0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan27 halaman

Metode Penelitian Kuantitatif Hipertensi

Diunggah oleh

Edward Gumay
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
6 tayangan27 halaman

Metode Penelitian Kuantitatif Hipertensi

Diunggah oleh

Edward Gumay
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi ekperimental

dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian

dilakukan dengan membuat dua kelompok yang dipilih secara acak,

kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal. Kelompok

eksperimental diberi perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak.

Kemudian dilakukan posttest pada dua kelompok tersebut.

Tabel 3.1 Desain penelitian


Responden Pretest Intervensi Posttest

Intervensi A1 X1 A2

Kontrol B1 X2 B2

Keterangan :

Intervensi : Responden diberi Penyuluhan menggunakan media

booklet

Kontrol : Responden diberi motivasi secara lisan

A1 : Skor MMAS-8 kelompok intervensi sebelum

diberikan perlakuan (pretest)

B1 : Skor MMAS-8 kelompok kontrol sebelum diberikan

perlakuan (pretest)

53
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
54

A2 : Skor MMAS-8 kelompok intervensi setelah

diberikan perlakuan (posttest)

B2 : Skor MMAS-8 kelompok kontrol setelah diberikan

perlakuan (posttest)

X1 : Diberikan Penyuluhan menggunakan media booklet

X2 : Diberikan motivasi secara lisan

B. Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa

Hipertensi tanpa komplikasi. Pada kelompok intervensi di puskesmas

jetis 2 dengan jumlah kunjungan pada bulan September sebanyak 50

pasien, bulan Oktober sebanyak 54 pasien, dan bulan November 2021

sebanyak 46 pasien. Kemudian diambil rata-rata jumlah kunjungan

dalam 3 bulan terakhir ini sebanyak 50 Pasien. Subjek pada penelitian

ini 50 pasien, sehingga peneliti menggunakan penentuan besar sampel

dengan perhitungan total sampel sehingga sampel yang diambil

sebanyak 50 pasien. Untuk menghindari bias, kelompok kontrol

diberikan di puskesmas lain yaitu puskesmas jetis 1 dengan mengambil

jumlah sampel setengah dari kelompok kontrol yaitu 25 responden.

Penentuan jumlah kelompok kontrol ini dengan melakukan

matching, yaitu memilih kontrol dengan karkteristik yang sama dengan

kelompok intervensi. Teknik ini mempunyai keuntungan yakni jumlah

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


55

subyek yang diperlukan lebih sedikit daripada kelompok intervensi.

(Puspitasari, 2015).

2. Sampel

Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan non-

probability sampling dengan Teknik accidental sampling dimana

teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, sehingga peneliti bisa

mengambil sampel pada siapa saja yang ditemui tanpa perencanaan

sebelumnya (Sugiyono, 2019).

Kriteria jumlah sampel sebagai berikut :

a. Kriteria inklusi

1) Pasien usia 26- 74 tahun.

2) Pasien yang menjadi bagian dari pasien prolanis di puskesmas

jetis II

3) Pasien yang telah menjalani pengobatan selama lebih dari 6

bulan

b. Kriteria eksklusi

1) Pasien hipertensi dengan komplikasi DM, jantung, stroke

2) Pasien tidak dapat membaca dan menulis

3) Pasien yang tidak menyelesaikan kuisioner

4) Pasien dengan keterbatasan aktivitas fisik

C. Waktu dan Tempat

1. Waktu

Penelitian ini dilakukan pada bulan 3-16 Maret 2022

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


56

2. Tempat

Penelitian ini dilakukan di ruang prolanis Puskesmas Jetis II dan

Puskesmas Jetis I yang berlokasi di Kecamatan Jetis, kabupaten Bantul,

DI Yogyakarta.

D. Variabel Penelitian atau Aspek-aspek yang diteliti/diamati

1. Variabel Bebas (Variable Independent)

Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Penyuluhan

dengan media booklet.

2. Variabel Terikat (Variable Dependent)

Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Pengetahuan

dan kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi.

3. Variabel Pengganggu

Pada penelitian ini yang menjadi variabel pengganggu yaitu

karakteristik pasien hipertensi (usia, Pendidikan, dan jenis kelamin)

E. Definisi Operasional Variabel Penelitian

Tabel 3.2 Definisi Operasional

No Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala


Operasional ukur
1. Variabel Penyuluhan SAP Mengikuti kegiatan Nominal
bebas : secara lisan Pendidikan sesuai SAP.
Penyuluhan kemudian Kesehatan Reponden diberi
dengan responden Penyuluhan melalui
media diberikan media lisan kemudian
booklet. booklet. diberikan booklet.
Nilai 1 : diberikan
media booklet

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


57

Nilai 2 : tidak
diberikan media
booklet

2. Variabel Pengukuran Kuisioner Responden mengisi Ordinal


terikat : seberapa aspek kuisioner kognitif
Pengetahua pemahaman kognitif dengan penilaian:
n responden terkait yang terdiri 1. Baik ( benar >
penyuluhan yang dari 10 75%)
diberikan. pertanyaan. 2. Cukup ( benar
56-74 % )
3. Kurang ( benar <
55 %)
3. Variabel Perilaku Kuisioner Responden mengisi Ordinal
terikat: responden yang Morisky kuisioner Morisky
Kepatuhan ditunjukan dengan Medication Medication
Minum : Adherence Adherence Scale
Obat pada [Link] Scale (MMAS -8) Terdiri
penderita konsumsi obat (MMAS -8) dari 8 pertanyaan
hipertensi. dalam 2 minggu Terdiri dari Dengan hasil :
secara terus- 8 - Kepatuhan
menerus. pertanyaan rendah :
nilai < 6
(jika responden
[Link] mampu menjawab
responden dalam pernyataan secara
menjawab 8 benar sebanyak < 6
pertanyaan baik butir dari 8 butir
secara mandiri pertannyaan.
atau terpandu.
- Kepatuhan
sedang :
nilai 6-7
jika ( responden
mampu menjawab
pernyataan secara
benar sebanyak 6-7
butir dari 8 butir
pertannyaan)

- Kepatuhan
tinggi : nilai
8

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


58

(jika responden
mampu menjawab
semua pernyataan
sebanyak 8 butir
secara benar)

F. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data

1. Data Primer

Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil Kuisioner MMAS-8

yang dibagikan secara langsung kepada penderita hipertensi dengan

lama pengobatan 6 bulan dan tanpa komplikasi. Selain itu, kuisioner

aspek kognitif juga diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan pada

penderita hipertensi.

Tabel 3.3 Kuisioner MMAS-8

No Item MMAS-8 Ya Tidak


1 Apakah terkadang anda lupa meminum 0 1
obat antihipertensi?
2 Pikirkan selama dua minggu terakhir, 0 1
apakah ada hari dimana anda tidak
meminum obat antihipertensi?
3 Apakah anda pernah mengurangi atau 0 1
menghentikan pengobatan tanpa
memmberi tahu dokter karena saat
minumobat tersebut anda merasa lebih
enak badan?
4 Saat sedang bepergian, apakah anda 0 1
terkadang lupa membawa obat
antihipertensi?
5 Apakah anda meminum obat 1 0
antihipertensi anda kemarin?
6 Saat anda merasa tekanan darah anda 0 1
terkontrol, apakah anda pernah
menghentikan pengobatan anda?

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


59

7 Apakah anda pernah merasa 0 1


terganggu/jenuh dengan jadwal minum
obat rutin anda?
8 Seberapa sulit anda mengingat meminum
semua obat anda?

a. Tidak pernah atau jarang 1


sekali
b. Sesekali 0
c. Kadang-kadang 0
d. Biasa 0
e. Selalu 0

Tabel 3.4 Kuisioner Aspek Kognitif

No Pernyataan Benar Salah


1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi 1 0
yaitu peningkatan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90
mmHg.
2. Umur, Jenis kelamin, keturunan 1 0
termasuk faktor risiko yang tidak
dapat diubah.

3. Merokok merupakan perilaku yang 1 0


tidak sehat dari penderita hipertensi

4. Salah satu penyebab hipertensi yaitu 1 0


malas berolahraga
5. Berat badan obesitas merupakan 1 0
penyebab hipertensi
6. Mata merah merupakan tanda dan 0 1
gejala hipertensi
7. Semua penderita hipertensi pasti 0 1
merasakan keluhan
8. Komplikasi hipertensi akan muncul 0 1
jika kita rajin mengontrol tekanan
darah
9. Dalam memasak sebaiknya 1 0
menggunakan mentega

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


60

10. konsumsi garam minimal 5 sendok 0 1


teh perhari

2. Data Sekunder

Data sekunder merupakan pendukung untuk melengkapi data

primer dan merupakan data yang diperoleh bukan dari responden yang

akan diteliti akan tetapi dari sumber lain. Data dalam penelitian ini

diperoleh dari hasil wawancara secara langsung kepada programmer

pemegang prolanis di Puskesmas Jetis II. Data yang diperoleh yaitu

tentang jumlah anggota prolanis yang melakukan kunjungan dalam 1

bulan, program prolanis yang telah terlaksana, media yang digunakan

untuk penyuluhan, dan kepatuhan kontrol penderita hipertensi dalam

melakukan pengobatan. Data sekunder lain yang diambil oleh peneliti

antara lain:

Tabel 3.5 Data Sekunder

No Data Sumber
1. Pravelensi hipertensi di Indonesia Buku Laporan Riskesdas Nasional
2. Pravelensi hipertensi di Provinsi Buku profil Kesehatan DIY tahun
Daerah Istimewa Yogyakarta 2019, Dinas Kesehatan DIY tahun
2020
3. Pravelensi hipertensi di kabupaten Dinas Kesehatan Bantul
Bantul
4. Jumlah kunjungan kasus hipertensi di Dinas Kesehatan Bantul
puskesmas Bantul
5. Jumlah kunjungan pasien hipertensi di Laporan dari Puskesmas Jetis II
puskesmas jetis II

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


61

G. Alat Ukur/Instrumen dan Bahan Penelitian

1. Alat ukur/Instrumen

a. Kepatuhan

Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah kuesioner

kepatuhan minum obat (MMAS-8). Kuesioner MMAS-8 adalah nilai

kepatuhan mengkonsumsi obat dengan 8 skala untuk mengukur

kepatuhan penggunaan obat dengan rentang nilai 0 sampai 8. Kategori

respon terdiri dari “ya” dan “tidak”. Pada kuisioner ini terdiri dari 8

pernyataan yang dikategorikan menjadi 3 tingkat kepatuhan obat antara

lain:

1) Kepatuhan tinggi apabila nilai 8

2) Kepatuhan sedang apabila nilai 6-7

3) Kepatuhan rendah apabila nilai <6

b. Aspek Kognitif

Kuisioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan penderita

hipertensi ini terdiri dari 10 pernyataan yang dibagi menjadi 6 item

favorable dan 4 item unfavorable. Tersedia kolom “benar” dan “salah”

yang mana penderita hipertensi memilih pernyataan yang tepat dengan

cara mengisi tanda cheklist ( v). Skor penilaian antara lain :

1) Pengetahuan tinggi : nilai > 75 %

2) Pengetahuan cukup : nilai 56 – 74 %

3) Pengetahuan rendah : nilai < 55 %

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


62

2. Bahan Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan media booklet dalam

penyampaian materi tentang Hipertensi untuk kelompok Intervensi

kemudian dibekali booklet untuk dibawa pulang. Booklet sebagai

produk dari penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan sehingga

kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi meningkat. Booklet

yang terdiri dari kurang dari 24 halaman ini berisi materi tentang

pengertian hipertensi, faktor risiko hipertensi, penyebab hipertensi,

tanda dan gejala hipertensi, pengobatan hipertensi, diet hipertensi,

pencegahan hipertensi, dan tabel kontrol hipertensi.

H. Uji Validitas dan Reliabilitas

Prinsip validitas adalah pengukuran dan pengamatan yang

mencakup asas instrumen kewajaran dalam pengumpulan data. Instrumen

harus mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Nursalam, 2017).

Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan

ketika fakta atau fakta kehidupan diukur atau diamati berkali-kali pada

waktu yang berbeda. Alat dan metode mengukur atau mengamati keduanya

memainkan peran penting pada saat yang sama (Nursalam, 2017).

1. Kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8)

Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner

Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) versi Indonesia yang telah

diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


63

terhadap sebanyak tiga puluh responden dengan hasil valid untuk setiap

item pertanyaan (r>0,45) dengan nilai cronbach's alpha sebesar 0,764.

Kuisioner MMAS-8 ini terdiri dari 8 item pertanyaan. Hasil kepatuhan

kategori ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kepatuhan rendah (skor <6),

kepatuhan sedang (skor 6-7), dan kepatuhan tinggi (skor 8). Data kemudian

dianalisis dengan Chi-Square dan Kruskal-Walls menggunakan SPSS versi

20.0 dengan nilai signifikansi p<0,05. Penelitian ini telah disetujui oleh

Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas

Padjadjaran dengan 653/UN6.C.10/PN/2017) (Sinuraya et al., 2018).

2. Pengukuran Pengetahuan (Aspek Kognitif)

Pengetahuan dapat diukur dengan melakukan tes wawancara dan

angket, dimana tes tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan

dengan materi yang akan diukur dari subjek penelitian (Notoatmodjo,

2012).

Pada penelitian ini pengukuran uji reliabilitas menggunakan Alpha

Cronbach dengan taraf kepercayaan 95%. Suatu kuisioner dapat dikatakan

reliabel jika memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar > 0,6 (Budiman, 2014).

Pada penelitian ini dilakukan uji coba di Puskesmas Bantul 2 dengan jumlah

10 responden. Kuisioner dan booklet dibagikan secara langsung kepada

penderita hipertensi yang datang untuk kontrol. Kemudian diberikan

kuisioner aspek kognitif dan diolah menggunakan computerized.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


64

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap sebanyak 10

responden dengan hasil valid untuk setiap item pertanyaan (r>0,63) dengan

nilai cronbach's alpha sebesar 0,91. Data kemudian dianalisis dengan Chi-

Square dan Kruskal-Walls menggunakan Computerized dengan nilai

signifikansi p<0,05. Dengan hasil ini kuisioner layak untuk digunakan

dalam penelitian.

Pengukuran tingkat pengetahuan seseorang dapat dikategorikan

sebagai berikut:

d. Tingkat pengetahuan dikatakan baik jika responden mampu

menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar sebesar

> 75% dari seluruh pernyataan dalam kuisioner

e. Tingkat pengetahuan dikatakan cukup jika responden

mampu menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar

sebesar 56 – 74 % dari seluruh pernyataan dalam kuisioner

f. Tingkat pengetahuan dikatakan kurang jika responden

mampu menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar

sebesar < 55% dari seluruh pernyataan dalam kuisioner.

(Budiman, 2014)

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


65

3. Booklet

a. Ahli Materi

Ahli materi minimal memiliki pendidikan sarjana S2 (strata

2) bidang Keperawatan Medikal Bedah yang berasal dari dosen

serta memiliki pengalaman luas tentang Hipertensi. Adapun ahli

materi dalam penelitian ini dipilih seorang dosen jurusan

Keperawatan yaitu Bapak Abdul Majid, [Link], Ners. [Link] yang

expert dalam materi Keperawatan Medikal Bedah khususnya

Hipertensi. Ahli materi memberikan komentar dan saran secara

umum terhadap materi pembelajaran yang ada dalam booklet.

Tabel 3.6 instrumen uji Validitas oleh ahli Materi

No Aspek yang dinilai Penilaian Komentar


1 2 3 4 5
1 Ketepatan pemilihan materi
2 Kejeasan isi materi
3 Kejelasan urutan materi
4 Kemenarikan materi
5 Kemudahan pemahaman materi
Keterangan :

1 = Sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas

2 = Kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas

3 = Cukup baik/ cukup tepat/ cukup jelas

4 = Baik/ tepat/ jelas

5 = Sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


66

Pada penelitian ini media booklet sudah diuji oleh ahli materi

dengan revisi 1 kali dan sudah diperbaiki. Kemudian ahli materi

menyimpulkan media layak digunakan dengan perbaikan sesuai

saran.

b. Ahli Media

Ahli media minimal memiliki pendidikan sarjana S2 (strata

2) yang berasal dari dosen dan memiliki pengalaman serta keahlian

dalam perancangan maupun pengembangan desain media

pembelajaran. Adapun ahli media dalam penelitian ini dipilih

seorang dosen Jurusan Keperawatan yaitu Ibu Dr. Yustiana Olfah,

[Link], [Link] yang expert dalam bidang desain media

pembelajaran. Ahli media memberikan komentar dan saran secara

umum terhadap materi pembelajaran yang ada dalam booklet.

(Paulo, 2019)

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


67

Tabel 3.7 instrumen validitas booklet oleh ahli media

No Aspek yang dinilai Penilaian Komentar


1 2 3 4 5
1 Ketepatan tampilan design
2 Ketepatan pemilihan warna
(background)
3 Kesesuaian warna dan
background
4 Kesesuaian pemilihan gambar
5 Kejelasan kalimat
6 Kemenarikan tulisan
7 Kemenarikan gambar
8 Kejelasan ukuran tulisan
9 Kejelasan ukuran gambar
10 Ketepatan tulisan dengan
gambar

Keterangan :

1 = Sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas

2 = Kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas

3 = Cukup baik/ cukup tepat/ cukup jelas

4 = Baik/ tepat/ jelas

5 = Sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas

Pada penelitian ini media booklet sudah diuji oleh ahli media

dengan revisi 3 kali dan sudah diperbaiki. Kemudian ahli media

menyimpulkan media layak digunakan dengan perbaikan sesuai

saran.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


68

I. Prosedur Penelitian

1. Tahap Persiapan

Setelah proposal penelitian sudah diajukan ke dosen

pembimbing maupun dosen penguji dan dinyatakan lulus. Selanjutnya

persiapan penelitian dimulai dengan mengurus surat pengantar

permohonan izin dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Setelah

mendapatkan surat layak etik yang diterbitkan oleh Komite Etik

Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta

dengan no. e-KEPK/POLKESYO/0185/II/2022. Kemudian

mengajukan surat pengantar tersebut ke Dinas Kesehatan Bantul untuk

dibuatkan surat permohonan izin penelitian. Dan tahap persiapan

terakhir yaitu menyerahkan surat izin penelitian tersebut ke bagian

diklat Puskesmas Jetis II dan Puskesmas Jetis I.

2. Tahap Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan setelah proses perizinan penelitian telah

selesai. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jetis I dan Puskesmas

jetis II yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta.

a. Kelompok intervensi

Kelompok intervensi pada penelitian ini yaitu pasien

hipertensi di puskesmas jetis II. Peneliti menyampaikan maksud

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


69

dan tujuan penelitian kepada programmer prolanis di puskesmas

jetis II. Peneliti melakukan pengambilan sampel dengan

menghitung rata-rata jumlah kunjungan dalam 3 bulan terakhir

saat melakukan studi pendahuluan yaitu bulan September,

oktober, November dengan banyak 50 responden. Penelitian

dimulai tanggal 8 maret 2022 sampai terkumpulnya 50

responden dan berakhir tanggal 15 maret 2022. Penelitian

dilaksanakan setiap hari selama 7 hari dimulai pukul 07.00-

11.30 WIB. Rata-rata kunjungan pasien hipertensi tanpa

komplikasi perharinya tidak sampai 10 responden. Penelitian

dilakukan di ruang tunggu prolanis puskesmas jetis II. Pada

kelompok ini dilakukan penyuluhan menggunakan media

booklet yang dilakukan secara individu.

Alur pada pelaksanaan penelitian ini yaitu setelah responden

dilakukan pemeriksaan TTV dan masuk ke ruang pemeriksaan,

kemudian responden Kembali ke ruang tunggu untuk diberikan

penyuluhan. Sebelum melakukan Penyuluhan, peneliti

menyampaikan maksud dan tujuan penelitian serta memberikan

lembar persetujuan untuk responden dan mengisi daftar hadir.

Peneliti melakukan pre test dengan memberikan lembar

kuisioner dengan dibantu mengisikan dan ada juga yang mandiri

yang diberi waktu selama 5 menit. Setelah responden mengisi

kuisioner, kemudian dilakukan penyuluhan Kesehatan dengan

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


70

menggunakan media booklet yang berlangsung selama 10 menit.

Setelah itu booklet diberikan kepada responden untuk dibawa

pulang dan diberi kuisioner post test untuk di isi di rumah.

Kuisioner dikumpulkan setelah 2 minggu pelaksanaan

penyuluhan, kemudian kuisioner dikumpulkan dengan cara di

foto dan dikirimkan melalui whatsapp ke nomor peneliti yang

sudah dicantumkan di lembar kuisioner. Bagi responden yang

ada kendala dalam pengumpulan kuisioner, dapat dikumpulkan

secara langsung saat kontrol rutin bulan selanjutnya dan

dititipkan kepada petugas Kesehatan yang ada di ruang prolanis.

Responden yang telah bersedia mengisi kuisioner diberi

souvenir.

b. Kelompok kontrol

Kelompok kontrol pada penelitian ini yaitu pasien hipertensi

tanpa komplikasi di puskesmas jetis I. Peneliti menyampaikan

maksud dan tujuan penelitian kepada programmer prolanis di

puskesmas jetis I. Peneliti melakukan pengambilan sampel

dengan menghitung rata-rata jumlah kunjungan dalam 3 bulan

terakhir saat melakukan studi pendahuluan yaitu bulan

September, oktober, November dengan banyak 25 responden.

Penelitian dimulai tanggal 4 maret 2022 sampai terkumpulnya

25 responden dan berakhir tanggal 7 maret 2022. Penelitian

dilaksanakan setiap hari selama 3 hari dimulai pukul 07.00-

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


71

11.30 WIB. Rata-rata kunjungan pasien hipertensi tanpa

komplikasi perharinya tidak sampai 10 responden. Penelitian

dilakukan di ruang pemeriksaan prolanis puskesmas jetis I. Pada

kelompok ini dilakukan penyuluhan tanpa menggunakan media

booklet yang dilakukan secara individu.

Alur pada pelaksanaan penelitian ini yaitu setelah responden

dilakukan pemeriksaan TTV dan masuk ke ruang pemeriksaan,

kemudian responden ke meja penyuluhan untuk diberikan

penyuluhan. Sebelum melakukan Penyuluhan, peneliti

menyampaikan maksud dan tujuan penelitian serta memberikan

lembar persetujuan untuk responden dan mengisi daftar hadir.

Peneliti melakukan pre test dengan memberikan lembar

kuisioner dengan dibantu mengisikan dan ada juga yang mandiri

yang diberi waktu selama 5 menit. Setelah responden mengisi

kuisioner, kemudian dilakukan penyuluhan Kesehatan tanpa

menggunakan media booklet yang berlangsung selama 10 menit.

Pada kelompok kontrol, responden tidak dibekali untuk dibawa

pulang namun hanya diberi kuisioner post test untuk di isi di

rumah. Kuisioner dikumpulkan setelah 2 minggu pelaksanaan

penyuluhan, kemudian kuisioner dikumpulkan dengan cara di

foto dan dikirimkan ke nomor peneliti melalui whatsapp yang

sudah dicantumkan di lembar kuisioner. Bagi responden yang

ada kendala dalam pengumpulan kuisioner, dapat dikumpulkan

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


72

secara langsung saat kontrol rutin bulan selanjutnya dan

dititipkan kepada petugas Kesehatan yang ada di ruang prolanis.

Responden yang telah bersedia mengisi kuisioner diberi

souvenir.

J. Manajemen Data

1. Pengolahan Data

Pengolahan data penelitian ini menggunakan program komputer dengan

Langkah sebagai berikut:

a. Editing/memeriksa

Hasil wawancara, atau observasi dari lapangan harus diedit terlebih

dahulu. Editing umum dilakukan untuk memeriksa dan

memperbaiki formulir atau kuesioner tersebut :

1) Apakah lengkap, dalam arti semua pertanyaan sudah terisi

2) Apakah jawaban atau tulisan masing-masing pertanyaan cukup

jelas atau terbaca

3) Apakah jawabannya relevan dengan pertanyaannya.

4) Apakah jawaban-jawaban pertanyaan konsisten dengan jawaban

pertanyaan yang lainnya.

b. Coding

Setelah semua kuisioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan

peng”kodean” atau “coding”, yakni mengubah data berbentuk

kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.

1) Variabel bebas

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


73

1 : Baik ( benar > 75%)

2 : Cukup ( benar 56-74 % )

3 : Kurang ( benar < 55 %)

2) Variabel terikat

1 : nilai < 6

2 : nilai 6-7

3 : nilai 8

3) Variabel pengganggu

a) Usia

1 : 30 – 43 tahun

2 : 44 – 57 tahun

3 : 58 – 71 tahun

b) Pendidikan

1 : SD

2 : SMP

2 : SMA/SMK

3 : Pendidikan Tinggi (D1-S2)

c) Jenis Kelamin

1 : Laki-laki

2 : Perempuan

c. Memasukkan data (data entry) atau processing

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


74

Memasukkan Data, yaitu jawaban dari setiap responden yang berupa

“kode” (angka atau huruf) yang dimasukkan ke dalam program

komputer atau “software”.

d. Pembersihan data ( Cleaning )

Jika semua data berasal dari masing-masing sumber data atau

dimasukkan oleh responden maka perlu dilakukan pengecekan

kembali untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan kode,

ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan koreksi.

Proses ini disebut kerusakan data (data cleaning). Adapun cara

membersihkan data sebagai berikut:

1) Mengetahui missing data (data yang hilang)

Untuk mengetahui data yang hilang (missing) dapat dilakukan

dengan membuat distribusi frekuensi masing-masing variabel.

2) Mengetahui variasi data :

Dengan melihat variasi data, dapat mendeteksi apakah data yang

dimasukkan benar atau salah. Cara mendeteksinya dengan

membuat distribusi masing-masing variabel.

3) Mengetahui konsistensi data:

Cara untuk mengetahui adanya ketidakkonsistenisan data dapat

dilakukan dengan menghubungkan dua variabel. (Notoatmodjo,

2018)

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


75

e. Tabulating

Yakni membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian

atau yang diinginkan oleh peneliti.

2. Analisa data

a. Analisis Univariat

Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau

menggambarkan karakteristik masing-masing variabel penelitian

(Notoatmodjo, 2018). Analisis univariat adalah dengan

menganalisis secara deskriptif variabel-variabel yang ada, dengan

menghitung distribusi frekuensi dan rasio untuk mengetahui

karakteristik responden.

Pada penelitian ini, analisis univariat dilakukan untuk

mengetahui distribusi karakteristik responden berdasarkan usia,

Pendidikan dan jenis kelamin. Terdapat rumus untuk perhitungan

dalam Analisa univariat:

f
P= x 100 %
N

Keterangan :

P = presentase yang dicari

f = frekuensi subjek dengan karakteristik

n = jumlah sampel

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


76

b. Analisis Bivariat

Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh

Penyuluhan menggunakan booklet terhadap Pengetahuan dan

kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi di Wilayah kerja

puskesmas jetis.

Sebelum melakukan analisis data, peneliti terlebih dahulu

melakukan uji normalitas data menggunakan uji Kolmogrov-

smirnov karena sampel penelitian > 50 responden. Kemudian

metode analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan

kepatuhan Minum Obat sebelum dan sesudah pemberian

Penyuluhan dengan media booklet dengan menggunakan uji

Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 95% (alpha 0,05) karena data

tidak terdistribusi normal (non parametrik) (Donsu, 2019).

K. Etika Penelitian

Penelitian ini sudah mendapatkan surat keterangan layak etik yang

diterbitkan oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan

Kemenkes Yogyakarta dengan no. e-KEPK/POLKESYO/0185/II/2022.

Pernyataan layak etik ini berlaku selama kurun waktu tanggal 21 Februari

2022 sampai dengan tanggal 21 Februari 2023.

Dalam penelitian data, prinsip etika dibedakan menjadi tiga bagian,

yaitu prinsip manfaat, prinsip, menghargai hak-hak subjek, dan prinsip

keadilan.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


77

1. Prinsip manfaat ( Beneficience)

a. Bebas dari penderitaan

Penelitian dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan atau

kerugian pada responden. Pada kelompok intervensi, responden

diberi penyuluhan menggunakan media booklet, kemudian dibekali

booklet untuk dibawa pulang. Sedangkan pada kelompok kontrol,

responden tetap diberikan penyuluhan namun tanpa menggunakan

media booklet.

b. Bebas dari eksploitasi

Partisipasi responden dalam penelitian dihindarkan dari keadaan

yang tidak menguntungkan. Responden diyakinkan bahwa

partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang diberikan tidak

akan digunakan dalam hal-hal yang dapat merugikan responden

dalam bentuk apapun. Hanya digunakan sebagai data peneliti.

c. Resiko (benefits ratio)

Pada penelitian ini tidak merugikan responden dan Tindakan yang

dilakukan tidak beresiko untuk responden. Responden yang datang

mendapatkan manfaat mendapatkan pengetahuan karena dilakukan

penyuluhan Kesehatan. Responden juga diberikan booklet untuk

dibawa pulang sehingga bisa dibaca-baca lagi ketika di rumah.

2. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)

a. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


78

Responden diperlakukan secara manusiawi. Responden mempunyai

hak memutuskan apakah bersedia menjadi subyek ataupun tidak,

tanpa adanya sangsi apa pun atau akan berakibat terhadap

kesembuhannya.

b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikasn

(right to full disclosure)

Peneliti memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggung

jawab jika ada sesuatu yang terjadi kepada responden.

c. Informed consent

Peneliti telah melakukan informed consent pada responden yang

memenuhi ktiteria inklusi, responden mendapatkan informasi

secara lengkap tentang tujuan dan manfaat penelitian yang

dilaksanakan dan mempunyai hak untuk menolak menjadi

responden. Informed consent juga dijelaskan dengan tujuan untuk

pengembangan penelitian saja.

3. Prinsip keadilan (right to justice)

a. Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair

treatment)

Pada penelitian ini mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu

penyuluhan kesehatan. Semua responden yang telah selesai mengisi

kuisioner akan mendapatkan souvenir yang sama

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta


79

b. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy)

Responden mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang

diberikan harus dirahasiakan.

Poltekkes Kemenkes Yogyakarta

Anda mungkin juga menyukai