0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Pemahaman Diabetes Melitus dan Komplikasinya

laporan pendahuluan 2024

Diunggah oleh

fera azra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan6 halaman

Pemahaman Diabetes Melitus dan Komplikasinya

laporan pendahuluan 2024

Diunggah oleh

fera azra
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TINJAUAN PUSTAKA

1. Konsep penyakit
A. Pengertian
Diabetes militus (DM) merupakan kelompok penyakit gangguan
metabolisme dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena ada
kelainan sekresi urin, kerja insulin atau keduanya (ADA, 2018). Pada
umumnya banyak lansia penderita DM yang tidak mengetahui tanda dan
gejala penyakit tersebut, dikarenakan kurangnya informasi atau defisit
pengetahuan. Defisit pengetahuan adalah ketiadaan atau kurangnya
informasi kognitif yang berkaitan dengan topik tertentu. Batasan
karakteristik defisit pengetahuan dapat ditimbulkan oleh beberapa situasi
seperti, keterbatasan kognitif, gangguan fungsi kognitif, kekeliruan
mengikuti anjuran, kurang terpapar informasi, kurang minat dalam
belajar, kurang mampu mengingat, dan ketidaktahuan menemukan
sumber informasi (SDKI, 2017).

B. Etiologi
Umumnya diabetes melitus disebabkan oleh rusaknya sebagian kecil
atau besar dari sel–sel beta dari pulau Langerhans pada pankreas yang
menghasilkan insulin,akibatnya terjadi kekurangan insulin. Disamping Itu
ada beberapa faktor lain penyebab penyakit diabetes melitus, antara lain :

1) Pola makan Makan secara berlebihan dan melebihi jumlah kadar


kalori serta tidak diimbangi dengan sekresi insulin dalam jumlah
yang memadai, yang dibutuhkan oleh tubuh dapat memicu timbulnya
diabetes melitus.
2) Obesitas(kegemukan) Orang gemuk dengan berat badan lebih dari 90
kg cenderung memiliki peluang untuk terkena penyakit diabetes
melitus.

1
3) Faktor genetik Diabetes melitus dapat di wariskan dari orang tua
kepada anak. Gen penyebab diabetes melitus akan dibawa oleh anak
jika orang tuanya menderita diabetes melitus, pewaris gen ini dapat
sampai kecucunya bahkan cicitnya walaupun kemungkinan kecil
terjadi.
4) Pola hidup Pola hidup juga sangat mempengaruhi faktor penyebab
diabetes melitus, jika orang malas berolahraga memiliki resiko lebih
tinggi untuk terkena penyakit diabetes melitus karena olahraga
berfungsi untuk membakar kalori yang berlebihan di dalam tubuh.
Kalori yang tertimbun di dalam tubuh merupakan faktor utama
penyebab diabetes melitus.
5) Kehamilan diabetes gestasional ,akan hilang setelah melahirkan.
6) Bahan kimia yang dapat mengiritasi pankreas yang menyebabkan
radang pankreas yang berakibat fungsi pankreas menurun sehingga
ada sekresi hormon untuk proses metabolisme tubuh termasuk
insulin. Segala jenis residu obat dalam waktu yang lama dapat
mengiritasi pankreas.
7) Penyakit dan infeksi pada pankreas Infeksi mikro organisme dan
virus pada pankreas juga dapat menyebabkan radang pankreas yang
berakibat fungsi pankreas turun sehingga tidak ada sekresi hormon
untuk proses metabolisme tubuh (Hasdiana, 2012).

C. Klasifikasi Diabetes Mellitus


Klasifikasi diabetes melitus sebagai berikut :
1) Tipe 1 : Diabetes Mellitus tergantung pada insulin (IDDM) Diabetes
melitus yang disebut juga insulin dependent yaitu tubuh tergantung
pada insulin karena tubuh tidak dapat menghasilkan insulin yang
disebabkan oleh masalah genetik, virus atau penyakit autoimun.
2) Tipe 2 : Diabetes Mellitus tidak tergantung pada insulin (NIDDM)
Diabetes yang membutuhkan insulin sementara atau seterusnya yang

2
disebabkan oleh resistensi insulin, kekurangan insulin atau karena
gangguan sekresi dan obesitas, usia maupun riwayat keluarga.
Resistensi insulin adalah banyaknya jumlah insulin yang tidak
berfungsi karena terhambat nya produksi glukosa oleh hati.
3) Diabetes Mellitus yang berhubungan dengan keadaan atau sindrom.
4) Diabetes Mellitus Gestasional/Kehamilan (GDM). Diabetes melitus
yang terjadi hanya selama kehamilan dan akan pulih setelah
melahirkan, dengan keterlibatan interleukin dan protein reaktif pada
lintasan patogenesisnya (Padila, 2012).

D. Patofisiologi
Diabetes militus (DM) merupakan kelompok penyakit gangguan
metabolisme dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena ada
kelainan sekresi urin, kerja insulin atau keduanya (ADA, 2018). Glukosa
secara normal bersirkulasi dalam jumlah tertentu dalam darah dan
sangat dibutuhkan untuk kebutuhan sel dan jariangan. Glukosa dibentuk
di hati dari makanan yang dikonsumsi. Makanan sebagian yang masuk
diguanakan untuk kebutuhan energi dan sebagian lagi disimpan dalam
bentuk glikogen hati dan jaringan lainnya dengan bantuan insulin. Insulin
merupakan hormon yang diproduksi oleh sel beta pulau langerhans
pankreas yang kemudian produksinya masuk kedalam darah dengan
jumlah sedikit kemudian meningkat jika ada makanan yang masuk. Pada
orang dewasa rata-rata diproduksi 40-50 unit, untuk mempertahankan
glukosa darah tetap stabil antara70-120mg/dl (Tarwonto, 2012).
Pada diabetes tipe 2 masalah utama adalah berhubungan resistensi
insulin dan gangguan sekresi insulin. Resistensi insulin menunjukan
penurunan sensitifitas jariangan pada insulin. Normalnya insulin
mengikat reseptor khusus pada permukaan sel dan mengawali rangkaian
reaksi meliputi metabolisme glukosa. Pada Diabetes Mellitus tipe 2 reaksi
intra seluler dikurangi, sehingga menyebabkan efektivitas insulin

3
menurun dalam menstimulasi penyerapan glukosa oleh jaringan dan
pada pengaturan pembebasan oleh hati. Mekanisme yang pasti menjadi
penyebab utama resistensi insulin dan gangguan sekresi insulin pada
Diabetes Mellitus tipe 2 tidak diketahui, meskipun faktor genetik
berperan pertama (Tarwonto, 2012).

E. Manifestasi klinis
Adanya penyakit diabetes melitus ini sering kali tidak dirasakan dan disadari oleh
penderita beberapa keluhan dan gejala yang perlu dapat perhatian adalah :
1) Gejala akut
a) Banyak kencing (poliuria) Karna sifatnya, kadar glukosa darah yang tinggi
akan menyebabkan sering kencing dengan jumblah yang banyak terutama
pada malam hari.
b) Banyak minum (polydipsia) Rasa haus sering dialami penderita karena
banyaknya cairan yang melalui kencing. Untuk menghilangkan rasa haus itu
penderita banyak minum.
c) Banyak makan (polifgia) Rasa lapar yang semakin besar sering timbul pada
penderita diabetes melitus karena renspasi mengalami keseimbangan kalori
negatif, sehingga timbul rasa lapar.
d) Penurunan berat badan dan rasa lemah, mengantuk
2) Gejala kronis
a) Gangguan penglihatan, beru pandangan yang kabur dan menyebabkan
sering ganti kacamata.
b) Gangguan saraf tepi berupa kesemutan, terutama pada malam hari sering
terasa sakit dan rasa kesemutan dikaki.
c) Rasa tebal pada kulit, yang menyebabkan penderita lupa memakai sandal
dan sepatunya.
d) Gangguan fungsi seksual dapat berupa gangguan ereksi, impoten yang
disebabkan gangguan pada saraf bukan karena gangguan pada kekurangan
hormone seks (testosterone) Keputihan. Pada penderita wanita, keputihan

4
dan gatal sering dirasakan, hal ini disebabkan daya tahan tubuh penderita
menurun (Suiraoka, 2012).

F. Komplikasi
Komplikasi pada penyakit diabetes melitus dapat dibagi menjadi dua yaitu:
1) Komplikasi akut
a) Koma hiperglikemia disebabkan kadar gula sangat tinggi biasanya terjadi
Diabetes Mellitus tidak tergantung pada insulin.
b) Ketoasi atau keracunan zat keton sebagai hasil metabolisme lemak dan
protein terutama terjadi pada Diabetes Mellitus tergantung pada insulin.
c) Koma hipoglikemia akibat terapi insulin yang berlebihan atau tidak
terkontrol
2) Komplikasi kronis Mikroangiopati (kerusakanpadasaraf-sarafperifer) pada organ-
organ yang mempunyai pembuluh darah kecil sehingga pada : Retinopati
diabetic (kerusakansarafretinadimata) sehingga menyebabkan kebutaan.
a) Neuropati diabetika (kerusakansaraf-sarafperifer) gangguan sensori pada
organ tubuh. mengakibatkan
b) Nefropati diabetika (kelainan atau kerusakan pada ginjal) dapat
menyebabkan gagal ginjal
c) Kelainan pada jantung dan pembuluh darah seperti miokard infark maupun
gangguan fungsi jantung karena arterieskelosis
d) Penyakit vaskuler perifer.
e) Gangguan system pembuluh darah otak atau stroke.

G. Pemeriksaan penunjang
Untuk menentukan penyakit diabetes melitus, tanda dan gejala yang dialami
pasien juga penting adalah dilakukan test diagnostik diantaranya :
1) Pemeriksaan gula darah puasa Tujuan : menentukan jumlah glukosa darah pada
saat puasa. Pembatasan : tidak makan selama 12 jam sebelum test biasanya jam
08.00 pagi sampai jam 20.00, minum boleh. Prosedur : darah diambil dari vena

5
dan kirim ke laboratorium. Hasil : Normal:80-120 mg/ 100 ml serum Abnormal :
140mg/100ml atau lebih
2) Pemeriksaan gula darah posprandial Tujuan : menentukan gula darah setelah
makan Pembatasan : tidak ada 16 Prosedur : pasien diberimakan kira–kira 100 gr
karbohidrat, dua jam kemudian diambil darah vena nya. Hasil Normal : kurang
dari 120mg/100ml serum Abnormal : lebih dari 200mg/dl atau Lebih
3) Pemeriksaan glukosa urine Pemeriksaan ini kurang akurat karena hasil
pemeriksaan ini banyak dipengaruhi oleh berbagai hal misalnya karena obat-
obatan seperti aspirin, vitamin C dan beberapa antibiotic, adanya kelainan ginjal
Dan pada lansia dimana ambang ginjal meningkat adanya glukosuriame
nunjukkan bahwa ambang terhadap glukosa terganggu.
4) Pemeriksaan ketone urine Badan ketone merupakan produk sampingan proses
pemecahan lemak, dan senyawa ini akan menumpuk pada darah dan urine.
Jumlah keton yang besar pada urine akan merubah pereaksi pada strip menjadi
keunguan adanya ketonuria menunjukkan adanya ketoasidosis.

H. Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Tujuan penatalaksanaan pasien diabetes melitus adalah :
a. Menormalkan fungsi dari insulin dan menurunkan kadar glukosa darah.
b. Mencegah komplikasi vaskuler dan neuropati.
c. Mencegah terjadinya hipoglikemia dan ketoasidosis.
Prinsip penatalaksanaan pasien diabetes melitus adalah mengontrol gula darah
dalam rentang normal. Untuk mengontrol gula darah ada lima faktor penting yang
harus diperhatikan yaitu :
a) Asupan makanan atau managemen diet Perhimpunan diabetes Amerika dan
persatuan Diet etik Amerika Merekomendasikan 50-60% kalori yang berasal dari
karbohidrat 60-70% ,Protein 12-20%, Lemak 20-30%
b) Latihan fisik Latihan dengan cara melawan tahan dapat menambah laju
metabolisme istirahat, menurunkan berat badan dan menyegarkan tubuh.
c) Obat-obatan penurunan gula darah. Terapi Tablet OAD (OralAntibiotik)
diantaranya Sulfanilurea, Biguanida, Insulin (Tarwonto, 2012).

Anda mungkin juga menyukai