0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

Asal Usul HIV dan AIDS di Dunia

5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan1 halaman

Asal Usul HIV dan AIDS di Dunia

5
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

seseorang yang menjalani penanganan medis tertentu secara rutin memiliki potensi

hidup yang dapat menjangkau masa hidup orang yang tidak terjangkit AIDS.
Pasien yang sudah terinfeksi HIV dan mengalami stres yang berkepanjangan, akan
mempercepat menyebarnya AIDS. Replikasi virus yang terus-menerus
mengakibatkan semakin berat kerusakan sistem kekebalan tubuh dan semakin rentan
terhadap infeksi oportunistik (IO) sehingga akan berakhir dengan kematian.
AIDS adalah tahap akhir dari HIV, dimana perjalanan HIV menuju AIDS
membutuhkan waktu sekitar 10 - 13 tahun. Nama AIDS sendiri pertama kali
digunakan oleh Don Amstrong, kepala bagian penyakit infeksi di New York.
(3) Asal usul HIV/AIDS
Virus HIV diyakini pertama kali ditemukan di Kinshasa, Republik Demokratik
Kongo pada tahun 1920, ketika dilaporkan adanya penyebaran infeksi virus “Simian
Immunodeficiency Viruses” (SIV) dari simpanse dan gorila kepada manusia.
Semenjak itu kasus kematian mendadak dengan gejala-gejala khas hilang dan
dianggap tidak menjadi ancaman.
Keresahan kembali terjadi pada awal tahun 80-an, dimana pada tahun 1981
ditemukan infeksi paru yang amat jarang yang disebut Pneumocystis Carinii
Pneumonia (PCP) pada lima orang pemuda homoseksual yang sebelumnya tidak
memiliki masalah kesehatan di Los Angeles. Pada saat yang bersamaan, New York
dan California turut melaporkan adanya jangkitan kanker ganas yang disebut dengan
sarcoma kaposi.
Penyakit ini juga menyerang sekelompok pria homoseksual. Penyakit-penyakit yang
dilaporkan tersebut ternyata memiliki hubungan dengan adanya kerusakan berat
pada sistem kekebalan tubuh. Pada akhir tahun 1981, infeksi semakin meluas,
dilaporkan 270 kasus pasien dengan kerusakan kekebalan tubuh yang parah pada
pria homoseksual dan 121 orang diantaranya meningal dunia. Pada akhir tahun ini
pula pertama kali didapati kasus PCP pada orang yang menggunakan narkoba
suntik.
Di Indonesia, permasalahan AIDS muncul pada tahun 1987 dari seorang turis asing
berkebangsaan Belanda yang meninggal di Bali dengan tanda-tanda infeksi AIDS.
Berita penyebaran virus HIV/AIDS yang terjadi di Indonesia menyebutkan bahwa
AIDS masuk di Indonesia pada tahun 1987, sebenarnya AIDS sudah ada di
Indonesia pada tahun 1983.
Berangsur–angsur penyebaran HIV/AIDS sangat cepat di dunia, sampai akhir 1993
di Indonesia virus HIV/AIDS sudah menjangkau 12 propinsi. Namun masih banyak
orang Indonesia beranggapan bahwa angka atau jumlah penderita yang terinfeksi
virus HIV/AIDS belum seberapa dibandingkan jumlah penduduk yang ada di
Indonesia.
Berdasarkan hasil laporan epidemi HIV/AIDS, didapatkan dalam tahun 2007
terdapat 27 juta infeksi baru dan 2 juta kematian akibat HIV/AIDS. Secara estimasi
diperkirakan terdapat 33 juta orang yang hidup dengan HIV/AIDS didunia (Depkes,
2008). Kasus HIV/AIDS di Indonesia terjadi peningkatan setiap tahun.

b) Bahaya Penyakit HIV/AIDS


Tak dipungkiri HIV/AIDS memiliki dampak yang cukup serius dan buruk pada anak-anak
dari negara miskin dan berkembang. Dimana penyakit ini menyerang anak-anak secara
langsung melalui infeksi. Meskipun HIV dapat berkembang lebih cepat pada anak-

Anda mungkin juga menyukai