TUGAS AKHIR
PENGARUH PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH
MENJADI BIODIESEL DENGAN ARANG AKTIF
TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KINERJA
MESIN DIESEL
Diajukan Sebagai Syarat Untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Teknik (ST) pada Program Studi
S1 Teknik Mesin
Disusun Oleh :
YAMES RUMAROPEN
NIM. 2021062034001
PROGRAM STUDI STRATA SATU (S1) TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS CENDERAWASIH
JAYAPURA
2024
LEMBAR PERSETUJUAN
Tugas Akhir ini Dengan Judul:
PENGARUH PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI
BIODIESEL DENGAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA
TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL
Disusun Oleh :
YAMES RUMAROPEN
NIM. 2021062034001
Telah diuji dalam Sidang Ujian Tugas Akhir Program Studi S1 Teknik Mesin
Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih, pada:
Hari :
Tanggal : Tempat
:
Mengetahui:
Pembimbing I Pembimbing II
SAMUEL P. SIREGAR, ST.,MT SAMSON F. WEYAI, ST.,MSi
NIP. 19721224 201212 1 001 NIDN.
LEMBAR PENGESAHAN
PENGARUH PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI
BIODIESEL DENGAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA
TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL
Disusun oleh :
YAMES RUMAROPEN
NIM. 2021062034001
Telah dipertahankan didepan tim penguji Sidang Ujian Tugas Akhir
Di Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Pada tanggal Oktober 2024
Dan dinyatakan telah memenuhi syarat
Menyetujui:
Komisi Sidang Ujian Tugas Akhir,
1. Dr. Ir. Joni, ST., MT (Ketua) (…............................)
NIP. 19731116 200312 1 002
2. Dr. Ir. Obet T. Ranteallo, ST., MT (Sekretaris) (…............................)
NIP. 19691011 200401 1 001
3. Selyus Rantepulung, ST.,MT (Anggota) (…............................)
NIP. 19720907 202404 1 001
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas
kasih dan kemurahan-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaian Tugas Akhir ini
dengan baik.
Adapun tujuan penyelesaian Tugas Akhir ini adalah sebagai syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Teknik di Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Dr. Ir. Johni J. Numberi, [Link], IPM, selaku Dekan Fakultas
Teknik Universitas Cenderawasih.
2. Bapak Dr. Ir. Obet T. Ranteallo, ST., MT, selaku Ketua Jurusan Teknik
Mesin.
3. Bapak Samuel P. Siregar, ST, MT, selaku dosen pembimbing satu.
4. Bapak Samson F. Weyai, ST, [Link], selaku dosen pembimbing dua.
5. Para penguji sidang Tugas Akhir yang telah memberikan masukan dan
kritik demi perbaikan laporan Tugas Akhir ini.
6. Keluarga tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan doa.
7. Bapak Ibu Dosen Jurusan Teknik Mesin yang telah memberikan
pengatahuan selama perkuliahan.
8. Teman-teman di Jurusan Teknik Mesin yang telah memberikan motivasi
dan dukungan dalam penyusunan Tugas Akhir.
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis menyadari akan keterbatasan
dan kekurangan, sehingga penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun. Kiranya kasih dan kemurahan Tuhan selalu menyertai dalam setiap
langkah hidup kita.
Jayapura, Oktober 2024
Penulis
PENGARUH PENGOLAHAN MINYAK JELANTAH MENJADI
BIODIESEL DENGAN ARANG AKTIF TEMPURUNG KELAPA
TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL
ABSTRAK
Minyak jelantah (minyak goreng bekas) merupakan minyak goreng yang digunakan
berulang kali untuk bahan pangan dan menjadi limbah. Penggunaan minyak goreng
yang berulang-ulang dengan pemanasan pada suhu tinggi akan menghasilkan
senyawa yang akan mempengaruhi mutu bahan pangan dan berbahaya bagi
kesehatan manusia. Minyak jelantah memiliki potensi sebagai biodiesel karena
tersedia banyak dan dapat dibaharui serta memiliki sifat yang baik sebagai bahan
baku biodiesel. Kekentalan minyak jelantah perlu diturunkan agar tidak
menghambat proses injeksi mesin diesel dan mengakibatkan pembakaran yang
tidak sempurna. Salah satu reaksi yang dapat menurunkan viskositas minyak nabati
adalah reaksi transesterifikasi dengan katalis yang menghasilkan metil ester atau
biodiesel. Penelitian ini bertujuan melakukan pengolahan minyak jelantah pada
reaktor biodiesel melalui proses adsorpsi dengan karbon aktif dari tempurung
kelapa.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Universitas Cenderawasih.
Pembuatan biodiesel dari minyak jelantah melalui proses di reaktor biodiesel
dengan penambahan katalis arang aktif tempurung kelapa. Pembuatan arang
tempurung kelapa dilakukan pada tungku pembakaran dan hasil arang diaktifkan
menggunakan bahan Zncl2 (seng klorida). Selanjutnya arang aktif digunakan pada
reaksi transesterifikasi di reaktor biodiesel dengan temperatur pengadukan sebesar
50°- 60°C selama 2 jam. Hasil dari reaktor diperoleh metil ester (biodiesel) yang
siap digunakan.
Hasil pengujian kinerja mesin diesel dilakukan perbandingan antara menggunakan
campuran biodiesel minyak jelantah 20% dan solar 80% (B20) terhadap biodiesel
minyak jelantah tanpa arang aktif. Hasil yang diperoleh bahwa biodiesel B20
dengan arang aktif mampu menghasilkan kinerja mesin yang baik, dimana daya
efektif tertinggi sebesar 1580,9 W pada 4200 rpm, SFC terendah sebesar 0,0631
kg/kWh, dan efisiensi termal tertinggi sebesar 44,55% pada putaran 4200 rpm.
Kata kunci: Arang Aktif, Biodiesel, Minyak Jelantah, Tempurung Kelapa.
THE EFFECT OF PROCESSING USED WASTE OIL INTO BIODIESEL
WITH COCONUT SHELL ACTIVATED CHARCOAL ON DIESEL
ENGINE PERFORMANCE
ABSTRACT
Used cooking oil (used cooking oil) is cooking oil that is used repeatedly for food
and becomes waste. Repeated use of cooking oil with heating at high temperatures
will produce compounds that will affect the quality of food and are harmful to
human health. Used cooking oil has the potential as biodiesel because it is widely
available and can be renewed and has good properties as a raw material for
biodiesel. The viscosity of used cooking oil needs to be reduced so as not to inhibit
the diesel engine injection process and cause incomplete combustion. One reaction
that can reduce the viscosity of vegetable oil is the transesterification reaction with
a catalyst that produces methyl ester or biodiesel. This study aims to process used
cooking oil in a biodiesel reactor through an adsorption process with activated
carbon from coconut shells. The study was conducted at the Mechanical
Engineering Laboratory of Cenderawasih University. The manufacture of biodiesel
from used cooking oil through a process in a biodiesel reactor with the addition of
coconut shell activated carbon catalyst. The manufacture of coconut shell charcoal
is carried out in a combustion furnace and the charcoal results are activated using
Zncl2 (zinc chloride). Furthermore, activated charcoal is used in the
transesterification reaction in the biodiesel reactor with a stirring temperature of
50°-60°C for 2 hours. The results of the reactor obtained methyl ester (biodiesel)
which is ready to use.
The results of the diesel engine performance test were compared between using a
mixture of 20% used cooking oil biodiesel and 80% diesel (B20) against used
cooking oil biodiesel without activated charcoal. The results obtained were that B20
biodiesel with activated charcoal was able to produce good engine performance,
where the highest effective power was 1580.9 W at 4200 rpm, the lowest SFC was
0.0631 kg/kWh, and the highest thermal efficiency was 44.55% at 4200 rpm.
Keywords: Activated Charcoal, Biodiesel, Used Cooking Oil, Coconut Shell.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………………………………………………… i
HALAMAN PERSETUJUAN ………………………………………. ii
HALAMAN PENGESAHAN ………………………………………. iii
KATA PENGANTAR................................................................................................4
ABSTRAK...................................................................................................................5
ABSTRACT...............................................................................................................6
DAFTAR TABEL......................................................................................................9
DAFTAR GAMBAR ………………………………………………… viii
BAB I........................................................................................................................11
2.1 Minyak Jelantah..................................................................................................14
2.2 Transesterifikasi .................................................................................................
15
2.3 Arang Aktif.........................................................................................................16
1.1 Latar Belakang ………………………………………… 1
1.2 Rumusan Masalah ……………………………………… 2
1.3 Batasan Masalah ……………………………………….. 3
1.4 Tujuan Penulisan ………………………………………. 3
1.5 Manfaat Penulisan ……………………………………… 3
1.6 Sistimatika Penulisan ………………………………….. 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.4 Adsorpsi Arang Aktif..............................................................10
2.5 Pengujian Biodiesel Minyak Jelantah Pada
Motor Diesel............................................................................11
2.6 Parameter Unjuk Kerja Motor Diesel ............................... 12
2.7 Penelitian Sebelumnya..............................................................13
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.1 Waktu dan Tempat Penelitian..................................................15
3.2 Alat dan Bahan Yang Digunakan............................................15
3.3 Prosedur Penelitian..................................................................18
3.4 Skema Reaktor Biodiesel.........................................................22
3.5 Diagram Alir Penelitian...........................................................23
BAB IV ANALISA DAN PEMBAHASAN
4.1. Hasil Pengujian Mesin Diesel................................................24
4.2 Contoh Perhitungan.................................................................24
4.3 Analisa Daya Efektif…...........................................................25
4.2. Analisa Konsumsi bahan bakar spesifik (SFC)........................27
4.3. Analisa Efisiensi termal (ɳth)....................................................28
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan................................................................................31
5.2. Saran..........................................................................................31
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Standar Kualitas Arang Aktif Menurut SNI06-3730-95…… 9
Tabel 4. 1. Hasil pengujian mesin dengan campuran biodiesel B20
dengan arang aktif …………………………………………… 24
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Reaksi Pembentukan Metil Ester (Biodiesel) ................... 6
Gambar 2.2. Skema Peralatan Pengujian Mesin Diesel ……..……....... 12
Gambar 3.1. Reaktor Biodiesel …………………….…………………. 15
Gambar 3.2. Mesin Hatz diesel ………………………………………. 16
Gambar 3.3. Instalasi Uji mesin diesel………………………………… 16
Gambar 3.4. Minyak jelantah ………………………….……….……… 17
Gambar 3.5. Arang tempurung kelapa.………………………………... 17
Gambar 3.6 ZnCl2 (seng klorida) …………………………………….. 18
Gambar 3.7 .Skema Pemurnian Minyak Jelantah …………………….. 20
Gambar 3.8 Skema Pembuatan Biodiesel …………………………….. 20
Gambar 3.9 Skema reaktor biodiesel …………………………………. 22
Gambar 3.10 Diagram Alir Penelitian ………………………………….. 23
Gambar 4.1. Grafik Daya terhadap Putaran mesin ……………………… 26
Gambar 4.2 Grafik SFC terhadap putaran mesin ………………………. 27
Gambar 4.3 Grafik efisiensi termal terhadap putaran mesin …………… 29