0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Proses Intensifikasi Biodiesel dengan Reaktor

Diunggah oleh

Siti Sahara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
4 tayangan11 halaman

Proses Intensifikasi Biodiesel dengan Reaktor

Diunggah oleh

Siti Sahara
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas case method

Perancangan Reaktor Kimia

A review on recent biodiesel intensification process through


cavitation and microwave reactors: Yield, energy, and
economic analysis

Disusun Oleh:
Kelompok 1

Rahmat Fahzan Ramadhan 2204103010005


Anggia Isnaini 2204103010025
Karim Syahputra Simanjuntak 2204103010026
Sri Wahyuni 2204103010027
Elang Mulia 2204103010028
Siti Sahara 2204103010086

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
2024
KATA PENGANTAR
Puji beserta syukur diucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan rahmat dan hidayah yang besar kepada penyusun sehingga dapat
menyelesaikan makalah pada tugas mata kuliah perancangan reaktor kimia.

Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah dalam mata kuliah
Perancangan Reaktor Kimia. Dalam proses penyusunan makalah ini, penulis
merasa sangat berterima kasih atas berbagai bantuan dan saran yang diberikan
oleh berbagai pihak, sehingga penulis ingin mengucapkan banyak terima kasih
kepada:

1. Kedua orang tua saya yang selalu mendukung saya dalam kondisi apapun.
2. Ibu Dr. Ir. Nanda Suriaini, S.T., MT. selaku dosen pemgampu mata kuliah
perancangan reaktor kimia.
3. Teman kelompok 1 telah memberikan masukan dan nasehat dalam
penyusunan makalah ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini, masih terdapat
potensi perbaikan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis dengan
tulus mengundang kritik dan saran yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas
penulisan di masa mendatang. Akhirnya, penulis berharap agar laporan praktikum
ini memiliki manfaat, baik bagi penulis sendiri maupun pembaca secara
keseluruhan.

Darussalam, 13 November 2024


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Biodiesel sebagai sumber energi terbarukan semakin menarik perhatian dunia
industri dan penelitian karena kemampuannya dalam mengurangi ketergantungan
terhadap bahan bakar fosil dan memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.
Saat memproduksi biodiesel melalui transesterifikasi, trigliserida dalam minyak
nabati atau lemak hewani diubah menjadi metil ester (biodiesel) menggunakan
katalis. Minyak kedelai dan minyak jelantah merupakan dua bahan baku yang
dapat digunakan untuk membuat biodiesel. Pemilihan bahan baku yang tepat
mempengaruhi kualitas dan kuantitas biodiesel yang dihasilkan. Minyak jelantah
merupakan pilihan yang ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah yang
ada. Di sisi lain, minyak kedelai merupakan salah satu bahan baku yang umum
digunakan untuk produksi biodiesel karena ketersediaannya yang melimpah dan
kandungan trigliserida yang tinggi.
Selain pemilihan bahan baku, unsur katalitik dalam proses transesterifikasi juga
sangat penting. Katalis yang umum digunakan untuk reaksi ini adalah natrium
hidroksida (NaOH) dan kalium hidroksida (KOH), yang mempercepat proses
transesterifikasi dengan meningkatkan laju reaksi. Katalis basa ini dapat
meningkatkan efisiensi konversi trigliserida menjadi biodiesel, namun
penggunaannya memerlukan kondisi operasi yang sesuai seperti suhu dan waktu
yang optimal. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih kondisi operasi yang
tepat untuk mencapai hasil biodiesel yang optimal dengan konversi yang tinggi
dan mengurangi pembentukan produk samping yang tidak diinginkan.
Beberapa teknologi reaktor inovatif dapat digunakan untuk meningkatkan
efisiensi proses transesterifikasi, seperti reaktor gelombang mikro, ultrasonik, dan
kavitasi hidrodinamik Teknik-teknik ini dapat meningkatkan laju reaksi dan
mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk proses produksi biodiesel. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tekanan dan suhu dalam setiap
reaktor terhadap biodiesel yang dihasilkan serta membandingkan kelebihan dan
kekurangan masing-masing metode. Reaktor gelombang mikro, ultrasound, dan
kavitasi hidrodinamik dapat digunakan untuk mengurangi kebutuhan energi dan
meningkatkan laju konversi, sehingga menghasilkan proses yang lebih efisien dan
ramah lingkungan. Pemahaman kondisi optimal penggunaan ketiga jenis reaktor
ini diharapkan dapat menghasilkan metode produksi biodiesel yang lebih efektif,
ekonomis, dan berkelanjutan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa bahan yang di gunakan untuk pembuatan biodiesel
2. Apa katalis yang digunakan dalam pembuatan biodiesel
3. bagaimana reaksi kesetimbangan yang terjadi?
4. berapa temperatur dan tekanan optimum dari reaktor?
5. bagaimana model dan jenis design atau prinsip kerja dari reactor?
6. berapa yield yang dapat dihasilkan?
BAB II
PEMBAHASAN

1. Bahan Baku
Bahan baku utama dalam penelitian ini meliputi minyak kedelai dan minyak
goreng bekas (waste cooking oil). Pemilihan bahan baku ini didasarkan pada
ketersediaan dan efektivitasnya sebagai sumber trigliserida yang diperlukan dalam
reaksi transesterifikasi untuk produksi biodiesel.

2. Jenis Katalis
Penelitian ini menggunakan beberapa jenis katalis, termasuk katalis basa
seperti NaOH (natrium hidroksida) dan KOH (kalium hidroksida), serta katalis
heterogen seperti kalsium oksida dan dolomit. Katalis basa meningkatkan efisiensi
reaksi transesterifikasi antara minyak dan alkohol, menghasilkan biodiesel dengan
yield tinggi. Penggunaan katalis heterogen juga diuji untuk menentukan
keunggulan masing-masing dalam menghasilkan biodiesel.

3. Variasi Jumlah Katalis dan Rasio Molar


Variasi dalam jumlah katalis dan rasio molar metanol terhadap minyak
digunakan untuk menentukan kondisi reaksi yang optimal. Penelitian mencakup
variasi konsentrasi katalis dari 0,25% hingga 5% berat minyak dan rasio molar
metanol terhadap minyak antara 6:1 hingga 9:1. Salah satu hasil menunjukkan
bahwa rasio molar 9:1 dan katalis 5% pada suhu 65°C menghasilkan yield
biodiesel hingga 98%.

Tabel 2.1 Perbandingan jenis minyak dan katalis serta perbandingan reactan
terhadap konversi biodiesel
4. Jenis Reaktor
Penelitian menggunakan berbagai jenis reaktor, termasuk reaktor aliran
kontinyu yang dibantu oleh microwave, ultrasound, dan kavitasi hidrodinamik.
Setiap reaktor memiliki metode intensifikasi yang berbeda untuk mempercepat
reaksi. Reaktor microwave memberikan pemanasan cepat dan efisien, sementara
reaktor ultrasound dan hidrodinamik memanfaatkan getaran dan efek kavitasi
untuk meningkatkan pencampuran dan konversi bahan baku.

5. Metode
Metode transesterifikasi menggunakan kombinasi bantuan microwave dan
ultrasound. Metode ini mempercepat laju reaksi dan mengurangi energi yang
dibutuhkan, dibandingkan dengan pemanasan konvensional. Penelitian
menunjukkan bahwa kombinasi microwave dan ultrasound pada Continuous Flow
Reactor adalah yang paling efektif dalam produksi biodiesel. Metode ini
memberikan yield yang tinggi, mengurangi waktu reaksi, dan menurunkan
konsumsi energi serta biaya operasional, menjadikannya lebih efisien dan
ekonomis dibandingkan metode konvensional lainnya.

6. Kondisi Operasi Optimal


Kondisi operasi optimal yang ditemukan dalam penelitian ini meliputi suhu
sekitar 60–70°C dan tekanan sekitar 3–5 bar. Selain itu, daya microwave hingga
1000 W dan waktu pemanasan sekitar 2 menit dapat digunakan untuk
memperoleh yield hingga 99%. Kondisi ini mempercepat reaksi transesterifikasi,
menghasilkan biodiesel dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan dengan
metode konvensional.

7. Hasil Yield yang Diperoleh


Yield biodiesel yang diperoleh dalam penelitian ini bervariasi antara 96%
hingga 99%, tergantung pada kombinasi bahan baku, rasio molar, jenis katalis,
dan reaktor yang digunakan. Kombinasi reaktor microwave dan ultrasound
memberikan yield tertinggi hingga 99,1%, dibandingkan dengan metode
konvensional yang hanya mencapai sekitar 76% dalam waktu yang sama.
Tabel 2.2 Pengaruh berbagai variable proses sintesis biodiesel terhadap perolehan
yield dan conversi biodiesel.

8. Tahapan dalam Pembuatan Biodiesel


1. Persiapan Bahan Baku
Proses diawali dengan memilih dan memurnikan bahan baku seperti minyak
nabati atau minyak bekas. Kotoran dalam minyak dapat mengganggu reaksi
transesterifikasi, jadi minyak harus melalui proses filtrasi dan pemurnian terlebih
dahulu.
2. Penambahan Katalis dan Persiapan Reaksi
Metanol atau etanol dicampur dengan katalis basa seperti KOH atau NaOH
untuk memicu proses transesterifikasi. Di sini, katalis basa bereaksi dengan
alkohol untuk menghasilkan metoksida, senyawa yang membantu mengaktifkan
reaksi dengan trigliserida dalam minyak.
Rasio molar alkohol terhadap minyak biasanya divariasikan, dan dalam
penelitian ini ditemukan bahwa rasio molar optimal adalah 9:1, dengan
konsentrasi katalis sekitar 1-2% berat minyak.
3. Proses Transesterifikasi
Tahapan utama adalah reaksi transesterifikasi, di mana trigliserida dalam
minyak diubah menjadi metil ester (biodiesel) dan gliserol. Reaksi ini terdiri dari
beberapa tahap pemecahan trigliserida menjadi monogliserida dan digliserida
sebelum akhirnya menghasilkan biodiesel. Reaksi transesterifikasi umum dapat
dituliskan sebagai berikut:
{Trigliserida} + 3{R-OH} →3{R-COOR} + {Gliserol}

Dalam proses ini, alkohol (misalnya, metanol) bereaksi dengan minyak di


bawah pengaruh katalis untuk menghasilkan biodiesel dan gliserol sebagai produk
samping.
4. Intensifikasi dengan Microwave dan Ultrasound
Proses produksi biodiesel dipercepat dengan menggunakan microwave dan
ultrasound. Teknologi microwave membantu mempercepat pemanasan melalui
polaritas metanol, yang menyebabkan peningkatan laju reaksi melalui pemanasan
lokal yang efektif. Ultrasound menghasilkan kavitasi akustik yang meningkatkan
pencampuran reaksi dan transfer massa antara minyak dan alkohol, sehingga
mengurangi waktu reaksi.
Kombinasi metode microwave dan ultrasound menghasilkan biodiesel dengan
yield lebih tinggi (hingga 99%) dalam waktu reaksi yang jauh lebih singkat
dibandingkan dengan metode konvensional.

Gambar 2.3 Reaktor microwave dan ultrasound untuk sintesis biodiesel


5. Tahap Purifikasi
Transesterifikasi dengan reactor supercritical atau subcritical microwave
tanpa katalis dapat menyederhanakan proses dan menghilangkan kebutuhan untuk
langkah pre-treatment atau pemurnian. Transesterifikasi ini juga tidak menghasilk
an air limbah selama proses. Namun, suhu tinggi dan tekanan tinggi diperlukan un
tuk melakukan reaksi superkritis dan subkritis, yang berarti keduanya menggunak
an banyak energi. Tetapi biasanya untuk proses sintesis biodiesel menggunakan
katalis KOH dan NaOH memiliki beberapa metode pencucian, seperti netralisasi
menggunakan asam, pencucian dengan air, pengendapan, atau menggunakan resin
penukar ion. Pilihan metode bergantung pada skala produksi dan biaya yang dapat
diterima, serta sejauh mana tingkat kemurnian biodiesel yang diinginkan. Biasany
a, kombinasi dari beberapa metode ini akan digunakan untuk memastikan bahwa b
iodiesel yang dihasilkan bebas dari kontaminasi katalis dan siap digunakan sebaga
i bahan bakar.
BAB IV
PENUTUPAN

A. Kesimpulan
Dari data yang diperoleh di jurnal, dapat dilihat bahwa berbagai kombinasi va
riabel proses seperti temperature, jumlah katalis, ratio molar reaktan ,dan jenis
minyak untuk menghasilkan yield biodiesel yang optimum. Beberapa kombinasi
menunjukkan jumlah yield yang berbeda. Hasil yang optimal diperoleh dengan
bahan baku minyak sawit serta kondisi reactor flow, berat katalis 1% NaOH,
perbandingan methanol air yaitu 12:1 dengan conversi sebanyak 99,4%
Hasil penelitian ini memiliki implikasi yang penting dalam pengembangan pr
oses produksi biodiesel yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Dengan memah
ami pengaruh variabel proses terhadap yield biodiesel, dapat dilakukan optimasi p
roses untuk mencapai produktivitas yang tinggi dan kualitas biodiesel yang baik.
Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi referensi untuk pengembangan katalis
baru yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

B. Daftar Pustaka

Bizualem, Y. D., & Nurie, A. G. (2024). A review on recent biodiesel intensificati


on process through cavitation and microwave reactors: Yield, energy, a
nd economic analysis. Heliyon. 10:e24643.
Lampiran indeks scopus jurnal

Anda mungkin juga menyukai