Procedure Text
What is procedure text? Procedure text is a text that explains, informs, or helps the
reader on how to make or use something. Procedure text adalah teks yang
memberikan instruksi, menginformasikan, atau membantu pembaca tentang
bagaimana cara untuk membuat atau melakukan sesuatu.
Biasanya, jenis teks ini diawali dengan frasa “How to…”, misalnya “How to make a
cup of tea” atau “How to operate an oven”. Procedure text banyak terdapat di
buku resep masakan dan buku petunjuk (manual book).
Purpose of Procedure Text (Tujuan Teks Prosedur)
The purpose of procedure text is to show how something is made/used/done through
sequence of steps. Tujuan procedure text adalah untuk menjelaskan bagaimana
sesuatu dibuat, dilakukan atau digunakan melalui langkah-langkah yang
berurutan.
Dengan kata lain, procedure text digunakan untuk menguraikan satu per satu
bagaimana sesuatu dapat dibuat atau dicapai. Melalui procedure text, kalian akan
lebih mudah dalam memahami dan membaca petunjuk cara melakukan sesuatu
dengan urutan yang benar.
Generic Structure of Procedure Text (Struktur Teks Prosedur)
1. Goal
Goal merupakan struktur teks prosedur yang menjelaskan maksud atau tuajuan.
2. Materials
Materials merupakan struktur teks prosedur yang menjelaskan alat dan bahan yang
dibutuhkan.
3. Steps
Struktur teks prosedur berikutnya adalah steps, yang berisi langkah-langkah atau instruksi
dalam membuat atau melakukan sesuatu.
Language Features of Procedure Text (Kaidah Kebahasaan Teks Prosedur)
Setelah mengetahui struktur yang terdapat pada procedure text, sekarang yuk pelajari
tentang kaidah kebahasaannya. Apa sajakah kaidah kebahasaan dari procedure text? Yuk kita
bahas!
1. Simple Present Tense
Procedure text harus ditulis dengan menggunakan Simple Present Tense, ya guys! Hal ini
dikarenakan dalam procedure text terdapat kalimat-kalimat perintah mengenai cara
membuat atau melakukan sesuatu.
2. Imperative Sentences (Kalimat Perintah)
Apakah yang dimaksud kalimat perintah atau imperative sentences pada procedure text?
Imperative sentence selalu diawali oleh verb 1 dari action verb atau kata kerja yang
melibatkan aktivitas fisik. Jadi, kita tidak perlu memakai subject di awal kalimatnya.
Contoh: Add 3 onions and mix it well. Kalimat ini diawali oleh verb 1, add. Tidak ada subjek
di awal kalimatnya ya.
3. Connectives (Kata Penghubung)
Kata penghubung (connectives) digunakan dalam sebuah procedure text untuk
menghubungkan langkah-langkah di dalamnya supaya daftar instruksi yang dibuat menjadi
runtut dan mudah dipahami.
Contoh: Firstly, secondly, then, after that, dan finally.
4. Adverb (Kata Keterangan)
Kata keterangan (adverb) digunakan untuk memberikan keterangan waktu. Ada 2 jenis
kata keterangan atau adverbs yang digunakan dalam procedure text, yaitu:
Adverb of time atau kata keterangan waktu yang menandakan berapa lama kita harus
melakukan sesuatu. Contoh: in 10 minutes, for 1 hour.
Adverb of manner atau keterangan cara bagaimana melakukan sesuatu.
Contoh: slowly, well, evenly.
Kinds of Procedure Text (Jenis-Jenis Teks Prosedur)
Nah, setelah mengetahui aspek yang harus ada di procedure text, sekarang kita akan
membahas jenis-jenisnya. Secara garis besar, there are two kind of procedure texts. Jadi, teks
prosedur dibagi menjadi dua jenis. Apa saja sih? Yuk, simak pembahasannya!
1. Procedure text yang menjelaskan cara mengoperasikan/menggunakan sesuatu
Contohnya seperti how to use an air fryer, how to use a dish washer, how to use a camera.
2. Procedure text yang memberikan instruksi dalam melakukan kegiatan tertentu
Contohnya seperti how to play the violin, how to create a website, dan how to make rendang.
Contoh Procedure Text