0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan13 halaman

Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir di NICU

dsfsfdsfsfd

Diunggah oleh

icursudklu2023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
16 tayangan13 halaman

Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir di NICU

dsfsfdsfsfd

Diunggah oleh

icursudklu2023
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU LAHIR DAN PENANGANANNYA


DI RUANG NICU RSUD TANJUNG KABUPATEN LOMBOK UTARA”

Disusun Oleh :
1. ARRAR AZIKI
2. EVI ERNAWATI
3. ISKANDAR SYAH

PEROGRAM STUDI PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES) MATARAM
MATARAM 2024/2025
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

1
PENYULUHAN KESEHATAN TANDA BAHAYA PADA BAYI BARU
LAHIR DAN PENANGANANNYA

Cabang Ilmu : ANAK


Topik : Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir Dan Penanganannya
Hari/Tanggal : Jumat, 22 November 2024
Waktu : 30 Menit
Tempat : Ruang NICU RSUD Tanjung

[Link] BELAKANG
Bayi baru lahir (BBL) adalah bayi yang baru mengalami proses
kelahiran, berusia 0-28 hari. BBL memerlukan penyesuaian fisiologi
berupa maturasi, adaptasi (menyesuaikan diri dari kehidupan
intrauteri ke kehidupan ekstraurine) dan toleransi BBL untuk dapat
hidup dengan baik. Bayi baru lahir disebut juga dengan neonatus
merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja
mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan
penyesuaian diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan
ekstrauterin (Sumi & Isa, 2021).
Bayi baru lahir sering kali menunjukkan tanda-tanda tertentu
yang mengindikasikan adanya masalah serius, yang dikenal sebagai
tanda bahaya. Tanda bahaya ini meliputi kesulitan bernapas, demam,
hipotermia, muntah terus-menerus, kejang, atau tidak mau menyusu.
Menurut UNICEF angka kelahiran bayi baru lahir normal di dunia pada
awal tahun 2020 adalah 13.020 bayi yang lahir dan bayi di Indonesia
akan menyumbang sekitar 3,32 persen dari total 392,080, bayi
“tahun baru”. Berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs)
pada goals ketiga mengenai kesehatan dan kesejahteraan, Angka
Kematian Neonatal di Indonesia pada tahun 2020 sebesar 24 per
1000 kelahiran hidup. Kematian bayi di Indonesia yang disebabkan

2
oleh hipotermia sebesar 24,2% kasus (Parti et al, 2020). Sedangkan
kematian bayi akibat infeksi tali pusat sebesar 21,44% dari total
4.340 kelahiran hidup (Tim May, Malcolm Williams, Richard Wiggins,
2021).
Standar asuhan pada bayi baru lahir yaitu membersihkan jalan
nafas dan memelihara kelancaran pernafasan, perawatan tali pusat,
menjaga kehangatan dan menghindari panas yang berlebihan.
Menilai segera bayi baru lahir seperti APGAR score, membersihkan
badan bayi dan memberikan identitas. Melakukan pemeriksaan fisik
yang terfokus pada bayi baru lahir dan screening untuk menemukan
adanya tanda kelainan-kelainan pada bayi baru lahir yang tidak
memungkinkan untuk hidup. Mengatur posisi bayi pada waktu
menyusui, memberikan imunisasi pada bayi. Melakukan tindakan
pertolongan kegawatdaruratan pada bayi baru lahir, seperti
bernafas/asfiksia, hipotermi, hipoglikemi. Memindahkan secara aman
bayi baru lahir kefasilitas kegawatdaruratan apabila dimungkinkan.
Mendokumentasikan temuan-temuan dari intervensi yang dilakukan
(Chairunnisa et al., 2022).
Penanganan cepat dan tepat terhadap tanda bahaya sangat
diperlukan untuk mencegah komplikasi yang lebih serius atau bahkan
kematian. Perawat memiliki peran kunci dalam mendeteksi dini tanda
bahaya, memberikan tindakan awal, serta merujuk bayi ke fasilitas
kesehatan yang lebih tinggi jika diperlukan. Selain itu, edukasi kepada
keluarga mengenai tanda bahaya juga sangat penting untuk
memastikan mereka dapat segera mencari bantuan medis saat
dibutuhkan

[Link]
1. Tujuan Instruksional Umum

3
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan tentang “Tanda
bahaya pada bayi baru lahir dan penanganannya“ peserta
diharapkan mampu :
a. Mengenal tanda-tanda bayi baru lahir normal
b. Penanganan bayi baru lahir
c. Mengenal tanda bahaya pada bayi baru lahir
d. Menjelasksan langkah-langkah penanganan tanda bahaya
pada bayi baru lahir
e. Menyebutkan tanda bahaya pada bayi baru lahir
2. Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan diharapkan peserta
dapat:
a. Mengenal tanda-tanda bayi baru lahir normal
b. Menyebutkan penanganan bayi baru lahir normal
c. Menyebutkan tanda bahaya bayi baru lahir
d. Menyebutkan kapan waktu bayi segera di bawa ke Pusksmas /
RS

[Link] SITUASI
1. Peserta
Jumlah peserta yaitu seluruh ibu atau orang tua bayi yang
sedang dirawat di ruang NICU.
2. Kelas / Ruang
a. Penerangan menggunakan lampu ruangan
b. Prasarana yang tersedia yaitu leaflet
3. Pengajar
a. Fasilitator adalah Arrar Aziki
b. Moderator adalah Iskandar Syah
c. Penyaji adalah Evi Ernawati

4
D. MATERI
1. Mengenal tanda-tanda bayi baru lahir yang normal
2. Penanganan bayi baru lahir
3. Pentingnya mengetahui tanda dan bahaya pada bayi baru lahir
4. Menyebutkan kapan waktu bayi segera di bawa ke Pusksmas / RS

E. METODE
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Demonstrasi

F. MEDIA
1. Leaflet

G. ALAT BANTU
1. Laptop
H. SETTING PENYULUHAN
Peserta duduk dilantai beralaskan tikar, moderator dan

fasilitator dan penyaji berada didepan peserta.

A E I

Peserta

I. KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR

5
N Tahap Kegiatan waktu

1. Pembukaan  Memberikan Salam 5 menit


5 menit  Memperkenalkan diri
 Kontrak waktu

2. Penyajian  Menjelaskan judul materi dan


(Pengembangan tujuan yang harus dicapai 20 menit
) oleh peserta
20 Menit  Memberikan pre test jenis
objektif untuk tiap peserta
(Jika diperlukan)
 Curah pendapat tentang :
1. Mengenal tanda-tanda bayi
baru lahir normal
2. Penanganan bayi baru lahir
3. Pengertian tanda dan
bahaya pada bayi baru
lahir
4. Mengenal tanda bahaya
pada bayi baru lahir
5. Cara penanganan tanda
bahaya pada bayi baru
lahir
3.  Merangkum materi yang telah 5 menit
Penutup diberikan
(5 menit)  Post test : bila di perlukan
 Menutup dengan salam

6
J. PENGORGANISASIAN DAN URAIAN TUGAS
Moderator : Memandu jalannya kegiatan
Pembicara : Memaparkan materi dan menjawab pertanyaan yang
diberikan peserta
Fasilitator : Memfasilitasi jalannya acara penyuluhan

K. SUMBER KEPUSTAKAAN
Chairunnisa,R.,O & Juliarti, Widya. 2022. Asuhan Kebidanan Pada
Bayi Baru Lahir Normal Di Pmb Hasna Dewi Kota Pekanbaru. Jurnal
Kebidanan. DOI: [Link]

Kemenkes. 2021. Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA). Jakarta


Kmeneterian Kesehatan RI.

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Bayi Baru lahir


Bayi baru lahir (BBL) adalah bayi yang baru mengalami proses
kelahiran, berusia 0-28 hari. BBL memerlukan penyesuaian fisiologi
berupa maturasi, adaptasi (menyesuaikan diri dari kehidupan
intrauteri ke kehidupan ekstraurine) dan toleransi BBL untuk dapat
hidup dengan baik. Bayi baru lahir disebut juga dengan neonatus
merupakan individu yang sedang bertumbuh dan baru saja
mengalami trauma kelahiran serta harus dapat melakukan
penyesuaian diri dari kehidupan intrauterine ke kehidupan
ekstrauterin (Sumi & Isa, 2021).
Bayi baru lahir, menurut definisi terkini, adalah bayi yang baru
saja dilahirkan hingga berusia 28 hari pertama kehidupan (periode

7
neonatus). Masa ini sangat penting karena bayi masih sangat rentan
terhadap berbagai masalah kesehatan, seperti infeksi, gangguan
pernapasan, atau masalah adaptasi suhu tubuh (Triana, 2018).
Menurut World Health Organization, bayi baru lahir, atau
neonatus, adalah anak yang berusia di bawah 28 hari. Selama 28
hari pertama kehidupan, anak berada pada risiko kematian tertinggi.
Sebagian besar kematian bayi baru lahir terjadi di negara
berkembang yang aksesnya terhadap layanan kesehatan rendah .

B. Tanda-Tanda Bayi Baru Lahir yang Normal


Menurut Chairunnisa dan Juliarti (2022), tanda-tanda bayi baru lahir
normal adalah:
1. Bayi menangis kuat segera setelah lahir.
2. Warna kulit bayi tampak merah muda (tidak pucat atau
kebiruan).
3. Berat badan rata-rata berkisar 2.5 - 4 kg, dengan panjang badan
sekitar 48 - 53 cm.
4. Refleks seperti menghisap dan menggenggam tangan berfungsi
dengan baik.
5. Bayi buang air kecil dan besar dalam 24 jam pertama

C. Penanganan Bayi Baru Lahir


Menurut Istiqomah dan Saputri (2019), penanganan bayi baru
lahir adalah:
1) Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Bayi diletakkan di dada ibu untuk memulai menyusu dan menjalin
ikatan emosional.
2) Pencegahan Infeksi:
a. Membersihkan tali pusat dengan kasa steril untuk mencegah
infeksi.
b. Memberikan salep mata antibiotik untuk menghindari infeksi.

8
c. Injeksi vitamin K untuk mencegah perdarahan.
3) Menjaga Kehangatan:
a. Bayi dibedong menggunakan kain bersih.
b. Ruangan dijaga agar tetap hangat.
4) Vaksinasi: Bayi mendapatkan vaksin hepatitis B dan BCG sesuai
jadwal

D. Tanda Bahaya Pada Bayi Baru Lahir


Tanda bahaya bayi baru lahir adalah suatu keadaan atau
masalah pada bayi baru lahir yang dapat mengakibatkan kematian
pada bayi. Berikut tanda bahaya pada bayi baru lahir (Kemenkes,
2021):
1. Bayi sesak nafas
2. Bayi tampak lemah
3. Bayi terus menerus menangis dan merintih
4. Kulit bayi teraba dingin
5. Suhu tubuh bayi demam/ panas tinggi
6. Kulit dan mata bayi kuning
7. Bayi diare atau muntah-muntah
8. Bayi tidak mau menyusu
9. Tinja bayi saat buang air besar berwarna pucat
10. Tali pusat kemerahan sampai dinding perut, berbau atau
bernanah
11. Tidak Mau menyusu
E. Perbedaan Bayi Sehat dan Tidak Sehat
Berikut perbedaan bayi baru lahir sehat dan tidak sehat (Kemenkes,
2021):
KRITERIA BAYI BAYI SEHAT BAYI TIDAK SEHAT
BARU LAHIR
Napas 40-60 kali per menit Kurang 40x/mnt atau lebih
dari 60x/mnt

9
Warna Kulit Merah muda Bayi pucat atau biru pada
tubuh
Kejang Tidak ada Ada. Mata mendelik, tangan
bergerak seperti menari,
mennagis meengking, tiba-
tiba badan kaku, mulut
mecucu
Aktivitas Mennagis jika sedang Menangis terus, bayi lemas
buang air dan haus dan tidak bergerak
Minum ASI Mau minum Tidak mau minum ASI dan
memuntahkan semuanya
Hisapan Bayi Hisapan kuat HIsapan lemah
Kuning Pada Bayi Tidak ada/ada: Ada
1. Muncul antara 24-72 1. Muncul <24 jam pertama
jam pertama atau menetap setelah 2
2. Hilang dalam 2 minggu minggu
3. Bilirubin <15mg/dl 2. Bilirubin > 15mg/dl
Buang Air Kecil 6-8 kali/hari Air kencing pekat dan sedikit
< 6 kali per hari
Buang Air Besar Encer berisi seperti biasa Sangat encer/ tidak bisa
buang air besar lebih dari 3
hari (adadnya perubahan
konsistensi dan frekuensi
BAB)
Suhu Tubuh Normal 36,5-37,5 Panas seluruh tubuh/ dingin
seluruh tubuh
Tali Pusat Bersih Merah diseuruh pinggir pusat
atau bernanah atau berbau
Mata Bening Merah menetap, ada kotoran
dan bernanah
Bercak Putih Di Tidak ada Ada
Mulut
Kulit Bersih Ada bintil berair dan
kemerahan

F. Kapan harus dibawa ke dokter/puskesmas/ Rumah Sakit

10
Kemenkes (2021) menyatakan Jika ditemukan satu atau lebih tanda
bahaya pada bayi baru lahir, bayi segera dibawa ke fasilitas
kesehatan baik puskesmas, dokter praktik dan rumah sakit

DAFTAR PUSTAKA

11
Chairunnisa,R.,O & Juliarti, Widya. 2022. Asuhan Kebidanan Pada Bayi
Baru Lahir Normal Di Pmb Hasna Dewi Kota Pekanbaru.
Jurnal Kebidanan. DOI:
[Link]

Istiqomah, Dzul & Saputi, Nurwinda. 2019. Pendidikan Kesehatan


Tanda Dan Bahaya Bayi Baru Lahir Sebagai Upaya
Pencegahan Morbiditas dan Mortalitas Pada Bayi Baru
Lahir. Jurnal Pengabdian Masyarakat. DOI:
10.24853/jpmt.2.1.23-26.

Kemenkes. 2021. Buku Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA). Jakarta


Kmeneterian Kesehatan RI.

Triana, Ani. 2018. Sosialisasi Tanda-Tanda Bahaya Bayi Baru Lahir Di


Puskesmas Garuda. STIKes Hang Tuah Pekanbaru

12
13

Anda mungkin juga menyukai