PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP
LARVA IKAN MAS STRAIN SINYONYA (Cyprinus carpio)
DENGAN PEMBERIAN Artemia sp. YANG DIPERKAYA MINYAK
KEDELAI
Oleh : Rijal Asshafi
PENDAHULUAN pengkaya untuk meningkatkan
Ikan mas (Cyprinus carpio) kandungan lemak. Bahan pengkayaan
merupakan salah satu jenis ikan yang dapat digunakan antara lain ICES,
konsumsi yang termasuk komoditas SELCO, minyak ikan, minyak kelapa,
perikanan air tawar yang memiliki minyak jagung, minyak kedelai, minyak
prospek yang baik. Rata rata kepala udang dan minyak cumi.
perkembangan setiap tahunnya Minyak kedelai mengandung
mengalami peningkatan sebesar 85% lemak tidak jenuh dan 15% lemak
16.535.564 ton dengan persentase jenuh (Alston 1995). Lemak tidak jenuh
kenaikan sebesar 117,72% setiap yang dominan di minyak kedelai adalah
tahunnya. Produksi ikan mas linoleat yang berfungsi sebagai
mengalami kenaikan pada tahun 2015- kebutuhan penyusunan struktur tubuh,
2019 sebesar 12,09% (DJPB 2019). pembentukan enzim, hormon, sintesa
Permasalahan yang sering vitamin, pertumbuhan, perbaikan
dihadapi dalam budidaya ikan jaringan, diperlukan sebagai salah satu
khususnya tahap pembenihan adalah sumber energi dan pembentuk struktur
penyediaan pakan alami yang kontinyu sel (Shiau 1998).
dan berkualitas. Pakan yang diberikan Maka perlu adanya penelitian
kepada ikan merupakan faktor yang terkait pengkayaan Artemia sp. dengan
minyak kedelai sebagai pakan ikan mas
memiliki hubungan dengan
(Cyprinus carpio) untuk meningkatkan
pertumbuhan yang baik. Pada umumnya
pertumbuhan pada ikan serta meningkatkan
komposisi dari pakan alami belum kelangsungan hidup pada ikan mas
mencukupi kebutuhan nutrisi dari (Cyprinus carpio).
spesies yang dibudidayakan, perlu
adanya penambahan nutrient pada METODE PENELITIAN
pakan alami yang digunakan disebut
Penelitian ini akan dilaksanakan
pengkayaan.
pada bulan September-Oktober 2021.
Pengkayaan merupakan suatu cara
Pemeliharaan ikan dilakukan di
untuk memperkaya medium penetasan
Laboratotium Budidaya Perikanan,
nauplis Artemia sp. dengan pemberian
Program Studi Ilmu Perikanan, Fakultas
asam lemak esensial. Suprayudi (2002)
Pertanian, Universitas Sultan Ageng
menyatakan rendahnya kandungan
Tirtayasa. Ikan uji didapatkan dari
lemak pada Artemia sp. perlu bahan
petani di Kabupaten Pandeglang.
Analisis proksimat pakan alami akan Pertambahan Bobot Mutlak
dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi Pertambahan bobot mutlak diukur
Ikan, Departemen Budidaya Perairan, dengan cara menimbang bobot total
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, ikan dalam masing-masing akuarium
Institut Pertanian Bogor. menggunakan timbangan digital.
Alat yang digunakan yaitu Pertumbuhan mutlak dihitung dengan
akuarium, rak akuarium, blower/aerator, menggunakan rumus (Effendie 2002).
selang aerasi, botol kemasan air mineral Wm = Wt –Wo
1,5L, bak fiber, plankton net, timbangan Keterangan :
analitik, penggaris, kertas millimeter Wm : Pertumbuhan berat mutlak (mg)
blok, saringan, mixer, kamera, alat tulis. Wt : Bobot rata-rata akhir (mg)
Sedangkan untuk bahan yang digunakan Wo : Bobot rata-rata awal (mg)
yaitu larva ikan mas Strain Sinyonya
(Cyprinus carpio), Artemia sp., minyak Pertumbuuhan Panjang Mutlak
kedelai, kuning telur, air tendon, garam Pengukuran panjang pada larva
krosok. ikan mas dilakukan menggunakan
Penelitian yang akan dilakukan millimeter blok. Ikan terlebih dahulu
merupakan peneilitaian ekperimental dikeringkan dengan tisu untuk
menggunakan 4 perlakuan dengan memudahkan dalam pengukuran
menggunakanan pengulangan sebayak kemudian larva ikan diletakkan diatas
3 kali. Perlakuan yang digunakan yaitu millimeter blok yang sudah
kontrol (A), Artemia sp. yang dilaminating. Pertumbuhan panjang
diperkaya minyak kedelai 0,3 g/L (B), menurut Effendi (2002) diukur
Artemia sp. yang diperkaya minyak menggunakan rumus:
kedelai 0,4 g/L dan Artemia sp. yang L = Lt – L0
diperkaya minyak kedelai 0,5 g/L. Keterangan :
L = Pertumbuhan panjang (mm)
PARAMETER PENGAMATAN Lt =Panjang sesudah
Kelangsungan Hidup pemeliharaan (mm)
Kelangsungan hidup L0 =Panjang sebelum
merupakan tingkat perbandingan pemeliharaan (mm)
jumlah larva ikan yang hidup dari awal
hingga akhir penelitian. Kelangsungan Laju Pertumbuhan Spesifik (LPS)
hidup larva dihitung dengan Laju pertumbuhan spesifik ini
menggunakan rumus (Effendie 1997). digunakan guna mengetahui
Nt pertumbuhan dari larva ikan yang
SR= =100 %
N0 dipelihara dalam waktu tertentu.
Keterangan: Pengukuran ini dilakukan dengan
SR : Derajat Kelangsungan Hidup mengukur berat ikan awal lalu dan
Nt : Jumlah Larva hidup akhir lalu dibagi dengan waktu
N0 : Jumlah awal pemeliharaan larva. Menurut Effendie
(2002), rumus perhitungan laju selama penelitian dianalisis dengan uji
pertumbuhan spesifik sebagai berikut: ragam F statistik, bila data yang akan
ln Wt −lnWo didapat menunjukkan hasil yang
LPS= × 100 %
T berbeda nyata maka data diuji dengan
Keterangan : uji duncan dengan selang kepercayaan
LPS :Laju pertumbuhan spesifik 95% (Hanafiah 2012).
(%)
Wt :Bobot tubuh rata-rata ikan DAFTAR PUSTAKA
pada akhir pemeliharaan (g) [BSN] Badan Standarisasi Nasional.
Wo :Bobot tubuh rata-rata ikan 1992. Cara Uji Makanan dan
pada awal pemeliharaan (g) Minuman. Pusat Standarisasi
T :Waktu pemeliharaan (hari) Industri. Jakarta :Departemen
Pada penelitian ini parameter Industri. 01-2891.
yang diamati adalah suhu, pH, dan
[BSN] Badan Standarisasi Nasional.
DO. Pengukuran dilakukan setiap unit 1999. Induk Ikan Mas (Cyprinus
percobaan pada awal, tengah dan akhir carpio Linneaus) strain
penelitian. Pengukuran kualitas air Sinyonya kelas induk pokok
mengacu berdasarkan BSN (1999). (Parent Stock). Jakarta:
Departemen Industri. 01- 6134.
Analisis Kimia
[DJPB] Direktorat Jenderal Perikanan
Analisis kimia dilakukan pada
Budidaya. 2019. Laporan kinerja
penelitian ini berupa analisis direktorat jendral perikanan
proksimat. Analisis proksimat meliputi budidaya tahun 2019.
beberapa kandungan nutrisi pada Jakarta :Kementerian Kelautan
Artemia sp. seperti protein, lemak, dan Perikanan. 111 hlm.
karbohidrat, air dan abu (AOAC
1999). Pengujian ini dilakukan pada Alston Y. 1995. Science Under Scarcity
Principles and Practice for
Artemia sp. sebelum dan sesudah
Agricultural Research
diperkaya oleh minyak kedelai. Larva Evaluation and Priority Petting.
ikan mas dianalisis proksimat pada New York :Cornell University
awal dan akhir penelitian yang Press Ithaca. 642 p.
meliputi kandungan protein dan kadar
lemak (BSN 1992). AOAC. 1999. Official Methods of the
Association of Analytical
Chemis, Washington DC.
Analisis Data
Analisis data pada penelitian Effendie MI. 1997. Biologi Perikanan.
kali ini dilakukan dengan Yogyakarta: Yayasan Pustaka
menggunakan metode Metode Nusatama.
pengumpulan data pada penelitian kali
ini menggunakan metode ekperimental Effendie MI. 2002. Biologi Perikanan.
Bogor: Yayasan Pustaka
dengan melakukan percobaan di
Nusatama.
laboratorium. Data yang didapat
Hanafiah K. 2012. Rancangan
percobaan teori dan aplikasi
edisi ketiga. Jakarta: PT.
Rajagrafindo Persada. 260 hlm.
Shiau. 1998. Nutrient Requirements of
Penaeid Shrimp. Aquaculture.
164: 77-93
Suprayudi MA. 2002. The Effect of N-
3HUFA Content in Rotifers on
The Development and Survival
of Mud Crab Scylla serrata
Larve. Japan Aquaculture
Society. 205-212