1.
Konsep Tanggug Jawab Hukum
Sebuah konsep yang berhubungan dengan kewajiban hukum adalah konsep tanggung
jawb pertanggungjawaban hukum). Bahwa seseorang bertanggung jawab hukum berarti
bahwa dia bertanggung jawab atas suatu sanksi ditujukan kepada pelaku langsung, seseorang
bertanggungjawab atas perbuatannya sendiri. Dalam kasus ini subjek dari tangung jawab
hukum identik dengan subjek dari kewajiban hukum.
Menurut teori tradisional, terdapat dua macam pertanggungjawaban yang dibedakan, yaitu
pertanggungjawaban berdasarkan kesalahan dan pertanggung jawaban mutlak.
Teknik hukum terkini menghendaki suatu pembedaan antara kasus ketika tindakan individu
telah direncanakan dan dimaksudkan untuk efek tertentu dari perbuatan tersebut dan kasus
ketika tindakan seorang individu membawa akibat harmful tanoa direncanakan atau
dimaksudkan demikian oleh pelaku mensyaratkan bahwa siatu sanksi harus diberikan kepada
tindakan individu hanya jika harmful effect dari perbutan tersebut telah direncanakan dan
dimaksudka demikian oleh individu pelaku, dan maksud tersebut merupakan perbuatan
terlarang.
Ketika sanksi diberikan hanya terhadap delik dengan kualifikasi psikologis inilah disebut
dengan pertanggungjawaban berdasarkn kesalahan. Dalam hukum modern juga dikenal
bentuk lain dari kesalahan yang dilakukan tanpa maksud atau perencanaan, yaitu kealpaan
(negligance). Kealpaan adalah suatu delik omisi, dan pertanggungjawaban terhadap kealpaan
lebih merupakan pertanggungjawaban absolut daripada culpabilityi.
2. Konsep Kepastian Hukum
Kepastian hukum merupakan pelaksanaan hukum sesuai degan bunyinya sehingga
masyarakat dapat memastikan bahwa hukum dilaksanakan.
Menurut kelasen, hukum adalah sebuah sistem norma. Norma adalah pernyataan yang
menekankan aspek “seharusnya”catau das sollen, dengan menyertakan beberapa pertauran
tentang apa yang harus dilakukan. Norma-norma adalah produk dan aksi manusia yang
deliberatif. Undang-undang yang berisi aturan-aturan yang bersifat umum menjadi pedoman
bagi individu bertingkah laku dalam bermasyarakat, baik dalam hubungan dengan sesama
individu maupun dalam hubungannya dengan masyarakat. aturan-aturan itu menjadu batasan
bagi masyarakat dalam membebani atau melakukan tindakan terhadap individu. Adanya
aturan itu dan pelaksanaan aturan tersebut menimbulkan kepastian hukum.