0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan32 halaman

Gain dan Pola Radiasi Antena

Diunggah oleh

abillahbatubara29
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
24 tayangan32 halaman

Gain dan Pola Radiasi Antena

Diunggah oleh

abillahbatubara29
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM ANTENA DAN PROPAGASI

JUDUL:
-Gain, Direktivitas Dan Pola Radiasi Antena-

D
I
S
U
S
U
N
0LEH:

NAMA : ABILLAH ZALVY BATU BARA


NIM : 2205062007
KELAS : TK-5C

POLITEKNIK NEGERI

MEDAN JURUSAN TEKNIK

ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

2024
LEMBAR PENGESAHAN

NO PERCOBAAN : 02/[Link]&Propagasi/LTK_1/TK-5C/2024
JUDUL PERCOBAAN : Gain, Direktivitas dan Pola Radiasi Antena
TANGGAL PERCOBAAN : 28 Oktober 2024
NAMA PRAKTIKUM : Abillah Zalvy Batu Bara
NIM : 2205062007
KELAS : TK-5C
KELOMPOK : 4
NAMA PARTNER : 1. Agusta Yono
2. Cindy Deyana
3. Dio Petra
4. Intan Dwi Cahaya
5. [Link]
6. Nurhasanah
7. Tio Rida

INSTRUKTUR : 1. Ir. Elferida Hutajulu, M.T.


2. Lucky T. Simanjuntak, M.T.

Instruktur I Instruktur II

Ir. Elferida Hutajulu, M.T. Lucky T. Simanjuntak, M.T

ii
DAFTAR ISI

COVER......................................................................................................................i
LEMBAR PENGESAHAN.....................................................................................ii
DAFTAR ISI...........................................................................................................iii
GAIN, DIREKTIVITAS, DAN POLA ANTENA.................................................1
A. Tujuan........................................................................................................1
B. Dasar teori..................................................................................................1
C. Gambar Set-up pengukuran gain dan pola antenna..............................2
D. Alat dan Bahan..........................................................................................2
E. Langkah Percobaan..................................................................................3
F. Hasil Percobaan.........................................................................................4
G. Analisa......................................................................................................15
H. Kesimpulan..............................................................................................16

iii
GAIN, DIREKTIVITAS, DAN POLA ANTENA

A. Tujuan

Setelah melakukan pengukuran ini, anda dapat:

1. Menjelaskan metode menentukan penguatan (gain) antena ,


2. Menjelaskan pengaruh elemen-elemen director dan reflector terhadap
gain antena Yagi-Uda.
3. Mengukur pola antena dalam E-plane dan dalam H-plane,
4. Menentukan half power beam width dalam E-plane dan dalam H-plane.
5. Menghitung direktivitas antena.

B. Dasar teori.
Gain antena dapat ditentukan dengan membandingkan terhadap sebuah antena
standar. Dalam prakteknya antena standar yang digunakan adalah antena dipole 0,5
. Jadi dalam hal ini gain antena ditentukan dengan cara membandingkan daya
yang diterima oleh antena yang ditest (under test antenna ) terhadap daya yang
diterima oleh antena dipole 0,5 .
Gain antena (G) adalah :

𝐺=
𝑃1

𝑃2

Dengan;

P1 = Daya diterima oleh antena under test (W)

P2 = Daya diterima oleh antena referensi menggunakan antena dipole 0,5 (W)
Secara teori dengan menganggap kedua antena match dan antena dipole 0,5
tanpa rugi-rugi (lossless) dengan gain antena ini adalah 1,64 atau 2,15 dBi.

Perbandingan harus dilakukan dengan kedua antena di lokasi yang sesuai


dimana gelombang dari sumber jauh secara nyata plane dan memiliki amplitudo
konstan. Gambar.1 memperlihatkan set-up pengukuran gain dan pola antena.
Direktivitas suatu antena dapat ditentukan dari pola antena yaitu dengan cara
menentukan half power beam width dalam E-plane dan H-plane. Dengan
mengabaikan pengaruh lobe-lobe minor, diperoleh direktivitas (D) antena:
1
HPBWE-Plane = half power beam width dalam E-plane (derajat).
HPBWH-Plane = half power beam width dalam H-plane
(derajat).

C. Gambar Set-up pengukuran gain dan pola antenna

Gambar.1 Set-up pengukuran gain dan pola antena.

D. Alat dan Bahan

1. Antena UHF tipe Log-Periodic Dipole Array : 1


2. Antena UHF tipe Yagi-Uda : 1
3. Spectrum Analyzer : 1
4. Signal generator : 1
5. N male to N male cable 50 Ω : 1
6. N female to SMA male Adapter : 1
7. N male to BNC female Adapter : 1
8. Pemancar UHF : 1
9. Penerima UHF : 1
10. AC power cable : 2
11. Kabel roll : 2

2
E. Langkah Percobaan

1. Lakukan set-up pengukuran seperti ditunjukkan gambar 1, polarisasi kedua


antena adalah horizontal dalam E-plane.
2. Sambungkan antena pemancar ke Signal Generator.

3. Putar antena pemancar hingga mengarah ke antena penerima.

4. Hidupkan Signal Generator, atur frekuensi carrier pada 434 MHz.

5. Pasang semua elemen-elemen antena Yagi-Uda. Dengan menggunakan N


male to N male cable 50 Ohm dan N female to SMA male adapter,
sambungkan Antena Yagi-Uda ke Spectrum Analyzer.
6. Hidupkan Spectrum Analyzer, set frekuensi start 200 MHz dan set frekuensi
stop 800 MHz. Set Reference Level pada +10 dBm, atau 0 dBm, atau -10
dBm, atau -20 dBm, atau –30 dBm, atau -40 dBm, untuk menyesuaikan
tampilan spektrum sinyal pada layar Spectrum Analyzer. Hidupkan marker
dan mengatur marker ke puncak (peak) spektrum sinyal, baca frekuensi dan
level daya dalam satuan dBm pada layar Spektrum Analyzer. Anda juga dapat
mengatur ulang frekuensi start dan frekuensi stop sesuai dengan gambar
spektrum sinyal yang anda inginkan.
7. Putar antena penerima (Yagi-Uda) hingga diperoleh daya pada arah
penerimaan daya maksimum pada frekuensi 434 MHz ditunjukkan oleh
marker, baca daya yang diterima pada posisi marker di puncak spektrum

sinyal dan catat sebagai P1 dalam satuan dBm.


8. Lepaskan antena Yagi-Uda dari Spectrum Analyzer dengan cara melepaskan
konektor N male to N male cable 50 Ohm dari Spectrum Analyzer.
9. Lepaskan semua elemen-elemen parasit (elemen-elemen director dan

reflector) dari antena Yagi-Uda.

3
F. Hasil Percobaan
Tabel 1 Pola antena dalam E-Plane pada frekuensi 340 MHz
Sudut Daya terima (P3) Arus terima (I1)
(Derajat) (dBm)
0 91,2 1,2
10 90,5 1,4
20 91,0 1,2
30 90,9 1,4
40 90,5 1,4
50 46,7 22
60 46,9 22
70 47,5 19
80 46,5 22
90 47,2 19
100 48,0 17
110 48,3 17
120 47,6 19
130 46,5 22
140 47,5 17
150 47,2 17
160 48,9 19
170 47,5 22
180 48,5 19
190 47,9 19
200 47,6 17
210 48,9 19
220 47,0 17
230 47,6 19
240 48,2 19
250 47,5 17
260 46,0 19
270 45,7 19
280 47,0 17
290 46,5 19
300 48,5 22
310 89,2 1,5
320 91,3 1,2
330 91,4 1,2
340 89,2 1,5
350 90,7 1,4

4
Tabel 2 Pola antena dalam E-Plane pada frekuensi 350 MHz
Sudut Daya terima (P3) Arus terima (I1)
(Derajat) (dBm)
0 49,5 16
10 47,7 19
20 46,6 22
30 47,9 19
40 47,9 19
50 47,4 19
60 47,9 19
70 47,5 19
80 46,5 22
90 48,1 17
100 47,9 19
110 47,2 19
120 47,6 19
130 47,7 19
140 47,8 19
150 48,0 17
160 48,8 17
170 46,6 17
180 47,2 22
190 47,8 19
200 47,4 19
210 47,6 19
220 47,9 19
230 47,3 19
240 48,6 19
250 48,9 17
260 47,7 17
270 47,8 19
280 47,9 19
290 48,1 19
300 48,3 17
310 48,5 17
320 48,5 17
330 46,2 17
340 47,2 22
350 47,0 19

5
Tabel 3 Pola antena dalam E-Plane pada frekuensi 360 MHz
Sudut Daya terima (P3) Arus terima (I1)
(Derajat) (dBm)
0 -48,3 17
10 -47,6 19
20 -48,0 17
30 -47,3 19
40 -47,0 19
50 -48,7 17
60 -47,9 19
70 -47,7 19
80 -48,1 17
90 -47,9 19
100 -48,2 17
110 -47,9 19
120 -47,2 19
130 -48,1 17
140 -48,3 17
150 -47,9 19
160 -47,8 19
170 -47,9 19
180 -47,7 19
190 -47,6 19
200 -47,8 19
210 -48,0 17
220 -47,4 19
230 -47,6 19
240 -47,9 19
250 -48,3 19
260 -47,4 19
270 -47,2 19
280 -47,7 19
290 -47,4 19
300 -47,8 19
310 -47,9 19
320 -46,9 22
330 -47,6 19
340 -46,6 22
350 -47,9 19

6
Tabel 4 Pola antena dalam E-Plane pada frekuensi 370 MHz
Sudut Daya terima (P3) Arus terima (I1)
(Derajat) (dBm)
0 -49,7 22
10 -46,5 22
20 -47,5 19
30 -46,3 22
40 -47,5 19
50 -48,1 17
60 -48,6 17
70 -47,1 19
80 -48,2 17
90 -47,2 19
100 -49,1 16
110 -47,3 19
120 -46,5 22
130 -46,9 22
140 -48,8 17
150 -49,1 16
160 -47,2 19
170 -47,5 19
180 -47,5 19
190 -49,4 19
200 -46,5 19
210 -47,9 19
220 -47,8 19
230 -47,2 19
240 -48,6 17
250 -47,5 19
260 -48,5 17
270 -48,4 17
280 -47,2 19
290 -47,6 19
300 -47,2 19
310 -47,9 19
320 -48,1 17
330 -47,6 19
340 -48,8 17
350 -47,5 19

7
Tabel 5 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 380 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(dbm) (μA)
0 49,0 16
10 46,6 22
20 46,8 22
30 47,9 19
40 47,5 19
50 47,2 19
60 47,5 19
70 48,0 17
80 47,6 19
90 47,7 19
100 45,4 25
110 46,9 22
120 48,1 19
130 46,9 22
140 47,0 19
150 48,3 17
160 47,5 19
170 47,6 19
180 47,9 19
190 46,8 22
200 48,6 17
210 47,7 19
220 46,6 22
230 47,1 19
240 47,7 19
250 48,4 17
260 46,5 22
270 48,7 17
280 47,0 19
290 47,6 19
300 47,1 19
310 47,0 19
320 47,9 19
330 47,3 19
340 47,0 19
350 46,3 22

8
Tabel 6 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 390 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(dbm) (μA)
0 49,2 16
10 27,7 19
20 46,9 22
30 48,2 17
40 47,6 19
50 48,6 17
60 47,2 19
70 48,0 17
80 47,2 19
90 47,2 19
100 47,0 19
110 48,9 17
120 47,2 19
130 46,2 22
140 48,2 17
150 47,3 19
160 47,1 19
170 47,3 19
180 48,0 17
190 47,2 19
200 47,6 19
210 48,7 17
220 47,6 19
230 47,3 19
240 47,2 19
250 46,0 22
260 47,9 19
270 47,1 19
280 47,2 19
290 48,2 17
300 47,2 19
310 48,9 17
320 46,1 22
330 49,8 16
340 47,1 19
350 46,8 22

9
Tabel 7 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 400 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(dbm) (μA)
0 49,4 16
10 48,1 17
20 48,1 17
30 47,7 19
40 42,2 19
50 47,0 19
60 48,2 17
70 47,2 19
80 47,1 19
90 47,2 19
100 47,9 19
110 48,3 17
120 48,4 19
130 47,2 22
140 47,4 19
150 47,7 22
160 48,2 17
170 46,9 19
180 48,2 19
190 47,0 19
200 46,2 17
210 47,3 22
220 48,3 17
230 47,5 19
240 47,6 22
250 47,9 19
260 47,5 19
270 48,6 17
280 47,3 19
290 46,5 22
300 46,5 19
310 47,8 17
320 48,2 17
330 48,3 17
340 47,5 19
350 47,3 19

10
Tabel 8 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 410 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(dbm) (μA)
0 49,2 16
10 47,3 19
20 46,0 22
30 46,0 22
40 47,4 19
50 48,1 19
60 47,6 19
70 49,1 16
80 47,1 19
90 46,9 22
100 47,9 19
110 47,7 19
120 46,7 22
130 47,7 19
140 48,9 17
150 47,6 19
160 48,0 17
170 47,3 19
180 47,1 19
190 47,5 19
200 47,8 19
210 47,2 19
220 47,5 19
230 47,8 19
240 47,5 22
250 46,5 19
260 47,1 19
270 47,5 19
280 48,9 17
290 47,5 19
300 48,9 19
310 47,5 19
320 48,9 16
330 47,9 16
340 49,2 19
350 47,8 19

11
Tabel 9 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 420 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(dbm) (μA)
0 49,2 16
10 47,3 19
20 46,0 22
30 46,0 22
40 47,4 19
50 48,1 19
60 47,6 19
70 49,1 16
80 47,1 19
90 46,9 22
100 47,9 19
110 47,7 19
120 46,7 22
130 47,7 19
140 48,4 17
150 47,6 19
160 48,0 17
170 47,3 19
180 47,1 19
190 47,5 19
200 47,8 19
210 47,2 19
220 47,5 19
230 47,8 19
240 47,5 22
250 46,5 19
260 47,1 19
270 47,5 19
280 48,9 17
290 47,6 19
300 49,6 19
310 47,9 19
320 49,6 16
330 47,9 16
340 49,2 19
350 47,8 19

12
Tabel 10 Pola antenna dalam E-plane dalam frekuensi 430 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 78,9 7
10 78,9 7
20 77,7 7
30 77,7 6
40 78,2 7
50 78,9 6
60 76,1 6
70 76,5 7
80 76,9 6
90 77,1 6
100 77,5 5
110 77,8 6
120 77,9 6
130 78,0 6
140 78,8 6
150 77,4 6
160 77,7 6
170 77,1 6
180 77,3 5
190 77,5 5
200 77,7 5
210 78,0 7
220 78,1 7
230 78,2 6
240 77,3 6
250 77,1 6
260 76,5 6
270 77,1 6
280 77,5 5
290 77,7 6
300 76,4 5
310 76,3 5
320 77,2 6
330 77,5 6
340 76,4 5
350 72,3 5

13
Tabel 11. Pola Antena dalam E-Plane pada frekuensi 440 MHz
Sudut (Derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(DBm)
0 -79,0 4
10 -77,1 6
20 -77,7 6
30 -77,6 6
40 -77,5 6
50 -76,2 6
60 -77,2 6
70 -78,4 5
80 -77,2 6
90 -77,4 6
100 -78,2 5
110 -78,3 5
120 -77,6 6
130 -77,4 6
140 -77,3 6
150 -78,9 5
160 -77,9 6
170 -77,6 6
180 -76,2 7
190 -77,5 6
200 -77,1 6
210 -78,2 5
220 -76,4 7
230 -77,1 6
240 -78,3 5
250 -77,5 6
260 -78,6 5
270 -77,5 6
280 -78,7 5
290 -77,4 6
300 -77,5 6
310 -76,2 7
320 -77,2 6
330 -78,9 5
340 -77,3 6
350 -75,3 8

14
Tabel 12. Pola Antena dalam E-Plane pada frekuensi 450 MHz
Sudut (Derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(DBm)
0 -79,6 4
10 -77,5 6
20 -78,4 5
30 -77,9 6
40 -79,2 4
50 -76,9 7
60 -78,7 5
70 -79,2 4
80 -77,2 6
90 -78,1 5
100 -77,5 6
110 -78,4 5
120 -77,6 6
130 -78,1 5
140 -77,5 6
150 -78,5 5
160 -77,8 6
170 -78,7 5
180 -78,5 6
190 -77,4 6
200 -77,6 6
210 -78,9 5
220 -77,5 6
230 -78,2 5
240 -78,7 5
250 -77,5 6
260 -77,2 6
270 -79,2 4
280 -77,5 6
290 -77,8 6
300 -79,1 4
310 -77,5 6
320 -75,2 4
330 -77,4 6
340 -78,3 5
350 -78,5 5

15
Tabel 13. Pola Antena dalam H-Plane pada frekuensi 340 MHz
Sudut (Derajat) Daya Terima (P3) Arus Terima (I1)
(DBm)
0 -79,2 11
10 -77,4 11
20 -76,5 6
30 -78,3 7
40 -77,2 5
50 -78,1 6
60 -76,8 5
70 -78,3 7
80 -77,0 5
90 -79,1 6
100 -78,2 4
110 -77,9 5
120 -78,1 6
130 -76,5 5
140 -77,6 7
150 -77,3 6
160 -77,8 6
170 -77,2 6
180 -78,5 6
190 -77,8 5
200 -72,1 6
210 -77,9 6
220 -77,8 6
230 -76,2 7
240 -77,9 6
250 -76,9 7
260 -78,2 5
270 -77,7 6
280 -78,5 5
290 -78,6 5
300 -77,2 6
310 -78,8 5
320 -77,9 6
330 -78,7 6
340 -77,1 7
350 -79,2 5

16
Tabel 14. Pola Antena dalam H-Plane pada frekuensi 350 MHz
Sudut (Derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(DBm)
0 -79,9 4
10 -78,3 5
20 -76,2 7
30 -77,4 6
40 -77,8 6
50 -78,2 5
60 -78,4 5
70 -78,9 5
80 -77,3 6
90 -77,5 6
100 -77,8 6
110 -76,5 7
120 -78,8 5
130 -79,2 4
140 -79,5 4
150 -77,8 6
160 -78,5 5
170 -79,2 4
180 -76,9 7
190 -78,2 5
200 -78,1 5
210 -77,2 6
220 -77,5 6
230 -79,0 4
240 -78,2 5
250 -78,1 5
260 -78,9 5
270 -79,2 4
280 -77,0 6
290 -77,8 6
300 -76,1 7
310 -78,9 5
320 -77,6 6
330 -78,5 5
340 -77,6 6
350 -76,6 7

17
Tabel 15 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 360 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,0 4
10 -78,6 5
20 -78,0 5
30 -76,2 7
40 -76,9 7
50 -76,2 7
60 -78,8 5
70 -78,9 5
80 -77,2 6
90 -76,9 7
100 -78,2 5
110 -78,5 5
120 -76,6 7
130 -77,8 6
140 -77,9 6
150 -78,8 5
160 -78,7 5
170 -78,2 5
180 -78,8 5
190 -78,1 5
200 -77,8 6
210 -76,5 7
220 -77,0 6
230 -78,5 5
240 -78,3 5
250 -78,8 5
260 -76,5 5
270 -78,1 5
280 -77,9 6
290 -77,8 6
300 -77,1 6
310 -77,9 6
320 -76,6 7
330 -78,1 5
340 -77,4 6
350 -77,1 6

18
Tabel 16 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 370 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,5 4
10 -77,7 6
20 -77,8 6
30 -76,7 7
40 -76,3 7
50 -76,9 7
60 -77,4 6
70 -78,7 5\
80 -78,2 5
90 -77,3 6
100 -73,2 6
110 -76,5 7
120 -78,1 5
130 -79,0 4
140 -78,3 5
150 -78,1 5
160 -78,5 7
170 -78,8 5
180 -77,1 6
190 -79,0 4
200 -76,3 7
210 -78,2 5
220 -76,2 7
230 -78,3 5
240 -77,2 6
250 -79,1 4
260 -78,8 5
270 -77,2 6
280 -76,5 7
290 -76,6 7
300 -76,9 7
310 -77,1 6
320 -77,5 6
330 -77,9 6
340 -76,6 7
350 -78,2 5

19
Tabel 17 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 380 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,5 4
10 -76,1 7
20 -77,2 6
30 -77,7 6
40 -78,8 5
50 -77,3 6
60 -78,8 5
70 -78,3 5
80 -77,2 6
90 -77,2 6
100 -77,9 6
110 -76,3 7
120 -77,5 6
130 -77,7 6
140 -76,9 7
150 -78,2 5
160 -76,2 7
170 -77,3 6
180 -78,1 5
190 -77,5 6
200 -77,7 6
210 -78,5 5
220 -78,9 5
230 -79,0 4
240 -79,4 4
250 -77,3 6
260 -77,6 6
270 -76,7 7
280 -76,3 7
290 -76,9 7
300 -77,0 6
310 -77,8 6
320 -77,3 6
330 -77,9 6
340 -78,5 5
350 -78,1 5

20
Tabel 18 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 390 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,5 4
10 -79,2 4
20 -78,5 5
30 -77,9 6
40 -79,0 4
50 -77,1 6
60 -77,8 6
70 -78,5 5
80 -76,6 7
90 -76,8 7
100 -78,8 5
110 -78,5 5
120 -78,9 5
130 -77,3 6
140 -76,8 7
150 -76,5 7
160 -77,0 6
170 -77,8 6
180 -77,3 6
190 -77 5
200 -78,8 5
210 -79,2 4
220 -79,0 4
230 -78,3 5
240 -78,0 5
250 -77,6 6
260 -76,6 7
270 -77,6 5
280 -78,3 5
290 -78,7 5
300 -77,1 5
310 -77,5 5
320 -77,7 5
330 -78,0 6
340 -78,3 6
350 -78,5 6

21
Tabel 19 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 400 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,9 4
10 -78,5 5
20 -78,3 5
30 -77,5 6
40 -77,7 6
50 -76,0 7
60 -76,8 7
70 -77,1 6
80 -77,8 6
90 -78,1 5
100 -78,5 5
110 -77,3 6
120 -76,2 7
130 -77,3 6
140 -77,5 6
150 -78,5 5
160 -78,8 5
170 -78,5 5
180 -77,8 6
190 -79,0 4
200 -77,8 6
210 -77,2 6
220 -76,2 7
230 -78,2 5
240 -77,3 6
250 -76,5 7
260 -76,9 7
270 -78,5 5
280 -78,8 5
290 -76,9 7
300 -77,3 6
310 -77,8 6
320 -76,5 7
330 -78,8 5
340 -78,3 5
350 -74,4 4

22
Tabel 20 Pola antenna dalam H-plane dalam frekuensi 410 MHz
Sudut (derajat) Daya Terima (P4) Arus Terima (I2)
(dbm) (μA)
0 -79,9 4
10 -79,2 4
20 -79,5 4
30 -78,0 5
40 -78,8 5
50 -77,3 6
60 -78,4 5
70 -78,9 5
80 -77,4 6
90 -76,9 7
100 -78,8 5
110 -77,6 6
120 -77,4 6
130 -77,7 6
140 -77,0 6
150 -78,0 5
160 -78,2 5
170 -78,5 5
180 -79,0 4
190 -77,9 6
200 -78,8 5
210 -78,5 5
220 -77,8 6
230 -77,7 6
240 -76,7 7
250 -77,8 6
260 -79,0 4
270 -77,4 6
280 -78,4 5
290 -78,2 5
300 -78,3 5
310 -76,9 7
320 -77,0 6
330 -78,8 5
340 -78,3 5
350 -78,9 5

23
G. Analisa

Praktikum ini bertujuan untuk memahami karakteristik peforma antena dalam memancarkan dan
menerima sinyal. Gain antena mengukur efesiensi antena dalam memfokuskan energi ke arah
tertentu, dibandingkan dengan antena isotropik (yang memancarkan ke segala arah) . Direktivitas
menggambarkan seberapa terarahnya energi yang dipancarkan antena, tanpa mempertimbangkan
kerugian. Semakin tinggi direktivitas, semakin terfokus pancaran energi dalam satu arah saja.

24
H. Kesimpulan

Praktikum ini penting untuk memahami karakteristik kinerja antena. Pengukuran gain,
direktivitas dan pola radiasi memungkinkan perancang untuk mengoptimalkan antena
sesuai kebutuhan aplikasi tertentu, seperti jangkauan, efesiensi energi atau cakupan area.
Hasil praktikum ini dapat digunakan untuk membandingkan berbagai desain antena dan
memilih yang paling sesuai untuk sistem komunikasi tertentu.

25
2
6
2
7
28
29

Anda mungkin juga menyukai