MODUL PENDIDIKAN OLAHRAGA
(PSD119)
MODUL KETIGA
SISTEM PERTANDINGAN
DISUSUN OLEH
Dr. Abdul Halim, [Link]., [Link]
UNIVERSITAS ESA UNGGUL
2022
Universitas Esa Unggul
[Link]
0 / 17
SISTEM PERTANDINGAN
Dalam suatu penyelengaraan pertandingan disamping faktor administrasi
dan organisasi, untuk menjamin pelaksanaan jalannya pertandingan atau
perlombaan diperlukan adanya suatu tata cara yang dapat mengatur
pertandingan atau perlombaan. Untuk menentukan sistem pertandingan kita
harus memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut: waktu pertandingan,
biaya pertandingan, jumlah peserta dan penyediaan sarana dan prasarana.
Pada kegiatan pertandingan atau perlombaan olahraga, dikenal
sistem-sistem pertandingan yaitu yang dapat memperlancar jalannya suatu
pertandingan atau perlombaan sehingga mendapakan pemenangnya. Adapun
sistem pertandingan yang sudah sering kita kenal adalah: sistem gugur, sistem
kompetisi, sistem kombinasi.
1. Sistem Gugur
Adalah suatu sistem yang mengatur pelaksanaan pertandingan dimana
peserta yang kalah tidak berhak mengikuti pertandingan selanjutnya.
Pertandingan akan berakhir apabila pemenang pemenang tidak mempunyai
lawan lagi. Pemenang terakhir adalah juara I dan yang kalah adalah juara II.
Keuntungan system gugur adalah:
➢ Dapat dikuti dengan peserta banyak
➢ Menghemat waktu, biaya, dan petugas
Kerugian dari sistem gugur adalah:
➢ Peserta merasa kurang puas, karena sekali kalah langsung tidak dapat
main kembali
➢ Pertandingan atau perlombaan biasanya dianggap kurang berkualitas,
karena pemenangtidak bertanding dengan semua peserta lainnya.
Universitas Esa Unggul
[Link]
1 / 17
Sistem gugur dapat dibagi menjadi:
1. Sistem Gugur Tunggal (single elimination)
a. sistem gugur tunggal murni
b. sistem gugur dengan bye
c. sistem gugur dengan seded (unggulan )
d. sistem gugur dengan sisipan
2. Sistem Gugur Rangkap (double elimination)
3. Sistem Consulation
a. Sistem Gugur Tunggal Murni
Ketentuan sistem gugur tunggal murni adalah:
- Setiap peserta atau regu yang kalah tidak boleh main lagi
- Bagan pertandingan dengan bangun akar dari dua (badd) 4, 8, 16, dst
- Jumlah pertandingan adalah (n-1) untuk sampai juara I dan II
- Jumlah pertandingan sampai juara I, II, III, dan IV adalah n (sejumlah
peserta)
- Untuk penempatan peserta adalah dengan diundi
Contoh bagan pertandingan
sistem gugur tunggal murni ( 8 peserta )
Universitas Esa Unggul
[Link]
2 / 17
b). Sistem Gugur Dengan Bye,
Dipergunakan apabila jumlah peserta atau regu kurang dari bangun akar
dari dua (badd), sehingga bagannya dibuat menjadi bangun akar dari dua
dahulu. Contohnya 6 regu menjadi 8 regu, 12 regu menjadi 16 regu, dst.
Contoh bagan pertandingan sistem gugurdengan bye 2 dari 6 peserta
Untuk menempatkan bye pada bagan pertandingan adalah ditempatkan
oleh panitia. Apabila bye ada dua, maka ditempatkan di atas dan dibawah
pada bagan. Sedangkan apabila bye lebih dari dua, maka penempaan bye
adalah di atas, di bawah, ditengah bawah, ditengah atas dst. Setelah itu
regu-regu yang lainnya diundi seperti biasa.
c). Sistem gugur dengan seeded (unggulan)
Sistem seeded dipakai untuk menghindari peserta atau regu yng kuat
bertemu di babak pertama, sehinga pertandingan dibabak final tidak
menarik lagi. Sistem seeded mengacu pada kejuaraan tahun sebelumnya
yang menjadi juara. Tentu saja sebelumnya sistem seeded ini harus
diberitahukan dahulu pada peserta yang lainnya. Setelah itu regu atau
Universitas Esa Unggul
[Link]
3 / 17
peserta lainnya diundi seperti pada sistem gugur murni Penempatan regu-
regu seeded sama saja dengan penempatan sistem bye.
Contoh bagan sistem gugur dengan seeded, peserta 8 regu
d). Sistem Gugur Dengan Sisipan
Pada sistem sisipan ini peserta atau regu lebih sedikit dari bangun akar
dari dua (badd) dan kurang banyak dari bangun akar dari dua (badd) di
atasnya. Umpamanya jumlah peserta 10, dijadikan bagannya menjadi 8 dan
atau 20 peserta dijadikan bagannya menjadi 16. (masing- masing sisipannya
adala 2). Penempatan regu pada bagan sisipan, sama saja dengan cara
penempatan bye atau regu seeded
Contoh 10 dijadikan bagan 8 dengan sisipan 2
Universitas Esa Unggul
[Link]
4 / 17
Sedangkan sistem gugur rangkap (double elimination) dan sistem
Consulation tidak akandibicarakan karena system ini tidak biasa dilakukan
dimasyarakat.
2. Sistem Kompetisi
Sistem pertandingan olahraga yang kedua yang kita kenal adalah sistem
kompetisi yangdapat dibagi menjadi :
- sistem setengah kompetisi
- sistem kompetisi penuh
Sistem setengah kompetisi adalah peserta bertanding dengan lawan yang
sama hanya satu kali kecuali jika peserta tersebut bertemu kembali dibabak
selanjutnya, sedangkan sistem kompetisi penuh adalah peserta bertanding
dengan lawan yang sama sebanyak dua kali yaitu dikandang dan tandang
(home and away).
Keuntungan dari sistem kompetisi yaitu :
1. setiap peserta mempunyai kesempatan akan saling berhadapan
dengan peserta yang lainya
2. peserta yang kualitasnya baik atau kemampuannya kuat akan benar-
benar teruji untuk memungkinkan menjadi juara
3. sistem pertandingan ini dapat digunakan sebagai ajang atau patokan
untuk mengukurkemampuan pemain secara baik
Kelemahan-kelemahan dari sistem pertandingan kompetisi
1. waktu pertandingan untuk pelaksanaan dibutuhka relative panjang
2. memerlukan peralatan, biaya, lapangan, dan tenaga serta sarana
prasarana lainya yangdibutuhkan harus banyak
Universitas Esa Unggul
[Link]
5 / 17
3. peserta yang lemah yang semula diramalkan tidak akan juara
mempunyai kesempatanuntuk menjadi juara dan tentunya hal ini akan
menjadi beban panitia
4. bagi peserta yang telah aman kedudukan dalam klasemennya dan
jumlah nilainya bisaterjadi kasus main sabun/ suap atau tidak
bersunguh-sungguh
Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam sistem kompetisi
1. jumlah peserta tidak boleh terlalu banyak
2. apabila kualitas peserta dianggap berimbang atau rata
3. apabila juara yang diperebutkan bersifat daerah atau nasional
4. apabila ingin mengetahui rengking secara keseluruhan
5. kondisi alam, biaya, lapangan, petugas pelaksana mencukupi
Rumus-rumus yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan pertandingan
dengan menggunakan sistem kompetisi.
1) jumlah pertandingan setiap peserta atau regu adalah: n – 1
2) jumlah ronde yang akan diadakan adalah: n – 1
3) jumlah pertandingan pada tiap ronde : ½ x n ( n – 1 )
4) untuk mengetahui jumlah pertandingan secara keseluruhan :
rumusnya = ½ x n ( n – 1 )
Untuk menentukan juara dalam pertandingan olahraga dalam sistem kompetisi
dapat dikategorikan berdasarkan cabang olahraganya yaitu :
➢ cabang olahraga yang ditentukan dengan kalah – menang
➢ cabang olahraga yang ada set kemenangannya dan yang ada set kekalahannya
➢ cabang olahraga yang ada hasilnya draw
Universitas Esa Unggul
[Link]
6 / 17
Sedangkan untuk menentukan urutan juara dapat dilihat dari:
- nilai terbanyak
- selisih gol antara memasukan dan kemasukan
- gol terbanyak
- adu finalty, diundi, dan play off
Dalam pelaksanaannya panitia penyelenggara setelah mendata seluruh
peserta, maka langkahselanjutnya adalah:
- membuat jadwal pertandingan untuk diketahui oleh seluruh peserta
- mencatat hasil-hasil pertandingan dan diketahui oleh seluruh peserta
- menyusun seluruh hasil pertandingan untuk menentukan juara
Membuat Jadual Pertandingan
Dalam menyusun jadwal pertandingan untuk sistem ½ kompetisi ini dapat
dilakukan dengandua cara yaitu: cara satu (1) menetap dan cara dua (2) berkelana
Contoh menyusun jadwal pertandingan dengan mempergunakan cara satu (1)
menetap untukcabang olahraga yang ditentukan kalah – menang, seperti: bola
basket, hoki, dll.
Diketahui peserta Kejuaraan bola basket antar Fakultas se-UNJ sebagai berikut:
[Link], [Link], [Link], [Link], [Link], [Link]
Jumlah pertandingan dengan enam (6) regu maka dapat diketahui:
➢ jumlah pertandingan setiap regu adalah N-1 = 6 – 1 = 5
➢ jumlah seluruhn pertandingan adalah ½ n x (n-1) = ½ 6 (5) = 3 x 5 = 15
Untuk menentukan jadwal pertandingan, terlebih dahulu panitia mengundi
peserta untuk dapat menempati posisi no 1 sampai dengan no 6, selanjutnya baru
dibuat jadwal pertandingan dengan cara satu ( 1 ) menetap adalah sebagai berikut:
Universitas Esa Unggul
[Link]
7 / 17
1–2 1–4 1–6 1–5 1–3
3–4 2–6 4–5 6–3 5–2
5–6 3–5 2–3 4–2 6–4
Contoh jadwal ½ kompetisi dengan satu (1) menetap untuk peserta ganjil ( 5 )
1–2 1–4 1–X 1–5 1–3
3–4 2–X 4–5 X–3 5–2
5–X 3–5 2–3 4–2 X–4
Kuncinya untuk satu (1) berkelana adalah no 1 selalu berada pada sisi sebelah
kiri atas dan angka-angka diputar berlawanan dengan arah jarum jam.
Selanjutnya menentukan jadwal dengan system ½ kompetisi dengan cara
2 berkelana adalah sebagai berikut ( dengan jumlah peserta 6 regu )
Contoh ½ kompetisi dengan 2 berkelana
1–2 1–4 4–2 4–6 6–2
3–4 3–6 1–6 1–5 4–5
5-6 2–5 3–5 2–3 1–3
Kuncinya adalah angka dua (2) pertama berada pada sudut kanan atas,
kedua berada pada sudut kiri bawah (diagonal), ketiga berada pada sudut
kanan atas, keempat berada pada sudut kiri bawah, kelima berada pada
sudut kanan atas dan angka-angka diputar berlawanan dengan arah
jarum jam.
Berikut ini akan dijelaskan contoh untuk pertandingan ½ kompetisi yang
ditentukan oleh:
Universitas Esa Unggul
[Link]
8 / 17
1). Cabang olahraga yang ditentukan kalah – menang Peserta kejuaraannya
adalah seperti yang tertera di atas
Dari jadwal yang disusun dan hasil pertandingan, maka diperoleh data sbb:
FPOK vs FIP FPOKvs FPTK FPOK vs FPBS FPOKvsFPMIPA FPOKvs FPIPS
77 – 24 61 – 43 69 – 50 89 – 49 102 – 50
FPIPSvsFPTK FIPvs FPBS FPTKvsFPMIPA FPBS vs FPIPS FPMIPAvsFIP
43 – 57 33 – 45 56 – 51 65 – 62 79 – 43
MIPAvs FPBS FPIPSVSFMIPA FIP vs FPIPS FPTK vs FIP FPBSvsFPTK
38 – 31 23 – 57 41 – 56 73 – 53 31 – 83
Klasemen Hasil Akhir Pertandingan Bola Basket Antar Fakultas se-UPI
NO Regu 1 2 3 4 5 6 MNG KLH SKOR RK
1 FPOK 102 77 89 61 69 5 0 398-216 I
2 FPIPS 50 56 23 43 62 1 4 234-322 V
3 FIP 24 41 43 51 33 0 5 192-330 VI
4 FPMIPA 49 57 79 51 38 3 2 274-242 III
5 FPTK 43 57 73 56 83 4 1 312-237 II
6 FPBS 50 65 45 31 31 2 3 222-285 IV
Keterangan: MNG = menang, KLH = kalah, RK = rangking
2). Penentuan urutan untk cabang olahraga yang ada setnya
Data hasil kejuaraan Bola Voli empat negara ASEAN sebagai berikut:
NO PERTANDINGAN HASIL SKOR
1 Indonesia Vs Philipine 3-1 (15-11), (10-15), (15-9), (15-10)
2 Indonesia Vs Vietnam 3-2 (15-12), (12-15),(12-15), (15-10), (15-10)
3 Indonesia Vs Thailand 3-2 (15-10), (15-11), (12-15), (12-15), (15-9)
4 Philipina Vs Vietnam 2-3 (15-7), (7-15), (15-10), (10-15), (10-15)
5 Philipina Vs Thailand 3-0 (15-10), (15-10), (15-10)
Universitas Esa Unggul
[Link]
9 / 17
6 Vietnam Vs Thailand 1-3 (15-9), (9-15), (10-15), (12-15)
Klasemen Akhir Hasil Pertandingan Kejuaraan Bola Voli
Set Set Skor Skor
NO REGU 1 2 3 4 Mn Kl SL RK
Mn Kl Mn Kl
1 INA 3-1 2-3 3-2 2 1 8 6 196 174 22 I
2 PHI 1-3 2-3 3-0 1 2 6 6 147 147 0 III
3 VIE 3-2 3-2 1-3 2 1 7 7 177 173 4 II
4 THA 2-3 0-3 3-1 1 2 5 7 144 160 -16 IV
Keterangan:
MN = menang, Kl = kalah, Set Mn = set kemenangan, Set Kl = set
kekalahan, Skor Mn =skor kemenangan, Skor Kl = skor kekalahan, Sl =
selisih skor,
Rk = rangking.
Untuk menentukan pemenang, dapat dilihat dari:
- jumlah kemenangan
- jumlah set kemenangan
- jumlah skor kemenangan
- jumlah selisih skor
3). Penentuan urutan untuk cabang olahraga yang ada
hasilnya draw Diketahui data hasil pertandingan sistem
kompetisi penuh Liga Sepak Bola
Italia, dengan contoh untuk lima (5) kesebelasan rangking atas seperti
berikut:
1. Juventus 2. Parma 3. Intermilan 4. Sampdoria 5. Lazio
Hasil-hasil pertandingan lima kesebelasan untuk partai home and away
adalah sebagai berikut
Universitas Esa Unggul
[Link]
10 / 17
SKOR
NO PERTANDINGAN
KANDANG TANDANG
1 Juventuis Vs Parma 1-0 1-1
2 Inter Milan Vs Sampdoria 3-2 0-1
3 Juventus Vs Inter Milan 0-0 1-0
4 Parma Vs Inter Milan 2-1 1-2
5 Juventus Vs Sampdoria 2-1 0-0
6 Parma Vs Sampdoria 2-3 1-3
7 Juventus Vs Lazio 2-1 0-0
8 Sampdoria Vs Lazio 3-2 3-2
9 Inter Milan Vs Lazio 1-0 1-2
10 Lazio Vs Parma 1-0 0-0
Klasemen Akhir Pertandingan
SG
No Kesebelasan M K T Mn S Kl N Rk
Mm Km
1 JUVENTUS 8 1-0 1-1 4 4 0 7 3 16 I
0-0 1-0
2-1 0-0
2-1 0-1
2 INTER MILAN 8 3-2 0-1 3 1 4 8 9 10 II
0-1 0-0
2-1 1-2
1-0 1-2
3 PARMA 8 1-1 0-1 1 2 5 7 7 6 IV
2-1 1-2
2-3 1-3
0-0 0-1
4 SAMPDORIA 8 1-0 2-3 3 1 4 13 15 10 III
0-0 1-2
Universitas Esa Unggul
[Link]
11 / 17
3-1 3-2
3-2 3-2
5 LAZIO 8 0-0 1-2 1 2 5 7 11 6 V
2-3 2-3
2-1 0-1
1-0 0-0
Keterangan:
M = menang, K = kandang, T = tandang, Mn = menang, S
= seri, K = kalah,Sg = selisih gol, Mm = memasukan, Km
= kemasukan. N = nilai,
Rk = rangking.
Untuk menentukan urutan (rangking) sistem kompetisi penuh harus
melihat:
- Nilai tertinggi
- Selisih gol terbaik
- Produktivitas gol terbaik
- Jumlah kemenangan dan
- Play off
3. Sistem Kombinasi
Setelah mengetahui sistem pertandingan gugur dan kompetisi, maka
sebenarnya kedua sistem ini bisa dikombinasikan menjadi suatu sistem yang
disebut sistem kombinasi. Sistem ini bisa diadakan oleh panitia penyelenggara
pertandingan cabang olahraga.
Sistem kombinasi ini menggabungkan dua sistem menjadi satu sistem
dengan tujuan yaitu untuk lebih meningkatkan daya tarik kejuaraan yang
diselenggarakan atau ada beberapa pertimbangan, yang tentu saja sebelumnya
telah disepakati oleh pihak panitia penjelenggara dengan peserta.
Universitas Esa Unggul
[Link]
12 / 17
Bentuk sistem kombinasi ini misalnya: untuk babak pendahuluan dengan
mempergunakan sistem setengah kompetisi dan babak selanjutnya dengan sistem
gugur atau dibalikkan.
Adapun bagan, jadwal dan cara-cara menentukan kalah menang atau
juaranya sesuai dengan cara-cara penentuan masing-masing dalam sistem
pertandingan yang lain.
Kombinasi system gugur dan system kompetesisi → 1 + 2 System ini
menggabungkan antara system gugur dengan system setengah kompetisi.
Pertandingan/….. sampai final
2 log n =
n=4 n=8 n = 16
= 22 2log 23 2log 24
n=5 n=7
Ronde Pendahuluan
1
2
3
4
5
6
7
8
Universitas Esa Unggul
[Link]
13 / 17
Ronde Pendahuluan
2
5 Ronde Pendahuluan log 24 = .. +1 = 4x 4+1=5
5 bye 2
log 24 = -1 = 4x = 4 – 1 = 3
17
8 9
4 4 4 5
2 2 2 2 2 2 2 2
1
2
3
4 2 3
4 3
2 6
6 4 7
5 7
6
6 6 7
3 6 67
Kanan Kiri
→ peserta =n → peserta =n–1
Universitas Esa Unggul
[Link]
14 / 17
→ pertandingan =n–1 → pertandingan = n – 1 – 1
Rumus
per = kanan +
kiri
=n–1+n–2
= 2n – 3
Sistem gugur ganda
1 1 2
3
2 3
3 3
2 3 4
5
4 8
5 5 5
6 7
6 8
7
8
Voli pasir → 4 besar disilang → sistem gugur ganda disilangkan.
S = ½ kompetisi
Universitas Esa Unggul
[Link]
15 / 17
n =2 1–2 1–4 1–3 1. Ronda =N–1
3 3–4 2–3 4–2 2. Pertandingan = N – 1
4 ⎯⎯ ⎯⎯ ⎯⎯ 3. Jlh per setiap ronde = ½ n
Ronda I II III 4. Jlh per keseluruhan = ½ n (n – 1)
Ganjil ex n = 5 1–2 1–4 1 – semu 1–5 1–3
3–4 2 – semu 4–5 semu – 3 5–2
5 – semu 3–5 2–3 4–2 semu – 4
⎯⎯⎯⎯ ⎯⎯⎯⎯ ⎯⎯⎯⎯ ⎯⎯⎯⎯ ⎯⎯⎯⎯
R1 R2 R3 R4 R5
1) ronde = N
2) pert = ½ (N – 1)
3) Jh per setiap team = N – 1
4) per. keseluruhan
½ kompetisi terbatas (Hasil pertandingan pada bbak awal tetap
diperhitungkanpada pertandingan berikutnya)
Ex n = 16
I 4 pool = A, B,
C, D
II 2 pool = E, F → setiap bertanding harus menang.
A1 C1
A2 C2
B1 D1
B2 D2
Universitas Esa Unggul
[Link]
16 / 17