MODUL
AJAR
KEBUDAYAAN
RAH ISL
JA AM
SE
KELAS X
MODUL AJAR
KURIKULUM MERDEKA
Informasi Umum
1. Identitas
Penyusun : Annisa’ul Insyirah
Instansi : MA Baitul Hikmah Metro
Tahun Ajaran : 2024/2025
Jenjang Sekolah : Madrasah Aliyah
Mata Pelajaran : Sejarah Kebudayaan Islam
Fase / Kelas / Semester : E / X / II (Genap)
Topik : Perkembangan Islam Masa Khulafaur Rasyidin
Elemen : Sejarah Kebudayaan Islam
Capaian Pembelajaran : Peserta didik dapat menganalisis proses pemilihan
Khulafaur Rasyidin sebagai inspirasi dalam menerapkan
asas musyawarah serta sikap saling menghargai dan
menghormati dalam perbedaan pendapat di kehidupan
masa kini dan masa depan.
Alokasi Waktu : 45 Menit x 2 JP (1 Pertemuan)
2. Kompetensi Awal
: Peserta didik mengetahui nama-nama dan memahami ibrah yang dapat diteladani dari
Khulafaur Rasyidin sebagai pribadi muslim dan sebagai seorang pemimpin.
3. Profil Pelajar Pancasila
➢ Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia.
➢ Berkebhinekaan global.
➢ Bergotong royong.
➢ Mandiri.
➢ Bernalar kritis.
➢ Kreatif.
4. Media Pembelajaran
➢ Gadget berupa hp atau laptop.
➢ Ruang meeting online berupa aplikasi atau situs web Google Meet.
➢ Ruang komunikasi berupa grup WhatsApp.
➢ Buku paket.
➢ Buku LKS.
➢ Platform untuk mengedit tugas projek berupa aplikasi atau situs web Canva.
➢ Literatur pendukung lainnya seperti kitab sejarah tentang Khulafaur Rasyidin dll.
5. Target Peserta Didik
➢ Peserta didik regular/tipikal.
Yaitu peserta didik yang umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami
materi pembelajaran.
➢ Peserta didik dengan kesulitan belajar.
Yaitu peserta didik yang memiliki gaya belajar yang terbatas pada satu gaya belajar
seperti dengan gaya belajar audio saja atau visual saja.
➢ Peserta didik dengan pencapaian tinggi.
Yaitu peserta didik yang mampu mencerna dan memahami dengan cepat, mampu
mencapai keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan
memimpin.
6. Jumlah Peserta Didik
: Maksimal 36 peserta didik setiap rombel kelas.
7. Model & Metode Pembelajaran
: Model project based learning yang dilakukan secara online dengan melakukan
kegiatan diskusi bersama dan membuat projek bersama berupa karya edukatif kolase.
Komponen Inti
1. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Alur Tujuan Pembelajaran
1) Menganalisis proses pemilihan Khulafaur Rasyidin sebagai upaya menanamkan
sikap demokratis dalam bermusyawarah.
2) Menganalisis substansi dan strategi dakwah Khulafaur Rasyidin sebagai upaya
menanamkan sikap kepemimpinan, tanggung jawab, dan disiplin.
3) Menemukan ibrah sebagai inspirasi dalam menerapkan asas musyawarah beserta
sikap saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan pendapat di kehidupan
masa kini dan masa depan.
4) Mampu membuat karya edukatif berupa kolase terkait materi Khulafaur Rasyidin.
2. Pemahaman Bermakna
1) Mengingat kembali materi pembelajaran terkait materi Khulafaur Rasyidin yang
telah dipelajari pada 3 pertemuan sebelumnya.
2) Mendiskusikan tugas projek membuat karya edukatif berupa kolase terkait materi
Khulafaur Rasyidin secara berkelompok.
3. Pertanyaan Pemantik
1) Siapa saja 4 khalifah Khulafaur Rasyidin?
2) Apa saja ibrah yang dapat diteladani dari para Khulafaur Rasyidin?
4. Kegiatan Pembelajaran
Alokasi
No. Kegiatan Deskripsi Kegiatan
Waktu
Pertemuan Ke-4
- Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan
mengucapkan salam dan doa bersama.
- Guru dan peserta didik membaca surat pilihan
sesuai program pembiasaan bersama-sama.
1. Pendahuluan 10 Menit
- Guru mengecek kehadiran, serta menertibkan
pakaian dan tempat duduk peserta didik.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang
diharapkan sesuai materi pembelajaran.
- Guru menginstruksikan peserta didik untuk
on-cam selama kegiatan pembelajaran.
- Guru menanyakan kabar peserta didik dan
menanyakan beberapa hal sebagai apersepsi
untuk menarik minat dan memantik motivasi
mereka terhadap kegiatan pembelajaran yang
akan dilangsungkan.
2. Kegiatan Inti - Guru membagi peserta didik ke dalam 4 70 Menit
kelompok belajar sebagai langkah awal dalam
kegiatan pembelajaran hari ini.
- Guru memberikan pilihan materi kepada
masing-masing kelompok secara acak sebagai
bahan membuat karya edukatif kolase.
- Guru menerangkan alur kegiatan pembelajaran
yang akan dilaksanakan hari ini.
- Guru menerangkan teknis pelaksanaan tugas
projek untuk dikerjakan secara berkelompok.
- Dipandu guru, peserta didik saling
berkontribusi dalam membuat karya edukatif
terkait materi Khulafaur Rasyidin sebagai
tugas projek secara berkelompok.
- Dengan bimbingan guru, peserta didik
perwakilan dari masing-masing kelompok
mempresentasikan hasil tugas projek tersebut.
- Guru bersama peserta didik merefleksi singkat
terkait materi Khulafaur Rasyidin.
- Guru menyampaikan materi yang akan
3. Penutup dipelajari pada pertemuan berikutnya. 10 Menit
- Guru mengakhiri pembelajaran dengan
pengingat, motivasi singkat, bermaaf-maafan
dengan peserta didik, dan mengucapkan salam.
5. Refleksi
Refleksi Pendidik
1) Apakah pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan apa yang direncanakan?
2) Bagian rencana pembelajaran manakah yang sulit dilakukan?
3) Apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut?
4) Berapa persen peserta didik yang berhasil mencapai tujuan pembelajaran?
5) Apa kesulitan peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran?
6) Apa yang akan dilakukan untuk membantu mereka?
Refleksi Peserta Didik
1) Apa yang sudah dipelajari?
2) Apa yang dikuasai dari materi ini?
3) Apa yang belum dikuasai dari materi ini?
4) Apa upaya yang ingin dilakukan untuk menguasai materi yang belum dikuasai?
6. Asesmen Formatif
1) Afektif : Dengan penilaian sikap selama proses pembelajaran.
2) Kognitif : Dengan tes lisan dan tertulis.
- Lisan: menjawab pertanyaan secara spontan.
- Tertulis: menjawab soal pilihan ganda dan uraian.
3) Keterampilan : Dengan praktik membuat karya edukatif secara berkelompok.
Lampiran
Berikut beberapa sumber belajar yang menarik sebagai bahan bacaan bagi peserta didik
untuk memantapkan pemahaman mengenai materi tentang Khulafaur Rasyidin.
1. Kisah Inspiratif
“Kisah Masuk Islam Khalifah Umar bin Khattab”
Suatu hari, Umar keluar rumah dengan maksud untuk membunuh Nabi
Muhammad yang ketika itu sedang berada di rumah Sahabat Arqam bin Abi Arqam.
Di tengah perjalanan, beliau bertemu dengan Na’im bin Abdullah An-Nahham yang
masih berkerabat dengannya.
Na’im bertanya, “Hendak ke mana engkau Umar?”
“Aku akan membunuh Muhammad yang telah meninggalkan agama leluhur,
memecah belah Masyarakat Arab, dan melecehkan sembahan-sembahan
masyarakat,” jawab Umar.
Na’im pun memberikan tanggapannya lagi, “Tidakkah sebaiknya engkau
meluruskan keluargamu dulu? Saudara perempuanmu yang bernama Fatimah dan
suaminya telah memeluk agama Muhammad.”
Umar pun langsung mengalihkan tujuan dan menuju ke rumah Fatimah.
Ternyata di rumah Fatimah ada Khubbab bin Arat yang sedang melantunkan ayat-
ayat Al-Qur’an, dan dia bersembunyi setelah mendengar kedatangan Umar.
Sementara itu, Fatimah menyembunyikan mushaf ayat-ayat Al-Qur’an yang dibaca
tadi.
Umar pun bertanya, “Suara apa yang aku dengar tadi?”
Pasangan suami-istri itu pun mengingkarinya. Kemudian, Umar
menyampaikan bahwa beliau telah mendengar bahwa mereka berdua telah
meninggalkan agama leluhur dan memilih untuk mengikuti agama Nabi
Muhammad. Dengan amarah, Umar memukul suami Fatimah yang bernama Said
bin Zaid. Kemudian Fatimah membela suaminya dan terkena pukulan Umar sampai
berdarah.
Mereka berdua akhirnya mengaku dan berkata, “Memang, kami telah
memeluk agama Muhammad dan beriman kepadanya sebagai Rasul Allah. Silakan
lakukan apa yang ingin kaulakukan!”
Umar pun menyesal dan merasa iba melihat saudaranya yang terluka akibat
perlakuan yang kasar tadi. Lalu, beliau meminta mushaf yang tadi dibaca Khubbab.
Mushaf itu diberikan oleh Fatimah kepada Umar setelah beliau bersumpah untuk
tidak merusaknya dan mandi.
Setelah membacanya, Umar berkata dengan tegas, “Siapa pun yang
menurunkan kalimat-kalimat itu memang pantas untuk disembah! Tidak ada yang
pantas disembah selain Dia!”
Umar pun langsung menghadap Nabi Muhammad, kali ini bukan untuk
membunuhnya, melainkan untuk menyatakan tekadnya untuk memeluk agama
Allah. Peristiwa ini terjadi kiranya pada tahun keenam kenabian. Dan berita
keislaman Umar membuat jumlah umat Islam waktu itu menjadi 40 orang dan
memperkuat kedudukannya di tengah masyarakat Arab Makkah.
Sumber: Buku “Sejarah Nabi Muhammad & Khulafaur Rasyidin” dari i-Pusnas
2. Poster Edukatif
Daftar Pustaka
Dar Al-‘Ilm. 2020. Sejarah Nabi Muhammad & Khulafaur Rasyidin. Depok: Kaysa
Media Grup Puspa Swara Anggota IKAPI.
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah Ditjen
Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. 2022. Contoh TP, ATP,
dan Modul Ajar Kurikulum Merdeka pada Madrasah Mata Pelajaran Sejarah
Kebudayaan Islam. Diakses pada 3 November 2024, dari [Link].
Tsuroyya, Elfa dan Arif Faizin. 2020. Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Aliyah Kelas
X. Jakarta: Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah
Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia.