0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan94 halaman

Rencana Pembelajaran Cerita Fantasi SMP

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
5 tayangan94 halaman

Rencana Pembelajaran Cerita Fantasi SMP

Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SMP Negeri 1 Karangsembung


Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Materi Pokok : Cerita Fantasi
Kelas/Semester : VII/1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti (KI)


KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. (sikap spiritual)
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya. (sikap sosial)
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahu yang mendalam tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya
terkait fenomena dan kerja tampak mata. (pengetahuan)
KI 4 : Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis,
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.
(keterampilan)

B. Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)


Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur cerita 3.3.1 Mengidentifikasi tokoh, latar, alur,
narasi (cerita fantasi) yang dibaca dan dan tema pada cerita fantasi dan
didengar menunjukkan buktinya pada teks
yang dibaca/didengar.
3.3.2 Mengidentifikasi jenis cerita fantasi
dan menunjukkan bukti pada teks
yang dibaca/didengar.

C. Tujuan Pembelajaran
3.3.1 Melalui model pembelajaran Problem Based Learning, siswa dapat
mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema pada cerita fantasi serta menunjukkan
buktinya pada teks yang dibaca/didengar dengan tepat.
3.3.2 Melalui model pembelajaran Problem Based Learning, siswa dapat
mengidentifikasi jenis cerita fantasi, serta menunjukkan buktinya pada teks yang
dibaca/didengar dengan tepat.

D. Materi Pembelajaran
1. Pengertian cerita fantasi
2. Ciri cerita fantasi
3. Unsur pembangun cerita fantasi
4. Jenis cerita fantasi
5. Contoh cerita fantasi

E. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


Pendekatan : Saintifik
Model : PBL (Problem Based Learning)
Metode : tanya jawab, diskusi, penugasan, dan presentasi

F. Media dan Alat


Media :
1. Contoh teks cerita fantasi
2. Bahan tayang berupa salindia dengan aplikasi canva
3. Bahan ajar berupa e-modul ([Link]
4. Kartu soal berpasangan
5. Video animasi “Jack dan Kacang Ajaib”
Alat :
1. Laptop
2. LCD Proyektor
3. Pelantang

G. Sumber Belajar
Buku
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Siswa Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2016. Buku Guru Mata Pelajaran Bahasa
Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumber Internet
1. Contoh teks :
a. Cerpen “Lebih dari Sahabat”
([Link]
b. Fabel “Semut dan Belalang”
([Link]
c. Cerita fantasi “Putri Bulan” karya Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd
d. Cerita fantasi “Pensil Ajaib”
([Link]
pendek-yang-bisa-dipahami)
e. Cerita fantasi “Dunia Manisan”
([Link]
pendek-yang-bisa-dipahami)
f. Cerita fantasi “Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas”
([Link]
bagi-anak-anak-1yJ684CAdCG/4)
g. Cerita fantasi “Belajar dengan Gajah Mada”
([Link]
2. Video animasi “Jack dan Pohon Kacang”
([Link]

H. Langkah-Langkah Pembelajaran

Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran (sintaks)


Persiapan
1. Siswa menjawab salam dari guru.
2. Siswa dipimpin oleh guru untuk berdoa bersama sebelum
memulai kegiatan pembelajaran.
3. Siswa menyampaikan kehadirannya saat guru melakukan
presensi dan mencatatnya.
Motivasi
1. Siswa diberikan motivasi sebelum pembelajaran
KEGIATAN
Apersepsi
PENDAHULUAN
1. Siswa bersama guru mereviu pembelajaran sebelumnya.
(10 menit)
2. Siswa diberikan apersepsi oleh guru dengan cara bertanya
jawab mengenai tayangan/film atau bacaan yang disukai
siswa, contohnya Harry Potter karya J.K Rowling.
3. Siswa menyimak salindia yang ditampilkan guru, berisi
KD, IPK, dan tujuan pembelajaran.
4. Siswa diberikan informasi mengenai cakupan materi,
manfaat kegiatan pembelajaran, dan penjelasan uraian
kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
Mengorientasikan Siswa kepada Masalah
1. Siswa diberi pemahaman dengan penguatan yang diberikan
guru berkaitan dengan pengalaman siswa memahami
materi ajar yang telah dikirim sebelumnya melalui WA
grup kelas.
2. Siswa mengemukakan kesulitan yang dialaminya dalam
mengidentifikasi unsur cerita fantasi.
3. Siswa bersama guru berdiskusi membahas masalah-
masalah yang dialami siswa dalam mengidentifikasi unsur
cerita fantasi.
4. Siswa diminta oleh guru mengamati video animasi “Jack
dan Kacang Ajaib” ([Link]
v=8tKq_77IT6c) pada salindia agar siswa terpancing
memberi tanggapan pada video tersebut.
5. Siswa bertanya jawab dengan guru berkaitan dengan video
KEGIATAN INTI animasi yang ditontonnya (mengarahkan siswa pada materi
(60 menit) pembelajaran mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema
pada cerita fantasi dan mengidentifikasi jenis cerita
fantasi).
Mengorganisasikan Siswa untuk Belajar
1. Siswa dibagi menjadi 8 kelompok (satu kelompok terdiri
atas 4 siswa).
2. Tiap kelompok dibagikan LKPD 1 yang di dalamnya
terdapat lembar kerja dan tiga contoh teks berbeda, yaitu
teks cerpen, fabel, dan cerita fantasi.
3. Siswa mengamati 3 contoh teks tersebut dan berdiskusi
dengan kelompoknya mengenai persamaan dan perbedaan
3 contoh teks tersebut.
4. Hasil diskusi kelompok dituangkan dalam LKPD 1.
5. Salah satu kelompok tampil untuk mempresentasikan hasil
kerjanya dan kelompok lain menanggapinya.
Pada kegiatan ini, siswa diarahkan untuk dapat
menentukan persamaan dan perbedaan jenis teks fiksi
yang dibacanya, serta dapat menentukan jenis teks fiksi
(mengaitkan materi dasar dengan materi turunannya).
Membimbing Penyelidikan Kelompok
1. Siswa dibagikan kartu soal berpasangan berkaitan dengan
bahan ajar e modul yang sudah dibagikan sebelumnya
(mengenai unsur cerita fantasi dan jenis cerita fantasi)
berdasarkan kelompok. Kelompok 1-4 mendapat kartu
pertanyaan dan kelompok 5-8 mendapat kartu jawaban.
2. Siswa memperhatikan kartu yang didapatkannya dan
berdiskusi dengan kelompoknya untuk memperkirakan
pasangan dari kartu yang didapatkannya tersebut.
3. Siswa tampil berdasarkan nomor kartu yang dipanggil oleh
guru dan menyebutkan isi kartu tersebut.
4. Siswa lain memperhatikan kartu yang didapatkannya dan
mencocokannya dengan pertanyaan/pernyataan temannya.
5. Siswa yang menganggap kartu yang didapatkannya itu
merupakan pasangan kartu temannya tersebut berdiri dan
menyampaikan isi kartunya. Begitu seterusnya.
6. Selama kegiatan, guru dan siswa bersama-sama berdiskusi
dan mengonfirmasi jawaban. Jawaban yang sudah tepat
berpasangan, ditempel di depan kelas.
7. Siswa menyimak kembali tayangan salindia berupa materi
pembelajaran mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema
pada cerita fantasi dan mengidentifikasi jenis cerita fantasi
untuk lebih menguatkan pemahaman konsepnya.
8. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya apabila ada yang
masih belum dipahaminya.
9. Tiap kelompok dibagikan LKPD 2 yang di dalamnya
terdapat lembar kerja dan contoh teks cerita fantasi dengan
judul yang berbeda (2 kelompok mendapat 1 judul cerita
yang sama).
10. Siswa membaca dengan cermat teks cerita fantasi yang
didapatnya.
11. Siswa berdiskusi dalam kelompok untuk mengidentifikasi
unsur cerita fantasi dan menentukan jenis cerita fantasi
dari teks yang didapatkannya disertai dengan bukti
tekstualnya.
12. Guru membimbing siswa dalam mengisi LKPD 2.
Mengembangkan dan Menyajikan Hasil Karya
1. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya.
2. Siswa dari kelompok lain memberikan tanggapan terhadap
presentasi yang ditampilkan.
Menyimpulkan/Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah
1. Siswa memperhatikan hasil analisis dan evaluasi dari guru
berkaitan dengan proses pemecahan masalah yang telah
dilakukan.
2. Siswa diminta untuk mengumpulkan LKPD.
3. Siswa dibimbing oleh guru bersama-sama menyimpulkan/
mengevaluasi proses pemecahan masalah.
1. Siswa bersama guru melakukan refleksi pembelajaran
yang telah dilakukan.
2. Siswa dibimbing oleh guru menyimpulkan materi yang
didapat dalam pembelajaran.
KEGIATAN PENUTUP
3. Siswa diberikan informasi materi untuk pertemuan
(10 menit)
selanjutnya yaitu menceritakan kembali isi cerita fantasi
yang dibaca/didengar.
4. Siswa dipimpin oleh guru menutup kegiatan pembelajaran
dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama.

I. Penilaian Hasil Pembelajaran (Terlampir)

J. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


a. Remedial siswa yang belum mencapai KKM diberikan pembelajaran remedial sesuai
dengan indikator yang belum tuntas.
b. Pengayaan siswa yang telah mencapai KKM diberi tugas mandiri dan diinstruksikan
untuk tutor sebaya.

Mengetahui, Karangsembung, Desember 2022


Kepala SMPN 1 Karangsembung, Guru Mata Pelajaran,

AGUS NURDIANA, [Link]. MEY INDRIANI INKIRIWANG, [Link].


NIP 19650510 198903 1 019 NIP 19890526 202221 2 004
B A H A N A J A R

Cerita Fantasi

Disusun oleh :
Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd.
Saatnya
Belajar

Fa bel

C erpe n

anta s i
ita F
Cer
CERITA FANTASI
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur cerita narasi (cerita
fantasi) yang dibaca dan didengar.
4.3 Menceritakan kembali isi cerita fantasi yang dibaca
dan didengar.
TUJUAN
PEMBELAJARAN
Melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL),
siswa dapat mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema
pada cerita fantasi dan menunjukkan buktinya pada teks
yang dibaca/didengar dengan tepat.
Melalui model Problem Based Learning (PBL), siswa dapat
mengidentifikasi jenis cerita fantasi dan menunjukkan
bukti pada teks yang dibaca/didengar dengan tepat.
Melalui model pembelajaran Project Based Learning (PjBL),
siswa dapat menyimpulkan tokoh dan latar cerita yang
telah dibaca/didengar dengan tepat.
Melalui model Project Based Learning (PjBL), siswa dapat
menyimpulkan urutan cerita fantasi yang telah
dibaca/didengar dengan tepat.
Melalui model Project Based Learning (PjBL), siswa dapat
menceritakan kembali isi cerita fantasi yang
dibaca/didengar dengan tepat.
Cerita
Fantasi
3 .3 . M en g i d en ti fi ka s i u n s u r - u n s u r c e r i t a
n ar a s i (ce r it a fa nt a s i ) y a n g d i b a c a d a n
d id e n ga r .
Cerita Fantasi
adalah cerita fiksi yang bersumber dari imajinasi,
khayalan, atau angan-angan pengarangnya.

Peristiwa yang diceritakan


adalah peristiwa yang tidak
benar-benar terjadi.
Tokoh dalam cerita fantasi
adalah tokoh fiktif hanya
ada dalam imajinasi
pengarang.

Dalam cerita fantasi,


pengarang bisa mengembara
ke alam di luar daya nalar
manusia.
Sebagaimana cerita fiksi yang lain,
cerita fantasi juga memiliki unsur
yang membangun cerita.

Akan tetapi, unsur yang membangun cerita fantasi


memiliki CIRI KHAS yang tidak dimiliki cerita
fiksi yang lain. Ciri khas itu adalah sebagai
berikut. Tema yang menjadi ide atau gagasan cerita
berupa keajaiban/keanehan/kemisteriusan

Cerita menggunakan beberapa latar dan dapat


menembus dimensi ruang dan waktu.

Tokohnya unik dan memiliki keistimewaan,


kekuatan, atau mengalami keajaiban.

Bersifat fiksi, cerita dibuat berdasarkan


imajinasi pengarang dan terkadang di
luar nalar manusia
Unsur Intrinsik
Cerita Fantasi

TEMA
adalah ide atau pokok pikiran yang
menjadi dasar cerita. Temanya bisa
berupa keajaiban/supranatural/
kemisteriusan

TOKOH
adalah pelaku dalam cerita. Tokoh dalam cerita fantasi memiliki
keunikan, kekuatan, atau mengalami kejadian yang berada di luar nalar.

PENOKOHAN
adalah sifat/watak yang dimiliki pelaku
dalam cerita.

adalah tempat waktu dan suasana yang


melatarbelakangi cerita atau peristiwa. Cerita fantasi
menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan LATAR
waktu).
ALUR
Rangkaian peristiwa dalam cerita
yang saling berkaitan (jalan cerita).
Alur dalam cerita fantasi bisa
bersifat maju/progresif,
mundur/flashback, atau campuran.

SUDUT PANDANG
Adalah posisi pengarang sebagai pencerita. Sudut pandang dalam
cerita fantasi dapat menggunakan sudut pandang orang ke-1 atau
sudut pandang orang ke-3

Bahasa dalam cerita fantasi variatif,


ekspresif, dan menggunakan ragam
bahasa percakapan.
GAYA BAHASA

AMANAT adalah pesan yang ingin disampaikan


pengarang melalui cerita. Biasanya
mengandung pesan moral dan kebaikan.
JENIS
CERITA FANTASI

Berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata


CERITA FANTASI TOTAL
Cerita yang keseluruhan isinya merupakan hasil imajinasi
pengarangnya, tidak ada di dunia nyata.

CERITA FANTASI IRISAN


Sebagian isi cerita ada di dunia nyata dan sebagian lagi merupan
imajinasi pengarang.

Berdasarkan latar waktu


CERITA FANTASI SEZAMAN
Cerita yang hanya menggunakan satu latar.

CERITA FANTASI LINTAS WANTU


Cerita yang menggunakan beberapa latar waktu berbeda, misalnya
masa kini dengan masa yang akan datang.
Contoh Teks Cerita Fantasi

PUTRI BULAN
Karya : Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd.

Sekar adalah seorang gadis miskin yang pandai.


Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar dan
membantu Ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal.
Sejak kecil, Sekar sudah terbiasa bekerja keras.

Pada suatu malam, Sekar sedang duduk di teras


rumahnya yang sederhana. Sekar menunggu Ayahnya
pulang bekerja. Malam ini tidak seperti malam-malam
biasanya. Langit tampak sangat gelap. Tak ada satupun
bintang, apalagi bulan yang tampak di atas sana.
Sekar tampak gelisah, Ayahnya tak kunjung datang.
Dengan hati penuh cemas, Sekar berdoa semoga
Ayahnya segera pulang.
Tiba- tiba, angin bertiup sangat kencang. Tubuh mungil
Sekar seketika menggigil. Sekar memejamkan matanya
karena angin yang berhembus membawa debu-debu
jalanan tak beraspal di depan rumahnya.
Lanjutan
Cerita Fantasi "Putri Bulan"

Saat Sekar membuka mata, dari langit tampak cahaya


terang. Makin lama, cahayanya semakin menyilaukan
mata. Sekar memicingkan matanya ke arah cahaya.
Alangkah terkejutnya Sekar saat melihat bulan besar
yang berkilau dihadapannya. Dari bulan itu keluarlah
seorang perempuan cantik yang menuju ke arahnya.
Perempuan itu tersenyum sangat cantik.
" Sekar, kamu adalah anak yang pintar dan sabar.
Segala kesukaran hidup yang kamu alami tak
membuatmu menjadi gadis yang suka mengeluh.
Ketulusan hatimu lah yang membuatku datang ke sini, "
ucap perempuan berambut emas itu pelan.
"Tapi, kamu siapa?" tanya Sekar, hati-hati.
"Aku Putri Bulan," jawabnya singkat.
Sekar masih tak percaya pada apa yang dilihatnya.
Putri Bulan menggenggam kedua tangan Sekar.
Hangat.
" Aku akan selalu menjaga dan membantu semua
kesulitanmu. Aku akan hadir saat malam saat bulan
terlihat di langit."
Lanjutan
Cerita Fantasi "Putri Bulan"

Putri Bulan melepaskan genggaman tangannya dan


memberikan koin emas pada Sekar. Ia tahu Sekar
sedang membutuhkan uang untuk sekolahnya.
"Apakah ini nyata?" tanya Sekar, masih tak percaya.
"Jawabannya ada pada dirimu. Jika kamu percaya, maka
ini nyata." Peri Bulan mulai menjauh dari Sekar. Putri
Bulan melambai dan tersenyum ke arah gadis yang
masih mematung. Seketika langit menjadi gelap
kembali saat Putri Bulan kembali pada dewi malam.
Sekar memejamkan matanya, berharap yang ia alami
menjadi nyata.
"Sekar, sedang apa di sini? Menunggu Ayah?" tanya
lelaki di hadapannya.
Sekar membuka mata. Di hadapannya sudah berdiri
Ayah yang dinantinya. Saat Sekar mengulurkan tangan
untuk menyalami Ayahnya, Sekar terkejut dengan
benda yang ada dalam genggamannya. Koin emas.
Sekar tersenyum. Apa yang dialaminya malam ini
bukanlah mimpi. Ini nyata, karena Sekar
percaya.
... SELESAI ...
PUTRI BULAN
Identifikasi tokoh, latar, alur, dan tema
pada cerita fantasi dan menunjukkan
bukti tekstual.

TEMA
Keajaiban
Bukti : .. Dari bulan itu keluarlah seorang
perempuan cantik yang menuju ke
arahnya ...

TOKOH DAN PENOKOHAN


Sekar (Sabar, rajin, tulus)
Bukti : ... Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar
dan membantu ayahnya. ...
Ayah Sekar (Pekerja keras, penyayang)
Bukti : ... Sekar menunggu ayahnya pulang bekerja. ...
Putri Bulan (Ramah, suka menolong)
Bukti : ... "Aku akan menjaga dan membantu semua
kesulitanmu, " ...

Latar Tempat (di teras depan rumah Sekar)


LATAR
Bukti : ... Sekar sedang duduk di teras rumahnya
yang sederhana. ...
Latar Waktu (pada malam hari)
Bukti : ... Pada suatu malam, ...
Latar Suasana (Cemas, heran, bahagia)
Bukti : ... Dengan hati penuh cemas, ...
Alur maju (progresif)
Bukti : menceritakan kisah dari awal
ALUR sampai akhir secara lurus (progresif).

Sudut pandang orang ke-3 SUDUT PANDANG


Bukti : PUTRI BULAN menceritakan tokoh Sekar yang
merupakan tokoh "diaan". Ciri SP orang ke-3 adalah
menggunakan nama tokoh dalam cerita.
Menggunakan bahasa yang
GAYA BAHASA variatif, eskpresif, dan ragam
bahasa percakapan.
Bukti : ... "Apakah ini nyata?"
tanya Sekar tak percaya. ...

Amanat
Kebaikan dan ketulusan hati
akan membawa kebaikan dan
keberuntungan bagi mereka yang percaya.
Bukti : Dalam cerita, Sekar memiliki ketulusan hati
yang membuat Putri Bulan datang membantunya
dengan memberikan koin emas.
PUTRI BULAN
Identifikasi jenis cerita fantasi dan menunjukkan bukti
tekstual.
Berdasarkan
CERITA FANTASI IRISAN
kesesuaiannya
Cerita fantasi "Putri Bulan" menceritakan
kehidupan nyata tokoh Sekar seperti pada
dalam kehidupan
kehidupan nyata dan disisipi cerita Putri Bulan nyata
yang berasal dari imajinasi pengarangnya.

CERITA FANTASI SEZAMAN Berdasarkan


Cerita fantasi "Putri Bulan" mengambil latar waktu
satu latar waktu yaitu masa kini. Hanya
menceritakan kejadian di masa sekarang.
Cerita
Fantasi
4 .3. Me nce r it a ka n ke m b a l i i s i ce ri t a
f an ta s i y a ng d i b a ca / d i d e n ga r .
Baca kembali materi mengenai
identifikasi unsur cerita fantasi
pada bahan ajar ini .

Perkuat lagi pemahamanmu mengenai tokoh,


latar, dan urutan cerita (alur) pada cerita fantasi.
Cerita fantasi merupakan sebuah
karya tulis yang dibangun
menggunakan alur cerita yang
normal, namun memiliki sifat
imajinatif dan khayalan semata.

Bentuk cerita ini dapat diceritakan kembali secara berantai.


Langkah penceritaannya sebagai berikut.

Membaca cerita dengan seksama.


Hal tersebut bertujuan agar dapat memahami isi cerita berkaitan
dengan pencarian makna yang terkandung dalam cerita
tersebut.
Mencatat pokok-pokok penting dalam cerita seperti tokoh,
watak, latar, alur, dan pesan cerita.
Menyusun kembali cerita tersebut dengan menggunakan
kalimat sendiri.
Kalian dapat menggunakan bantuan catatan yang telah kalian
buat sebelumnya.
Contoh diagram
ishikawa/fishbone
Setelah mempelajari bahan ajar ini, saatnya
dilanjutkan dengan berlatih mengidentifikasi
unsur cerita dan menceritakan kembali isi
cerita, ya...

Setiap orang menjadi guru,


setiap rumah menjadi sekolah.

Ki Hajar Dewantara
n k e bahan
m e la nju tka
Selamat
be rik utn ya
aja r

erim
T siha
K a
BAHASA INDONESIA KELAS 7

Cerita
fantasi
Cerita fantasi
Mengidentifikasi Unsur dan
Jenis Cerita Fantasi

Oleh :
Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd.
Cerita fantasi

PENDAHULUAN
SEMANGAT!

"Jika kamu tidak sanggup menahan lelahnya belajar, maka


kamu harus sanggup menahan perihnya kebodohan."
(Imam Syafi'i)
Masih ingat dengan
materi pelajaran
pada pertemuan
sebelumnya?
Apakah kalian
pernah membaca
buku atau
menyaksikan film
HARRY POTTER
karya J.K Rowling?
a n?
k irk
pi u
lia n a tm
ka d a p t?
an g e n eb u
a y a p e rs
Ap a n ta t
a im e ri
Ba g a i c
g e n
e n
m
Kompetensi Dasar
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur
Belajar apa
cerita narasi (cerita fantasi) yang
kita hari ini?
dibaca dan didengar.

Indikator Pencapaian Kompetensi


3.3.1 Mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan
tema pada cerita fantasi dan menunjukkan
buktinya pada teks yang dibaca/didengar.
3.3.2 Mengidentifikasi jenis cerita fantasi
dan menunjukkan buktinya pada teks yang
dibaca/didengar.
bekerja dalam
kelompok
mencari kartu mengrjakan LK
soal berpasangan berdiskusi
presentasi
Apa yang akan kita
lakukan hari ini?
Cerita fantasi

KEGIATAN INTI
Mengorientasikan
Selama mempelajari materi
dalam mengidentifikasi
unsur cerita dan jenis cerita
fantasi apakah kalian
mengalami kesulitan?
Coba amati
tayangan video
animasi berikut.
[Link]
Apakah cerita yang sudah
kalian saksikan tersebut
termasuk cerita fantasi?
Cerita fantasi

KEGIATAN INTI
Mengorganisasikan
Pembagian
Kelompok
Mengerjakan
LK 1
TEKS 1 "Lebih dari Sahabat"
Berisi tentang kisah persahaban antara Ayra dan Lydia.

TEKS 2 "Semut dan Belalang"


Berisi tentang kehidupan Semut yang rajin dan Belalang yang malas.

TEKS 3 "Putri Bulan"


Berisi kejadian ajaib yang dialami tokoh bernama Sekar yang bertemu
dengan seorang Putri yang keluar dari bulan.
Cerita fantasi

KEGIATAN INTI
Membimbing
Permainan Kartu
Berpasangan
Ide dasar
TEMA cerita

TOKOH
Materi Ajar
Cerita Fantasi adalah cerita fiksi yang bersumber dari imajinasi
Peristiwa yang diceritakan adalah
peristiwa yang tidak benar-benar
terjadi
Tokoh dalam cerita fantasi adalah
tokoh fiktif, hanya ada dalam
imajinasi pengarang
Pengarang bisa mengembara ke
alam di luar daya nalar manusia
Cerita fantasi memiliki unsur
pembangun cerita (unsur intrinsik)
yang KHAS, yang tidak dimiliki oleh
cerita fiksi lainnya.
Tema berupa keajaiban/keanehan/kemisteriusan

Cerita Tokoh unik/memiliki


menggunakan kekuatan/
beberapa latar, mengalami keajaiban
menembus ruang
dan waktu
Ciri Bersifat fiksi
khasnya?
Tema Alur

Gaya
Tokoh bahasa
UNSUR INTRINSIK
Sudut
Penokohan
pandang

Latar Amanat
Jenis Cerita Fantasi
Berdasarkan kesesuaiannya
Berdasarkan latar waktunya
dalam kehidupan nyata

Cerita fantasi total Cerita fantasi sezaman


Cerita fantasi irisan Cerita fantasi lintas
waktu
Mengerjakan
LK 2
Perhatikan kembali contoh cara menganalisis cerita fantasi berdasarkan unsur
intrinsik dan jenisnya, disertai dengan bukti tektualnya!

Sekar adalah seorang gadis miskin yang pandai.


Sebagian waktunya ia gunakan untuk belajar dan
membantu Ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal.
Sejak kecil, Sekar sudah terbiasa bekerja keras.
Pada suatu malam, Sekar sedang duduk di teras
rumahnya yang sederhana. Sekar menunggu Ayahnya
pulang bekerja. Malam ini tidak seperti malam-malam
biasanya. Langit tampak sangat gelap. Tak ada satupun
bintang, apalagi bulan yang tampak di atas sana.
Cerita fantasi

KEGIATAN INTI
Menyajikan
Sekarang saatnya kalian
mempresentasikan
hasil diskusinya. Jangan
lupa, kelompok lain
untuk menanggapi ya!
Cerita fantasi

KEGIATAN INTI
Menyimpulkan
Kesimpulan hasil
analisis dan
evaluasi
Unsur intrinsik dalam cerita
fantasi apa saja?
Apa yang membedakan
cerita fantasi dengan cerita
fiksi lainnya?
Jenis cerita fantasi
berdasarkan kesesuaiannya
dalam kehidupan nyata?
Jenis cerita fantasi
berdasarkan latar waktunya?
as i
i fik
en t u k
g id i? Y
e n t a s at
n m f a n da p
k a it a e n
is a c er k m
h b n is tu
d a je u n
Su d a n n y a
u r u !
su r L K n g
un k a n la ia
p ul e n i
um p
k
Cerita fantasi

PENUTUP
Refleksikan dan
Simpulkan!
Pekerjaan rumah:
Aktivitas Hari Ini: Baca kembali bahan ajar
berkaitan dengan
Mengidentifikasi menyimpulkan tokoh, latar,
unsur cerita fantasi dan alur, serta langkah-
langkah dalam menceritakan
Mengidentifikasi jenis
kembali isi cerita fantasi
cerita fantasi
DESEMBER

06 Pengingat:
Pelajari teknik literasi
menggunakan diagram
ishikawa/fishbone
Bawa alat gambar dan
mewarnai
Semangat Belajar!
Sampai Jumpa!
TERIMA KASIH
Fantasi

donesia
ahasa In
ga berb
Bang

LEM BAR KERJA


BAH ASA IND O NESIA
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur cerita
narasi (cerita fantasi) yang dibaca/didengar.

Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd.


Lembar Kerja 1
Membandingkan Teks Fiksi
Kelas : ............................... Kelompok : ..................
Nama :
1. ...........................................
2. ..........................................
3. ..........................................
4. ..........................................
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar :
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur cerita narasi (cerita fantasi) yang dibaca
dan didengar.

Indikator Pencapaian Kompetensi :


3.3.1 Mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema pada cerita fantasi dan
menunjukkan buktinya pada teka yang dibaca/didengar.
3.3.2 Mengidentifikasi jenis cerita fantasi dan menunjukkan bukti pada teka
yang dibaca/didengar.

Petunjuk Pengisian LK :
Bacalah 3 contoh teks narasi (fiksi) yang disediakan dengan
cermat!
Diskusikanlah isi teks tersebut bersama kelompokmu!
Bandingkanlah 3 contoh teks tersebut berdasarkan isi cerita
dan unsur intrinsiknya!
Tulislah persamaan dan perbedaan dari 3 contoh tersebut!
Tentukanlah jenis dari 3 teks tersebut!

Lembar Kerja :
No. Teks Isi Teks Persamaan Perbedaan Jenis Teks

Teks 1

Teks 2

Teks 3
Lembar Kerja 2
Menganalisis Unsur Intrinsik dan Jenis Cerita Fantasi

Kelas : ............................... Kelompok : ..................


Nama :
1. ...........................................
2. ..........................................
3. ..........................................
4. ..........................................
Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi
Kompetensi Dasar :
3.3 Mengidentifikasi unsur-unsur cerita narasi (cerita fantasi) yang dibaca
dan didengar.

Indikator Pencapaian Kompetensi :


3.3.1 Mengidentifikasi tokoh, latar, alur, dan tema pada cerita fantasi dan
menunjukkan buktinya pada teka yang dibaca/didengar.
3.3.2 Mengidentifikasi jenis cerita fantasi dan menunjukkan bukti pada teka
yang dibaca/didengar.

Petunjuk Pengisian LK :
Bacalah teks cerita fantasi yang didapatkan kelompokmu
dengan cermat!
Analisislah teks cerita fantasi tersebut berdasarkan unsur
intrinsik dan jenisnya! Sertakan pula bukti kalimat pada teks
(bukti tekstual)!

Lembar Kerja :
JUDUL TEKS CERITA FANTASI : ............................
ANALISIS UNSUR INTRINSIK CERITA FANTASI
Tema :
Bukti tekstual :

Tokoh dan Penokohan :


Bukti tekstual :

Latar :
Bukti tekstual :
Lembar Kerja 2
Menganalisis Unsur Intrinsik dan Jenis Cerita Fantasi

Lembar Kerja :
Alur :
Bukti tekstual :

Sudut pandang :
Bukti tekstual :

Gaya Bahasa :
Bukti tekstual :

Amanat:
Bukti tekstual :

ANALISIS JENIS CERITA FANTASI


Berdasarkan kesesuaiannya dengan kehidupan nyata :
Bukti tekstual :

Berdasarkan latar waktu :


Bukti tekstual :
TEKS LKPD 1
MEMBANDINGKAN TEKS

Teks 1
Lebih Dari Sahabat

Namaku Ayra Azura gadis yang berusia 14 tahun, duduk di bangku kelas 3 SMP. Hari-hari
ku lewati dengan bersekolah dan belajar. Aku berniat untuk lulus dengan nilai yang tinggi dan
dapat membanggakan kedua orang tuaku. Entah mengapa aku sangat bersemangat jika ingin ke
sekolah.
Sekarang sudah pukul 7, sebentar lagi bel masuk akan berbunyi. Aku tidak mau
terlambat untuk kedua kalinya.
Aku segera menghabiskan roti dan segelas susu kemudian berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, seperti biasanya aku selalu menyapa teman-teman dan sahabatku.
“Pagi Lydia,” sapaku.
“Pagi Ay.”
“Lyd, kenapa wajahmu keliatan murung gitu?”
“Gapapa kok.”
“Jujur aja Lyd, kamu kenapa? kalau kamu lagi ada masalah curhat aja ke aku.”
“Oke, baiklah.”
Tiba-tiba bel masuk berbunyi dan Bu Siska, guru bahasa Indonesia ternyata telah ada di
depan pintu kelas. Pelajaran segera dimulai.
“Ay, aku curhatnya saat jam istirahat aja, Bu Siska sudah ada.”
“Oke Lyd, sebentar. Ceritakan aja kepadaku gak perlu sungkan.”
“Iya.”
Pelajaran pun dimulai. Bu Siska memberikan tugas untuk membuat dialog tentang
kebersihan kelas dan membuat cerpen. Aku membuat cerpen tentang persahabatan dan Lydia
membuat cerpen tentang indahnya kehidupan. Pelajaran bu Siska akhirnya selesai, kemudian
dilanjut dengan pelajaran pak Dani yaitu IPS. Kami mempelajari tentang perubahan sosial dan
budaya. 2 jam berlalu, jam istirahat pun tiba.
“Jadi, kamu punya masalah apa Lyd?”
“Sebenarnya, sebentar keluargaku akan pergi ke Bandung mereka akan di sana selama 3
hari dan aku tidak ikut karena belum waktunya liburan sekolah. Kata Ibuku, sebentar lagi akan
UN jadi tidak boleh ketinggalan pelajaran.”
“Oke, aku paham pasti kamu takut sendiri di rumah selama 3 hari itu kan?”
“Iya, aku takut itu.”
“Bagaimana kalau kamu bermalam aja di rumahku selama 3 hari?”
“Apakah boleh?”
“Tentu saja boleh, orang tuaku pasti mengizinkan kok”
“Oke, makasih banyak ya. Kamu emang sahabatku yang baik banget.”
“Iya sama-sama, aku malah senang kalau kamu bermalam di rumahku. Aku sering
merasa bosan jika tidur sendiri.”
“Emangnya kamu gak punya kakak atau adik yang menemanimu?”
“Aku anak tunggal. Selama ini aku pengen banget ngerasain punya saudara.”
“Anggap aja aku saudaramu, Ay. Kita lebih dari sahabat.”
“Kamu saudaraku Lyd. Baiklah, jadi kamu akan bermalam di rumahku?”
“Jadi dong, kita ke rumahku ya untuk kasih tau orang tuaku sekalian ambil baju dan yang
lainnya. Sekali lagi makasih. Di saat seperti ini kamu bisa menemaniku.”
“Kitakan bersahabat. Aku akan menemanimu di saat senang maupun susah, kita jalani
semua bersama.”
Memiliki sahabat itu hal yang indah dalam hidupku, sahabat sesuatu yang berharga yang
telah kumiliki selain orang orang tua dan keluarga, aku berharap persahabatanku akan terjalin
selamanya. ([Link]

Teks 2
Semut dan Belalang

Di suatu tempat, tepatnya di tengah hutan hidup seekor semut yang rajin. Ia selalu
mencari makanan dan menyimpan di lumbungnya. Ia sangat semangat sekalipun harus diguyur
hujan dan disengat teriknya matahari.
Suatu hari saat ia tengah membawa makanan untuk disimpan pada lumbung, ia
bertemu dengan seekor belalang yang bermalas-malasan sambil berjemur. Belalang itu
bertanya, “Hai semut, apa yang sedang kau lakukan?”
“Aku tengah bersusah payah mengumpulkan makanan di lumbung,” jawab semut.
Mendengar itu, belalang pun menimpal, “Buat apa susah payah mengumpulkan makanan, di
hutan ini banyak makanan yang bisa disantap.”
Semut pun menjawab, “Ia benar lang, namun aku menyimpan makanan sebagai
persiapan musim dingin nanti”.
Belalangpun kembali menertawakan semut, “Musim dingin masih lama. Untuk apa susah
payahnya sekarang. Lebih baik senang-senang dulu.”
Namun semut sama sekali tidak peduli dengan ejekan belakang yang malas. Ia tetap saja
sibuk menyiapkan makanan di lumbungnya. Keesokan harinya saat hendak pergi mencari
makanan, ia kembali melihat belalang yang malas dan menertawakannya kembali.
Sepanjang hari, semut selalu sibuk mengumpulkan makanan. Sedangkan belalang hanya asik
bermain sambil bersenang-senang. Akhirnya lumbung makanan semut hampir penuh. Namun
itu tidak membuatnya merasa puas dan ia tetap mencari makanan untuk disimpan.
Akhirnya, tibalah musim dingin. Semut dengan santai duduk di rumahnya sambil
menikmati makanannya yang banyak. Sementara belalang hanya menyimpan makanan dalam
jumlah sedikit karena ia fikir musim dingin akan segera berakhir.
Tak terasa musim dingin sudah berlalu selama satu bulan. Persediaan makanan yang dimiliki
oleh sang belalang pun habis. Sedangkan semut masih duduk santai sambil menikmati
makanannya. Belalang mencoba mencari makanan namun sama sekali tidak berhasil.
Akhirnya, ia pun mengetuk pintu rumah semut dan semut pun membuka pintu. “Ada
apa lang?” tanya semut.
“Tolong berikanlah kepadaku sedikit saja persediaan makananmu karena aku kelaparan
dan persediaanku sudah habis,” jawab belalang.
“Enak saja kau. Ketika aku susah mengumpulkan makanan engkau malah mengejek dan
menertawakanku dan sekarang mau minta persediaan makananku. Pergilah sana, cari sendiri
makananmu!” jawab semut geram.
Akhirnya belalang meninggalkan rumah semut guna menemukan makanannya namun
sama sekali tidak menemukan apapun. Saat belalang hampir mati lantaran kedinginan, akhirnya
semut datang menolong dan mengajaknya ke rumah untuk menikmati makanan.
([Link]

Teks 3
Putri Bulan
Karya : Mey Indriani Inkiriwang, S. Pd

Sekar adalah seorang gadis miskin yang pandai. Sebagian waktunya ia gunakan untuk
belajar dan membantu Ayahnya. Ibunya sudah lama meninggal. Sejak kecil, Sekar sudah
terbiasa bekerja keras.
Pada suatu malam, Sekar sedang duduk di teras rumahnya yang sederhana. Sekar menunggu
Ayahnya pulang bekerja. Malam ini tidak seperti malam-malam biasanya. Langit tampak sangat
gelap. Tak ada satupun bintang, apalagi bulan yang tampak di atas sana.
Sekar tampak gelisah, Ayahnya tak kunjung datang. Dengan hati penuh cemas, Sekar
berdoa semoga Ayahnya segera pulang.
Tiba-tiba, angin bertiup sangat kencang. Tubuh mungil Sekar seketika menggigil. Sekar
memejamkan matanya karena angin yang berhembus membawa debu-debu jalanan tak
beraspal di depan rumahnya.
Saat Sekar membuka mata, dari langit tampak cahaya terang. Makin lama, cahayanya
semakin menyilaukan mata. Sekar memicingkan matanya ke arah cahaya.
Alangkah terkejutnya Sekar saat melihat bulan besar yang berkilau dihadapannya. Dari bulan itu
keluarlah seorang perempuan cantik yang menuju ke arahnya. Perempuan itu tersenyum
sangat cantik.
"Sekar, kamu adalah anak yang pintar dan sabar. Segala kesukaran hidup yang kamu
alami tak membuatmu menjadi gadis yang suka mengeluh. Ketulusan hatimu lah yang
membuatku datang ke sini, " ucap perempuan berambut emas itu pelan.
"Tapi, kamu siapa?" tanya Sekar, hati-hati. "Aku Putri Bulan," jawabnya singkat.
Sekar masih tak percaya pada apa yang dilihatnya. Putri Bulan menggenggam kedua tangan
Sekar. Hangat.
"Aku akan selalu menjaga dan membantu semua kesulitanmu. Aku akan hadir saat
malam saat bulan terlihat di langit."
Putri Bulan melepaskan genggaman tangannya dan memberikan koin emas pada Sekar.
Ia tahu Sekar sedang membutuhkan uang untuk sekolahnya.
"Apakah ini nyata?" tanya Sekar, masih tak percaya.
"Jawabannya ada pada dirimu. Jika kamu percaya, maka ini nyata." Peri Bulan mulai
menjauh dari Sekar. Putri Bulan melambai dan tersenyum ke arah gadis yang masih mematung.
Seketika langit menjadi gelap kembali saat Putri Bulan kembali pada dewi malam.
Sekar memejamkan matanya, berharap yang ia alami menjadi nyata.
"Sekar, sedang apa di sini? Menunggu Ayah?" tanya lelaki di hadapannya.
Sekar membuka mata. Di hadapannya sudah berdiri Ayah yang dinantinya. Saat Sekar
mengulurkan tangan untuk menyalami Ayahnya, Sekar terkejut dengan benda yang ada dalam
genggamannya. Koin emas.
Sekar tersenyum. Apa yang dialaminya malam ini bukanlah mimpi. Ini nyata, karena
Sekar percaya. ***
TEKS CERITA FANTASI LKPD 2
MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN JENIS CERITA FANTASI

Teks 1
Pensil Ajaib

Laila adalah seorang gadis miskin yang pandai. Sebagian waktunya ia gunakan untuk
belajar dan membantu orang tuanya. Selain itu, Laila juga suka menghabiskan waktunya untuk
menggambar. Sayangnya, kini ia tidak dapat menggambar lagi karena pensil yang dimilikinya
sudah hampir habis dan sangat pendek sehingga tidak dapat digunakan lagi. Laila juga tidak bisa
membeli pensil baru karena tidak memiliki cukup uang.
Dalam kesehariannya, Laila membantu orang tuanya memunguti plastik yang ada di
jalan. Saat mengambil plastik, Laila menemukan ada sebuah pensil yang tergeletak di jalan. Laila
mengambilnya dengan senang karena akan dapat menggambar lagi sepulang mencari plastik.
Saat di rumah, Laila mulai mengeluarkan pensil yang ia temukan tadi di jalan. Laila
mencoba menggambar bunga di kertasnya. Alangkah kagetnya ketika selesai menggambar,
tiba-tiba menjadi bunga sesungguhnya dan tergeletak di atas kertas tempat ia menggambar.
Laila merasa kaget dan tidak percaya. Ia mulai menggambar ayam untuk memastikan
apakah yang ia lihat memang nyata. Sesaat setelah ia menggambar ayam, alangkah kagetnya
tiba-tiba di hadapannya ada seekor ayam hidup yang berkokok sangat kencang.
Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera
menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras,
makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak
benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia
kebutuhan mereka dapat tercukupi.
Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan
menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan
menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.
([Link]
yang-bisa-dipahami)
TEKS CERITA FANTASI LKPD 2
MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN JENIS CERITA FANTASI

Teks 2

Dunia Manisan

Dahulu kala ada seorang anak yang sangat baik dan pintar, namanya Ely. Ely anak yang
sangat baik dan pintar. Suatu ketika peristiwa terjadi pada malam yang sunyi, ada sebuah
cahaya yang masuk ke kamar Ely. Lalu Ely mengikutinya, dan sampailah di titik cahaya itu. Dia
melihat sesosok wanita cantik bagaikan peri, dan ternyata itu memanglah peri yang dikirim oleh
Tuhan untuk Ely.
"Siapa kamu?" tanya Ely.
"Aku adalah peri kiriman Tuhan. Dia yang telah mengirimku untukmu. Dia mengirimku
hanya untuk anak baik sepertimu. Kau adalah anak yang mulia dan terpuji maka ikutlah
denganku," jawab Peri.
"Tapi, apakah ini nyata, apakah kakak peri?"
"Iya, Ely, aku memang peri, mendekatlah wahai anak baik."
Tanpa berpikir lama Ely mendekat ke peri itu. Ely sungguh tidak percaya akan hal itu,
tetapi dia juga senang. Peri memegang tangan Ely dengan lembut dan erat. Ely pun merasa
nyaman. Tetapi, dalam sekejap Ely dan peri itu hilang dan pergi ke dunia yang berbeda.
"Di mana aku, Peri, aku tidak percaya ini, tetapi bagaimana jika orang tuaku mencariku."
"Tidak apa, Nak, kamu akan aman bersamaku."
Ternyata Ely dan peri berpindah ke dunia manisan. Ely terkaget-kaget saat di sana
dipenuhi dengan berbagai macam manisan, yaitu cokelat, permen, buah buahan, danau susu,
dan masih banyak lagi.
"Bolehkah aku memakan semua ini, Peri?"
"Boleh Ely, semuanya memang untukmu." Ely mencicipi semua makanan dengan
gembira.
Ely sudah lelah karena banyak makan permen dan cokelat dan dia pun akhirnya terlelap
tidur. Saat dia bangun dia sudah di rumah, serta ada banyak manisan di dalam kamarnya, Ely
sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengirim peri yang sangat baik kepadanya.
Ely memang pantas untuk menerima semua ini, dia adalah anak yang sangat baik dan terpuji.
([Link]
yang-bisa-dipahami)
TEKS CERITA FANTASI LKPD 2
MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN JENIS CERITA FANTASI

Teks 3
Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas

Di sebuah gubuk tua, tinggallah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan adiknya.
Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah ibunya.
Elisa harus putus sekolah karena ibunya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Elisa.
Untuk membantu ibunya, Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki rumah besar. Pada
suatu pagi ketika hendak bekerja Elisa melihat kakek tua. Kakek tua itu tampaknya sangat lelah
dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek
tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang.
Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah
cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak
dan memberikan sepotong kain.
Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna
emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan
sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan. Elisa berterimakasih dan melanjutkan
perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada
sang ibu.
Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap
pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut.
Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak
jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang
ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.
Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa
kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia
bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil
jagung tersebut. Meski sudah merasa cukup, namun Elisa masih selalu berbaik hati dan senang
membantu sesama.
([Link]
anak-1yJ684CAdCG/4)
TEKS CERITA FANTASI LKPD 2
MENGIDENTIFIKASI UNSUR INTRINSIK DAN JENIS CERITA FANTASI

Teks 4
Belajar dengan Gajah Mada

Minggu pagi yang cerah Ardi, Handi, dan Dani berada di Candi Trowulan. Mereka
merupakan siswa pilihan dari sebuah SMP yang sedang melakukan tugas pengamatan untuk
karya ilmiah remaja. Di tengah keramaian orang yang sedang berwisata, mereka sibuk
menyelesaikan laporannya.
“Tolooong,“ tiba-tiba terdengar suara Handi berteriak minta tolong. Dani dan Ardi yang
berada tidak jauh dari tempat itu segera berlari menghampiri. Betapa kagetnya mereka berdua
melihat Handi berada di sebuah lubang dan hanya kelihatan tangannya. Dengan reflek Ardi dan
Dani menarik berusaha menolong Handi. Tapi “Aaahh...! terdengar teriakan keras dan mereka
bertiga terseret masuk ke lubang itu.
“Dimana kita??” Ardi bertanya sambil menatap tembok sekelilingnya yang
memancarkan kemilau keemasan.
“Tempat apa ini?” Handi dan Dani bertanya hampir bersamaan.
Tiba-tiba, di hadapan mereka, muncul laki-laki bertubuh kekar.
“Kalian bertiga saya panggil untuk menemui leluhurmu!” laki-laki tegap itu berujar
dengan penuh wibawa. Ketiga anak itu terbelalak.
“Sii aa .. pa Bapak?” sambil gemetar Handi memberanikan diri untuk bertanya.
“Aku yang berjanji tak akan makan buah palapa sebelum Nusantara bersatu,” jawab laki-
laki itu dengan mata tajam menatap ke arah tiga anak yang masih ketakutan itu.
“Gaajah Maada ...!” suara ketiganya seperti tercekat.
“Ya benar! Akulah Gajah Mada yang sejak muda berusaha keras berlatih untuk menjadi
orang berguna,” suara laki-laki itu dengan sangat berwibawa. “Apa yang sudah kamu lakukan
untuk menyiapkan dirimu agar menjadi orang berguna,” mata laki-laki itu lekat menatap Handi.
Kemudian dia beralih memegang bahu Ardi dan Dani.
“Saya berusaha menjadi juara kelas dengan belajar tiap hari,” Ardi menjawab agak
terbata-bata.
“Saya belajar tiap malam sehingga saya selalu rangking satu di sekolah,” Handi
menyahut.
“Saya les semua mata pelajaran sehingga selalu mendapat prestasi Matematika tertinggi
di kelasku,” Dani menimpali jawaban teman-temannya.
“Belum cukup, kalian semua harus menambahkan jawaban lagi dengan benar untuk
dapat dikembalikan ke tempat semula,” laki-laki itu semakin mendekat. Ketiga anak itu berpikir
keras untuk mengungkapkan hal terbaik apa yang telah diperbuat selama ini. Setelah satu jam
berpikir keras Handi membuka pembicaraan.
“Saya selalu berusaha untuk tidak terlambat datang ke sekolah dan menyelesaikan tugas
tepat waktu,” Handi memulai mengajukan ide.
“Saya berusaha bekerja keras dan tidak mencontek waktu ujian,” kata-kata Ardi
meluncur deras.
“Saya mendengarkan teman yang berbeda pendapat dan meresponnya dengan santun,”
Dani bertutur dengan lancar.
Selesai Dani menyelesaikan kalimatnya, terdengar dentuman keras. Buuuum...! Seakan
ada yang mengangkat mereka bertiga tiba-tiba sudah kembali berada di area Candi Trowulan
tempat mereka melakukan pengamatan. Ketiganya mengusap mata. Seakan tidak percaya
mereka saling berangkulan.
“Benar kata Gajah Mada tadi...” Handi berucap lirih.
“Iya, kita tidak cukup hanya dengan pintar,” Ardi berkata hampir tak terdengar.
“Ya kita harus memiliki perilaku yang baik...” Dani berteriak lantang sambil menyeret
kedua temannya menuju area candi yang harus diamati. Mereka bertiga bertekad
menyelesaikan tugasnya tepat waktu. Seperti biasanya mereka bekerja keras untuk
menghasilkan sebuah karya. ( [Link]
Instrumen Penilaian
LKPD 1 MEMBANDINGKAN TEKS

No. Aspek yang Dinilai Deskripsi Penilaian Skor


1. Perbedaan 3 jenis teks  Siswa mampu menuliskan perbedaan 3 jenis 3
teks berdasarkan unsur intrinsiknya dengan
tepat.
 Siswa menuliskan perbedaan 3 jenis teks 2
berdasarkan unsur intrinsiknya dengan kurang
tepat.
 Siswa tidak dapat menuliskan perbedaan 3 1
jenis teks berdasarkan unsur intrinsiknya.
2. Persamaan 3 jenis teks  Siswa mampu menuliskan persamaan 3 jenis 3
teks berdasarkan unsur intrinsiknya dengan
tepat.
 Siswa menuliskan persamaan 3 jenis teks 2
berdasarkan unsur intrinsiknya dengan kurang
tepat.
 Siswa tidak dapat menuliskan persamaan 3 1
jenis teks berdasarkan unsur intrinsiknya.
3. Penentuan jenis teks  Siswa mampu menentukan 3 jenis teks dengan 4
tepat.
 Siswa mampu menentukan 2 jenis teks dengan 3
tepat.
 Siswa mampu menentukan 1 jenis teks dengan 2
tepat.
 Siswa tidak mampu menentukan jenis teks. 1

Nilai = Skor Maksimal x 10 = 10 x 10 = 100


Instrumen Penilaian
LKPD 2 MENGIDENTIFIKASI UNSUR DAN JENIS CERITA FANTASI

1. Unsur Intrinsik Cerita Fantasi


No. Unsur Intrinsik Ketepatan Jawaban Skor
 Siswa mampu menentukan tema disertai dengan bukti 4
tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa mampu menentukan tema namun belum dapat 3
menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan
1. TEMA cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan tema dan bukti 2
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan tema dan bukti 1
tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan tokoh dan penokohan disertai 5
dengan bukti tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita
yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan tokoh dan penokohan namun 4
belum dapat menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat,
sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan tokoh namun belum mampu 3
TOKOH dan
2. menentukan penokohan dengan tepat. Siswa juga belum
PENOKOHAN
mampu menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai
dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan tokoh dan penokohan 2
yang disertai bukti tekstualnya yang tepat, sesuai dengan
cerita yang didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan tokoh, penokohan dan 1
bukti tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan alur disertai dengan bukti 4
tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa mampu menentukan alur namun belum dapat 3
menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan
3. ALUR cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan alur dan bukti 2
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan alur dan bukti tekstualnya, 1
sesuai dengan cerita yang didapatnya.
4. LATAR  Siswa mampu menentukan latar dengan lengkap disertai 5
dengan bukti tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita
yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan latar dengan lengkap namun 4
belum dapat menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat,
sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan latar dengan kurang lengkap 3
disertai bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan
cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan latar dengan kurang lengkap 2
namun belum disertai bukti tekstualnya yang tepat, sesuai
dengan cerita yang didapatnya
 Siswa tidak mampu menentukan latar dan bukti 1
tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan sudut pandang disertai dengan 4
bukti tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa mampu menentukan sudut pandang namun belum 3
dapat menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai
SUDUT
5. dengan cerita yang didapatnya.
PANDANG
 Siswa belum mampu menentukan sudut pandang dan bukti 2
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan sudut pandang dan bukti 1
tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan gaya bahasa disertai dengan 4
bukti tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa mampu menentukan gaya bahasa namun belum 3
dapat menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai
6. GAYA BAHASA dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan gaya bahasa dan bukti 2
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan gaya bahasa dan bukti 1
tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan amanat disertai dengan bukti 4
tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa mampu menentukan amanat namun belum dapat 3
7. AMANAT menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan
cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan amanat dan bukti 2
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan amanat dan bukti 1
tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.

Nilai = skor maksimal x 2 = 30 x 100 = 100


3

2. Jenis Cerita Fantasi


No. Unsur Intrinsik Ketepatan Jawaban Skor
1. Berdasarkan  Siswa mampu menentukan jenis cerita fantasi berdasarkan 4
kesesuaiannya kesesuaiannya dalam kehidupan nyata disertai dengan
dalam bukti tekstual dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
kehidupan didapatnya.
nyata  Siswa mampu menentukan jenis cerita fantasi berdasarkan 3
kesesuaiannya dalam kehidupan nyata namun belum dapat
menuliskan bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan
cerita yang didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan jenis cerita fantasi 2
berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata dan
bukti tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan jenis cerita fantasi 1
berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata dan
bukti tekstualnya, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
2. Berdasarkan  Siswa mampu menentukan jenis cerita fantasi berdasarkan 4
latar cerita latar cerita disertai dengan bukti tekstual dengan tepat,
sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa mampu menentukan jenis cerita fantasi berdasarkan 3
latar cerita namun belum dapat menuliskan bukti
tekstualnya dengan tepat, sesuai dengan cerita yang
didapatnya.
 Siswa belum mampu menentukan jenis cerita fantasi 2
berdasarkan latar cerita dan bukti tekstualnya dengan
tepat, sesuai dengan cerita yang didapatnya.
 Siswa tidak mampu menentukan jenis cerita fantasi 1
berdasarkan latar cerita dan bukti tekstualnya, sesuai
dengan cerita yang didapatnya.

Nilai = skor maksimal x 5 = 8 x 100 = 100


8
EVALUASI/PENILAIAN
1. Penilaian Sikap
a. Teknik : Observasi (pengamatan)
b. Instrumen : Jurnal

Nama Sekolah : SMP Negeri 1 Karangsembung


Kelas/Semester : VII / 1
Tahun Pelajaran : 2021/2022

Bertanggung Mampu
Disiplin Konversi Catatan
No. Nama Siswa jawab bekerja sama Skor
Nilai Guru
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1.
2.
3.
4.
5. Dst.

Keterangan
Tindak lanjut diisi dengan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan terhadapsiswa
berdasarkan catatan perilaku
2. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik : Tes tulis
b. Instrumen : Pilihan Ganda
c. Soal :

Kisi-Kisi Soal :
Nomor
Kompetensi Dasar Materi Indikator Soal Bentuk Soal
Soal
3.3 Mengidentifikasi Mengidentifikasi unsur
Unsur teks Pilihan
unsur-unsur cerita cerita fantasi (Pengertian 1
cerita fantasi Ganda
narasi (cerita fantasi) teks cerita fantasi)
yang dibaca dan Mengidentifikasi unsur
Unsur teks Pilihan
didengar cerita fantasi (Ciri unsur 2
cerita fantasi Ganda
cerita fantasi)
Unsur teks Mengidentifikasi unsur Pilihan
3
cerita fantasi intrinsik cerita fantasi Ganda
Unsur teks Mengidentifikasi unsur Pilihan
4
cerita fantasi cerita fantasi Ganda
Unsur teks Mengidentifikasi unsur Pilihan
5
cerita fantasi cerita fantasi Ganda
Jenis teks cerita Mengidentifikasi jenis Pilihan
6
fantasi cerita fantasi yang dibaca Ganda
Jenis teks cerita Mengidentifikasi jenis Pilihan
7
fantasi cerita fantasi yang dibaca Ganda
Jenis teks cerita Mengidentifikasi jenis Pilihan
8
fantasi cerita fantasi yang dibaca Ganda
Jenis teks cerita Mengidentifikasi jenis Pilihan
9
fantasi cerita fantasi yang dibaca Ganda
Jenis teks cerita Mengidentifikasi jenis Pilihan
10
fantasi cerita fantasi yang dibaca Ganda

Butir Soal :
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dari pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!
1. Teks fiksi yang memiliki kekhasan dalam tema cerita berupa keajaiban adalah …
a. Teks cerpen
b. Teks fabel
c. Teks cerita fantasi
d. Teks Eksposisi

2. Berikut ini merupakan ciri unsur cerita fantasi, kecuali ….


a. Tokohnya unik, biasanya memiliki kekuatan atau mengalami peristiwa yang ajaib
b. Bersifat fiksi
c. Menggunakan latar beragam, dapat menembus dimensi ruang dan waktu
d. Peristiwa yang terjadi dalam cerita sesuai dengan kehidupan nyata.

3. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut ini untuk menjawab pertanyaan no. 3-5!

Pada suatu malam, Sekar sedang duduk di teras rumahnya yang sederhana. Sekar
menunggu Ayahnya pulang bekerja. Malam ini tidak seperti malam-malam biasanya. Langit
tampak sangat gelap. Tak ada satupun bintang, apalagi bulan yang tampak di atas sana.
Sekar tampak gelisah, Ayahnya tak kunjung datang. Dengan hati penuh cemas, Sekar
berdoa semoga Ayahnya segera pulang.

Unsur intrinsik yang dapat dianalisis dari penggalan teks di atas adalah ….
a. Tema dan tokoh
b. Tokoh dan amanat
c. Tokoh dan latar
d. Latar dan amanat

4. Latar tempat pada teks cerita fantasi tersebut adalah ….


a. Di teras rumah Sekar
b. Di kamar Sekar
c. Di sekolah
d. Di jalan

5. Pengarang dalam cerita menggunakan sudut pandang orang ke- ….


a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

6. Berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata, cerita fantasi dibedakan menjadi


dua jenis, yaitu ….
a. Cerita fantasi total dan sezaman
b. Cerita fantasi irisan dan lintas waktu
c. Cerita fantasi irisan dan sezaman
d. Cerita fantasi total dan irisan

7. Berdasarkan latar waktunya, cerita fantasi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu ….
a. Cerita fantasi total dan sezaman
b. Cerita fantasi irisan dan lintas waktu
c. Cerita fantasi sezaman dan lintas waktu
d. Cerita fantasi sezaman dan irisan

8. Cerita fantasi yang menggunakan dua latar berbeda dalam ceritanya, misalnya
menggunakan latar masa kini dan latar masa yang akan datang, disebut ….
a. Cerita fantasi total
b. Cerita fantasi sezaman
c. Cerita fantasi lintas waktu
d. Cerita fantasi irisan

9. Bacalah penggalan teks cerita fantasi berikut ini untuk menjawab pertanyaan no. 9 dan
10!

Putri Bulan melepaskan genggaman tangannya dan memberikan koin emas pada
Sekar. Ia tahu Sekar sedang membutuhkan uang untuk sekolahnya.
"Apakah ini nyata?" tanya Sekar, masih tak percaya.
"Jawabannya ada pada dirimu. Jika kamu percaya, maka ini nyata." Peri Bulan
mulai menjauh dari Sekar. Putri Bulan melambai dan tersenyum ke arah gadis yang
masih mematung. Seketika langit menjadi gelap kembali saat Putri Bulan kembali pada
dewi malam.
Sekar memejamkan matanya, berharap yang ia alami menjadi nyata.
"Sekar, sedang apa di sini? Menunggu Ayah?" tanya lelaki di hadapannya.
Sekar membuka mata. Di hadapannya sudah berdiri Ayah yang dinantinya. Saat
Sekar mengulurkan tangan untuk menyalami Ayahnya, Sekar terkejut dengan benda
yang ada dalam genggamannya. Koin emas.
Sekar tersenyum. Apa yang dialaminya malam ini bukanlah mimpi. Ini nyata,
karena Sekar percaya. ***

Berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata, penggalan cerita fantasi tersebut


tergolong jenis ….
a. Cerita fantasi sezaman
b. Cerita fantasi irisan
c. Cerita fantasi lintas waktu
d. Cerita fantasi total

10. Berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata, penggalan cerita fantasi tersebut
tergolong jenis ….
a. Cerita fantasi sezaman
b. Cerita fantasi irisan
c. Cerita fantasi lintas waktu
d. Cerita fantasi total

KUNCI JAWABAN
No. Jawaban No. Jawaban
1. C 6. D
2. D 7. C
3. C 8. C
4. A 9. B
5. C 10. A
Nilai = jumlah maksimal jawaban benar x 10 = 10 x 10 = 100

Anda mungkin juga menyukai