidak beres kita tidak dapat
makan?”
“Tentu saja, bagaimana kau bisa tidak tahu? Budak
seperti kita tidak mungkin disuguhi layaknya seorang Raja?
Diberi makanan utuh saja sudah merupakan kebaikan,
disamping diperlakukan sebagai pekerja kasar, biasanya budak
seperti kita akan disuruh mencari makanan sendiri atau diberi
makan makanan sisa atau basi”
Apakah seburuk itu? Apakah orang sepertiku akan kuat
dengan keadaannya…
Setelah itu, mereka terus kuajak bicara, tapi mereka
lebih sering mengabaikanku dan benar-benar berusaha untuk
menyelesaikan pekerjaan secepatnya. Hal ini berlanjut hingga
berjam-jam dan akhirnya sebuah pengumuman berdering.
“Waktunya makan, Waktunya makan, Budak yang telah
menyelesaikan tugas mereka diperbolehkan untuk pergi ke
kantin dan mengambil makanan. Melaporlah kepada petugas
yang mengawasi area pekerjaan masing-masing untuk
mendapatkan izin ke kantin.”
“Akhirnya! Ayo cepat sebelum kita tidak kebagian”
Spark yang bersemangat lalu dengan cepat bergerak,
dan aku juga Taylor mengikuti. Melewati persimpangan, kami
melihat dua petugass yang menjaga pintu, salah satu dari
mereka melihat kami dan berdiri.
“Selesai? Coba aku lihat hasil kerjamu”
Ia berdiri, meninggalkan rekannya satu lagi untuk
menjaga pintu sembari ia mengecek pekerjaan kami. Beberapa
saat berlalu lalu ia Kembali.
“Bersih. Bagus, cepatlah pergi”
Kami berjalan menelusuri Lorong kapal yang panjang
lalu akhirnya sampai di kantin.
Wyne melihat sebuah ruangan besar, memiliki banyak
bangku dari besi yang kakinya menyatu dengan lantai disertai
bangku disisinya. Ruangan ini juga memiliki dua pintu di arah
yang berlawanan, lalu ada tempat makanan dibagikan serta
dapur dibelakangnya.
Tetapi yang paling memukau bagi Wyne adalah salah
satu dinding, yang penuh dengan kaca, dan pemandangan yang
hadir adalah laut.
Ya! Lautan! Setelah lama Wyne di kapal ini akhirnya ia
melihat rupa lautan yang sedang disebranginya. Air biru jernih
sejauh mata memandang, memantulkan sinar matahari
diatasnya.
‘Indah sekali’ Pikir Wyne, ia sebelumnya pernah
mengunjungi laut, tapi itu saat ia kecil, sekarang ia berumur 20,
dan baru kali ini ia melihatnya lagi. Tentu saja pemandangan
ini akan terus terukir dalam benaknya.
Ia akhirnya tersadar saat seseorang menabrak bahunya.
Kesadarannya Kembali mengamati kantin.
Di ruangan ini ada beberapa budak yang semuanya
mengantri untuk mendapatkan jatah makan dengan tenang, lalu
didepan antrian ada beberapa penjaga berseragam Angkatan
laut yang membawa pedang di kiri pinggangnya serta sebuah
flintlock disisi lain.
‘Senjata api itu seharusnya senjata pada abad ke-18’
Pikir Wyne. Apakah disini era Revolusi Industri? Jika ya,
seharunya kapal yang dinaikinya ini sangat berisik karena suara
mesin yang masih belum berkembang jauh. Tapi, selama ini
tenang. Ya…Sangat tenang, bahkan setara dengan kapal
modern. Entah apa yang terjadi.
Hingga sesuatu terlintas dibenak Wyne, ia teringat
pemandangan mesin kapal saat ia diminta berkumpul, ditengah
mesin rumit itu, ada kristal biru raksasa yang tertanam
didalamnya, sepertinya itu adalah inti kapal.
‘Apapun itu, pasti bukan sesuatu yang ada di bumi’