Begitupun dengan cerita.
Biar cerita itu akurat, pas dan gak melebar kemana
mana karena imajinasi kita kan tuh sangat liar banget kan. Makanya perlu dibuat
premis, logline, dan kerangka outline.
Tapi apa sih premis, logline, dan outline sebenarnya?
Premis adalah ketentuan kesimpulan cerita yang akan menggerakan cerita
dari awal sampai cerita itu selesai.
Rumus premis : Nama + Karakter tokoh + Keinginan (tujuan) + Hambatan (konflik)
+ Resolusi penyelesaian (effort) + Ending.
Keterangan :
🚩Nama adalah nama karakter tokoh utama yang kita buat dalam cerita.
🚩 Karakter tokoh adalah sifat personality tokoh utama yang akan kita buat dalam
cerita.
🚩Keinginan (tujuan tokoh) adalah harapan, goal, dan tujuan tokoh yang akan kita
buat dalam cerita.
🚩Hambatan (konflik) adalah rintangan permasalahan konflik yang dihadapi tokoh
agar membuat alur semakin menegangkan dan menarik.
🚩 Resolusi penyelesaian adalah bagaimana usaha tokoh untuk menyelesaikan
masalah yang dihadapinya. Disini effort perjuangan tokoh akan terlihat, kemudian
menghasilkan output penyelesaian akhir evelusi cerita.
🚩Ending adalah part final, apakah output penyelesaiannya case clear berujung
happy ending or sad ending. Whatever.
Contoh :
Muti adalah si anak indigo cerewet dan pemberani ingin memusnahkan energi-
energi jahat yang disebarkan oleh dukun tenung tukang sihir pedalaman,
membuat para penduduk kampung terkena wabah kusta. Tetapi, aksinya
terkendala, ketika dirinya juga diserang kekuataan jahat membuat salah satunya
matanya buta. Namun, itu tidak menyurutkan langkahnya, ia meminta tolong pada
teman-teman gaibnya untuk menyerang balik sih tukang sihir. Akhirnya, rencana
dan usahanya berhasil. Dukun tenung tukang sihir itu tewas ketika mendapatkan
serangan balasan Muti pada saat ritual.
Gampangkan. Kerangka rencana cerita jadi padat dan jelas mau dibawa
kemananya plotnya
2. Logline.
Logline adalah penjabaran luar dari premis yang kita buat. Jadi ini gak
menerangkan satu karakter tokoh utama aja, tetapi tokoh-tokoh lain yang ada di
dalam cerita.
Misal :
Muti adalah si anak indigo cerewet dan pemberani ingin memusnahkan energi-
energi jahat yang disebarkan oleh dukun tenung tukang sihir pedalaman,
membuat para penduduk kampung terkena wabah kusta. Namun, aksinya
terkendala, ketika dirinya juga diserang kekuataan jahat membuat salah satunya
matanya buta. Tapi itu tidak menyurutkan langkahnya, ia meminta tolong pada
teman-teman gaib bulenya, yakni Paul, Joss, dan Margaretta untuk menyerang
balik sih tukang sihir. Akhirnya rencana dan usahanya berhasil, walau Paul harus
lenyap untuk selamanya karena terbunuh serangan Nenek Barshara dukun
Tenung. Bahkan, hal yang menyedihkan terjadi setelah serangan menewaskan
Bashara, malah membuat tumbal lain pada bekerja, yakni sebagian peduduk
kampung pada mati hitam terpanggang, karena mereka merupakan satu
kumpulan aliran sesat dengan Bashara. Melihat itu Muti sangat sedih, dan lebih
sedih lagi, ketika sahabatnya Muti-Arunda yang paling muti sayang, malah
menjadi penghianat terjahat, meneruskan ilmu hitam Bashara menjadi dukun
berikutnya di Kampung Karang Anyar.
Nah, logline lebih lengkap dan detailkan? Jadi paragraf penuh. Terlihat konflik dan
final resultnya.
3. Outline
Outline adalah kerangka cerita dari premis yang kita buat, dimana tersusun
beberapa part atau bab dalam urutan babak plot. Biasanya terdiri dari
pengenalan, deskripsi karakter, deskripsi setting, deskripsi adegan aksi, uraian
konflik, dan conclusion, dll.
Contoh :
Prolog : Pengenalan secuil terror wabah penduduk desa
Part 1 : Muti sedih penduduk desa Karang Anyar dan keluarganya pada sakit
masal.
Part 2 : ....
Part 3 : ....
Ending : ....
Epilog : ....
Dan seterusnya. Tulis scene babak adegan-adegan ceritanya secara
berurutan dari opening sampe ending. Mudahan bermanfaat, ya
Apa Itu Logline ?
April 06, 2018
Sebelum penulis skenario membuat sebuah skenario, hal
pertama yang harus dia lakukan adalah membuat Logline dari
skenario yang akan dia buat. Logline sejatinya adalah
pondasi pertama dari sebuah skenario. Bisa dibilang,
mustahil sebuah skenario dibuat tanpa logline.
APA ITU LOGLINE ?
Logline adalah intisari dari cerita.
Karena berupa intisari, maka logline harus singkat.
Jika sebuah skenario di-analogikan sebagai tubuh manusia,
LOGLINE adalah tulangnya. Jika tulang kuat, maka tubuh
menjadi kuat. Jika logline kuat, skenario yang dihasilkan
juga akan kuat.
Perhatikan kalimat berikut:
“Saya makan bakso”
Apakah kalimat diatas merupakan cerita yang baik?
Tidak.
Karena cerita yang baik harus:
Mengandung konflik.
Ada pertaruhan.
Ada kekuatan emosi.
Karakter yang menarik.
Coba kita ganti kalimat tersebut menjadi kalimat baru,
yang mengandung cerita menarik,
Misalkan:
Seorang Penyanyi Dangdut yang dua hari belum makan, ketika
mau makan bakso, di tengah jalan ada Gorila.
Dalam kalimat tersebut terkandung:
Karakter menarik.
Kekuatan emosi.
Konflik besar oleh karakter lemah.
Pertaruhan, dua hari tidak makan, sehingga jika tidak
makan akan fatal.
Untuk mempermudah membuat Logline para penggiat film
terdahulu membuat beberapa formulasi dasar untuk membuat
film.
Misalnya dengan formula :
“Somebody wants something real bad, while having a hard
time having it”
Jadi dalam logline, harus ada:
Karakter Protagonis
Konflik yang harus mengandung stake
Goal
Ingat ! logline harus singkat, Logline yang baik harus
kurang dari 25 kata.
Rumus logline ini kita sederhanakan menjadi :
LOGLINE = (KARAKTER + GOAL) x
KONFLIK
Ingat rumus dasar matematika?
LOGLINE = ([Link].000 + [Link].000.000.000)
x 0
LOGLINE = 0
Jadi sehebat apapun karakter Anda, sebesar apapun Goal
karakter Anda, jika tidak ada konflik, maka tidak ada
cerita. Cerita adalah bagaimana seorang karakter berusaha
mendapatkan tujuannya, sementara ia dihalangi oleh
sesuatu. Kita akan melihat perjuangan seseorang.
Sebenarnya penulis skenario bebas membuat Logline dengan
cara apapun. Formula diatas hanya untuk mempermudah kita
dalam menyederhanakan ide
Tips Membuat Logline Yang Menarik
April 06, 2018
Berikut ini adalah Tips Membuat Logline Yang Menarik.
1. Hindari Kata Yang Terlalu General.
Ketika membuat logline, hindari menyebutkan “seorang pemuda”, “seorang
wanita”, “seorang gadis”.
Cobalah menggunakan kata yang lebih spesifik agar logline Anda jadi lebih
kuat.
Sebagai contoh, pada film My Name is Khan, jika dirumuskan logline-nya, bisa
dituliskan sebagai berikut:
Seorang penderita autisme Muslim
pasca 9/11, berusaha menemui Presiden
Amerika untuk menyatakan bahwa orang
Muslim bukan Teroris.
Bayangkan jika penulisan logline-nya sebagai berikut:
Seorang pemuda berusaha menemui
Presiden Amerika untuk menyatakan
Muslim bukan teroris.
Logline pertama dapat menimbulkan empati bagi calon penonton. Sementara
logline kedua akan menimbulkan reaksi :
1. Iseng amat pemuda itu?
2. Ya, Presiden Amerika sudah sering mendengar statement itu.
3. Oke, jadi pemuda ini akan menulis surat, menunggu audiensi, dan
akhirnya bertemu presiden dan menyatakan itu. So what?
2. Logline Harus Sudah Menjanjikan Sesuatu.
Jika Anda ingin membuat skenario horror, logline Anda harus sudah bisa
membuat orang takut. Jika ingin membuat skenario komedi, Logline Anda
harus sudah bisa membuat orang tertawa.
Sekali lagi, dengan pilihan kata yang tepat, logline Anda bisa berpengaruh
besar.
3. Buat Goal Yang Besar, Tapi Bisa Dikendalikan Oleh Karakter
Utama.
Penonton suka melihat kemenangan besar, dimana seorang tokoh yang
dianggap lemah, akhirnya bisa melakukan sesuatu yang besar.
Kisah Lord of the Rings misalnya :
Seorang Hobbit yang berusaha
menyelamatkan Middle Earth dengan
menemukan cincin yang mengendalikan
cincin-cincin lain di sana.
Kisah Lord of the Rings menjadi menarik, karena bagaimana seorang hobbit
yang kecil dan lemah, berusaha menyelamatkan Middle Earth. Kisah ini akan
kurang menarik jika tokoh utamanya adalah Dwarf, Elf, atau Treant yang lebih
perkasa. Penonton ingin melihat sebuah perjuangan besar yang dilakukan oleh
karakter utama.
Tapi hindari juga konflik yang terlalu besar, dimana karakter utama
memperjuangkan sesuatu yang tidak bisa dikendalikan oleh karakter utama.
Selamat mencoba !
Baca juga:
Resensi Novel: Pengertian, Tujuan, serta Unsur
Pengertian Sinopsis
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, sinopsis adalah karangan
ilmiah biasa yang digunakan bersamaan dengan karangan asli yang
menjadi dasar sinopsis tersebut. Secara garis besar, sinopsis adalah
ringkasan, abstraksi, atau ikhtisar karangan.
Sementara itu, menurut Gorys Keraf, seorang ahli bahasa, sinopsis
adalah ringkasan yang paling efektif untuk menyajikan suatu karangan
yang panjang menjadi lebih pendek.
Fungsi Sinopsis
Merangkum dari buku Novel dan Novelet oleh Widya Ariska dan Uchi
Amelia, kegunaan sinopsis adalah untuk mengetahui dengan cepat alur
cerita dan hanya mengambil garis besarnya saja serta untuk menyajikan
karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Selain itu, sinopsis juga
masih memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut:
1. Memberikan sebuah informasi singkat tentang isi cerita atau buku
tersebut.
2. Memberikan gambaran yang jelas secara sederhana mengenai urutan,
kronologi cerita dalam naskah atau buku.
3. Sebagai prolog atau epilog dari suatu karya tulis atau naskah yang
akan dipentaskan.
4. Sebagai pedoman bagi pemain atau pemeran untuk melakukan
improvisasi.
Ciri-ciri Sinopsis
Untuk dapat mengetahui teks sinopsis, di bawah ini disajikan ciri-ciri
sinopsis sebagai berikut:
1. Alur atau jalan ceritanya disusun secara berurutan dari awal sampai
akhir.
2. Bahasa yang digunakan jenis bahasa persuasif atau berupa kalimat
ajakan dan bujukannya supaya calon pembaca tertarik untuk membaca
bukunya.
3. Menampilkan konflik secara detail, ringkas dan menarik.
4. Membuat penasaran untuk calon pembacanya.
Baca juga:
Cerpen: Pengertian, Ciri-ciri, Unsur, Struktur dan Kaidah Kebahasaannya
Langkah-langkah Membuat Sinopsis
Nah, detikers sudah paham apa yang dimaksud dengan sinopsis?
Sekarang mari mulai membuat sinopsis. Berikut langkah-langkah
membuat sinopsis dilansir dari buku Top No 1 Ulangan Harian SMP/MTS
Kelas 8 yang disusun oleh Tim Guru Indonesia:
1. Membaca naskah atau buku aslinya dengan cermat agar mengetahui
kesan dan pesan penulis.
2. Mencatat gagasan-gagasan pokok yang terdapat dalam naskah dan
menggaris bawahi.
3. Kembangkan gagasan pokok yang telah ditandai dengan beberapa
kalimat yang ringkas.
4. Gunakan kalimat yang jelas, efektif, menarik serta mudah dipahami
untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang
menggambarkan karangan asli.
5. Jika ingin mencantumkan beberapa dialog atau monolog, hanya perlu
dicatat garis besarnya saja. Dapat juga diberi rincian pada halaman
berapa dialog tersebut dikutip, supaya lebih jelas dan akurat.
6. Pembuatan sinopsis tidak boleh menyimpang atau mengubah isi
keseluruhan naskah aslinya.
Itulah pembahasan mengenai pengertian sinopsis, lengkap dengan
fungsi, ciri-ciri dan langkah membuatnya. Selamat belajar ya, detikers!