0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Karakteristik dan Pengertian Sistem

Diunggah oleh

cpu_low
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan16 halaman

Karakteristik dan Pengertian Sistem

Diunggah oleh

cpu_low
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

LANDASAN TEORI

1.1 Sistem
2.1.1 Pengertian Sistem
Banyak pendapat dari para ahli yang mencoba mendefinisikan pengertian sistem.

Sistem adalah jaringan kerja dari prosedur – prosedur yang saling berhubungan,
berkumpul bersama – sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan
suatu sasaran tertentu (Kristanto, 2003).

Secara umum sistem dapat didefinisikan sebagai sekumpulan hal atau kegiatan
atau elemen atau subsistem yang saling bekerjasama atau yang dihubungkan
dengan cara-cara tertentu sehingga membentuk suatu kesatuan untuk
melaksanakan suatu fungsi guna mencapai suatu tujuan (Sutanta, 2003).

Berdasarkan beberapa definisi tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa


sistem merupakan totalitas himpunan bagian yang saling berinteraksi satu sama
lain dan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Input Proses Output

Gambar 2.1 Bentuk sistem secara umum

2.1.2 Karakteristik sistem

Suatu sistem mempunyai karakteristik sebagai berikut (Sutanta, 2003) :

1. Mempunyai komponen (components)


Komponen sistem adalah segala sesuatu yang menjadi bagian
penyusun sistem. Komponen sistem dapat berupa benda nyata atau
4
abstrak. Komponen sistem disebut sebagai subsistem, dapat berupa
orang, benda, hal atau kejadian yang terlibat di dalam system
2. Mempunyai batas (boundary )

Batasan sistem diperlukan untuk membedakan satu sistem dengan sistem


yang lain. Tanpa adanya batasan sistem, maka sangat sulit untuk
menjelaskan suatu sistem.

3. Mempunyai lingkungan (environments)

Lingkungan sistem adalah segala sesuatu yang berada di luar sistem.


Lingkungan sistem dapat menguntungkan ataupun merugikan. Umumnya,
lingkungan yang menguntungkan akan selalu dipertahankan untuk
menjaga keberlangsungan sistem. Sedangkan lingkungan sistem yang
merugikan akan diupayakan agar mempunyai pengaruh seminimal
mungkin, bahkan jika mungkin ditiadakan.

4. Mempunyai Penghubung / antar muka (interface) antar komponen


Penghubung / antar muka merupakan komponen sistem, yaitu segala
sesuatu yang bertugas menjembatani hubungan antar komponen dalam
sistem. Penghubung/antar muka merupakan sarana yang memungkinkan
setiap komponen saling berinteraksi dan berkomunikasi dalam rangka
menjalankan fungsi masing-masing komponen.

5. Mempunyai masukan (input)


Masukan merupakan komponen sistem, yaitu segala sesuatu yang perlu
dimasukkan ke dalam sistem sebagai bahan yang akan diolah lebih
lanjut untuk menghasilkan keluaran yang berguna.

6. Mempunyai pengolahan (processing)


Pengolah merupakan komponen sistem yang mempunyai peran utama
mengolah masukan agar menghasilkan keluaran yang berguna bagi para
pemakainya. Dalam Sistem Informasi Manajemen, pengolahan adalah

5
berupa program aplikasi komputer yang dikembangkan untuk keperluan
khusus.

7. Mempunyai keluaran (output)


Keluran merupakan komponen sistem yang berupa berbagai macam
bentuk keluaran yang dihasilkan oleh komponen pengolahan. Dalam
Sistem Informasi Manajemen, keluaran adalah informasi yang dihasilkan
oleh program aplikasi yang akan dihasilkan oleh program aplikasi yang
akan digunakan oleh para pemakai sebagai bahan pengambilan
keputusan.

8. Mempunyai sasaran (objectives) dan tujuan (goal)


Setiap komponen dalam sistem perlu dijaga agar saling bekerja sama
dengan harapan agar mampu mencapai sasaran dan tujuan sistem.

9. Mempunyai kendali (control)


Setiap komponen dalam sistem perlu selalu dijaga agar tetap bekerja
sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing. Hal ini bisa
dilakukan jika ada bagian yang berperan menjaganya, yaitu bagian
kendali. Bagian kendali mempunyai peran utama menjaga agar proses
dalam sistem dapat berlangsung secara normal sesuai batasan yang
telah ditetapkan sebelumnya. Dalam Sistem Informasi Manajemen,
kendali dapat berupa validasi masukan, validasi proses, maupun
validasi keluaran yang dapat dirancang dan dikembangkan secara
terprogram.

10. Mempunyai umpan balik (feed back)


Umpan balik diperlukan oleh bagian kendali (control) sistem untuk
mengecek terjadinya penyimpangan proses dalam sistem dan
mengembalikannya ke dalam kondisi normal.

6
1.2 Informasi
2.1.3 Pengertian Informasi
Pembahasan mengenai informasi tentu tak lepas dari pembahasan data. Data
dapat didefinisikan sebagai bahan keterangan tentang kejadian - kejadian nyata
atau fakta-fakta yang dirumuskan dalam sekelompok lambing tertentu yang
tidak acak yang menunjukkan jumlah, tindakan, atau hal (Sutanta, 2003). Data
dapat berupa catatan-catatan dalam kertas, buku, atau tersimpan sebagai file
dalam basis data.

Informasi adalah hasil pengolahan data sehingga menjadi bentuk yang


penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam
pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu
juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang (Sutanta, 2003). Untuk
memperoleh informasi, diperlukan adanya data yang akan diolah dan unit
pengolah.

Berdasarkan pengertian data dan informasi di atas ditunjukkan bahwa


informasi memiliki hubungan yang erat terhadap data, di mana data merupakan
sumber dari informasi dan informasi merupakan hasil pengolahan data.
Transformasi data menjadi informasi dapat ditunjukkan oleh Gambar 2.1. Dalam
gambar tersebut, input adalah data yang akan diolah oleh unit pengolah dan
output adalah informasi sebagai hasil pengolahan data yang telah diinputkan.
Suatu unit penyimpan diperlukan sebagai alat simpanan data, pengolah, maupun
informasi.

Input Unit Pengolahan Output

Unit Penyimpanan

Gambar 2.2 Transformasi data menjadi informasi


7
2.1.4 Kualitas Informasi
Kualitas dari informasi tergantung pada 3 hal yaitu informasi harus
(Jogianto, 2001) :
1. Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan
tidak bias atau menyesatkan. Akurat juga berarti informasi harus jelas
mencerminkan maksudnya.
2. Tepat pada waktunya berarti informasi yang datang pada penerima
tidak boleh terlambat, karena informasi merupakan landasan dari dalam
pengambilan keputusan.
3. Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk
pemakainya.

2.1.5 Nilai Informasi


Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya efektif dibandingkan dengan
biaya pendapatannya, tetapi untuk menilai suatu informasi tidak dapat persis
ditaksir dengan satuan nilai uang, tetapi dapat ditaksir efektifitasnya. (Jogianto,
2001)

1.3 Sistem Informasi


2.5.1 Pengertian sistem informasi
Sistem informasi adalah suatu sistem disuatu organisasi yang mempertemukan
kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat menejerial
dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu
dengan laporan-laporan yang diperlukan. (Jogianto, 2001)

2.5.2 Pengertian sistem informasi pendaftaran


Sistem informasi Pendaftaran adalah sebuah sistem komputerisasi untuk
menangani dan mengolah data para pendaftar. Sistem Informasi Pendaftaran
memiliki kemampuan antara lain: menyimpan data para calon siswa,

8
menampilkan jurnal harian maupun jurnal umum serta mengolah atau menyaring
data para calon siswa yang di terima secara cepat mudah dan akurat, serta
sinkronisasi dan itegrasi data yang selalu mengikuti perubahan.

1.4 Analisis sistem


Analisis sistem adalah penguraian dari sistem informasi yang utuh, kedalam
bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan dan
mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan-hambatan yang mungkin
terjadi dan keutuhan-keutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan
perbaikan-perbaikannya (Jogianto, 2001)
Tahapan analisa sistem dilakukan setelah tahap perencanaan sitem dan
sebelum tahap desain sistem. Tahap analisa merupkan tahap yang penting
karena kesalahan pada tahap ini akan menyebabkan kesalahan pada tahap
selanjutnya. Di dalam tahapan analisis sistem terdapat langkah- langkah
dasar yang harus dilakukan oleh analisa sistem sebagai berikut :
1. Mengidentifikasi masalah
Merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahapan analisa
sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai pertanyaan yang diinginkan
untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari sistem
tidak dapat dicapai. Oleh karena itulah pada tahap analisis sistem,
langkah pertama yang harus dilakukan oleh analis sistem adalah
mengidentifikasi terlebih dahulu masalah-masalah yang terjadi.
2. Memahami kerja sistem yang ada
Langkah kedua dari tahap analisa sistem adalah memahami kerja dari
sistem yang telah ada. Dalam analisa sistem perlu mempelajari apa
dan permasalahan-permasalahan, kelemahan-kelemahan dan
kebutuhan-kebutuhan pemakai sistem untuk dapat memberikan
rekomendasi pemecahan. Pada tahapan ini kegiatan-kegiatan yang di
lakukan antara lain:
1. Menentukan jadwal penelitian
2. Merencanakan jadwal penelitin

9
3. Membuat agenda wawancara
4. Mengumpulkan hasil penelitian

3. Menganalisa Sistem
Langkah ini dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh dari
penelitian yang telah dilakukan.
4. Membuat laporan hasil analisa
Setelah proses analisa sistem selesai dilakuakan, tugas selanjutnya adalah
membuat laporan yang natinya diserahkan pada pihak menejemen.
1.5 Perancangan sistem
2.5.1 Pengertian perancangan sistem
Perancangan sistem adalah merancang atau mendesain sistem yang baik, isinya
adalah langkah-langkah operasi dalam pengolahan data dan prosedur untuk
mendukung operasi sistem. Untuk mencapai keinginan yang dimaksud dalam
perancangan sistem informasi pendaftarana mk diperlukan perancangan sistem
dengan langkah-langkah :
1. Mempelajari dan mengumpulkan data untuk disusun menjadi sebuah
struktur data yang sesuai dengan sistem yang dibuat.

2. Melakukan evaluasi serta merumuskan masalah-masalah sistem yang


baru secara rinci dan keseluruhan dari masing-masing bentuk informasi
yang akan disajukan.
3. Menganalisa kendala yang akan dihadapi dalam permasalahan yang
mungkin timbul dalam proses perancangan sistem.
2.5.2 Alat bantu perancangan sistem
Dalam merancang sistem terdapat alat-alat bantu yang dapat digunakan untuk
mempermudah dalam merancang suatu sistem yaitu :
1. Diagram Konteks (Context Diagram)
Diagram konteks adalah sebuah diagram sederhana yang menggambarkan
hubungan antara entity luar, masukan, dan keluaran dari sistem. Diagram
konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili

10
keseluruhan sistem. (Kristanto,2003)
2. Data Flow Diagram (DFD)
Data Flow Diagram (DFD) merupakan gambaran keseluruhan kerja
sistem secara garis besar. Beberapa simbol yang digunakan adalah :

Menunjukkan kesatuan Menunjukkan Proses


luar (eksternal)

Menunjukkan aliran atau Menunjukkan penyimpanan


arus data data atau basis data

Gambar 2.3 Simbol Data Flow Diagram (Kristanto, 2003)

3. Entity Relationship Diagram (ERD)


Entity Relationship Diagram adalah model konseptual yang
mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan data atau file data.
Simbol-simbol yang digunakan dalam Entity Relationship Diagram ada
pada tebel berikut:
a. Entity
Suatu obyek yang dapat didefinisikan dalam lingkunagn pemakai dalam
konteks sistem yang telah dibuat. Entity digunakan atau digambarkan
persegi empat.
b. Atribut
Elemen-elemen yang ada dalam entity dan fungsi. Atribut
mendeskripsikan karakter entity. Atribut digambarkan dengan simbol
elips.
c. Hubungan

11
Hubungan ini dinamakan relationship atau relasi. Hubungan harus
dibedakan antara hubungan bentuk antara entity dengan isi dari
hubungan ini sendiri. Hubungan digambarkan dengan simbol ketupat.
d. Garis
Digunakan untuk menghubungkan entity dengan entity manapun entity
dengan atribut.

Menunjukkan Entity Menunjukkan Atribut

Menunjukkan garis
Menunjukkan Hubungan

Gambar 2.4 Entity Relationship Diagram

4. Kamus Data
Kamus data atau data dictionary adalah katalog fakta tentang data dan
kebutuhan-kebutuhan informasi dari suatu informasi. Kamus data
berfungsi untuk membantu pelaku sistem memahami aplikasi secara
detail, dan mengorganisasikan semua elemen data yang digunakan dalam
sestem secara presisi sehingga pemakai dan penganalis asistem punya
dasar pengertian yang sama tentang masukan, keluaran, penyimpanan
dan proses. kamus data mendefinisikan elemen data dengan fungsi
berikut:
a. Menjelaskan arti aliran data dan penyimpanan dalam Data Flow
Diagram.

12
b. Mendeskripsikan komposisi data yang bergerak melalaui aliran.
c. Mendeskripsikan komposisi penyimpanan data.
d. Mendeskripsikan hubungan detail antara penyimpan yang akan
menjadi titik perhatian dalam entity relationship diagram.
Notasi-notasi yang digunakan dalam kamus data ada pada
tabel dibawah ini :
Simbol Keterangan
= Terdiri dari, mendefinisiskan, diuraiakan
menjadi, artinya.
+ Dan.
() Opsional (boleh ada atau boleh tidak).
{} Pengulangan
[] Memilih salah satu dari sejumlah alternatif,
seleksi.
** Komentar.
@ Identifikasi atribut kunci.
| Pemisa sejumlah alternatif pilihan antara
simbol [ ]

Gambar 2.5 Notasi Kamus Data (Iskandar H, Bahri, K.S, 1997)

5. Hierarchy plus Input-Proses-Output (HIPO)


Hierarchy plus Input-Proses-Output (HIPO) merupakan metodologi
yang dikembangkankan dan didukung oleh IBM. HIPO sebenarnya
adalah alat dokumentasi program . Akan tetapi sekarang , HIPO juga
bayak yang digunakan sebagai alat desain dan teknik dokumentasi dalam
pengembangan sistem. HIPO berbasis pada fungsi, yaitu tiap-tiap modul
di dalam sistem digambarkan oleh fungsi utamanya.( Jogiyanto,2001)
6. Algoritma dan Flowcart
Algoritma adalah urutan langkah-langkah logika yang menyatakan suatu
tugas dalam menyelesaikan suatu masalah.

13
Flowchart adalah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-
algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah alur program
tersebut . Beberapa simbol yang digunakan adalah :

Menunjukkan awal/akhir
program

Menunjukkan input/output

Menunjukkan arus

Menunjukkan proses

Menunjukkan Pengujian

Gambar 2.6 Simbol flowchart

1.6 Basis data


2.6.1 Pengertian basis data
Basis data terdiri dari dua kata yaitu Basis dan Data. Basis kurang lebih dapat
diartikan sebagai markas atau gudang, tempat bersarang dan berkumpul. Data
adalah representasi fakta dunia nyata yang mewakili suatu objek seperti
manusia (pegawai, siswa, pembeli, pelanggan), barang, hewan, peristiwa,
konsep, dan sebagainya yang direkam dalam bentuk angka, huruf, simbol, teks,
gambar, bunyi atau kombinasinya (Fathansyah,1999).
Prinsip utama dari Basis Data adalah penyimpanan arsip/data, dan tujuan utama
Basis Data adalah kemudahan dan kecepatan dalam pengambilan kembali
data/arsip. Hal yang sangat ditonjolkan dalam Basis Data adalah
pengorganisasian data yang akan kita simpan sesuai fungsi/jenisnya.

14
pengorganisasian data ini dapat berbentuk sejumlah file atau table tepisah atau
dalam bentuk pendefinisian kolom –kolom atau field – field data dalam setiap
file / tabel.
Dalam setiap file terdapat record – record yang sejenis, sama besar, sama bentuk
dan merupakan suatu kumpulan entitas yang seragam. Suatu record terdiri dari
field – field yang saling berhubungan untuk menujukkan bahwa field tersebut
dalam suatu pengertian yang lengkap dan direkam dalam suatu record. Untuk
menyebut isi dari field maka digunakan attribute atau merupakan judul dari
suatu kelompok entitas tertentu. Entitas adalah obyek nyata yang akan direkam.

2.6.2 Perencanaan basis data


Perancangan basis data secara umum dilakukan dengan menentukan kebutuhan
file – file dalam basis data berdasarkan DFD sistem baru yang telah dibuat dan
kemudian menentukan parameter file dalam basis data. Setelah kebutuhan –
kebutuhan file – file tersebut diketahuimaka dilakukan pendefinisian struktur
file basis data tersebut. Struktur file basis data tergantung dari data yang masuk
atau hasil keluaran sistem. Dari analisa data yang masuk dan hasil keluaran,
maka suatu file dapat didefinisikan strukturnya. Dan selanjutnya perlu dikaji
kerelasian antar file dalam basis data. Hubungan antar file dalam basis data
dikendalikan oleh suatu kunci penghubung (Foreign Key) (Sutanta , 2003).
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat rancangan basis data
yaitu sebagai berikut :
1. Meminimalisasi kerangkapan data.
2. Data – data dalam basis data harus digunakan secara bersama – sama.
3. Standarisasi data untuk menyeimbangkan perbedaan kebutuhan data
para pemakai. Menjamin Integritas data.
4. Berorientasi pada data dan bukan pada program.
5. Data dapat digunakan oleh pemakai – pemakai yang berbeda atau
beberapa program aplikasi tanpa perlu mengubah basis data.
6. Data yang ada dapat memenuhi kebutuhan sistem – sistem baru secara
mudah.

15
7. Data dapat digunakan dengan cara – cara yang berbeda.
2.6.3 Tujuan basis data
1. Mengatur data sehingga diperoleh kemudahan, ketepatan dan kecepatan
dalam pengambilan kembali.
2. Tidak adanya redundansi dan menjaga konsistensi data.
3. Pengaturan dalam pemilahan data sesuai dengan fungsi dan jenisnya.
2.6.4 Manfaat basis data
1. Kecepatan dan Kemudahan (Speed)
2. Kebersamaan Pemakaian (Sharability)
3. Pemusatan Kontrol Data
4. Efisiensi Ruang Penyimpanan (Space)
5. Keakuratan (Accuracy)
6. Ketersediaan (Availability)
7. Kelengkapan (Completeness)
8. Keamanan (Security)
9. Kemudahan dalam Pembuatan Program Aplikasi Baru
10. User View

1.7 Borland Delphi 7.0


2.8.1 Pengertian borland delphi 7.0
Borland Delphi 7.0 merupakan suatu bahasa pemrograman yang memberikan
berbagai fasilitas pembuatan aplikasi untuk mengolah teks, grafik, angka,
database dan aplikasi web. Program ini mempunyai kemampuan luas yang terletak
pada produktifitas, kualitas, pengembangan perangkat lunak, kecepatan kompilasi,
pola desain yang menarik serta bahasa pemrogramannya terstruktur dan lengkap.
Object adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik yang biasanya dapat
dilihat.

1.8.2 Kegunaan borland delphi 7.0


1. Untuk membuat aplikasi windows
2. Untuk merancang aplikasi program berbasis grafis

16
3. Untuk membuat program berbasis jaringan (client/server)
4. Untuk merancang program .Net (berbasis internet)

1.8.3 Keunggulan Borland Delphi 7


1. IDE (Integrated Development Environment) atau lingkungan
pengembangan aplikasi sendiri adalah satu dari beberapa
keunggulan delphi, didalamnya terdapat menu – menu yang
memudahkan kita untuk membuat suatu proyek program.
2. Proses Kompilasi cepat, pada saat aplikasi yang kita buat
dijalankan pada Delphi, maka secara otomatis akan dibaca sebagai
sebuah program, tanpa dijalankan terpisah.
3. Mudah digunakan, source kode delphi yang merupakan turunan
dari pascal, sehingga tidak diperlukan suatu penyesuain lagi.
4. Bersifat multi purphase, artinya bahasa pemograman Delphi dapat
digunakan untuk mengembangkan berbagai keperluan
pengembangan aplikasi.
1.8.4 Kekurangan Borland Delphi 7
1. Partial single vendor lock-in (Borland dapat menetapkan standar
bahasa, kompatibilitas yang harus mengikutinya)
2. Akses pada platform dan library pihak ketiga membutuhkan file-
file header yang diterjemahkan ke dalam bahasa pascal
3. Dokumentasi atas platform dan teknik-teknik yang menyertainya
sulit ditemukan dalam bahasa pascal (contoh akses COM dan
Win32)
1.8 Microsoft acces 2007
1.8.1 Pengertian Microsoft acces 2007
Menurut Wibisono (1999), Microsoft Access merupakan salah satu program
pengolahan database yang canggih digunakan untuk mengolah berbagai jenis data
dengan pengoprasian yang mudah. Database dalam Microsoft Access 2007
tersimpan dalam format. Mdb, dan dapat dilengkapi dengan pasword, sehingga
keamaan data lebih terjaga. Fasilitas baru yang disediakan memudahkan

17
pembuatan, penataan dan pengolahan objek database. Apabila dibandingkan
dengan database paradox 7, Microsoft Access 2007 jauh lebih mudah dan efisien
dalam pengoprasian basis data. Seperti halnya dalam membuat query dan
relationship, Microsoft Access 2007 dapat diisi data dalam tabel maksimum
mencapai 2Gb. Di dalam Microsoft Access terdapat banyak featurs yang akan
memudahkan pemakai untuk mengoprasikan data. Sedangkan dalam paradox 7
featurs yang diberikan sangat terbatas.

1.8.2 Kelebihan microsoft acces 2007


1. Aplikasinya mudah diperoleh (meskipun bajakan)
2. Manipulasi tabel dan data sangat mudah dilakukan
3. Relasi antar tabel dapat dibuat dengan mudah
4. Perintah SQL dapat diberikan
5. Tersedia fasilitas untuk keamanan data
6. Mampu menyimpan data dalam jumlah sangat besar (jauh lebih
besar daripada Paradox).
7. Salah satu keunggulan Microsoft Access 2007 dilihat dari
perspektif programmer adalah kompatibilitasnya dengan bahasa
pemrograman Structured Query Language (SQL). Para pengguna
dapat mencampurkan dan menggunakan kedua jenis bahasa
tersebut (VBA dan Macro) untuk memprogram form dan logika dan
juga untuk mengaplikasikan konsep berorientasi objek.
8. Access mengizinkan pengembangan yang relatif cepat karena
semua tabel basis data, queri, form, dan report disimpan di dalam
berkas basis data miliknya (*.MDB). Untuk membuat Query,
Access menggunakan Query Design Grid, sebuah program berbasis
grafis yang mengizinkan para penggunanya untuk membuat query
tanpa harus mengetahui bahasa pemrograman SQL.
9. Bahasa pemrograman yang tersedia di dalam Access adalah
Microsoft Visual Basic for Applications (VBA), seperti halnya
dalam beberapa aplikasi Microsoft Office.

18
1.8.3 Kekurangan Microsoft Office 2007
1. Instalasinya membutuhkan ruang yang cukup besar di hard disk.
2. Hanya bisa dijalankan di sistem operasi Windows.
3. Kapasitas data sangat terbatas sehingga hanya cocok jika
diaplikasikan untuk small system atau home bisnis.
4. Keamanan tidak begitu bisa dihandalkan walaupun sudah mengenal
konsep relationship.
5. Kurang bagus jika diakses melalui jaringan sehingga aplikasi-
aplikasi yang digunakan oleh banyak pengguna cenderung
menggunakan solusi sistem manajemen basis data yang bersifat
clien atau server.

19

Anda mungkin juga menyukai