0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Prosedur Kebersihan dan Limbah RSUD Antero

dokumen

Diunggah oleh

bamskurniawan23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan18 halaman

Prosedur Kebersihan dan Limbah RSUD Antero

dokumen

Diunggah oleh

bamskurniawan23
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PEMBERSIHAN PERMUKAAN DAN LINGKUNGAN

RUMAH SAKIT

RSUD No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2


ANTERO
/ /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra

STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024

[Link] Ayunita . M. Kes


NIP. 19811230 200903 2 001
Pembersihan lingkungan adalah berbagai upaya yang
dilakukan untuk dapat mengendalikan berbagai faktor
lingkungan (fisik,biologi) di rumah sakit dengan cara
PENGERTIAN
meminimalkan atau mencegah terjadinya transmisi
mikroorganisme dan lingkungan kepada pasien ,
petugas, pengunjung di sekitar sarana kesehatan.
Untuk menciptakan lingkungan yang bersih, aman dan
nyaman sehingga dapat meminimalkan atau mencegah
TUJUAN terjadinya mikroorganisme dan lingkungan kepada
pasien , petugas, pengunjung dan masyarakat di sekitar
rumah sakit dan kecelakaan kerja dapat di cegah
Peraturan Kepala Rumah Sakit RSUD Antero Hamra
KEBIJAKAN Tentang Pedoman Pengoranisasian Komite Pencegahan
dan Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (KPPIRS)
1. Semua permukaan horizontal di tempat di mana
pelayanan yang disediakan untuk pasien harus
dibersihkan setiap hari dan bila terlihat kotor. Permukaan
tersebut juga harus dibersihkan bila pasien sudah keluar
dan sebelum pasien baru masuk perawatan.
2. Permukaan semua peralatan di kamar perawatan yang
PROSEDUR kontak langsung dengan pasien harus dibersihkan dan
didesinfeksi sebelum digunakan oleh pasien lainnya
[Link] lap yang digunakan untuk pembersihan
permukaan
lingkungan harus dibasahi sebelum digunakan
(membersihkan debu dengan kain kering atau dengan
sapu dapat menimbulkan aerosolisasi dan harus
dihindari.
4. Larutan desinfektan, kain lap dan kain pel harus di
ganti
Secara berkala atau bila tampak kotor
5. Semua peralatan pembersihan harus dibersihkan dan
dikeringkan setelah digunakan
6. Kain pel yang dapat digunakan kembali harus di cuci
dan dikeringkan setelah digunakan dan sebelum di
simpan
7. Tempat-tempat disekitar pasien harus bersih dari
peralatan serta perlengkapan yang tidak perlu
sehingga
memudahkan pembersihan menyeluruh setiap
hari
8. Meja pemeriksaan dan peralatan sekitarnya
yang telah
digunakan pasien yang diketahui atau suspek
terinfeksi
Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) yang
dapat
menimbulkan kekhawatiran harus dibersihkan
dengan
desinfektan segera setelah pasien pulang.
9. Petugas kebersihan dalam melakukan
pembersihan
lingkungan harus menggunakan APD untuk
melindungi
resiko terpajan benda-benda infeksius, benda
tajam,
cairan infeksius,, antara lain dengan
menggunakan
sarung tangan karet (rumah tangga), gaun
pelindung dan
celemek karet dan sepatu [Link]
limbah berupa botol/ ampul yang sudah dipakai,
alcohol sweb, masker, sarung tangan, APD
lainnya kedalam plastic kuning

Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PROSEDUR PEMBERSIHAN DAN DESINFEKSI
PERMUKAAN PERALATAN/FASILITAS DI RUMAH
SAKIT

RSUD
ANTERO No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2
HAMRA / /2024 00
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra

STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024

[Link] Ayunita . M. Kes


NIP. 19811230 200903 2 001
Tata cara untuk menghilangkan kotoran, bakteri/ virus
PENGERTIAN yang berada dipermukaan peralatan yang ada disekitar
rumah sakit.
Untuk melindungi petugas dan pasien dari kontak
dengan
TUJUAN kotoran,debu,darah,semua jenis cairan tubuh,secret,kulit
yang tidak utuh,selaput lendir pasien pada benda atau
permukaan yang terkontaminasi.
Peraturan Kepala Rumah Sakit RSUD Kendari Tentang
KEBIJAKAN Pedoman Pengoranisasian Komite Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (KPPIRS)
1. Petugas cleaning servise menyiapkan peralatan
dan APD yang akan digunakan pada saat
pembersihan peralatan dilingkungan Rumah
Sakit(disinfektan yang digunakan, lap kering).
2. Petugas cleaning servise menyemprotkan
disinfektandetergen yang direkomendasikan kebagian
PROSEDUR lap
kering/kain yang digunakan untuk membersihkan/
mengelap.
3. Petugas cleaning servise membersihkan secara
siksak atau dari dalam keluar area permukaan meja,
kursi tunggu, pegangan tangga, pegangan pintu,
nursestation, meja pendaftaran,pesawat telfon,
brancart,restoll, bed.
4. Petugas cleaning servise menggunakan disinfektan
clorin 0,5 %, apabila area permukaa terkontaminasi
dengan cairan tubuh pasien biarkan 5 menit
dan membersihkan kembalikan menggunakan lap
detergen sampai kering.
5. Petugas cleaning servise membersihkan area
permukaan 2x setiap shif jaga atau jika diperlukan untuk
segera dibersihkan.
6. Ganti lap apabila lap yang digunakan sudah kotor.
7. Petugas cleaning servise merapikan alat dan melepas
APD
setelah selesai melakukan tindakan.
8. Petugas cleaning servise melakukan cuci tangan.

Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PROSEDUR PEMBERSIHAN DAN DESINFEKSI
PERMUKAAN PERALATAN/FASILITAS DI RUMAH
SAKIT

RSUD
ANTERO No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2
HAMRA / /2024 00
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra

STANDAR
Tanggal terbit :
PROSEDUR
05 Januari
OPERASIONAL
2024

[Link] Ayunita . M. Kes


NIP. 19811230 200903 2 001
Tata cara untuk menghilangkan kotoran, bakteri/ virus
PENGERTIAN yang berada dipermukaan peralatan yang ada disekitar
rumah sakit.
Untuk melindungi petugas dan pasien dari kontak
dengan
TUJUAN kotoran,debu,darah,semua jenis cairan tubuh,secret,kulit
yang tidak utuh,selaput lendir pasien pada benda atau
permukaan yang terkontaminasi.
Peraturan Kepala Rumah Sakit RSUD Kendari Tentang
KEBIJAKAN Pedoman Pengoranisasian Komite Pencegahan dan
Pengendalian Infeksi Rumah Sakit (KPPIRS)
1. Petugas cleaning servise menyiapkan peralatan
dan APD yang akan digunakan pada saat
pembersihan peralatan dilingkungan Rumah
Sakit(disinfektan yang digunakan, lap kering).
2. Petugas cleaning servise menyemprotkan
disinfektandetergen yang direkomendasikan kebagian
PROSEDUR lap
kering/kain yang digunakan untuk membersihkan/
mengelap.
3. Petugas cleaning servise membersihkan secara
siksak atau dari dalam keluar area permukaan meja,
kursi tunggu, pegangan tangga, pegangan pintu,
nursestation, meja pendaftaran,pesawat telfon,
brancart,restoll, bed.
4. Petugas cleaning servise menggunakan disinfektan
clorin 0,5 %, apabila area permukaa terkontaminasi
dengan cairan tubuh pasien biarkan 5 menit
dan membersihkan kembalikan menggunakan lap
detergen sampai kering.
5. Petugas cleaning servise membersihkan area
permukaan 2x setiap shif jaga atau jika diperlukan untuk
segera dibersihkan.
6. Ganti lap apabila lap yang digunakan sudah kotor.
7. Petugas cleaning servise merapikan alat dan melepas
APD
setelah selesai melakukan tindakan.
8. Petugas cleaning servise melakukan cuci tangan.

Cleaning service
Semua Unit
UNIT TERKAIT
Komite PPI
PENANGANAN LIMBAH TAJAM

Halaman
No. Dokumen : [Link]
RSUD 1/2
/ /2024 00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Benda tajam adalah objek atau alat yang memiliki sudut
tajam atau runcing yang dapat memotong atau
PENGERTIAN
menusuk kulit Seperti;Jarum suntik, Bisturi ( Pisau
bedah ), Blood Lancet, Pecahan kaca, ampul obat.
Agar limbah benda tajam yang dihasilkan oleh Rumah
Sakit maupun tempat layanan kesehatn lainnya dapat
TUJUAN tertangani dengan baik dan tidak menimulkan cedera
bagi karyawan ,petugas kesehatan, pengunjung dan
masyarakat sekitarnya..
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Antero Hamra Nomor / /2024 Tentang Pelayanan
KEBIJAKAN
Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di RSUD Antero
Hamra
1. Menyiapkan safety box sesuai dengan spesifikasi
Kontaminasi Selalu menggunakan wadah saat
membawa jarum atau benda tajam lainnya.
2. Tidak menutup kembali atau membengkokkan jarum
yang telah digunakan.
3. Membuang segera jarum yang telah digunakan
PROSEDUR kedalam safety box, dan pastikan safety box ada
dilokasi tindakan.
4. Tidak mengisi safety box melebihi batas yang
ditentukan ( 3⁄4 bagian).
5. Tidak memberikan jarum suntik atau instrumen tajam
secara langsung kepada sesama petugas tanpa
menggunakan wadah
PENANGANAN LIMBAH TAJAM

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


00 2/2
RSUD ANTERO
HAMRA

6. Menggunakan alat proteksi diri ( gloves, apron,


pelindung wajah dan mata ) untuk menghindarkan
paparan darah dan cairan tubuh pasien.
7. Menutup luka pada kulit (bila ada) dengan plester
kedap air.
8. Menutup segera safety box yang sudah terisi 3⁄4
bagian dengan rapat, bawa ke pembakaran sampah
medis .
9. Lepaskan alat proteksi diri.
10. Cuci tangan
1. Rawat Inap
2. Rawat jalan
UNIT TERKAIT 3. IGD
4. IBS
5. Laboratorium
PENGELOLAAN LIMBAH B3

Halaman
No. Dokumen : [Link]
RSUD 1/2
00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Limbah medis adalah hasil buangan yang berasal dari
PENGERTIAN fasilitas pelayanan Kesehatan, fasilitas penelitian dan
laboratorium ( Direktorat Jendral PP dan PL 2012
a. Mencegah penularan penyakit
b. Mencegah pencemaran lingkungan
TUJUAN c. Mencegah penyalahgunaan limbah
d. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat
limbah medis
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Antero Hamra Nomor 045.1 Tahun 2024 Tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
RSUD Antero Hamra
A. ALAT
1. Masker
2. Handscoon/sarung tangan
3. Sepatu Boot
4. Helm
5. Kacamata
PROSEDUR B. BAHAN
1. Kantong plastic kuning
2. Safety box
3. Sampah medis
4. TPS sementara limbah medis
5. Container limbah medis
PENANGANAN LIMBAH TAJAM

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


00 2/2
RSUD ANTERO
HAMRA

A. Menyiapkan kantong plastic kuning, safety box


dan tempat sampah tertutup
B. Melapisi tempat sampah dengan plastik kuning
C. Masukkan spoid dan jarum ke safety box
D. Masukkan limbah berupa botol/ ampul yang sudah
dipakai, alcohol sweb, masker, sarung tangan,
APD lainnya kedalam plastic kuning
E. Menempatkan limbah medis ke tempat
penyimpanan sementara
F. Mengirimkan sampah medis ke pihak ketiga untuk
dimusnahkan.

Semua unit Pelayanan


UNIT TERKAIT Pengangkut sampah medis (pihak ketiga)
PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM ATAU
BENDA TAJAM

RSUD Halaman
No. Dokumen : [Link]
ANTERO 1/2
/ /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra,
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam
adalah
salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
PENGERTIAN terhadap petugas yang tertusuk benda yang memiliki
sudut tajam atau runcing yang menusuk, memotong,
melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit bedah,
pisau, skalpel, gunting,atau benang kawat.
Melindungi petugas kesehatan, mahasiswa, petugas
TUJUAN kebersihan, pengunjung dari perlukaan dan tertular
penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV
Setiap petugas kesehatan yaitu dokter, perawat,
petugas
kebersihan (House Keeping), mahasiswa, dan
KEBIJAKAN pengunjung bila terjadi kecelakaan tertusuk jarum bekas
pakai dan benda tajam wajib dilaporkan dan
penanganannya harus sesuai prosedur yang sudah di
tetapkan.
Prosedur penatalaksanaan tersuk jarum bekas pakai
dan
benda tajam:
1. Pertolongan Pertama
a. Jangan panic
b. Penatalaksanaan lokasi terpapar :
PROSEDUR 1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
2) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
antiseptik dan air mengalir
3) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran
mukosa
4) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada
daerah mata

PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM ATAU


BENDA TAJAM

RSUD Halaman
No. Dokumen : [Link]
ANTERO 1/2
/ /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra,
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Penatalaksanaan tertusuk jarum dan benda tajam
adalah
salah satu upaya pencegahan dan pengendalian infeksi
PENGERTIAN terhadap petugas yang tertusuk benda yang memiliki
sudut tajam atau runcing yang menusuk, memotong,
melukai kulit seperti jarum suntik, jarum jahit bedah,
pisau, skalpel, gunting,atau benang kawat.
Melindungi petugas kesehatan, mahasiswa, petugas
TUJUAN kebersihan, pengunjung dari perlukaan dan tertular
penyakit seperti hepatitis B, hepatitis C dan HIV
Setiap petugas kesehatan yaitu dokter, perawat,
petugas
kebersihan (House Keeping), mahasiswa, dan
KEBIJAKAN pengunjung bila terjadi kecelakaan tertusuk jarum bekas
pakai dan benda tajam wajib dilaporkan dan
penanganannya harus sesuai prosedur yang sudah di
tetapkan.
Prosedur penatalaksanaan tersuk jarum bekas pakai
dan
benda tajam:
1. Pertolongan Pertama
a. Jangan panic
b. Penatalaksanaan lokasi terpapar :
PROSEDUR 1) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
2) Segera cuci bagian yang terpapar dengan sabun
antiseptik dan air mengalir
3) Bilas dengan air bila terpapar pada daerah membran
mukosa
4) Bilas dengan air atau cairan NaCl bila terpapar pada
daerah mata

PENATALAKSANAAN TERTUSUK JARUM ATAU


BENDA TAJAM

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


RSUD ANTERO 00 2/2
HAMRA
2. Penanganan Lanjutan :
a. Bila terjadi di luar jam kerja segera ke Instalasi
Gawat Darurat (IGD) untuk penatalaksanaan
selanjutnya.
b. Bila terjadi di dalam jam kerja segera ke Poliklinik
Penyakit Dalam dengan membawa surat konsul dari
dokter rungan unit kerja
3. Laporan dan Pendokumentasian
a. Laporan meliputi: Hari, tanggal, jam, dimana,
bagaimana kejadian, bagian mana yang terkena,
penyebab, jenis sumber (darah, urine, faeces) dan
jumlah sumber yang mencemari (banyak/sedikit).
b. Tentukan status pasien sebagai sumber jarum dan
benda tajam ( pasien dengan riwayat sakit apa )
c. Tentukan status petugas yang terpapar : Apakah
menderita hepatitis B, apakah pernah mendapatkan
imunisasi Hepatitis B, apakah sedang hamil/menyusui
d. Jika tidak diketahui sumber paparannya. Petugas yang
terpapar diperiksa status HIV, HBV, HCV.
e. Bila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan bukan
dalam masa inkubasi tidak perlu tindakan khusus
untuk petugas, tetapi bila diragukan dapat dilakukan
konseling. f. Pemberian Propilaksis Pasca Pajanan :
1) Pasca Pajanan HIV :
a) Apabila Status pasien HIV harus diberikan
Prolaksis Pasca Pajanan berupa obat ARV 4
jam setelah paparan , maksimal 48 -72 jam
diberikan selama 28 hari.
b) Tes HIV diulang setelah 6 minggu, 3 bulan,
dan 6 bulan
2) Pasca Pajanan Hepatitis B
a) Jika pernah vaksinasi periksa anti HBs
(1) Anti HBs (+), titer ≤ 10, lakukan Booster.
(2) Anti HBs (+), Titer ≥ 10, lakukan observasi

b) Jika belum pernah vaksinasi maka :


(1) Segera vaksinasi sesuai standar.
(2) Cek HBsAg bulan ke 1, bulan ke 3, bulan
ke 6.
(3) Jika HbsAg (+), rujuk ke Gastrohepatologi
Penyakit Dalam untuk penanganan lebih
lanjut.

3) Evaluasi pencemaran berdasarkan mode, rute,


beratnya yang terpapar :
a) Cairan resiko tinggi yang perlu diwaspadai dan
dapat menimbulkan pencemaran adalah darah,
cairan sperma, sekret vagina, cairan cerebro
spinal.
b) Cairan tubuh yang tidak menimbulkan
pencemaran : urine, sputum non purulen,
ingus, air mata keringat, faeses.

4. Laporan kejadian di lakukan oleh unit kerja


tempat terjadinya kecelakaan kepada K3RS dan
Komite PPIRS

1. Buku Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi


di
DOKUMEN
Rumah Sakit
TERKAIT
2. Buku Pedoman Keselamatan Kesehatan Kerja (K3),
Kebakaran dan Kewaspadaan Bencana
1. Instalasi Gawat Darurat.
2. Instalasi Rawat Inap
3. Instalasi Rawat Jalan
UNIT TERKAIT 4. Instalasi Kamar Operasi
5. Instalasi Anestesi dan Reanimasi
6. Intensive Care Unit
7. Cleaning Service
PENGELOLAAN LIMBAH DARAH

Halaman
No. Dokumen : No. Revisi
RSUD 1/1
/ /2024 00
ANTERO
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
1. Merupakan tindakan membuang limbah sisa
pemeriksaan darah dari unit Laboratorium ke saluran
limbah yang sudah diatur untuk mencegah penularan
PENGERTIAN infeksi
2. Yang termasuk dalam komponen darah adalah
sisapembuangan laboratorium termasuk darag utuh dan
darah yangtelah tercampur bahan kimia..
Agar limbah sisa darah dapat diolah dan tidak
TUJUAN menginfeksi lingkungan sekitar
1. Kepmenkes 1204/MENKES/SK/X/2004
KEBIJAKAN 2. Pedoman pengolahan komponen darah
3. Program PPI
1. Petugas menggunakan alat perlindungan diri
termasuk
handscoon, masker, dan sepatu tertutup
2. Pisahkan limbah darah dengan limbah lainnya
3. Limbah cair berupa darah atau komponennya
ditampung
PROSEDUR dalam wadah yang bertanda infeksius
4. Kemudian tampungan dibuang melalui westafel
laboratorium
yang telah terhubung dengan IPAL sesuai dengan SOP
pembuatan IPAL untuk mengolah limbah cair.
5. Bilaas botol penampung untuk membersihkan sisa-
sisa limbah
6. Disinfektan dengan larutan hypoklorit
7. Gunakan lagi botol penampung untuk menampung
limbah
komponen darah
8. Bersihkan dan rawat botol penampung limbah darah
agar tidak
terkontaminasi dengan benda infeksius
UNIT TERKAIT 1. Unit Laboratorium
2. IPAL

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)

No. Dokumen : [Link] Halaman 1/2


RSUD ANTERO / /2024 00
HAMRA
Ditetapkan oleh:
Direktur RSUD Antero Hamra
STANDAR
PROSEDUR Tanggal terbit :
OPERASIONAL
[Link] Ayunita . M. Kes
NIP. 19811230 200903 2 001
Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) adalah sebuah struktur
yang dirancang untuk membuang limbah biologis dan kimiawi
PENGERTIAN
dari air limbah Rumah Sakit sehingga aman bila dibuang ke
badan lingkungan
Sebagai acuan Petugas Sanitasi Rumah Sakit dalam
TUJUAN melaksanakan penanganan dan pengolahan limbah cair
Rumah Sakit
Surat Keputusan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Antero Hamra Nomor 041 Tahun 2024 Tentang
KEBIJAKAN
Pelayanan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di
RSUD Antero Hamra
1. Limbah cair dari sumber /penghasil limbah di
buatkan saluran pembuangan menuju bak control
2. Dari bak control masuk ke inlet bak equalisasi
berfungsi menghomogenkan limbah dan juga
sebagai pengolahan an aerob
PROSEDUR
3. Dari bak pengolahan An aerob dialirkan ke bak
pengolahan aerob
4. Setelah melalui pengolahan di bak Aerob sebelum
dialirkan ke outlet diklorinasi terlebih dahulu
5. Setelah diklorinasi dialirkan ke bak penampung
/control, sebelum dibuang ke peresapan /badan air

INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL)

No. Dokumen : No. Revisi Halaman


00 2/2
RSUD ANTERO
HAMRA
1. Sebagai indikatornya pada bak penampung di beri
ikan untuk mengetahui limbah tersebut sudah
aman
2. Dialirkan ke badan air
UNIT TERKAIT Semua Unit Pelayanan Rumah Sakit

Anda mungkin juga menyukai