0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan9 halaman

Rencana Bisnis Rumah Potong Hewan Ketok Potok

Proposal usaha rph

Diunggah oleh

Farhan Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan9 halaman

Rencana Bisnis Rumah Potong Hewan Ketok Potok

Proposal usaha rph

Diunggah oleh

Farhan Adi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROPOSAL & BISNIS PLAN

TUGAS MATA KULIAH PENYEMBELIHAN TERNAK

RUMAH POTONG HEWAN


“KETOK POTOK”

Diusulkan oleh :

Mahasiswa : Farhan Adi


Alamat : Wonogiri, Jawa Tengah

POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN YOGYAKARTA–MAGELANG


MAGELANG
2024
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Berdasarkan data perusahaan pemasaran intelijen yang berbasis di
London, Mintel, pertumbuhan industri pengolahan daging di Indonesia
tergolong sangat cepat, bahkan paling cepat secara global. Industri
pengolahan daging saat ini berjumlah 64 perusahaan dengan nilai
investasi Rp3,45 triliun dan tenaga kerja sebanyak 25.839 orang.
Penumbuhan angka konsumsi daging sapi pada tahun 2023 juga
mengalami peningkatan sebesar 8,2% jika dibandingkan dengan tahun
2019. Pertumbuhan konsumsi daging sapi di Indonesia di antara negara-
negara ASEAN berada pada posisi ketiga setelah Vietnam dan Malaysia.
konsumsi daging di Indonesia terus meningkat seiring dengan
pertumbuhan populasi dan peningkatan taraf hidup masyarakat. Namun,
industri daging nasional masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari
masalah kebersihan hingga keterbatasan infrastruktur. Rumah Potong
Hewan (RPH) modern hadir sebagai solusi yang esensial dalam rantai
pasok daging untuk memastikan ketersediaan produk yang aman,
berkualitas, dan sesuai dengan standar kesehatan serta halal.

B. Visi dan Misi


1. Visi
“Menjadi pemimpin terdepan dalam industri pemotongan dan
pengolahan daging di Indonesia yang mengedepankan kualitas,
kebersihan, dan keberlanjutan, serta berkontribusi pada kesehatan
dan kesejahteraan masyarakat.”
2. Misi
a. Menyediakan daging yang aman, sehat, utuh, dan halal
(ASUH) melalui proses pemotongan dan pengolahan yang
efisien dan higienis.
b. Menerapkan teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi
operasional dan memastikan kualitas produk yang konsisten.

1
c. Mengimplementasikan praktik bisnis yang ramah lingkungan
dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
d. Membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan melalui
layanan yang transparan, responsif, dan edukatif.
e. Berkolaborasi dengan peternak lokal, pemerintah, dan
lembaga sertifikasi untuk memastikan kepatuhan terhadap
standar yang ketat dan mendukung ekonomi lokal.

2
II. DESKRIPSI USAHA

A. Produk dan Layanan


1. Layanan Pemotongan Hewan: Kami menyediakan layanan
pemotongan hewan yang higienis dan sesuai dengan standar
kesehatan dan halal. Setiap proses pemotongan dilakukan oleh
tenaga ahli dengan menggunakan teknologi terkini untuk memastikan
kualitas dan keamanan daging.
2. Penjualan Daging Segar: Daging yang diproses di RPH kami tersedia
untuk dijual langsung kepada pedagang daging, industri pengolahan
daging, restoran, hotel, supermarket, dan konsumen akhir. Kami
menjamin daging yang segar, berkualitas tinggi, dan memenuhi
standar ASUH.
3. Layanan Pemotongan Custom: Kami menawarkan layanan
pemotongan yang dapat disesuaikan sesuai permintaan pelanggan.
Ini termasuk pemotongan untuk ukuran tertentu, pengemasan khusus,
dan layanan tambahan lainnya sesuai kebutuhan pelanggan.
4. Produk Sampingan: Selain daging, kami juga menyediakan produk
sampingan seperti kulit, tulang, dan jeroan yang dapat dimanfaatkan
oleh industri lain, seperti industri kulit dan pakan ternak.

B. Rencana Pemasaran
Strategi pemasaran kami akan fokus pada pemasaran digital,
partisipasi dalam pameran industri, dan kolaborasi dengan asosiasi
pedagang daging. Penggunaan media sosial dan kampanye
memperkenalkan kualitas dan proses higienis serta halal dari RPH kami.

C. Manajemen Usaha
Tim kami terdiri dari profesional dengan pengalaman di industri
pemotongan hewan dan pengolahan daging, termasuk dokter hewan,
teknisi terampil, dan manajer operasional yang berpengalaman.

3
D. Resiko Usaha
Mengidentifikasi potensi risiko seperti fluktuasi harga daging,
perubahan regulasi, dan risiko operasional. Mitigasi risiko akan mencakup
diversifikasi produk, kepatuhan terhadap regulasi, dan pengelolaan
keuangan yang hati-hati.
E. Target Penjualan
Target penjualan Peternakan Kambing Perah setelah mendapatkan
dana PWMP 2024 dalam 3 tahan penjualan dapat dilihat pada tabel
berikut.
Tabel 1. Target penjualan
No Uraian Volume Satuan Harga Total Harga
1 Tahun Pertama 1.800 Liter Rp 17.000 Rp 30.600.000
2 Tahun Kedua 1.980 Liter Rp 17.000 Rp 33.360.000
3 Tahun Ketiga 2.160 Liter Rp 17.000 Rp 36.720.000
JUMLAH Rp 100.680.000

F. Analisis Usaha
Analisis usaha terdiri atas perhitungan biaya tetap, biaya variabel,
prakiraan profit, dan titik impas.
1. Sumber Pendanaan
Tabel 2. Sumber Pendanaan
Uraian Jumlah (Rp) Persentase (%)
Bantuan PWMP 25.000.000 82
Sumber Lain 5.500.000 18
TOTAL 30.550.000 100

2. Biaya Investasi
Tabel 3. Biaya Investasi
No Uraian Volume Satuan Harga Total Harga
1 Bakalan Kambing 6 Ekor Rp 3.500.000 Rp
Sapera 21.000.000
2 Angkong 1 Unit Rp 350.000 Rp 350.000
3 Sekop 2 Unit Rp 60.000 Rp 120.000

4
4 Bibit hijauan 500 Stek Rp 350 Rp 175.000
Biovitas
5 Bibit hijauan 26 Bibit Rp 3.000 Rp 104.000
Kaliandra
6 Kandang 1 Unit Rp 5.000.000 Rp 5.000.000
JUMLAH Rp
26.749.000

3. Analisis Biaya Tetap (Fix Cost)


Tabel 4. Analisis Biaya Tetap (Fix Cost)
Lama
Nilai
Harga Harga Pemakai
No Uraian Penyusutan
Awal Akhir an
(Per Tahun)
(Tahun)
1 Gaji Rp 3.500.000 Rp 2.250.000 3 Rp 416.666
karyawan
2 Biaya Rp 350.000 Rp 100.000 5 Rp 50.000
pemelihara
an fasilitas
dan
peralatan
3 Administrasi Rp 120.000 Rp 50.000 5 Rp 14.000
dan
pemasaran
4 Bibit hijauan Rp 175.000 Rp 0 3 Rp 58.333
Biovitas
5 Bibit hijauan Rp 104.000 Rp 0 3 Rp 34.666
Kaliandra
6 Kandang Rp 5.000.000 Rp 0 10 Rp 500.000
JUMLAH Rp
1.073.665

4. Analisis Biaya Tidak Tetap (Variabel Cost)


Tabel 5. Analisis Biaya Tidak Tetap (Variabel Cost)
No Uraian Volume Satuan Harga Total Harga
1 Pakan Komplit 50kg 13 Karung Rp 250.000 Rp 3.250.000
2 Vitamin dan obat 6 Paket Rp 20.000 Rp 120.000
3 Mineral blok 6 kg Rp 40.000 Rp 240.000
4 Listrik 12 Bulan Rp 15.000 Rp 180.000
5 Air 12 Bulan Rp 10.000 Rp 120.000
6 Tenaga kerja 1 Periode Rp 1.500.000 Rp 1.500.000
7 Rumput 3000 porsi Rp 250 Rp 750.000
8 Lain-lain 1 periode Rp 200.000 Rp 200.000

5
JUMLAH Rp 6.360.000

5. Analisis Keuntungan
a. Penerimaan
Tabel 6. Penerimaan
No Uraian Volume Satuan Harga Total Harga
1 Susu Kambing 1.800 Liter 17.000 Rp 30.600.000
JUMLAH Rp 30.600.000

b. Analisis keuntungan

Keuntungan = Hasil penerimaan – Pengeluaran produksi


= Rp 30.600.000 - Rp 7.433.665
= Rp 23.166.335 per periode (8 bulan)

Keuntungan pertahun = Keuntungan per priode x periode satu tahun


= Rp 23.166.335 x 12/8
= Rp 34.749.500 per tahun
Jadi keuntungan yang didapatkan dalam usaha peternakan kambing
perah sebanyak 6 ekor sebesar Rp 34.749.500 per tahun.

c. Break Event Point (BEP)


1) BEP Unit
BEP = Biaya Tetap / (Harga – Biaya Variabel)
= Rp 1.073.665 / (Rp 17.000 - (Rp 6.360.000 / 1.800))
= 79,5 liter
Jadi, Break Even Point unitnya adalah sekitar 80 liter susu
kambing. Ini berarti peternakan perlu menjual minimal 80 liter
susu kambing untuk mencapai titik impas, di mana total
pendapatan sama dengan total biaya.
2) BEP Harga
BEP = Total Biaya / Total Unit Produksi
= Rp 7.433.665 / 1800 liter
= Rp 4.100 per liter

6
Jadi, BEP harga adalah Rp 4.100 per liter susu kambing. Ini berarti
bahwa untuk mencapai titik impas, peternakan perlu menjual susu
kambing dengan harga minimal Rp 4.100 per liter per liter. Pada harga ini,
total pendapatan akan sama dengan total biaya.
d. B/C Ratio

B/C Ratio = Total pendapatan / Total biaya produksi


= Rp 30.600.000 / Rp 7.433.665
= 4,2
Jadi usaha yang akan dilakukan dikatakan layak untuk
dijalankan karena hasil perhitungan menunjukkan nilai B/C Ratio >1
yaitu sebesar 4,2. Apabila nilai B/C Ratio <1 maka usaha dikatakan
tidak layak untuk dijalankan.

e. Pay Back Period (PBP)

PBP = Investasi awal / Arus kas


= Rp 26.749.000/ Rp 30.600.000
= 0,9 tahun = 11 bulan

7
III. Penutup

Dengan berbagai keunggulan kompetitif dan dedikasi terhadap


kualitas dan keselamatan, Rumah Potong Hewan (RPH) Ketok Potok kami
berada di garis depan dalam menyediakan daging berkualitas tinggi dan
aman untuk masyarakat Indonesia. Kami percaya bahwa dengan visi yang
kuat, misi yang jelas, dan strategi yang matang, RPH Ketok Potok dapat
berkontribusi signifikan pada peningkatan standar industri daging di
Indonesia.
Kami mengucapkan terima kasih atas waktu dan perhatian Anda
dalam meninjau proposal ini. Kami sangat berharap dapat bekerja sama
dengan Anda dan menyambut Anda untuk mengunjungi fasilitas kami
untuk melihat langsung komitmen kami terhadap kualitas dan keamanan
pangan.

Anda mungkin juga menyukai