PEMBAHASAN BIDAN 18.09.
2023
1. Seorang balita perempuan, 5 tahun, dirawat di ruang anak,
dengan diagnosis DHF hari kelima. Hasil pengkajian: bosan di
RS, ingin segera pulang ke rumah. Perawat akan melakukan
terapi bermain. Apakah jenis permainan yang tepat untuk anak
tersebut?
A. Bola bekel
B. Kuda-kudaan
C. Boneka panda
D. Alat masak-masakan
E. Pensil dan buku gambar
Pembahasan:
Saat balita masuk dan dirawat di RS hal ini akan
menyebabkan kecemasan dan stress fisik dan psikologis
baik bagi balita dan keluarganya.
Asuhan Atraumatic adalah sebagai asuhan terapeutik
yang meminimalkan atau menghilangkan distress
psikologis dan fisik yang dialami oleh balita dan
keluarganya.
Salah satu langkah yang dilakukan menurunkan dan
mencegah dampak perpisahan balita dari keluarganya
dengan memberi kesempatan orangtua menemani saat
balita di rawat.
Boneka panda merupakan salah satu jenis permainan
terapeutik bagi balita umur prasekolah.
2. Seorang anak laki-laki, 6 tahun, dirawat di ruang anak
dengan keluhan batuk, demam dan sesak napas. Berdasarkan
pengkajian dan analisis data, ditemukan masalah keperawatan,
yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, intervensi keperawatan
adalah fisioterapi dada. Pada saat melakukan fisioterapi dada,
perawat melakukan perkusi pada dada atau punggung anak.
Bagaimana cara melakukan tindakan tersebut?
A. Teknik pemukulan ritmik dengan telapak tangan
yang melekuk
B. Melakukan pemukulan dengan telapak tangan terbuka
lebar
C. Melakukan getaran menggunakan telapak tangan
D. Mengganjal bantal sebelum diperkusi
E. Menggunakan alat khusus
Pembahasan:
Dengan teknik perkusi tangan melekuk lokasi pukulan
lebih focus/tepat dan tindakan ini tidak mengakibatkan
anak kesakitan seperti jika kita melakukan perkusi dengan
telapak tangan terbuka.
Pemukulan ritmik pada dinding dada dan punggung
tujuannya melepaskan lender atau secret-sekret yang
menempel pada dinding pernapasan dan memudahkan
mengalir ke tenggorokan.
Hal ini memudahkan anak mengeluarkan lendirnya.
3. Seorang anak perempuan, 7 tahun, di rawat di ruang anak
dengan keluhan sesak napas. Hasil pengkajian: retraksi dada,
frekuensi napas 30x/menit, tampak menggunakan otot-otot
bantu napas. Masalah keperawatan yang ditegakkan adalah
perubahan pola napas berhubungan dengan penurunan
ekspansi paru. Anak mendapatkan terapi oksigen dengan
nassal kanul. Apakah hal prioritas yang perlu diperhatikan saat
prosedur tersebut berlangsung?
A. Posisikan tidur anak senyaman mungkin
B. Mempertahankan lingkungan agar tidak berisik
C. Perhatikan botol humidifier jangan sampai kosong
D. Pasang pengumuman di pintu kamar “pasien perlu
istirahat”
E. Anjurkan orangtua agar segera melapor jika oksigen
sudah habis
Pembahasan:
Botol humidifier berisikan aquabides yang berfungsi untuk
melembabkan oksigen saat di alirkan ke system
pernapasan, hal ini dapat mencegah terjadinya iritasi
akibat aliran oksigen yang memiliki sifat kering. Oleh
karena itu selama prosedur pemberian oksigen botol
humidifier harus terisi aquabidest sesuai dengan batasan
atas maupun bawah yang tertera pada botol.
4. Seorang bayi perempuan, 8 bulan, dirawat di ruang anak
dengan keluhan diare cair sebanyak 6 kali dan muntah. Hasil
pengkajian: mukosa bibir dan mulut kering, cubitan kulit perut
kembali lambat, BB 6 kg, mata cekung. Apakah tindakan
keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Mengukur BB harian
B. Mengkaji turgor kulit
C. Memeriksa nilai elektrolit
D. Mengobservasi tetesan infus
E. Memantau asupan dan haluaran
Pembahasan:
Bayi dan anak-anak yang lebih kecil akan mengalami
kehilangan cairan yang tidak tampak. Mengukur BB harian
adalah cara yang paling akurat untuk mengukur
peningkatan atau kehilangan cairan pada bayi dan anak.
Memantau asupan dan haluaran, memeriksa nilai
elektrolit, mengkaji turgor kulit merupakan intervensi
penting, namun tidak dapat mengukur atau menghitung
kehilangan cairan yang tidak tampak. Sedangkan
pengukuran lingkar perut dan lengan atas lebih tepat
digunakan untuk mengetahui status nutrisi bayi dan anak.
5. Batita laki-laki, 2,5 tahun, di rawat diruang anak dengan
kejang demam. Hasil pengkajian: saat ini muncul kejang, suhu
38oC, orang tua cemas melihat kondisi anak. Apakah tindakan
keperawatan utama pada kasus tersebut?
A. Memakaikan pakaian yang ringan
B. Mengamati dan mendokumentasikan aktivitas kejang
C. Menyingkirkan semua objek yang berbahaya dekat anak
D. Membiarkan kejang terjadi dan berakhir tanpa gangguan
E. Membaringkan anak pada miring dan tetap bersama
anak
Pembahasan:
Prioritas dalam menangani anak kejang adalah menjamin
keamanan dan perlindungan dari cedera. Dengan posisi
anak ditidurkan miring dan dapat mencegah anak dari
aspirasi cairan/sisa makanan yang dapat masuk ke dalam
paru-paru saat kejang.
Dengan ditemani orangtua saat anak mendapat serangan
kejang, orangtua dapat mengobeservasi dan
mendokumentasikan kejadian kejang tersebut sehingga
dapat dilaporkan kepada dokter sebagai data yang
dibutuhkan untuk menentukan terapi.
6. Seorang balita laki-laki, 5 tahun, dibawa ibunya ke
puskesmas dengan keluhan diare. Hasil pemeriksaan: tampak
rewel, anak tampak haus minum lahap, mata cekung, frekuensi
nadi 110x/menit, frekuensi napas 29x/menit. Apakah tindakan
yang tepat dilakukan pada kasus tersebut?
A. Rujuk segera ke RS
B. Beri antibiotik
C. Beri vitamin
D. Beri cairan
E. Beri oralit
Pembahasan:
Didalam Kasus terdapat data yang menjadi kritikal dalam
menjawab pertanyaan yaitu:
Balita tampak rewel.
Balita tampak haus minum lahap.
Mata cekung.
Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut: Gelisah,
rewel / mudah marah, Mata cekung, Haus, minum dengan
lahap, Cubitan kulit perut kembali lambat hal ini jelas
menunjukkan diare dengan dehidrasi ringan/sedang,
sehingga tindakannya masuk dalam kategori masalah
dimana anak secara prioritas memberikan cairan, tablet
Zink dan makanan yang sesuai dengan rencana. Jika
ditemukan masalah yang lebih berat maka intervensi
dilanjutkan untuk Rujuk segera.
7. Batita laki-laki, 2 tahun, dibawa ibunya ke puskesmas
dengan keluhan BAB cair. Hasil pengkajian: letargi, tampak
lemes, tidak mau minum, mata cekung, cubitan kulit perut
kembali lambat, frekuensi napas 35x/menit, suhu 38°C. Apakah
klasifikasi masalah yang terjadi pada kasus tersebut?
A. Diare
B. Diare persisten berat
C. Diare tanpa dehidrasi
D. Diare dengan dehidrasi berat
E. Diare dengan dehidrasi ringan
Pembahasan:
Didalam Kasus terdapat data yang menjadi kritikal dalam
menjawab pertanyaan yaitu
Batita tampak lemes dan tidak mau minum. -
Kesadaran anak letargi.
Mata cekung.
Cubitan kulit perut Kembali lambat.
Hal tersebut sesuai dengan dasar manisfestasi yang
menunjukan masalah diare dehidrasi berat adalah
Terdapat dua atau lebih tanda-tanda berikut: - Letargis
atau tidak sadar. - Mata Cekung. - Tidak bisa minum atau
malas minum. - Cubitan kulit perut kembali sangat lambat.
8. Seorang bayi, 4 hari, dirawat di ruang perinatology dengan
keluhan bayi tampak kuning. Hasil pengkajian: tampak kuning,
reflek hisap lemah, kulit kering, frekuensi napas 48x/menit,
frekuensi nadi 112x/menit, suhu 36,6°C mengalami penurunan
BB 2 ons selama di rawat. Saat ini diberikan tindakan
fototerapy. Apakah masalah keperawatan utama yang muncul
pada kasus tersebut?
A. Defisit nutrisi
B. Gangguan neurologia
C. Gangguan termoregulasi
D. Gangguang integritas kulit
E. Diskontuinitas pemberian ASI
Pembahasan:
Data kasus sebagai kunci dalam menjawab adalah:
Reflek hisap lemah.
Penurunan berat badan.
Data tersebut merupakan data utama bayi mengalami
masalah nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
Data yang lain seperti kulit kering juga memungkinkan
muncul masalah gangguan integritas kulit namun lebih
prioritas terkait dengan masalah nutrisi.
9. Batita perempuan, 2 tahun, dirawat di ruang ruang anak
dengan keluhan demam selama 5 hari dan muntah. Hasil
pengkajian: tampak rewel, menangis ingin keluar ruangan,
tidak kooperatif saat dilakukan tindakan keperawatan. Perawat
akan melakukan pemeriksaan suhu dan menentukan
menggunakan thermometer infrared agar pelaksanaannya lebih
cepat. Apakah prinsip etik pada kasus tersebut?
A. Justice
B. Fidelity
C. Veracity
D. Accountability
E. Nonmaleficence
Pembahasan:
Dalam kasus muncul manifestasi dari reaksi hospitalisasi
yang menunjukkan batita rewel dan takut. Untuk
melakukan tindakan perawat harus memperhatikan
dampak reaksi hospitalisasi tersebut.
Reaksi hospitalisasi jika tidak teratasi akan menimbulkan
dampak merugikan yaitu akan menjadi trauma dan dapat
menghambat fase perkembangan anak kedepan. Dalam
hal tersebut prinsip etik yang sesuai untuk dilakukan
adalah non-maleficience.
10. Seorang anak laki-laki, 6 tahun, dirawat di ruang anak
dengan keluhan batuk dan sesak napas. Hasil pemeriksaan:
tampak gelisah, terdengar wheezing, frekuensi napas
60x/menit, frekuensi nadi 99x/menit, suhu 38,5°C. Perawat
akan melakukan tindakan pemenuhan kebutuhan oksigen.
Apakah persiapan awal yang harus dilakukan perawat pada
kasus tersebut?
A. Melakukan inform concent
B. Memberikan posisi semi fowler
C. Memberikan posisi yang nyaman
D. Memberikan O2 sesuai kebutuhan
E. Kolaborasi pemberian obat bronkodilator
Pembahasan:
Didalam perawat akan memenuhi kebutuhan oksigen. Hal
ini masuk dalam perencana sehingga membutuhkan
persiapan sebelum tindakan, diantaranya adalah
persiapan lingkungan dan inform concent.
Perawat secara etika keperawatan berprinsip, perawat
harus menjelaskan tentang apa tindakan yang akan
dilakukan dan apakah pasien menyetuji atau tidak. Hal ini
disebut dengan inform concent.