4.
Implementasi keperawatan
Tindakan keperawatan adalah perilaku atau aktivitas spesifik yang
dikerjakan oleh perawat untuk mengimplementasikan intervnsi keperawatan (Tim
Pokja SIKI DPP PPNI, 2018). Implementasi proses keperawatan merupakan
rangkaian aktivitas keperawatan dari hari yang harus dilakukan dan
didokumentasikan dengan cermat. Perawat melakukan pengawasan terhadap
efektifitas intervensi yang dilakukan, bersamaan pula dengan menilai perkembangan pasien terhadap
pencapaian tujuan atau hasil yang diharapkan.
Pada tahap ini, perawat harus melaksanakan tindakan keperawatan yang ada
didalam rencana keperawatan dan langsung mencatatnya dalam format tindakan
keperawatan (Tim Pokja SLKI DPP PPNI, 2019).
5. Evaluasi keperawatan
Evaluasi merupakan tahap akhir dalam proses keperawatan untuk dapat
menentukan keberhasilan dalam asuhan keperawatan. Evaluasi pada dasarnya
adalah membandingkan status kesehatan pasien dengan tujuan atau kriteria hasil
yang telah ditetapkan (Tarwoto & Wartonah, 2015). Yang dimana evaluasi
keperawatan ini dicatat dan disesuaikan dengan setiap diagnose keperawatan.
Evaluasi untuk setiap diagnose keperawatan meliputi data subjektif (S) dan
objektif (O), Analisa permasalahan (A) klien berdasarkan S dan O, serta
perencanaan ulang (P) berdasarkan hasil Analisa data diatas.
Evaluasi keperawatan untuk gangguan mobilitas fisik diuraikan dalam SOAP
maka akan menjadi tanda mayor S (subjektif) : pergerakan ekstermitas meningkat
, O (objektif) : kekuatan otot meningkat , rentang gerak (ROM) meningkat .
Sedangkan tanda minor S (subjektif) : nyeri saat bergerak menurun , O (objektif) :
sendi kaku menurun , S (subjektif) : enggan melakukan pergerakan menurun , O
(objektif) : gerakan tidak terorganisasi menurun , S (subjektif) : merasa cemas saat
bergerak menurun , O (objektif) : gerakan terbatas menurun . A (assessment) :
masalah bisa teratasi bisa tidak. P (planning) : menyesuaikan dengan rencana
keperawatan.
DAFTAR PUSTAKA
Cynthia M. taylor dkk: 2010. Diagnosa Keperawatan dengan Rencana Asuhan. Edisi 10.
Jakarta: EGC
Ginsberg, Lionel. Lecture Notes Neurologi. 2009. Jakarta: EMS.
Irdawati. 2008. Perbedaan Pengaruh Latihan Gerak Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien
Stroke Non-Hemoragik Hemiparese Kanan Dibandingkan Dengan Hemiparese Kiri. Surakarta:
Media Medika Indonesia.
Marilynn E. Doenges dkk:2012. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. Jakarta: EGC
Silbernagl, Stefan dan Florian Lang. Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. 2010. Jakarta: EGC