SPAP
Standar profesi akuntan publik adalah kodifikasi berbagai pernyataan standar teknis yang merupakan
panduan dalam memberikan jasa bagi pemerintah, perusahaan, dan individu[2]. Standar ini digunakan
untuk mengatur dan memperjelas tata cara dan prinsip-prinsip yang harus dipatuhi oleh akuntan publik.
SPAP diperlukan karena:
1. Mengatur prilaku akuntan publik dalam menjalankan profesinya.
2. Memberikan kepastian dalam jaminan hukum secara profesi baik kepada jasa akuntan publik maupun
bagi akuntan publik itu sendiri.
3. Sebagai jawaban atas persyaratan yang dituntut publik (masyarakat) atas kualifikasi dan jasa yang
diberikan akuntan publik.
Standar Umum (General Standards)
1. Competence, audit harus dilaksanakan oleh seseorang atau lebih yang memiliki keahlian dan
pelatihan teknis cukup sebagai auditor.
2. Independence, dalam semua hal yang berhubungan dengan penugasan, independensi dalam sikap
mental harus dipertahankan oleh auditor.
3. Due Professional Care, dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib
menggunakan kemahiran profesionalisnya dalam cermat dan seksama.
Standar Pekerjaan Lapangan (Standards of Field Work)
4. Adequate Planning and Proper Supervision, pekerjaan harus direncanakan sebaik-baiknya dan jika
digunakan , asisten harus disupervisi dengan semestinya.
5. Understanding the Entity, Environment, and Internal Control, pemahaman yang memadai atas struktur
pengendalian intern harus diperoleh untk merencanakan audit dan menentukan sifat, saat, dan lingkup
pengujian yang harus dilakukan.
6. Sufficient Competent Audit Evidence, bukti audit kompeten yang cukup harus diperoleh melalui
inspeksi, pengamatan, pengajuan pertanyaan dan konfirmasi sebagai dasar yang memadai untuk
menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit.
Standar Pelaporan (Standards of Reporting)
7. Financial Statements Presented in Accordance with GAAP, laporan audit harus menyatakan apakah
laporan keuangan telah disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum.
8. Consistency in the Application of GAAP, laporan audit harus menunjukkkan keadaan yang didalamnya
prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode berjalan
dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya.
9. Adequacy of Informative Disclosures, pengungkapan informative dalam laporan keuangan harus
dipandang memadai kecuali dinyatakan lain dalam laporan audit.
10. Expression of Opinion, laporan audit harus memuat suatu pendapat mengenai laporan keuangan
secara menyeluruh atau suatu asersi bahwa pernyataan demikian tidak dapat diterima.
SA 200 (Revisi 2021) : Tujuan Keseluruhan Auditor Independen dan Pelaksanaan Audit
Berdasarkan Standar Audit
Standar Audit (SA) ini mengatur tanggung jawab keseluruhan auditor independen ketika melaksanakan
audit atas laporan keuangan berdasarkan SA. Tujuan suatu audit adalah untuk meningkatkan tingkat
keyakinan pengguna laporan keuangan yang dituju. Hal ini dicapai melalui pernyataan suatu opini oleh
auditor tentang apakah laporan keuangan disusun, dalam semua hal yang material, sesuai dengan suatu
kerangka pelaporan keuangan yang berlaku.
SA 210 (Revisi 2021) : Persetujuan atas Ketentuan Perikatan Audit
Standar Audit (SA) ini berkaitan dengan tanggung jawab auditor dalam menyepakati ketentuan perikatan
audit dengan manajemen dan, jika relevan, dengan pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola
[Link] auditor adalah untuk menerima atau melanjutkan perikatan audit hanya ketika basis yang
melandasi pelaksanaan audit telah disepakati. Auditor harus menyepakati ketentuan perikatan audit
dengan manajemen atau pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola entitas, jika relevan.
SA 220 (Revisi 2021) : Pengendalian Mutu untuk Audit atas Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) mengatur tentang tanggung jawab tertentu auditor dalam memperhatikan prosedur
pengendalian mutu untuk audit atas laporan [Link], kebijakan, dan prosedur pengendalian mutu
merupakan tanggung jawab Kantor Akuntan Publik (KAP). Berdasarkan SPM 1, KAP berkewajiban
untuk menetapkan dan memelihara suatu sistem pengendalian mutu untuk memberikan keyakinan
memadai bahwa:
1. KAP dan personelnya mematuhi standar profesi serta ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
2. Laporan yang diterbitkan oleh KAP atau rekan perikatan telah sesuai dengan kondisinya.
SA 230 (Revisi 2021) : Dokumentasi Audit
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor dalam menyusun dokumentasi audit
untuk keperluan audit atas laporan keuangan.
Dokumentasi audit yang memenuhi ketentuan SA ini dan ketentuan dokumentasi spesifik lain
sebagaimana yang tercantum dalam SA lain yang relevan memberikan:
1. Bukti sebagai basis bagi auditor untuk menarik suatu kesimpulan tentang pencapaian
tujuan keseluruhan auditor; dan
2. Bukti bahwa audit telah direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan SA dan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
SA 240 (Revisi 2021) : Tanggung Jawab Auditor Terkait dengan Kecurangan dalam Suatu Audit
atas Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor yang terkait dengan kecurangan, dalam
suatu audit atas laporan [Link] penyajian dalam laporan keuangan dapat muncul karena
kecurangan atau kesalahan. Faktor yang membedakan antara kecurangan dan kesalahan adalah apakah
tindakan yang mendasarinya, yang berakibat terjadinya kesalahan penyajian dalam laporan keuangan,
adalah tindakan yang disengaja atau tidak disengaja.
SA 250 (Revisi 2021) : Pertimbangan atas Peraturan Perundang-Undangan dalam Audit atas
Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mempertimbangkan peraturan
perundang-undangan dalam audit atas laporan keuangan. Tanggung Jawab untuk Mematuhi Peraturan
Perundang-Undangan adalah merupakan tanggung jawab manajemen, dengan pengawasan dari pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola, untuk memastikan bahwa operasi entitas dijalankan berdasarkan
ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk kepatuhan terhadap ketentuan dalam peraturan
perundang-undangan yang menentukan angka dan pengungkapan yang dilaporkan dalam laporan
keuangan suatu entitas.
SA 260 (Revisi 2021) : Komunikasi dengan Pihak yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mengomunikasikan kepada pihak
yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam audit atas laporan [Link] auditor adalah:
1. Untuk mengomunikasikan secara jelas kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata
kelola tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan dengan audit atas laporan
keuangan, serta gambaran umum ruang lingkup dan saat yang direncanakan atas audit;
2. Untuk memeroleh informasi yang relevan dengan audit dari pihak yang bertanggung
jawab atas tata kelola;
SA 265 (Revisi 2021) : Pengomunikasian Defisiensi dalam Pengendalian Internal Kepada Pihak
yang Bertanggung Jawab atas Tata Kelola dan Manajemen
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mengomunikasikan dengan tepat
kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan manajemen tentang defisiensi dalam
pengendalian internal yang diidentifikasi oleh auditor dalam audit atas laporan keuangan. Tujuan auditor
adalah untuk mengomunikasikan dengan tepat kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dan
manajemen tentang defisiensi dalam pengendalian internal yang diidentifikasi oleh auditor selama audit
dan menurut pertimbangan profesional auditor adalah cukup penting untuk mendapatkan perhatian dari
pihak-pihak yang bersangkutan.
SA 300 (Revisi 2021) : Perencanaan Suatu Audit atas Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk merencanakan audit atas laporan
keuangan. Tujuan auditor adalah untuk merencanakan audit agar audit tersebut dapat dilaksanakan
dengan efektif. Rekan perikatan dan anggota tim perikatan utama lainnya harus dilibatkan dalam
perencanaan audit, termasuk merencanakan dan berpartisipasi dalam diskusi di antara anggota tim
perikatan.
SA 315 (Revisi 2021) : Pengidentifikasian dan Penilaian Risiko Kesalahan Penyajian Material
Melalui Pemahaman atas Entitas dan Lingkungannya
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mengidentifikasi dan menilai
risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, melalui pemahaman atas entitas dan
lingkungannya, termasuk pengendalian internal entitas. Tujuan auditor adalah untuk mengidentifikasi dan
menilai risiko kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan,
pada tingkat laporan keuangan dan asersi.
SA 320 (Revisi 2021) : Materialitas dalam Tahap Perencanaan dan Pelaksanaan Audit
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk menerapkan konsep materialitas
dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan audit atas laporan keuangan. Tujuan auditor adalah untuk
menerapkan konsep materialitas secara tepat dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan audit. Auditor
harus menetapkan materialitas pelaksanaan untuk menilai risiko kesalahan penyajian material dan
menentukan sifat, saat, dan luas prosedur audit lanjutan.
SA 330 (Revisi 2021) : Respons Auditor terhadap Risiko yang Telah Dinilai
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mendesain dan menerapkan
respons terhadap risiko kesalahan penyajian material yang diidentifikasi dan dinilai oleh auditor
berdasarkan SA 315 (Revisi 2021) dalam suatu audit atas laporan keuangan. Tujuan auditor adalah untuk
memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat yang berkaitan dengan penilaian risiko kesalahan penyajian
material, melalui pendesainan dan penerapan respons yang tepat terhadap risiko tersebut.
SA 402 (Revisi 2021) : Pertimbangan Audit Terkait dengan Entitas yang Menggunakan Suatu
Organisasi Jasa
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor pengguna untuk memeroleh bukti audit
yang cukup dan tepat ketika suatu entitas pengguna memanfaatkan jasa dari satu atau lebih organisasi
jasa. Tujuan auditor pengguna, ketika entitas pengguna menggunakan jasa dari suatu organisasi jasa.
SA 450 (Revisi 2021) : Pengevaluasian atas Kesalahan Penyajian yang Diidentifikasi Selama Audit
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mengevaluasi dampak kesalahan
penyajian yang diidentifikasi dalam audit dan kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi, jika ada,
terhadap laporan [Link] auditor adalah untuk mengevaluasi:
1. Dampak kesalahan penyajian yang diidentifikasi atas audit; dan
2. Dampak kesalahan penyajian yang tidak dikoreksi, jika ada, terhadap laporan keuangan.
SA 500 (Revisi 2021) : Bukti Audit
Standar Audit (SA) ini menjelaskan tentang hal yang merupakan bukti audit dalam suatu audit laporan
keuangan, dan berkaitan dengan tanggung jawab auditor untuk mendesain dan melaksanakan prosedur
audit untuk memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk memungkinkan penarikan kesimpulan
memadai yang menjadi basis opini auditor. Tujuan auditor adalah untuk mendesain dan melaksanakan
prosedur audit sedemikian rupa untuk memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk dapat menarik
kesimpulan memadai sebagai basis opini auditor.
SA 501 (Revisi 2021) : Bukti Audit - Pertimbangan Spesifik atas Unsur Pilihan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang pertimbangan spesifik oleh auditor dalam memeroleh bukti audit
yang cukup dan tepat berdasarkan SA 330 (Revisi 2021), SA 500 (Revisi 2021), dan SA lainnya yang
relevan, berkaitan dengan aspek tertentu atas persediaan, litigasi dan klaim yang melibatkan entitas, serta
informasi segmen dalam suatu audit atas laporan keuangan.
SA 505 (Revisi 2021) : Konfirmasi Eksternal
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang penggunaan prosedur konfirmasi eksternal oleh auditor untuk
memeroleh bukti audit berdasarkan ketentuan SA 330 (Revisi 2021) dan SA 500 (Revisi 2021). Tujuan
auditor, ketika menggunakan prosedur konfirmasi eksternal, adalah untuk mendesain dan melaksanakan
prosedur tersebut untuk memeroleh bukti audit yang relevan dan andal.
SA 510 (Revisi 2021) : Perikatan Audit Tahun Pertama - Saldo Awal
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor yang bekaitan dengan saldo awal dalam
perikatan audit tahun pertama. Selain, angka-angka dalam laporan keuangan, saldo awal mencakup hal-
hal yang memerlukan pengungkapan yang ada pada awal suatu periode, seperti kontinjensi dan
komitmen. Dalam melaksanakan suatu perikatan audit tahun pertama, tujuan auditor yang berkaitan
dengan saldo awal adalah untuk memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat.
SA 520 (Revisi 2021) : Prosedur Analitis
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang penggunaan prosedur analitis oleh auditor sebagai pengujian
substantif (“prosedur analitis substantif”). SA ini juga mengatur tanggung jawab auditor untuk
melaksanakan prosedur analitis pada tahap akhir audit yang akan membantu auditor pada waktu
merumuskan suatu kesimpulan keseluruhan atas laporan keuangan.
SA 530 (Revisi 2021) : Sampling Audit
Standar Audit (SA) ini diterapkan ketika auditor telah memutuskan untuk menggunakan sampling audit
dalam pelaksanaan prosedur audit. Hal ini berkaitan dengan penggunaan sampling statistik maupun
nonstatistik ketika pendesainan dan pemilihan sampel audit, pelaksanaan pengujian pengendalian, dan
pengujian rinci, serta pengevaluasian hasil sampel tersebut.
SA 540 (Revisi 2021) : Audit Atas Estimasi Akuntansi dan Pengungkapan Terkait
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor atas estimasi akuntansi, dan
pengungkapan terkait dalam suatu audit atas laporan keuangan. SA ini juga mencakup ketentuan dan
panduan tentang pengevaluasian atas kesalahan penyajian pada estimasi akuntansi (dan pengungkapan
terkait), dan indikator kemungkinan bias manajemen.
SA 550 (Revisi 2021) : Pihak Berelasi
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor atas hubungan dan transaksi pihak
berelasi dalam suatu audit atas laporan keuangan. Terutama, SA ini memperluas bagaimana SA 315
(Revisi 2021), SA 330 (Revisi 2021), dan SA 240 (Revisi 2021) diterapkan dalam hubungannya dengan
risiko kesalahan penyajian material terkait dengan hubungan dan transaksi pihak berelasi. Tujuan auditor
adalah:
Terlepas apakah kerangka pelaporan keuangan yang berlaku menetapkan ketentuan pihak
berelasi, memeroleh suatu pemahaman tentang hubungan dan transaksi pihak berelasi.
SA 560 (Revisi 2021) : Peristiwa setelah Tanggal Pelaporan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan dengan peristiwa setelah
tanggal pelaporan dalam suatu audit atas laporan keuangan. Tujuan auditor adalah untuk:
Memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang apakah peristiwa yang terjadi antara
tanggal laporan keuangan dan tanggal laporan auditor yang mengharuskan penyesuaian
atau pengungkapan dalam laporan keuangan, secara tepat telah digambarkan dalam
laporan keuangan tersebut sesuai dengan kerangka pelaporan keuangan yang berlaku;
Merespons secara tepat fakta yang diketahui oleh auditor setelah tanggal laporan auditor,
yang mana jika diketahui oleh auditor pada tanggal tersebut, kemungkinan menyebabkan
auditor mengubah laporan auditnya.
SA 570 (Revisi 2021) : Kelangsungan Usaha
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor dalam audit atas laporan keuangan yang
berkaitan dengan kelangsungan usaha dan implikasinya terhadap laporan [Link] auditor adalah:
Untuk memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat mengenai, serta menyimpulkan
bahwa, ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen
dalam penyusunan laporan keuangan;
SA 580 (Revisi 2021) : Representasi Tertulis
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk memeroleh representasi tertulis
dari manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola dalam audit atas laporan
keuangan. Tujuan auditor adalah:
Untuk memeroleh representasi tertulis dari manajemen dan, jika relevan, pihak yang
bertanggung jawab atas tata kelola tentang keyakinan bahwa mereka telah memenuhi
tanggung jawab mereka untuk menyusun laporan keuangan dan untuk kelengkapan
informasi yang disediakan bagi auditor;
SA 600 (Revisi 2021) : Pertimbangan Khusus - Audit Atas Laporan Keuangan Grup (Termasuk
Pekerjaan Auditor Komponen)
Standar Audit (SA) berlaku untuk audit grup. SA ini berkaitan dengan pertimbangan khusus yang berlaku
untuk audit grup, terutama audit yang melibatkan auditor komponen. Tujuan auditor adalah:
1. Untuk menentukan apakah bertindak sebagai auditor laporan keuangan grup; dan
2. Jika bertindak sebagai auditor laporan keuangan grup
SA 610 (Revisi 2021) : Penggunaan Pekerjaan Auditor Internal
SA ini berhubungan dengan tanggung jawab auditor atas pekerjaan individu atau organisasi di bidang
keahlian selain akuntansi atau audit, ketika pekerjaan tersebut digunakan untuk membantu auditor dalam
mendapatkan bukti audit yang cukup dan tepat. Auditor eksternal memiliki tanggung jawab tunggal atas
opini audit yang dinyatakan, dan tanggung jawab tersebut tidak berkurang dengan digunakannya
pekerjaan fungsi audit internal atau auditor internal untuk memberikan asistensi langsung pada perikatan.
SA 620 (Revisi 2021) : Penggunaan Pekerjaan Pakar Auditor
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor atas pekerjaan individu atau organisasi
dalam bidang keahlian selain akuntansi atau audit, ketika pekerjaan tersebut digunakan untuk membantu
auditor dalam memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat. Tujuan auditor adalah:
1. Untuk menentukan apakah perlu menggunakan pekerjaan seorang pakar auditor; dan
2. Jika menggunakan pekerjaan pakar auditor, untuk menentukan apakah pekerjaan tersebut
memadai untuk tujuan auditor.
SA 700 (Revisi 2021) : Perumusan Suatu Opini dan Pelaporan atas Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor dalam merumuskan suatu opini atas
laporan keuangan. SA ini juga mengatur bentuk dan isi laporan auditor yang diterbitkan sebagai hasil
suatu audit atas laporan keuangan. Tujuan auditor adalah:
Untuk merumuskan suatu opini atas laporan keuangan berdasarkan suatu evaluasi atas
kesimpulan yang ditarik dari bukti audit yang diperoleh; dan
Untuk menyatakan suatu opini secara jelas melalui suatu laporan tertulis.
SA 701 (2021) : Pengomunikasian Hal Audit Utama dalam Laporan Auditor Independen
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk mengomunikasikan hal audit
utama dalam laporan auditor. Hal ini dimaksudkan untuk membahas pertimbangan auditor mengenai hal
yang harus dikomunikasikan dalam laporan auditor serta bentuk dan isi dari komunikasi tersebut. Tujuan
mengomunikasikan hal audit utama adalah untuk meningkatkan nilai komunikatif laporan auditor dengan
memberikan transparansi yang lebih baik atas audit yang telah dilaksanakan.
SA 705 (Revisi 2021) : Modifikasi terhadap Opini dalam Laporan Auditor Independen
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor untuk menerbitkan suatu laporan yang
tepat dalam kondisi ketika, dalam merumuskan suatu opini berdasarkan SA 700 (Revisi 2021), auditor
menyimpulkan bahwa modifikasi terhadap opini auditor atas laporan keuangan diperlukan. SA ini juga
mengatur tentang bagaimana bentuk dan isi laporan auditor terdampak ketika auditor menyatakan suatu
opini modifikasian.
SA 706 (Revisi 2021) : Paragraf Penekanan Suatu Hal dan Paragraf Hal Lain dalam Laporan
Auditor Independen
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang komunikasi tambahan dalam laporan auditor ketika auditor
menganggap perlu untuk:
Menarik perhatian pengguna laporan keuangan pada suatu hal atau beberapa hal yang
disajikan atau diungkapkan dalam laporan keuangan yang sedemikian penting bahwa hal
atau hal-hal tersebut adalah fundamental bagi pemahaman pengguna laporan keuangan;
atau
Menarik perhatian pengguna laporan keuangan pada suatu hal atau beberapa hal selain
yang disajikan atau diungkapkan dalam laporan keuangan yang relevan bagi pemahaman
pengguna laporan keuangan atas audit, tanggung jawab auditor, atau laporan auditor.
SA 710 (Revisi 2021) : Informasi Komparatif – Angka Koresponding dan Laporan Keuangan
Komparatif
Standar Audit (SA) ini mengatur tanggung jawab auditor yang berkaitan dengan informasi komparatif
dalam audit atas laporan keuangan. Ketika laporan keuangan periode lalu telah diaudit oleh auditor
pendahulu atau tidak diaudit, ketentuan dan panduan dalam SA 510 (Revisi 2021) tentang saldo awal juga
berlaku. Tujuan auditor adalah:
Untuk memperoleh bukti audit yang cukup dan tepat tentang apakah informasi
komparatif yang tercantum dalam laporan keuangan telah disajikan, dalam semua hal
yang material, sesuai dengan ketentuan untuk informasi komparatif dalam kerangka
pelaporan keuangan yang berlaku; dan
Untuk melaporkan sesuai dengan tanggung jawab pelaporan auditor.
SA 720 (Revisi 2021) : Tanggung Jawab Auditor atas Informasi Lain
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor atas informasi lain, baik informasi
keuangan maupun nonkeuangan (selain laporan keuangan dan laporan auditor terkait), yang tercantum
dalam laporan tahunan entitas. Laporan tahunan entitas dapat berupa suatu dokumen tunggal atau
gabungan sejumlah dokumen yang bertujuan sama. Tujuan auditor setelah membaca informasi lain adalah
sebagai berikut:
Untuk mempertimbangkan apakah terdapat suatu ketidakkonsistensian material antara
informasi lain dan laporan keuangan;
SA 800 (Revisi 2021) : Pertimbangan Khusus - Audit atas Laporan Keuangan yang Disusun Sesuai
dengan Kerangka Bertujuan Khusus
Standar Audit (SA) 100-700 diterapkan dalam audit atas laporan keuangan. SA ini mengatur tentang
pertimbangan khusus dalam penerapan SA 100-700 dalam audit atas laporan keuangan yang disusun
sesuai dengan kerangka bertujuan khusus. Tujuan auditor, ketika menerapkan SA dalam audit atas
laporan keuangan yang disusun sesuai dengan kerangka bertujuan khusus, adalah untuk merespons
dengan tepat pertimbangan khusus yang relevan dengan hal-hal sebagai berikut:
Penerimaan perikatan;
Perencanaan dan pelaksanaan perikatan tersebut; dan
Perumusan opini dan pelaporan atas laporan keuangan
SA 805 (Revisi 2021) : Pertimbangan Khusus – Audit atas Laporan Keuangan Tunggal dan Suatu
Unsur, Akun, atau Pos Tertentu dalam Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) dalam seri 100-700 diterapkan untuk suatu audit atas laporan keuangan dan
disesuaikan seperlunya jika diterapkan pada audit atas informasi keuangan historis lainnya. SA ini
berkaitan dengan pertimbangan khusus atas penerapan SA tersebut untuk suatu audit atas laporan
keuangan tunggal atau suatu unsur, akun, atau pos tertentu dalam laporan keuangan.
SA 810 (Revisi 2021) : Perikatan untuk Melaporkan Ikhtisar Laporan Keuangan
Standar Audit (SA) ini mengatur tentang tanggung jawab auditor yang berkaitan dengan perikatan untuk
melaporkan ikhtisar laporan keuangan yang dihasilkan dari laporan keuangan auditan berdasarkan SA
oleh auditor yang sama. Tujuan auditor adalah:
Untuk menentukan apakah tepat menerima perikatan untuk melaporkan ikhtisar laporan
keuangan; dan
Ketika melakukan perikatan untuk melaporkan ikhtisar laporan keuangan