BAB III
METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Desain Penelitian
Jenis penelitian ini kuantitatif dengan desain quasi ekperimental
dengan rancangan pretest-posttest with control group design. Penelitian
dilakukan dengan membuat dua kelompok yang dipilih secara acak,
kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal. Kelompok
eksperimental diberi perlakuan, sedangkan kelompok kontrol tidak.
Kemudian dilakukan posttest pada dua kelompok tersebut.
Tabel 3.1 Desain penelitian
Responden Pretest Intervensi Posttest
Intervensi A1 X1 A2
Kontrol B1 X2 B2
Keterangan :
Intervensi : Responden diberi Penyuluhan menggunakan media
booklet
Kontrol : Responden diberi motivasi secara lisan
A1 : Skor MMAS-8 kelompok intervensi sebelum
diberikan perlakuan (pretest)
B1 : Skor MMAS-8 kelompok kontrol sebelum diberikan
perlakuan (pretest)
53
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
54
A2 : Skor MMAS-8 kelompok intervensi setelah
diberikan perlakuan (posttest)
B2 : Skor MMAS-8 kelompok kontrol setelah diberikan
perlakuan (posttest)
X1 : Diberikan Penyuluhan menggunakan media booklet
X2 : Diberikan motivasi secara lisan
B. Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi pada penelitian ini adalah pasien dengan diagnosa
Hipertensi tanpa komplikasi. Pada kelompok intervensi di puskesmas
jetis 2 dengan jumlah kunjungan pada bulan September sebanyak 50
pasien, bulan Oktober sebanyak 54 pasien, dan bulan November 2021
sebanyak 46 pasien. Kemudian diambil rata-rata jumlah kunjungan
dalam 3 bulan terakhir ini sebanyak 50 Pasien. Subjek pada penelitian
ini 50 pasien, sehingga peneliti menggunakan penentuan besar sampel
dengan perhitungan total sampel sehingga sampel yang diambil
sebanyak 50 pasien. Untuk menghindari bias, kelompok kontrol
diberikan di puskesmas lain yaitu puskesmas jetis 1 dengan mengambil
jumlah sampel setengah dari kelompok kontrol yaitu 25 responden.
Penentuan jumlah kelompok kontrol ini dengan melakukan
matching, yaitu memilih kontrol dengan karkteristik yang sama dengan
kelompok intervensi. Teknik ini mempunyai keuntungan yakni jumlah
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
55
subyek yang diperlukan lebih sedikit daripada kelompok intervensi.
(Puspitasari, 2015).
2. Sampel
Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan non-
probability sampling dengan Teknik accidental sampling dimana
teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, sehingga peneliti bisa
mengambil sampel pada siapa saja yang ditemui tanpa perencanaan
sebelumnya (Sugiyono, 2019).
Kriteria jumlah sampel sebagai berikut :
a. Kriteria inklusi
1) Pasien usia 26- 74 tahun.
2) Pasien yang menjadi bagian dari pasien prolanis di puskesmas
jetis II
3) Pasien yang telah menjalani pengobatan selama lebih dari 6
bulan
b. Kriteria eksklusi
1) Pasien hipertensi dengan komplikasi DM, jantung, stroke
2) Pasien tidak dapat membaca dan menulis
3) Pasien yang tidak menyelesaikan kuisioner
4) Pasien dengan keterbatasan aktivitas fisik
C. Waktu dan Tempat
1. Waktu
Penelitian ini dilakukan pada bulan 3-16 Maret 2022
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
56
2. Tempat
Penelitian ini dilakukan di ruang prolanis Puskesmas Jetis II dan
Puskesmas Jetis I yang berlokasi di Kecamatan Jetis, kabupaten Bantul,
DI Yogyakarta.
D. Variabel Penelitian atau Aspek-aspek yang diteliti/diamati
1. Variabel Bebas (Variable Independent)
Pada penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah Penyuluhan
dengan media booklet.
2. Variabel Terikat (Variable Dependent)
Pada penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah Pengetahuan
dan kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi.
3. Variabel Pengganggu
Pada penelitian ini yang menjadi variabel pengganggu yaitu
karakteristik pasien hipertensi (usia, Pendidikan, dan jenis kelamin)
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Tabel 3.2 Definisi Operasional
No Variabel Definisi Alat ukur Hasil ukur Skala
Operasional ukur
1. Variabel Penyuluhan SAP Mengikuti kegiatan Nominal
bebas : secara lisan Pendidikan sesuai SAP.
Penyuluhan kemudian Kesehatan Reponden diberi
dengan responden Penyuluhan melalui
media diberikan media lisan kemudian
booklet. booklet. diberikan booklet.
Nilai 1 : diberikan
media booklet
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
57
Nilai 2 : tidak
diberikan media
booklet
2. Variabel Pengukuran Kuisioner Responden mengisi Ordinal
terikat : seberapa aspek kuisioner kognitif
Pengetahua pemahaman kognitif dengan penilaian:
n responden terkait yang terdiri 1. Baik ( benar >
penyuluhan yang dari 10 75%)
diberikan. pertanyaan. 2. Cukup ( benar
56-74 % )
3. Kurang ( benar <
55 %)
3. Variabel Perilaku Kuisioner Responden mengisi Ordinal
terikat: responden yang Morisky kuisioner Morisky
Kepatuhan ditunjukan dengan Medication Medication
Minum : Adherence Adherence Scale
Obat pada [Link] Scale (MMAS -8) Terdiri
penderita konsumsi obat (MMAS -8) dari 8 pertanyaan
hipertensi. dalam 2 minggu Terdiri dari Dengan hasil :
secara terus- 8 - Kepatuhan
menerus. pertanyaan rendah :
nilai < 6
(jika responden
[Link] mampu menjawab
responden dalam pernyataan secara
menjawab 8 benar sebanyak < 6
pertanyaan baik butir dari 8 butir
secara mandiri pertannyaan.
atau terpandu.
- Kepatuhan
sedang :
nilai 6-7
jika ( responden
mampu menjawab
pernyataan secara
benar sebanyak 6-7
butir dari 8 butir
pertannyaan)
- Kepatuhan
tinggi : nilai
8
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
58
(jika responden
mampu menjawab
semua pernyataan
sebanyak 8 butir
secara benar)
F. Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
1. Data Primer
Data dalam penelitian ini diperoleh dari hasil Kuisioner MMAS-8
yang dibagikan secara langsung kepada penderita hipertensi dengan
lama pengobatan 6 bulan dan tanpa komplikasi. Selain itu, kuisioner
aspek kognitif juga diberikan untuk mengukur tingkat pengetahuan pada
penderita hipertensi.
Tabel 3.3 Kuisioner MMAS-8
No Item MMAS-8 Ya Tidak
1 Apakah terkadang anda lupa meminum 0 1
obat antihipertensi?
2 Pikirkan selama dua minggu terakhir, 0 1
apakah ada hari dimana anda tidak
meminum obat antihipertensi?
3 Apakah anda pernah mengurangi atau 0 1
menghentikan pengobatan tanpa
memmberi tahu dokter karena saat
minumobat tersebut anda merasa lebih
enak badan?
4 Saat sedang bepergian, apakah anda 0 1
terkadang lupa membawa obat
antihipertensi?
5 Apakah anda meminum obat 1 0
antihipertensi anda kemarin?
6 Saat anda merasa tekanan darah anda 0 1
terkontrol, apakah anda pernah
menghentikan pengobatan anda?
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
59
7 Apakah anda pernah merasa 0 1
terganggu/jenuh dengan jadwal minum
obat rutin anda?
8 Seberapa sulit anda mengingat meminum
semua obat anda?
a. Tidak pernah atau jarang 1
sekali
b. Sesekali 0
c. Kadang-kadang 0
d. Biasa 0
e. Selalu 0
Tabel 3.4 Kuisioner Aspek Kognitif
No Pernyataan Benar Salah
1. Hipertensi atau tekanan darah tinggi 1 0
yaitu peningkatan tekanan darah
sistolik lebih dari 140 mmHg dan
tekanan darah diastolik lebih dari 90
mmHg.
2. Umur, Jenis kelamin, keturunan 1 0
termasuk faktor risiko yang tidak
dapat diubah.
3. Merokok merupakan perilaku yang 1 0
tidak sehat dari penderita hipertensi
4. Salah satu penyebab hipertensi yaitu 1 0
malas berolahraga
5. Berat badan obesitas merupakan 1 0
penyebab hipertensi
6. Mata merah merupakan tanda dan 0 1
gejala hipertensi
7. Semua penderita hipertensi pasti 0 1
merasakan keluhan
8. Komplikasi hipertensi akan muncul 0 1
jika kita rajin mengontrol tekanan
darah
9. Dalam memasak sebaiknya 1 0
menggunakan mentega
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
60
10. konsumsi garam minimal 5 sendok 0 1
teh perhari
2. Data Sekunder
Data sekunder merupakan pendukung untuk melengkapi data
primer dan merupakan data yang diperoleh bukan dari responden yang
akan diteliti akan tetapi dari sumber lain. Data dalam penelitian ini
diperoleh dari hasil wawancara secara langsung kepada programmer
pemegang prolanis di Puskesmas Jetis II. Data yang diperoleh yaitu
tentang jumlah anggota prolanis yang melakukan kunjungan dalam 1
bulan, program prolanis yang telah terlaksana, media yang digunakan
untuk penyuluhan, dan kepatuhan kontrol penderita hipertensi dalam
melakukan pengobatan. Data sekunder lain yang diambil oleh peneliti
antara lain:
Tabel 3.5 Data Sekunder
No Data Sumber
1. Pravelensi hipertensi di Indonesia Buku Laporan Riskesdas Nasional
2. Pravelensi hipertensi di Provinsi Buku profil Kesehatan DIY tahun
Daerah Istimewa Yogyakarta 2019, Dinas Kesehatan DIY tahun
2020
3. Pravelensi hipertensi di kabupaten Dinas Kesehatan Bantul
Bantul
4. Jumlah kunjungan kasus hipertensi di Dinas Kesehatan Bantul
puskesmas Bantul
5. Jumlah kunjungan pasien hipertensi di Laporan dari Puskesmas Jetis II
puskesmas jetis II
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
61
G. Alat Ukur/Instrumen dan Bahan Penelitian
1. Alat ukur/Instrumen
a. Kepatuhan
Dalam penelitian ini instrument yang digunakan adalah kuesioner
kepatuhan minum obat (MMAS-8). Kuesioner MMAS-8 adalah nilai
kepatuhan mengkonsumsi obat dengan 8 skala untuk mengukur
kepatuhan penggunaan obat dengan rentang nilai 0 sampai 8. Kategori
respon terdiri dari “ya” dan “tidak”. Pada kuisioner ini terdiri dari 8
pernyataan yang dikategorikan menjadi 3 tingkat kepatuhan obat antara
lain:
1) Kepatuhan tinggi apabila nilai 8
2) Kepatuhan sedang apabila nilai 6-7
3) Kepatuhan rendah apabila nilai <6
b. Aspek Kognitif
Kuisioner yang digunakan untuk mengukur pengetahuan penderita
hipertensi ini terdiri dari 10 pernyataan yang dibagi menjadi 6 item
favorable dan 4 item unfavorable. Tersedia kolom “benar” dan “salah”
yang mana penderita hipertensi memilih pernyataan yang tepat dengan
cara mengisi tanda cheklist ( v). Skor penilaian antara lain :
1) Pengetahuan tinggi : nilai > 75 %
2) Pengetahuan cukup : nilai 56 – 74 %
3) Pengetahuan rendah : nilai < 55 %
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
62
2. Bahan Penelitian
Dalam penelitian ini menggunakan media booklet dalam
penyampaian materi tentang Hipertensi untuk kelompok Intervensi
kemudian dibekali booklet untuk dibawa pulang. Booklet sebagai
produk dari penelitian ini untuk meningkatkan pengetahuan sehingga
kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi meningkat. Booklet
yang terdiri dari kurang dari 24 halaman ini berisi materi tentang
pengertian hipertensi, faktor risiko hipertensi, penyebab hipertensi,
tanda dan gejala hipertensi, pengobatan hipertensi, diet hipertensi,
pencegahan hipertensi, dan tabel kontrol hipertensi.
H. Uji Validitas dan Reliabilitas
Prinsip validitas adalah pengukuran dan pengamatan yang
mencakup asas instrumen kewajaran dalam pengumpulan data. Instrumen
harus mampu mengukur apa yang seharusnya diukur (Nursalam, 2017).
Reliabilitas adalah kesamaan hasil pengukuran atau pengamatan
ketika fakta atau fakta kehidupan diukur atau diamati berkali-kali pada
waktu yang berbeda. Alat dan metode mengukur atau mengamati keduanya
memainkan peran penting pada saat yang sama (Nursalam, 2017).
1. Kuisioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8)
Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner
Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) versi Indonesia yang telah
diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji validitas dan reliabilitas dilakukan
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
63
terhadap sebanyak tiga puluh responden dengan hasil valid untuk setiap
item pertanyaan (r>0,45) dengan nilai cronbach's alpha sebesar 0,764.
Kuisioner MMAS-8 ini terdiri dari 8 item pertanyaan. Hasil kepatuhan
kategori ini dibagi menjadi tiga kelompok yaitu kepatuhan rendah (skor <6),
kepatuhan sedang (skor 6-7), dan kepatuhan tinggi (skor 8). Data kemudian
dianalisis dengan Chi-Square dan Kruskal-Walls menggunakan SPSS versi
20.0 dengan nilai signifikansi p<0,05. Penelitian ini telah disetujui oleh
Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas
Padjadjaran dengan 653/UN6.C.10/PN/2017) (Sinuraya et al., 2018).
2. Pengukuran Pengetahuan (Aspek Kognitif)
Pengetahuan dapat diukur dengan melakukan tes wawancara dan
angket, dimana tes tersebut berisi pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan
dengan materi yang akan diukur dari subjek penelitian (Notoatmodjo,
2012).
Pada penelitian ini pengukuran uji reliabilitas menggunakan Alpha
Cronbach dengan taraf kepercayaan 95%. Suatu kuisioner dapat dikatakan
reliabel jika memiliki nilai Alpha Cronbach sebesar > 0,6 (Budiman, 2014).
Pada penelitian ini dilakukan uji coba di Puskesmas Bantul 2 dengan jumlah
10 responden. Kuisioner dan booklet dibagikan secara langsung kepada
penderita hipertensi yang datang untuk kontrol. Kemudian diberikan
kuisioner aspek kognitif dan diolah menggunakan computerized.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
64
Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terhadap sebanyak 10
responden dengan hasil valid untuk setiap item pertanyaan (r>0,63) dengan
nilai cronbach's alpha sebesar 0,91. Data kemudian dianalisis dengan Chi-
Square dan Kruskal-Walls menggunakan Computerized dengan nilai
signifikansi p<0,05. Dengan hasil ini kuisioner layak untuk digunakan
dalam penelitian.
Pengukuran tingkat pengetahuan seseorang dapat dikategorikan
sebagai berikut:
d. Tingkat pengetahuan dikatakan baik jika responden mampu
menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar sebesar
> 75% dari seluruh pernyataan dalam kuisioner
e. Tingkat pengetahuan dikatakan cukup jika responden
mampu menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar
sebesar 56 – 74 % dari seluruh pernyataan dalam kuisioner
f. Tingkat pengetahuan dikatakan kurang jika responden
mampu menjawab pernyataan pada kuisioner dengan benar
sebesar < 55% dari seluruh pernyataan dalam kuisioner.
(Budiman, 2014)
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
65
3. Booklet
a. Ahli Materi
Ahli materi minimal memiliki pendidikan sarjana S2 (strata
2) bidang Keperawatan Medikal Bedah yang berasal dari dosen
serta memiliki pengalaman luas tentang Hipertensi. Adapun ahli
materi dalam penelitian ini dipilih seorang dosen jurusan
Keperawatan yaitu Bapak Abdul Majid, [Link], Ners. [Link] yang
expert dalam materi Keperawatan Medikal Bedah khususnya
Hipertensi. Ahli materi memberikan komentar dan saran secara
umum terhadap materi pembelajaran yang ada dalam booklet.
Tabel 3.6 instrumen uji Validitas oleh ahli Materi
No Aspek yang dinilai Penilaian Komentar
1 2 3 4 5
1 Ketepatan pemilihan materi
2 Kejeasan isi materi
3 Kejelasan urutan materi
4 Kemenarikan materi
5 Kemudahan pemahaman materi
Keterangan :
1 = Sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas
2 = Kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas
3 = Cukup baik/ cukup tepat/ cukup jelas
4 = Baik/ tepat/ jelas
5 = Sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
66
Pada penelitian ini media booklet sudah diuji oleh ahli materi
dengan revisi 1 kali dan sudah diperbaiki. Kemudian ahli materi
menyimpulkan media layak digunakan dengan perbaikan sesuai
saran.
b. Ahli Media
Ahli media minimal memiliki pendidikan sarjana S2 (strata
2) yang berasal dari dosen dan memiliki pengalaman serta keahlian
dalam perancangan maupun pengembangan desain media
pembelajaran. Adapun ahli media dalam penelitian ini dipilih
seorang dosen Jurusan Keperawatan yaitu Ibu Dr. Yustiana Olfah,
[Link], [Link] yang expert dalam bidang desain media
pembelajaran. Ahli media memberikan komentar dan saran secara
umum terhadap materi pembelajaran yang ada dalam booklet.
(Paulo, 2019)
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
67
Tabel 3.7 instrumen validitas booklet oleh ahli media
No Aspek yang dinilai Penilaian Komentar
1 2 3 4 5
1 Ketepatan tampilan design
2 Ketepatan pemilihan warna
(background)
3 Kesesuaian warna dan
background
4 Kesesuaian pemilihan gambar
5 Kejelasan kalimat
6 Kemenarikan tulisan
7 Kemenarikan gambar
8 Kejelasan ukuran tulisan
9 Kejelasan ukuran gambar
10 Ketepatan tulisan dengan
gambar
Keterangan :
1 = Sangat kurang baik/ sangat kurang tepat/ sangat kurang jelas
2 = Kurang baik/ kurang tepat/ kurang jelas
3 = Cukup baik/ cukup tepat/ cukup jelas
4 = Baik/ tepat/ jelas
5 = Sangat baik/ sangat tepat/ sangat jelas
Pada penelitian ini media booklet sudah diuji oleh ahli media
dengan revisi 3 kali dan sudah diperbaiki. Kemudian ahli media
menyimpulkan media layak digunakan dengan perbaikan sesuai
saran.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
68
I. Prosedur Penelitian
1. Tahap Persiapan
Setelah proposal penelitian sudah diajukan ke dosen
pembimbing maupun dosen penguji dan dinyatakan lulus. Selanjutnya
persiapan penelitian dimulai dengan mengurus surat pengantar
permohonan izin dari Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Setelah
mendapatkan surat layak etik yang diterbitkan oleh Komite Etik
Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Yogyakarta
dengan no. e-KEPK/POLKESYO/0185/II/2022. Kemudian
mengajukan surat pengantar tersebut ke Dinas Kesehatan Bantul untuk
dibuatkan surat permohonan izin penelitian. Dan tahap persiapan
terakhir yaitu menyerahkan surat izin penelitian tersebut ke bagian
diklat Puskesmas Jetis II dan Puskesmas Jetis I.
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan setelah proses perizinan penelitian telah
selesai. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Jetis I dan Puskesmas
jetis II yang berlokasi di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta.
a. Kelompok intervensi
Kelompok intervensi pada penelitian ini yaitu pasien
hipertensi di puskesmas jetis II. Peneliti menyampaikan maksud
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
69
dan tujuan penelitian kepada programmer prolanis di puskesmas
jetis II. Peneliti melakukan pengambilan sampel dengan
menghitung rata-rata jumlah kunjungan dalam 3 bulan terakhir
saat melakukan studi pendahuluan yaitu bulan September,
oktober, November dengan banyak 50 responden. Penelitian
dimulai tanggal 8 maret 2022 sampai terkumpulnya 50
responden dan berakhir tanggal 15 maret 2022. Penelitian
dilaksanakan setiap hari selama 7 hari dimulai pukul 07.00-
11.30 WIB. Rata-rata kunjungan pasien hipertensi tanpa
komplikasi perharinya tidak sampai 10 responden. Penelitian
dilakukan di ruang tunggu prolanis puskesmas jetis II. Pada
kelompok ini dilakukan penyuluhan menggunakan media
booklet yang dilakukan secara individu.
Alur pada pelaksanaan penelitian ini yaitu setelah responden
dilakukan pemeriksaan TTV dan masuk ke ruang pemeriksaan,
kemudian responden Kembali ke ruang tunggu untuk diberikan
penyuluhan. Sebelum melakukan Penyuluhan, peneliti
menyampaikan maksud dan tujuan penelitian serta memberikan
lembar persetujuan untuk responden dan mengisi daftar hadir.
Peneliti melakukan pre test dengan memberikan lembar
kuisioner dengan dibantu mengisikan dan ada juga yang mandiri
yang diberi waktu selama 5 menit. Setelah responden mengisi
kuisioner, kemudian dilakukan penyuluhan Kesehatan dengan
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
70
menggunakan media booklet yang berlangsung selama 10 menit.
Setelah itu booklet diberikan kepada responden untuk dibawa
pulang dan diberi kuisioner post test untuk di isi di rumah.
Kuisioner dikumpulkan setelah 2 minggu pelaksanaan
penyuluhan, kemudian kuisioner dikumpulkan dengan cara di
foto dan dikirimkan melalui whatsapp ke nomor peneliti yang
sudah dicantumkan di lembar kuisioner. Bagi responden yang
ada kendala dalam pengumpulan kuisioner, dapat dikumpulkan
secara langsung saat kontrol rutin bulan selanjutnya dan
dititipkan kepada petugas Kesehatan yang ada di ruang prolanis.
Responden yang telah bersedia mengisi kuisioner diberi
souvenir.
b. Kelompok kontrol
Kelompok kontrol pada penelitian ini yaitu pasien hipertensi
tanpa komplikasi di puskesmas jetis I. Peneliti menyampaikan
maksud dan tujuan penelitian kepada programmer prolanis di
puskesmas jetis I. Peneliti melakukan pengambilan sampel
dengan menghitung rata-rata jumlah kunjungan dalam 3 bulan
terakhir saat melakukan studi pendahuluan yaitu bulan
September, oktober, November dengan banyak 25 responden.
Penelitian dimulai tanggal 4 maret 2022 sampai terkumpulnya
25 responden dan berakhir tanggal 7 maret 2022. Penelitian
dilaksanakan setiap hari selama 3 hari dimulai pukul 07.00-
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
71
11.30 WIB. Rata-rata kunjungan pasien hipertensi tanpa
komplikasi perharinya tidak sampai 10 responden. Penelitian
dilakukan di ruang pemeriksaan prolanis puskesmas jetis I. Pada
kelompok ini dilakukan penyuluhan tanpa menggunakan media
booklet yang dilakukan secara individu.
Alur pada pelaksanaan penelitian ini yaitu setelah responden
dilakukan pemeriksaan TTV dan masuk ke ruang pemeriksaan,
kemudian responden ke meja penyuluhan untuk diberikan
penyuluhan. Sebelum melakukan Penyuluhan, peneliti
menyampaikan maksud dan tujuan penelitian serta memberikan
lembar persetujuan untuk responden dan mengisi daftar hadir.
Peneliti melakukan pre test dengan memberikan lembar
kuisioner dengan dibantu mengisikan dan ada juga yang mandiri
yang diberi waktu selama 5 menit. Setelah responden mengisi
kuisioner, kemudian dilakukan penyuluhan Kesehatan tanpa
menggunakan media booklet yang berlangsung selama 10 menit.
Pada kelompok kontrol, responden tidak dibekali untuk dibawa
pulang namun hanya diberi kuisioner post test untuk di isi di
rumah. Kuisioner dikumpulkan setelah 2 minggu pelaksanaan
penyuluhan, kemudian kuisioner dikumpulkan dengan cara di
foto dan dikirimkan ke nomor peneliti melalui whatsapp yang
sudah dicantumkan di lembar kuisioner. Bagi responden yang
ada kendala dalam pengumpulan kuisioner, dapat dikumpulkan
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
72
secara langsung saat kontrol rutin bulan selanjutnya dan
dititipkan kepada petugas Kesehatan yang ada di ruang prolanis.
Responden yang telah bersedia mengisi kuisioner diberi
souvenir.
J. Manajemen Data
1. Pengolahan Data
Pengolahan data penelitian ini menggunakan program komputer dengan
Langkah sebagai berikut:
a. Editing/memeriksa
Hasil wawancara, atau observasi dari lapangan harus diedit terlebih
dahulu. Editing umum dilakukan untuk memeriksa dan
memperbaiki formulir atau kuesioner tersebut :
1) Apakah lengkap, dalam arti semua pertanyaan sudah terisi
2) Apakah jawaban atau tulisan masing-masing pertanyaan cukup
jelas atau terbaca
3) Apakah jawabannya relevan dengan pertanyaannya.
4) Apakah jawaban-jawaban pertanyaan konsisten dengan jawaban
pertanyaan yang lainnya.
b. Coding
Setelah semua kuisioner diedit atau disunting, selanjutnya dilakukan
peng”kodean” atau “coding”, yakni mengubah data berbentuk
kalimat atau huruf menjadi data angka atau bilangan.
1) Variabel bebas
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
73
1 : Baik ( benar > 75%)
2 : Cukup ( benar 56-74 % )
3 : Kurang ( benar < 55 %)
2) Variabel terikat
1 : nilai < 6
2 : nilai 6-7
3 : nilai 8
3) Variabel pengganggu
a) Usia
1 : 30 – 43 tahun
2 : 44 – 57 tahun
3 : 58 – 71 tahun
b) Pendidikan
1 : SD
2 : SMP
2 : SMA/SMK
3 : Pendidikan Tinggi (D1-S2)
c) Jenis Kelamin
1 : Laki-laki
2 : Perempuan
c. Memasukkan data (data entry) atau processing
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
74
Memasukkan Data, yaitu jawaban dari setiap responden yang berupa
“kode” (angka atau huruf) yang dimasukkan ke dalam program
komputer atau “software”.
d. Pembersihan data ( Cleaning )
Jika semua data berasal dari masing-masing sumber data atau
dimasukkan oleh responden maka perlu dilakukan pengecekan
kembali untuk melihat kemungkinan adanya kesalahan kode,
ketidaklengkapan, dan sebagainya, kemudian dilakukan koreksi.
Proses ini disebut kerusakan data (data cleaning). Adapun cara
membersihkan data sebagai berikut:
1) Mengetahui missing data (data yang hilang)
Untuk mengetahui data yang hilang (missing) dapat dilakukan
dengan membuat distribusi frekuensi masing-masing variabel.
2) Mengetahui variasi data :
Dengan melihat variasi data, dapat mendeteksi apakah data yang
dimasukkan benar atau salah. Cara mendeteksinya dengan
membuat distribusi masing-masing variabel.
3) Mengetahui konsistensi data:
Cara untuk mengetahui adanya ketidakkonsistenisan data dapat
dilakukan dengan menghubungkan dua variabel. (Notoatmodjo,
2018)
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
75
e. Tabulating
Yakni membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian
atau yang diinginkan oleh peneliti.
2. Analisa data
a. Analisis Univariat
Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau
menggambarkan karakteristik masing-masing variabel penelitian
(Notoatmodjo, 2018). Analisis univariat adalah dengan
menganalisis secara deskriptif variabel-variabel yang ada, dengan
menghitung distribusi frekuensi dan rasio untuk mengetahui
karakteristik responden.
Pada penelitian ini, analisis univariat dilakukan untuk
mengetahui distribusi karakteristik responden berdasarkan usia,
Pendidikan dan jenis kelamin. Terdapat rumus untuk perhitungan
dalam Analisa univariat:
f
P= x 100 %
N
Keterangan :
P = presentase yang dicari
f = frekuensi subjek dengan karakteristik
n = jumlah sampel
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
76
b. Analisis Bivariat
Analisa ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
Penyuluhan menggunakan booklet terhadap Pengetahuan dan
kepatuhan Minum Obat pada penderita hipertensi di Wilayah kerja
puskesmas jetis.
Sebelum melakukan analisis data, peneliti terlebih dahulu
melakukan uji normalitas data menggunakan uji Kolmogrov-
smirnov karena sampel penelitian > 50 responden. Kemudian
metode analisis yang digunakan untuk mengetahui perbedaan
kepatuhan Minum Obat sebelum dan sesudah pemberian
Penyuluhan dengan media booklet dengan menggunakan uji
Wilcoxon dengan tingkat kemaknaan 95% (alpha 0,05) karena data
tidak terdistribusi normal (non parametrik) (Donsu, 2019).
K. Etika Penelitian
Penelitian ini sudah mendapatkan surat keterangan layak etik yang
diterbitkan oleh Komite Etik Penelitian Kesehatan Politeknik Kesehatan
Kemenkes Yogyakarta dengan no. e-KEPK/POLKESYO/0185/II/2022.
Pernyataan layak etik ini berlaku selama kurun waktu tanggal 21 Februari
2022 sampai dengan tanggal 21 Februari 2023.
Dalam penelitian data, prinsip etika dibedakan menjadi tiga bagian,
yaitu prinsip manfaat, prinsip, menghargai hak-hak subjek, dan prinsip
keadilan.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
77
1. Prinsip manfaat ( Beneficience)
a. Bebas dari penderitaan
Penelitian dilaksanakan tanpa mengakibatkan penderitaan atau
kerugian pada responden. Pada kelompok intervensi, responden
diberi penyuluhan menggunakan media booklet, kemudian dibekali
booklet untuk dibawa pulang. Sedangkan pada kelompok kontrol,
responden tetap diberikan penyuluhan namun tanpa menggunakan
media booklet.
b. Bebas dari eksploitasi
Partisipasi responden dalam penelitian dihindarkan dari keadaan
yang tidak menguntungkan. Responden diyakinkan bahwa
partisipasinya dalam penelitian atau informasi yang diberikan tidak
akan digunakan dalam hal-hal yang dapat merugikan responden
dalam bentuk apapun. Hanya digunakan sebagai data peneliti.
c. Resiko (benefits ratio)
Pada penelitian ini tidak merugikan responden dan Tindakan yang
dilakukan tidak beresiko untuk responden. Responden yang datang
mendapatkan manfaat mendapatkan pengetahuan karena dilakukan
penyuluhan Kesehatan. Responden juga diberikan booklet untuk
dibawa pulang sehingga bisa dibaca-baca lagi ketika di rumah.
2. Prinsip menghargai hak asasi manusia (respect human dignity)
a. Hak untuk ikut/tidak menjadi responden (right to self determination)
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
78
Responden diperlakukan secara manusiawi. Responden mempunyai
hak memutuskan apakah bersedia menjadi subyek ataupun tidak,
tanpa adanya sangsi apa pun atau akan berakibat terhadap
kesembuhannya.
b. Hak untuk mendapatkan jaminan dari perlakuan yang diberikasn
(right to full disclosure)
Peneliti memberikan penjelasan secara rinci serta bertanggung
jawab jika ada sesuatu yang terjadi kepada responden.
c. Informed consent
Peneliti telah melakukan informed consent pada responden yang
memenuhi ktiteria inklusi, responden mendapatkan informasi
secara lengkap tentang tujuan dan manfaat penelitian yang
dilaksanakan dan mempunyai hak untuk menolak menjadi
responden. Informed consent juga dijelaskan dengan tujuan untuk
pengembangan penelitian saja.
3. Prinsip keadilan (right to justice)
a. Hak untuk mendapatkan pengobatan yang adil (right in fair
treatment)
Pada penelitian ini mendapatkan perlakuan yang sama, yaitu
penyuluhan kesehatan. Semua responden yang telah selesai mengisi
kuisioner akan mendapatkan souvenir yang sama
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
79
b. Hak dijaga kerahasiaannya (right to privacy)
Responden mempunyai hak untuk meminta bahwa data yang
diberikan harus dirahasiakan.
Poltekkes Kemenkes Yogyakarta