0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Memahami FTP Server dan Protokolnya

Diunggah oleh

kenz79459
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
41 tayangan5 halaman

Memahami FTP Server dan Protokolnya

Diunggah oleh

kenz79459
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

FTP SERVER

A. Definisi FTP Server

FTP (File Transfer Protocol) merupakan salah satu standar protokol jaringan yang menyediakan fitur
transfer file dari satu komputer ke komputer lainnya. Layanan FTP pertama kali diciptakan oleh Abhay
Bhushan pada tahun 1970 ketika masih tergabung dalam tim proyek ARPAnet. Satu mesin berperan
sebagai server yang menyimpan data, sedangkan lainnya sebagai klien atau mesin pengirim atau
penerima data. Keunggulan protokol ini adalah kapabilitas transfer data yang dapat disesuaikan dengan
kebutuhan, bahkan dalam ukuran besar. Selain dapat diakses dan dioperasikan oleh berbagai mesin
dengan platform berbeda-beda, FTP juga mendukung mode autentikasi dan publikasi data-data dengan
beberapa access policy yang dapat disesuaikan.

Layanan FTP server secara default menggunakan port 21 untuk menangani komunikasi dan sesi transfer
data berupa perintah atau command antara klien dengan server sehingga port 21 disebut juga sebagai
command port. Untuk mengakses dan melakukan transfer data menuju FTP server, ada beberapa
persyaratan yang harus dipenuhi, antara lain sebagai berikut.

1. Tersedianya sambungan jaringan yang berkualitas bagus (lokal hingga skala besar).

2. Konfigurasi firewall di sisi klien dan server yang memungkinkan terjadinya komunikasi dan sesi
transfer data.

3. Aplikasi FTP server telah diatur dan bekerja dengan baik sesuai kebutuhan di sisi server komputer.

4. Tersedianya aplikasi FTP client yang dapat digunakan untuk mengakses, mengelola, dan melakukan
transfer data di FTP server seperti aplikasi FileZilla, Core FTP, Cyberduck (untuk macOS), CuteFTP, dan
lainnya. Meski demikian, Anda juga dapat mengakses FTP server menggunakan web browser dan
beberapa aplikasi web editor, seperti Dreamweaver yang terhubung dengan FTP server tertentu.

5. Pengaksesan layanan FTP server selalu diawali dengan pemanggilan protokolnya, yaitu 'FTP://'.

6. Untuk dapat menampilkan data yang di-publish dalam FTP server, Anda harus mengetahui mode
autentikasinya terlebih dahulu bersifat anonymous atau berdasarkan akun tertentu yang mengharuskan
Anda login dengan memasukkan username dan password terlebih dahulu. Dalam hal ini, anonymous
berarti metode mengakses komputer dan mengambil data tanpa menggunakan akun.

B. Prinsip Kerja Layanan FTP

Pada dasarnya, prinsip kerja dalam FTP server adalah "Put" dan "Get". Anda dapat meletakkan file dalam
server dengan metode "Put", begitu pula sebaliknya untuk memperoleh file dapat menggunakan
perintah "Get". Berikut adalah proses komunikasi data dalam FTP.
1. Sesi komunikasi dimulai ketika FTP client meminta layanan pada FTP server melalui port tertentu
(secara default 21).

2. Selanjutnya, server akan meresponsnya dengan mengirim data melalui port 20 menuju klien dengan
port tertentu (biasanya di atas port 1024). Jenis koneksi ini disebut sebagai mode aktif.

Gambar 3.2 Mode FTP active connection.

3. Adapun koneksi mode pasif adalah jenis koneksi yang memanfaatkan high port sebagai saluran
transmisi data. Ketika sesi komunikasi antara klien dan server telah terbentuk, klien akan mulai
mengirimkan perintah atau command melalui port acak (high port) menuju port 21 FTP server. Sebagai
contoh, klien mengirimkan perintah DIR untuk menampilkan informasi isi sebuah directory, kemudian
server akan meresponsnya dengan mengirimkan data yang diminta melalui high port (sebagai contoh,
port 60123) menuju high port client (sebagai contoh, port 60323). Dalam mode pasif, koneksi data
diinisiasi oleh klien bukan server. Hal ini sering digunakan ketika ada pembatasan jaringan atau firewall
yang menghalangi server untuk koneksi data kepada klien.

Gambar 3.3 Mode FTP passive connection.

Jika dilihat dalam statistik jaringan menggunakan Command Prompt, akan muncul informasi tentang
random port dari komputer klien ketika meminta layanan FTP server seperti gambar berikut ini.
Gambar 3.4 Network statistic komputer klien ke server FTP.

Setelah Anda mengetahui cara kerja dan kelebihan layanan FTP, dapat ditarik beberapa garis besar
tentang manfaat FTP dalam jaringan, yaitu:

1. Memungkinkan Anda dapat melakukan transfer data (unggah dan unduh) dengan ukuran besar
hingga gigabyte.

2. Orang awam sangat terbantu dalam melakukan pengelolaan konten website tanpa kesulitan
memikirkan pengaksesan langsung server.

3. Dukungan koneksi dua arah memungkinkan pengguna dapat mengunduh data sekaligus mengunggah
file secara bersamaan, bahkan dengan beberapa user secara bersamaan dalam satu waktu.

4. Memungkinkan bagi administrator untuk melakukan indirect atau remote komputer secara implicit.

5. Jika sambungan terputus, proses transfer data tidak akan hilang atau dimulai dari awal lagi.

Kelemahan utama sistem layanan FTP server adalah sambungan komunikasi yang tidak terenkripsi
sehingga cukup rentan terjadinya sniffing terhadap komunikasi data dan akun. Selain protokol FTP
sebagai protokol transfer file yang lazim digunakan saat ini.

Ada tiga jenis protokol sejenis FTP yang dapat menjadi pilihan, antara lain sebagai berikut.

1. TFTP

TFTP (Trivial File Transfer Protocol) merupakan salah satu jenis protokol transfer file yang pertama kali
dikenalkan tahun 1980 dengan fungsional dasar FTP. Karena sangat sederhana, TFTP dapat diterapkan
pada mesin dengan memori kecil, sebagai contoh untuk proses booting perangkat jaringan seperti
router yang tidak memiliki kapasitas penyimpanan data besar. Protokol ini masih mendukung transfer
file berkapasitas kecil antarmesin dalam jaringan, seperti terminal jarak jauh X Window System atau thin
client ketika melakukan booting dari terminal jaringan atau server. TFTP merupakan generasi lanjutan
dari EFTP (Easy File Transfer Protocol) sebagai bagian dari kumpulan protokol PARC Universal Packet
atau PUP yang pertama diterapkan dalam mesin dengan sistem operasi BSD versi 4.3 dan diintegrasikan
dalam macOS X. Dalam beberapa kasus penyerangan dan peretasan jaringan, layanan TFTP sering
menjadi sasaran serangan worm, seperti [Link] untuk menginfeksi dan menyebarkan virus pada
perangkat dalam jaringan.

2. FTPS

FTPS (File Transfer Protocol-SSL atau FTP Secure) merupakan pengembangan dari layanan protokol FTP
yang telah menambahkan dukungan TLS (Transport Layer Security) dan SSL (Secure Sockets Layer).
Proses autentikasi FTPS dilakukan menggunakan metode server-side public key authentication
certificates dan client-side authorization certificates dengan dukungan tipe enkripsi seperti AES, RC2,
RC4, Triple DES, DES, MD5, SHA, MD4, dan MD2. Awalnya, FTP dikembangkan tahun 1971 untuk
penelitian yang terbatas dalam situs militer, universitas, dan komunitas khusus. Karena transmisi data
yang tidak aman, pada tahun 1994, perusahaan Internet Netscape mengembangkan sistem FTP yang
dikombinasikan dengan SSL untuk menjalankan FPT secara private, aman, dan dapat mencegah
terjadinya penyadapan. Metode ini akhirnya diakui dan dijadikan standar dalam RFC (Request for
Comment) tahun 1996.

Ada dua metode dalam FTPS, yaitu sebagai berikut.

a. Metode implicit mengharuskan sistem TLS dibangun ketika awal terjadi komunikasi yang memiliki
kelemahan pada kompatibilitas antara klien dan server.

b. Metode explicit memerlukan baris perintah dari klien dan respons server digunakan untuk
memutakhirkan koneksi berbasis teks dalam bentuk enkripsi dengan satu port kontrol untuk melayani
FTPS-aware dan non-FTPS-aware clients. Dengan mode ini, klien memiliki kontrol penuh terhadap jenis
komunikasi data, akan mengaktifkan atau men-disable fungsi enkripsi, baik untuk FTPS control channel
maupun FTPS data channel.

Untuk mengaktifkan mode secure command channel, pengguna dapat menggunakan perintah AUTH TLS
atau AUTH SSL yang berfungsi melindungi proses autentikasi dan otorisasi pengguna dari penyadapan.
Sementara itu, untuk aktivasi secure data channel dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah PROT
yang secara default tidak diaktifkan ketika menuliskan perintah AUTH TLS. Untuk keluar dari mode
secure data channel, dapat dilakukan dengan mengetikkan perintah CDC atau Clear Data Channel.

3. SFTP

Metode SFTP muncul dengan cara mengombinasikan SSH sebagai mode enkripsi data sambungan. SFTP
merupakan kependekan dari Secure File Transfer Protocol yang dikembangkan untuk menjadi
perpanjangan dari protokol SSH (Secure Shell). SSH merupakan salah satu metode sambungan yang
menerapkan metode kriptografi yang mengemas data asli menjadi bentuk lain sehingga sulit dibaca. Di
samping itu, SFTP akan melindungi proses autentikasi server terhadap klien sehingga potensi serangan
Man- in-the-Middle dapat dihindari. Server SFTP mewajibkan kedua perangkat ketika berkomunikasi
untuk mengautentikasi dirinya dengan memberikan ID pengguna serta password-nya atau memvalidasi
SSH key. Autentikasi SSH key dilakukan dengan menyimpan SSH key di sisi server dan satunya di sisi klien
untuk dicocokkan dengan public key. Ketika pasangan SSH key dengan public key cocok, autentikasi
dianggap berhasil.

Secara prinsip, SFTP memiliki fungsi yang sama seperti FTP, yaitu sebagai layanan transfer data dari satu
mesin ke mesin lain. Kelebihan SFTP adalah penggunaan sistem tunneling dan pengiriman data
menggunakan sistem SSH yang menerapkan metode kriptografi.

1. Tuliskan dan jelaskan persyaratan terjadinya komunikasi data dalam layanan FTP.

2. Jelaskan perbedaan koneksi mode aktif dan mode pasif dalam FTP.

3. Apakah default port 21 dalam FTP server dapat diganti? Jelaskan alasan Anda.

4. Tuliskan dan jelaskan manfaat dan peran penting FTP server dalam jaringan.

5. Jelaskan perbedaan antara FTPS dengan SFTP.

Anda mungkin juga menyukai