0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Struktur Organisasi dan Anggaran Wakatobi

universitas Halu oleo magister akuntansi

Diunggah oleh

pt.glorykorinnickel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan6 halaman

Struktur Organisasi dan Anggaran Wakatobi

universitas Halu oleo magister akuntansi

Diunggah oleh

pt.glorykorinnickel
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MATA KULIAH

RISET SISTEM AKUNTANSI DAN PELAPORAN KEUANGAN BLU

“Struktur Organisasi Kabupaten Wakatobi : Tugas dan Fungsi bagian

OLEH

NAMA : ULVY RESTIANA PARINTAK

NIM : B1C223022

MAGISTER AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2024
Struktur Organisasi Kabupaten Wakatobi
1.1 Struktur Organisasi Umum
1. Bupati
o Tugas: Bupati adalah kepala pemerintahan di Kabupaten Wakatobi dan
bertanggung jawab atas penyelenggaraan pemerintahan daerah, pelaksanaan
kebijakan, dan pembangunan di wilayah kabupaten. Bupati nasional
menetapkan arah strategi kebijakan, memimpin rapat-rapat penting, dan
menjadi wakil kabupaten di tingkat provinsi dan. Bupati juga memiliki
wewenang dalam pengelolaan dan alokasi anggaran daerah.
o Fungsi : Bupati bertindak sebagai pengambil keputusan utama,
mengkoordinasikan berbagai sektor dan instansi, serta memastikan bahwa
semua kebijakan dan program pemerintah dilaksanakan dengan efektif dan
efisien.
2. Wakil Bupati
o Tugas: Wakil Bupati membantu Bupati dalam menjalankan tugas
pemerintahan, terutama dalam hal-hal yang memerlukan delegasi atau
representasi. Wakil Bupati juga dapat menggantikan Bupati dalam kegiatan
atau tugas-tugas tertentu jika diperlukan.
o Fungsi: Wakil Bupati mendukung Bupati dalam pelaksanaan kebijakan dan
program, serta berperan dalam koordinasi antar OPD dan sektor terkait untuk
mencapai tujuan pembangunan daerah.
3. Sekretaris Daerah
o Tugas: Sekretaris Daerah adalah pejabat administratif tertinggi di
pemerintahan kabupaten yang bertugas mengelola administrasi pemerintahan
dan menjadi koordinator seluruh perangkat daerah. Sekretaris Daerah
menyusun rencana kerja, anggaran, dan kebijakan administratif, serta
menyelaraskan pelaksanaan program-program pemerintah.
o Fungsi: Sekretaris Daerah memastikan bahwa administrasi pemerintah
berfungsi dengan baik, mengkoordinasikan kegiatan antar OPD, dan
menangani masalah-masalah administratif yang muncul.
1.2 Organisasi Perangkat Daerah (OPD)
 Dinas-Dinas
o Tugas: Setiap dinas mempunyai tugas spesifik sesuai dengan bidang yang
diatur dalam kebijakan pemerintahan. Tugas dinas meliputi perencanaan,
pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan serta program di bidangnya masing-
masing.
o Fungsi: Dinas bertanggung jawab untuk melaksanakan kebijakan pemerintah
dalam sektor tertentu seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, dan
sebagainya. Dinas juga menyediakan layanan publik, mengelola program-
program pembangunan, dan memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai
rencana.
 Badan-Badan
o Tugas: Badan-badan mempunyai tugas khusus yang memerlukan perhatian
dan pengelolaan terpisah dari dinas-dinas. Tugas badan bisa mencakup strategi
perencanaan, evaluasi, atau pengelolaan aset.
o Fungsi: Badan-badan menyusun dan melaksanakan kebijakan di bidang
tertentu, mengelola fungsi-fungsi strategi yang memerlukan perhatian khusus,
serta mendukung pelaksanaan program-program pemerintah.
 Kecamatan
o Tugas: Kecamatan adalah unit pemerintahan di bawah kabupaten yang
bertugas mengimplementasikan kebijakan pemerintah kabupaten di tingkat
kecamatan dan mengkoordinasikan kegiatan antara pemerintah kabupaten dan
desa/kelurahan.
o Fungsi: Kecamatan menyampaikan kebijakan kabupaten ke desa/kelurahan,
melaksanakan program-program pemerintah, dan menangani administrasi
lokal di tingkat kecamatan.
 Kelurahan/Desa
o Tugas: Kelurahan dan desa adalah unit administratif terkecil yang mengelola
urusan sehari-hari masyarakat dan melaksanakan program-program
pemerintah daerah di tingkat lokal.
o Fungsi: Kelurahan dan desa menyediakan layanan dasar kepada masyarakat,
menangani administrasi lokal, dan melaksanakan kegiatan pembangunan serta
pelayanan publik sesuai dengan kebijakan kabupaten.
2. Contoh OPD di Kabupaten Wakatobi
2.1 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan
 Tugas dan Fungsi:
o Tugas: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bertugas merencanakan,
melaksanakan, dan menerbitkan kebijakan di bidang pendidikan dan
kebudayaan. Hal ini mencakup penyusunan kurikulum, pelatihan tenaga
pendidik, dan pelaksanaan kegiatan kesejahteraan.
o Fungsi:
 Pengembangan Kurikulum: Menyusun dan mengembangkan
kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di daerah.
 Pelatihan Tenaga Pendidik: Mengadakan pelatihan dan
pengembangan profesional untuk guru dan tenaga pendidikan lainnya.
 Pelaksanaan Kegiatan Kebudayaan: Menyelenggarakan festival,
acara kebudayaan, dan pelestarian warisan budaya lokal.
2.2 Dinas Kesehatan
 Tugas dan Fungsi:
o Tugas: Dinas Kesehatan bertanggung jawab untuk merencanakan dan
melaksanakan kebijakan kesehatan masyarakat, serta mengelola fasilitas
kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas.
o Fungsi:
 Pelayanan Kesehatan: Menyediakan layanan kesehatan di
puskesmas, rumah sakit daerah, dan fasilitas kesehatan lainnya.
 Pencegahan Penyakit: Mengimplementasikan program-program
pencegahan penyakit, imunisasi, dan kesehatan masyarakat.
 Pengelolaan Kesehatan Lingkungan: Mengelola aspek kesehatan
lingkungan, termasuk sanitasi dan kebersihan.
2.3 Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
 Tugas dan Fungsi:
o Tugas: Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang bertugas untuk
merencanakan, melaksanakan, dan memelihara infrastruktur seperti jalan,
jembatan, dan sistem drainase.
o Fungsi:
 Perencanaan dan Pelaksanaan Infrastruktur: Merencanakan dan
melaksanakan proyek-proyek infrastruktur yang diperlukan untuk
pembangunan daerah.
 Pengawasan Konstruksi: Mengawasi pelaksanaan konstruksi untuk
memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar dan
spesifikasi.
 Penataan Ruang: Menyusun dan melaksanakan kebijakan penataan
ruang wilayah untuk penggunaan lahan yang efisien.
3. Proses Pencairan Anggaran dari OPD hingga Keuangan
3.1 Perencanaan Anggaran
 Rencana Kerja dan Anggaran (RKA):
o Penyusunan: Setiap OPD menyusun Rencana Kerja dan Anggaran
berdasarkan kebutuhan dan prioritas kegiatan yang harus dilaksanakan. RKA
mencakup tujuan kegiatan, anggaran yang dibutuhkan, serta jadwal
pelaksanaan.
o Pengajuan: RKA yang telah disusun oleh OPD disampaikan kepada Badan
Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) untuk dievaluasi dan disetujui.
3.2 Pengajuan dan Persetujuan Anggaran
 Evaluasi dan persetujuan:
o Bappeda: Bappeda menilai RKA untuk memastikan kesesuaian dengan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan prioritas
pembangunan daerah. Bappeda juga mempertanyakan apakah anggaran yang
dikeluarkan sesuai dengan rencana strategis daerah.
o DPKAD: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah memeriksa apakah
anggaran yang dibuat sesuai dengan peraturan keuangan daerah dan anggaran
yang tersedia.
o Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD): RKA
yang telah disetujui kemudian dimasukkan ke dalam Rancangan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). APBD harus dibahas dan disetujui
oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebelum dapat diterapkan.
3.3 Implementasi dan Pengelolaan Anggaran
 Penandatanganan Kontrak:
o Setelah anggaran disetujui, OPD melakukan proses pengadaan barang dan jasa
sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Proses ini melibatkan
penandatanganan kontrak dengan penyedia barang atau jasa yang telah dipilih
melalui proses tender atau seleksi.
 Pelaksanaan Kegiatan:
o OPD melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran yang
telah disetujui. Pelaksanaan ini termasuk mengelola anggaran, melaksanakan
program, dan memastikan bahwa kegiatan berjalan sesuai dengan jadwal dan
anggaran yang telah ditetapkan.
3.4 Pencairan Dana
 Permintaan Dana:
o OPD mengajukan permintaan pencairan dana kepada DPKAD berdasarkan
kemajuan pelaksanaan kegiatan. Pengaduan ini disertai dengan dokumen-
dokumen yang diperlukan seperti laporan kemajuan, bukti pengeluaran, dan
faktur.
 Verifikasi:
o DPKAD: DPKAD melakukan verifikasi dokumen yang ditujukan untuk
memastikan bahwa permintaan pencairan dana sesuai dengan rencana
anggaran dan peraturan yang berlaku. Verifikasi ini meliputi kelengkapan
dokumen dan kesesuaian penggunaan anggaran.
 Pencairan Dana:
o Setelah verifikasi selesai, DPKAD melakukan pencairan dana ke rekening
OPD atau pihak yang berwenang. Pencairan dana dapat dilakukan secara
bertahap sesuai dengan kemajuan pelaksanaan kegiatan.
3.5 Pelaporan dan Evaluasi
 Pelaporan:
o OPD wajib melaporkan penggunaan anggaran secara berkala kepada DPKAD.
Laporan ini mencakup bukti pengeluaran, laporan kemajuan kegiatan, dan
informasi lainnya yang relevan untuk memastikan akuntabilitas penggunaan
anggaran.
 Evaluasi
3.6 Audit
 Audit Kinerja:
o Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): BPK melakukan audit unt
Kesimpulan
Struktur organisasi Kabupaten Wakatobi meliputi Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah,
dan berbagai OPD yang memiliki tugas dan fungsi spesifik dalam pengelolaan pemerintahan
dan pelayanan publik. Proses pencairan anggaran melibatkan beberapa tahapan mulai dari
perencanaan, persetujuan, pelaksanaan, hingga pencairan dana dan evaluasi. Setiap tahapan
harus dilakukan dengan cermat untuk memastikan bahwa anggaran yang digunakan efektif,
sesuai dengan peraturan, dan memberikan hasil yang optimal.

Anda mungkin juga menyukai