3.
CNC dan Pemrograman Dasar
CNC (Computer Numerical Control) adalah teknologi yang digunakan untuk mengontrol
mesin-mesin produksi seperti mesin bubut, mesin frais, dan mesin penggilingan
menggunakan komputer. Pemrograman CNC memungkinkan mesin-mesin ini untuk
beroperasi secara otomatis.
a. Pengertian CNC
● Definisi: CNC adalah sistem kontrol berbasis komputer yang digunakan untuk
mengatur pergerakan mesin dalam proses manufaktur, menggantikan metode
manual dengan memberikan instruksi melalui kode program.
● Keuntungan CNC: Akurasi tinggi, otomatisasi proses produksi, dan kemudahan
dalam pemrograman serta perubahan desain.
b. Komponen Utama Mesin CNC
● Controller: Sistem komputer yang menerima dan memproses kode untuk
mengontrol pergerakan mesin.
● Motor dan Aktuator: Menggerakkan sumbu mesin (X, Y, Z) sesuai dengan perintah
dari controller.
● Sensor: Mengukur posisi dan kecepatan mesin, memberikan umpan balik untuk
memastikan akurasi.
c. Pemrograman CNC: G-Code dan M-Code
● G-Code: G-code adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk memberikan
perintah kepada mesin CNC. Contoh kode G:
○ G0: Gerakan cepat (rapid move)
○ G1: Gerakan pemotongan (cutting move)
○ G2/G3: Gerakan melingkar (clockwise/counterclockwise)
● M-Code: M-code mengontrol operasi mesin yang tidak berhubungan dengan
gerakan pemotongan, seperti menyalakan/menutup pendingin, atau
memulai/menghentikan spindle.
d. Parameter dalam Pemrograman CNC
● Kecepatan Putar (Spindle Speed): Kecepatan pemutaran mesin yang diatur
berdasarkan material dan alat pemotong.
● Feed Rate: Kecepatan material bergerak terhadap alat pemotong.
● Depth of Cut: Kedalaman pemotongan pada setiap pass.
e. Proses Pengaturan dan Setup Mesin CNC
● Menyiapkan mesin: Memastikan mesin CNC terpasang dengan alat pemotong yang
benar dan benda kerja sudah dipasang dengan tepat.
● Menulis program: Menggunakan perangkat lunak CAM (Computer-Aided
Manufacturing) untuk membuat program atau menulis program secara manual dalam
G-Code.
● Simulasi: Sebelum menjalankan program di mesin, simulasi biasanya dilakukan
untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan.