PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN
INFEKSI
No. Dokumen : 15/PMB.V3/IX/2024
No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 24/09/2024
Halaman : 2
PRAKTIK MANDIRI BIDAN FITRI
Pengertian Suatu prosedur atau tindangan untuk mencegah penularan penyakit
Tujuan Sebagai Acuan Petugas Kesehatan dalam melakukan Langkah pencegahan infeksi
Referensi 1. Tim PD IBI dan UPBD Provinsi Jawa Timur. (2023). Panduan Standart
Operasional (SOP) Bidan. Surabaya : PD IBI dan UPBD Provinsi Jawa Timur
2. Kemenkes RI. (2013). Buku Saku Pelayan Kesehatan Ibu Di Fasilitas Kesehatan
Dasar Dan Rujukan. Jakarta : Kementrian Kesehatan Republik Indonesia
Penatalaksanaan 1. Menjaga kebersihan tangan
a. Jaga agar kuku jari – jari tangan agar tetap pendek
b. Tutup luka di tangan dengan bahan kedap air
c. Selalu bersihkan tangan pada situasi situasi berikut :
- Sebelum dan sesudah menyentuh pasien
- Sebelum memegang alat atau instrumen infasif, baik ketiaka
mengenakan sarung tangan atau tidak
- Setelah kontak dengan cairan tubuh atau eksresi, membran
mukosa, kulit yang tidak intak atau kasa penutup luka.
- Ketika berpindah dari satu bagian tubuh yang terkontaminasi ke
bagian tubuh lain dari pasien yang sama
- Setelah melepas sarung tangan steril maupun non steril.
d. Jika tangan tidak terlihat kotor, gunakan pembersih tangan berbahan
dasar alkohol
Jika terlihat kotor, namun pembersih tangan berbahan dasar alkohol
tidak tersedia, cucilah tangan dengan air sabun yang mengalir
e. Jika tangan terlihat kotor, atau bila terkena darah/ cairan tubuh,atau
setelah menggunakan toilet,cuci tangan dengan sabun dan air bersih
[Link] tangan juga dianjurkan bila dicurigai ada paparan
terhadap patogen berspora, lakukan tehnik mencuci tangan 6
langkah selama 40- 60 detik
f. Sebelum menangani obat- obatan atau menyiapkan makan bersihkan
terlebih dahulu tangan menggunakan sabun dan air mengalir
g. Bila difasilitas kesehatan tidak tersedia kran dengan air bersih
mengalir, letakkan ember berisi air bersih di tempat yang cukup
tinggi dan berikan kran di dasar ember sehingga air bisa mengalir
keluar untuk cuci tangan
2. Mengenakan sarung tangan
a. Gunakan sarung tangan steril atau yang sudah didesinfeksi tingkat
tingkat tinggi ( DTT ) ketika melakukan prosedur bedah, menolong
persalinan, memotong tali pusat, menjahit luka episiotomi, dan
menjahit robekan perinium.
b. Gunakan sarung tangan steril yang panjang sampai menutup siku
ketika melakukan placenta manual, atau KBI.
c. Gunakan sarung tangan pemeriksaan( non steril ) untuk melakukan
pemeriksaan vagina, memasang infius, memberikan obat infeksi, dan
mengambil darah.
Praktik Mandiri Bidan Fitri
d. Gunakan sarung tangan rumah tangga saat :
- Membersihkan alat dantempat tidur
- Mengelola bahan yang terkontaminasi sampah dan limbah
- Membersihkan darah dan cairan tubuh yang berceceran
3. Melindungi diri dari darah dan cairan tubuh
a. Gunakan sarung tangan sesuai petunjuk diatas
b. Tutup semua bagian kulit yang tidak intak atau utuh dengan bahan
tahan air
c. Berhati hati dalam mengelola sampah dan alat/ benda tajam
d. Kenakan apron panjang yang terbuat dari plastik atau bahan tahan
air, serta sepatu boot karet ketika menolong persalinan
e. Melindungi mata dengan memakai kaca mata atau perlengkapan lain
f. Gunakan masker dan topi atau tutup kepala.
4. Membuang sampah tajam dengan benar
a. Siapkan tempat penampungan sampah tajam yang tidak dapat
ditembus oleh jarum
b. Pastikan semua jarum dan spuit di gunakan hanya satu kali
c. Jangan menutup kembali, membengkokkan ataupun merusak jarum
yang telah digunakan
d. Langsung buang semua jarum yang telah digunakan ke tempat
penampungan sam pah tajam tanpa memberikannya pada orang lain
e. Ketika tempat penampungan sudah tiga perempat penuh tutup atau
plester wadah tersebut lalu bakar.
5. Membuang sampah dan limbah secara aman
a. Buang plasenta,darah, cairan tubuh, dan benda –benda yang
terkontaminasi ke wadah anti bocor
b. Kubur atau bakar segera sampah padat yang terkontaminasi.
c. Buang limbah cair ke saluran khusus
d. Cuci tangan, sarung tangan, dan tempat penampungan setelah
membuang sampah atau limbah yang infeksius.
6. Mengelola pakaian dan kain yang terkontaminasi
a. Petugas yang menangani linen harus menggunakan alat pelindung
diri berupa sarung tanagn rumah tangga, sepatu tertutup kedap air,
apron, dan kaca mata pelindung
b. Kumpulkan dan pisahkan semua pakaian dan kain yang
terkontaminasi darah atau cairan tubuh di kantong plastik khusus
c. Bilas darah maupun cairan tubuh lain dengan air sebelum
mencucinya dengan sabun.
Praktik Mandiri Bidan Fitri