4
BAB 2
LANDASAN TEORI
2. 1 Sejarah singkat tentang Toko Compushop
Toko Compushop merupakan salah satu toko yang menjual Aksesoris
komputer. Toko Compushop dalam melakukan pengolahan data penjualan
barang masih menggunakan cara manual. Penjualan di Compushop dapat
dilakukan apabila ada konsumen yang ingin membeli suatu barang, maka
pegawai toko yang bertugas akan melayani. Jika barang yang dibutuhkan
konsumen tersedia, maka dapat langsung terjadi transaksi penjualan dan apabila
telah terjadi kesepakatan harga maka konsumen tersebut langsung dibuatkan
nota penjualan dengan cara manual, yaitu dengan menuliskan nama barang,
jumlah barang, harga satuan serta jumlah total yang harus dibayar oleh
konsumen. Setiap penjualan akan selalu diikuti dengan penerimaan uang dan
terjadi pengurangan pada stok barang.
Dari arsip nota tersebut kemudian dibukukan dalam satu buku, dan yang
dicatat adalah nama barang, jumlah barang yang terjual beserta masing-masing
harga dari komponen atau barang yang telah terjual. Dengan cara kerja seperti
ini dipandang kurang efisien dan memakan waktu yang lama, karena data-data
penjualan tersebut hanya disimpan dikertas dan kemungkinan bisa hilang atau
rusak.
Hal semacam ini pada laporan-laporan harian maupun bulanan, bahwa
data-data yang ada dalam bentuk nota penjualan barang harus diperiksa satu
persatu dan dikelompokkan sesuai dengan jenis transaksinya. Dengan cara
demikian bisa menyebabkan proses untuk menghasilkan laporan-laporan yang
5
diinginkan tidak bisa dilakukan dengan cepat dan tepat waktu, sehingga hal ini
sangat membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak.
2. 2 Konsep Dasar Sistem
Sistem adalah sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu
sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data,
memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi ([Link],
Analisis dan Desain Sistem Informasi : Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktek
Aplikasi Bisnis, Andi Offset, 1990). Sistem yang baik adalah sistem yang memiliki
sistematika yang jelas, ringkas dan sederhana. Mulai dari pemasukan data,
pengolahan data dan keluarannya.
2. 3 Konsep Dasar Basis Data
Basis data (database) adalah kumpulan file-file yang saling berelasi.
Relasi tersebut bisa ditunjukkan dengan kunci dari tiap file yang ada. Satu basis
data menunjukkan kumpulan data yang dipakai dalam satu lingkup perusahaan
atau institusi.
Basis data merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam
pengolahan data. Karena pengolahan tersebut dapat diketahui bagaimana data
didapatkan, diakses, dipelihara dan dikontrol.
Dalam satu file terdapat record-record yang sejenis, sama besar, sama
bentuk, merupakan satu kumpulan entity yang seragam. Satu record terdiri field-
field yang saling berhubungan untuk menunjukkan bahwa field tersebut dalam
satu pengertian yang lengkap dan direkam dalam satu record.
6
2. 3.1 Atribut dalam basis data
Perancangan basis data diperlukan, agar basis data yang diciptakan
kompak dan efisien dalam penggunaan ruang penyimpanan, cepat dalam
pengaksesan, dan mudah dalam pemanipulasian data. Dalam pembuatan table
atau file maka diperlukan atribut-atribut (pembentuk karakteristik/sifat-sifat yang
melekat pada tabel). Pada setiap tabel terdapat satu atribut yang harus dijadikan
key (kunci) dan yang lainnya disebut attribute deskriptif. Key adalah satu atau
gabungan basis data dari beberapa atribut yang membedakan semua baris data
dalam tabel secara unik.
2.3.2 Model data
Model data didefinisikan sebagai kumpulan perangkat konseptual untuk
menggambarkan data, hubungan data, makna data, dan batasan data. Dalam
mempresentasikan Model data dalam perancangan basis data terdiri dari
beberapa kelompok dan masing-masing kelompok mempunyai beberapa model
data, tapi yang sering digunakan adalah model keterhubungan entitas (Entity
Relationship Model). Pada model ini akan digambarkan dengan diagram yang
disebut Entity Relationship Diagram/ERD. ERD adalah suatu model jaringan
yang menggunakan susunan data yang disimpan dalam sistem secara abstrak,
jadi ERD merupakan model jaringan data yang menekankan pada struktur-
struktur dan relationship data. ERD memiliki tiga komponen, yaitu :
1. Entitas. Entitas adalah sesuatu dalam dunia nyata dengan
keberadaan yang bebas baik fisik maupun abstrak. Entitas dengan
keberadaan secara fisik dapat didefinisikan sebagai orang, benda,
tempat, misalnya pegawai, negara, dan kendaraan. Sedangkan entitas
7
dengan keberadaan secara abstrak adalah kejadian dan konsep,
misalnya jasa, mata kuliah. Masing-masing entitas diberikan nama yang
mewakili satu kelas dan biasanya menggunakan kata benda.
Pembeli Barang
Entitas
2. Relationship. Relationship merupakan hubungan yang terjadi
antara satu atau lebih tipe entitas. Di dalam relationship terdapat Derajat
Relationship, yaitu jumlah entitas yang berpartisipasi dalam satu
relationship, yang dibagi menjadi : berderajat satu (unary), berderajat dua
(binary) dan berderajat tiga (ternary).
(a) Unary (b) Binary (c) Ternary
Derajat Relationship
3. Atribut. Tipe-tipe entitas memiliki sekumpulan atribut yang
berkaitan dengannya. Maka atribut merupakan sifat atau karakteristik
suatu entitas yang menyediakan penjelasan detail tentang entitas
tersebut.
Pembeli Nama
8
Atribut
2.3.3 Diagram Entity Relationship
Relasi antara dua file atau dua table dapat dikategorikan menjadi tiga
macam. Dimana untuk penghubung dari file atau table tersebut adalah field relasi
yang fungsinya sebagai kunci utama dari masing-masing file atau tabel.
1. Satu-ke-Satu (One-to-One)
Hubungan antara file atau tabel pertama dengan file atau tabel kedua
adalah satu banding satu.
1 1
Pembeli Memilik Nama
i
Hubungan di atas menunjukkan satu Pembeli hanya memiliki satu Nama.
2. Satu-ke-Banyak (One-to-Many)
Hubungan antara file atau tabel pertama dengan file atau tabel kedua
adalah satu banding banyak.
1 M
Pembeli Membeli Barang
Hubungan di atas menunjukkan satu Pembeli dapat membeli banyak
barang.
3. Banyak-ke-Banyak (Many-to-Many)
Pegawai M Melayan M Pembeli
i
9
Hubungan di atas menunjukkan banyak pegawai melayani banyak
pembeli.
2.3.4 Kegunaan Basis Data
Penyusunan satu basis data digunakan untuk mengatasi masalah-
masalah pada penyusunan data, yaitu :
a. Redudansi dan inkonsistensi data
Yaitu penyimpanan data yang sama berulang-ulang di beberapa file, dan
hal ini pada akhirnya akan menyebabkan inkonsistensi data.
b. Kesulitan dalam mengakses data
Yaitu suatu kesulitan akibat terbatasnya program, misalkan jika kita
menginginkan suatu data dengan spesifikasi tertentu yang tidak tersedia
pada program maka hal ini dapat diatasi dengan suatu sistem manajemen
basis data atau database management system (DBMS) yang mampu
untuk mengambil data secara langsung dengan bahasa yang familiar dan
mudah digunakan.
c. Isolasi data untuk standarisasi
Jika suatu data dibuat dalam format yang hanya bisa diakses oleh suatu
bahasa pemrograman tertentu, maka program akan mengalami kesulitan
pengembangan jika diperlukan.
d. Lebih dari satu pengguna (Multiple User)
Suatu data harus mampu untuk diakses oleh lebih dari suatu pemakai.
e. Masalah keamanan (Security)
Yaitu masalah pengaksesan data dan manipulasi data dari pemakai yang
berhak dan tidak berhak.
f. Masalah kesatuan (Integritas)
10
Adalah hubungan suatu file-file yang berkaitan satu dengan yang lainnya.
g. Masalah data independen (Kebebasan data)
Yaitu masalah kebebasan data dari system manajemen basis data atau
database management system (DBMS) yang lain.
2. 4 Bahasa Pemrograman Delphi 7.0
Dengan menggunakan bahasa pemrograman berbasis visual kita dapat
dengan mudah dalam menghasilkan suatu tampilan yang lebih interaktif dan
lebih bersifat dinamis. Keunggulan ini ada pada bahasa pemrograman Visual
Delphi 7.0 sehingga dalam pembuatan suatu aplikasi dengan menggunakan
Delphi 7.0 ini akan banyak bermain-main dengan mouse untuk mendesain suatu
tampilan yang interaktif, dan tinggal memilih komponen objek yang digunakan
dalam perancangan dan semua itu tersedia pada Visual Component Library
(VCL).
Delphi 7.0 adalah paket bahasa pemrograman yang bekerja dalam sistem
operasi Windows. Delphi merupakan bahasa pemrograman yang mempunyai
cakupan kemampuan yang luas dan sangat tinggi. Berbagai jenis aplikasi dapat
di buat dengan Delphi, termasuk aplikasi untuk mengolah teks, grafik, angka,
database dan aplikasi web.
Untuk mempermudah pemrograman dalam membuat program aplikasi,
Delphi menyediakan fasilitas pemrograman yang sangat lengkap. Fasilitas
pemrograman tersebut dibagi dalam dua kelompok, yaitu objek dan bahasa
pemrograman. Objek adalah suatu komponen yang mempunyai bentuk fisik dan
biasanya dapat dilihat (visual). Objek biasanya dipakai untuk melakukan tugas
tertentu dan mempunyai batasan-batasan tertentu. Sedangkan bahasa
11
pemrograman dapat disebut sebagai sekumpulan teks yang mempunyai arti
tertentu dan disusun dengan aturan tertentu serta untuk menjalankan tugas
tertentu. Gabungan dari objek dan bahasa ini sering disebut sebagai bahasa
pemrograman berorientasi objek atau Object Oriented Programming (OOP).
Khusus untuk pemrograman database, Delphi menyediakan objek yang
sangat kuat, canggih dan lengkap, sehingga memudahkan pemrogram dalam
merancang, membuat dan menyelesaikan aplikasi database yang diinginkan.
Selain itu Delphi juga dapat menangani data dalam berbagai format database,
misalnya format MS-Access, SyBase, Oracle, FoxPro, Informix, DB2 dan lain-
lain. Format database yang dianggap asli dari Delphi adalah Paradox dan dBase.
a) Jendela Utama
Pada jendela utama terdapat menu-menu sebagaimana menu pada
windows umumnya, toolbar yang merupakan langkah cepat dari beberapa menu,
dan komponen palette yaitu gudang komponen yang akan digunakan untuk
membuat aplikasi. Komponen palette terdiri dari beberapa halaman, diantaranya
adalah Standard, Additional, dan sistem.
Gambar 2.1 Jendela Utama Delphi
b) Object Inspector
Object Inspector digunakan untuk mengatur property dan event suatu
komponen. Semua komponen dapat diubah perilakunya menggunakan object
Inspector.
12
Gambar 2.2 Object Inspector
c) Form Designer
Form adalah komponen utama dalam pengembangan aplikasi. Form
designer adalah tempat melekatnya komponen yang lain.
Gambar 2.3 Form Designer
d) Code Editor
Code editor adalah tempat kode program yang diperlukan untuk mengatur
tugas aplikasi ditulis.
Gambar 2.4 Code Editor
2. 4. 1 Komponen Delphi
13
Ada beberapa komponen Delphi yang digunakan dalam membuat
program yaitu :
1. Project adalah sekumpulan form unit dan beberapa hal lain dalam
program aplikasi. Singkatnya project adalah program aplikasi itu sendiri.
File utama project disimpan dalam file berakhiran .Dpr (Delphi Project).
2. Form adalah objek suatu objek yang dipakai sebagai tempat bekerja
program aplikasi yang berbentuk jendela.
3. Unit adalah modul kode program. Dalam Delphi, ada unit yang tidak
terpisahkan dari form yang disebut unit form. Unit dapat berisi kumpulan
function atau procedure yang dipakai project. Function atau procedure
adalah satu atau lebih baris program yang dipakai untuk melakukan tugas
tertentu.
4. Program adalah salah satu atau lebih unit yang secara terstruktur
terdapat heading program, pernyataan user dan blok deklarasi yang
diawali dengan Begin dan diakhiri dengan End.
5. Properti digunakan untuk mendefinisikan atribut atau setting suatu object.
6. Event adalah peristiwa atau kejadian yang diterima oleh suatu object,
misalnya klik, drag, tunjuk dan lain-lain.
7. Method adalah procedure atau perintah yang melekat pada suatu objek.
2. 4. 2 SQLyog
SQLyog adalah salah satu jenis database server yang menggunakan
SQL sebagai bahasa dasar untuk mengakses databasenya. Selain itu ia bersifat
free. SQLyog termasuk jenis RDBMS (Relational Database Management
System). Itulah istilah seperti table, baris, kolom digunakan pada SQLyog.