Final Project Mata Kuliah Basis Data Lanjut
Taniku: Marketplace Produk Hasil Tani Untuk Mengurangi Peran Tengkulak Dalam
Bidang Pertanian
Kelas D
Kelompok D2
Anggota Kelompok:
1. I Komang Agus Ari Negara 1908561002
2. Indra Permana Putra 1908561018
3. Ni Putu Ayu Triana 1908561031
4. Dewa Ayu Putri Diah Pramesti 1908561035
5. I Wayan Pande Putra Yudha 1908561039
6. I Made Anditya Mahesastra 1908561043
7. Nyoman Hendradinata Dharma 1908561054
Dosen Pengampu
I Gusti Anom Cahyadi Putra, S.T., [Link].
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Udayana
Badung
2021
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sebagai negara agraris, pertanian Indonesia memegang peranan penting dalam
perekonomian bangsa. Dalam mengimbangi pesatnya laju pertumbuhan penduduk,
peningkatan produksi hasil pertanian semakin diperbanyak untuk memenuhi kebutuhan
pangan masyarakat. Hal ini menyebabkan banyak petani muncul untuk mengelola lahan
pertanian yang juga kian meningkat. Kondisi ini membuat produksi hasil pertanian
meningkat sesuai dengan yang direncanakan, akan tetapi distribusi hasil panen pertanian
tidak terjadi dengan baik kepada masyarakat. (Harahap, 2016).
Banyak hasil panen pertanian yang tidak terdistribusi dengan baik kepada
masyarakat menyebabkan kerugian tidak hanya pada masyarakat yang membutuhkan
pangan, tetapi juga pada petani yang kehilangan upahnya untuk memenuhi kebutuhan
hidupnya. Hal inilah yang mendorong timbulnya pekerjaan tradisional bernama
tengkulak. Menurut Hardinawati (2017), tengkulak adalah pedagang tradisional Indonesia
yang memiliki peran dalam komuditas pertanian sebagai pengumpul, pedagang, pembeli,
pialang, dan pemasaran produk hasil panen pertanian, serta dapat menjadi kreditor untuk
bahan penunjang pertanian.
Akan tetapi penggunaan tengkulak sebagai pembantu proses distribusi hasil
pertanian menimbulkan masalah bagi petani. Pada proses distribusi pertanian, tengkulak
akan membeli hasil panen petani dengan harga yang jauh dibawah standar. Kondisi
pembelian ini terjadi karena tengkulak hanya memikirkan kesejahteraannya sendiri
sehingga mengambil keuntungan yang banyak serta tidak menetapkan harga hasil panen
pertanian dengan melihat perkembangan harga di pasar. Seringkali para tengkulak
menetapkan harga yang jauh di bawah harga pasar. Hal ini menyebabkan harga panen
para petani yang seharusnya mendapatkan hasil maksimum menjadi tidak tercapai (petani
mengalami kerugian) sehingga kondisi perekonomian dan kesejahteraan petani Indonesia
menurun (Sapitri, 2018).
Permasalahan mengenai distribusi hasil panen pertanian yang tidak baik
disebabkan karena minimnya informasi mengenai hasil panen pertanian. Kondisi ini
dimanfaatkan oleh para tengkulak untuk mengatur harga panen dengan bebas. Oleh
karena itu, untuk mengatasi minimnya informasi dapat dibuat suatu sistem yang
memanfaatkan perkembangan teknologi seperti saat ini. Terdapat beberapa penelitian
mengenai pembuatan sistem informasi untuk distribusi hasil panen pertanian. Pada tahun
2017, dibuat sistem informasi pemasaran berbasis android yang hanya memberikan
panduan mengenai harga panen pertanian secara real time, dimana 82,22% mengatakan
bahwa aplikasi telah layak digunakan (Olivya dan Ilham, 2017). Selain itu, terdapat
penelitian pula mengenai desain sistem informasi pemasaran hasil pertanian Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) berbasis website di Kota Kendari, dimana akan menampilkan
produk hasil tani dengan harga yang telah dipatok berdasarkan data yang dikumpulkan
dan dapat dibeli oleh pengguna dengan memesan terlebih dahulu (Nur dan Jumadil,
2017).
Dianalisis dari beberapa penelitian yang ada mengenai sistem yang menangani
masalah distribusi hasil panen pertanian agar harga hasil panen sesuai dan produk panen
mencapai kalangan masyarakat dengan baik, terdapat banyak kekurangan khususnya di
bagian penentuan harga pertanian yang dilakukan pada sebagian penelitian dilakukan
oleh sistem, bukan oleh petani sendiri. Hal tersebut menyebabkan wilayah pemakaian
dari sistem yang tidak bisa meluas karena penentuan harga yang dilakukan oleh sistem
dibuat berdasarkan data yang dikumpulkan dan terbatas pada suatu wilayah.
Penjabaran diatas mendorong penulis untuk membangun “Taniku: Marketplace
Produk Hasil Tani Untuk Mengurangi Peran Tengkulak Dalam Bidang Pertanian”
sebagai pengembangan dari beberapa penelitian mengenai distribusi hasil panen
pertanian untuk menghindari peran tengkulak. Beberapa peran tengkulak yang ingin
dihilangkan yakni penetapan harga hasil panen pertanian dan distribusi produk hasil
panen pertanian kepada masyarakat dengan mudah. Taniku dibuat berbasis website untuk
seluruh wilayah Indonesia dengan memberikan keuntungan berupa pengurangan
penggunaan memori perangkat keras yang digunakan dengan beberapa peran yakni peran
petani sebagai supplier, peran kurir sebagai penyedia jasa untuk mengantar produk, peran
admin yang mengatur jalannya website, dan peran pembeli untuk membeli produk. Solusi
ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian petani serta
mampu membuat hasil panen pertanian terdistribusi dengan baik di kalangan masyarakat.
1.2 Rumusan Permasalahan
Berdasarkan paparan latar belakang diatas, dirumuskan beberapa rumusan
masalah diantaranya:
1. Bagaimana implementasi dari website “Taniku”?
2. Bagaimana implementasi basis data dari pengadaan website “Taniku”?
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Teori
2.1.1 Aplikasi Berbasis Website
Aplikasi berbasis website adalah aplikasi yang tersimpan pada
sebuah server dan diakses melalui internet dengan menggunakan browser
untuk menjalankan aplikasi tersebut, dimana aplikasi tersebut merupakan
kumpulan laman yang disediakan pada jalur internet dengan isi berupa
informasi berbasis digital (Abdulloh, 2015). Adapun beberapa browser
yang digunakan untuk menjalankan aplikasi berbasis website diantaranya
Chrome, Firefox, Opera, dan browser lainnya.
Saat ini, sebesar 80% layanan berbasis internet tersedia dalam
bentuk website. Hal ini karena penggunaan website sangat dinamis,
fleksibel, dan tidak terbatas pada beberapa sistem operasi tertentu. Selain
itu, area cakupan untuk aplikasi berbasis website sangat luas dan trend
pembuatan website pribadi juga menambah peningkatan jumlah aplikasi
ini di internet (Enjelina dan Entik, 2016).
2.1.2 Pertanian
Menurut Soetriono dan Anik Suwandari (2016), pertanian adalah
salah satu kegiatan pembuatan produk dengan berdasarkan pada proses
pertumbuhan dan pemanfaatan dari sumber daya hayati untuk mengelola
lingkungan hidup manusia. Sektor pertanian di Indonesia memiliki jumlah
yang sangat banyak dan terkesan dominan pada sumber pendapatan dan
mata pencaharian. Hal ini membuat sektor pertanian Indonesia menjadi
salah satu sektor yang mempunya peran strategis dalam pembangunan
ekonomi nasional dan dikenal sebagai negara agraris.
2.1.3 Marketplace
Menurut Pebrian,dkk (2018), marketplace merupakan wadah
interaktif sebagai pihak ketiga dalam melakukan transaksi bisnis antara
penjual dan pembeli yang berbasis internet. Dalam marketplace, pembeli
dapat melakukan pembelian pada supplier yang ada sesuai dengan
keinginan. Sedangkan, penjual akan bertindak sebagai supplier produk.
Keuntungan menggunakan marketplace sebagai tempat berbisnis adalah
jangkauan dan potensi pasar sangat luas, langkah pengelolaan tersedia dan
mudah, tidak memerlukan biaya tambahan untuk menjual produk yang
diinginkan, serta mudah mendapatkan informasi dan strategi penjualan
(khusus bagi penjual).
2.1.4 Tengkulak
Menurut Hardinawati (2017), tengkulak adalah pedagang
tradisional Indonesia yang memiliki peran dalam komuditas pertanian
sebagai pengumpul, pedagang, pembeli, pialang, dan pemasaran produk
hasil panen pertanian, serta dapat menjadi kreditor untuk bahan penunjang
pertanian. Sebagai pengumpul, tengkulak bertindak sebagai rantai untuk
beberapa hasil pertanian dari beberapa petani. Sebagai pembeli, tengkulak
bertindak dalam melakukan pembelian hasil pertanian dari beberapa
petani. Sebagai pialang, tengkulak bertugas untuk menjembatani antara
petani dengan pembeli produk hasil tani. Selain itu, tengkulak juga
beperan dalam pemasaran produk hasil pertanian kepada jaringan
konsumennya, serta bertindak sebagai kreditor yang memberikan
pinjaman modal kepada petani, dimana modal tersebut akan dikembalikan
dengan dicicil.
2.2 Tinjauan Empiris
2.2.1 Sistem Informasi Pemasaran Hasil Pertanian Berbasis Android
(Olivya dan Ilham, 2017: 60-69)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun sebuah sistem
yang dapat memberi informasi kepada para petani mengenai harga pasar dari hasil
pertanian. Metodologi penelitian dalam penelitian ini meliputi kajian pustaka dan
studi literatur, menganalisis kebutuhan sistem, perancangan sistem, pembuatan
sistem, dan analisis sistem. Pengujian sistem dilakukan dengan metode black box
untuk memeriksa kesesuaian antara hasil pembuatan sistem dan analisis
kebutuhan sistem, serta melakukan pengujian terhadap user. Seluruh pengujian
dengan metode black box disimpulkan dapat berhasil dilakukan. Sedangkan untuk
pengujian kelayakan sistem, dilakukan dengan menyebarkan kuisioner berupa
check list functionality dan check list usability kepada dua elemen responden,
yaitu petani dan dinas pertanian. Hasil dari kuisioner check list functional kepada
elemen petani menunjukkan persentase 88,57% dan elemen Dinas Pertanian
Kabupaten Enerekang menunjukkan persentase 90% yang menyatakan fungsi dari
aplikasi ini sudah berjalan sebagaimanamestinya. Hasil dari kuisioner check list
usability kepada elemen petani menunjukkan persentase 82,58% dan elemen
Dinas Pertanian Kabupaten Enerekang menunjukkan persentase 82,22% yang
menyatakan kepuasan dalam memakai aplikasi yang dibangun. Persamaan dari
penelitian yang akan dilakukan adalah kasus yang ditangani. Sedangkan
perbedaan dari penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan sistem berupa
marketplace berbasis website.
2.2.2 Desain Sistem Informasi Pemasaran Hasil Pertanian Gabungan
Kelompok Tani (Gapoktan) Berbasis Web di Kota Kendari (Nur dan Jumadil,
2017: 141-143)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendesain dan merancang
sistem informasi pemasaran hasil pertanian dari gabungan kelompok tani berbasis
website yang sesuai dengan kondisi suatu kelompok tani di Kota Kendari.
Metodologi penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode
observasi, metode wawancara, dan kajian pustaka. Pada bagian analisis kebutuhan
sistem, terdapat kebutuhan antarmuka (interface) dan kebutuhan fungsional.
Persamaan dari penelitian yang dilakukan adalah kasus yang ditangani serta
sistem informasi yang berbasis website. Sedangkan perbedaan dari penelitian
yang dilakukan adalah mengembangkan sistem yang tidak hanya diaplikasikan di
daerah tertentu, melainkan dapat diaplikasikan di seluruh Indonesia.
2.2.3 Strategi Pemanfaatan Aplikasi Desa Apps dalam Literasi Informasi
Pertanian (Raya dkk, 2018: 274-285)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan sebuah
aplikasi bernama Desa Apps yang memiliki tujuan sebagai platform yang dapat
menjadi sebuah wadah bagi para petani untuk mendapat penyuluhan dan
mengembangkan komunitas petani digital sehingga para petani dapat berinteraksi
satu sama lain. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif
analitis. Fitur-fitur yang terdapat dalam aplikasi ini meliputi tanya jawab, artikel,
informasi harga, catatan tani, informasi cuaca, informasi toko, informasi kantor,
dan jual barang. Persamaan dari penelitian yang dilakukan adalah kasus yang
ditangani. Perbedaan dari penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan
sistem yang dapat memberikan informasi tentang harga hasil tani yang juga
berperan sebagai marketplace yang dapat digunakan oleh seluruh petani di
Indonesia. Penelitian yang dilakukan oleh Raya dkk (2018) hanya terbatas di Jawa
Tengah dan Yogyakarta dan produk yang dijual berupa media tani seperti pupuk,
bukan hasil tani.
2.2.4 Sistem Informasi E-Commerce Pemasaran Hasil Pertanian Desa
Pulau Panjang Hilir Inuman (Madesko, 2019: 76-82)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membantu para petani di
Desa Pulau Panjang Hili Inuman untuk yang tidak memiliki akses keluar desa
untuk keluar dalam menjual hasil tani mereka. Sistem informasi yang dibangun
menggunakan sistem penjualan berbasis Bussiness to Bussiness dan menerapkan
basis data menggunakan MySQL. Metodologi penelitian yang dilakukan dalam
mengmpulkan data adalah wawancara, pengamatan, dan studi pustaka. Persamaan
dari penelitian yang dilakukan adalah sama-sama membangun sebuah
marketplace untuk menjual hasil pertanian dan menerapkan basis data
menggunakan MySQL. Perbedaan dari penelitian yang dilakukan adalah
marketplace yang dibangun juga dapat memberi informasi harga hasil tani untuk
menghindari tengkulak yang dapat digunakan di seluruh Indonesia, sedangkan
penelitian ini hanya fokus pada menjual produk serta terbatas pada daerah Desa
Pulau Panjang Hilir Inuman.
2.2.5 Aplikasi E-Agri Kabupaten Minahasa Selatan (Takalelumang dkk,
2018: 23-29)
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengontrol dan memonitor
proses pertanian yang ada di Kabupaten Minahasa Selatan agar tidak terjadi
kelangkaan atau melunjaknya suatu komoditas tertentu sehingga tidak mengalami
kerugian. Aplikasi yang dikembangkan dalam penelitian ini menerapkan basis
data menggunakan MySQL agar mampun melakukan pengolahan data pertanian
seperti menginput data, menyimpan data, mengedit data, dan menghapus data
dengan lebih mudah. Data-data yang diolah nantinya akan menjadi informasi
yang ditampilkan melalui aplikasi sehingga mampu melakukan monitor dan
kontrol terhadap proses pertanian di Kabupaten Minahasa Selatan.
BAB III
PERANCANGAN SISTEM
3.1 Perancangan Database
3.1.1 Entity Relationship Diagram (ERD)
3.1.2 Conseptual Data Model (CDM)
3.1.3 Physical Data Model (PDM)
3.2 Perancangan Sistem/Aplikasi
3.2.1 Context Diagram
3.2.2 Data Flow Diagram (DFD) Level 1
3.3 Flowchart Sistem
DAFTAR PUSTAKA
Abdulloh, Rohi, 2015. Web Programing is Easy. jakarta : PT Elex Media Komputindo
Enjelina, Sagala dan Entik Insannudin. 2016. Perancangan Aplikasi Berbasis Web Interaktif.
Bandung: Telkom University.
Harahap, Sri Efriyanti. 2016. Pola Distribusi dan Teknik Transportasi Pepaya. Bogor: Institut
Pertanian Bogor.
Hardinawati, Lusiana Ulfa. 2017. Alasan Petani Muslim Menjual Hasil Panen kepada Tengkulak
di Desa Glagahagung Kecamatan Puwoharjo Kabupaten Banyuwangi [Skripisi]. Surabaya:
Universitas Airlangga.
Madesko, Handrio. (2019). Sistem Informasi E – Commerce Pemasaran Hasil Pertanian Desa
Pulau Panjang Hilir Inuman. Jurnal Perencaanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer. 2(1):
76-82.
Nur, Muh Nadzirin Anshari dan Jumadil Nangi. (2017). Desain Sistem Informasi Pemasaran
Hasil Pertanian Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Berbasis Website di Kota Kendari.
Jurnal Teknik Elektro 7(10): 141-143.
Olivya, Meylaine dan Ilham. (2017). Sistem Informasi Pemasaran Hasil Petanian Berbasis
Android. Jurnal Inspiraton. 7(1): 60-69.
Pebrian, Rany Silvia Pebrian,dkk. 2018. E-Marketplace. Kediri: Sekolah Tinggi Agama Islam
Negeri Kediri.
Raya, Alia Bihrajihant, dkk, (2018). Strategi Pemanfaatan Aplikasi Desa Apps Dalam Literasi
Informasi Pertanian. Jurnal Komunikasi Pembagunan. 16(2): 274 – 285.
Sapitri, Evi. 2018. Analisis Dampak Penetapan Damar Oleh Tengkulak Terhadap Kesejahteraan
Petani Dalam Perspektif Ekonomi Islam (Studi di Desa Malaya Kecamatan Lemong
Kabupaten Pesisir Barat). [Skripisi]. Lampung: Universitas Islam Negeri Raden Intan
Lampung.
Soetriono dan Anik Suwandari. 2016. Pengantar Ilmu Pertanian Agraris Agribisnis Industri.
Malang: Intimedia.
Takalelumang, Miranthy F. 2018. Aplikasi E-Agri Kabupaten Minahasa Selatan. Jurnal Teknik
Informatika. 13(1): 23-29.