ESSAY
PERAN SEBAGAI GURU DALAM DUNIA PENDIDIKAN
A. PENDAHULUAN
Guru merupakan sosok yang begitu dihormati karena memiliki andil yang sangat besar
terhadap keberhasilan pembelajaran di sekolah. Guru sangat berperan dalam membantu
perkembangan peserta didik untuk mewujudkan tujuan hidupnya secara optimal. Sikap
professional seorang guru sangat diperlukan dalam menghadapi pendidikan di era global ini.
Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mengasuh, membimbing dan
membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia.
Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru
secara perlahan-lahan. Sehingga akan mengakibatkan hubungan antara guru dan siswa yang
semula saling membutuhkan akan berubah menjadi hubungan yang saling acuh tak acuh, tidak
membahagiakan dan membosankan.
Minat, bakat, kemampuan, dan potensi yang dimiliki peserta didik tidak akan dapat
berkembang secara optimal tanpa bantuan guru. Dalam kaitan ini guru perlu memperhatikan
peserta didik secara individual. Tugas guru tidak hanya mengajar, namun juga mendidik,
mengasuh, membimbing, dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan
mengembangkan sumber daya manusia (SDM). Dalam menuju era globalisasi, Indonesia harus
melakukan reformasi dalam dunia pendidikan, yaitu dengan menciptakan sistem pendidikan
yang lebih komprehensif dan fleksibel, sehingga para lulusan dapat berfungsi secara efektif
dalam kehidupan masyarakat global demokratis. Oleh karena itu, pendidikan harus dirancang
sedemikian rupa agar memungkinkan para anak didik dapat mengembangkan potensi yang
dimiliki secara alami dan kreatif dalam suasana penuh kebebasasn, kebersamaan dan tanggung
jawab.
B. PEMBAHASAN
Di dunia pendidikan yang harusnya penuh dengan kasih sayang, tempat untuk belajar
tentang moral, budi pekerti justru sekarang ini dekat dengan tindak kekerasan dan asusila.
Dunia yang seharusnya mencerminkan sikap-sikap intelektual, budi pekerti, dan menjunjung
tinggi nilai moral, justru telah dicoreng oleh segelintir oknum pendidik (guru) yang tidak
bertanggung jawab. Realitas ini mengandung pesan bahwa dunia guru harus segera melakukan
evaluasi ke dalam. Sepertinya, sudah waktunya untuk melakukan pelurusan kembali atas
pemahaman dalam memposisikan profesi guru.
Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi
guru secara perlahan-lahan. Pergeseran ini telah menyebabkan dua pihak yang tadinya sama-
sama membawa kepentingan dan salng membutuhkan, yakni guru dan siswa, menjadi tidak lagi
saling membutuhkan. Akibatnya suasana belajar sangat memberatkan, membosankan, dan jauh
dari suasana yang membahagiakan. Dari sinilah konflik demi konflik muncul sehingga pihak-
pihak didalamnya mudah frustasi lantas mudah melampiaskan kegundahan dengan cara-cara
yang tidak benar.
Guru sangat berperan penting dalam mewujudkan itu semua. Seorang guru harus
mendidik siswa-siswinya untuk berperilaku jujur, bukan KEBOHONGAN. Bohong itu adalah
awal dari tindakan korupsi dan perilaku menyontek merupakan tindakan korupsi kecil.
Apakah seorang guru yang membiarkan siswanya menyontek itu telah mendidik
siswanya untuk bersikap jujur? Namun, kebanyakan siswa dari tingkat SD,SMP, maupun SMA
rela melakukan tindakan menyontek hanya untuk memenuhi tuntutan tugas dari guru serta
memeroleh nilai yang baik, tanpa mengerti sama sekali apa yang telah mereka kerjakan. Tidak
sedikit siswa-siswi yang mengikuti pelajaran tambahan kepada guru yang mengajar, hanya demi
memperoleh nilai yang bagus.
Menurut Syaiful Bahri Jamarah bukunya Guru dan Anak didik dalam interaksi edukatif
satuan pendekatan Teoritis menyatakan bahwa semua peranan yang diharapkan oleh guru
adalah :
a. Korektor
Sebagai korektor, guru harus bias membedakan mana nilai yang baik dan mana nilai yang
buruk. Kedua nilai yang berbeda ini harus betul- betul dipahami dalam kehidupan di masyarakat.
Kedua nilai ini mungkin telah anak didik miliki dan juga telah mempengaruhi sebelum anak
didik masuk sekolah.
b. Motivator
Dalam upaya memberikan motivasi, guru dapat ;menganalisi motif-motif yang
melatarbelakangi anak didik malas belajar dan menurun prestasinya di sekolah. Setiap guru harus
bertindak sebagai motivator, karena dalam interaksi edukatif tidak mustahil ada diantara anak
didik yang malas belajar dan sebagainya. Motivasi dapat efektif bilsa dilakukan dengan
memperhatikan kkebutuhan anak didik.
c. Fasilatator
Lingkungan belajar yang tidak menyenangkan,suasana ruang kelas yang pengap,meja dan
kursi yang beantakan, fasilitas belajar yang kurang tersedia, menyebabkan anak didik malas
belajar. Oleh karena itu menjadi tuga guru bagaiman menyediakan fasilitas, sehingga akan
tercipta lingkungan belajar yang menyengkan anak didik.
d. Demonstrator
Dalam interaksi edukatif, tidak semua bahan pelajaran dapat dipahami anak didik. Apalgi
anak didik yang memiliki intelejensi sedang.
e. Mediator
Guru hendaknya memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tenang media
pendidikan dalam berbagai bentuk dan jenisnya, baik media nommaterial maupun material.
Media berfungsi sebagai alat komunikasi guna mengefektifkan proses interaksi edukatif.
f. evaluator
Sebagai evaluator, guru tidak hanya menilai produk (hasil pengajaran), tetapi juga
menilai proses (jalannya pelajaran). Dari dua kegiatan ini akan mendapatkan umpan balik
tentang pelaksanaan interaksi edukatif yang telah dilakukan (Syaiful Bahri Jamarah,2004:43).
Menurut Dirjen Dikt (2002), ada 4 kompetensi yang harus dimiliki oleh guru SD. 4
kompetensi itu antara lain :
(1)Penguasaan bidang studi, yang mencakup dua hal, yaitu penguasaan disiplin ilmu dan
penguasaan kurikulum
(2)Pemahaman tentang peserta didik, yang berkaitan dengan kemampuan guru dalam
memberikan layanan pendidikan yang berorientasi pada kebutuhan siswa
(3)Penguasaan pembelajaran yang mendidik, yang tercermin dalam merencanakan,
melaksanakan, serta mengevaluasi dan memanfaatkan hasil evaluasi pembelajaran secara
dinamis untuk membentuk kompetensi siswa
(4)Pengembangan kepribadian dan keprofesionalan, yang mengacu pada profesional guru untuk
dapat mengetahui, mengukur, dan mengembangkan kemampuannya secara mandiri.
mengembangkan tugas dan tanggung jawabnya dalam berproses bersama siswa.
Di samping memiliki kompetensi, guru juga wajib profesional dalam mengemban
tugasnya sebagai pengajar dan pendidik di [Link] seorang yang profesional, guru juga
dituntut untuk memiliki ketrampilan konsep dan teori ilmu pengetahuan yang baik, keahlian
dalam bidang tertentu sesuai dengan bidang keahliannya, pendidikan khusus bidang keguruan,
serta tanggung jawab yang tinggi terhadap profesi yang dijalani.
Solusi dari permasalahan ini adalah :
Menurut saya, Seharusnya guru dapat mengingat tugas dan peran yang ia miliki. Pihak dinas
pendidikan juga seharusnya dapat mengkontrol kinerja guru. Agar pendidikan indonesia semakin
maju dan memiliki kinerja guru yang profesional dan bertanggung jawab terhadap amanah yang
telah diberikan kepada nya.
Harapan untuk pendidikan:
Saya berharap pendidikan di indonesia semakin baik, tenaga pekerja pendidikan seperti guru
dapat melaksakan tugasnya dengan baik dan benar, semakin menjunjung tinggi profesionalitas
dan guru dapat mengajar, melatih dan mendidik serta dapat menciptakan penerus bangsa yang
berkualitas.
Peranan guru dalam membina peserta didik menjadi insan yang berkarakter yang baik
sangat dibutuhkan. Guru merupakan sosok panutan atau contoh bagi peserta didik. Keberhasilan
pendidikan karakter sangat tergantung dari peran seorang guru dalam proses pembelajaran. Jadi
sosok seorang guru dapat menjadi cerminan peserta didik yang sangat menentukan karakternya.
Dan hal terpenting adalah Guru harus sabar dalam mendidik dan membimbing siswa-
siswinya saat belajar. Jangan pernah marah-marah terhadap siswa, bahkan sampai memukulnya.
Melainkan harus menanamkan sifat pantang menyerah dan kejujuran. Jangan pernah putus asa
dalam mengajari para siswanya sampai benar-benar mengerti dan paham.
Betapa bangganya seorang guru yang menerangkan suatu ilmunya kepada siswanya dan
suatu hari nanti beliau dapat melihat siswa tersebut sukses dan berhasil karena ilmu yang
diajarkanya. Dialah guru yang sukses, dialah guru yang baik, dialah guru yang berhasil mendidik
muridnya menjadi orang sukses, dialah guru yang mengemban tugas Negara dengan penuh rasa
ikhlas dan senang hati serta tidak pernah mengharapkan balasan apapun dari murid-muridnya.
Itulah sebabnya mengapa guru itu dijuluki sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa".
Harapan kita semua kepada calon guru yang mendatang, janganlah kalian salah dalam
mendidik murid-murid dalam belajar. Kalian harus sabar, tekun dan pantang menyerah sampai
mereka semua paham ilmu apa yang telah kalian ajarkan kepada mereka. Dan juga khususnya
untuk mengajari kepada murid-murid untuk berperilaku jujur, agar mereka kelak menjadi
seseorang yang berhasil dan berguna bagi nusa dan bangsa.