PT.
BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
RIWAYAT PERUBAHAN DOKUMEN
Tanggal
No Bagian Isi Perubahan Nomor Revisi
Revisi
1 0 Terbitan Pertama -
1
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN
Dokumen didistribusikan kepada :
Distribusi
No Pemegang Status Dokumen Nomor Salinan
(Ya/Tidak)
1 Direktur Utama Salinan Terkendali 1
2 General Manager - 1 Salinan Terkendali 2
3 General Manager - 2 Salinan Terkendali 3
4 General Manager Estate Manuhing Salinan Terkendali 4
5 General Manager Estate Kurun Salinan Terkendali 5
6 General Manager PMKS Salinan Terkendali 6
7 Manager HRD & GA Salinan Terkendali 7
8 Manager Legal Salinan Terkendali 8
9 Manager Estate Manuhing Salinan Terkendali 9
10 Manager PMKS Salinan Terkendali 10
11 Manager Estate Kurun Salinan Terkendali 11
12 Manager Estate Tewah Salinan Terkendali 12
13 Manager Estate Kampuri Salinan Terkendali 13
14 Manager Estate Sepang-Simin Salinan Terkendali 14
15 Manager Finance Salinan Terkendali 15
16 Manager Accounting Salinan Terkendali 16
17 Departemen HSE Master -
18 Departemen Procurement Salinan Terkendali 17
19 Departemen IT Salinan Terkendali 18
2
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
DAFTAR ISI
No Uraian Halaman
1 LEMBAR PENGESAHAN 1
2 LEMBAR RIWAYAT DOKUMEN 2
3 DAFTAR DISTRIBUSI DOKUMEN 3
4 DAFTAR ISI 4
5 1. TUJUAN 5
6 2. RUANG LINGKUP 5
7 3. TANGGUNG JAWAB 5
8 4. REFERENSI 6
9 5. DEFINISI 6
10 6. PERSYARATAN UMUM 7
11 7. RINCIAN PROSEDUR 7
12 8. DOKUMENTASI 12
13 8.1 Form Penilaian Bahaya Dan Resiko (Risk Assessment) 13
14 8.2 Diagram Alir Identifikasi Bahaya, Penilaian Dan Pengendalian
Resiko K3 14
3
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
1. TUJUAN
1.1 Memberikan panduan dalam sistematis dan pendekatan obyek untuk melakukan
penilaian bahaya dan resiko.
1.2 Mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat membahayakan tenaga kerja dan
orang lain di tempat kerja.
1.3 Menganalisis tingkat resiko yang telah diidentifikasi di tempat kerja.
1.4 Menentukan metode yang tepat untuk melakukan pengontrolan terhadap resiko
yang telah dianalisis.
2. RUANG LINGKUP
Program ini digunakan untuk melakukan penilaian dengan cara mengidentifikasi,
menganalisa dan mengkontrol bahaya dan resiko di seluruh unit operasional di
PT. Berkala Maju Bersama.
3. PENANGGUNG JAWAB
Assistant Manager/Officer/pengawas bidang bertanggung jawab dalam
melaksanakan penilaian bahaya dan resiko dengan cara melakukan identifikasi bahaya
dan menganalisa resiko pada area kerja unit operasionalnya, (jika diperlukan)
didampingi oleh HSE Officer/Conductor.
Estate Manager/Kepala Bagian/Departemen dari unit operasional terkait
bertanggung jawab dalam memastikan terlaksananya penilaian bahaya dan resiko di
unit operasionalnya untuk menentukan metode pengontrolan terhadap bahaya dan
resiko tersebut.
4
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
General Manager bertanggung jawab dalam memastikan pelaksanaan penilaian dan
pengontrolan bahaya dan resiko di setiap unit operasional serta mereview kembali
penilaian resiko yang telah dilakukan secara berkala.
4. REFERENSI
4.1 Undang-Undang No.1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja.
4.2 Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
4.3 Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 Tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
5. DEFINISI
5.1 Bahaya adalah sumber atau situasi yang potensial yang dapat menyebabkan
cedera dan/atau penyakit pada manusia, kerusakan properti dan/atau lingkungan.
5.2 Kontrol Bahaya adalah proses dengan melakukan penilaian untuk mengurangi
resiko terkait dengan bahaya yang ada.
5.3 Identifikasi Bahaya merupakan kegiatan mengidentifikasi dari
peristiwa/kejadian tidak diinginkan yang mengarah pada identifikasi wujud dari
bahaya dan mekanisme dari peristiwa/kejadian tersebut.
5.4 Resiko merupakan kombinasi tingkat kemungkinan terjadinya dari suatu
peristiwa yang memiliki bahaya pada periode tertentu atau dalam keadaan
tertentu dengan tingkat keparahan cedera/luka atau kerugian bagi kesehatan
manusia, properti, lingkungan atau kombinasinya yang disebabkan dari peristiwa
tersebut.
5.5 Penilaian Resiko merupakan proses untuk mengevaluasi resiko bagi
keselamatan dan kesehatan yang ditimbulkan oleh bahaya di tempat kerja.
5
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
5.6 Manajemen Resiko merupakan total prosedur terkait dengan proses
mengidentifikasi bahaya, melakukan penilaian & analisi resiko, melakukan
kontrol resiko yang sesuai dan mengkaji ulang hasilnya secara keseluruhan.
6 PERSYARATAN UMUM
-
7 RINCIAN PROSEDUR
7.1 Kegiatan Penilaian Bahaya dan Resiko harus direncanakan dan dilaksanakan:
7.1.2 Untuk kondisi :
[Link] Terjadinya kemungkinan bahaya yang menjadi ancaman yang
penting/berarti.
[Link] Apakah control yang sudah ada mencukupi atau tidak.
[Link] Sebelum menerapkan tindakan pencegahan atau perbaikan.
7.1.3 Oleh perusahaan yang menerapkan dan mengembangkan SMK3 secara
berkelanjutan.
7.2 Empat langkah dalam proses Penilaian Bahaya dan Resiko, antara lain :
1) Klasifikasikan aktifitas/kegiatan kerja.
2) Identifikasi bahaya.
3) Laksanakan Penilaian Bahaya dan Resiko (analisa dan perkirakan resiko
dari tiap bahaya) dengan cara menghitung atau memperkirakan :
a) Pajanan/Paparan terjadinya bahaya.
b) Tingkat keparahan dari bahaya.
4) Tentukan apakah resiko dapat ditolerir dan diterapkan pengontrolan (jika
diperlukan).
6
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
7.3 Klasifikasikan aktifitas/kegiatan kerja berdasarkan tingkat kesamaan, seperti :
1) Area secara geografis atau fisik didalam/diluar tempat kerja.
2) Langkah-langkah proses produksi.
3) Ukurannya tidak terlalu besar, contoh : membuat mobil.
4) Ukurannya tidak terlalu kecil, contoh : memperbaiki mur & baut.
5) Pekerjaan yang telah ditetapkan, contoh : Loading, packing, mixing,
perbaikan pintu.
7.4 Identifikasikan Bahaya dengan cara menyoroti kegiatan operasional penting
yang memiliki tingkat resiko tinggi dan berbahaya bagi keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja, dan juga menyoroti bahaya terkait dengan peralatan
tertentu yang dipakai sumber energy, kondisi kerja atau aktifitas yang dilakukan.
7.5 Identifikasikan Bahaya ke dalam 3 grup : Bahaya Kesehatan, Bahaya
Keselamatan dan Bahaya Lingkungan.
7.6 Identifikasi Bahaya dapat dilakukan dengan jalan memperoleh informasi dari
dokumen :
1) Laporan investigasi bahaya yang telah terjadi.
2) Rekaman P3K dan rekaman cedera/luka ringan.
3) Program perlindungan kesehatan tempat kerja.
4) Hasil dari inspeksi tempat kerja.
5) Tuntutan dan komentar dari tenaga kerja.
6) Laporan, Studi dan Tes/Uji coba terkait dengan keselamatan dan
kesehatan tenaga kerja yang dilakukan oleh Pemerintah atau Perusahaan.
7) Laporan yang dibuat berdasarkan Undang – Undang No.1 Tahun 1970
tentang Keselamatan Kerja.
8) Rekaman unsur-unsur berbahaya.
9) Informasi-informasi lain yang relevan.
7
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
7.7 Teknik lain untuk mengidentifikasi bahaya dapat dilakukan dengan cara :
1) Inspeksi tempat kerja.
2) Analisis keselamatan tugas kerja atau analisis bahaya kerja.
3) Investigasi pendahuluan.
4) Faktor potensial kecelakaan.
5) Analisis kegagalan.
6) Investigasi insiden dan kecelakaan.
7.8 Analisa dan perkirakan resiko yang telah diidentifikasi dengan menggunakan
metode analisis kualitatif dan analisis semi-kuantitatif.
Untuk menganalisa dan memperkirakan tingkat resiko, terlebih dahulu tentukan
Pajanan/Paparan dari suatu jenis kerja. Penentuannya dapat dilihat pada tabel
berikut :
Pajanan / Rating /
Keterangan
Paparan Nilai
Tenaga kerja terpajan/terpapar bahaya hanya sekali
Jarang terjadi 1
dalam setahun
Tenaga kerja terpajan/terpapar bahaya sekali dalam
Kadang-kadang 2
sebulan
Tenaga kerja terpajan/terpapar bahaya satu atau dua
Sering kali dalam sebulan tetapi kurang dari empat kali 3
dalam sebulan
Tenaga kerja terpajan/terpapar bahaya satu atau dua
Acapkali / Seringkali 4
kali dalam seminggu
Tenaga kerja terpajan/terpapar bahaya sekali dalam
Sangat sering 5
sehari
8
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
Kemudian tentukan tingkat keparahannya kedalam lima kategori sesuai dengan tabel
berikut :
Rating /
Keparahan Keterangan
Nilai
Tidak berarti Tidak mengalami kerugian yang berarti 1
P3K atau kerugian Hanya membutuhkan P3K atau hanya mengalami
2
kecil sedikit kerugian
Terjadi hilangnya waktu kerja produktif karena
Loss Time atau
membutuhkan perawatan medis atau mengalami 3
kerugian sedang
kerugian dalam skala menengah
Memiliki akibat yang serius terhadap kesehatan
Cedera parah 4
manusia
Kematian atau Terjadi hilangnya nyawa manusia, kerusakan sangat
5
kerugian besar parah pada peralatan/property perusahaan
7.9 Hasil perhitungan resiko dipergunakan untuk melakukan analisis guna menentukan
metode yang tepat dalam melaksanakan kontrol resiko.
Resiko dapat dihitung dengan menggunakan rumusan berikut :
P x K = Resiko relatif
P = Pajanan/Paparan
K = Keparahan
Gunakan matriks resiko seperti yang tertera pada tabel berikut :
Keparahan (K)
Pajanan (P) 1 2 3 4 5
5 5 10 15 20 25
4 4 8 12 16 20
3 3 6 9 12 15
2 2 4 6 8 10
1 1 2 3 4 5
Serius Moderate Low
9
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
RESIKO DISKRIPSI KETERANGAN
Resiko SERIUS membutuhkan penanganan yang
segera untuk melakukan pengontrolan bahaya.
15 – 25 SERIUS Penanganan yang dilakukan harus didokumentasikan
ke dalam Form Risk Assessment termasuk juga
tanggal penyelesaian penanganan.
Resiko MODERATE membutuhkan rencana
pendekatan untuk mengontrol bahaya dan
5 – 12 MODERATE menerapkan penilaian sementara jika diperlukan.
Penanganan yang dilakukan harus didokumentasikan
ke dalam Form Risk Assessment termasuk juga
tanggal penyelesaian penanganan.
Resiko yang diidentifikasi sebagai resiko LOW dapat
dipertimbangkan sebagai resiko yang dapat diterima
1–4 LOW dan mungkin tidak membutuhkan pengurangan
(reduction). Apabila resiko dapat ditangani dengan
cepat dan efisien, kontrol resiko seharusnya dapat
diimplementasikan dan terdokumentasi.
7.10 Tugaskan staff/karyawan yang sesuai dan ditunjuk untuk menerapkan kontrol
resiko yang telah direkomendasikan dan indikasikan tindak lanjutnya (tanggal dan
status penanganan).
7.11 Lakukan lagi Penilaian Bahaya dan Resiko (Risk Assessment) untuk kegiatan dan
aktifitas proses yang lain.
7.12 Laksanakan Penilaian Bahaya dan Resiko (Risk Assessment) setelah Kontrol
Resiko dilaksanakan.
7.13 Lakukan Pengkajian ulang Penilaian Bahaya dan Resiko (Risk Assessment) tiap
setahun sekali atau apabila terdapat perubahan pada saat proses kegiatan/aktifitas
berjalan.
10
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
8. DOKUMENTASI
8.1 Form Penilaian Bahaya dan Resiko (Risk Assessment).
8.2 Diagram Alir Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko K3
Lampiran 1. Form Penilaian Bahaya dan Resiko (Risk Assessment).
11
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
Lampiran 2. Diagram Alir Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko K3
12
PT. BERKALA MAJU BERSAMA
HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENT
STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR
No. Dok : BMB – SOP.K3 - 002
PENILAIAN BAHAYA DAN RESIKO Tgl. Terbit : 08 – 06 - 2021
(RISK ASSESSMENT) Revisi Ke : -
Diagram Alir Identifikasi Bahaya, Penilaian dan Pengendalian Resiko K3
Mulai Melakukan observasi ke tempat
kerja sesuai petunjuk data
Persiapan Data :
denah, lokasi,
Melakukan penilaian bahaya
jenis pekerjaan,
K3 berdasarkan 5 faktor bahaya
mesin-mesin,
K3 (dpt dilakukan dengan
bahan-bahan
pengamatan dan interview
yang digunakan,
jam kerja, dsj
Menentukan langkah Melakukan penilaian resiko
pengendalian berdasarkan berdasarkan tabel matrik resiko
hirarki pengendalian resiko K3 K3
Formulir identifikasi bahaya, Melaporkan hasil identifikasi
penilaian dan pengendalian bahaya, penilaian dan
<----------------------> pengendalian K3 berdasarkan 5
resiko K3
faktor bahaya K3 kepada
pimpinan perusahaan
Menindaklanjuti keputusan
pimpinan perusahaan
Selesai hasil identifikasi bahaya,
penilaian dan pengendalian
resiko K3
13