0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan20 halaman

Olahan Bebek Tradisional Oriental

Diunggah oleh

putri vanisha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
35 tayangan20 halaman

Olahan Bebek Tradisional Oriental

Diunggah oleh

putri vanisha
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR

INFORMASI UMUM
A. Identitas Modul Ajar
Satuan Pendidikan Universitas Negeri Padang
Penyusun Nurice Astuty
Tahun Ajaran 2024/2025
Mata Pelajaran Makanan Oriental
Judul Modul Pengolahan makanan dan minuman oriental
Fase F
Kelas/Semester XI / 1
Alokasi Waktu 72 JP (4 pertemuan @ 6 JP x 45 menit)

Siswa memiliki pemahaman yang mendalam tentang


konsep dan jenis-jenis makanan oriental.
Deskripsi AspekI Siswa harus dapat menjelaskan konsep dan jenis-jenis
Konsentrasi makanan oriental dengan jelas dan mudah dipahami oleh
Kuliner peserta didik.
Siswa harus dapat menunjukkan contoh-contoh nyata
dari berbagai jenis makanan dan minuman oriental

Elemen Pengolahan Makanan dan Minuman

Pada akhir fase F peserta didik mampu memahami isi


resep standar dalam melaksanakan proses membuat
Capaian hidangan oriental yang otentik berbahan dasar nabati
dan hewani . peserta didik mampu membuat makanan
Pembelajaran
oriental seperti Mengolah makanan, minuman dan kue
oriental yang sesuai kebutuhan dan standar industri

B. Kompetensi Awal

1. Pengetahuan Awal yang Diperlukan untuk Project Mengolah makanan


oriental.

Project Mengolah Mengolah makanan, minuman dan Kue oriental.

dirancang untuk siswa yang memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar


berikut:

1. Pengetahuan tentang bahan-bahan makanan :

1
• Siswa harus mengetahui jenis-jenis bahan makanan yang umum digunakan,
seperti bawang putih, kecap ikan, asin, saus tiram, tomat, wijen
• Siswa harus memahami fungsi masing-masing bahan kue dalam pembuatan kue.

2. Keterampilan dasar memasak:

• Siswa harus mampu mengukur dan menimbang bahan-bahan dengan tepat.


• Siswa harus mampu mencampur bahan-bahan dengan benar.
• Siswa harus mampu menggunakan alat-alat masak dengan aman dan benar.

3. Kemampuan membaca dan memahami resep:

• Siswa harus mampu membaca dan memahami resep makanan dengan baik.
• Siswa harus mampu mengikuti instruksi dalam resep dengan benar.

C. Profil Pelajar Pancasila


Project pengolahan makanan kontinental dapat membantu siswa dalam
mengembangkan profil Pelajar Pancasila dengan cara berikut:

1. Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa:

• Siswa dapat menunjukkan rasa syukur atas kekayaan budaya kuliner Indonesia,
khususnya kue tradisional, yang merupakan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
• Siswa dapat memahami nilai-nilai spiritual dan moral yang terkandung dalam tradisi
pembuatan kue tradisional.

2. Berkebhinekaan Global:

• Siswa dapat mempelajari dan memahami berbagai jenis makanan dari berbagai
negara di asean yang mencerminkan keragaman budaya bangsa.
• Siswa dapat menghargai perbedaan dan keragaman budaya dalam konteks kuliner
Indonesia.

3. Berkebenaman:

• Siswa dapat mengembangkan keterampilan hidup seperti memasak, mengukur, dan


mencampur bahan-bahan dengan tepat.
• Siswa dapat belajar tentang pentingnya menjaga kebersihan dan higiene dalam
pengolahan makanan.

4. Mandiri:

• Siswa dapat menyelesaikan project secara mandiri atau bersama kelompok dengan
bertanggung jawab.

2
• Siswa dapat belajar untuk mengatur waktu dan menyelesaikan tugas dengan tepat
waktu.

5. Gotong Royong:

• Siswa dapat bekerja sama dengan teman sekelas untuk menyelesaikan project secara
bersama-sama.
• Siswa dapat belajar tentang nilai-nilai gotong royong dan kerja sama dalam mencapai
tujuan bersama.

6. Kreatif:

• Siswa dapat berkreasi dalam menghias dan menyajikan makanan kontinental


dengan cara yang menarik dan estetis.
• Siswa dapat belajar tentang pentingnya kreativitas dalam mengembangkan produk
dan layanan.

7. Berpikir Kritis:

• Siswa dapat menganalisis teknik pengolahan dan proses pembuatan berbagai jenis
kue tradisional.
• Siswa dapat belajar untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi yang kreatif.

8. Pantas:

• Siswa dapat menunjukkan sikap sopan santun dan menghargai orang lain selama
project berlangsung.
• Siswa dapat belajar tentang nilai-nilai etika dan moral dalam kehidupan
bermasyarakat.

9. Tangguh:

• Siswa dapat mengatasi tantangan dan rintangan yang dihadapi selama project
berlangsung.
• Siswa dapat belajar untuk mengembangkan mental yang tangguh dan pantang
menyerah.

10. Berjiwa Pemimpin:

• Siswa dapat menunjukkan kepemimpinan dalam menyelesaikan project secara


bersama-sama.
• Siswa dapat belajar untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas
tindakan mereka.

D. Sarana dan Prasarana


Laptop/smartphone, aplikasi Zoom/Meet,
Alat/ Bahan p r o y e k t o r , internet,
alattulis, lembar kerja peserta didik, alat dan bahan
3
praktik
(terlampir).
Buku pegangan guru dan peserta didik, Slide presentasi
Materi/ Sumber
PPT, Video Pembelajaran.
E. Target Peserta Didik
Peserta Didik
Eksplorasi materi tentang zat dan perubahannya.
Reguler
Peserta Didik
Menyajikan materi dengan metode dan media yang
dengan Kesulitan
cocok.
Belajar
Siswa dengan
Mengeksplorasi materi dari berbagai sumber.
Pencapaian Tinggi
F. Model Pembelajaran yang Digunakan
Project Based Learning (PjBL) secara luring

KOMPETENSI INTI
A. Tujuan Pembelajaran dan Kriteria Ketercapaian Tujuan
(KKTP)
KKTP
Tujuan Pembelajaran Pada akhir pembelajaran, peserta didik menunjukkan
kemampuan :
Mengolah Kue Tradisional
Indonesia
memilih dan menggunakan alat-alat yang
tepat untuk mengolah makanan
4.1.1 kontinental
mmenimbang, mengukur, dan mencampur
4.1.2 bahan-bahan dengan tepat sesuai resep.
menguasai teknik pengolahan dasar
seperti mengaduk, menguleni,
menggoreng, mengukus, dan membakar
4.1.3 kue.
menghias dan menyajikan berbagai
4.1.4 macam makanan kontinentaldengan
menarik dan estetis.

B. Pemahaman Bermakna
Mengikuti resep dan menyelesaikan proses pembuatan kue
membutuhkan kemampuan untuk memecahkan masalah. Siswa akan
belajar bagaimana mengatasi berbagai kendala yang mungkin
muncul selama proses memasak.

4
C . Pertanyaan Pemantik

Pertanyaan Pemanik:

1. Mengenal berbagai macam makanan kontinental :


• Pernahkah kamu mencicipimasakan oriental ? Apa yang kamu sukai dari masakan
oriental tsb
• Menurut kamu, apa yang membedakan makanan oriental dengan makanan
kontinental
• Apa yang kamu ketahui tentang sejarah dan asal-usul makanan oriental ?
• Menurut kamu, apa pentingnya mempelajari cara mengolah dan memasak
hidangan oriental
2. Memicu Kreativitas dan Keterampilan Hidup:

• Apakah kamu suka memasak atau membuat hidang oriental ? Apa yang
kamu sukai dari kegiatan tersebut?
• Menurut kamu, keterampilan apa yang dibutuhkan untuk menjadi seorang dalam
mengolah makanan oriental.
• Pernahkah kamu mencoba membuat kue sendiri? Bagaimana pengalamanmu?
• Menurut kamu, apa keuntungan mempelajari cara menghias dan menyajikan
hidangan dengan menarik?

3. Mengaitkan dengan Kehidupan Sehari-hari:

• Apakah kamu sering membantu orang tua di dapur? Apa yang biasanya kamu
lakukan?
• Menurut kamu, apa manfaat yang bisa diperoleh dengan menguasai keterampilan
memasak?
• Bayangkan kamu ingin membuat hidangan oriental Menurut kamu, bagaimana cara
kamu bisa melestarikan budaya dan ciri khas dari makanan dari negara tersebut.

D. Persiapan Pembelajaran
1. Menyiapkan dan memeriksa kembali alat dan bahan yang digunakann
2. Menyiapkan dan memeriksa kembali lingkungan belajar
3. Menyiapkan dan mengkondisikan persiapan Personal Hygiene

E. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pendahuluan :
Guru menyapa siswa dan mengajak mereka berdiskusi tentang makanan
1

favorit mereka.)
5
memperkenalkan topik: Guru memperkenalkan topik pembelajaran tentang
2
sejarah, bahan-bahan khas dari masing-masing negara.
membangkitkan minat: Guru menunjukkan gambar atau video tentang
3 berbagai hiddangan oriental dan menceritakan sejarah singkatnya.

membuat tujuan pembelajaran: Bersama dengan siswa, guru merumuskan


tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
: Bersama dengan siswa, guru merumuskan tujuan pembelajaran yang
ingin dicapai. Pada tahap ini, guru perlu melakukan diferensiasi
dengan cara:

• Menentukan tujuan pembelajaran yang berbeda untuk siswa dengan gaya belajar
yang berbeda.
• Memberikan contoh tujuan pembelajaran yang berbeda, seperti:
o Untuk siswa dengan gaya belajar visual: Mampu membuat gambaran
tentang sejarah dan asal-usul makanan oriental
o Untuk siswa dengan gaya belajar auditori: Mampu menjelaskan sejarah dan
asal-usul makanan oriental kepada teman sekelas.
o Untuk siswa dengan gaya belajar kinestetik: Mampu membuat makanan
oriental secara langsung.
4
• Memberikan pilihan kepada siswa untuk memilih tujuan pembelajaran yang
sesuai dengan gaya belajar mereka.
• Menentukan tujuan pembelajaran yang berbeda untuk siswa dengan tingkat
kemampuan yang berbeda. Memberikan contoh tujuan pembelajaran yang
berbeda, seperti:

o Untuk siswa dengan kemampuan rendah: Mampu menjelaskan sejarah dan


asal-usul dari 3 jenis hidangan makanan oriental.
o Untuk siswa dengan kemampuan sedang: Mampu menjelaskan bahan-
bahan, fungsi, dan proporsi dalam resep 1 jenis hidangan makanan oriental.
o Untuk siswa dengan kemampuan tinggi: Mampu menganalisis teknik
pengolahan dan proses pembuatan 1 jenis hidangan makanan oriental..

• Memberikan pilihan kepada siswa untuk memilih tujuan pembelajaran yang ingin
mereka capai.

Inti :
Fase 1
Menentukan Pertanyaan Mendasar dan Menentukan Projek

6
1. Menentukan Pertanyaan Mendasar dan Menentukan Projek (Diferensiasi
konten):

• Pertanyaan Mendasar:
o Untuk siswa dengan gaya belajar visual: "Bagaimana cara membuat
hidangan makanan oriental.
o yang memiliki visual yang menarik dan estetis?"
o Untuk siswa dengan gaya belajar auditori: "Bagaimana cara menceritakan
sejarah dan asal-usul hidangan makanan oriental.
o dengan cara yang menarik dan mudah dipahami?"
o Untuk siswa dengan gaya belajar kinestetik: "Bagaimana cara membuat
variasi baru dari kue tradisional Indonesia dengan rasa dan tekstur yang unik?"
• Pilihan Projek:

o Untuk siswa dengan gaya belajar visual: Membuat PPT atau infografis
tentang hidangan makanan oriental..
o Untuk siswa dengan gaya belajar auditori: Membuat PPT atau video
tentang sejarah dan asal-usul hidangan makanan oriental..
o Untuk siswa dengan gaya belajar kinestetik: Membuat variasi baru dari
hidangan makanan oriental dan mempresentasikannya kepada teman
sekelas.
Fase 2
Mendesain Perencanaan Projek9 (diferensiasi proses)
• Membuat daftar langkah-langkah projek: Siswa dibimbing oleh guru untuk
membuat daftar langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menyelesaikan
projek.
• Menentukan sumber informasi: Siswa dibimbing oleh guru untuk mencari sumber
informasi yang relevan dengan projek mereka.
• Membuat timeline: Siswa dibimbing oleh guru untuk membuat timeline untuk
menyelesaikan projek mereka.

Fase 3
Menyusun Jadwal Pelaksanaan Projek( diferensiasi konten)
• Menentukan waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap langkah projek:
Siswa dibimbing oleh guru untuk menentukan waktu yang dibutuhkan untuk
menyelesaikan setiap langkah projek.
• Membuat jadwal yang realistis: Siswa dibimbing oleh guru untuk membuat jadwal
yang realistis dan sesuai dengan kemampuan mereka.
• Memantau dan mengevaluasi jadwal: Siswa dibimbing oleh guru untuk memantau
dan mengevaluasi jadwal mereka secara berkala.

Fase 4
Melaksanakan Penyelesaian Fasilitas dan Monitoring Guru
• Guru menyediakan fasilitas yang dibutuhkan: Guru menyediakan fasilitas yang
dibutuhkan oleh siswa untuk menyelesaikan projek mereka, seperti alat-alat
memasak, bahan-bahan kue, komputer, Smartphone dan alat perekam suara/video.

7
• Guru memberikan bimbingan dan arahan: Guru memberikan bimbingan dan
arahan kepada siswa selama mereka menyelesaikan projek mereka.
• Guru memberikan umpan balik: Guru memberikan umpan balik kepada siswa
tentang kemajuan projek mereka dan membantu mereka menyelesaikan masalah
yang mereka hadapi.

Fase 5
Penyusunan Laporan( diferensiasi produk)
• Format laporan: Siswa bebas memilih format laporan yang mereka sukai, seperti
poster, ppt, podcast, video, atau laporan tertulis.
• Isi laporan: Laporan harus memuat informasi tentang sejarah, asal-usul, bahan-
bahan, proses pembuatan, dan nilai budaya dari kue tradisional Indonesia yang
dipilih oleh siswa.
• Penilaian laporan: Laporan akan dinilai berdasarkan kelengkapan informasi,
ketepatan informasi, dan kreativitas penyajian.

Fase 6
Evaluasi Proses Hasil Proyek
• Kriteria penilaian: Guru menggunakan kriteria penilaian yang jelas dan terukur
untuk menilai projek siswa.
• Penilaian diri: Siswa diminta untuk menilai projek mereka sendiri berdasarkan
kriteria penilaian yang telah ditentukan.
• Penilaian teman sebaya: Siswa diminta untuk menilai

Penutup :
o 2. Penutup Project hidangan makanan oriental (Kurikulum Merdeka)

Kegiatan penutup merupakan momen penting untuk merefleksikan pembelajaran dan


merayakan pencapaian siswa.expand_more Pada project Mengolah hidangan
makanan oriental, kegiatan penutup dapat dilakukan dengan cara berikut:

1. Pameran Projek:

• Adakan pameran projek di mana siswa memamerkan hasil karya mereka kepada teman
sekelas, orang tua, dan guru.
• Setiap siswa dapat menjelaskan projek mereka kepada pengunjung dan menjawab
pertanyaan tentang kue tradisional Indonesia yang mereka pilih.
• Guru dapat memberikan penghargaan kepada siswa yang menunjukkan kinerja terbaik
dalam projek ini.

2. Festival hidangan oriental dari berbagai negara:


• Adakan festival hidangan oriental dari berbagai negara di mana siswa hadil hidangan
dari berbagai negara bersama ciri khas nya yang mereka buat kepada teman sekelas,
orang tua, dan guru.

8
• Festival ini dapat menjadi ajang bagi siswa untuk menunjukkan kreatifitas dan
keterampilan mereka dalam mengolah hidangan oriental dari berbagai
negara
• Uang hasil penjualan kue dapat digunakan untuk kegiatan amal atau untuk membeli
bahan-bahan untuk project selanjutnya.

3. Diskusi Kelas:

• Adakan diskusi kelas untuk membahas tentang pembelajaran yang diperoleh dari
project ini.
• Siswa dapat berbagi pengalaman mereka selama mengerjakan projek dan belajar dari
satu sama lain.
• Guru dapat memimpin diskusi tentang pentingnya menjaga dan melestarikan budaya
kuliner Indonesia, khususnya kue tradisional.

F. ASESMEN
Tujuan Assessment:


Mengukur pemahaman siswa tentang sejarah, asal-usul, dan ciri khas dari
kue hidangan oriental dari berbagai negara
• Mengevaluasi kemampuan siswa dalam menjelaskan bahan-bahan, fungsi, dan
proporsi dalam resep hidangan oriental dari berbagai negara
• Menilai penguasaan siswa dalam menganalisis teknik pengolahan dan proses
pembuatan berbagai jenis hidangan oriental dari berbagai negara
• Mengukur kemampuan siswa dalam menjelaskan prinsip-prinsip keamanan
pangan dan higiene dalam pengolahan hidangan oriental dari berbagai negara
• Mengevaluasi keterampilan siswa dalam memilih dan menggunakan alat-alat
yang tepat untuk mengolah hidangan oriental dari berbagai negara
• Menilai kemampuan siswa dalam menimbang, mengukur, dan mencampur bahan-
bahan dengan tepat sesuai resep.
• Mengukur penguasaan siswa dalam menguasai teknik pengolahan dasar
seperti boiling, steaming, roasting, frying, griling dan deep-frying
• Mengevaluasi kemampuan siswa dalam menghias dan hidangan oriental
dari berbagai negara dengan menarik dan estetis.
• Mengukur sikap siswa dalam menunjukkan terhadap budaya kuliner negara
asean beserta ciri khasnya.
• Mengevaluasi sikap siswa dalam menghargai nilai budaya , tradisi dan ciri khas
yang terkandung dalam pembuatan hidangan oriental dari berbagai negara
• Mengukur sikap siswa dalam menunjukkan rasa ingin tahu dan semangat belajar
untuk mempelajari berbagai jenis hidangan oriental dari berbagai negara
Assessment Awal:

• Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan dan pemahaman awal siswa


tentang kue tradisional Indonesia.

9
• Metode:

o Tes singkat
o Diskusi kelas
o Observasi

Assessment Process:

• Tujuan: Memonitor kemajuan siswa selama pengerjaan project.


• Metode:

o Observasi
o Jurnal projek
o Diskusi kelas
o Penilaian guru terhadap hasil karya siswa secara berkala

Assessment Sumatif:

• Tujuan: Mengevaluasi pencapaian akhir siswa dalam project.


• Metode:

o Pameran projek
o Festival makanan khas negara-negara oriental
o Refleksi diri
o Penilaian guru terhadap projek akhir siswa

Rubrik Penilaian:

Kriteria Score 4 SKOR 3 SKOR 2 SKOR 1


Penilaian EXCELEN GOOD FAIR NEED
T IMPROVEMENT
Pengetahuan Mampu Mampu Mampu Pengetahuan
tentang menjelaskan menjelaskan menjelaskan tentang
hidangan sejarah, asal- sejarah, asal- sejarah, asal- hidangan
oriental dari usul, dan nilai usul, dan nilai usul, dan nilai oriental dari
berbagai budaya dari budaya dari budaya dari berbagai negara
negara berbagai jenis berbagai jenis beberapa jenis
hidangan hidangan hidangan
oriental dari oriental dari oriental dari
berbagai berbagai berbagai

10
negara negara negara
dengan baik.

11
dengan sangat dengan cukup
baik dan detail. baik.
Pemahaman Mampu Mampu Mampu Pengetahuan
tentang bahan- menjelaskan menjelaskan menjelaskan tentang bahan-
bahan, fungsi, bahan-bahan, bahan-bahan, bahan-bahan, bahan, fungsi, dan
dan proporsi fungsi, dan fungsi, dan fungsi, dan proporsi dalam
dalam resep proporsi dalam proporsi dalam proporsi dalam resep masih
resep dengan resep hidangan resep hidangan kurang.
sangat baik oriental dari oriental dari
dan tanpa berbagai berbagai
kesalahan. dengan baik. dengan cukup
baik, tetapi ada
beberapa
kesalahan.
Kemampuan Mampu Mampu Mampu Kemampuan
menganalisis menganalisis menganalisis menganalisis menganalisis
teknik teknik teknik teknik teknik pengolahan
pengolahan pengolahan pengolahan pengolahan dan proses
dan proses dan proses dan proses dan proses pembuatan masih
pembuatan pembuatan pembuatan pembuatan kurang.
berbagai jenis berbagai jenis beberapa jenis
hidangan hidangan hidangan
oriental dari oriental dari oriental dari
berbagai berbagai berbagai
dengan sangat dengan baik. dengan cukup
baik baik.
Kemampuan Mampu Mampu Mampu Kemampuan
menimbang, menimbang, menimbang, menimbang, menimbang,
mengukur, dan mengukur, dan mengukur, dan mengukur, dan mengukur, dan
mencampur mencampur mencampur mencampur mencampur bahan
bahan-bahan bahan-bahan bahan-bahan bahan-bahan masih kurang.
dengan tepat dengan tepat dengan tepat
sesuai resep sesuai resep
12
dengan sangat sesuai resep dengan cukup
baik dan tanpa dengan baik. baik, tetapi ada
kesalahan. beberapa
kesalahan.

G. Pengayaan dan Remedial


1. Remedial praktek dan tertulis dilaksanakan apabila pencapaian hasil
belajar peserta didik belum mencapai KKM
2. Pengayaan dilaksanakan apabila pencapaian hasil belajar peserta didik
sudah mencapai dan melebihi KKM, tetapi peserta didik belum puas dengan
hasil belajar yang dicapai dan atau peserta didik dengan daya nalar yang
tinggi diberikan lembar kerja mandiri untuk tugas yang
tersetruktur.

H. Refleksi Peserta Didik dan Guru


1. Apa yang di dapat dari pembelajaran yang telah dilakukan?
2. Hal baru apa yang di peroleh setelah pembelajaran?
3. Apa yang dilakukan selanjutnya untuk persiapan pembelajaran
berikutnya dan hal apa yang harus dilakukan?

I. Bahan Bacaan
1. Pengertian makanan oriental
Makanan oriental merujuk pada masakan yang berasal dari negara-negara di Asia Timur
dan Tenggara, seperti China, Jepang, Korea, Thailand, dan Vietnam. Istilah ini sering
digunakan di Barat untuk mengkategorikan berbagai jenis masakan dari wilayah
tersebut. Makanan oriental dikenal dengan kekayaan rasa, variasi bahan, serta teknik
memasak yang unik yang telah berkembang selama ribuan tahun
2. Jenis-Jenis Kue Tradisional

Berikut adalah beberapa jenis hidangan oriental berdasarkan negara masing-masing,


hidangan untuk setiap negara:
1. Jepang: Sushi adalah salah satu makanan Jepang yang paling terkenal. Terdiri
dari nasi yang diberi cuka, dipadu dengan berbagai macam bahan seperti ikan
mentah, sayuran, dan telur.
2. Ramen: Hidangan mi yang berasal dari Jepang, terdiri dari mi yang direbus
dalam kaldu sapi atau ayam, biasanya disajikan dengan sayuran dan daging sapi
atau ayam
3. China: Bebek Peking adalah ikon yang dihormati dalam masakan Tiongkok.
Daging bebek diolah dengan cara tradisional, dibumbui dan dikeringkan di udara
sebelum dipanggang hingga kulitnya renyah, sedangkandagingnya tetap empuk
Nasi Ayam Hainan: Nasi ayam Hainan merupakan hidangan ayam yang direbus
dalam kuah kaldu dan disajikan dengan nasi yang telah dimasak dengan bumbu.
13
Biasanya, nasi ayam hainan dilengkapi dengan timun dan saus sambal untuk
menambah cita rasa
4. Korea: Kimchi adalah makanan fermentasi yang terbuat dari sayuran seperti
bawang, cabai, dan daun bawang yang difermentasi dengan garam dan rempah-
rempah. Kimchi memiliki rasa pedas dan asam yang khas.
Makanan oriental menawarkan kekayaan rasa dan budaya yang luar biasa, dengan
setiap hidangan membawa cerita dan tradisi yang panjang dari masing-masing negara
asalnya.

14
3. Bahan-Bahan Utama
Makanan oriental memiliki berbagai bahan utama yang beragam, tergantung pada negara
asalnya. Berikut adalah beberapa bahan utama yang umum digunakan dalam masakan
oriental:
• Mie
• Saos tiram
• Bawang putih
• Sayuran fermentasi
• Seafood
• Nasi
• ikan
4. Alat-Alat yang Digunakan

Alat-alat yang sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional antara lain:

• Panci: Merebus air, santan, dan bahan lainnya.


• Wajan: Menggoreng kue tradisional.
• Kukusan: Mengukus kue tradisional.
• Oven: Membakar kue tradisional.

• Mixer: Mengaduk adonan kue tradisional.


• Spatula: Mengambil dan meratakan adonan kue tradisional.

5. Teknik-Teknik Pembuatan

Teknik-teknik yang sering digunakan dalam pembuatan kue tradisional antara


lain:

• Mengaduk: Mencampurkan bahan-bahan kue tradisional hingga tercampur rata.


• Membentuk: Membentuk adonan kue tradisional menjadi bentuk yang diinginkan.
• Memanggang: Memasak kue tradisional dengan menggunakan oven.
• Menggoreng: Memasak kue tradisional dengan menggunakan minyak panas.
• Mengukus: Memasak kue tradisional dengan menggunakan uap air panas.

6. Contoh Langkah Pengolahan hidangan oriental


Laksa Penang
• Bahan
- 1 bungkus mie laksa panjang
- 1 bunga kantan/ kecombrang
- Timun
- Sayur salad
- 5 cabe merah kecil
- sesuai selera Kecap manis

15
- Buah nanas sesuai selera
- Telur rebus

• Bahan Kuah
- 1 bunga kantan
- 5 helai daun kesum
- 4 ekor ikan kembung
- secukupnya Air
- 1 keping gula jawa kalo kurang bisa di tambah
- secukupnya Air asam jawa
- 5 asam keping
- secukupnya Garam
- 1 kaleng sarden

• Bumbu Halus
- 5 cabe merah kecil
- 6 cabe merah besar
- 10-15 cabe merah kering buang biji dan rendam dalam air panas
- 8 siung bawang merah
- 5 siung bawang putih
- 10 potong nenas

• Cara Membuat :
- Masukan ikan kembung yg sudah di buang kotoran dan cuci bersih ke dalam
panci lalu tambahkan air secukupnya dan rebus sampai mendidih
- Setelah mendidih, angkat ikan kembung dan tiriskan lalu kuah rebusan ikan
jangan di buang ya sisihkan dulu
- Selanjutnya kita pisahkan daging ikan kembung dengan tulang nya, dan tulang
jangan di buang
- Selanjutnya setelah selesai kita pisahkan tulang dan daging ikan nya, tulang nya
kita masukan dalam blender dan tambahkan sedikit air lalu blender sampai
halus, setelah selesai selanjutnya kita saring biyar tulang sisa nya tidak
tercampur
- Selanjutnya kita hancurkan juga sarden nya lalu setelah selesai kita sisihkan
- Lalu selanjutnya kita buat bumbu halus nya, di sini aku blender saja, aku
potong kasar saja sebelum di aku masukan ke dalam blender biyar mudah saja,
bumbu halus nya bawang merah, bawang putih, cabe merah besar, cabe merah
kecil, buah nanas, cabe merah kering kalo gak punya bisa pake cabe merah
besar nya di tambahkan, lalu tambahkan juga air dan blender sampai halus
- Selanjutnya nyalakan kompor dan siapkan panci merebus dan masukan bumbu
halus, masukan juga daun kesum, asam keping, gula jawa, dan juga 1 bunga
kantan yg sudah aku potong menjadi 2 bagian

16
- Setelah itu masukan kuah dari tulang ikan tadi, masukan air asam jawa,
tambahkan juga sisa air rebusan ikan kembung, dan biyarkan sampai mendidih
- Selanjutnya masukan garam, masukan juga ikan sarden yg sudah di hancurkan
tadi dan masukan juga daging ikan kembung nya lalu icip rasa kalo sudah pas
matikan kompor kuah asam laksa siap di hidangkan
- Selanjutnya potong bahan tambahan nya, yaitu sayur salad, nanas potong
seperti korek dan juga potong timun nya setelah selesai pindahkan ke dalam
wadah dan sisihkan
- Selanjutnya aku potong bawang merah nya dan aku potong jeruk limau nya
kalo gak punya bisa pake jeruk nipis / lemon setelah selesai pindahkan dan
sisihkan
- Dan potong juga cabe merah kecil nya, dan aku potong juga bunga kantan nya
pertama aku belah dulu menjadi 2 selanjutnya aku potong kecil kecil setelah
selesai pindahkan ke dalam wadah juga
- Selanjutnya potong 2 telur rebus nya, setelah selesai pindahkan juga
- Laksa penang siap dihidangkan

17
Bahan-bahan:

• 500 gram beras ketan putih


• 200 ml santan kental
• 100 ml santan cair
• 1 sdt garam
• 2 lembar daun salam
• 2 lembar daun pandan
• 2 sdm minyak goreng
• 250 gram ayam suwir
• 2 butir telur rebus, potong menjadi dua
• 1 batang serai, memarkan

Langkah-langkah:

1. Cuci beras ketan hingga bersih, lalu rendam selama 30 menit.


2. Campurkan santan kental, santan cair, garam, daun salam, daun pandan, dan serai
dalam panci. Masak hingga mendidih.
3. Masukkan beras ketan yang telah direndam, aduk rata. Masak dengan api kecil
hingga air menyusut dan beras ketan setengah matang.
4. Angkat beras ketan dan pindahkan ke wadah lain. Biarkan dingin.
5. Tumis ayam suwir dengan sedikit minyak goreng hingga matang.
6. Ambil selembar daun pisang, olesi dengan minyak goreng.
7. Isi daun pisang dengan 2 sdm adonan beras ketan, tambahkan ayam suwir dan telur
rebus.
8. Tutup daun pisang dan bungkus dengan rapi.
9. Kukus lemper selama 45 menit

18
Glosarium
Makanan oriental merujuk pada masakan yang berasal
Makanan dari negara-negara di Asia Timur dan Tenggara, seperti
oriental
China, Jepang, Korea, Thailand, dan Vietnam. Istilah ini
sering digunakan di Barat untuk mengkategorikan
berbagai jenis masakan dari wilayah tersebut. Makanan
oriental dikenal dengan kekayaan rasa, variasi bahan,
serta teknik memasak yang unik yang telah berkembang
selama ribuan tahun

Bahan utama yang digunakan dalam pembuatan kue, termasuk


Tepung
tepung beras, tepung ketan, tepung terigu, dan tepung sagu.

Gula pasir
Gula

Cairan yang dihasilkan dari perasan parutan kelapa, sering


Santan
digunakan dalam pembuatan kue tradisional.

Mengaduk Teknik mencampurkan bahan-bahan kue hingga tercampur rata.

Menguleni Teknik hidangan oriental hingga kalis dan tidak lengket.

Memanggang Teknik memasak hidangan oriental.

Menggoreng Teknik memasak hidangan oriental dengan menggunakan pan

Mengukus Teknik memasak kue dengan menggunakan uap air panas.

Alat-Alat Peralatan yang digunakan dalam proses pembuatan kue,


Memasak termasuk teflon, wajan, kukusan, oven, mixer, dan spatula.

19
E. Daftar Pustaka
A Case Study of River Side Oriental Cuisine Restaurant
Jurnal Manajemen Perhotelan, 2006.
Studi ini menganalisis preferensi makanan oriental di restoran dan
mencakup informasi tentang teknik memasak serta bahan yang
digunakan dalam masakan Malaysia, Jepang, dan Thailand
Asian Cuisine
Wikipedia. "Asian cuisine." Diakses dari: Wikipedia
Artikel ini memberikan gambaran umum tentang berbagai masakan
di Asia, termasuk karakteristik dan bahan-bahan yang umum
digunakan.
ist of Asian Cuisines
Wikipedia. "List of Asian cuisines." Diakses dari: Wikipedia
Daftar ini mencakup berbagai jenis masakan dari negara-negara di
Asia, memberikan wawasan tentang spesialisasi kuliner masing-
masing wilayah.

Lubuk Sikaping,18 september


2024
Guru Mata Pelajaran

Eka Winarti
NIP. 19710703 2006 042003

20

Anda mungkin juga menyukai