0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan28 halaman

Mendesain Poster untuk Promosi Seni

membuat desai poster

Diunggah oleh

yunita117
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan28 halaman

Mendesain Poster untuk Promosi Seni

membuat desai poster

Diunggah oleh

yunita117
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA

FASE D (KELAS VIII) SMP/MTs


MATA PELAJARAN : SENI RUPA

UNIT 2 : MENDESAIN
SUB UNIT 2.1 : MEMBUAT DESAIN POSTER

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Yunita, [Link]., Gr
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Unaaha
Kelas / Fase : VIII (Delapan) - D
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 9 JP (3 x Pertemuan)
Tahun Penyusunan : 2024

II. KOMPETENSI AWAL


Setiap karya seni rupa selalu diciptakan dari sebuah ide atau gagasan. Ide atau gagasan selalu
berbentuk pesan seorang kreator yang akan disampaikan lewat karyanya. Pesan yang berasal dari
ide atau gagasan tersebut akan dituangkan (divisualkan) secara subjektif oleh seniman
menggunakan medium dan teknik. Ada karya seni rupa yang pesannya dituangkan secara
simbolis, hanya tersirat lewat simbol-simbol.
Ada pula karya seni rupa yang penyampaian pesannya dengan jelas secara tersurat. Lukisan-
lukisan yang diciptakan para seniman adalah contoh-contoh karya seni rupa yang menyampaikan
pesan secara simbolis (tersirat). Pesan-pesan disamarkan dalam tokoh atau adegan dalam lukisan.
Namun, di luar itu, ada juga karya-karya seni rupa yang diciptakan untuk menyampaikan pesan
secara lugas, secara tersurat, karena melibatkan penggunaaan tulisan (huruf, kalimat). Jenis karya
seni rupa yang digunakan untuk menyampaikan pesan secara tersurat tersebut biasa disebut
sebagai media publikasi. Karena dibuat untuk menyampaikan pesan kepada publik (masyarakat
banyak). Karyakarya seni rupa dua dimensi yang diciptakan untuk menyampaikan pesan itu antara
lain:p oster, booklet, dan pamflet.
Pada pelajaran ini kita akan membatasi diri membahas tentang poster saja. Poster merupakan
karya seni rupa dua dimensi yang bisa dikategorikan desain. Karya poster bisa dianggap desain
jika berfungsi sebagai gambar rencana (rancangan) yang ditujukan untuk digandakan atau
diperbanyak.
Ciri-ciri poster:
1. Berbasis kalimat dan gambar.
2. Kalimat singkat dan gambar bersifat sederhana.
3. Kalimat bersifat persuasif (ajakan) dan informatif.
4. Ditempelkan di tempat umum atau lewat media digital.
Gambar 2.1.1. Peta konsep

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif,
inovatif, mandiri, berkebhinekaan global

IV. SARANA DAN PRASARANA


Kertas gambar, pensil, medium gambar, karet penghapus

V. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya
misalnya dengan kinestetik. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar,
kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir arah tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Menjelaskan pengertian karya seni rupa dua dimensi poster.
 Menjelaskan kriteria karya poster dapat disebut sebagai karya desain.
 Menganalisis prinsip dalam poster.
 Menganalisis unsur-unsur dalam poster.
 Membuat desain poster untuk promosi tempat wisata di daerahnya.

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


Peserta didik menyadari bahwa dengan mempelajari materi MEMBUAT DESAIN POSTER dapat
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi MEMBUAT DESAIN POSTER

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


 Menyampaikan materi tentang jenis pesan dalam karya seni rupa dua dimensi
- Guru menyampaikan pokok materi bahwa di dalam karya seni rupa selalu terkandung pesan
yang ingin disampaikan, yaitu pesan simbolik dan pesan nonsimbolik.
- Guru menjelaskan pengertian pesan simbolik mapun pesan nonsimbolik dalam karya seni
rupa dua dimensi.
 Menyampaikan materi tentang jenis karya seni rupa dua dimensi yang bertujuan sebagai media
publikasi
- Guru menjelaskan karya-karya seni rupa dua dimensi yang berfungsi untuk menyampaikan
pesan nonsimbolik kepada masyarakat luas, yaitpuo: ster, borsur, dan pamflet.
 Menyampaikan materi tentang bentuk, bahan, dan ukuran poster.
- Guru menjelaskan kepada siswa, bahwa bentuk poster adalah satu lembar dan dibuat satu
muka, yang dibuat dengan bahan kertas, kain, atau PVC dengan bahwa ukuran lebih lebar
dari kertas ukuran A4 atau F4.
 Menyampaikan perbedaan poster sebagai karya akhir dan sebagai karya desain.
- Guru mengajak siswa untuk melakukan analisis, bahwa saat suatu karya poster tidak
bertujuan digandakan dikategorikan sebagai karya akhir. Namun jika dijadikan model untuk
digandakan, maka poster tersebut dikategorikan sebagai karya desain.
 Menyampaikan materi tentang unsur dan prinsip membuat poster
- Guru mengajak siswa melihat contoh dan menganalisis unsurunsur visual dalam poster,
yaitu tulisan dan gambar.
- Guru juga mengajak siswa menganalisis prinsip-prinsip membuat konten (kandungan) dalam
sebuah poster, yaitu jelas, sederhana, dan persuasif.
 Menyampaikan langkah-langkah mendesain sebuah poster
- Guru mengajak siswa berdiskusi tentang langkah-langkah membuat poster, yaitu: a)
menentukan pesan yang akan disampaikan; b) merumuskan gagasan tentang bentuk
visualisasi; c) merumuskan kalimat dan bentuk gambar; c) menyiapkan alat dan bahan; d)
merealisasikan membuat poster.
 Menyampaikan tugas untuk penilaian
- Guru menyampaikan tujuan penilaian dan kriteria penilaian secara jelas dan terukur.

Gambar 2.1.3. Contoh poster 2

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

PERTEMUAN KE-2 dan 3


Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


Membuat poster komersial
 Peserta didik membuat poster komersial yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya .
 Dengan teman sebangkunya, peserta didik membahas dan memilih satu poster komersial
yang paling menarik.
 Peserta didik melakukan fhinishing karya dengan memberi warna menggunakan cat akrilik
dan kontur menggunakan drawing pen.

Membuat poster nonkomersial


 Peserta didik membuat poster nonkomersial yang telah dipelajari di pertemuan sebelumnya .
 Dengan teman sebangkunya, peserta didik membahas dan memilih satu poster komersial
yang paling menarik.
 Peserta didik melakukan fhinishing karya dengan memberi warna menggunakan cat akrilik
dan kontur menggunakan drawing pen.

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

V. ASESMEN
1. Bentuk Soal
Buatlah satu desain poster yang berisi pesan tentang promosi pariwisata yang ada di daerahmu!

2. Bentuk dan Kiteria Penilaian


a. Bentuk Penilaian :
1) Penilian nontes yang dilaksankan saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung,
berbentuk pertanyaanpertanyaan lisan sebagai asessment for learning dan asessment as
learning.
2) Penilaian formatif berupa penilaian demonstrasi, berbentuk penilaian praktik dan hasil
karya. Penilaian praktik dan hasil karya merupakan satu kesatuan kegiatan yang akan
mengukur aspek kuatilas teknis dan kualitas estetis.
b. Kriteria Penilaian:
Rubrik Penilaian Praktik
Predikat
KUALITAS TEKNIS
A B C D
Kesiapan alat dan bahan
Kebersihan
Keseriusan/kesungguhan
Kemandirian

Predikat Nilai:
A : 90 - 100 : di atas standar
B : 70 - 89 : memenuhi standar
C : 50 - 69 : belum standar
D : < - 49 : kurang

Rubrik Hasil Karya


Aspek Kriteria Nilai
Nilai
Estetis A B C D
Unsur Seluruh unsur Hanya ada 3 Hanya ada 2 Hanya ada 1
(tulisan, lengkap dan unsur yang unsur yang unsur yang
gambar, memenuhi memenuhi memenuhi memenuhi
warna, kriteria kriteria kriteria kriteria
ukuran)
Prinsip (jelas, Ada 3 prinsip Ada 2 prinsip Ada 1 prinsip Belum ada
sederhana, terkandung terkandung terkandung prinsip yang
persuasif) dalam desain dalam desain dalam desain muncul
Kesesuaian Kalimat Kalimat Kalimat Kalimat
pesan sudah sangat sudah sudah sudah kurang sudah tidak
tepat dengan tepat dengan tepat dengan tepat dengan
pesan yang pesan yang pesan yang pesan yang
ingin ingin ingin ingin
disampaikan disampaikan disampaikan disampaikan
Kesesuaian Unsur tulisan Unsur tulisan Unsur tulisan Unsur tulisan
tulisan (kalimat) dan (kalimat) dan (kalimat) dan (kalimat) dan
(kalimat) gambar gambar serasi gambar gambar tidak
dengan saling kurang serasi serasi
gambar mendukung

Keterangan:
A : melampaui standar
B : memenuhi standar
C : belum standar
D : kurang dari standar

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Bagi siswa yang tertarik dan ingin mengembangkan diri dalam pembelajaran ini dapat mencari
informasi tentang bentuk, bahan dan teknik pada berbagai sumber belajar melalui media daring
dengan kata kunci: poster kesehatan, poster niaga, poster pariwisata, poster pendidikan, poster
promosi, dan sebagainya.

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


Setelah kegiatan pembelajaran selesai Guru perlu menjawab pertanyaan:
 Apakah saya telah melakukan persiapan dengan baik?
 Apakah saya melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik?
 Apakah siswa menyukai model pembelajaran yang saya berikan? Kalau tidak apa alasannya?
 Apakah dari kegiatan pembelajaran ini kompetensi siswa bertambah?
 Apakah bentuk penilaian dan rubrik penilaian sudah sesuai untuk kompetensi yang dinilai?

Mengetahui, Unaaha, Juli 2024


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Hasrudin, [Link]., [Link]. Yunita, [Link]., Gr.


NIP 19750716 200701 1 017 NIP 19890121 201708 2 002
LAMPIRAN- LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:


Kelas/Semester : ..... / .......
Mata Pelajaran : .......................................................................................................
Hari/Tanggal : .......................................................................................................
Nama siswa : .......................................................................................................
Materi pembelajaran : .......................................................................................................
.......................................................................................................

LAMPIRAN 2

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

Definisi tentang desain muncul pertama kali pada tahun 1588 oleh Oxford Dictionary, yaitu:
 Rencana atau skema yang dibuat manusia yang akan direalisasikan.
 Gambar terencana untuk sebuah karya seni rupa atau seni terapan (applied art) untuk panduan
pelaksanaannya.

Pada awalnya istilah desain hanya digunakan dalam arsitektur, yaitu berbentuk gambar-gambar
rancang bangun gedung-gedung. Namun kemudian istilah tersebut digunakan di dalam seni rupa,
baik seni rupa murni maupun seni rupa terapan (kriya) yang cenderung mengutamakan aspek
estetis yang bersifat subjektif dan pribadi. Sementara desain yang sebenarnya tidak hanya fokus
pada aspek estetis dan pribadi, namun desain memiliki pengertian sebagai suatu pemikiran baru
atas fundamental seni. Desain tidak hanya mempertimbangkan aspek estetik saja, namun juga
aspek fungsi dan aspek produksi. Bahkan istilah desain kemudian digunakan hampir di semua
aspek kehidupan manusia.

JB Reswick (Amerika Serikat, 1965) mengatakan desain adalah kegiatan kreatif yang di dalamnya
terkandung penciptaan sesuatu yang baru dan bermanfaat yang sebelumnya belum ada. Pendapat
Reswick ini menjelaskan desain memiliki 3 nilai pokok, yaitu:
 sebagai kegiatan kreatif;
 menciptakan sesuatu yang baru; dan
fungsional atau bermanfaat.

 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 118 - 125
 Buku Siswa Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 118 - 125
LAMPIRAN 3

GLOSARIUM
Poster : karya seni rupa dua dimensi yang berfungsi untuk menyampaikan pesan secara
tersurat
Divisualkan : dijadikan penampakan yang diamati dengan indera penglihatan
Tersurat : disampaikan melalui kalimat atau tulisan
Persuasif : kalimat ajakan
Publikasi : disampaikan kepada masyarakat luas

LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA

Enterprise, Jubilee. 2011. The Best Poster Design with Photoshop. Jakarta: Elex Media Komputindo.
ISBN 978972792805
Madcoms. 2011. Kreasi Desain Poster dengan Photoshop dan CorelDRAW. Sleman: Penerbit Andi
Wahana Komputer. 2015. Buku Panduan Aplikatif dan Solusi: Ragam Desain Poster dan Iklan dengan
CorelDRAW & Adobe Photoshop. Sleman: Penerbit Andi. ISBN: 978-979-29-5022-9
MODUL AJAR
UNIT 2 : MENDESAIN
SUB UNIT 2.2 : MENDESAIN RAGAM HIAS DAERAH

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Yunita, [Link]., Gr
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Unaaha
Kelas / Fase : VIII (Delapan) - D
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 9 JP (3 x Pertemuan)
Tahun Penyusunan : 2024

II. KOMPETENSI AWAL


Aryo Sunaryo (2009:) mengatakan Indonesia dengan berbagai suku bangsa memiliki kekayaan
ornamen (ragam hias) yang terdapat pada berbagai benda produk, pada tenun, sulaman, anyaman,
ukiran, arsitektur, dan sebagainya. Fisher (Kartiwa, 1993) mengatakan bahwa tidak ada negara
seperti Indonesia yang memiliki sedemikian kaya dan beragam ornamen (ragam hias) yang dapat
ditemui dalam tenunnya. Hal ini menunjukkan kita sebagai bangsa memiliki kekayaan budaya
khususnya seni ornamen (ragam hias) yang amat membanggakan.
Kata ornamen berasal dari bahasa Latin omare yang berarti menghiasi. Menurut Gustami (1978)
ornamen adalah komponen produk seni rupa yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan
sebagai hiasan. Jadi, berdasarkan pengertian itu, ornamen merupakan penerapan hiasan pada suatu
produk. Bentuk-bentuk hiasan yang menjadi ornamen tersebut fungsi utamanya adalah untuk
memperindah benda produk (terapan) atau benda yang dihias.
Pengertian ornamen Nusantara menunjuk pada bermacam bentuk ornamen yang tersebar di
berbagai wilayah dan daerah. Pada umumnya ornamen tersebut bersifat tradisonal dan di setiap
daerah memiliki kekhasan sendiri-sendiri sebagai cerminan cita rasa seni rupa masyarakat
setempat. Ragam hias daerah disebut bersifat tradisional karena digunakan secara turun temurun.
Oleh karena itu ornamen Nusantara merupakan keragaman dan kekayaan ungkapan budaya seni
rupa bangsa Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau dan ratusan suku bangsa. Selain memiliki
perbedaan-perbedaan beberapa ornamen daerah juga memiliki kesamaan.
Pembelajaran Subunit 2.2 ini mengambil judul mendesain bidang dengan ragam hias daerah. Ada
tiga aspek kompetensi yang ingin dikembangkan, yaitu: kompetensi membuat bidang (beraturan),
kompetensi mengidentifikasi ragam hias daerah, dan kompetensi kreatif menggabungkan
keduanya.

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif,
inovatif, mandiri, berkebhinekaan global

IV. SARANA DAN PRASARANA


Kertas, pensil, penghapus, alat gambar, medium gambar, cat akrilik, pensil warna, drawing pen
dan sebagainya.

V. TARGET PESERTA DIDIK


 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya
misalnya dengan kinestetik. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar,
kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir arah tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).
KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Mengidentifikasi ragam hias daerahnya.
 Memahami ragam hias sebagai kekayaan kebudayaan seni rupa daerah.
 Membuat berbagai bidang beraturan.
 Membuat desain hiasan dinding menggunakan pola bidang beraturan dan ragam hias daerah

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


Peserta didik menyadari bahwa dengan mempelajari materi MENDESAIN RAGAM HIAS
DAERAH dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


 Apakah yang dimaksud dengan ornamen atau ragam hias?
 Benda-benda apa saja yang biasanya mengandung ragam hias?

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


Pengertian ragam hias daerah
 Guru melemparkan pertanyaan pembuka; “Apakah yang dimaksud dengan ornamen atau ragam
hias?”
 Guru meminta siswa memberi jawaban dan tanggapan.
 Guru menanyakan benda-benda apa saja yang biasanya mengandung ragam hias?
 Guru membimbing siswa hingga siswa mampu menemukan pengertian ragam hias atau
ornamen.

Gambar 2.2.3. Ragam Hias Aceh


Gambar 2.2.4. Ragam hias Bali

Identifikasi ragam hias daerah


 Setelah siswa memahami pengertian ragam hias (ornamen) secara umum, Guru menjelaskan
kepada siswa, bahwa setiap daerah dan suku di Nusantara memiliki budaya seni rupa sendiri-
sendiri, di antaranya berbentuk ragam hias daerah.
 Guru menjelaskan kepada siswa, bahwa ragam hias daerah atau ornamen daerah memiliki sifat
tradisional karena bersifat turun temurun.
 Guru juga menjelaskan ragam hias daerah biasanya digunakan pada benda-benda terapan
(benda pakai) seperti tenun, songket, dan sebagainya.
 Guru menanyakan kepada siswa tentang corak ragam hias di daerah mereka. Guru mengajak
mengidentifikasi bentuk, jenis benda yang memiliki ragam hias daerah seperti: misalnya,
benda-benda ukir, tenun, batik, songket, dan sebagainya.
 Guru juga mengajak siswa mengidentifikasi corak ragam hias yang ada di daerah setempat,
seperti: corak geometris, corak flora, corak fauna, corak nonfiguratif, dan sebagainya.

Membuat ragam hias daerah

Gambar 2.2.5. Membuat bidang beraturan


 Guru mengajak siswa membuat gambar bidang beraturan (di atas segi empat) pada kertas
gambar, seperti: lingkaran, segi lima, segi enam, dan sebagainya.
 Guru mengajak siswa mengisi bidang yang dibuatnya dengan ragam hias daerah setempat.
 Guru membimbing bahwa siswa dapat memilih komposisi yang disukainya, baik komposisi
simetris, diagonal, maupun asimetris.
 Guru juga memberi keleluasaan siswa untuk menggunakan medium yang disukainya.
Gambar 2.2.6. Ragam hias Nusa Tenggara Timur

Gambar 2.2.7. Ragam Hias Dayak - Kalimantan

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-2 dan 3
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


Membuat ragam hias geometris daerah
 Peserta didik mencari refrensi gambar ragam hias geometris daerah melalui internet
 Peserta didik memilih desain gambar ragam hias geometris daerah yang paling menarik
 Peserta didik mewarnai dengan cat akrilik atau pensil warna, kemudian melakukan finishing
menggunakan drawing pen.
Contoh ragam hiar geometris daerah:
Kegiatan Penutup (10 Menit)
 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

V. ASESMEN
1. Bentuk Soal
Kerjakan tugas berikut dengan benar:
a. Buatlah sebuah bidang beraturan di atas kertas gambar berukuran A3 (lingkaran, segi lima,
segi enam, segi delapan, dan sebagainya).
b. Buatlah desain ragam hias daerahmu di dalam bidang yang kamu buat.
c. Pilih bentuk ragam hias yang sesuai dengan bentuk bidang yang kamu buat, baik motif flora,
geometris, fauna, atau kombinasi.
d. Warnailah desain tersebut dengan medium yang kamu sukai.
e. Presentasikan hasil karyamu di depan kelas, terutama mengenai nama motif, sumber motif,
dan makna filosofis ragam hias yang kamu pilih.

2. Bentuk dan Kiteria Penilaian


a. Bentuk Penilaian :
Penilaian yang dilakukan ada 2 jenis, yaitu penilaian nontes dan penilaian formatif.
1) Penilian nontes yang dilaksanakan saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung,
berbentuk pertanyaanpertanyaan lisan sebagai asessment for learning dan asessment as
learning. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi/ data tentang progres kegiatan
pembelajaran, sejauh mana siswa menguasai materi sesuai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Hasil penilaian ini akan digunakan Guru untuk memperbaiki proses
pembelajaran berikutnya.
2) Penilaian formatif berupa penilaian demonstrasi, penilaian produk merupakan satu
kesatuan kegiatan yang akan mengukur aspek kualitas teknis dan kualitas estetis.
b. Kriteria Penilaian:
Rubrik Penilaian Praktik
Predikat
KUALITAS TEKNIS
A B C D
Kesiapan alat dan bahan
Kebersihan
Keseriusan/kesungguhan
Kemandirian

Predikat Nilai:
A : 90 - 100 : di atas standar
B : 70 - 89 : memenuhi standar
C : 50 - 69 : belum standar
D : < - 49 : kurang

Rubrik Hasil Karya


Kriteria Nilai
Aspek
4 3 2 1 Nilai
Estetis
(90 – 100) (80 – 89) (60 – 79) ( ≤ 59)
Kesesuaian Bentuk Bentuk Bentuk Bentuk
bentuk bidang sangat bidang sesuai bidang cukup bidang tidak
bidang sempurna tugas bagus sesuai yang
dengan yang mendekati ditugaskan
ditugaskan yang
ditugaskan
Pilihan Jenis ragam Tiga motif Dua motif Satu motif
ragam hias hias yang ragam hias ragam hias ragam hias
digunakan yang yang yang
lebih dari tiga digunakan digunakan digunakan
motif. untuk untuk untuk
menghias menghias menghias
bidang bidang bidang
Kreativitas Pengolahan Pengolahan Pengolahan Pengolahan
mengolah komposisi komposisi komposisi komposisi
komposisi dalam dalam dalam dalam
mengisi mengisi mengisi mengisi
bidang sangat bidang bidang cukup bidang
harmonis harmonis harmonis kurang
harmonis
Penggunaan Kreatif Kreatif Cukup kreatif Kurang
medium menggunakan menggunaka menggunakan kreatif
medium yang n medium medium yang menggunakan
ada dan yang ada. sudah ada. warna
medium
alternatif.

Keterangan Kriterian Nilai:


4 : melampaui standar
3 : memenuhi standar
2 : menuju standar
1 : belum memenuhi standar

Rubrik Hasil Proses


Aspek Kriteria Nilai Nilai
4 3 2 1
Estetis
(90 – 100) (80 – 89) (60 – 79) ( ≤ 59)
Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama
kelompok kelompok kelompok kelompok kelompok
sangat sudah terlihat sudah terlihat belum terlihat
terlihat dalam dalam tapi belum dalam
pembagian pembagian merata. pembagian
tugas. tugas. tugas.
Kosa kata Penggunaan Penggunaan Penggunaan Penggunaan
yang kosa kata 10 -15 kosa 5 - 9 kosa kosa kata
digunakan lebih dari 15 kata kata dalam kurang dari 5
disampaikan disampaikan penyampaian
dengan lancar dengan lancar presentasi
Kelengkapan Isi laporan Isi laporan: Isi laporan: Isi laporan:
laporan lengkap nama ragam nama ragam nama ragam
(nama ragam hias, asal, hias, bentuk hias
hias, asal, bentuk
bentuk,
sumber

Keterangan Kriterian Nilai:


4 : melampaui standar
3 : memenuhi standar
2 : menuju standar
1 : belum memenuhi standar

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat menginformasikan
kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di antaranya informasi dari dunia
maya dengan kata kunci: ragam hias nusantara, motif nusantara, wastra nusantara, tenun
nusantara, kain nusantara, batik nusantara, ukir nusantara, dan sebagainya.

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


Setelah kegiatan pembelajaran Guru perlu menjawab pertanyaan:
 Apakah saya telah melakukan persiapan dengan baik?
 Apakah saya melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik?
 Apakah siswa menyukai model pembelajaran yang saya berikan? Kalau tidak apa alasannya?
 Apakah dari kegiatan pembelajaran ini kompetensi siswa bertambah?
 Apakah bentuk penilaian dan rubrik penilaian sudah sesuai untuk kompetensi yang dinilai?

Mengetahui, Unaaha, Juli 2024


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Hasrudin, [Link]., [Link]. Yunita, [Link]., Gr.


NIP 19750716 200701 1 017 NIP 19890121 201708 2 002
LAMPIRAN- LAMPIRAN

LAMPIRAN 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:


Kelas/Semester : ..... / .......
Mata Pelajaran : .......................................................................................................
Hari/Tanggal : .......................................................................................................
Nama siswa : .......................................................................................................
Materi pembelajaran : .......................................................................................................
.......................................................................................................

LAMPIRAN 2

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

Aryo Sunaryo (2009:) mengatakan Indonesia dengan berbagai suku bangsa memiliki kekayaan
ornamen (ragam hias) yang terdapat pada berbagai benda produk, pada tenun, sulaman, anyaman,
ukiran, arsitektur, dan sebagainya. Fisher (Kartiwa, 1993) mengatakan bahwa tidak ada negara seperti
Indonesia yang memiliki sedemikian kaya dan beragam ornamen (ragam hias) yang dapat ditemui
dalam tenunnya. Hal ini menunjukkan kita sebagai bangsa memiliki kekayaan budaya khususnya seni
ornamen (ragam hias) yang amat membanggakan.

Kata ornamen berasal dari bahasa Latin omare yang berarti menghiasi. Menurut Gustami (1978)
ornamen adalah komponen produk seni rupa yang ditambahkan atau sengaja dibuat untuk tujuan
sebagai hiasan. Jadi, berdasarkan pengertian itu, ornamen merupakan penerapan hiasan pada suatu
produk. Bentuk-bentuk hiasan yang menjadi ornamen tersebut fungsi utamanya adalah untuk
memperindah benda produk (terapan) atau benda yang dihias.

Pengertian ornamen Nusantara menunjuk pada bermacam bentuk ornamen yang tersebar di berbagai
wilayah dan daerah. Pada umumnya ornamen tersebut bersifat tradisonal dan di setiap daerah memiliki
kekhasan sendiri-sendiri sebagai cerminan cita rasa seni rupa masyarakat setempat. Ragam hias daerah
disebut bersifat tradisional karena digunakan secara turun temurun. Oleh karena itu ornamen Nusantara
merupakan keragaman dan kekayaan ungkapan budaya seni rupa bangsa Indonesia yang terdiri dari
ribuan pulau dan ratusan suku bangsa. Selain memiliki perbedaan-perbedaan beberapa ornamen daerah
juga memiliki kesamaan

 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 126 - 135
 Buku Siswa Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 126 - 135
LAMPIRAN 3

GLOSARIUM
Ornamen : rupa ragam hias
ragam hias : jenis hiasan benda produk yang ada di daerah
dekorasi : hiasan

LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA

Kartiwa, Suwarti. 1993. Tenun Ikat. Cetakan ke-3. Jakarta: Djambatan


Sunaryo, Aryo. 2009. Ornamen Nusantara, Kajian Khusus tentang Ornamen Nusantara. Cetakan ke-
[Link]: Dahara Prize. ISBN: 979-501-604-0 Van der Hoop. 1949. Indonesche Siermotiven.
Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen
MODUL AJAR
UNIT 2 : MENDESAIN
SUB UNIT 2.3 : MEMBUAT MOCK UP

INFORMASI UMUM

I. IDENTITAS MODUL
Nama Penyusun : Yunita, [Link]., Gr
Satuan Pendidikan : SMP Negeri 2 Unaaha
Kelas / Fase : VIII (Delapan) - D
Mata Pelajaran : Seni Rupa
Prediksi Alokasi Waktu : 9 JP (3 x Pertemuan)
Tahun Penyusunan : 2024

II. KOMPETENSI AWAL


Mock up berasal dari bahasa Inggris yang terjemahan bebasnya adalah model skala utuh.
[Link] mendifinisikan mock up (di dalam Multimedia) sebagai tiruan suatu benda seperti
asli tapi hanya berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan. Mock up biasanya digunakan oleh
desainer untuk mendapatkan tanggapan dan umpan balik dari pengguna tentang desain sebelum
desain diaplikasikan.
Saat seseorang ingin memproduksi sesuatu yang bersifat massal, maka ia membutuhkan model
atau prototipe. Maka dari itu di dalam sebuah rencana produksi mock up bukan hasil akhir,
sebaliknya adalah sebuah karya awal. Namun dalam dalam suatu proses desain mock up adalah
hasil akhir.
Di dalam pembelajaran ini materi kita tentang mock up tentu kita sesuaikan dengan tugas
perkembangan siswa, yaitu Pseudo Naturalistik (menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Britain)
atau masa represi (menurut Cyrl Burt). Pembelajaran akan memberi soft skills kepada siswa
melalui kegiatan mencari contoh kemasan, membuka jaringjaringnya, lalu mereplikasi kemasan
menjadi mock up baru.

Gambar 2.3.1. Peta Konsep

III. PROFIL PELAJAR PANCASILA


Beriman, bertakwa kepada Tuhan yag maha Esa, bergotong royong, bernalar kritis, kreatif,
inovatif, mandiri, berkebhinekaan global

IV. SARANA DAN PRASARANA


Pensil, kertas, kertas karbon, bahan warna, gunting, pisau cutter, lem, penggaris.
V. TARGET PESERTA DIDIK
 Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi ajar.
 Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya
misalnya dengan kinestetik. Memiliki kesulitan dengan bahasa dan pemahaman materi ajar,
kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.
 Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berfikir arah tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin.

VI. MODEL PEMBELAJARAN


Blended learning melalui model pembelajaran dengan menggunakan Project Based Learning
(PBL) terintegrasi pembelajaran berdiferensiasi berbasis Social Emotional Learning (SEL).

KOMPONEN INTI

I. TUJUAN PEMBELAJARAN
 Mendefinisikan pengertian mock up.
 Memahami fungsi mock up.
 Mencari contoh kemasan tiga dimensi terbuat dari kertas keras (karton).
 Meniru jaring-jaring kemasan tiga dimensi terbuat dari kertas keras.
 Mereplikasi kemasan benda tiga dimensi terbuat dari kertas keras.

II. PEMAHAMAN BERMAKNA


Peserta didik menyadari bahwa dengan mempelajari materi MEMBUAT MOCK UP dapat
bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

III. PERTANYAAN PEMANTIK


Guru menanyakan kepada peserta didik seputar materi MEMBUAT MOCK UP

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN


PERTEMUAN KE-1
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


Kegiatan menyampaikan konsep
 Guru menyampaikan definisikan mock up.
 Guru menjelaskan bahwa pada dunia industri mock up bukan karya akhir, namun justru menjadi
awal produksi.
 Guru menjelaskan bahwa kemasan-kemasan atau benda-benda industri sebelum diproduksi
banyak dibuat mock upnya dulu.

Kegiatan pengamatan
 Guru meminta siswa membawa berbagai kemasan produk yang berukuran kecil – sedang,
terbuat dari karton atau sejenisnya, secara opsional (siswa bisa memilih sendiri jenisnya)
 Guru mengajak siswa mengamati kemasan yang mereka bawa sendiri-sendiri.
 Guru meminta siswa menuliskan data yang ditemukan pada benda kemasan masing-masing.

Kegiatan menghipotesis
 Guru mengajak siswa membongkar (membuka) kemasan yang dibawa dari rumah dengan hati-
hati.
 Guru mengajak siswa memperhatikan jaring-jaring benda kemasan yang telah dibongkarnya.
 Guru mengajak siswa menggambar jaring-jaring kemasan yang telah dibuka.
 Guru mengajak siswa mengukur bagian-bagian jaring-jaring kemasan dan mencatatnya.

Gambar 2.3.3. Jaring-Jaring Kemasan

Gambar 2.3.4. Desain Kemasan

Kegiatan merencanakan
 Guru mengajak siswa menduplikasi jaring-jaring kemasan ke atas kertas karton (atau jenis lain)
yang telah disiapkan siswa.
 Guru mengajak siswa merancang tulisan dan gambar untuk menghias dan melengkapi duplikat
jaring-jaring.
 Guru menjelaskan, bahwa gambar rancangan dibuat pada kertas lain (kertas gambar) yang
nantinya ditempelkan ke jaring-jaring kertas karton.

Kegiatan mereplikasi
 Guru mengajak siswa merakit bagian-bagian jaring-jaring yang dibuat siswa menjadi mock up
baru ciptaan siswa.

Kegiatan mengomunikasikan
 Guru memberi kesempatan siswa menunjukkan hasil karya di depan kelas, dan siswa lain
memberikan pendapat tentang karya temannya.

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.
PERTEMUAN KE-2 dan 3
Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
 Doa; absensi; menyampaikan tujuan pembelajaran; dan menyampaikan penilaian hasil
pembelajaran
 Memotivasi siswa untuk tercapainya kompetensi dan karakter yang sesuai dengan Profil
Pelajar Pancasila; yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak
mulia, 2) mandiri, 3) bernalar kritis, 4) kreatif, 5) bergotong royong, dan 6) berkebinekaan
global, yang merupakan salah satu kriteria standar kelulusan dalam satuan pendidikan.

Kegiatan Inti (90 Menit)


Membuat Mock Up
 Peserta didik mencari refrensi desain Mock Up di internet atau mengikuti pola Mock Up yang
telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya
 Peserta didik mulai membuat steksa desain Mock Up kemasan yang diinginkan pada karton
manila
 Peserta didik menggunting Mock Up sesuai dengan pola yg sudah dibuat.
 Peserta didik menempelkan tiap bagian mock up kemasan.
 Finishing mock up kemasan dengan melipat kemasan sesuai dengan pola.
Contoh Mock Up :

Kegiatan Penutup (10 Menit)


 Siswa dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini.
 Refleksi pencapaian siswa/formatif asesmen, dan refleksi guru untuk mengetahui ketercapaian
proses pembelajaran dan perbaikan.
 Menginformasikan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.
 Guru mengakhiri kegiatan belajar dengan memberikan pesan dan motivasi tetap semangat
belajar dan diakhiri dengan berdoa.

V. ASESMEN
1. Bentuk Soal
Buatlah sebuah replikasi kemasan produk 3 dimensi yang terbuat dari kertas tebal (karton) yang
kamu sukai. Replikasi dibuat dengan merek baru.

2. Bentuk dan Kiteria Penilaian


a. Bentuk Soal: Tugas Proyek
Penilaian yang dilakukan ada 2 jenis, yaitu penilaian nontes dan penilaian formatif.
1) Penilian nontes yang dilaksankan saat proses kegiatan pembelajaran berlangsung,
berbentuk pertanyaanpertanyaan lisan sebagai asessment for learning dan asessment as
learning. Tujuannya untuk mengumpulkan informasi/data tentang progres kegiatan
pembelajaran, sejauh mana siswa menguasai materi sesuai tujuan pembelajaran yang
diharapkan. Hasil penilaian ini akan digunakan Guru untuk memperbaiki proses
pembelajar berikutnya.
2) Penilaian formatif berupa penilaian demonstrasi, berbentuk Penilaian Praktik dan hasil
karya. penilaian Proses dan Hasil penilaian produk merupakan satu kesatuan kegiatan
yang akan mengukur aspek kualitas teknis dan kualitas estetis.
b. Kriteria Penilaian:
Rubrik Penilaian Proses
Kriteria Nilai
Aspek yang
4 3 2 1 Nilai
diamati
(90 – 100) (80 – 89) (60 – 79) ( ≤ 59)
Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama
anggota antaranggota antaranggota antaranggota antaranggota
sangat baik. baik. Semua cukup baik. kurang baik.
Semua melakukan Semua Tidak semua
melakukan tugasnya melakukan melakukan
tugasnya dengan tugasnya. tugasnya
dengan bertanggung
bertanggung jawab.
jawab.
Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian Pembagian
tugas tugas tugas tugas tugas
dilakukan dilakukan dilakukan dilakukan
dengan dengan bagus dengan cukup dengan
sangat bagus dan adil bagus kurang bagus
dan adil
Ketekunan Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok
dalam sangat tekun, tekun dan cukup tekun, kurang tekun
mengerjakan terbukti pekerjaan dan pekerjaan dan pekerjaan
tugas pekerjaan selesai tepat selesai agak selesai
selesai waktu terlambat terlambat.
sebelum
waktunya.

Keterangan Kriteria Nilai:


4 : melampaui standar
3 : memenuhi standar
2 : menuju standar
1 : belum memenuhi standar

Rubrik Hasil Produk


Kriteria Nilai
Aspek yang
4 3 2 1 Nilai
diamati
(90 – 100) (80 – 89) (60 – 79) ( ≤ 59)
Membuat Sketsa Sketsa Sketsa Sketsa
sketsa rencana rencana rencana ada rencana asal
rencana lengkap dan lengkap tapi tidak jadi
mendetail lengkap
Membuat Jaring-jaring Jaring-jaring Jaring-jaring Jaring-jaring
jaringjaring dengan dan ukuran dengan dengan
benda ukuran akurat akurat ukuran ukuran tidak
kemasan dan teliti kurang akurat akurat
Membuat Desain Desain Desain Desain
desain performa performa performa performa
performa sangat menarik dan sangat kurang
menarik dan informatif menarik tapi menarik dan
informatif kurang kurang
informatif informatif

Keterangan Kriterian Nilai:


4 : melampaui standar
3 : memenuhi standar
2 : menuju standar
1 : belum memenuhi standar

VI. PENGAYAAN DAN REMEDIAL


Bagi siswa yang memiliki minat tinggi terhadap topik materi ini, Guru dapat menginformasikan
kepada siswa untuk mencari informasi dari berbagai sumber. Di antaranya informasi dari dunia
maya dengan kata kunci: mock up, digital mock up, packaging design, jaring-jaring kemasan, dan
lain-lain.

[Link] GURU DAN PESERTA DIDIK


Setelah kegiatan pembelajaran Guru perlu menjawab pertanyaan:
 Apakah saya telah melakukan persiapan dengan baik?
 Apakah saya melakukan kegiatan pembelajaran dengan baik?
 Apakah siswa menyukai model pembelajaran yang saya berikan? Kalau tidak apa alasannya?
 Apakah dari kegiatan pembelajaran ini kompetensi siswa bertambah?
 Apakah bentuk penilaian dan rubrik penilaian sudah sesuai untuk kompetensi yang dinilai?

Mengetahui, Unaaha, Juli 2024


Kepala Sekolah Guru Mata Pelajaran

Hasrudin, [Link]., [Link]. Yunita, [Link]., Gr.


NIP 19750716 200701 1 017 NIP 19890121 201708 2 002

LAMPIRAN- LAMPIRAN
LAMPIRAN 1

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)

LKPD adalah panduan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, yaitu:


Kelas/Semester : ..... / .......
Mata Pelajaran : .......................................................................................................
Hari/Tanggal : .......................................................................................................
Nama siswa : .......................................................................................................
Materi pembelajaran : .......................................................................................................
.......................................................................................................

LAMPIRAN 2

BAHAN BACAAN GURU DAN PESERTA DIDIK

Mock up berasal dari bahasa Inggris yang terjemahan bebasnya adalah model skala utuh. Glosarium
mendifinisikan mock up (di dalam Multimedia) sebagai tiruan suatu benda seperti asli tapi hanya
berupa bagian tertentu saja menurut kebutuhan. Mock up biasanya digunakan oleh desainer untuk
mendapatkan tanggapan dan umpan balik dari pengguna tentang desain sebelum desain diaplikasikan.

Saat seseorang ingin memproduksi sesuatu yang bersifat massal, maka ia membutuhkan model atau
prototipe. Maka dari itu di dalam sebuah rencana produksi mock up bukan hasil akhir, sebaliknya
adalah sebuah karya awal. Namun dalam dalam suatu proses desain mock up adalah hasil akhir.

Di dalam pembelajaran ini materi kita tentang mock up tentu kita sesuaikan dengan tugas
perkembangan siswa, yaitu Pseudo Naturalistik (menurut Viktor Lowenfeld dan Lambert Britain) atau
masa represi (menurut Cyrl Burt). Pembelajaran akan memberi soft skills kepada siswa melalui
kegiatan mencari contoh kemasan, membuka jaring-jaringnya, lalu mereplikasi kemasan menjadi
mock up baru.

 Buku Panduan Guru Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 136 - 144
 Buku Siswa Seni Rupa untuk SMP Kelas VIII, Halaman : 136 - 144

LAMPIRAN 3

GLOSARIUM
Mock up : model skala sebagai model sebelum benda aslinya diproduksi.
Model : mock up tiga dimensi, prototipe
Desainer : orang yang berprofesi membuat desain
Replikasi : penduplikatan, meniru
Performa : tampilan

LAMPIRAN 4
DAFTAR PUSTAKA

Briggs, Asa. 2006. Sejarah Sosial Media (Terjemahan: A. Rahman Zainuddin). Jakarta: Yayasan Obor
Indonesia. ISBN 979-461-551-X, 9789794615515.
Enterprise, Jubilee. 2011. The Best Poster Design with Photoshop. Jakarta: Elex Media Komputindo.
ISBN 978972792805

Anda mungkin juga menyukai