Program TPPK di SD Negeri Waliwis II
Program TPPK di SD Negeri Waliwis II
Salah satu indikator keberhasilan proses pembelajaran adalah adanya perubahan sikap
siswa baik terhadap kegiatan pembelajaran maupun kepedulian terhadap sesasama dan
lingkungan. Adanya perubahan tidak terjadi secara instan melainkan melalui proses yang
Panjang sehingga hasilnya akan maksimal. Untuk memperoleh hal tersebut diperlukan
kenyamanan dan keamanan peserta didik terhadap segala sesuatu yang akan menimbulkan rasa
tidak nyaman yang ditimbulkan oleh sesasam peserta didik, pendidik, tenaga Pendidikan,
maupun mitra Pendidikan.
Pada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyusunan program ini, kami
ucapkan terimakasih. Mudah mudahan Allah meridhoi setiap usaha kita aamin.
SULKI, [Link]
NIP. 197411302008011002
BAB I
PENDAHUAN
A. LATAR BELAKANG
Pendidikan merupakan barometer suatu kaum. Melalui Pendidikan manusia dapat
meningkatkan perkembangan intelektual dan emosionalnya. Intelektual dan emosional yang
berkembang baik akan mampu melahirkan generasi yang beradab, berbudaya, berkarakter
sesuai dengan visi SD Negeri Sdn waliwis II yaitu terwujudnya sekolah yang berprestasi,
berkarakter dan berwawasan lingkungan. Keberhasilan Pendidikan merupakan tanggung
jawab Bersama antara guru, orang tua, dan Masyarakat.
Peserta didik dapat berhasil dalam pendidikannya apabila berada dalam ingkungan
aman, nyaman dan menyenangkan serta semua warga sekolah terhindar dari unsur-unsur
atau Tindakan kekerasan juga terpenuhi kebutuhannya baik dari sekolah maupun di rumah.
Kebutuhan tersebut sesuai dengan hak yang semestinya didapatkan oleh anak yaitu hak
hidup, hak tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk berpastisipasi.
Sejalan dengan hal di atas, undang undang nomor 35 tahun 2014 tentang
perlindungan anak menegaskan bahwa anak di dalam lingkungan suatu Pendidikan wajib
mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan pisik, psikis, kejahatan seksual, dan
kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pendidik, tenaga kependidikan, sesama peserta didik
dan atau pihak lain.
Untuk mewujudkan apa yang menjadi cita-cita Bersama, sekolah sebagai satua
Pendidikan memiliki fungsi serta peran strategis agar peserta didik terhindar dari tindak
kekerasan, antara lain dengan pembiasaan yang baik seperti penumbuhan budi pekerti serta
peserta didik dilibatkan dalam kegiatan positif di sekolah sehingga mereka akan terbiasa
mengisi waktu dengan hal-hal positif sebagai bekal untuk kehidupanya di masa yang akan
datang.
Kepada sekolah, Masyarakat banyak menaruh tumpuan harapan agar terbentuknya
pribadi peserta didik yang berkarakter selain meningkatkan kecerdasan mereka, baik
kecerdasan intelektual mapun kecerdasan emosionalnya.
Untuk memenuhi harapan tersebut dan agar peserta didik merasa aman, nyaman
dan menyenangkan berada di lingkungan sekolah maka di susunlah tim penanggulangan dan
pencegahan tindak kekerasan di SD Negeri Sdn waliwis II. Disertai dengan program kerjanya.
Program ini dimulai dari Tindakan penyadaran, pencegahan, penanggulangan, dan respon
serta pelaporan yang dilakukan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, agar
sinergis dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di sekolah yang aman, nyaman, dan
menyenangkan.
B. DASAR
1. Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang Pendidikan nasional
2. Peraturan mentri Pendidikan nasional nomor 39 tahun 2008 tentang penbinaan
kesiswaan.
3. Undang-undang nomor 35 tentang perlindungan anak.
4. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2015 tentang
Penumbuhan budi pekerti.
5. Peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan nomor 82 tahun 2015 tentang
pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan satuan Pendidikan.
C. TUJUAN
1. Memberi arahan atau pedoman operasional pelaksanaan kerja tim pencegahan dan
penanggulangan tindak kekerasan di lingkungan SD Negeri Sdn waliwis II.
2. Sebagai alat ukur Tingkat ketercapaian kerja tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan di SD Negeri Sdn waliwis II.
3. Sebagai monitoring dan evaluasi kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan
tindak kekerasan SD Negeri Sdn waliwis II.
D. PENGERTIAN
Program kegiatan tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan di sekolah
adalah rencana-rencana kegiatan dalam kurun waktu tahun dalam rangka melaksanakan
tugas tim yang berkaitan dengan Upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan tindak
kekerasan di sekolah.
BAB II
PROFIL SEKOLAH
Karakteristik Satuan Pendidikan
1. Karakteristik Sarana dan Prasarana
Identitas Satuan Pendidikan
NO PROFIL SEKOLAH
1 NAMA SEKOLAH SD NEGERI SDN WALIWIS II
2 ALAMAT Kp. Waliwis Klon
3 KELURAHAN Waliwiws
4 KECAMATAN MEKAR BARU
5 KABUPATEN/KOTA KAB. TANGERANG
6 PROVINSI BANTEN
7 KODE POS 15550
8 STATUS SEKOLAH NEGERI
9 KELOMPOK SEKOLAH IMBAS
10 NAMA KEPALA SEKOLAH SULKI, [Link]
11 NIP 197411302008011002
12 PENDIDIKAN S.1
13 JUMLAH GURU/KARYAWAN 9
14 JUMLAH PESERTA DIDIK 170
15 AKREDITASI B
16 DAERAH PEDESAAN
17 TAHUN REVITALISASI GEDUNG 2020
18 STATUS TANAH MILIK PEMKAB TANGERANG
19 STATUS BANGUNAN MILIK PEMKAB TANGERANG
20 BANGUNAN SEKOLAH PEMKAB TANGERANG
21 LOKASI SEKOLAH PEDESAAN
22 JARAK KE PUSAT KECAMATAN 1,5 KM
23 FASILITAS AIR SUMUR BOR
24 SUMBER LISTRIK PLN ( 1300 WAT)
SD Negeri Sdn waliwis II adalah sebuah Sekolah Dasar Negeri yang didirikan
pada tahun 1982 dengan luas tanah 2.800 m², yang terdiri dari 11 ruang belajar yang
sekarang ini semua dalam keadaan baik.
Sekolah ini selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk peserta didik dan
proses pendidikan bertujuan mewujudkan peserta didik yang berilmu, berakhlak mulia,
beriman dan beramal sholeh.
Secara rinci tentang kondisi nyata ini dapat diuraikan sebagai berikut:
a) Gedung;
- Ruang yang dapat dipergunakan sebagai ruang belajar (kelas) bagi peserta
didik sebanyak 8 rombongan belajar.
- Sudah ada WC guru dan peserta didik dan Mushola.
b) Pekarangan;
- Pekarangan SD Negeri Sdn waliwis II terdiri atas lapangan khusus untuk
pelaksanaan upacara bendera dan olahrahraga seluas 1500 m2.
- Taman atau pohon pelindung yang dimiliki antara lain pohon mangga,
belimbing, pucuk merah, ketapang, jambu, dan pohon bunga tanjung.
c) Meubiler;
- Meja dan kursi di ruang belajar peserta didik SD Negeri Sdn waliwis II
tergolong belum memadai untuk kegiatan peserta didik dalam proses belajar
dan mengajar.
d) Alat/Media Pembelajaran
- Alat/Media pembelajaran yang dimiliki oleh SD Negeri Sdn waliwis II antara
lain KIT matematika, globe, atlas, KIT IPA, torso organ pencernaan, dan torso
tengkorak dengan jumlah ketersediaan alat/media belum cukup memadai.
- Sekolah belum memiliki alat/media dan ruangan khusus untuk pemanfaatan
media elektronik (TV, DVD, VCD) dalam proses pembelajaran.
- Belum seluruh ruang belajar atau kelas memiliki proyektor dan layar screen,
sehingga terdapat kesulitan dalam proses pelaksanaan kegiatan pembelajaran
yang semestinya harus menggunakan alat-alat tersebut.
2. Karakteristik Sosial dan Lingkungan
SD Negeri Sdn waliwis II berdiri merupakan salah satu SD Negeri di
Kecamatan Mekar Baru Kab. Tangerang.. Letak geografis SD Negeri Sdn waliwis II
sangat setrategis berada I Tengah-tengah penduduk dan dekat dengan pusat
pemerintahan, menjadikan SD Negeri Sdn waliwis II merupakan salah satu lembaga
pendidikan di tengah-tengah perkampungan masyarakat dan terbuka bagi
peserta didik dengan berbagai latar belakang.
Sekolah meyakini bahwa lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan
kondusif dapat mendukung berkembangnya pengetahuan, mengasah
keterampilan, serta membentuk sikap belajar yang baik dari peserta didik.
Lingkungan Sekolah dirancang sesuai dengan tujuan pendidikan yang dapat
dimanfaatkan peserta didik sebagai sumber belajar dan laboratorium sosialisasi.
Pendampingan aktif dari guru-guru dilakukan saat peserta didik berinteraksi untuk
memastikan proses sosialisasi peserta didik berjalan sesuai yang diharapkan.
SD Negeri Sdn waliwis II meyakini bahwa literasi merupakan kebutuhan
dasar dalam belajar dan berkomunikasi. Keterampilan ini akan berkembang
maksimal apabila peserta didik berada dalam lingkungan belajar yang literat
(literate environment). Untuk mewujudkan hal ini, sekolah memperkaya
lingkungannya dengan berbagai perangkat literasi yang dapat ditemukan peserta
didik di dalam maupun di luar kelas. Lingkungan sekolah memiliki beragam
kegiatan pengembangan literasi peserta didik, sarana olah raga dan tanaman mulai
dari tanaman buah, hias, dan apotek hidup yang dapat dimanfaatkan sebagai
sumber belajar peserta didik.
3. Karakteristik Budaya
SD Negeri Sdn waliwis II berada di lingkungan Kota dengan karakteristik
yang cenderung homogen dalam kehidupan sosial budaya kemasyarakatan, adat
istiadat, mata pencaharian. Hal ini menambah referensi sekolah untuk peserta didik
dalam mengenal dan melestarikan akan budaya di lingkungan terdekatnya. Satuan
Pendidikan dalam membentuk karakter peserta didik dapat dibentuk melalui
budaya satuan Pendidikan yang terdiri dari:
a. Budaya akademik
Satuan Pendidikan memfasilitasi peserta didik dalam mewujudkan
generasi yang literat. Pembiasaan imtaq membaca Alqur’an, kegiatan Rabu
Kreasi, merupakan program yang dilaksanakan dalam Upaya membangun
budaya gemar membaca.
Dalam kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan
proyek penguatan profil pelajar Pancasila dirancang untuk menumbuhkan
kemampuan bernalar kritis peserta didik, rasa keingintahuan yang tinggi,
mandiri, kreatif, dan mampu menyelesaikan masalah yang dihadapi melalui
kemampuan problem solving. Satuan Pendidikan menerapkan pembiasaan
disiplin peserta didik, mulai dari jam belajar sampai kegiatan pembelajaran
berakhir.
b. Budaya sosial
Peserta didik diharapkan memiliki kepedulian terhadap sesama.
Budaya empati sebagai wujud dari makhluk sosial harus ditanamkan dalam
diri. Selain peduli terhadap sesama, Satuan Pendidikan juga perlu menerapkan
perilaku ramah lingkungan hidup dalam upaya melestarikan lingkungan
melalui kebersihan sanitasi, pengelolaan sampah, penanaman dan
pemeliharaan tanaman, terkait aspek perilaku ramah lingkungan.
Satuan Pendidikan merancang program yang mampu mewujudkan
peserta didik yang religius, jujur, dan bertanggung jawab
c. Budaya Demokrasi
Penerapan budaya demokrasi pada satuan Pendidikan diantaranya
musyawarah kelas, pemilihan ketua kelas, belajar menghargai perbedaan
pendapat dan lain sebagainya. Satuan pendidikan ikut berkontribusi dan
bertanggung jawab dalam upaya menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada
peserta didik. Tujuannya agar budaya demokrasi sebagai salah satu
kompetensi dasar dapat dipahami seluruh peserta didik.
Melalui budaya demokrasi diharapkan menumbuhkan semangat
kebangsaan, menerapkan perilaku yang cinta tanah air, dan menghargai
keberagaman.
d. Budaya Literasi dan Numerasi
Peserta didik SD Negeri Sdn waliwis II diharapkan mempunyai life skill
yang berguna dan mampu menerapkan dalam lingkungan keluarga dan
masyaraka sehingga harapannya dapat mencetak generasi yang mampu
berdaptasi dengan perkembangan jaman akan terwujud.
Salah satu upaya untuk mencapai harapan tersebut dilakukan melalui
budaya literasi dan Numerasi pada peserta didik. Sehingga peserta didik
mampu menghasilkan salah satu karya yang mencerminkan profil pelajar
Pancasila yakni beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan
berakhak mulia, yang mandiri bernalar kritis, kreatif, bergotong royong dan
berkebhinekaan global.
e. Budaya Karakter
Pendidikan karakter disebutkan juga sebagai pendidikan nilai,
pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak yang bertujuan
untuk mengembangkan kemampuan seluruh warga sekolah dalam
memberikan keputusan baik-buruk, keteladanan, memelihara apa yang baik &
mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati
dan penuh rasa tanggungjawab.
Budaya karakter bukan hanya sekedar mengajarkan mana yang benar
dan mana yang salah. Lebih dari itu, budaya karakter adalah usaha
menanamkan kebiasaan-kebiasaan yang baik (habituation) sehingga peserta
didik mampu bersikap dan bertindak berdasarkan nilai-nilai yang telah
menjadi kepribadiannya. Dengan kata lain, budaya karakter yang baik harus
melibatkan pengetahuan yang baik, perasaan yang baik dan perilaku yang baik
sehingga terbentuk perwujudan kesatuan perilaku dan sikap hidup peserta
didik.
Pembangunan karakter dilakukan dengan pendekatan sistematik dan
integratif dengan melibatkan keluarga, satuan pendidikan. Sehingga
diharapkan mampu mengembangkan nilai-nilai profil pelajar Pancasila.
Untuk menanamkan karakter pada peserta didik di sekolah, terlebih
dahulu dilakukan sebuah perencanaan agar dapat terlaksana dengan baik.
Perencanaan yang matang dalam membangun budaya sekolah yang
berkarakter tentu harus melibatkan komponen sekolah, tidak dapat dilakukan
secara parsial, karena karakter menyangkut tindakan nyata yang perlu di
implementasikan dalam keseharian peserta didik, sehingga perlu untuk
dilakukan perencanaan yang baik.
Perencanaan tentu dimulai dari potensi yang ada di sekolah, dengan
demikian perlu untuk mengidentifikasi potensi yang ada dengan
menghadirkan komponen sekolah seperti Komite Sekolah, Guru, Wali murid,
Pengelola Sekolah dan tokoh masyarakat disekitar lingkungan sekolah yang
dianggap dapat mewakili lingkungan luar sekolah. Membudayakan peserta
didik disekolah diperlukan sebuah strategi, sehingga dapat terlaksana secara
integratif, diantara strateginya melalui pengintegrasian budaya karakter dalam
mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri melalui ekstrakurikuler,
dan proyek penguatan profil pelajar Pancasila.
4. Karakteristik Peserta didik
Setiap anak adalah unik. Mereka memiliki kemampuan dan pengalaman
belajar yang tidak sama. Sebagian peserta didik memiliki potensi di area akademik,
namun tidak sedikit juga peserta didik yang masih perlu dikembangkan kemampuan
sosial dan emosional mereka. Peserta didik memiliki potensi dan minat yang
berbeda. Sebagian peserta didik memiliki minat di bidang seni, olahraga, matematika
dan sains. Sekolah memfasilitasi kebutuhan mereka dengan menyiapkan program
pengembangan potensi dan minat mereka. Keberagaman peserta didik memperkaya
laboratorium sosialisasi di SD Negeri Sdn waliwis II. Kondisi ini diharapkan akan
meningkatkan keterampilan bersosialisasi.
Peserta didik SD Negeri Sdn waliwis II pada tahun pelajaran 2024/2025 ini
berjumlah 258 Siswa, dengan rincian laki-Laki 124 orang dan perempuan 134 orang.
5. Karakteristik Pendidik
Keadaan Guru dan Personil Lainnya.
Guru Personil Lainnya
Ijazah Petugas
Guru Guru Tata Pustaka Penjaga Total
Tertinggi PNS Keaman
Bantu Honor Usaha wan Sekolah
an
S2 - - - - - - -
S1 8 - 5 - - - - 11
D3 - - - - - - - -
D2 - - - - - - - -
SPG/
PGA/ - - - 1 - 1 - 2
SLTA
SMP - - - - - - - -
SD - - - - - - - -
Jumlah 6 - 5 1 - 1 - 13
No Jenis Guru Jumlah
1 Guru Kelas 11
2 Guru PJOK -
3 Guru Agama 2
4 Guru BMR -
A. Kegiatan Penyadaran
Penyadaran merupakan proses yang membuat orang sadar denga napa yang
dilakukannya serta konsekuensi yang akan diterima dari suatu perbuatan. Penyadaran dalam
hal ini dapat berupa kegiatan sosialisasi, disemenisasi, tentang pencegahan dan penggulangan
tindak kekerasan, atau slogananti kekerasan kekerasan. Kegiatan berlaku untuk semua mulai
dari pendidik, peserta didik, tenaga kependidikan, serta smitra satuan Pendidikan. Pastikan
mereka memahami dan mampu menerapkan kebijakan keselamatan peserta didik serta
menanda tangani kebijakan keselamatan peserta didik tersebut kebijakan keselamatan peserta
didik diperlukan untuk menciptakan sikap dan perilaku yang pro perlindungan anak dan
menghindari anak dari resiko kekerasan yang terjadi di satuan Pendidikan. Penyadaran
merupakan kegiatan awal dan sebagai pintu gerbang agar tidak terjadi tindak kekerasan di
lingkungan sekolah.
Tabel 1.1. Program Kegiatan Penyadaran
D. Kegiatan Pelaporan
Pelaporan merupakan suatu tindakan yang disampaikan oleh seseorang jika ditemukan
adanya indikasi tindak kekerasan. Mekanismenya bisa melalui tulisan dengan disediakannya
kotak saran agar temuan dapat disampaikan, penyampaian langsung kepada tim yang sudah
dibentuk ataupun melalui kontak bisa dihubungi oleh anak.
Tabel 1.3. Program Kegiatan Pelaporan
BAB IV
RENCANA ANGGARAN DAN PEMBIAYAAN
BAB V
PENUTUP
Anak adalah amanat yang dititipkan oleh Tuhan yang maha kuasa kepada kita sebagai
orang tuanya baik ketika berada di rumah maupun di sekolah karena merupakan amanat maka
hak-haknya harus terpenuhi dengan baik sehingga diharapkan akan lahir generasi penerus
bangsa yang berbudi pekerti luhur dengan dilandasi iman dan taqwa karena setiap anak
memiliki latar belakang yang beragam maka bukan hanya diperlukan perencanaan yang
terstruktur rapi dan dukungan dana yang memadai akan tetapi diperlukan pula komitmen dan
kolaborasi yang sinergis antara berbagai unsur serta adanya kesediaan untuk menanggung
setiap resiko yang muncul.
Seraya memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwasanya program
kerja tim pencegahan dan penanggulangan tindak kekerasan (TPPK) di lingkungan SD Negeri
Sdn waliwis II telah selesai disusun walaupun tidak luput dari berbagai kekurangan dan
keterbatasan yang ada. Meskipun demikian kami senantiasa berharap semoga program kerja
ini dapat dijadikan bahan acuan dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan
kekerasan di lingkungan sekolah sehingga dengan demikian kegiatan tersebut dapat berjalan
dengan lancar tertib dan aman.
Program kerja ini tidak akan berarti apa-apa dan tidak akan berdampak apapun apabila
tidak ada kesediaan untuk bekerja sama dalam tim bahu-membahu berat sama dijinjing ringan
sama dipikul yang disertai dengan keikhlasan agar apapun yang ditanam akan berbuah manis
untuk kemajuan dan perkembangan peserta didik yang merupakan anak yang diamanatkan
mudah-mudahan Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam setiap langkah kita
menuju kebaikan.
Demikian pula dengan adanya program kerja ini kami berharap setidaknya dapat
meminimalisir kesalahan-kesalahan yang biasanya tanpa disadari dilakukan pada suatu
kegiatan kependidikan. Kami berkeyakinan bahwa kegiatan penanggulangan dan pencegahan
kekerasan tindak kekerasan di lingkungan sekolah SD Negeri Sdn waliwis II merupakan bagian
integral yang tak dapat dipisahkan dengan kegiatan-kegiatan lain dalam rangka mensukseskan
keberhasilan Pendidikan.
Oleh karena itu teguran pendapat saran atau pun kritik yang bersifat konstruktif dari
semua pihak yang peduli terhadap pendidikan akan senantiasa kami terima dengan lapang
dada demi penyempurnaan ke arah yang lebih baik lagi.