0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Komunitas Belajar Guru untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Diunggah oleh

mohamadsyamsudin15
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan9 halaman

Komunitas Belajar Guru untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Diunggah oleh

mohamadsyamsudin15
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata belajar dapat diartikan
sebagai berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. Di lingkungan sekolah, belajar
tidak hanya dilakukan oleh peserta didik saja, melainkan belajar juga dapat dilakukan
antara guru dengan guru. Salah satu dampak yang dapat diperoleh dengan adanya
belajar sesama guru di sekolah yaitu setiap guru dapat bertukar informasi, wawasan,
pengalaman guna menunjang proses pembelajaran yang lebih baik.

B. Visi dan Tujuan


Komunitas belajar dalam sekolah diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidik
dan membangun budaya belajar bersama yang berkelanjutan, sehingga berdampak
pada peningkatan hasil belajar peserta didik.

C. Manfaat Komunitas Guru


kegiatan belajar sesama Guru dapat meningkatkan poin ketika akan diadakannya
visitasi dan akreditasi berkaitan dengan mutu [Link] kegiatan belajar bersama
guru, masing-masing guru dapat melakukan pembenahan diri berkaitan dengan proses
pembelajaran yang selama ini dilaksanakan, saling bertukar pendapat dan informasi.
D. Pengertian Komunitas Guru
Program Guru Belajar dan Berbagi Seri Literasi dan Numerasi adalah sebuah
solusi untuk Anda yang ingin meningkatkan kemampuan Anda dalam Literasi
(membaca dan menulis) dan Numerasi (Kemampuan mengaplikasikan konsep bilangan
dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari).

1
BAB II
KOMUNITAS GURU

A. PENDAHULUAN
Apa itu komunitas belajar dalam sekolah? Komunitas belajar dalam sekolah
adalah sekelompok pendidik dan tenaga kependidikan dalam satu sekolah yang belajar
bersama-sama dan berkolaborasi secara rutin dengan tujuan yang jelas dan terukur untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar peserta
didik.
1. Tujuan dari komunitas belajar dalam sekolah? Komunitas belajar dalam sekolah
diharapkan dapat meningkatkan kompetensi pendidik dan membangun budaya belajar
bersama yang berkelanjutan, sehingga berdampak pada peningkatan hasil belajar
peserta didik.
2. Mengapa komunitas belajar dalam sekolah sangat penting? Komunitas belajar dalam
sekolah sangat penting karena komunitas belajar menjadi wadah untuk merealisasikan
terjadinya kolaborasi antar pendidik. Pendidik belajar bersama (tidak terisolasi),
pendidik bersepakat tentang standar umum seperti pembelajaran yang efektif,
rubrik/indikator penilaian, pendidik bersepakat bahwa pendidikan semua peserta
didik adalah tanggung jawab kolektif.
Dengan adanya komunitas belajar dalam sekolah, ketimpangan kompetensi antar
pendidik dapat diminimalisir, sehingga peserta didik memeroleh pengalaman belajar
dengan kualitas yang sama siapapun pendidiknya. Proses belajar dalam komunitas
yang terjadi secara berkelanjutan akan membentuk ekosistem dan budaya belajar
yang pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan
hasil belajar peserta didik.
3. Apa yang menjadi acuan dalam mengelola komunitas belajar? Acuan dalam
mengelola komunitas belajar merujuk pada DuFour, et al. (2021) tentang Professional
Learning Community. Terdapat 3 (tiga) ide besar untuk mengoptimalkan
terbangunnya komunitas belajar yang berpusat pada pembelajaran peserta didik,
yakni:

2
a. Fokus pada Pembelajaran Ketika belajar bersama di dalam komunitas, pendidik
diharapkan berfokus pada pembelajaran peserta didik. Empat pertanyaan kunci
menjadi acuan pendidik supaya fokus belajar dan diskusi dalam komunitas belajar
adalah pembelajaran peserta didik. Berikut 4 (empat) pertanyaan kunci tersebut.
1) Apa yang harus dipelajari peserta didik? Apakah tujuan pembelajaran
yang harus dicapai peserta didik?
2) Bagaimana mengetahui bahwa peserta didik telah belajar? Bagaimana cara
memantau pembelajaran peserta didik?
3) Apa yang harus dilakukan pendidik jika beberapa peserta didik tidak
belajar? Dukungan seperti apa yang diberikan kepada mereka?
4) Apa yang harus dilakukan pendidik jika beberapa peserta didik telah
belajar? Pengayaan seperti apa yang akan diberikan kepada mereka?
b. Membudayakan Kolaborasi dan Tanggung Jawab Kolektif Pendidik perlu
membangun budaya kolaboratif untuk bekerja bersama dan memikul tanggung
jawab kolektif demi membantu peserta didik mengoptimalkan proses belajarnya.
Kualitas belajar peserta didik yang optimal sulit tercapai jika pendidik bekerja
secara individual (terisolasi).
Kolaborasi yang dilakukan pendidik di satuan pendidikan diharapkan tidak
hanya berhenti pada kegiatan berdiskusi dan berbagi praktik baik pengajaran,
namun berlanjut sampai pelaksanaan kegiatan belajarmengajar di kelasnya
masing-masing. Oleh karenanya sikap saling membantu, memiliki pemikiran
terbuka, dan senang memecahkan masalah bersama perlu menjadi kebiasaan
sehari-hari. Perkembangan belajar peserta didik tidak lagi menjadi tanggung
jawab pribadi masing-masing pendidik, namun menjadi tanggung jawab bersama
yang perlu diupayakan secara berkelanjutan.
c. Berorientasi pada Hasil Belajar peserta didik Menggeser fokus dari mengajar
menjadi belajar diharapkan akan membantu pendidik agar tidak hanya
memastikan bahwa ia telah mengajar tetapi juga memastikan peserta didiknya
belajar. Cara untuk memastikan peserta didik belajar adalah dengan melakukan
asesmen yang berkelanjutan dan mendapatkan bukti bahwa peserta didik telah
memiliki pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Oleh karenanya, output

3
serta acuan terbangunnya komunitas belajar di satuan pendidikan yang efektif
bukan pada seberapa baiknya rencana yang telah disusun dan dilaksanakan, tapi
pada seberapa berdampaknya hal tersebut pada peningkatan hasil belajar peserta
didik.
Hasil belajar peserta didik dalam konteks pembahasan ini bukan berupa
nilai angka yang menunjukkan kemampuan kognisi semata, namun berupa
tercapainya kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Dalam prosesnya, satuan pendidikan harus secara sistematis memantau
pembelajaran peserta didik dan menggunakan bukti pencapaian untuk segera
membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dan mendorong perbaikan
berkelanjutan. Dengan mengoptimalkan bantuan dalam proses pembelajaran,
diharapkan hasil belajar peserta didik dapat terus meningkat seiring berjalannya
waktu.

B. APAKAH PERBEDAAN KOMUNITAS BELAJAR SEKOLAH


Apakah perbedaan komunitas belajar dalam sekolah dengan komunitas belajar
antar sekolah, dan komunitas belajar di Platform Merdeka Mengajar?
1. Komunitas Belajar dalam Sekolah Komunitas belajar dalam sekolah terdiri dari para
pendidik yang ada pada satu sekolah. Sekolah dapat menyesuaikan strategi
penyelenggaraan komunitas belajar dalam sekolah sesuai dengan karakteristik/kondisi
sekolahnya masing-masing. Komunitas belajar dalam sekolah dimungkinkan untuk
dibuatkan menjadi klaster/kelompok-kelompok berdasarkan mata pelajaran (untuk
jenjang SMP/SMA/SMK), kelas rendah dan kelas tinggi (untuk jenjang SD), ataupun
pengelompokkan lainnya. Pengelompokkan ini biasanya disebut MGMP mata
pelajaran ataupun KKG mini di sekolah. Disarankan MGMP/KKG (komunitas belajar
dalam sekolah) ini tidak lebih dari 10 (sepuluh) orang agar kolaborasi pendidik dapat
lebih efektif dan fokus. Pendidik yang tergabung di komunitas belajar dalam sekolah
membahas secara mendalam perangkat ajar, fasilitasi dan asesmen pembelajaran
peserta didik. Mereka juga dapat saling mengamati pembelajaran di kelas dan
melakukan refleksi bersama. Pertemuan pendidik di komunitas belajar dalam sekolah

4
dilakukan secara rutin, umumnya setiap minggu minimal 1 (satu) jam terjadwal dan
terstruktur.
Selain pertemuan rutin yang terstruktur seperti itu, diskusi dan refleksi informal
tentang pembelajaran peserta didik dapat dilakukan di ruang pendidik atau di
lingkungan sekolah. Untuk mendukung hal tersebut, disarankan untuk mendekatkan
tempat duduk para pendidik dalam satu komunitas belajar yang sama.
Untuk mendukung komunitas belajar dalam sekolah, semua pendidik dalam
sekolah dapat dikumpulkan lintas kelas/mata pelajaran untuk mendapatkan
pembekalan ataupun penyegaran materi baru tentang kurikulum ataupun transformasi
pembelajaran, atau berbagi praktik baik, dan agenda lainnya. Pertemuan ini dilakukan
di dalam sekolah secara periodik misalnya satu bulan atau dua bulan sekali untuk
mempelajari materi baru.

1. Komunitas Belajar antar Sekolah Komunitas belajar antar sekolah terdiri dari
beberapa sekolah. Ragam komunitas belajar antar sekolah meliputi komunitas
belajar seperti KKG/MGMP di tingkat gugus ataupun kabupaten/kota, komunitas
pendidik penggerak, komunitas sekolah penggerak, atau komunitas belajar antar
sekolah lainnya. Pertemuan para pendidik di dalam komunitas belajar antar
sekolah juga dilakukan secara rutin biasanya 1 (satu) bulan sekali dengan agenda
belajar yang telah ditetapkan. pendidik di dalam komunitas belajar ini dapat
menjadi fasilitator kegiatan ataupun penggerak komunitas belajar.
2. Komunitas Belajar di Platform Merdeka Mengajar Komunitas Belajar pada
Platform Merdeka Mengajar merupakan komunitas yang terbentuk secara virtual
yang ada di fitur PMM. Komunitas belajar yang terdaftar dalam Platform
Merdeka Mengajar dapat berupa komunitas belajar dalam sekolah, maupun
komunitas antara sekolah. Saat terdaftar pada platform, maka komunitas tersebut
menjadi komunitas daring, yang dapat mewadahi komunitas belajar untuk
melakukan aktivitas belajar bersama tanpa ada batasan jarak dan area. Komunitas
belajar daring dapat mengoptimalkan PMM sebagai wadah untuk saling
berjejaring dan berbagi informasi, sehingga GTKPL di dalamnya lebih mudah
dalam meningkatkan pengetahuan berbagai komunitas. PMM juga mewadahi para

5
penggerak komunitas untuk mengadakan webinar yang dapat diikuti oleh
pengguna PMM lainnya.

C. MEMBANGUN KOMUNITAS
Bagaimana membangun komunitas belajar dalam sekolah? Untuk memulai komunitas
belajar dibutuhkan komitmen dari semua anggota komunitas belajar dalam sekolah.
Kepala sekolah diharapkan memahami bagaimana membangun komunitas belajar dalam
sekolah. Kepala sekolah memberikan dukungan, menjadi teladan dalam belajar dan
berperilaku, serta ikut terlibat belajar dalam komunitas walaupun tidak pada setiap
pertemuan. Sebelum proses belajar dalam komunitas dilakukan, diperlukan persiapan-
persiapan untuk menyiapkan komunitas belajar beraktivitas.

Persiapan Pelaksanaan Komunitas Belajar dalam Sekolah


1. Kepala sekolah mengumpulkan para pendidik di sekolah untuk berdiskusi dan
menyamakan persepsi tentang pentingnya komunitas belajar dalam sekolah untuk
meningkatkan hasil belajar peserta didik
2. Pendidik di dalam setiap komunitas belajar dalam sekolah menyepakati norma
komunitas belajar (misalnya hadir tepat waktu, mendengarkan ketika rekan
pendidiksedang berbicara, membuka hati untuk mendengarkan pendapat rekan
pendidik, transparan/jujur terhadap masalah pengajaran dan pembelajaran yang
sedang dihadapi, toleransi terhadap praktik yang belum berhasil, selebrasi
keberhasilan, dan lain-lain)
3. Kepala sekolah dan pendidik bersama-sama menentukan tujuan yang ingin dicapai
bersama dalam kurun waktu tertentu.
4. Kepala sekolah dan pendidik bersama-sama menyusun agenda dan jadwal kegiatan
komunitas belajar setiap minggu. Pelaksanaan Pembelajaran dalam Komunitas
Belajar dalam Sekolah Pendidik dalam kelompok kecilnya dapat melakukan berbagai
aktivitas. Namun perlu diingat, aktivitas ini haruslah berfokus pada pembelajaran
peserta didik. 3 (tiga) ide besar dan 4 (empat) pertanyaan kunci di atas menjadi
pegangan pendidik dalam beraktivitas di komunitas belajar dalam sekolah.

6
Komunitas belajar dalam sekolah wajib memastikan terjadinya 5 hal sebagai berikut:
1. Tim bekerja secara kolaboratif dan mengambil peran dan tanggung jawab
bersama.
2. Menerapkan kurikulum pada setiap tahapannya.
3. Memantau pembelajaran siswa dengan proses penilaian berkelanjutan.
4. Menggunakan hasil penilaian umum untuk melatih anggota komunitas,
membangun kapasitas tim komunitas, memperluas pembelajaran dengan
memfokuskan pada peningkatan hasil belajar siswa.
5. Memberikan intervensi dan pengayaan yang sistematis.

Berikut ini ragam aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan di komunitas belajar
dalam sekolah:
1. Bersama-sama menyiapkan dan mereviu RPP/Modul Ajar yang telah disusun.
Empat pertanyaan kunci dijadikan acuan untuk melihat apakah RPP yang telah
susun sudah berpusat pada peserta didik. Empat pertanyaan kunci yang dapat
ditanyakan para pendidik dalam komunitas belajar ketika berdiskusi mereviu
RPP/modul ajar sebagai berikut. Apakah tujuan pembelajaran ini yang ingin
dicapai peserta didik? Apakah langkahlangkah pembelajaran ini sudah optimal
melayani peserta didik dengan keragaman mereka? Jika ada peserta yang belum
belajar apa saja yang dapat dilakukan? Jika sudah belajar, supaya tidak bosan, apa
saja yang harus diberikan kepada peserta didik? Apakah asesmen yang ditulis
sudah sesuai dengan pencapaian tujuan pembelajaran?
2. Mendiskusikan rubrik penilaian bersama sehingga memiliki persepsi yang sama
dalam menginterpretasikan rubrik.
3. Berbagi masalah pembelajaran yang dihadapi peserta didik, dan mendiskusikan
alternatif pemecahan masalah bersama-sama.
4. Bertukar menilai hasil belajar peserta didik
5. Saling mengobservasi pembelajaran di kelas masing-masing dan melakukan
refleksi hasil observasi bersama-sama (misalnya seperti pada Lesson Study)
6. Berbagi praktik baik yang telah dilakukan.
7. Melakukan riset bersama terhadap masalah pembelajaran yang dihadapi

7
8. Selebrasi keberhasilan komunitas belajar Catatan. Dalam penyelenggaraan
komunitas belajar, agar dapat berjalan secara efektif, ada hal-hal yang harus
“ketat”, dan fleksibel. Hal yang perlu ”ketat” atau wajib dilakukan misalnya
pertemuan harus rutin setiap minggu, komunitas belajar harus menerapkan 3 (ide)
besar yaitu fokus pada pembelajaran, kolaboratif dan tanggung jawab kolektif,
dan menggunakan hasil belajar peserta didik sebagai bukti belajar, dengan
mengacu pada 4 (empat) pertanyaan kunci. Sedangkan, hal yang dapat fleksibel
misalnya model pembelajaran atau kreativitas dan inovasi lain dalam
memfasilitasi proses pembelajaran, dan lain-lain.

8
BAB III
PENUTUP
Perencanaan program komunitas guru dilaksanakan cukup baik yaitu membuat program
kerja bulanan dan program kerja insidental. Program kerja bulanan mencakup kegiatan rutin
yang dilakukan rutin satu kali setiap bulan

Pelaksanaan dari program komunitas guru ini merupakan wujud dari penggerakan
atau motivasi yang telah dilaksanakan antara lain dengan melaksanakan serangkaian kegiatan
yang sudah dirancang bersama sehingga proses program berjalan dengan cepat. Pengurus dan
seluruh warga madrasah menjadi faktor penting dalam kemajuan komunitas guru.
Kegiatan dapat terus berjalanan apabila ada dana untuk membiayai kebutuhan yang
diperlukan.

Langkah-langkah manajemen yang telah berjalan dalam kepengurusan kegiatan ini


diimbangi oleh ketua dengan melakukan pengawasan berjenjang antara lain dengan melakukan
pengawasan yang lebih ditekankan untuk mendekati seluruh lapisan secara persuasife.

Anda mungkin juga menyukai