Prosedur Kebersihan dan Limbah RSUD Antero
Prosedur Kebersihan dan Limbah RSUD Antero
RUMAH SAKIT
STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024
Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PROSEDUR PEMBERSIHAN DAN DESINFEKSI
PERMUKAAN PERALATAN/FASILITAS DI RUMAH
SAKIT
RSUD
ANTERO No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2
HAMRA / /2024 00
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024
Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PROSEDUR PEMBERSIHAN DAN DESINFEKSI
PERMUKAAN PERALATAN/FASILITAS DI RUMAH
SAKIT
RSUD
ANTERO No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2
HAMRA / /2024 00
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024
Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PENANGANAN LIMBAH TAJAM
Halaman
No. Dokumen : [Link]
RSUD 1/2
/ /2024 00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Benda tajam adalah objek atau alat yang memiliki sudut
tajam atau runcing yang dapat memotong atau
PENGERTIAN
menusuk kulit Seperti;Jarum suntik, Bisturi ( Pisau
bedah ), Blood Lancet, Pecahan kaca, ampul obat.
Agar limbah benda tajam yang dihasilkan oleh Rumah
Sakit maupun tempat layanan kesehatn lainnya dapat
TUJUAN tertangani dengan baik dan tidak menimulkan cedera
bagi karyawan ,petugas kesehatan, pengunjung dan
masyarakat sekitarnya..
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Antero Hamra Nomor / /2024 Tentang Pelayanan
KEBIJAKAN
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Antero
Hamra
1. Menyiapkan safety box sesuai dengan spesifikasi
Kontaminasi Selalu menggunakan wadah saat
membawa jarum atau benda tajam lainnya.
2. Tidak menutup kembali atau membengkokkan jarum
yang telah digunakan.
3. Membuang segera jarum yang telah digunakan
PROSEDUR kedalam safety box, dan pastikan safety box ada
dilokasi tindakan.
4. Tidak mengisi safety box melebihi batas yang
ditentukan ( 3⁄4 bagian).
5. Tidak memberikan jarum suntik atau instrumen tajam
secara langsung kepada sesama petugas tanpa
menggunakan wadah
PENANGANAN LIMBAH TAJAM
Halaman
No. Dokumen : [Link]
RSUD 1/2
00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Limbah medis adalah hasil buangan yang berasal dari
PENGERTIAN fasilitas pelayanan Kesehatan, fasilitas penelitian dan
laboratorium ( Direktorat Jendral PP dan PL 2012
a. Mencegah penularan penyakit
b. Mencegah pencemaran lingkungan
TUJUAN c. Mencegah penyalahgunaan limbah
d. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat
limbah medis
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Antero Hamra Nomor 045.1 Tahun 2024 Tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
RSUD Antero Hamra
A. ALAT
1. Masker
2. Handscoon/sarung tangan
3. Sepatu Boot
4. Helm
5. Kacamata
PROSEDUR B. BAHAN
1. Kantong plastic kuning
2. Safety box
3. Sampah medis
4. TPS sementara limbah medis
5. Container limbah medis
PENANGANAN LIMBAH TAJAM
RSUD Halaman
No. Dokumen : [Link]
ANTERO 1/2
/ /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra,
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam
adalah
salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
PENGERTIAN terhadap petugas yang tertusuk benda yang memiliki
sudut tajam atau runcing yang menusuk, memotong,
melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit bedah,
pisau, skalpel, gunting,atau benang kawat.
Melindungi petugas kesehatan, mahasiswa, petugas
TUJUAN kebersihan, pengunjung dari perlukaan dan tertular
penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV
Setiap petugas kesehatan yaitu dokter, perawat,
petugas
kebersihan (House Keeping), mahasiswa, dan
KEBIJAKAN pengunjung bila terjadi kecelakaan tertusuk jarum bekas
pakai dan benda tajam wajib dilaporkan dan
penanganannya harus sesuai prosedur yang sudah di
tetapkan.
Prosedur penatalaksanaan tersuk jarum bekas pakai
dan
benda tajam:
1. Pertolongan Pertama
a. Jangan panic
b. Penatalaksanaan lokasi terpapar :
PROSEDUR 1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
2) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
antiseptik dan air mengalir
3) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran
mukosa
4) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada
daerah mata
RSUD Halaman
No. Dokumen : [Link]
ANTERO 1/2
/ /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra,
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam
adalah
salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
PENGERTIAN terhadap petugas yang tertusuk benda yang memiliki
sudut tajam atau runcing yang menusuk, memotong,
melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit bedah,
pisau, skalpel, gunting,atau benang kawat.
Melindungi petugas kesehatan, mahasiswa, petugas
TUJUAN kebersihan, pengunjung dari perlukaan dan tertular
penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV
Setiap petugas kesehatan yaitu dokter, perawat,
petugas
kebersihan (House Keeping), mahasiswa, dan
KEBIJAKAN pengunjung bila terjadi kecelakaan tertusuk jarum bekas
pakai dan benda tajam wajib dilaporkan dan
penanganannya harus sesuai prosedur yang sudah di
tetapkan.
Prosedur penatalaksanaan tersuk jarum bekas pakai
dan
benda tajam:
1. Pertolongan Pertama
a. Jangan panic
b. Penatalaksanaan lokasi terpapar :
PROSEDUR 1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
2) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
antiseptik dan air mengalir
3) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran
mukosa
4) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada
daerah mata
Halaman
No. Dokumen : No. Revisi
RSUD 1/1
/ /2024 00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
1. Merupakan tindakan membuang limbah sisa
pemeriksaan darah dari unit Laboratorium ke saluran
limbah yang sudah diatur untuk mencegah penularan
PENGERTIAN infeksi
2. Yang termasuk dalam komponen darah adalah
sisapembuangan laboratorium termasuk darag utuh dan
darah yangtelah tercampur bahan kimia..
Agar limbah sisa darah dapat diolah dan tidak
TUJUAN menginfeksi lingkungan sekitar
1. Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004
KEBIJAKAN 2. Pedoman pengolahan komponen darah
3. Program PPI
1. Petugas menggunakan alat perlindungan diri
termasuk
handscoon, masker, dan sepatu tertutup
2. Pisahkan limbah darah dengan limbah lainnya
3. Limbah cair berupa darah atau komponennya
ditampung
PROSEDUR dalam wadah yang bertanda infeksius
4. Kemudian tampungan dibuang melalui westafel
laboratorium
yang telah terhubung dengan IPAL sesuai dengan SOP
pembuatan IPAL untuk mengolah limbah cair.
5. Bilaas botol penampung untuk membersihkan sisa-
sisa limbah
6. Disinfektan dengan larutan hypoklorit
7. Gunakan lagi botol penampung untuk menampung
limbah
komponen darah
8. Bersihkan dan rawat botol penampung limbah darah
agar tidak
terkontaminasi dengan benda infeksius
UNIT TERKAIT 1. Unit Laboratorium
2. IPAL