0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Analisa Interaksi Perawat dan Klien

askep

Diunggah oleh

animatululuhiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan20 halaman

Analisa Interaksi Perawat dan Klien

askep

Diunggah oleh

animatululuhiya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Mahasiswa : Ani’matul Uluhiyah


Tanggal : 22 Januari 2019
Waktu : 10.30 WIB
Tempat : Ruang 3 Citro Anggodo RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang
Inisial Klien : Nn. S
Umur : 76 tahun
Interaksi ke : Kesatu
Lingkungan : Diruang I, diteras depan ruang Citro Anggodo, suasana ruangan sepi, kursi perawat dan duduk berhadapan
dengan klien.
Deskripsi pasien : Klien memakai baju merah muda. Rambut klien pendek, keriting, berwarna hitam, dan dikuncir.
Tujuan komunikasi : Mengajarkan klien untuk mengontrol marah dengan cara tarik nafas dalam.

KOMUNIKASI KOMUNUKASI NON ANALISA BERPUSAT ANALISA BERPUSAT


RASIONAL
VERBAL VERBAL PADA PERAWAT PADA KLIEN
P : Assalamu’alaikum P : perawat menatap klien Ingin membuka Klien sudah tidak asing Salam merupakan
Bu? dan menajabat tangan percakapan dengan klien dengan Perawat dan sudah kalimat pembuka untuk
Perkenalkan nama saya klien sambil tersenyum dan berharap Klien ingat kenal dengan Perawat memulai suatu
Ani matul . Saya biasa kepada klien. pada Perawat. percakapan sehingga
dipanggil mba Ani. Saya dapat terjalin rasa
mahasiswa Universitas K : klien menatap perawat percaya. Mencoba
pekalongan yang bertugas sambil tersenyum dan mengingatkan pasien
di Ruang 3 ini selama 3 berjabat tangan. pada perawat merupakan
minggu dan juga yang upaya untuk mengetahui
akan membantu merawat daya ingat pasien.
ibu selama di sini.
Kalo ibu membutuhkan
bantuan, ibu dapat
menghubungi saya. Siapa
nama ibu ? biasa
dipanggil siapa bu ?
alamatnya mana ?
K : Wa’alaikumsalam K : klien menjawab salam Klien sebenarnya sudah Umpan balik dari klien
Mba….. Perawat. mengenal Perawat merupakan tanda dari
nama saya Siti Atmini, Kemudian melepaskan komunikasi yang sudah
saya biasa dipanggil jabat tangan dan terjalin baik antara
Atmini, alamat saya Pati. meletakkan tangan dipaha Perawat dan Klien
klien.
Klien menatap Perawat,
dan memanggil nama
perawat sambil tersenyum.
P : tersenyum dan Perawat menginginkan ada
memperhatikan perkataan umpan balik dari Klien
klien
P : Bagaimana Perasaan P : Sambil menatap klien Berharap klien menjawab Dengan pertanyaan
Ibu S hari ini? dan menunggu jawaban pertanyaan perawat. terbuka diharapkan
klien. mampu mengekplorasi
perasaan klien terhadap
K : klien menatap perawat Ada keinginan untuk perawat
dan akan menjawab menjawab pertanyaan
pertanyaan perawat. perawat.

K : Kabar hari ini baik K : klien menjawab Klien terlihat sangat Dengan seringnya
tetapi sedikit mengantuk pertanyaan perawat sambil nyaman dengan perawat. interaksi dengan klien,
mba.. menatap perawat dan klien merasa nyaman
tersenyum. dengan perawat.

P : membalas senyuman Memberikan rasa nyaman


klien sambil menatap klien kepada klien dengan
membalas senyuman dan
menatap klien.
P : Ada masalah apa Bu P : menatap klien sambil Perawat berharap klien Perawat mencoba
bisa dibawa kerumah tersenyum. dapat mengingat apa yang mengevaluasi apakah
sakit ini?. terjadi sebelum klien klien masih mengingat
dibawa ke RSJ hal yang telah diajarkan
K : klien tampak terlihat Klien mencoba untuk
tidak fokus sambil mengingatnya kembali dan
memegang rambutnya dan akan menjawab pertanyaan
akan menjawab pertanyaan
perawat
K : Karena saya K : menatap perawat Klien masih mengingat hal Klien memberikan
membanting tong sampah sambil menjawab yang menyebabkan dia jawaban kepada perawat.
dirumah mba . pertanyaan perawat. masuk RSJ
P : memperhatikan, Perawat senang klien
menatap klien. masih ingat hal yang telah
terjadi sebelumnya
sebelum ia dibawa ke RSJ
P : Bagaimana kalau kita P : menatap klien dan Perawat mencoba Perawat mencoba
berbincang-bincang berharap klien mau diajak menvalidasi jawaban klien menvalidasi jawaban
tentang marah-marah berbincang-bincang dengan meminta klien klien.
yang ibu lakukan? mengatakan mau atau
tidak.
K : klien memandang ke
kanan dan kiri sambil Klien mencoba untuk
mengangguk. mengingat mau.
K : saya mau mba. K : klien menjawabnya Klien menjawab dengan Klien mencoba tenang
sambil mengangguk lancar.

P : menatap klien dan


mendengarkan klien Berharap klien mampu
mengingatnya semua.
P : Bu mau berapa P : menatap klien dan Reinforcement positif akan Reinforcement positif
menit ? Bagaimana kalau mengancungkan jempol sangat berguna untuk akan sangat berguna
15 menit ? sambil tersenyum menambah kepercayaan untuk menambah
diri klien dan menambah kepercayaan diri klien
semangat klien dan menambah semangat
K : klien menatap perawat Klien memperhatikan klien
sambil tersenyum perawat.
K:- K : klien menatap perawat K : klien senang. Klien terlihat senang
sambil tersenyum kepada
perawat.

P : perawat menatap klien Perawat senang.


sambil tersenyum kepada
klein.
P : Mau dimana kita P : menatap klien dan Reinforcement positif akan Reinforcement positif
berbincang-bincang ? mengancungkan jempol sangat berguna untuk akan sangat berguna
Bagaimana kalau disini sambil tersenyum menambah kepercayaan untuk menambah
saja ? diri klien dan menambah kepercayaan diri klien
semangat klien dan menambah semangat
klien
K : klien menatap perawat Klien memperhatikan
sambil tersenyum perawat.
K:- K : klien menatap perawat K : klien senang. Klien terlihat senang
sambil tersenyum kepada
perawat.
P : perawat menatap klien Perawat senang.
sambil tersenyum kepada
klein.
P : Bu, coba sekarang P : menatap klien sambil Perawat berharap klien Perawat mencoba
ceritakan apa saja yang tersenyum. dapat menceritakan mengevaluasi apakah
menyebabkan Ibu marah penyebab klien marah klien mau menceritakan
atau tidak.
K : klien terlihat tidak Klien mencoba untuk
fokus dan akan menjawab menjawab pertanyaan
pertanyaan perawat perawat
K : “...saya ingin marah K : klien menjawab sambil Klien mau menceritakan Klien mau menceritakan
karena saya tidak suka menatap perawat. penyebab dia marah penyebab dia marah
liat tempat kotor ..”

P : menatap klien sambil Perawat senang klien


tersenyum. masih mau menceritakan
penyebab klien marah..
P : oh…. Makanya ibu P : menatap klien dan Perawat mencoba Perawat mencoba
marah ? berharap klien dapat menvalidasi jawaban klien mengevaluasi - validasi
menceritakan lebih banyak dengan meminta klien jawaban klien dengan
lagi menceritakan lebih banyak meminta klien
lagi menceritakan penyebab
marahnya.
K : klien menatap perawat Klien berusaha mengingat
dan mencoba untuk dan ingin menjawab
menjawab pertanyaan pertanyaan perawat.
perawat.
K : saya juga pernah K : klien menceritakan Klien mau menceritakan Hal ini untuk melihat
membanting barang- penyebab dia marah masalahnya sejauhmana klien
barang yang ada dirumah mengingat hal yang telah
saya. terjadi sebelum dia
P : perawat menatap klien Perawat senang klien dirawat di RSJ
dan memperhatikan klien mampu menceritakan
masalahnya
P : Kalo marah apa sih P : menatap klien dan Perawat mencoba Perawat mencoba
yang Ibu rasakan ? Apa berharap klien dapat menvalidasi jawaban klien mengevaluasi - validasi
tanganya jadi mengepal ? menceritakan lebih banyak dengan meminta klien jawaban klien dengan
Apa rahangnya mengatup lagi menceritakan lebih banyak meminta klien
? Kalo nada suaranya, lagi menceritakan penyebab
bagaimana ? apa menjadi K : klien menatap perawat Klien berusaha mengingat marahnya.
lebih keras ? Apa kata- dan mencoba untuk dan ingin menjawab
katanya juga kotor ? menjawab pertanyaan pertanyaan perawat.
perawat.
K : iya mbak…tangan K : klien menjawab Perawat senang klien Klien mau menceritakan Hal ini untuk melihat
saya menjadi mengepal, pertanyaan perawat mampu menceritakan masalahnya sejauh mana klien
rahang saya menjadi masalahnya mengingat hal yang telah
mengatup, dan nada suara menyebabkan dia marah
saya menjadi tinggi. P : perawat menatap klien
dan memperhatikan klien
P : Bagaimana kalau saya P : sambil mengangkat Perawat memberikan Perawat memberikan
ajarkan cara kedua jempol serta reinforcemen bagi klien reinforcemen kepada
mengungkapkan marah tersenyum kepada klien. dan menarwarkan klien klien dan mencoba
secara sehat ? perawat menawarkan klien untuk berlatih cara menawarkan kepada
untuk berlatih cara mengontrol marah. klien untuk berlatih cara
mengontrol marah. mengontrol marah dan
klien terlihat antusias.
K : klien menatap perawat Klien terlihat antusias
dengan antusias. dengan apa yang
ditawarkan perawat.
K : iya mau Mbak K : klien menjawab Klien menjawab dengan Klien menyatakan mau
medya.. dengan antusias. antusias dan mau untuk atau bersedia untuk
berlatihcara mengontrol berlatih cara mengontrol
P : menatap klien dengan Perawat senang karena marah. marah.
tersenyum sambil klien mau untuk berlatih
menganggukkan kepala cara mengontrol marah.
P : Begini caranya, kalo P : perawat menjelaskan Perawat menjelaskan Dengan penjelasan yang
Ibu marahnya sambil sambil menatap klien. tentang cara mengontrol baik tentang cara
berdiri coba duduk marah dengan tarik nafas mengontrol marah secara
kemudian duduk tegak, dalam dan memperagakan nafas dalam akan
letakkan tangan kanan atau mencontohkan membuat klien mudah
diatas dada dan tangan mengontrol marah dengan memahami dan mau
kiri diatas perut nafas dalam. untuk mencoba
kemudian tarik nafas mempraktekkannya.
panjang lewat hidung,
tahan sekitar 5-7 hitungan K : klien mendengarkan Klien terlihat
kemudian keluarkan sambil menatap perawat mendengarkan dengan
melalui mulut secara baik, klien mau untuk
perlahan-lahan. ( perawat mencoba mempraktekkan
mendemonstrasikan ) cara mengontrol dengan
Sekarang coba mas tarik nafas dalam
lakukan .
K : begini ya mba Ani ? K : klien mempraktekkan Klien dapat Daya tangkap klien
(sambil memperagakan) cara tarik nafas dalam memperagakan cara nafas sangaat bagus, karena
P: perawat memperhatikan Perawat sangat senang dalam dengan baik secara dengan sekali penjelasan
klien dan menatap klien. karena klien mampu sempurna. klien sudah mampu
memperagakan cara untuk memperagakan
mengontrol marah dengan cara nafas dalam dengan
nafas dalam dengan baik baik
dan sempurna.
P : coba sekali lagi Bu. P: perawat memperhatikan Perawat sangat senang Daya tangkap klien
Lakukan beberapa kali klien dan menatap klien. karena klien mampu sangaat bagus, karena
sampai rasa marahnya memperagakan cara dengan sekali penjelasan
berkurang atau hilang ya mengontrol marah dengan klien sudah mampu
Bu ? nafas dalam dengan baik untuk memperagakan
K : klien mau mengulangi dan sempurna. cara nafas dalam dengan
lagi Klien mampu mengulangi baik
lagi cara nafas dalam
dengan baik secara
sempurna.
P : bagus sekali mbak….. P : sambil tersenyum dan Perawat memberikan Reinforcement positif
mengangkat 2 jempol reinforcement positif akan sangat berguna
untuk klien. kepada klien karena telah untuk menambah
berhasil memperagakan kepercayaan diri klien
dengan baik dan bertujuan dan menambah semangat
untuk menambah klien
semangat klien

K : klien tersenyum Klien terlihat senang dan


lebih bersemangat
P : karena Ibu sudah bisa, P : perawat menjelaskan Perawat mencoba Dengan menganjurkan
gimana kalau sekarang sambil menatap klien, menganjurkan klien membuat jadwal latihan
membuat jadwal latihan perawat menyiapkan membuat jadwal latihan dapat membantu klien
mengontrol marah kertas dan alat tulis. kedalam jadwal harian selalu ingat yang sudah
dengan cara tarik nafas diberikan cara
dalam dimasukan K : klien mendengarkan Klien terlihat mengontrol marah
kedalam jadwal harian sambil menatap perawat mendengarkan dengan
klien baik, klien mau untuk
mencoba mempraktekkan
cara nafas dalam dengan
baik.
K : Iya mba Ani ... K :klien menganggukan Klien antusia dalam Klien sudah merasa
kepalanya sambil interaksi ini nyaman dalam
tersenyum berinteraksi

P : perawat tersenyum Perawat sangat senang


klien mau mengikuti
anjuran perawat.
P : baik mba mau latihan P : Perawat tersenyum P : Perawat berharap klien Dengan membuat jadwal
mengontrol marah menjawab pertanyaan diharapkan klien akan
dengan nafas dalam selalu ingat cara untuk
sehari berapa Kali ? mengontrol marah
K : klien memandang K : klien akan menjawab
keatas pertanyaa perawat
K : dua kali saja Mbak... K : klien memandang K : klien menjawab Klien sudah merasa
perawat pertanyaan perawat nyaman dalam
berinteraksi
P : memandang klien P : perawat sangat senang
sambil menganggukkan klien menjawab
kepalanya pertanyaannya
P : Bagus bu.. P : perawat menatap mata P : berharap klien Latihan untuk klien
Sekarang waktunya klien menjawab pertanyaannya dapat terarah
kapan saja
K : klien memandang K : klien akan menjawab
keatas sambil memegang pertanyaan perawat
dagunya
K : jam 06.00 dan jam K : klien memandang K : klien antusias dalam Agar latihan terarah dan
18.00 sebelum sholat Isya perawat. interaksi ini klien dapat membagi
jadwal
P : tersenyum, sambul P : perawat senang klien
menulis di jadwal klien antusias
P : bagus sekali bu… P : sambil tersenyum dan Perawat memberikan Reinforcement positif
mengangkat 2 jempol reinforcement positif akan sangat berguna
untuk klien. kepada klien karena telah untuk menambah
berhasil memperagakan kepercayaan diri klien
dengan baik dan bertujuan dan menambah semangat
untuk menambah klien
semangat klien
K : klien tersenyum Klien terlihat senang dan
lebih bersemangat
P : bagaimana perasaan P : sambil menatap klien Perawat mencoba Hal ini perlu untuk
ibu, setelah mengobrol dan tersenyum. mengevaluasi validasi mengetahui bagaimana
ini?? perasaan klien perasaan klien setelah
berinteraksi dengan
K : tersenyum dan Klien terlihat akan perawat
menatap klien mengungkapkan
perasaannya setelah
berinteraksi dengan
perawat
K : seneng mba... K : tersenyum dan Klien menyatakan bahwa Perasaan senang klien
menatap klien. senang selama berinterkasi dapat diartikan bahwa
dengan perawat. klien sudah trust kepada
perawat
P : sambil menatap klien Perawat senang karena
dan tersenyum. perasaan klien senang
selama berinteraksi dengan
perawat
P : masih ingat ndak bu P : perawat menatap klien Perawat mencoba Evaluasi kognitif atau
kita ngobrol apa saja mengevaluasi kognitif daya ingat klien perlu
barusan? klien apakah masih untuk mengetahui
mengingat apa yang sejauhmana klien
dibicarakan tadi dengan memahami dan
klien. mengingat hal yang telah
dibicarakan tadi.
K : klien menatap perawat Klien mencoba mengingat
sambil mengingat kembali. kembali apa yang
dibicarakan dengan
perawat.
K : masih mba, itu mba K : klien menjawab sambil Klien menjawab dengan Daya ingat klien masih
mengontrol marah menatap perawat. benar tentang apa yang bagus karena klien masih
dengan cara nafas dalam tadi dibacarakan. ingat tentang apa yang
P : perawat menatap klien Perawat mendengarkan dibicarakan tadi.
sambil tersenyum jawaban klien dengan
seksama.
P : bagus sekali bu masih P : perawat menatap klien Perawat memberikan Reinforcement positif
ingat,, dan mengangkat kedua reinforcement positif akan sangat berguna
jempol untuk klien sambil kepada klien dan mencoba untuk menambah
tersenyum. untuk mengevaluasi kepercayaan diri klien
validasi jawaban klien dan menambah semangat
sebelumnya dengan klien.
menyuruh klien untuk
memeperagakannya
kembali.

K : klien tersenyum dan Klien senang dan terlihat


menatap klien akan mencoba
mempraktekkanya
kembali.
K : Iya mbak ,,, terima K :klien tersenyum sambil Klien tampak antusias dan Perasaan senang klien
kasih.. mengucek mata mengantuk dapat diartikan bahwa
Mbak,,saya mengantuk Perawat senang klien sudah trust kepada
P : perawat perawat
memperhatikan klien yang
mengantuk dan menatap
klien sambil
menganggukan kepala
serta mempersilahkan
pasien untuk tidur dikamar
P : iya bu sama-sama, P : perawat menatap klien Perawat memberikan Reinforcement positif
Ibu mau ndak kalau dan mengangkat dua reinforcement positif akan sangat berguna
besok ketemu lagi untuk jempol untuk klien sambil kepada klien dan untuk menambah
berbincang-bincang cara tersenyum. menawarkan klien untuk kepercayaan diri klien
mengontrol marah yang berlatih setelah ini. dan menambah semangat
kedua yaitu dengan cara klien.
memukul bantal? K : klien tersenyum dan Klien terlihat senang dan Dan program latihan
menatap perawat. antusias untuk latihat akan membantu klien
untuk lebih menguasai
cara mengontrol marah
dengan memukul bantal
K : mau mbak,, K : klien tersenyum dan Klien mau untuk latihan Program latihan akan
menatap perawat. setelah ini. membantu klien untuk
lebih menguasai cara
P : perawat menatap klien Perawat senag karena klien mengontrol marah
dan tersenyum mau untuk latihan. dengan memukul bantal
P : jam berapa bu ? P : perawat menatap klien Perawat menawarkan Berguna untuk alternatif
dan tersenyum. waktu untuk latihan klien. pilihan klien sehingga
klien dapat memilih
K : klien tersenyum dan Klien terlihat mau untuk waktu yang diingkan
menatap perawat. latihan untuk berlatih.
K : Besok jam 10.00 saja K : klien telah memilih, Klien meminta jam 10.00 Dengan klien yang
Mbak… dan menatap perawat. memilih, diharapkan
klien akan bertanggung
P : perawat tersenyum dan Perawat senang klien jawab akan pilihan klien
menatap klien. setuju dengan waktu yang tersebut.
ditentukan klien
P : baik bu besok hari P : perawat melihat klien Perawat senang klien Dengan klien yang
Rabu jam 10.00…. sambil tersenyum menyetujuinya memilih, diharapkan
klien akan bertanggung
K : klien memganggukan Klien antusias dengan jawab akan pilihan klien
kepalanya interaksi ini tersebut.
K : iya setuju mbak K : Menganggukkan Meyakinkan perawat akan Menunjukkan bahwa
kepala dan tersenyum kesediaannya klien menyetujui untuk
P : Menatap klien, sambil Memberi perhatian pada interaksi lagi dengan
tersenyum. klien perawat
P : dimana kita ketemu P : menatap klien sambil Perawat meberikan Perawat membuat
bu ? tersenyum pada klien. kesempatan klien untuk kontrak pertemuan untuk
memilih tempat bertemu besok agar klien tidak
pada esok hari. lupa.

K : klien menunduk Klien sedang berfikir


kebawah sesaat dan untuk memilih
menatap perawat.
K : di ruangan kita saja K : Menatap perawat dan Klien memilih diruangan Menunjukkan bahwa
menjawab pertanyaan sendiri karena klien klien menyetujui untuk
perawat merasa nyaman disana interaksi lagi dengan
perawat
P : Menatap klien, Menunjukkan perhatian
tersenyum pada klien pada klien
P : Baiklah, Saya terima P : Menatap klien, Berusaha mengakhiri Ucapan terima kasih
kasih hari ini bu mau tersenyum dan menjabat interaksi dengan setelah berinteraksi akan
meluangkan waktu untuk tangan klien bersahabat semakin meningkatkan
berbincang-bincang kepercayaan klien pada
dengan saya. Sampai K : Tersenyum menatap Menghargai tindakan perawat
ketemu besok pagi perawat dan membalas perawat
K:Iya sama-sama mbak jabatan tangan perawat
ANALISA PROSES INTERAKSI PADA Nn. S DENGAN
RIWAYAT PERILAKU KEKERASAN DI RUANG III
CITRO ANGGODO RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO
PROVINSI JAWA TENGAH

Disusun Oleh :
Ani’matul Uluhiyah
1418002161

PROGRAM STUDI PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS PEKALONGAN
2019

Anda mungkin juga menyukai