PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN PENGAWASAN
Controling merupakan salah satu fungsi manajemen yang harus dilaksanakan oleh seorang
controller(pengawas). Pengawasan dilakukan untuk menemukan dan mengoreksi adanya
penyimpangan-penyimpangan darihasil yang telah dicapai dibandingkan dengan rencana kerja
yang telah ditetapkan, pada setiap tahap-tahap kegiatan perlu dilakukan pengawasan. Sebab
apabila terjadi penyimpangan akan lebih cepat melakukan koreksi atau perbaikan. Seorang
controller (pengawas) harus menyelaraskan tingkat jaminan sumber daya dengan kebutuhan
rencana-rencana yang pasti dengan proses mencatat atau dengan pengendalian perkembangan
ke arah tujuan pokok dansasaran serta metode pencapaiannya yang memungkinkan seorang
pengawas melihat lebih awal adanya penyimpangan. Oleh karena itu, pengawasan berkaitan erat
dengan perencanaan. Pengawasan (Controlling) dapat diartikan secara negatif, positif, dan dalam
arti luas. Dalam arti negatif pengawasan dapat diartikan sebagai tindakan mencari-cari kesalahan
kemudian memberikan sanksi, dan melakukanlarangan-larangan. Dalam arti positif pengawasan
ialah tindakan-tindakan agar organisasi atau perusahaan berjalanterarah, tidak terjadi kesalahan-
kesalahan, penyimpangan atau kebocoran di segala bidang. Sedangkan dalam artiluas,
pengawasan adalah aktifitas controller untuk melakukan pengamatan, penelitian dan penilaian
dari pelaksanaanseluruh kegiatan organisasi atau perusahaan yang sedang atau telah berjalan
untuk mencapain tujuan yang telahditetapkan.
Beberapa pengertian pengawasan menurut pakar ekonomi:
1. Menurut Robert J. Mockler pengawasan yaitu usaha sistematik menetapkan standar
pelaksanaan dengan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik,
membandingkan kegiatan nyata dengan standar, menentukan dan mengukur deviasi-deviasi dan
mengambil tindakan koreksi yang menjamin bahwa semua sumberdaya yang dimiliki telah
dipergunakan dengan efektif dan efisien.
2. George R. Tery (2006:395) mengartikan pengawasan sebagai mendeterminasi apa yang telah
dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tindakan-
tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan
3. Robbin (dalam Sugandha, 1999: 150) menyatakan pengawasan itu merupakan suatu proses
aktivitas yangsangat mendasar, sehingga membutuhkan seorang manajer untuk menjalankan
tugas dan pekerjaan organisasi.
4. Kesimpulannya, pengawasan merupakan suatu usaha sistematik untuk menetapkan standar
pelaksanaan tujuandengan tujuan-tujuan perencanaan, merancang system informasi umpan
balik, membandingkan kegiatan nyata denganstandar yang telah ditetapkan sebelumnya,
menentukan dan mengukur penyimpangan-penyimpangan sertamengambil tindakan koreksi
yang diperlukan.
B. TUJUAN DARI PENGAWASAN
Sesuai dengan pengertian pengawasan dalam arti luas, maka pengawasan bertujuan :
1. Menemukan dan menghilangkan kemacetan yang mungkin timbul;
2. Melakukan pencegahan dan perbaikan kesalahan yang ada;
3. Mencegah penyimpangan;
4. Mengadakan koreksi apakah hasil sesuai rencana
5. Memperoleh efisiensi dan efektifitas;
6. Mendidik pegawai dan meningkatkan rasa tanggung jawab.
Menurut Griffin (2000), tujuan dari fungsi pengawasan dibagi menjadi empat bagian, yaitu:
1. Tujuannya adalah agar sebuah perusahaan dapat beradaptasi dengan perubahan yang
terjadilingkungan perusahaan, baik internal maupun eksternal. Contoh: ketika ICT belu m
secanggih saat ini, kualifikasi minimum tenaga kerja di sebuah perusahaan barang kali hanya
dibatasi pada kemampuan mengetik. Namun saat ini hampirseluruh perusahaan menggunakan
komputer sebagai ujung tombak kegiatan sehari-hari.
2. Meminimalkan Kegagalan Ketika perusahaan menjalankan kegiatan produksi misalnya
perusahaan memiliki target produksi sebanyak 10.000unit maka perusahaan berharap bagian
produksi bisa menghasilkan produk sebanyak itu. Katakanlah bagian produksi hanya
menghasilkan 9.000 unit yang memenuhi standar sedangkan 100
unit tidak memenuhi standar Maka perusahaan mengalami kerugian 1000 unit dalam
produksinya. Oleh karena itu perusahaan perlu menjalankan pengawasan agar target tersebut
terpenuhi.
3. Meminimumkan Biaya Sebagaimana contoh di atas jika target terpenuhi maka biaya dapat
diminimalkan, akan tetepi jika kondisinya sepertidi atas 1000 unit tidak memenuhi standar maka
hal itu tidak bisa dikatakan meminimalkan biaya malah menambah beban biaya produksi.
C. SYARAT-SYARAT PENGAWASAN
1. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan.
2. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi
3. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan
4. Pengawasan harus obyektif, teliti, dan sesuai dengan standar.
5. Pengawasan harus luwes atau fleksibel.
6. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi.
7. Pengawasan harus ekonomis.
8. Pengawasan harus mudah dimengerti.
9. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan atau koreksi.
D. PENTINGNYA PENGAWASAN
Suatu organisasi akan berjalan terus dan semakin komplek dari waktu ke waktu, banyaknya orang
yang berbuatkesalahan dan guna mengevaluasi atas hasil kegiatan yang telah dilakukan, inilah
yang membuat fungsi pengawasansemakin penting dalam setiap organisasi. Ada beberapa alasan
mengapa pengawasan itu penting, diantaranya:
1. Perubahan lingkungan organisasi Berbagai perubahan lingkungan organisasi terjadi terus-
menerus dan tak dapat dihindari, seperti munculnya inovasi produk dan pesaing baru,
diketemukannya bahan baku baru dan sebagainya. mampu menghadapi tantanganatau
memanfaatkan kesempatan yang diciptakan perubahan yang terjadi.
2. Peningkatan kompleksitas organisasi Semakin besar organisasi, makin memerlukan
pengawasan yang lebih formal dan hati-hati. Berbagai jenis produkharus diawasi untuk
menjamin kualitas dan profitabilitas tetap terjaga.
3. Meminimalisasikan tingginya kesalahan-kesalahanBila para bawahan tidak membuat
kesalahan, manajer dapat secara sederhana melakukan fungsi pengawasan.
4. Kebutuhan manager untuk mendelegasikan wewenang Bila manajer mendelegasikan
wewenang kepada bawahannya tanggung jawab atasan itu sendiri tidak [Link]-satunya
cara manajer dapat menen-tukan apakah bawahan telah melakukan tugasnya adalah
denganmengimplementasikan sistem penga-wasan
5. Komunikasi Pengawas di tuntut memiliki kompetensi sosial, khususnya dalam menjalin mitra
dengan para stakeholderlainnya. Para pengawas harus mampu bermitra baik dengan individu
maupun kelompok. Karena pengawas berperan dalammengembangkan jaringan kemitraan
dengan berbagai pihak yang terkait dengan peningkatan mutu.
6. Menilai informasi dan mengambil tindakan koreksiLangkah terakhir adalah pembandingan
penunjuk dengan standar.
E. BENTUK-BENTUK PENGAWASAN
1. Pengawasan Pendahulu
(Feeforward Control, Steering Controls, Preliminary Control). Dirancang untuk mengantisipasi
penyimpangan standar dan memungkinkan koreksi dibuat sebelum kegiatanterselesaikan.
Pengawasan ini akan efektif bila manajer dapat menemuka n informasi yang akurat dan tepat
waktutentang perubahan yang terjadi atau perkembangan
tujuan
2. Pengawasan Concurrent
(Concurrent Control)
Yaitu pengawasan "Ya
Tidak", atau pengawasan yang terjadi ketika pelaks
anaan berlangsung, dimana suatu aspekharus memenuhi syarat yang ditentukan sebelum
kegiatan dilakukan guna menjamin ketepatan pelaksanaankegiatan
3. Pengawasan Umpan Balik
(Feedback Control, Past-Action Controls).
Yaitu mengukur hasil suatu kegiatan yang telah dilaksanakan, guna mengar penyimpangan yang
mungkin terjadiatau tidak sesuai dengan standar
F. TAHAP-TAHAP PENGAWASAN
Tahap Penetapan Standar Tujuannya adalah sebagai sasaran, kuota, dan target pelaksanaan
kegiatan yang digunakan sebagai patokan dalam pengambilan keputusan. Bentuk standar yang
umum yaitu:
a. Standar Fisik
b. Standar Moneter (biaya)
c. Standar Waktu
Tahap Penentuan Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Digunakan sebagai dasar atas pelaksanaan
kegiatan yang dilakukan secara tepat.
Tahap Pengukuran Pelaksanaan Kegiatan Beberapa proses yang berulang-ulang dan kontinue,
yang berupa atas, pengamatan, laporan, metode, pengujian, dansampel.
- Tahap Pembandingan Pelaksanaan dengan Standar dan Analisa Penyimpangan Digunakan untuk
mengetahui penyebab terjadinya penyimpangan dan menganalisanya mengapa bisa
terjadidemikian, juga digunakan sebagai alat pengambilan keputusan bagai manajer.
■Tahap Pengambilan Tindakan KoreksiBila diketahui dalam pelaksanaannya terjadi
penyimpangan, dimana perlu ada perbaikan dalam pelaksanaan.
Menurut Kadarman (2001, hal. 161) langkah-langkah proses pengawasan yaitu:
a. Menetapkan StandarKarena perencanaan merupakan tolak ukur untuk merancang
pengawasan, maka secara logis hal irri berarti bahwalangkah pertama dalam proses pengawasan
adalah menyusun rencana. Perencanaan yang dimaksud disini adalahmenentukan standar.
b. Mengukur KinerjaLangkah kedua dalam pengawasan adalah mengukur atau mengevaluasi
kinerja yang dicapai terhadap standar yangtelah
ditentukan.c. Memperbaiki Penyimpangan Proses pengawasan tidak lengkap jika tidak ada
tindakan perbaikan terhadap penyimpangan-penyimpangan yangterjadi.
■Menurut G. R. Terry dalam Sukama (1992, hal. 116) proses pengawasan terbagi atas 4 tahapan,
yaitu:
a. Menentukan standar atau dasar bagi pengawasan.
b. Mengukur pelaksanaan
c. Membandingkan pelaksanaan dengan standar dan temukanlah pertbedaan jika ada
d. Memperbaiki penyimpangan dengan cara-cara tindakan yang tepat
G. MACAM DAN JENIS-JENIS PENGAWASAN
Ada beberapa macam pengawasan ditinjau dari beberapa segi antara lain:
1) Menurut Ruang Lingkupnya Pandasan Administrasi yaitu pengawasan yang meliputi Veluruh
aktifitas organisasi atau peruntuk sub. Pengawasan Manajerial yaitu pengawashing bersifat
khusus yang berlaku hanya untuk suatu bagian atau unitertentu saja
2) Menurut Obyek Pengawasana.
a) Pengawasan keuangan
b) Pengawasan kepegawaian
c) Pengawasan pemasarannd. Pengawasan produksi
d) Pengawasan kualitasf. Pengawasan persediaan
3) Menurut Pihak yang Mengawasia
a) Internal control, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan yang ada
dalamorganisasi atau perusahaan itu sendiri.
b) External control, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh aparat pengawasan dari luar organisasi
atau perusahaan.
c) Direct Control, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan yang bersangkutan
( pengawasan langsung).
d) Indirect Control, yaitu pengawasan yang dilakukan bukan oleh atasan langsung, misalnya
pengawasan oleh kepala biro, atau kepala bagian (pengawasan tidak langsung).
e) Formal Control, yaitu pengawasan yang dilakukan oleh masyarakat (sosial control), misalnya
oleh berbagai media.
4) Menurut Waktua.
Preventif Control, yaitu pengawasan yang bersifat pencegahan sebelum terjadinya kesalahan atau
penyimpangan.
[Link] Control, yaitu pengawasan setelah terjadinya penyimpangan atau kesalahan Selain
macam pengawasan di atas, ada beberapa jenis dari pengawasan, diantaranya:
a. Pengawasan Kemudi
(Steering Control)
atau disebut pula pengawasan umpan maju
(feed forward control)
, pengawasan ini dirancang untuk mendeteksi adanya penyimpangan dari tujuan yang telah diteta
pkan danmemperbolehkan mengambil tindakan koreksi sebelum kegiatan selesai dikerjakan.
[Link] Skrening
(Screening Control)
, bisa disebut pengawasan ya atau tidak
(yes or no control)
Tipe pengawasan ini merupakan proses yang terlebih dahulu menyetujui aspek tertentu dari
sebuah prosedur, atausyarat tertentu harus dipenuhi dulu sebelum kegiatan dilanjutkan. Disini
segi keamanan merupakan faktorkunci dan bahkan dapat memberikan keamanan ekstra kepada
manajer.
[Link] Purnakarya (Post Action Control)
atau disebut pengawasan umpan balik (Feed Back Control)
, jenis pengawasan ini mengukur hasil-hasil dari suatu kegiatan yang telah diselesaikan.
H. PENGAWASAN MERUPAKAN ASPEK PENTING DALAM MANAJEMEN
Dalam hal ini, terdapat beberapa alasan akan pentingnya pengawasan di dalam setiap organisasi :
a. Adanya perubahan di lingkungan organisasi Menyebabkan fungsi pengawasan harus
dilaksanakan agar dampak dari perubahan-perubahan tersebut segeradapat dideteksi
sehingga manajemen akan mampu menghadapi tantangan dan peluang yang disebabkan
oleh perubahan itu. Misalnya timbulnya perubahan teknologi, adanya pesaing-pesaing baru yang
muncul.
b. Organisasi menjadi semakin kompleks Pada umumnya organisasi saat ini cenderung bercorak
desentralisasi, maka kegiatan perusahaan menjaditerpisali-pisah secara geografis, lebih luas dan
kompleks. Demikian juga jika banyak dipakai penyalur dalam penjualan produk, maka untuk
menjaga kualitas dan profitabilitas, perlu system pengawasan yang lebih teliti.
[Link] kesalahan-kesalahan dalam bekerjaUntuk mendeteksi adanya kesalahan yang
mungkin diperbuat oleh pelaku organisasi, maka digunakan fungsi pengawasan, semakin jarang
pekerja melakukan kesalahan, semakin sederhana ma najemen melakukan fungsi pengawasan
PT. UNILEVER INDONESIA TBK
Unilever adalah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Rotterdam, Belanda (dengan
nama Unilever N.V.) dan London, Inggris (dengan nama Unilever plc). Unilever memproduksi
makanan, minuman pembersih, dan juga perawatan tubuh. Unilever adalah produsen barang
rumah tangga terbesar ketiga di dunia, jika didasarkan pada besamya pendapatan pada tahun
2012, dibelakang P&G dan Nestlé. Unilever juga merupakan produsen olesan makanan (seperti
margarin) terbesar di dunia. Unilever adalah salah satu perusahaan paling tua di dunia yang
masih beroperasi, dan saat ini menjual produknya ke lebih dari 190 negara 1 Unilever
memiliki lebih dari 400 merek dagang, dengan 14 merek diantaranya memiliki total penjualan
lebih dari El milliar, yakni Axe, Dove, Omo, Becel, Heartbrand, Hellmann's, Knorr, Lipton, Lux,
Magnum, Rama, Rexona, Sunsilk dan Surf. Unilever NV dan Unilever plc, beroperasi dibawah satu
nama dan dipimpin oleh dewan direksi yang sama. Unilever dibagi menjadi empat divisi utama,
yakni makanan, minuman dan es krim, perawatan rumah tangga, dan perawatan tubuh, unilever
memiliki pusat riset dan pengembangan Di Inggris, Belanda, Tiongkok, India, dan Amerika Serikat.
Unilever didirikan pada tahun 1930 sebagai hasil penggabungan dari produsen margarin asal
Belanda, margarine unie dan produsen sabun asal Inggris, Lever Brothers. Selama paruh kedua
dari abad ke-20, Unilever secara signifikan berdiversifikasi ke berbagai bidang bisnis dan juga
berekspansi ke berbagai negara. Unilever juga membuat beberapa upaya akuisisi, termasuk
Lipton (1971), Brooke Bond (1984), Chesebrough-Ponds (1987), Best Foods dan Ben & Jerry's
(2000), serta Alberto Culver (2010). Pada dekade 2010an, dibawah kepemimpinan Paul Polman,
Unilever secara perlahan menggeser fokus bisnisnya ke bisnis kesehatan dan kecantikan, dari
yang sebelumnya ke bisnis makanan, yang menunjukkan tren perlambatan pertumbuhan 2. PT
Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V.
Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini
disetujui oleh gubemur jenderal Van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16
Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22
Desember 1933 dan diumumkan dalam javasche courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan
No. 3
Visi dan Misi
a. Visi
Produk Unilever telah menyentuh sekitar 2 milyar orang setiap hari, baik itu melalui perasaan
yang luar biasa karena mereka memiliki rambut yang kemilau dan senyum yang menawan,
membuat rumah mereka segar dan bersih, atau dengan menikmati secangkir kopi, makanan yang
lezat atau snack yang sehat 6. Empat pilar utama dari visi kami menggambarkan arah jangka
panjang dari perusahaan-kemana tujuan kami dan bagaimana kami menuju ke arah sann:
1. Kami bekerja untuk membangun masa depan yang lebih baik setiap hari
2. Kami membantu orang-orang merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih menikmati
kehidupan dengan brand dan pelayanan yang baik bagi mereka dan bagi orang lain
3. Kami menjadi sumber inspirasi orang-orang untuk melakukan hal kecil setiap hari yang dapat
membuat perbedaan besar bagi dunia
4. Kami akan mengembangkan cara baru dalam melakukan bisnis dengan tujuan merikan
persatuan kami dua kali lipat sambil mengurangi dampak lingkungan Kami selalu percaya dan
keken brand kami dalen meningkatkan kualitas kehidupan orang-orang dan dalam melakukan hal
yang berer. Semakin bertuanbudaya bisnis kami, meningkat pula tanggung jawab kami. Kami
mengenali tantangan global seperti perubahan iklim yang menjadi kepedulian kita bersama.
Mempertimbangkan dampak yang lebih luas dari tindakan kami melaks menyatu dalam nilai-nilai
kami dan merupakan bagian fundamental mengenai siapa diri kami.
b. Misi
a. Menjadi yang pertama dan terbaik di kelasnya dalam memenuhi kebutuhan dan aspirasi
konsumen
b. Menjadi rekan yang utama bagi pelanggan konsumen dan komunitas.
c. Menghilangkan kegiatan yang tak bernilai tambahdari segala proses.
d. Menjadi perusahaan terpilih bagi orang-orangdengan kinerja yang tinggi.
e. Bertujuan meningkatkan target pertumbuhan yang menguntungkan dan memberikan imbalan
di atas rata-rata karyawan dan pemegang saham 7.
4. Proses Pembuatan Brand Unilever Pada tahun 1990,
I. MANAJEMEN PENGAWASAN PERUSAHAAN DI PT. UNILEVER TBK
Program-program yang dilakukan PT UNILEVER
Agar sasaran yang ingin diraih dapat direalisasikan dengan strategi yang telah ditetapkan, strategi
perlu ditindaklanjuti dengan pelaksanaan (action). Pelaksanaan tidak akan efektif bila tidak
didahului dengan perencanaan. Perencanaan yang baik minimal mengandung asas-asas untuk
mencapai tujuan, realistis dan wajar, efisien serta merupakan cerminan dari strategi dan
kebijakan perusahaan. Perencanaan yang masih dalam bentuk global hendaknya dibuat dalam
bentuk yang lebih detail, misalnya dalam bentuk program-program kerja. Jika program kerja telah
disiapkan berikut sumber daya yang dibutuhkan, maka pelaksanaan kerja sudah dapat dimulai.
Pengendalian atau pengawasan dimaksudkan untuk lebih menjamin balıwa semua kegiatan yang
diselenggarakan oleh perusahaan hendaknya didasarkan pada rencana yang telah disepakati,
sehingga sasaran tidak menyimpang atau keluar dari batas-batas toleransi.
Program yang dilakukan PT Unilever Indonesia Tbk adalah :
Program sosial masyarakat yang dilakukan brand-brand Unilever di antaranya:
1. Kampanye Cuci Tangan dengan Sabun (Lifebuoy)
2. Program Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut (Pepsodent)
3. Program Pelestarian Makanan Tradisional (Bango)
4. Program memerangi kelaparan dan membantu anak Indonesia yang kekurangan gizi (Blue
Band)
Dalam bidang korporasi, di bawah payung Yayasan Unilever Indonesia, Unilever menjalankan
tanggung jawab sosial perusahaannya dalam bidang, yaitu:
1. Program pemberdayaan masyarakat/UKM (Program Pemberdayaan Petani Kedelai Hitam)
2. Program edukasi kesehatan masyarakat (Pola Hidup Bersih dan Sehat/PHBS)
3. Program Lingkungan (Green and Clean)
PT Unilever Indonesia sebagai perusahaan multinasional bersakala besar mempunyai rasa
tanggung jawab yang besar terhadap lingkungan hidup. Hal ini terwujud dengan kebijakan
lingkungan hidup PT Unilever yang berkomitmen untuk tetap menjaga kelestarian lingkungan
sekitarnya. Pengawasan ketat terhadap limbah produksi pabrik selalu dijaga dan fasilitas
pengolahan limbah dengan fasilitas pendukungnya terdapat di masing- masing pabrik. Hal ini
bertujuan untuk mencegah kerusakan lingkungan yang diakibatkan buangan pabrik serta
mendaur ulang limbah untuk dapat dipergunakan kembali. Dalam proses produksi. Dengan
demikian PT Unilever mempunyai citra positif sebagai perusahaan yang peduli akan kelestarian
lingkungan. Hal inilah yang selalu dijaga perusahaan yang peduli akan kelestarian lingkungan. Hal
ini pulalah yang selalu dijaga oleh perusahaan selain prioritas utamanya untuk selalu
menghasilkan produk berkualitas bagi para konsumennya