0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan11 halaman

Pelatihan Pengelolaan Limbah Medis RS CND

Makalah yng disusun saat pelatihan pengelolaan limbah Fasyankes

Diunggah oleh

Nurul Wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan11 halaman

Pelatihan Pengelolaan Limbah Medis RS CND

Makalah yng disusun saat pelatihan pengelolaan limbah Fasyankes

Diunggah oleh

Nurul Wahyuni
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTEK LAPANGAN PADA PELATIHAN

PENGELOLA LIMBAH FASYANKES DI RS. CND MEULABOH

DI

S
U
S
U
N
OLEH

KELOMPOK II

1. Firdaus, [Link] 6. Ani Widiastuti, SKM


2. Dwi Sri Rezki Fadhilla, SKM 7. Eli Marliana, SKM
3. Fadlinawati, SKM 8. Rita Oktriana, SKM
4. Nurul Wahyuni, SKM 9. Fajar Mahmudi, SKM
5. Sri Murni, SKM 10. Pipit Saputri, SKM

DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH BARAT


TAHUN 2024
Kata pengantar

Kami ucapkan puji syukur serta nikmat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmatnya
yang melimpah sehingga kami bisa menyelesaikan Laporan Kegiatan Pelatihan Pengelola
Limbah Fasyankes di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh.
Dalam penyusunan laporan ini, tentu tak lepas dari pengarahan dan bimbingan dari berbagai
pihak maka kami penulis mengucapkan ras hormat dan terimakasih kepada semua pihak yang
membantu di antaranya sebagai berikut.
- Bapak Hermansyah, SKM
- Ibu Kartini, SKM., MT
- Ibu Sri Agustina, SKM
- Bapak Armansyah, [Link]

Karena kebaikan semua pihak yang telah penulis sebutkan tadi maka penulis bias
menyelesaikan Kegiatan Pelatihan Pengelola Limbah Fasyankes di Rumah sakit Cut Nyak
Dhien Meulaboh.
Memang laporan ini masih jauh dari kata kesempurnaan tapi penulis sudah berusaha sebaik
mungkin sekalin lagi terimakasih
Demikianlah semoga laporan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Meulaboh, 15 November 2024


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Rumah sakit merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang memiliki peran penting
dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Sebagai pusat layanan
kesehatan yang menangani berbagai penyakit dan kondisi medis, rumah sakit menjalankan
aktivitas yang beragam, mulai dari diagnosis, perawatan, pengobatan, hingga rehabilitasi.
Namun, di balik manfaat besar yang dihadirkan, aktivitas di rumah sakit juga menghasilkan
sejumlah besar limbah medis. Limbah medis ini terdiri dari berbagai jenis bahan berbahaya,
termasuk bahan infeksius, kimia, farmasi, dan radioaktif, yang berpotensi mengancam
kesehatan manusia dan mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan tepat.
Pengelolaan limbah medis menjadi tantangan besar bagi rumah sakit. Limbah medis
yang tidak dikelola dengan baik dapat menyebarkan patogen berbahaya, menyebabkan
infeksi silang, dan berpotensi mencemari air, tanah, dan udara. Selain itu, limbah medis juga
mengandung bahan kimia yang dapat berbahaya bagi ekosistem apabila tidak ditangani
secara benar. Oleh karena itu, pengelolaan limbah medis yang terencana, aman, dan
berkelanjutan sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan lingkungan serta mencegah risiko
bagi petugas medis, pasien, dan masyarakat sekitar.
Sejalan dengan peningkatan kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan,
berbagai regulasi dan pedoman mengenai pengelolaan limbah medis telah diterbitkan oleh
pemerintah. Setiap rumah sakit wajib mematuhi standar pengelolaan limbah yang meliputi
pemilahan, penyimpanan, transportasi, pengolahan, dan pemusnahan limbah medis secara
aman dan ramah lingkungan. Selain itu, penerapan teknologi dan prosedur yang tepat juga
menjadi aspek penting dalam meminimalkan dampak negatif limbah medis terhadap
kesehatan lingkungan.
Melalui makalah ini, penulis akan membahas pentingnya pengelolaan limbah medis di
rumah sakit, tahapan-tahapan pengelolaan yang sesuai dengan standar kesehatan dan
lingkungan, serta upaya penataan ruang yang dapat mendukung kesehatan lingkungan di area
rumah sakit. Makalah ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mendalam mengenai
langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan lingkungan di rumah sakit
melalui pengelolaan limbah medis yang efektif dan berkelanjutan.
B. Tujuan
Tujuan dilakukannya kegiatan ini adalah untuk memberikan pengarahan dan pembinaan
kepada pengelola limbah di fasyankes wilayah Aceh Barat

C. Gambaran Umum Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh


Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh merupakan rumah sakit Tipe D yang beralamat di Jl,
Gajah Mada Gampong Drien Rampak Kecamatan Johan Pahlawan Kabupaten Aceh Barat.
Dalam rangka menyelenggarakan dimaksud, Rumah Sakit Cut Nyak Dhien mempunyai
fungsi : Penyelenggaraan pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, pelayanan
perawatan, pelayanan administrasi umum, perencanaan dan program, peneyelenggaraan
keuangan dan asset, penyelenggaraan jabatan fungsional, penyelenggaraan komiter klinik dan
satuan pengawas internal.
Fasilitas Unit Pelayanan yang ada di Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh terdiri dari
Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Rawat Jalan, Pelayanan Rawat Inap, Bedah Sentral,
Persalinan dan perinatology, pelayanan intensif, Radiologi, Laboratorium Patologi Klinik,
Fisioterapi, Farmasi, Gizi, Transfusi Darah, Rekam Medik, Administrasi dan IPSL.
BAB II
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Dapur Gizi
Ruang Gizi Rumah Sakit Cut Nyak Dhien Meulaboh memiliki ruang terpisah sesuai
dengan kegunaannya masing-masing, yaitu Ruang Penerimanaan Barang, Gudang Makanan
Basah dan Makanan Kering, Ruang Memasak, Ruang Penyajian Makanan, Ruang Pencucian
Bahan Makanan, Ruang Pencucian Alat Makan dan Alat Masak, Ruang Persiapan Bahan
Makanan dan Ruang Administrasi.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan pada dapur gizi, didapatkan hasil bahwa
kondisi lingkungan dapur gizi dalam kondisi yang bersih. Namun tidak terdapat tempat
sampah di area dapur gizi, petugas menampung sampah hanya pada plastik hitam saja tanpa
memisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Pihak CS setiap hari membuang
sampah di dapur gizi sebanyak 1-3 kali sesuai dengan volume sampah yang dihasilkan di hari
tersebut. Saluran Pembuangan Air Limbah yang ada di dapur Gizi ditemukan tidak memiliki
Grase Trap sehingga tidak tertampungnya lemak yang akan mengalir ke saluran air limbah.
Saluran dari dapur gizi juga ditemukan tersumbat oleh sampah dan sisa makanan,
dikhawatirkan akan timbulnya kenaikan angka kepadatan vector di sekitar rumah sakit.
Berdasarkan UU No. 18 Tahun 2008 menyebutkan bahwa kriteria tempat sampah
harus terbuat dari bahan yang kuat, tertutup, mudah dibersihkan, dilapisi kantong plastik dan
terpisah antara sampah basah (organic) dan sampah kering (anorganik) yang dikosongkan
rutin minimal 1 x 24 Jam.

2. Ruang Laundry
Ruang laundry adalah tempat pencucian linen yang dilengkapi dengan berbagai sarana
penunjang, seperti mesin cuci, alat desinfektan, pengering, meja dan mesin setrika.
Ruang laundry memiliki ruang terpisah sesuai dengan kegunaannya yaitu :
 Ruang linen kotor
 Ruang linen bersih
 Ruang Pencucian
 Ruang untuk perlengkapan kebersihan
 Ruang kereta linen
 Kamar mandi
 Ruang pengeringan untuk linen
Alur kerja ruang laundry RS Cut Nyak Dhien Meulaboh
 Pihak CS menambil linen kotor dari masing-masing ruangan
 Petugas Laundry mencuci linen kotor dengan memasukkan kedalam mesin cuci dengan
kapasitas 75 – 183 kg/hari
 Dari mesin linen tersebut secara otomatis setelah kering di ruang linen bersih lainnya
diambil oleh petugas dimasukkan kemesin untuk diuapkan sekaligus digosok dengan
menggunakan mesin yang sudah canggih.
 Kemudian dilipat oleh petugas dimasukkan kedalam plastik untuk disimpan atau
diserahkan ke bagian CSSD untuk di sterilkan
 Petugas laundry mendistribusikan linen bersih ke masing-masing ruangan
 Sisa air pencucian linen dialirkan ke IPAL untuk melalui beberapa proses pengolahan
yang kemudian dialirkan kebadan air

3. Ruang Rawat (Kelas Utama 1, Kelas Utama 2, VIP)


Berdasarkan hasil observasi ada beberapa ruang rawat yang dikunjungi yaitu Ruang
Kelas Utama 1, Ruang Kelas Utama 2 dan Ruang VIP. Ruang Kelas Utama 1 terdiri dari 10
kamar, Ruang Kelas Utama 2 terdiri dari 12 kamar dan Ruang VIP terdiri dari 8 kamar yang
masing-masing kamar terdapat kamar mandi dan terdapat kran wastafel masing-masing ruang
yang terletak di dekat nurse station.
Pemilahan Sampah medis padat pada masing-masing ruangan tersebut sama yaitu
hanya menyediakan 1 jenis tempat sampah Infeksius, dan Non Infeksius yang terletak di
dekat nurse station sedangkan di masing-masing kamar dan kamar mandi tidak tersedia
tempat sampah. Pihak CS mengambil sampah 1 hari sekali pada waktu pagi hari dan dibawa
ke Tempat Penampungan Sementara Aliran air pada floor drain yang ada di kamar mandi
juga tidak tertutup sehingga dikhawatirkan akan mengakibatkan sampah rambut dan lain-lain
dapat masuk pada sistem perpipaan dan akan tersumbat di saluran pembuangan air limbah.

4. Tempat Pembuangan Sementara (TPS)


Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang ada di RSUD Cut Nyak Dhien terletak
di area belakang rumah sakit yang memudahkan akses mobil pengangkut limbah medis.
Konstruksi bangunan TPS tertutup dilengkapi dengan pintu, ventilasi yang cukup. Bangunan
dilengkapi dengan symbol proteksi kebakaran (APAR).
Sampah yang berada di TPS tersebut berasal dari seluruh ruangan di rumah sakit.
Jenis sampah yang berada di TPS adalah sampah infeksius dan sampah yang berasal dari
jarum suntik. TPS yang terdapat di rumah sakit tidak memiliki sekat baik itu sampah
infeksius, sampah sitotoksis, sampah kimia, limbah farmasi hanya saja pada penyimpanan
limbah infeksius tersedia cool storage dikarenakan pengangkutan dilaksanakan selama 1
bulan 2 kali.

5. IPAL
IPAL adalah system yang berfungsi yang mengolah limbah cair dan padat rumah sakit
agar tidak membahayakan lingkungan dan Masyarakat disekitarnya. IPAL di rumah sakit
memiliki beberapa bak penampungan untuk proses pengolahan, pemeliharaan IPAL
dilakukan sebanyak 6 bulan sekali.
Alur proses pengolahan IPAL
 Limbah cair yang dihasilkan dari seluruh ruangan di alirkan ke bak control
 Dari bak control dialirkan ke bak sunpit (tempat pengumpulan utama)
 Kemudian dialirkan ke bak netralisasi
 Kemudian dialirkan ke bak aerasi (terjadinya proses aerob dan anaerob)
 Kemudian dialirkan ke bak sedimentasi
 Kemudian dialirkan ke bak outlet
 Setelah semuanya di proses baru dialirkan ke badan air

6. Water Treatment Plant (WTP)


Water Treatment Plant (WTP) adalah fasilitas yang berfungsi untuk mengolah air
baku menjadi air bersih. WTP menggunakan proses fisik, kimia dan biologi untuk
memurnikan air. Proses-proses tersebut bertujuan untuk menghilangkan bahan berbahaya
seperti mikroorganisme atau zat kontaminan yang dapat membahayakan manusia.
Berdasarkan hasil observasi di rumah sakit, alur perjalanan Water Treatment Plant
berasal dari 3 sumur bor yang terletak di Laundry, di Poli Zaitun dan di Ruang Paru dengan
total kapasitas air 15 liter/detik. Dari ketiga sumur bor tersebut kemudian ditampung di bak
penampungan awal kemudian dialirkan ke bak pengendapan selanjutnya dialirkan melalui
pipa-pipa yang berisi filter setelah melalui beberapa filter air tersebut sudah dapat di
distribusikan ke masing-masing ruangan sesuai kebutuhan.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Pengelolaan limbah medis di rumah sakit merupakan aspek krusial yang berdampak
langsung pada kesehatan manusia dan lingkungan. Rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan
tidak hanya memberikan pelayanan medis, tetapi juga harus bertanggung jawab dalam
mengelola limbah yang dihasilkan dari aktivitas kesehariannya, terutama limbah yang
mengandung bahan berbahaya dan beracun. Berdasarkan peraturan dan undang-undang yang
ada, setiap rumah sakit wajib melakukan pemilahan, pengumpulan, transportasi,
penyimpanan, dan pemusnahan limbah medis secara benar dan sesuai standar.
Dengan sistem pengelolaan yang baik, limbah medis dapat diminimalisir dampaknya
terhadap lingkungan, serta mengurangi risiko infeksi yang bisa terjadi melalui kontaminasi.
Zonasi ruang, jalur transportasi limbah yang terpisah, ventilasi yang memadai, dan
penggunaan bahan bangunan yang tahan terhadap kontaminasi adalah beberapa langkah
penting yang harus diterapkan oleh rumah sakit. Selain itu, keterlibatan semua pihak, mulai
dari tenaga kesehatan hingga pihak pengelola rumah sakit, dalam edukasi dan pemantauan
rutin sangat penting untuk memastikan keberhasilan manajemen limbah medis.
Berdasarkan hasil observasi yang di lakukan di RS Cut Nyak Dhien pengelolaan
limbah padat medis dan limbah cair sudah sesuai dengan prosedur standar operasional namun
masih ada beberapa yang harus dilengkapi dan diperbaiki Kembali sehingga pengelolaan
limbah rumah sakit dapat dilakukan secara konsisten sesuai dengan prosedur standar
operasional.

B. Saran
Tantangan dalam pengelolaan limbah medis di rumah sakit masih perlu diperhatikan,
termasuk infrastruktur yang memadai, pelatihan yang konsisten, dan dukungan teknologi
yang tepat. Dengan perencanaan dan penerapan prosedur yang sesuai perkembangan ilmu
kesehatan, rumah sakit dapat berfungsi secara optimal tanpa menimbulkan dampak negatif
terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitarnya
Lampiran Foto Dokumentasi
1. Ruang Gizi

2. Laundry
3. Ruang Rawat (KU 1, KU 2 dan VIP)

4. TPS
5. IPAL

6. WTP

Anda mungkin juga menyukai