0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan16 halaman

Program Kerja Pengadilan Tinggi Makassar

1. Program Kerja

Diunggah oleh

Mahesa Alfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan16 halaman

Program Kerja Pengadilan Tinggi Makassar

1. Program Kerja

Diunggah oleh

Mahesa Alfi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROGRAM KERJA

A. Pengertian
Program kerja dimaksud merupakan pedoman awal serta landasan dalam
kerangka pelaksanaan TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi) dari suatu badan peradilan
sekaligus dijadikan alat ukur untuk mengetahui pelaksanaan pekerjaan dalam kurun
waktu yang telah ditetapkan, penyerapan anggaran dan waktu serta hambatan-
hambatan yang dihadapi maupun pekerjaan yang belum terselesaikan.
1. Perencanaan
Penyusunan dan penetapan program kerja dilakukan dengan suatu perencanaan
yang sistematis sebab sesuai pelaksanaan pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik
dan sempurna jika dalam pelaksanaannya tidak berpedoman pada suatu
perencanaan yang baik, sehingga sangat penting disusun suatu rencana kerja serta
pembatasan waktu penyelesaian tugas kerja.
2. Penetapan Rencana Kerja
Rangkaian penyusunan program kerja dan penyusunan berbagai rencana kerja perlu
diikuti dengan penetapan dan pembatasan waktu penyelesaian tugas kerja, hal ini
dimaksudkan agar dalam pelaksanaan program kerja tidak terjadi pembiasan waktu,
tenaga dan pikiran sekaligus mempermudah pengontrolan serta dan pengawasan
terhadap penyelewengan dengan demikian evisien dan efektif tidaknya suatu pekerjaan
dalam batasan waktu, tenaga dan pembiayaan dapatlah diketahui.
3. Pengendalian Rencana Kerja
Pengendalian rencana kerja berdasarkan struktur yang ditetapkan dan ditunjuk
secara berjenjang dilakukan dengan maksud untuk dapat menjamin agar pelaksanaan
rencana kerja selalu selaras dan sesuai dengan tujuan dan sasaran serta visi dan misi
yang telah ditetapkan.
Kegiatan pengendalian dan pemantauan dimaksud pula untuk dapat mengetahui
pelaksanaan rencana kerja, mengidentifikasi dan mengantisipasi permasalahan yang
timbul guna diambil tindakan atau langkah-langkah prefentif untuk mengatasi
permasalahan yang timbul.
Pengarahan seluruh komponen personil guna terlibat aktif dalam pelaksanaan program kerja
adalah langkah tepat berkaitan dengan peningkatan disiplin dalam semua aspek (disiplin jam
kerja, disiplin penyelesaian tugas kerja, disiplin waktu, disiplin berpatisipasi) dan
bertanggung jawab dengan berpedoman pada langkah-langkah operasional yang telah
ditetapkan pada akhirnya diberikan apresiasi bagi peningkatan kinerja.
4. Evaluasi
Tahap evaluasi merupakan tahap akhir dari seluruh rangkaian kegiatan kerja yang ditetapkan
dan pelaksanaan evaluasi dimaksud agar pada tiap kurun waktu penyelesaian tugas kerja
dapat diketahui dengan pasti sejauh mana rencana pencapaian hasil kerja, kemajuan dan
kendala yang dicapai maupun dihadapi, kemudian dinilai serta dipelajari guna perbaikan dan
peningkatan kerja pada kurun waktu berikutnya.
Dari rangkaian uraian ruang lingkup dapat disimpulkan bahwa penyusunan program
kerja yang transparan dan akuntable haruslah disertai dengan penyusunan indikator masukan,
indikator keluaran dan indikator waktu serta indikator hasil/manfaat.

B. Maksud Dan Tujuan


1. Maksud
a. Program kerja ini ditetapkan dengan maksud dijadikan sebagai
pedoman/petunjuk dan kebijakan Pengadilan Tinggi Makassar dalam melaksanakan
tugas dan fungsi administratif serta pelayanan publik di bidang hukum.
b. Sebagai satu kesatuan arah bagi unsur pimpinan dalam memberikan penilaian terhadap
tingkat kedisiplinan, tingkat partisipasi, kreatifitas, kualitas serta kinerja dari segenap
unsur penyelenggara administrasi.
c. Menumbuh kembangkan rasa optimisme, membangkitkan semangat kreatifitas
partisipasi dan dinamis untuk pencapaian tujuan dan sasaran yang mesti dicapai secara
berkesinambungan.
2. Tujuan
a. Sebagai pedoman agar dalam pelaksanaan tugas kerja tidak kehilangan arah dan
membias jauh dari ketentuan maupun tupoksi.
b. Sebagai gambaran tentang apa yang mesti dilaksanakan dan apa yang tidak perlu
dilaksanakan.
c. Dipergunakan sebagai alat ukur dan penilaian atas hasil kerja yang dicapai dalam
kurun waktu yang ditetapkan.
C. Arah
Penetapan program kerja tahunan Pengadilan Tinggi Makassar dimaksudkan
untuk dijadikan landasan berkaitan dengan peningkatan mutu pelayanan di bidang
hukum kepada masyarakat pencari keadilan serta pencapaian suatu bentuk pelayanan
yang bersifat terbuka (transparatif) serta pelaksanaan sebagai pemerintahan yang baik
(good governance).

D. Strategi
Pencapaian penyelesaian tugas dan terencana maka diberikan batasan
waktu/target dengan menggunakan trategi serta pendekatan yang persuasive. Hal ini
dimaksudkan agar lebih memudahkan pencapaian tugas pokok dibagi kedalam 3 (tiga)
kurun waktu yaitu :
1. Kurun waktu 3 bulan (jangka pendek)
Kurun waktu jangka pendek adalah 3 (tiga) bulan mulai dari bulan Januari s/d
Maret yang selanjutnya dievaluasi terhadap kinerja yang dicapai pada kurun waktu
tersebut, langkah-langkah perencanaan penyelesaian pekerjaan meliputi :
a. Menetapkan prioritas penyelenggaraan administrasi tahun sebelumnya dan 3
bulan berjalan sebagai program utama semata untuk memberikan pelayanan
prima bagi publik.
b. Mempercepat penyediaan sarana dan prasarana penunjang untuk merespon
kebutuhan penyelenggaraan tugas administrasi.
c. Menempatkan staf administrasi sesuai latar belakang pendidikan dan
kemampuan dasar pada unit-unit pengelola untuk dapat menjawab berbagai
hambatan pada pelaksanaan program kerja tahun sebelumnya.
d. Membuat perencanaan pendidikan peningkatan kualitas sumber daya manusia
untuk lebih memahami tugas pokok dan fungsi secara menyeluruh.
e. Menetapkan program disiplin perkantoran dan disiplin kerja sebagai target utama
yang diikuti dengan penjatuhan sanksi.
f. Penetapan kegiatan kerja yang terstruktur dengan konsentrasi pada penyelesaian
tunggakan perkara, meliputi pencatatan dan penyortiran perkara masuk,
pendistribusian perkara pada majelis hakim, percepatan pemutusan perkara,
percepatan minutasi dan percepatan proses pengirim berkas.
g. Pelaksanaan transparansi dan akuntabilitas public terhadap informasi putusan
dan data perkara.
h. Penyempurnaan mekanisme pengelolaan biaya perkara.
i. Monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan program kerja kurun waktu 3 bulan
yang selanjutnya disempurnakan pada program kerja kurun waktu 6 bulan.
2. Kurun waktu 6 bulan (jangka menengah)
Kurun waktu 6 bulan merupakan kelanjutan program 3 bulan Pertama dan
ditambahkan 3 bulan berikutnya pada tahap ini pendekatan persuasi serta
pendekatan disiplin bagi setiap personil Hakim, Pejabat Struktural dan pejabat
Fungsional serta Karyawan/Karyawati masih merupakan target lanjutan dengan
pengenalan berbagai tugas kerja yang berdeminsi, dengan saran agar seluruh
komponen lebih familiar dengan peran, tugas dan fungsi Pengadilan Tinggi Makassar
langkah-langkah yang direncanakan :
a. Hasil evaluasi program jangka pendek ditetapkan keberhasilan dan hambatan
sebagai bahan rujukan untuk dikembangkan dan diatasi pada pelaksanaan
program jangka menengah.
b. Peningkatan penyelesaian administrasi dilakukan dengan memberikan apresiasi
pada seluruh komponen pendukung yang cukup dan atau berhasil serta perketat
pengawasan dan penjatuhan disiplin bagi staf sebagai bentuk pendidikan bagi
staf dan asumsi target kinerja dapat terjangkau dan dilaksanakan oleh staf yang
berpotensi dan berprestasi dalam bentuk pengabdian staf sebagai abdi Negara.
c. Penyempurnaan program strategi jangka pendek.
d. Pengutamaan pelayanan prima bagi publik sebagai wujud pelayanan
pemerintahan yang bersih dan baik (good goverment).
e. Prioritas penyelesaian perkara di bawah 6 bulan.
f. Redistribusi dan minutasi tetap di rpioritaskan.
g. Peningkatan tertib administrasi perkara dan administrasi umum.
h. Peningkatan dan penyempurnaan pengelolaan keauangan rutin.
i. Penyempurnaan system pengelolaan keuangan
perkara. j. Peningkatan disiplin kerja
k. Pelaksanaan pengawasaan dan pembinaan pada satker sebagai bagian dari
tanggung jawab Pengadilan Tinggi dalam upaya perwujudan Peradilan yang
agung.
l. Monitoring dan evaluasi atas penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi untuk
kurun waktu 6 bulan.
3. Kurun waktu 1 tahun (jangka panjang)
a. Rangkuman evaluasi pelaksanaan program pada kurun waktu jangka pendek dan
jangka menengah dan diidentifikasi permasalahan yang menjadi problem utama
penyelesaian program kerja selanjutnya menetapkan langkah-langkah kongkrit
mengatasi permasalahan penyelesaian tugas dan fungsi baik secara kelembagaan
maupun bagian dan personal.
b. Peningkatan kemampuan tehnis bagi Hakim dan Pejabat Fungsional untuk lebih
maksimal dalam penyelesaian suatu perkara dengan membangun pertemuan
berkala agar putusan tersebut benar-benar berkualitas dan berwibawa.
c. Peningkatan kemampuan menejerel Pejabat structural agar lebih mampu
memenets tugas dan fungsinya sebagai pimpinan unit.
d. Pengetatan pengawasan terhadap seluruh rangkaian kegiatan dalam bidang
administrasi serta teknik yustial serta menerapkan asas keterbukaan.
e. Menetapkan kebijakan intern untuk terjalinnya kerja sama antar seluruh bagian
dan kebijakan ekstern memberikan infomasi pada public sesuai dengan tingkat
permintaan untuk pemulihan kepercayaan public terhadap pelaksanaan
penegakan hukum.
f. Peningkatan manajemen perkara.
g. Peningkatan manajemen kepegawaian.
h. Peningkatan manajemen perencanaan dan keuangan.
i. Peningkatan manajemen pelaporan dan audit pelaporan.
j. Peningkatan manajemen pengawasan dan pengaduan.
k. Peningkatan manajemen informasi public.

E. Orientasi Pelaksanaan Program Kerja


a. Peningkatan kualitas sumber daya manusia.
b. Pengelolaan sumber dana yang tepat sasaran serta peruntukannya.
c. Peningkatan kemampuan teknis.
d. Peningkatan dan percepatan penyelesaian perkara.
e. Penyelenggaraan adminstrasi cepat, tepat dan bertanggung jawab.
f. Peningkatan sistem pelayanan prima dan transparansi informasi.

F. Uraian Pelaksanaan Program Kerja


Uraian program kerja ini adalah gambaran dari tugas - tugas pokok yang
dilaksanakan dalam kurun waktu 1 tahun sedangkan pencapaian hasil dan waktu
pelaksanaan akan diuraikan secara tersendiri dalam bentuk Standart Oprasional Prosedur
(SOP) dan matrik penjabaran, selanjutnya program kerja ini dibagi dalam tiga :
1. Program kerja jangka pendek (kurun waktu 3 bulan)
a. Manajemen Perkara
Untuk mencapai peradilan yang agung dan bermartabat maka diperlukan
manajemen perkara yang berstruktur serta tahapan penyelesaiannya
menggunakan Standart Operating Procedures (SOP) untuk dijadikan umpan balik
dan alat control sehinggga tujuan yang dikehendaki dapat tercapai, langkah-
langkah dalam pelaksanaan manajemen perkara meliputi :
a.1. Penyelesaian perkara.
a. Audit tunggakan perkara.
b. Percepatan penyelesain tunggakan perkara.
c. Percepatan pendaftaran, pencatatan dan penetapan serta
pendistribusian perkara sampai dengan putusan.

Program Kerja Pengadilan Tinggi Makassar Tahun 2021 Hal. 60


d. Percepatan penyelesaian perkara yang terdakwa berada dalam tahan
maupun perkara yang menarik perhatian public.
e. Percepatan penyelesaiaan perkara tindak pidana khusus.
f. Percepatan penyelesaian minutasi dan pemberkasan sampai dengan
proses pengiriman berkas perkara.
a.2. Peningkatan kualitas sumberdaya manusia.
a. Penetapan pertemuan unsur Ketua, Wakil Ketua dan Hakim Tinggi
pengkajian hukum dan isu hukum yang berkembang.
b. Penetapan pertemuan berkala Ketua, Wakil Ketua, Hakim Tinggi,
Panitera, Wakil Panitera, Panitera Muda dan Panitera Pengganti,
evaluasi penyelesaian minutasi, peningkatan kualitas penyelesaian
minutasi.
c. Penjaringan pejabat dan staf untuk diusulkan mengikuti pelatihan dan
atau pendidikan berkaitan dengan peningkatan kemampuan
sumberdaya manusia.
d. Evaluasi dan monitoring ketepatan waktu penyelesaian setiap perkara.
Indikator :
a. Target meningkatkan kualitas putusan yang adil dan bermartabat.
b. Peningkatan profesionalis dan kemandirian
c. Peningkatan peradilan yang agung.
d. Upaya pencegahan adanya mafia peradilan.
e. Optimalisasi pelaksanaan SEMA No.3 Tahun 1998, sebagai standart
penyelesaian perkara.
f. Proses kecepatan dan ketepatan penyelesaian minutasi perkara.
g. Tertib persidangan.
Pencapaian Indikator Kinerja :
a. Seluruh putusan berkualitas dan memberikan rasa keadilan dan
kenyamanan bagi pencari keadilan.
b. Putusan yang benar-benar jauh dari mafia peradilan.
c. Terciptanya Peradilan Agung dan bermartabat.
d. Profesionalis Hakim dan Panitera serta Panitera Pengganti semakin
meningkat.
e. Tertib pembuatan Berita Acara Sidang dan Minutasi perkara semakin
baik dan meningkat.
a.3. Penyelesaian administrasi perkara.
Manajemen perkara merupakan aktifitas inti di Pengadilan Tinggi
Makassar, dimana manajemen perkara ini harus mengalir sejak perkara
tersebut masuk sampai diputus dan dikirim kembali ke Pengadilan Negeri,
untuk itu seluruh bidang kerja yang berhubungan dengan proses
penerimaan perkara tetap konsisten pada tugas, dan sesuai dengan
PROTAP/SOP manajemen perkara, meliputi :
Proses penerimaan perkara.
a. Penerimaan berkas perkara yang masuk didaftar dan diserahkan pada
KPT .
b. Penyerahan berkas perkara sesuai dengan unit penanganan.
c. Pencatatan dan penomoran berkas perkara.
d. Pemeriksaan berkas perkara.
e. Penyiapan dokumen penetapan Majelis Hakim
f. Penyerahan berkas perkara kepada Majelis Hakim.
g. Penyediaan seluruh dokumen berkaiatan dengan pengelolaan perkara
pidana dan perdata banding.
Proses pengiriman berkas perkara.
a. Penerimaan berkas perkara yang selesai minutasi dan di kelolah sesuai
ketentuan.
b. Pencatatan berkas perkara dalam register yang tersedia untuk itu.
c. Penyelesaian administrasi pengiriman dan diserahkan pada unit
pengiriman.
Pengelolaan register perkara.
a. Penyedian seluruh register perkara dan register lain yang berkaiatan
dengan pengelolaan perkara pidana dan perkara perdata banding.
b. Pencatatan isi berkas perkara dalam register yang tersedia untuk itu.
c. Pencatatan seluruh proses penerimaan sampai dengan penetapan,
putusan dan minutasi hingga pengiriman kembali berkas perkara.
d. Pencatatan seluruh barang bukti dalam register barang bukti.
e. Pencatatan seluruh proses penahanan dalam register yang tersedia
untuk itu dan dikelolah sesuai prosedur.
f. Proritas penyelesaian administrasi permintaan perpanjangan
penahanan dan penetapan penahanan.
a.4. Pengelolaan biaya perkara.
a. Penyediaan buku induk dan buku jurnal yang berkaitan dengan
pengelolaan biaya perkara dan biaya proses perkara perdata banding.
b. Pencatatan penerimaan dan pengeluaran biaya perkara sesuai dengan
ketentuan yang telah ditetapkan.
c. Membuat laporan pertanggung jawaban kepada atasan langsung
pengelolaan keuangan perkara.
a.5. Pengelolaan laporan.
a. Pengumpulan data perkara dan keuangan perkara.
b. Pencocokan data perkara dan keuangan perkara.
c. Pembuatan laporan perkara dan keuangan perkara.
d. Pengiriman laporan perkara dan keuangan perkara.
e. Penelitian laporan perkara dan keuangan perkara dari Pengadilan
Negeri.
f. Evaluasi laporan dan pengelolaan serta penyajian data laporan.
g. Pengelolaan system kearsipan.
a.6. Pengelolaan papan data perkara dan penahanan
a. Penyiapan papan data perkara dan penahanan serta peralatan
pendukung lainnya.
b. Pengumpulan data perkara dan penahanan sesuai data dan dicatat
pada papan data.
c. Pembuatan grafik dan statistic perkara.
a.7. Pengelolaan arsip perkara.
a. Penyiapan peralatan pengelolaan arsip berkas perakara.
b. Pencatatan berkas perkara aktif dan in aktif.
c. Penyerahan berkas perkara in aktik pada unit pengelolah.
d. Penerimaan dan pencatatan berkas perkara in aktif.
e. Pembagian klasifikasi berkas perkara in aktif sesuai ketentuan.
f. Penomoran dan penataan file berkas perkara.
g. Penataan dan pemeliharaan ruang arsip berkas perkara.
a.8. Pengelolaan administrasi persuratan.
a. Penerimaan dan pencatatan seluruh surat yang masuk.
b. Klasifikasi seluruh surat-surat yang masuk sesuai tingkatan dan
fungsinya.
c. Penyelenggaraan/penyelesaiaan surat-surat masuk sesuai disposisi
pimpinan tepat waktu.
d. Pengelolaan surat-surat keluar.
e. Penataan arsip surat sesuai file yang disediakan.
a.9. Penyelenggaraan meja informasi perkara dan pengaduan.
a. Penyediaan perangkat lunak IT.
b. Penyiapan pengelolaan system online layanan informasi dan layanan
pengaduan.
c. Penyiapan pengelolaan dan layanan informasi perkara dan pelaporan
perakara.
d. Penyedian register pencatatan perkara.
e. Pengumpulan data perkara yang masuk dan yang telah di putus
maupun belum diputus.
f. Memasukan data perkara untuk dipublikasikan.
g. Menyiapkan register pencatatan pengaduan.
h. Melaksanakan proses penanganan pengaduan sesuai disposisi.
i. Membuat laporan penangan pengaduan secara berkala.
j. Penetapan team pemeriksaan dan pelaksanaan pemeriksaan atas
pengaduan.
k. Menindaklanjuti hasil pemeriksaan.
Indikator :
Ketersediaan pemenuhan perangkat dan peralatan pendukung
pelaksanaan administrasi perkara.
a. Terlaksananya penyelesaian perkara tepat waktu.
b. Adanya putusan yang berkualitas.
c. Tidak terjadinya penumpukkan perkara.
d. Terlaksananya informasi data perkara yang akurat.
e. Terlaksananya tertib administrasi persuratan dan pengarsipan.
f. Terlaksananya tertib arsip berkas perkara.
g. Terlaksananya tertib administrasi register perkara.
h. Tertib pengelolaan keuangan perkara.
i. Pencepatan penanganan pengaduan.
Pencapaian Indikator Kinerja :
a. Pencapaian penyelesaian perkara tepat waktu.
b. Pencapaian tertib register perkara dan administrasi perkara
pendukung.
c. Pencapaian informasi perkara yang dibutuhkan masyarakat.
d. Pencapaian tertib pengamanan perkara aktif dan in aktif.
e. Ketersedian sumber daya manusia sesuai tingkat pemenuhan kerja.
f. Tercapainya pengelolaan keuangan perkara yang ditentukan.
g. Tercapaiannya penyelesaiaan dan pengelolaan perkara sesuai data
yang akurat dan waktu yang tepat.
b. Manajemen Umum
b.1. Manajemen Bagian Personalia.
1. Penyiapan dan pengendalian dan penunjukan petugas khusus pengelola
daftar hadir dan daftar pulang sesuai Surat Keputusan Ketua
Mahkamah Agung RI. No. 071/KMA/SK/V/2008, pasal 5 ayat (3) Huruf b
angka 2.
2. Penyiapan dan pengendalian file kepegawaian secara lengkap serta
Pembuatan kartu-kartu kendali sesuai ketentuan.
3. Persiapan dan pengusulan pelatihan, kenaikan berkala dan kenaikan
pangkat untuk peningkatan mutu sumber daya manusia.
4. Persiapan dan penyelesaian Surat Keputusan tentang penjatuhan
sanksi.
5. Pemutahiran data kepegawaian dan jabatan baik pada tingkat
Pengadilan Tinggi maupun pada tingkat Pengadilan Negeri serta Daftar
Urut Kepangkatan.
6. Pembuatan papan data kepegawaian sesuai dengan ketentuan.
7. Persiapan dan pengusulan penambahan dan mutasi sesuai mekanisme
serta pemenuhan formasi pada setiap satker.
8. Penelitian dan percepatan usul kenaikan pangkat, usul menduduki
jabatan guna pengisian keseluruhan jabatan yang lowong serta usul
mutasi.
9. Persiapan dan pengusulan pegawai yang telah memenuhi syarat
mendapatkan piagam penghargaan Syatia Lencana Karya Setia (10, 20
dan 30) tahun bekerja.
10. Pembaharuan sistem pembinaan sumber daya manusia.
11. Penyiapan aplikasi sistem informasi kepegawaian (SIKEP) dan profil
pegawai secara keseluruhan.
12. Pemutahiran data dan file pegawai berdasarkan ketentuan.
b.2. Manajemen Bagian Umum.
1. Penanganan dan penertipan penerimaan pendistribusian dan
pengiriman surat.
2. Pelaksanaan dan pengamanan lingkungan kantor dan barang inventaris kantor.

3. Pelaksanaan Surat Edaran Mahkamah Agung No.3 Tahun 2004, tentang


lingkungan kebersihan kantor.
4. Pendataan dan pemutahiran data barang milik inventaris Negara dan
SIMAK BMN.
5. Perencanaan renovasi dan pengembangan kantor, rumah dinas jabatan
dan rencana penambahan kantor Pengadilan pada Kabupaten yang
belum ada Pengadilannya.
6. Perencanaan pengadaan dan penghapusan barang inventaris milik
Negara.
7. Usul penertipan aset milik Negara yang diperuganakan oleh Pengadilan
Tinggi dan Pengadilan Negeri berupa barang tidak bergerak untuk
memperoleh sertifikat.
8. Pengelolaan Aplikasi persedian dan pembuatan buku stock persediaan
masing-masing barang.
9. Pengelolaan system kearsipan.
10. Penyusunan rencana anggaran.
11. Penelitian, pengamanan dan pengarsipan keseluruhan dokumen
pengadaan barang dan jasa.
12. Pemutahiran data inventaris barang.
13. Pemutahiran data dan penertipan pengelolaan Perpustakaan.
b.3. Manajemen Keuangan.
1. Penyediaan dan pengelolaan buku - buku keuangan.
2. Penyelenggaraan pengelolaan keuangan Negara.
3. Penelitian keseluruhan proses penggunaan dan pelaporan penggunaan
keuangan Negara.
4. Pencatatan/pembukuan keseluruhan bukti pengeluaran keuangan
serta pengarsipan keseluruhan bukti.
5. Penyusunan Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Kementrian dan
Lembaga (RKAKL).
6. Penyusunan Aplikasi Laporan Triwulan Pemantauan dan Evaluasi
Pelaksanaan Anggaran.
7. Penyusunan Aplikasi Sistem Akuntansi Instansi.
8. Penyusunan Aplikasi Akuntansi Keuangan.
9. Penyusunan Aplikasi Target Pagu dan Realisasi PNBP.
10. Penyusunan Aplikasi Sitem Informasi Keuangan.
11. Pengelolaan sistem kearsipan.
Indikator :
1. Tertib pengisian absensi.
2. Peningkatan disiplin aparatur.
3. Tertib pengelolaan administrasi kepegawaian.
4. Upaya peningkatan mutu sumber daya manusia.
5. Pengusulan jabatan dan atau kenaikan pangkat berdasarkan
kemampuan dan penghargaan.
6. Penghargaan atas pengabdian dan dedikasi terhadap Negara.
7. Tertib penanganan tata persuratan.
8. Percepatan peningkatan dan pendekatan pelayanan publik.
9. Tertib penggunanan/pemakaian barang.
10. Tertib pengamanan dan kebersihan lingkungan kerja.
11. Tertib penggunaan dan perawatan barang inventaris.
12. Adanya kepastian kepemilikkan barang inventaris.
13. Tertib pengelolaan dan penggunaan keuangan Negara.
14. Tertib pembuatan dan pertanggung jawaban keuangan
Negara. Pencapaian Indikator Kinerja :
1. Profesionalisme dalam mengemban tugas dan tanggung jawab.
2. Perubahan sikap kerja dari yang manual menuju modernisasi.
3. Peningkatan mutu kerja disertai tanggung jawab.
4. Sistem pengendalian persuratan yang berbasis tehnologi.
5. Minimalisir penyimpangan penggunaan inventaris yang tidak pada
tempatnya.
6. Minimalisir pemborosan penggunaan sarana tidak sesuai fungsi.
7. Minimalisir penyimpangan pengelolaan keuangan Negara.

2. Program Kerja Jangka Menengah ( 6 bulan)


1. Evaluasi atas pelaksanaan program kerja pada tahap jangka pendek.
2. Penyempurnaan pelaksanaan program kerja yang belum terselesaikan pada
tahap jangka pendek.
3. Mengoptimalkan seluruh sumberdaya manusia dan perangkat pendukung lainnya
untuk lebih berkonsentrasi pada pelaksanaan program kerja.
4. Peningkatan waskat dan pembinaan.
3. Program Kerja Jangka Panjang (1 tahun)
1. Evaluasi atas pelaksanaan program kerja pada tahap jangka pendek dan jangka
menengah.
2. Penyempurnaan pelaksanaan program kerja lebih focus pencapaian hasil yang
lebih maksimal.
3. Mengoptimalkan penambahan perangkat pendukung serta peningkatan
profesionalisme dalam penanganan dan penyelesaian pekerjaan.

G. Prioritas Program Utama


1. Perubahan pola pikir dan budaya kerja yang tradisional ke arah pola pikir dan budaya
kerja yang modern, pola paradigma lama ke pola paradigma baru.
2. Peningkatan disiplin jam kerja kinerja aparatur.
3. Peningkatan profesionalisme sumberdaya manusia.
4. Percepatan penyelesaian perkara dan peningkatan kualitas putusan.
5. Tertib administrasi, percepatan penyelesaian tugas tepat waktu, tepat guna dan
tepat sasaran.
6. Tertib pengelolaan keuangan dan percepatan pertanggungjawaban.
7. Tertib pengelolaan dan pemeliharaan barang milik Negara serta lingkungan kantor.
8. Tertib pelaporan.
9. Tertib kearsipan.
10. Percepatan pelayanan publik.

Program kerja tahunan merupakan arah dan sekaligus jembatan menuju perubahan
dan pencapaian hasil yang maksimal. Setiap aparatur pengendali administrasi dalam
penyelesaian setiap beban pekerjaan diharapkan mampu, baik secara perseorangan maupun
secara team memahami apa dan bagaimana menyelesaikan pekerjaan tersebut, dengan
mengunakan program kerja sebagai pijakan serta menggunakan Standar Operasioanl Prosedure
(SOP) sebagai limit waktu penyelesaian tugas kerja, maka amanat agenda
pembaharuan, visi dan misi dengan sendirinya akan terlaksana. Hanya dengan kemauan dan
peningkatan profesionalisme dari masing-masing aparatur serta disiplin diri yang tinggi
pembaharuan itu akan diraih.
Keseluruhan program kerja sebagaimana ditetapkan dan diuraikan diatas
diakumulasi dan dipertegas dalam bentuk penetapan indikator kinerja utama Pengadilan
Tinggi Makassar, untuk dijadikan pedoman, arah dan kebijakan agar lebih memudahkan
pencapaian hasil kinerja yang terukur pada evaluasi tahun berikutnya. Penetapan program
sebagai alat ukur kinerja tersebut selanjutnya diuraikan dibawah ini :
1. Peningkatan penyelesaian perkara
2. Peningkatan akseptabilitas putusan Hakim
3. Peningkatan efektifitas pengelolaan penyelesaian perkara
4. Peningkatan aksesibilitas masyarakat terhadap peradilan (access to justice)
5. Peningkatan pelayanan prima dalam penyelesaian perkara

Anda mungkin juga menyukai