0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Penciptaan Tari untuk Anak SD

Diunggah oleh

donnyferdinan13
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Penciptaan Tari untuk Anak SD

Diunggah oleh

donnyferdinan13
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

PENCIPTAAN TARI ANAK SD

Disusun oleh Kelompok :


1. Hilda Fitriani
2. Ida maryuni

Dosen pembimbing:

Ade Nia Anjelia [Link]

UPBJJ UT PALEMBANG

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TERBUKA

TAHUN 2024
KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan atas kehadiran Allah SWT yang telah memberikan
Rahmat dan hidayah-Nya serta kemudahan-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah
[Link] makalah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata kuliah pendidikan seni
di SD Tujuan lain dari penyusunan makalah ini adalah untuk sejauh mana kemampuan
akademis serta meningkatkan rasa tanggung jawab kami sebagai seorang mahasiswa. Kami
menyadari makalah yang sederhana dan singkat ini masih jauh dari kesempurnaan.

Maka dari itu kritik dan saran dari semua pihak sangat membantu demi terciptanya karya
yang lebih baik di masa yang akan datang. Semoga Dengan segala keterbatasan yang ada
pada kami, makalah ini dapat memberikan manfaat Kepada semua pihak Terimakasih.

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.....................................................................................................2

DAFTAR ISI ...............................................................................................................3

BAB 1 PENDAHULUAN ..............................................................................................4

A. Latar belakang.............................................................................................4
B. Rumusan masalah.......................................................................................4
C. Tujuan.........................................................................................................4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA .......................................................................................5

A. Pengertian Tari............................................................................................5
B. Proses penciptaan tari anak SD....................................................................5
C. Konsep Gerapan Tari Anak SD.......................................................................6
D. Sumber Tema............................................................................................11
E. Menyusun karya Seni.................................................................................13

BAB III PENUTUP .....................................................................................................15

A. Kesimpulan..............................................................................................15
B. Saran.......................................................................................................15

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................................16

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seni tari merupakan salah satu cabang seni yang memiliki nilai estetika dan keindahan yang
tinggi. Tari juga dapat menjadi media untuk mengungkapkan perasaan dan emosi seseorang.
Di Indonesia, seni tari sudah menjadi bagian dari kebudayaan yang kaya dan beragam. Oleh
karena itu, penting bagi anak-anak untuk mempelajari seni tari sejak dini. Makalah ini akan
membahas tentang penciptaan tari anak SD, yang bertujuan untuk memberikan wawasan dan
kemampuan tentang teori dan praktik penciptaan karya tari. Dalam makalah ini, akan dibahas
tentang proses penciptaan tari, konsep garapan tari, sumber tema tari, dan cara menyusun tari
pada anak SD. Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas tentang seni
tari anak SD.

B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dari tari?

2. Bagaimana proses penciptaan tari anak sd?


3. Bagaimana konsep garapan tari anak sd?

4. Apa saja sumber tema tari pada anak sd?

5. Bagaimana cara menyusun karya tari?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui definisi tari

2. Untuk mengetahui bagaimana proses penciptaan tari anak sd

3. Untuk mengetahui bagaimana konsep garapan tari anak sd


4. Untuk mengetahui apa saja sumber tema tari pada anak Sd

5. Untuk mengetahui cara menyusun karya tari

BAB II PEMBAHASAN
[Link] Tari
Tari adalah gerak tubuh yang ritmis sebagai ungkapan ekspresi jiwa pencipta gerak sehingga
menghasilkan unsur keindahan dan makna yang mendalam. Tari menitik beratkan. konsep dan
koreografi yang bersifat kreatif. Tari memiliki fungsi sarana dan prasarana dalam upacara
keagamaan.

B. Proses Penciptaan Tari Anak SD


Berikut adalah proses penciptaan tari anak sd

1. Eksplorasi
Eksplorasi adalah tahap awal Anda sebagai seorang yang akan menyusun tari dalam proses
penyusunan karya tari. Aktivitas Anda dalam tahap eksplorasi ini meliputi berpikir,
berimajinasi, merasakan dan merespons alam sekitar, lingkungan fisik, dunia binatang,
tumbuhan, kejadian-kejadian sekarang maupun di masa lalu, atas suatu cerita. Eksplorasi
termotivasi dari luar diri Anda sebagai penata tari, sehingga tahap eksplorasi bermanfaat bagi
Anda.

2. Improvisasi
Improvisasi memberi kesempatan lebih luas dalam melakukan imajinasi pemilihan, dan
penciptaan dibandingkan dengan eksplorasi. Dalam improvisasi, seseorang lebih. memiliki
kebebasan dalam mengungkapkan ekspresi gerak. Ciri dari improvisasi ditandai dengan gerak
spontanitas. Improvisasi memacu kreativitas dan memberi kesadaran bahwa gerak itu bersifat
ekspresif, Improvisasi dapat tumbuh dari gerak-gerak tertentu yang telah Anda pelajari. Anda
bisa melakukan pemilihan-pemilihan gerak dengan cara Anda sendiri. Proses improvisasi
merangsang imajinasi, sedangkan imajinasi merupakan elemen yang paling esensial dalam
laku kreatif.
3. Evaluasi

Evaluasi dilakukan untuk mengevaluasi gerakan-gerakan tari yang telah dibuat


dan memperbaiki gerakan-gerakan yang masih kurang. Pemilihan gerak juga
didasarkan pada ide dasar yang meliputi tema, cerita, watak gerak, dan gerak-gerak
yang menjadi ciri dari ide dasarnya, susunlah gerak-gerak tersebut meliputi gerak
kaki, gerak tangan, gerak kepala dan gerak tubuh atau torso. Kemudian lakukan atau
gerakkan (peragakan) secara berulang-ulang. Rasakan apakah gerak yang dipilih
dapat dilakukan dengan mudah? Tidak menyulitkan? Nyamankah? Harmoniskah?
Apabila dirasakan masih belum sesuai, gerakan yang dipilih bisa diubah, diganti,
ditambah, dikurangi, atau ditukar susunannya (urutannya). Namun demikian jangan
lupa untuk membayangkan bahwa Anda mengibaratkan diri Anda adalah siswa SD
yang masih belum mempunyai dasar-dasar gerak tari yang mapan. Secara sederhana,
Anda dapat melakukan evaluasi atau pemilihan gerak yang sesuai dengan kemampuan
siswa SD, sehingga kelak apabila anda membuat karya tari dan mengajarkannya
kepada siswa, akan mudah diterima oleh siswa karena sesuai dengan tingkat
kesulitannya.

4. Forming (Pembentukan Gerak/Komposisi)


Salah satu hasil dalam pengalaman berkreasi tari adalah menyusun gerak
tari. Proses ini disebut composing atau forming (membuat komposisi). Kebutuhan
membuat komposisi lahir dari hasrat manusia untuk memberi bentuk pada apa yang
ditemukan (dalam eksplorasi). Langkah melakukan spontanitas gerak juga penting,
tetapi spontanitas gerak hendaknya dipadukan atau ditambah dengan proses pemilihan
gerak, pengintegrasian gerak, dan penyatuan gerak. Kesatuan gerak tersebut
dinamakan tari atau bentuk tari. Gerak-gerak yang sudah terorganisir kemudian
menjadi bentuk simbolis (menggambarkan sesuatu), yaitu suatu bentuk tari yang
mengandung ekspresi unik dari penciptanya (penata tari).

C. Konsep Garapan Tari Anak SD

Dalam mencipta karya tari, anda harus mempunyai konsep garapan karya tari yang akan
dibuat. Untuk mencipta tari yang akan diberikan kepada anak setingkat [Link] perlu
menyusun konsep-konsep garapan dengan mempertimbangkan berbagai unsur konsep garapan
yang diuraikan dibawah ini. Uraian dibawah ini untuk melengkapi dan menambah wawasan
anda dalam memahami konsep garapan karya tari yang meliputi unsur-unsur Judul, Sumber
Garapan, Tipe Tari, Mode Penyajian, Konsep Gerak, Konsep Iringan, Konsep Tata Teknik
Pentas (Dekor/Backdrop), Tata Panggung, Properti, Tata Rias, Tata Busana, Tata Lampu, Tata
Suara, Penari dan Arena.

a. Judul Karya Tari


Garapan karya tari diberi judul yang sesuai dengan tema atau cerita yang dipilih (bentuk drama
tari maupun bentuk karya tari tunggal, pasangan atau kelompok). Pilihlah judul yang
komunikatif dan mudah dimengerti oleh orang banyak. Apalagi tari yang akan anda buat adalah
tari anak, maka judul tari tersebut harus akrab dan menarik bagi anak serta mudah dipahami
judul akan mencerminkan gerakan-gerakan tarinya, sehingga memilih judul tari harus yang
tepat untuk jiwa perkembangan anak Beberapa sumber garapan dibawah ini dapat menuntun
anda untuk menentukan ide garapan anda dalam menyusun konsep garapan tari.

b. Sumber Garapan

Ada beberapa sumber garapan yang dapat dijadikan pijakan dalam menyusun konsep karya
tari, yaitu :

1) Audiktif adalah sumber yang diperoleh dari hal-hal yang didengar. Misalnya dongeng dari
ibu, ceritera dari radio/kaset([Link],sejarah, kisah hidup. seseorang, kisah
kepahlawanan, perjuangan atau semacamnya).

2) Kinestik Sumber garapan yang berasal dari gerak. Gerak tersebut dapat diperoleh dari
melihat pertunjukan tari gerak sehari-hari gerak binatang atau gerak apa saja rangsang awalnya
berasal dari gerak yang pernah dilihat, baik melihat pertunjukan langsung maupun media
elektronik(TV, video, VCD).

3) Ide Sumber garapan juga bermula dari ide yang berasal dari semua aspek kehidupan sekitar
kita, lingkungan alam, satwa atau fauna. Ide juga dapat berangkat dari mimpi. Angan-angan,
ataupun gagasan hati dan pikiran.

4) Tertulis Sumber garapan ini merupakan rangsang awal yang berasal dari sumber tertulis,
misalnya buku cerita cerpen, komik, puisi, biografi, manuskrip, dan sumber lain dalam bentuk
tulisan,

C. Tipe Tari

Gerapan tari dibedakan menjadi empat tipe. Tipe manakah yang akan kalian gunakan
?anda dapat memilih salah satunya. Tipe tari yang dapat dipakai untuk menyusun
konsep garapan tari ada beberapa bagian yaitu:

1)Dramatari
Dramatari adalah suatu karya tari yang mengungkapkan suatu ceritera yang
didalamnya terdapat beberapa tokoh yang kehadirannya memiliki arti. Punya peranan
yang bersifat kausal atau sebab akibat, seperti dramatari dengan cerita Malin
Kundang, Ramayana, Kartini, atau Pangeran Hasanudin. Dalam cerita tersebut ada
beberapa tokoh yang harus dimunculkan, dan masing-masing tokoh memiliki peranan
yang saling berhubungan.

2)Dramatik

Karya tari dengan tipe dramatik adalah karya tari yang mengandung unsur cerita
meskipun di dalamnya tidak menggambarkan gadis yang sedang membatik
Penggambaran gadis dan proses menenun atau membatik tersebut sudah merupakan
suatu peristiwa atau kejadian (bersifat dramatik).

3) Komik

Suatu gambaran tari yang bersifat komikal. Misalnya tari karya didik Nini Thowok
berjudul "Dua Muka". Tari Golek Kayu, atau bentuk tari jenaka lain yang ada di
daerah asal anda.

4) Abstrak

Suatu garapan tari yang pengungkapannya tidak di ekspresikan secara jelas. Karya-
karya tari tersebut biasanya karya kontemporer atau karya tari non tradisional.

d. Mode Penyajian
Mode penyajian adalah semacam gaya penyajian dalam sebuah pertunjukan tari. Mode
penyajian ini ada dua yaitu simbolik dan representasional.

1)Simbolik

Simbolik maksudnya bahwa garapan tersebut pengungkapannya diekspresikan dengan simbol-


simbol,baik dalam gerak, kostum maupun pola lantai. Contohnya tari bedava dari Jawa yang
dilakukan oleh penari pada semua dengan kostum yang sama. Meskipun dilakukan oleh penari
putri dan dalam gerak yang sama dan halus, namun sebenarnya tari Bedaya tersebut bercerita
tentang percintaan atau peperangan dua tokoh atau lebih, baik tokoh putra maupun putri.
Penggarapan adegan percintaan antara dua tokoh laki-laki dan perempuan, Digambarkan
dengan tokoh penari putri semua dengan gerak yang halus tidak menampilkan gerak romantik.
Contoh tari adegan perang dalam tari bedaya digambarkan dengan gerak-gerak maknawi yang
menggambarkan perang.

2) Representasional

Karya tari tersebut diungkapkan dengan jelas, baik cerita maupun tokohnya diungkapkan
secara jelas, sehingga penonton mudah memahami. Biasanya tari dengan mode penyajian
representasional akan mudah dipahami oleh penonton yang tingkat ekspresinya masih awam
sekalipun. Contoh, cerita Malin Kundang dari Sumatera bisa ditampilkan dengan model
representasional. Tokoh-tokohnya digambarkan dengan jelas Malin. Kundang Ibunya, Istri
Malin Kundang yang ditunjukkan dengan ciri kostum dan gerak tarinya.

e. Konsep Gerak

Dalam mencipta karya tari anda dapat menggunakan berbagai jenis dan gaya gerak tari sebagai
pijakan. Biasanya penata tari akan berpijak dan mengembangkan gerak-gerak yang sudah
dikuasainya. Misalnya anda berasal dari Sulawesi yang menguasai tari daerah Sulawesi, maka
konsep garapannya akan berpijak pada gerak-gerak dan pengembangan gerak tari yang berasal
dari Sulawesi. Tetapi hal itupun tidak mutlak, karena anda dapat mengembangkan gerak sendiri
sebagian konsep garapan gerak tanpa terikat oleh gerak- gerak daerah setempat, misalnya
menggarap tari kreasi atau non tradisional. Hindari memadukan dua macam gaya tari yang
berbeda dalam satu garapan, jika perpaduannya tidak mempertimbangkan segi estetis, maka
akan terkesan tari tersebut berupa tempelan- tempelan gerak yang terlihat kurang halus. Oleh
karena itu, dalam konsep gerak ini, anda harus jelas menentukan pijakan gerak yang akan
dikembangkan. Apabila anda akan berpijak pada ragam-ragam gerak yang sudah ada, maka
penyusunannya pun harus dilakukan sedemikian rupa, sehingga perpindahan antara gerak satu
ke gerak lainnya akan harmonis. Didalam penggarapan gerak pasti akan nada transisi yaitu
perpindahan dari pola lantai(posisi satu ke pola lantai berikutnya Usahakanlah transisi ini
dilakukan secara halus artinya jangan menggunakan gerak transisi semata-mata untuk bergerak
menuju

Keposisi berikutnya. Tetapi gunakan gerak-gerak yang memungkinkan dilakukan sambil


berpindah atau bergeser, sehingga tanpa terasa ketika gerak tersebut selesai dilakukan, seolah
tanpa disengaja penari sudah berubah atau berganti posisi.

f. Konsep Iringan/Musik
Coba anda ambil sebuah piring atau kaleng roti kosong pukulah dia akan mengeluarkan suara.
Kemudian pukullah benda tersebut dengan irama tertentu. Pukullah benda tersebut dengan
tangan, sendok atau apa saja. Apakah alat pemukul berbeda maka suara yang di timbulkan pun
akan berbeda? Yang Anda lakukan itu sudah menghasilkan music, artinya. Sesederhana
apapun, music dapat dibuat anda sendiri, tidak harus seorang ahli musik. Dengan demikian
kesimpulan disini adalah bahwa untuk membuat music iringan tari dapat dilakukan dengan alat
yang sederhana oleh karenanya, janganlah anda merasa takut atau khawatir untuk membuat
musik iringan tari. Anda memang bukan seorang pemusik atau aranjer. Namun, sebagai calon
guru yang nantinya akan mengajar siswa agar kreatif maka anda pun dituntut untuk bisa
berkreasi dalam segala situasi. Hendaknya, Janganlah karena anda bukan seorang pemusik
maka kemudian dijadikan penghalang untuk menyusun membuat music iringan tari, karena
iringan tari tidak harus dibuat dengan instrument musik yang lengkap. Iringan tari dapat
digunakan. Dengan sangat sederhana. Untuk membuat music iringan tari, ada beberapa cara
yang bisa ditempuh oleh penata tari.
1) Cara pertama, yaitu hampir sama dengan konsep gerak, maka konsep iringan/music juga
dapat berpijak dan mengembangkan music daerah tertentu, sesuai dengan garapan geraknya.

2) Cara kedua, music iringan tari dapat juga dibuat dengan cara editing,yaitu garapan tari
tersebut tidak menggunakan music iringan yang sengaja dibuat dengan menggunakan
instrument music lengkap untuk kepentingan tersebut, tetapi menggunakan musik- musik yang
sudah ada dalam bentuk rekaman pita kaset.

3) Cara ketiga, ada tari yang tidak menggunakan alat music maupun editing,tetapi
menggunakan music internal yaitu music yang suaranya dihasilkan dari anggota badan
manusia, misalnya suara penari, tepukan tangan, tepukan tangan dipaha ibu jari dan jari
tengah, seruan atau teriakan penari.

4) Cara keempat dapat juga tari tersebut diiringi dengan syair-syair lagu yang dinyanyikan oleh
penariatau oleh kelompok vokalis. Contoh, tari permainan anak-anak dapat Dilakukan dengan
iringan lagu yang dinyanyikan oleh penari, dapat juga dinyanyikan oleh vokalis anggota
pemusik.
5) Cara kelima, iringan tari juga dapat dihasilkan dari kreativitas Anda memanfaatkan benda-
benda yang ada di sekeliling Anda. Kayu, Botol, Kertas, Ember, Tongkat, dan benda lainnya
dapat menimbulkan bunyi-bunyi tertentu yang apabila diatur dengan irama dan ritme tertentu
dapat menjadi iringan music yang indah dan kreatif.

g. Konsep Tata Teknik Pentas

Tata teknik pentas menyangkut tempat pertunjukan yang akan digunakan penataan tata letak
panggung, dekor, property, tata lampu dan sebagainya yang semuanya menyangkut hal-hal
artistik dipanggung.

1) Tempat pertunjukan yang akan di gunakan jenis proscenium,atau arena


pentas (lapangan atau pendopo)
2) Dekor atau Backdrop atau latar belakang panggung dapat berwarna hitam,
Putih atau abu- abu. Untuk tata panggungnya, apakah panggung
menggunakan setting, misalnya trap, tiruan gapura, dan sebagainya. Atau
tidak menggunakan sama sekali, panggung kosong tidak menggunakan
setting.

3) Properti apa saja yang digunakan misalnya penggunaan Keris, tongkat, kain,
busur, saputangan, dan sebagainya. 4) Tata lampu menggunakan penerangan
listrik,patromak atau obor. Untuk dramatari,desainLampu disesuaikan
dengan adegan atau ceritanya.
[Link] Tema
Untuk membuat sebuah karya tari, seorang penata tari juga harus menentukan tema cerita yang
akan dipilihnya. Untuk penciptaan tari anak yang lebih sederhana disanding dengan penciptaan
tari kelompok, maka tema cerita sangat tepat diberikan, karena dengan menentukan tema cerita
terlebih dahulu akan memudahkan pembuatan tari anak menjadi lebih mudah.

Pada pokok bahasan kali ini anda akan mempelajari tentang tema cerita. Tiap hari yang anda
buat pasti punya tema. Tema adalah suatu pesan yang ingin disampaikan kepada penonton, atau
siapa saja yang memang tertarik kepada seni tari. Nah, marilah kita lihat

Apa sajakah yang kita bahas dalam pokok bahasan tema cerita ini? Namun sebelum itu
perhatikan dulu tugas-tugas yang dilakukan anda dulu.

a. Tema Cerita

Langkah awal menyusun tari yang sederhana, dapat dilakukan dengan melakukan pemilihan
tema cerita. Sumber-sumber yang dapat dipakai sebagai materi tema tari adalah sebagai berikut

1) Binatang, pilihlah tema dari jenis-jenis binatang yang menarik dan sesuai untuk dilakukan
anak setingkat SD. Misalnya kupu-kupu, kucing, burung. angsa, kelinci ayam jantan, atau
burung merak. Hindari pemilihan tema binatang dengan jenis-jenis yang kurang menarik(liar
atau buas)dan kurang cocok untuk dijadikan tema tari. Hindari pemilihan tema binatang seperti
buaya, kerbau atau kuda nil Disamping kurang cocok untuk dunia anak juga agak sulit untuk
mengekspresikan ke dalam suatu bentuk kreativitas gerak.

2) Alam, Alam sekitar dapat menjadi tema dalam menyusun karya tari. Misalnya pepohonan,
bunga, matahari, rembulan. Terang bulan dimalam hari dapat dijadikan untuk tema tari,
sehingga dapat muncul sebagai bentuk tari bermain di bawah terang bulan.
3) Kegiatan sehari-hari Kehidupan masyarakat dapat diangkat menjadi tema cerita Misalnya
membatik menenun, nelayan, petani, panen padi, memancing. Dari tema-tema kegiatan sehari-
hari, dapat muncul Tari Batik, Tari Tani atau Tari Tenun.

4) Suasana Hati, Emosi atau suasana hati dapat pula menjadi sumber tema. Misalnya suasana
gembira-gembira habis panen, gembira bermain, bermain di bawah sinar bulan
purnama,sepi,kesendirian,[Link] dapat diungkapkan dalam karya tari,

b. Tema Gerak

1) Gerak kaki, membuat gerak kaki dengan segala kemungkinan gerakan cerita yang dipilih.
Misalnya tema binatang kelinci, maka segala kemungkinan gerak yang menjadi ciri gerak
kelinci (meloncat, lari, jongkok, makan rumput, dan sebagainya).

a) Langkah gerak kaki pelan, agak cepat, cepat.

b) Langkah gerak kaki rendah, sedang, tinggi.


c) Langkah gerak lurus, silang, melingkar.
d) Langkah jalan biasa, lari, loncat, merendah.

2) Gerak Tangan, mencari kreasi gerak tangan dengan segala kemungkinan yang tetap mengacu
pada tema cerita yang dipilih. Misalnya misalnya binatang kupu-kupu, maka lakukanlah
observasi pencarian gerak tangan yang dapat menunjukkan identitas kupu-kupu yang sedang
terbang hinggap dipohon, mengisap madu, dan sebagainya. 3) Gerak badan/torso, membuat
gerakan-gerakan dapat dilakukan dengan menyesuaikan gerak kain dan tangan seperti tegak,
berputar ke kiri atau ke kanan, membungkuk, merendah, dan sebagainya.

4) Gerak kepala, gerakan kepala biasanya mengikuti gerak anggota badan lainnya dengan
mempertimbangkan segi artistik dan juga maknawi. Misalnya lakukan gerak kepala dengan
mempertimbangkan segi artistik (gerak kaki dan tangan, langkah melenggang, dan gerak
kepala, akan lebih indah bila gerak kepala/arah pandangan) mengikuti langkah kain, bukan
mengikuti gerak tangan. Gerak kepala juga dilakukan. dengan mempertimbangkan gerak
maknawi misalnya gerakan membatik, maka gerak kepala atau pandangan sebaiknya
mengikuti gerakan tangan yang sedang membatik. gerak menunjuk ke suatu arah sebaiknya
diikuti dengan gerak kepala dan pandangan ke arah yang di tunjuk.

E. Menyusun karya seni

Pada bagian ini, mulai melakukan kerja studio mandiri dengan memulai langkah penentuan
tema cerita. Tema yang akan dipilih untuk tari seperti binatang, kehidupan sehari-hari, flora,
atau suasana sesuai imajinasi yang dipilih.

Langkah 1.

Setelah melalui tahap eksplorasi sampai dengan forming dan susunan gerak yang dibuat
sudah menjadi satu bentuk tari utuh, maka diperagakan didepan tutor (dilakukan tanpa
iringan). Tutor memberi arahan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penyesuaian gerak,
pengurangan gerak, penambahan gerak dan perubahan gerak

Langkah 2.

Setelah dilakukan revisi gerak, diperagakan lagi hasil karya tari tersebut. Menghitung durasi
waktu yang sudah ditentukan (durasi waktu mutlak dapat menyusun tari dengan durasi lebih
atau kurang dari 5-7 menit). Sebaiknya menyusun tari anak durasi waktunya jangan lebih dari
10 menit, hal ini untuk menghindari kejenuhan penonton

Langkah 3.

Setelah tari tampak bentuknya, mulai memilih/merancang musik yang akan digunakan.
Sebaiknya dengan menggunakan musik iringan dengan cara editing.

a. Editing, gunakan beberapa musik dalam rekaman kaset yang sudah ada lalu lakukan
pemilihan dan editing. Lakukan penggabungan antara musik satu dengan musik berikutnya
dengan sedemikian rupa sehingga pergantian musiknya tampak runtut/halus (tidak tampak
tempelan atau sambungan musik)
b. Mengisi gerakan, dengan memilih musik dalam kaset yang sudah ada lalu mengisinya
dengan gerta tari hasil karyanya. Pilihlah musik yang belum ada tarinya.

c. Internal, gunakan teman-teman untuk menyanyi mengiringi tarinya. Buat berbagai macam
tepukan untuk mengiringi tari, tepukan tersebut dapat diselingi dengan seruan-seruan tertentu
Didalam kelas, guru dapat melakukan hal yang demikian dengan melibatkan siswa, sehingga
seluruh kelas berpartisipasi aktif.

d. Musik alternatif, buat iringan tari dengan memanfaatkan beberapa benda yang dapat
menghasilkan suara. Apabila musik iringan dibuat dengan suara dan ritme yang sesuai akan
menghasilkan irama musik yang menarik (botol, tempurung kelapa, tongkat, kaleng, ember,
suara gemeresik air, piring, dll). Dapat juga dipadukan. dengan vokal.

Langkah 4.
Merancang rias dan busana (kostum) yang akan dipergunakan dalam karya tari tersebut.
Pertimbangkan rias yang sesuai dengan tema tari. Gerak tari juga menjadi pertimbangan dalam
merancang busana agar tidak mengganggu gerak tari. Misalnya tari dengan tema gerak, buat
desain kostum yang menunjukkan ciri penari, hindari dandan mencolok yang tidak sesuai
dengan figur petani. Meskipun demikian, tari merupakan karya yang dipentaskan
(Performance), nilai artistik tetap menjadi pertimbangan agar busana tari tersebut tetap menarik
untuk dilihat.
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan
Tari adalah gerak tubuh yang ritmis sebagai ungkapan ekspresi jiwa pencipta gerak sehingga
menghasilkan unsur keindahan dan makna yang mendalam. Dalam proses penciptaan tari anak
sd yaitu eksplorasi adalah tahap awal Anda sebagai seorang yang akan menyusun tari dalam
proses penyusunan karya tari, Improvisasi memberi kesempatan lebih luas dalam melakukan
imajinasi pemilihan, dan penciptaan dibandingkan dengan eksplorasi. Evaluasi dilakukan
untuk mengevaluasi gerakan- gerakan tari yang telah dibuat dan memperbaiki gerakan-gerakan
yang masih kurang. Forming (Pembentukan Gerak/Komposisi) merupakan salah satu hasil
dalam pengalaman berkreasi tari adalah menyusun gerak tari. Proses ini disebut composing
atau forming (membuat komposisi).

B. Saran
Dalam penulisan makalah ini masih terdapat beberapa kekurangan dan kesalahan, baik dari
segi penulisan maupun dari segi penyusunan kalimat. Dari segi isi juga masih perlu
ditambahkan. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kepada para pembaca makalah ini
agar dapat memberikan kritikan dan masukan yang bersifat membangun.

DAFTAR PUSTAKA
Anne Biom, Lynne and L. Tarin Chaplin. (1988). The Moment of Movement: Dance

Improvisation. Pittsburgh: Univercity of Pittsburgh Press. Howard Nadel. Myron and


Constance Nadel Miller. (1978). The Dance Experience.

Readings in Dance Appreciation. New York: Universe Book.

Soedarsono. (1977), Estetika. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Yogyakarta Soedarsono. (1978).
Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari. Diktat. Yogyakarta: Akademi Seni Tari
Yogyakarta.
Supatmi dkk. (1995). Tari Srimpi Glondhong Pring. Skripsi S. Institut Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Yogyakarta

[Link]

[Link]
[Link]

[Link]

Pertanyaan Dan Jawaban :

Nama : Ida Elisa

Soal : 1. Jelaskan pula apa yang dimaksud dengan tipe tari drama Tari?
Jawaban: tipe tari drama tari adalah suatu karya tari yang mengungkapkan suatu cerita dan di
dalamnya ada beberapa tokoh yang saling berkaitan dan mempunyai hubungan kausal (
Sebab akibat). Misalnya Ramayana menceritakan kisah penculikan cinta oleh Rahwana, dan
perang antara Rama dan Rahwana. Masing-masing tokoh tersebut memiliki keterkaitan satu
sama lain

Nama: Novi Andriani

Soal: jelaskan tahap apa saja yang harus dilakukan sebelum membuat karya tari berikan
contohnya?

Jawaban: Sebelum membuat sebuah karya tari, Anda dapat melakukan beberapa tahap,
seperti:

Eksplorasi: tahap awal anda sebagai seorang yang akan menyusun tari dalam proses
penyusunan karya tari. Aktivitas anda dalam tahap eksplorasi ini meliputi berfikir
berimajinasi merasakan dan merespon alam sekitar lingkungan fisik dunia binatang tumbuhan
kejadian-kejadian sekarang maupun di masa lalu atau suatu ceritera.
Improvisasi: improvisasi memberikan kesempatan lebih luas dalam melakukan imajinasi,
pemilihan, dan penciptaan dibandingkan dengan eksplorasi.

Evaluasi: dalam konteks Tari, evaluasi merujuk pada proses penilaian terhadap kualitas dan
kinerja tarian yang dapat dilakukan oleh penonton, kritikus Tari, atau juri yang ahli dalam
bidang Tari.

Evaluasi tari dapat mencakup berbagai aspek, seperti teknik gerakan, ekspresi, koreografi,
kostum, musik dan pencahayaan.

Forming pembentukan gerak/komposisi:

Salah satu hasil dalam pengalaman berekreasi tari adalah menyusun gerak tari proses ini
disebut composing atau forming membuat komposisi. Kebutuhan membuat komposisi lahir
dari hasrat manusia untuk memberikan bentuk pada apa yang ditemukan dalam eksplorasi.
Langkah melakukan spontanitas gerak juga penting tetapi spontanitas gerak hendaknya
dipadukan atau ditambah dengan proses pemilihan gerak pengintegrasian gerak dan
penyatuan gerak.

Contohnya: misalnya tema perjuangan wanita, gerak tari yang simpel

Anda mungkin juga menyukai