0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan19 halaman

Sketsa Rem Cakram Mobil

Diunggah oleh

Abdul Karim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
10 tayangan19 halaman

Sketsa Rem Cakram Mobil

Diunggah oleh

Abdul Karim
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

A.

REM

Rem adalah suatu peranti untuk memperlambat atau menghentikan

gerakan roda. Karena gerak roda di perlambat, secara otomatis gerak

kendaraan menjadi lambat. Eenergi kenitek yang hilang dari benda yang

bergerak ini biasanya diubah menjadi panas karena gesekan.

Gambar 4: Sistem rem.

Pada rem regeneratif, sebagian energi ini juga dapat dipulihkan dan

disimpan dalam roda gila (flywheell), kapasitor, atau diubah menjadi arus

bolak balik oleh suatu alternator, selanjutnya dilakukan dilakukan melalui

suatu penyearah (rectifier) dan disimpan dalam baterai untuk pengguna

lain.

Sistem rem dalam teknik otomotif adalah suatu sistem yang

berfungsi untuk :

1. Mengurangi kecepatan kendaraan.

2. Menghentikan kendaraan yang sedang berjalan.

3. Menjaga agar kendaraan tetap berhenti.


Pada setiap kendaraan, sistem rem pasti akan di pasang, karena rem

adalah salah satu bagian yang sangat penting pada sebuah kendaraan

B. PRINSIP REM.

Prinsip Rem adalah merubah energi panas menjadi energi gerak.

Umumnya rem bekerja disebabkan oleh adanya sistem gabungan

penekanan melawan sistem gerak putar. Efeknya pengereman diperoleh

dari adanya gesekan yang ditimbulkanantara dua objek atau benda.

C. TIPE REM.

1. REM TROMOL (DRUM BRAKE).

Gambar 2: Rem Tromol ( Drum Brake)

Pada rem tromol, kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari

sepatu rem yang diam menekan bagian dalam tromol yang berputar.

2. REM CAKRAM (DISC BRAKE)


Gambar 6: Rem Cakram ( Disk Brake)

Rem cakram terdiri dari cakram yang terbuat dari besi tuang yang

berputar dengan roda, dan disc pad yang berfungsi untuk mendorong

dan menjepit cakram.

D. LANGKAH KERJA

1. REM TROMOL (DRUM BRAKE).

Pada rem tromol, kekuatan tenaga pengereman diperoleh dari

sepatu rem yang diam menekan bagian dalam tromol yang berputar.

Komponen-komponen rem tromol antara lain adalah Backing

Plate, Silinder Roda, Sepatu Rem dan Kanvas Rem, Tromol Rem,

Return Spring (upper spring dan lower spring), Brake Shoe Holder,

Brake Shoe Adjuster, Parking Brake Leaver, Parking Brake Cable.

- Fungsi komponen rem tromol :

a) Backing Plate.
Backing Plate adalah piringan berbahan logam tipis

yang berada tepat di belakang sistem rem tromol. Berfungsi

sebagai rangka sekaligus pelindung komponen rem tromol

lainnya. Jika anda lihat maka bentuk backing plate ini

adalah lingkaran yang disertai dengan banyak lubang dan

tonjolan. Lubang dan tonjolan ini dibuat untuk

menyesuaikan semua part rem tromol agar bisa bekerja

secara maksimal.

b) Silinder Roda.

Fungsi silinder roda adalah untuk mengubah

tekanan fluida menjadi gerakan mekanis. Pada sistem rem

tromol, ada beberapa tipe yang di gunakan. Namun yang

banyak digunakan saat ini adalah tipe wheel cylinder tipe

dual piston yang diaplikasikan pada tromol jenis leading

dan trailing. Bagian-bagian didalam wheel cylinder antara

lain :

i. Piston, merupakan komponen yang mengubah

tekanan hidrolik ke bentuk energi mekanis.

ii. Spring, ini dipakai untuk mengembalikan posisi

piston ke posisi semula.

iii. Piston Boot, boot adalah karet yang didesain khusus

sebagai seal agar tidak terjadi kebocoran fluida

(minyak rem) dari dalam wheel cylinder.


iv. Bleedder nut, merupakan bagian khusus untuk

membuang udara dari dalam saluran hidrolis.

v. Wheel cylinder housing, merupakan rumah wheel

cylinder yang berbentuk silinder dan berbahan

logam.

Cara kerja wheel cylinder adalah dengan menggunakan

hukum pascal ketika kita injak pedal rem, maka akan ada

aliran fluida yang mengarah ke silinder roda. Aliran yang

berlangsung secara terus menerus ini akan meningkatkan

tekanan fluida dan hasilnya mendorong kedua piston yang

sudah diletakan di ujung wheel cylinder, piston yang

terdorong oleh tekanan hidrolis akan menonjol keluar dan

menekan sepatu rem ke arah luar.

c) Sepatu Rem dan Kanvas Rem.

Brake shoe atau sepatu rem adalah tempat untuk

meletakan kampas rem pada sistem rem tromol. Pada rem

cakram, ini disebut brake pad, brake shoe berbentuk

setengah lingkaran berjumlah dua yang apabila

digabungkan dua sepatu rem berbentuk lingkaran tersebut

nantinya akan berada di sisi dalam tromol rem yang

berbentuk lingkaran. Sehingga pengereman bisa

berlangsung.

d) Tromol Rem.
Fungsi tromol rem ini adalah sebagai media gesekan

bersama kampas rem agar putaran roda bisa berhenti.

Tromol tersambung ke baut roda, sehingga kapanpun mobil

bergerak pasti tromol akan bergerak. Ketika kampas rem

menyentuh permukaan tromol akibatnya timbul gesekan

karena tromol rem bersifat dinamis (berputar) dan kampas

rem statis. Hasilnya berupa panas yang juga akan

menghentikan putaran tromol rem.

e) Return Spring (upper spring dan lower spring).

Fungsi utama return spring adalah untuk

mengembalikan posisi sepatu rem seusai proses

pengereman berlangsung. Ketika kita menekan pedal rem,

sepatu rem bergerak ke arah luar dan menempel dengan

tromol rem. Namun ketika kita lepas pedal rem, maka

sepatu rem harus bisakembali. Ada dua buah pegas

biasanya dalam satu rem tromol yaitu :

i. Upper spring, pegas ini berada dibagian atas

tepatnya dibawah wheel cylinder. Fungsi utama

pegas ini adalah untuk mengembalikan posisi sepatu

rem agar menutup.

ii. Lower spring, sementara pegas kedua yang terletak

didekat adjuster berfungsi menjaga agar dua buah

sepatu rem bisa menekan adjuster.


f) Brake Shoe Holder

Untuk rem tromol mobil, sepatu rem memang

terletak menempel pada backing plate. Namun yang perlu

digaris bawahi adalah sepatu rem ini bersifat dinamis

(bergerak-gerak). Sehingga mekanisme holder yang dipakai

harus bisa menunjang hal ini. Brake shoe holder terdiri dari

sebuah pin yang memiliki pengunci, per dan plat penekan.

Ketiga bagian ini saat dipasangkan akan menjaga sepatu

rem tetap menempel pada backing plate tapi masih bisa

digerakan kekiri dan kekanan.

g) Brake Shoe Adjuster.

Fungsinya sebagai penyetel celah antara kampas

rem tromol dengan permukaan tromol saat pedal rem tidak

di tekan. Prinsip kerja penyetelan ini, menggunakan prinsip

sekrup, dimana ada dua buah komponen utama yang terdiri

dari baut dan mur.

h) Parking Brake Leaver.

Ini salah satu perbedaan rem tromol motor dan mobil, kalau

motor tidak dilengkapi dengan mekanisme parking brake

tapi untuk mobil ada mekanisme rem parking yang

membuat konstruksinya lebih rumit. Terbilang ada dua buah

lever pada mekanisme rem parkir ini yaitu :


i. Park brake lever, salah satu ujung lengan ini

memiliki engsel yang tersambung pada brake shoe

bagian atas. Sementara ujung lainnya, terhubung ke

kabel rem.

ii. Brake shoe link, lengan ini akan menghubungkan

park brake lever dengan brake shoe yang satunya.

Cara kerja rem parkir ini, ketika kita tarik tuas rem maka

park brake lever akan tertarik. Tarikan ini akan

mendorong brake shoe link untuk bergerak kearah luar,

sehingga kampas rem sekunder langsung menempel

dengan permukaan tromol. Kemudian, karena kampas rem

sekunder sudah mentok maka akan terjadi efek pengungkit

dimana tarikan park brake lever juga mendorong kampas

rem primer ke permukaan tromol.

i) Parking Brake Cable.

Kabel ini, memang tidak berbeda dengan kabel berbahan

kawat baja lainya. Fungsi utama kabel rem parkir adalah

untuk menghubungkan gerakan tuas rem parkir dengan

parking brake lever yang ada pada rem.

- Gejala dan kerusakan yang terjadi pada rem tromol.

a. Rem kaku atau keras saat pedal rem diinjak: Bisa jadi karena

adanya kerusakan booster rem, kebocoran selang hose vacum,

atau juga.
b. Rem bunyi berisik, suara kampas tergores: Yang seperti ini

biasanya hanya sebuah kotoran atau memang sedang terjadi

sebuah gesekan antara besi dengan besi, atau biasa orang sebut

kampas habis sehingga besi bantalan kampas tergesek secara

langsung.

c. Rem membanting kiri atau kanan: Ini bisa diakibatkan karena

terjadi piston/kaliper rem macet pada salah satu roda, bisa juga

karena setelan kerapatan rem tidak seimbang antara kiri dan

kanan.

d. Rem ambles bahkan blong, jenis kerusakan yang paling

berbahaya: ini bisa diakibatkan karena ada kebocoran,

kebocoran bisa terjadi di master rem atas, selang atau master

bawah, dan bisa juga akibat karet/seal master rem atas sudah

aus.

- Memperbaiki rem tromol yang rusak.

a. Jika system rem di rasa sudah kurang pakem, gantilah kanpas

rem dengan yang baru dan usahakan ganti dengan

menggunakan kanpas yang berkualitas bagus dan original

supaya dalam masa penggunaannya awet.

b. Cara yang ke dua yaitu kalau kanpas rem masih tebal dan anda

tidak mau untuk menggantinya yang baru, ampelas bagian yang

kerasnya. Biasanya bagian luar yang bergesekan dengan tromol


mengeras dan akan mengakibatkan licin. Gunakan ampelas

kasar, sampai kanpas rem menyerupai bidang baru.

c. Setelah itu bersihkan tromol dari debu,oli dan kotoran, bisa

mengampelas tromol supaya bidang tidak terlalu licin pada saat

bergesekan dengan kanpas rem.

d. Tidak Cuma itu saja, bisa juga memodifikasi tuas rem pada

tromol dengan memanjangkan atau menggantinya dengan

persamaan dari motor lain yang lebih panjang.

e. Jika pada system pengereman menggunakan step uderbone,

maka pada bagian depan harus lebih panjang dari bagian

belakang. Kalau kurang pakem, bisa juga memanjangkan

bagian depan atau juga bisa di pendekkan pada bagian

belakang.

f. Cara yang terakhir untuk memperbaiki rem tromol yang kurang

pakem yaitu mungkin cara ini sedikit aneh, akan tetapi ini

berhasil untuk mengatasi rem yang kurnag pakem. Caranya

yaitu pada kanpas rem di olesi dengan sabun colek dan juga

pada bagian dalam tromol juga sama yaitu di olesi sabun colek.

- Perawatan rem tromol.

a. Biasakan kontrol minyak rem, dan segera isi ulang apabila

sudah berada pada batas minimum pengisian.


b. Kontrol selang-selang mulai dari master atas hingga ke

selang bawah pada roda, segera ganti apabila telah

ditemukan kebocoran pada selang.

c. Bongkar ban dan lakukan pembersihan secara berkala,

terhadap kaliper, cakram, dan komponen yang lain, dan

segera ganti kampas rem apabila terlihat tipis.

2. REM CAKRAM (DISC BRAKE).

Rem cakram atau Disc Brake adalah sistem pengereman yang

memanfaatkan komponen tambahan berupa piringan yang akan dijepit

oleh dua buah kampas rem untuk memperlambat putaran. Keuntungan

rem cakram adalah memiliki daya pengereman yang kuat dan

responsif.

Selain itu, rem cakram juga memiliki keuntungan pada sisi desain.

Rem cakram memilki desain yang sangat simple, karena hanya terdiri

dari tiga part utama. Yakni piringan, caliper dan kampas rem.

a. Komponen sistem rem Cakram Mobil.

- Disc/Piringan.

Fungsi piringan adalah sebagai media penekanan oleh

kampas rem untuk menimbulkan efek braking. Disc brake

berbahan baja karena komponen ini harus menahan panas yang

dihasilkan dari gaya gesek yang terjadi saat proses

pengereman.

- Kampas Rem
Kampas rem atau brake pad adalah komponen yang

berfungsi menekan piringan rem saat proses pengereman

diaplikasikan. Untuk menghasilkan pengereman yang optimal,

brake pad harus memiliki gaya gesek yang besar dan dapat pula

menahan panas.

- Caliper Rem

Kaliper rem adalah komponen yang akan mengubah

tekanan fluida menjadi gerakan mekanis yang akan menekan

brake pad. Singkatnya,tekanan hidraulik yang masuk ke kaliper

akan diubah menjadi gerakan mekanis untuk menjepit brake

pad.

- Pedal/Tuas Rem

Pedal atau tuas rem adalah komponen yang bertugas

sebagai media untuk mengaktifkan sistem rem. Pedal rem

bekerja dengan prinsip tuas sederhana. Dimana ketika tuas atau

pedal yang memiliki lengan yang lebih panjang maka akan

lebih mudah untuk menekan benda dengan gaya yang besar.

- Master silinder

Master silinder akan mengubah gerakan mekanis pedal rem

menjadi tekanan hidraulis. Master silinder memiliki komponen

piston yang terhubung dengan pedal rem. Piston ini akan

menekan fluida berdasarkan hukum pascal.

- Reservoir
Reservoir adalah komponen yang berfungsi menampung

fluida atau minyak rem cadangan. Tabung reservoir terletak

menyatu dengan master silinder. didalam tabung ini biasanya

memiliki sebuah sensor untuk mendeteksi level volume minyak

rem. Sehingga saat sistem rem mengalami kekurangan fluida.

- Selang Hidrolik

Selang hidraulis menjadi komponen yang akan

mendistribusikan fluida rem ke setiap sistem. Tekanan didalam

sistem rem beragam. Sehingga selang ini juga harus dapat

menahan tekanan yang beragam itu. Umumnya,selang hidraulis

terbuat dari baja dengan harapan tidak terjadi kebocoran fluida

pada sistem pengereman.

- Booster Rem

Booster rem fungsinya sebagai assist yang akan

meringankan penekanan pedal rem tanpa mengurangi daya

pengereman. Booster rem akan melipat gandakan energi

pengereman yang diaplikasikan oleh pengguna.

b. Cara kerja rem Cakram mobil.

Baik rem tromol maupun cakram memiliki prinsip kerja

yang sama, dengan menggunakan gaya gesek. namun keduanya

memiliki perbedaan cara kerja. Cara kerja rem cakram pada

mobil adalah sebagai berikut :


- Saat pedal ditekan oleh pengemudi, maka push rod pada pedal

akan menekan piston.

- Karena piston tertekan, akibatnya piston bergerak dan

mengecilkan volume didepan piston.

- Volume didepan piston beisikan fluida minyak rem. Karena

terjadi pengecilan volume, fluida terdorong keluar melalui

outlet valve menuju outlet house.

- Hal ini akan timbul tekanan pada fluida sesuai dengan hukum

pascal. Dimana tekanan pada zat cair akan diteruskan ke segala

arah dengan besar yang sama.

- Melalui selang hidraulis, tekanan fluida disalurkan ke dalam

brake caliper.

- Didalam brake caliper tekanan fluida akan diubah menjadi

energi mekanis melalui piston caliper.

- Piston caliper akan bergerak untuk menekan brake pad atau

kampas rem.

- Sehingga akan ada gaya penekanan antara brake pad dan

piringan rem. Yang menyebabkan gesekan dan panas sehingga

putaran rotor piringan tersebut berhenti.

- Saat penekanan pedal rem dilepas, pegas yang berada di sekitar

pedal rem akan menarik pedal rem ke posisi semula.

- Piston didalam master silinder pun tertarik dan volume di

depan piston membesar.


- Akhirnya timbul kevakuman dan fluida akan tersedot ke dalam

volume didepan piston pada master silinder.

- Sehingga gaya pengereman antara brake pad dan piringan akan

terlepas, yang menyebabkan piringan terbebas dan dapat

berputar seperti semula.

c. Cara perawatan sistem rem Cakram.

Untuk sistem rem cakram, memiliki perawatan yang lebih

simple dari pada jenis rem lainya. Hal tersebutr dikarenakan

konstruksi sistem rem cakram sangat sederhana. Untuk perawatan

sendiri, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terkait sistem

rem cakram yaitu :

- Perhatikan Volume minyak rem

Pertama, pastikan volume minyak rem berada di range yang

cukup. Didalam tabung reservoir ada indicator volume minimal

dan maksimal. Jika terjadi kekurangan minyak rem akan

mengakibatkan sistem kemasukan udara sehingga pengereman

akan mengalami malfungsi karena udara bersifat compressed

ketika ditekan.

- Perhatikan ketebalan brake pad

Brake pad atau kampas rem terbuat dari bahan yang lebih

lunak dari pada piringan rem. Sehingga saat terjadi gesekan,

brake pad akan terkikis dan berkurang ketebalannya. Sehingga


penting untuk memperhatikan kebersihan dan ketebalan brake

pad.

- Pastikan tidak terjadi kebocoran minyak rem

Kebocoran fluida atau minyak rem didalam sistem

pengereman bukan hanya akan mengakibatkan daya

pengereman berkurang. Namun minyak rem tersebut bersifat

asam sehingga akan merusak komponen plastik seperti

pembungkus kabel dan cat mobil.

3. PENGONTROLAN BAHWA PERMASALAHAN TELAH

TERTANGANI.

Bila pengereman mobil saat direm sudah paken, maka rem tersebut

sudah benar, jika pengereman belum paken, maka rem tersebut belum

benar atau masih rusak.

4. PERAWATAN DAN PERBAIKAN REM TROMOL DAN

CAKRAM PADA SUZUKI MOBIL SWIFT

Perawatan rem mobil itu sendiri pada dasarnya meliputi :

- Penggantian minyak rem.

- Pengecekkan yang meliputi selang, piringan cakram, rumah

tromol, kaliper, wheel cylinder.

- Pembersihan bagian dalam rumah teromol dan yang utama

adalah kampas rem.


- Periode penggantian minyak rem(brake fluid) menurut standard

pabrikan mobil berbeda-beda. Jika Suzuki menganjurkan

penggantian minyak rem setiap 20.000 kilometer.

Ketika melakukan penggantian brake fluid sekaligus akan

dilakukan pengecekkan dan pembersihan. Pada rem bertipe

cakram, pembersihan dilakukan dengan melepas kaliper rem dan

mencopot kampas untuk dibersihkan. Sedangkan pada tipe tromol

dilakukan dengan membuka rumah tromol kemudian diikuti

dengan membersihkan bagian dalam rumah tromol dan kampasnya.

5. MASALAH-MASALAH YANG LAZIM TERJADI PADA REM

a. Sel piston master silinder koyak.

Rusaknya bagian ini menyebabkan pedal rem terasa loss

ketika ditekan dan daya pengereman akan jauh berkurang, jika

dibiarkan biasanya kerusakan akan merambat kebagian lainnya,

yaitu akan menyebabkan dinding silinder terjadi baret.

b. Kebocaran minyak rem atau karat di piston silinder tromol.

Kebocoran dapat diatasi dengan mengganti karet boot set-

nya namun jika terjadi karat yang menyebabkan rem tromol macet

maka dianjurkan mengganti utuh silinder assy tromol belakang.

c. Rem berbunyi.

Kemungkinan disebabkan oleh kampas yang telah habis atau

terdapat kotoran di kampas rem. Kotoran bisa muncul dan


mengendap setalah melewati genangan air banjir atau debu residu

kampas yang menumpuk akibat tidak pernah dibersihkan.

d. Mobil bergetar ketika di rem.

Dapat terjadi karena permukaan piringan cakram atau

rumah tromol sudah tidak rata lagi. Goresan pada permukaan disc

tidak menunjukkan kerusakan. Namun jika goresannya dalam atau

ada di seluruh permukaan disc, harus diganti. Jika hanya satu sisi

saja yang tergores, masih dapat di perbaiki dengan cara membubut

piringan cakram.

6. BUBUT PIRINGAN CAKRAM DAN RUMAH TROMOL

Kami menyarankan pembubutan pada piringan cakram selama

ketebalan cakram masih cukup tebal. Sebagai contoh, ketebalan

cakram standar milik Karimun Estilo adalah 17 mm (0.67 inch) dengan

limit kondisi penggantian (menurut standard Suzuki) jika ketebalnnya

tinggal 15 mm (0.59 inch), berarti pembubutan dapat dilakukan selama

ketebalan cakram masih dalam rentang tersebut.

Kemudian syarat lainnya adalah gelombang atau goresan di cakram

tidak terlalu dalam. Kedalaman gelombang di permukaan cakram yang

boleh dibubut maksimal adalah 0,5 mm. Jika ketebalan cakram dinilai

terlalu tipis atau gelombang di permukaan terlalu dalam maka nggak

ada opsi lain selain melakukan penggantian cakram.

Serupa dengan rem cakram masalah pada rem tromol bisa memiliki

masalah yang sama, yaitu gelombang atau baret di rumah tromol.


Akibat pengereman jadi nggak maksimal karena permukaan brake

shoe tidak dapat menempel sempurna dengan dinding dalam rumah

teromol saat melakukan pengereman. Solusi untuk mengatasi baret

pada dinding dalam rumah tromol juga dengan cara

membubutnya(selama kedalaman baret tidak lebih dari 0,5 mm).

Salah satu penyebab utama baret pada permukaan piringan cakram

atau tromol adalah kampas rem mobil yang sudah tipis dan tetap terus

dipakai. Selain baret masalah lainnya pada rumah tromol adalah

munculnya retakan. Tromol mobil yang retak tidak aman untuk

dilakukan perbaikan dan harus diganti. Jangan mencoba mengakali

dengan mengelas tromol yang retak.

Anda mungkin juga menyukai