ELECTRICAL SYSTEM
Pada intinya hampir semua peralatan pada bangunan tinggi membutuhkan
tenaga listrik. Pembebanan listrik mencakup :
Penerangan / lampu
Stop kontak utk peralatan rmh tangga dan motor-2 kecil (mis. Utk setrika,
pompa air dll)
Peralatan HVAC (heating, ventilating, air cond.)
Peralatan plumbing dan sanitasi (pompa-2 besar, pressure tank,
boozterpumps dsb)
Alat transportasi vertikal (lift, escalator dll)
Peralatan dapur ( kompor listrik, cooker hood, rice cooker dsb)
Peralatan-2 khusus, mis: peralatan medis, alat lab dsb)
Dari alat-2 yang ada tersebut, prinsip pembeanan listrik pada bangunan
harus dpisahkan sbb :
INSTALASI UTK PENERANGAN (DAN ALAT-2 KECIL), dan
INSTALASI UNTUK TENAGA (ALAT-2 MEKANIKAL BESAR)
SKEMA PANEL ELEKTRIKAL
PADA BANGUNAN TINGGI
GENSET SBG TENAGA CADANGAN ZONE
01
SUBPANEL
ZONE
LIGHTING 02
ZONE
“n” LIGHTING
TRAVO PANEL
PLN INDUK
PANEL
AC TENAGA
ATS SUBPANEL PANEL
TENAGA LIFT
GEN-SET
PANEL
50 – 60% DLL
ATS : AUTOMATC TRANSFER SWITCH
PRINSIP PERLETAKAN PANEL
SETIAP LAPIS LANTAI BANGUNAN, MINIMAL
HARUS ADA 1 (SATU) BUAH SUBPANEL
PENERANGAN
APABILA LUAS SETIAP LANTAI SANGAT BESAR,
PERLU DIPASANG BEBERAPA SUBPANEL
PENERANGAN
SETIAP JENIS PERALATAN MEKANIKAL HARUS
DIPASANG PANEL/SUBPANEL TENAGA YANG
TERPISAH DGN SEBPANEL PENERANGAN
81
Contoh BAGAN INSTALASI LISTRIK
BANGUNAN TINGGI
SDP lighting
SDP Power
TRAVO PLN
ATS
Main Distr Panel
(MDP)
DAYA LISTRIK DARURAT
SUMBER:
GENERATOR SET
RECHARGEABLE BATTERY
LISTRIK P L N PERLENGKAPAN
ATS
•PENERANGAN
•PERALATAN
GEN SET
BATTERY
DAYA LISTRIK DARURAT
PENERAPAN DAYA LISTRIK DARURAT
DAYA LISTRIK DARURAT HARUS DITERAPKAN PADA
SISTEM :
Yang menyangkut keselamatan manusia
Sistem deteksi kebakaran
Fan smoke vestibule
Pompa kebakaran
Sistem kokmunikasi utk evakuasi
BMS (building management system)
Lampu penerangan 50-60%
Power outlets (stop kontak) 100%
Sebagian sistem tata udara (lift kebakaran, fire escape dll)
Lift kebakaran
Sebagian lift penumpang
PENCAHAYAAN LISTRIK
ESTIMASI PENERANGAN GEDUNG
Estimasi besaran penerangan listrik gedung perlu
difahami, khususnya untuk estimasi perhitungan daya
listrik pada suatu bangunan gedung.
Estimasi penerangan untuk :
Gedung / kantor : 20 – 40 watts / m2
Perumahan : 10 – 20 watts / m2
Hotel : 10 – 30 watts / m2
Gedung sekolah : 15 – 30 watts / m2
Rumah sakit : 10 – 30 watts / m2
(lebih detail lihat tabel hal. 55 buku Utilitas)
Perhitungan “penerangan umum”
pada Ruangan
Yang dimaksud dgn “penerangan umum” ( ge-neral
lighting) adalah penerangan standar dengan lampu
menempel plafond pada suatu ruangan, serta kondisi
dinding dan plafond dgn warna cerah.
Pada intinya, untuk menghitung “penerangan umum”,
harus diketahui ; 1). Fungsi ruangan yg akan diberi
penerangan, 2). Luas Ruangan, dan 3). Jenis lampu
yang akan dipasang
Berbeda dgn Special lighting (penerangan efek khusus)
yang memang sengaja dibuat untuk menampilkan kesan
dan effek yang khusus. (tidak dibahas lbh lanjut)
RUMUS JUMLAH LAMPU
N = jumlah lampu pada suatu luas
ExA ruang
E = Kuat terang yang dibutuhkan
N= pad suatu fungsi ruang (lux)…..
tabel
O lampu x LLF x CU A = Luas ruang
O = Kuat cahaya suatu jenis
lampu (lumen) ….tabel
LLF= Light Loss Factor, faktor
daya yg berkurang akibat kualitas
alat ; 0,7 – 0,8
CU= Coefficient of Utilization ;
Daya Terang Lampu, tergantung
warna bidang pembatas ruang,
50-60%
Contoh perhitungan
Suatu ruang kantor dengan luas 9 x 18 m2 akan
dipasang lampu TL 2x40 watt. Hitung jumlah
lampu yg dibutuhkan.
Ruang kantor …….kuat terang (tabel) = 300 lux
Lampu TL, (tabel) 70 lumen perwatt, maka
lampu TL 2x40 watt = 2x40x70 = 5600 lumen
CU = 60%, LLF = 0.8
Maka N = 300 x 9x18/ 5600x0.6x0.8 = 18 unit.
Kebutuhan daya penerangan pada ruang tsb =
2x50x18 = 1800 watt + daya stopkontak
20%
AVERAGE LUX LEVEL TINGKAT TERANG LAMPU
FUNGSI RUANG LUX
JENIS LUMEN /
Typical office floor 300-550
LAMPU WATT
Executive office 300-550 Lampu 11 – 18
pijar
Corridoor, stairways,
toilets TL - neon 50 – 80
100
Mech, equipment 300-400 halogen 16 – 20
room mercury 30 – 60
Hall, lobby 200-300
sodium 120 – 140
Electrical rooms 400-500 halide 80 – 100
Parking area 100